cover
Contact Name
Gary Raya Prima
Contact Email
garyrayaprima@unsil.ac.id
Phone
+6281383733569
Journal Mail Official
akselerasi@unsil.ac.id
Editorial Address
Jl. Siliwangi no. 24, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Akselerasi Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 27157296     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Ilmu teknik sipil yang meliputi: bidang ilmu struktur, manajemen transportasi (pelabuhan, jalan, dan jembatan), pengembangan sumber daya air (PSDA), geoteknik, dan manajemen konstruksi/manajemen proyek.
Articles 98 Documents
Analisis Rasio Tarif Transportasi Online Dan Konvensional Berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan, Ability To Pay, Dan Willingness To Pay Nina Herlina; Hendra Hendra; Fikri Rizaldi
Akselerasi Vol 1, No 2 (2020): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v1i2.1497

Abstract

AbstrakKebutuhan masyarakat terhadap angkutan transportasi sangat tinggi seiring pertumbuhan penduduk yang pesat, kemajuan teknologi dibidang transportasi menghasilkan trasnportasi online yang sangat diminati saat ini seperti taksi online, akan tetapi hadirnya taksi online membuat taksi konvensional mulai ditinggalkan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan, Ability to Pay (Kemampuan membyar) dan Willingness to Pay (Keinginan membayar) pengguna jasa taksi online dan konvensional sehingga mendapatkan tarif ideal. Penelitian ini dilakukan pada taksi online grab dan taksi konvensional quswha di Kota Tasikmalaya, metode penelitian yang digunakan untuk BOK menggunakan Metode Direktur Jendral Perhubungan Darat Nomor SK.678/AJ.206/DRJD/2002. Sedangkan analisia perhitungan ATP dan WTP menggunakan metode Slovin.Hasil analisa diketahui bahwa tarif yang berlaku di lapangan saat ini tidak berbeda jauh dengan tarif yang berlaku dilapangan, tarif minimal yang berlaku taksi online adalah Rp. 12.000, sedangkan tarif menurut BOK dari 3 jenis mobil taksi online adalah Avanza Rp. 9.688,9 /pnp-trip, Ayla Rp. 10.199,3 /pnp-trip dan Brio Rp.9.034,86 /pnp-trip, nilai ATP adalah Rp. 11.900 dan Nilai WTP Rp. 14.410. Untuk tarif taksi konvensional yang berlaku saat ini adalah Rp. 30.000, sedangkan tarif menurut BOK adalah Rp. 18.829 /pnp-trip, nilai ATP adalah Rp. 29.142 dan nilai WTP Rp. 30.957. Kata Kunci : Biaya operasional kendaraan, Keinginan membayar, Kemampuan membayar, Taksi.
PERENCANAAN STRUKTUR BAJA PADA GEDUNG 5 LANTAI KANTOR KESEHATAN PELABUHAN PROBOLINGGO Raissa Alifah; Empung Empung; Rosi Nursani
Akselerasi Vol 3, No 1 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v3i1.3563

Abstract

AbstrakKantor kesehatan pelabuhan memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan kondisi wilayah kerja bandara dan pelabuhan  yang bebas dari penularan penyakit, sebagai salah satu fasilitas public, dalam mengutamakan kenyamanan dan keamanan pengguna fasilitas maka direncanakan Gedung Kantor Kesehatan Pelabuhan Probolinggo yang terdiri dari 5 lantai dibangun dengan struktur baja. Perencanaan struktur atas pada gedung terdiri dari pelat atap, pelat lantai, balok, kolom dan core wall, serta struktur bawah yaitu pondasi. Analisis struktur gedung menggunakan STAAD.Prp v8i dan ETABS v.17. Perencanaan gedung mengacu pada literatur diantaranya Tata cara perhitungan Struktur Baja untuk bangunan (SNI 03-1729-2002), Perencanaan struktur baja berdasarkan Spesifikasi untuk Bangunan Gedung Baja Struktural (SNI 1729:2015) dan Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (SNI-1726-2012). Beban yang dianalisis yaitu beban mati, beban hidup dan beban gempa. Dari hasil analisa dan perhitungan diperoleh yaitu dimensi terhadap bangunan yang meliputi pelat lantai menggunakan dek baja gelombang dengan ketebalan 11 cm pada pelat 1-5, balok anak WF 250.250.9.14, balok induk WF 350.250.9.14 , kolom WF 400.300.10.16. Core wall dengan tulangan D16-200 dan sengkang 2 D16-200. Perencanaan pondasi menggunakan tiang pancang dengan dimensi tiang 40 x 40 cm dengan kedalaman tiang 10 m, jumlah tiang bawah kolom 4 buah tiang dipakai dimensi pile cap bawah kolom 200 x 200 cm dengan tulangan D19-180, dan jumlah tiang bawah core wall 5 buah tiang dipakai dimensi pile cap bawah core wall 200 x 200 cm dengan tulangan D19-180. Kata Kunci:  Beton, dek baja gelombang, komposit, perencanaan gedung, profil WF, STAAD. Pro , struktur baja.
PENERAPAN METODE EMPIRIS DI DAS BATANG LEMBANG UNTUK PERHITUNGAN DEBIT BANJIR RANCANGAN Novia Komala Sari; pengki Irawan
Akselerasi Vol 2, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i2.2765

Abstract

AbstrakAnalisis debit banjir dalam perencanaan suatu bangunan air merupakan proses yang tidak dapat dipisahkan. Debit banjir rancangan dihitung untuk memperkirakan kemungkinan besaran debit yang akan ditanggung oleh bangunan tesebut. DAS batang lembang merupakan salah satu das di kabupaten solok yang berhulu di danau diatas. Penelitian dimaksudkan untuk mengevaluasi penggunaan metode empiris dalam menghitung debit banjir menggunakan data hujan dan membandingkan dengan data debit terukur. Metode empiris yang digunakan adalah metode Rasional, Hasper, Weduwen, HSS Nakayasu dan HSS Synder Alexevev. Hasil analisis data menunjukkan metode yang mendekati dengan debit terukur adalah HSS Nakayasu. Hal ini terlihat dari rata - rata persentase penyimpangan terkecil dibandingkan metode lainnya yaitu sebesar 32%. Debit banjir rencana dengan data debit pada periode ulang 2 tahun sebesar 54.04 m3/s, periode ulang 5 tahun sebesar 104.43 m3/s, periode ulang 10 tahun sebesar 147.46 m3/s, periode ulang 25 tahun sebesar 203.39 m3/s, periode ulang 50 tahun sebesar 269.74 m3/s dan periode ulang 100 tahun sebesar 335.99 m3/s. Debit banjir rancangan dengan HSS Nakayasu pada periode ulang 2 tahun sebesar 96.63 m3/s, periode ulang 5 tahun sebesar 122.91 m3/s, periode ulang 10 tahun 168.71 m3/s, periode ulang 25 tahun sebesar 250.79 m3/s, periode ulang 50 tahun sebesar 335.05 m3/s, dan periode ulang 100 tahun sebesar 444.72 m3/s.Kata Kunci : Debit banjir, metode empiris, hidrograf satuan sintetis, periode ulang.
TINGKAT KESIAPAN GEDUNG CAGAR BUDAYA FILATELY DALAM MENGHADAPI BAHAYA KEBAKARAN Keti Andayani; Lukman Subangi
Akselerasi Vol 2, No 1 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i1.2049

Abstract

Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. Bangunan Cagar Budaya merupakan saksi perkembangan kota dan sebagai bukti sejarah. Perlindungan terhadap Bangunan ataupun Pengguna perlu dijaga atas keamanan dan keselamatan dalam penggunaan, pemakaian, dan pemanfaatan barang dan/jasa. Kebakaran bangunan gedung merupakan permasalahan yang muncul dalam sebuah kota besar yang padat, sehingga faktor keselamatan menjadi hal sangat penting. Oleh karena itu persyaratan teknis bangunan gedung dalam menghadapi kebakaran sangat diperlukan sebagai keandalan bangunan, selain untuk memberikan waktu evakuasi dan kedatangan mobil pemadam kebakaran tidak terkecuali pada Bangunan Cagar Budaya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kesiapan Gedung Cagar Budaya Filately dalam menghadapi bahaya kebakaran. Penelitian ini menggunakan deskriptif dengan metode observasional, dimana alat ukur penelitian berupa parameter penilaian keandalan proteksi kebakaran dari Literatur Pemeriksaan Keselamatan Kebakaran Gedung. Analisis penilaian dalam bentuk persentase total dari penjumlahan persentasi komponen keandalan proteksi kebakaran yang dimiliki. Hasil penelitian menunjukan kondisi keandalan Gedung Cagar Budaya Filately dalam menghadapi bahaya kebakaran dalam tingkatan kurang, tidak sesuai sama sekali atau berada pada tingkat keamanan kebakaran yang berbahaya. Dalam meningkatkan kesiapan diperlukan Perbaikan dan penambahan khususnya alat proteksi aktif. Kata Kunci : cagar budaya, kebakaran, keandalan, kesiapan, proteksi kebakaran.
Perencanaan Struktur Gedung Laboratorium Vaksin PT. Bio Farma (Persero) Di Kota Bandung Empung Empung; Agus Widodo; Yuni Qurrata A'yun
Akselerasi Vol 1, No 2 (2020): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v1i2.1504

Abstract

Gedung laboratorium vaksin dibangun sebagai prasarana penunjang kesehatan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang ada di Dunia termasuk di Indonesia. Perencanaan struktur atas gedung pada terdiri dari rangka atap baja, pelat lantai, balok, kolom dan  dinding geser serta struktur bawah yaitu basement dan fondasi. Analisis struktur gedung menggunakan SAP v.15.1.0 dan ETABS v.17.1.0.Perencanaan gedung mengacu pada literatur diantaranya Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI 03-2847-2013), dan Tata Cara Perencanaan Ketahanan gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung (SNI-1726-2012). Beban yang dianalisis yaitu beban mati, beban hidup, beban angin serta beban gempa. Direncanakan mutu beton f’c 29,05 MPa dan 33,2 MPa, mutu baja tulangan longitudinal fy = 400 MPa, dan tulangan sengkang fyt = 240 MPa.Hasil desain struktur rangka atap dimensi kuda-kuda menggunakan balok IWF 300.175.7.11. Pelat lantai setebal 120 mm dengan tulangan D13. Balok induk 400 x 550 mm dengan tulangan utama D19 dan sengkang Ø10. Balok anak 300 x 450 mm dengan tulangan utama D16 sengkang Ø10. Sloof  400 x 550 mm dengan tulangan utama D19 sengkang Ø10. Kolom 700 x 800 mm dengan tulangan 20D19 dan sengkang Ø10-200. Kolom 650 x 750 mm dengan tulangan 16D19 dan sengkang Ø10-200. Kolom 600 x 700 mm dengan tulangan 16D32 dan sengkang Ø10-200. Dinding geser dengan tulangan D16-200 dan sengkang 2D16-200. Basement tebal 250 mm dengan tulangan D19-250 dan Ø13-200 dan 250. Pada  fondasi bored pile dengan diameter 500 mm dengan tulangan utama D19 dan sengkang spiral Ø10-1500, pile cap bawah kolom 2500 x 2500 dengan tulangan D19-100 dan pile cap bawah core wall 3520 mm x3600 mm dengan tulangan D19-100. Kata Kunci : Atap Baja, Balok, Basement, Dinding Geser, Kolom, Pelat Lantai, Pondasi.
EVALUASI PENENTUAN DURASI HUJAN EFEKTIF (Tr) PADA HIDROGRAF SATUAN SINTETIS NAKAYASU Segel Ginting
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v3i2.4592

Abstract

Durasi hujan efektif (Tr) secara historis belum dapat ditentukan melalui catatan pengamatan di lapangan, namun dapat diprediksi berdasarkan catatan hidrograf banjir yang terjadi. Dalam beberapa literatur nilai durasi hujan efektif (Tr) ditentukan berkisar 0.5 sampai dengan 1 kali dari nilai time lag (Tg) atau kadang ditetapkan nilai rata-ratanya sekitar 0,75 kali nilai time lag (Tg).  Untuk memastikan nilai durasi hujan efektif pada metode hidrograf satuan sintetis Nakayasu yang dikaitkan dengan parameter time lag (Tg), maka dilakukan kajian untuk diterapkan dalam rangka untuk penggunaan HSS Nakayasu dalam menghitung debit banjir. Berdasarkan hasil kajian diperoleh nilai durasi hujan efektif berkisar antara 30 menit sampai dengan 7 jam, dan perbadingannya dengan nilai time lag seperti yang digunakan dalam HSS Nakayasu berkisar antara 0.13 sampai dengan 2,67 kali Tg. Namum untuk memastikan nilainya tersebut dapat diperkirakan berdasarkan karakteristik DAS dengan menggunakan persamaan . Kata kunci: durasi hujan efektif, hidrograf sintetis Nakayasu, hidrograf banjir, time lag 
Regulasi Pintu Air Untuk Optimasi Pengelolaan Pintu Air Irigasi Pada Daerah Irigasi Cimulu Cika Fernanda Mahda Rahmat; Asep Kurnia Hidayat; Pengki Irawan
Akselerasi Vol 1, No 1 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v1i1.832

Abstract

Bendung Cimulu merupakan bendung tetap dengan sumber air yang berasal dari sungai Ciloseh. Bendung ini dijadikan sebagai sumber air untuk daerah irigasi Cimulu. Daerah irigasi Cimulu mempunyai luas area sebesar 1.546,2 ha dan dijadikan sebagai sumber pengairan pertanian di kota Tasikmalaya. Pembagian air di daerah irigasi Cimulu ini tidak terdistribusi secara merata  sehingga terjadi kekeringan lahan terutama di ujung jaringan irigasi. Selain itu sistem operasi bukaan pintu air yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan air juga menjadi masalah dalam pendistribusian air.Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis curah hujan dari 3 stasiun penakar hujan yaitu Bendung Cimulu, LANUD Cibeureum dan BPP Manonjaya. Pada penelitian ini juga dilakukan analisis jadwal dan pola tanam berdasarkan RTTG (Rencana Tata Tanam Global), survey lapangan untuk menentukan jadwal tanam optimum, dan regulasi pintu air untuk menentukan tinggi bukaan pintu air.  Berdasarkan hasil analisis data dengan membandingkan kebutuhan air irigasi dengan ketersediaan air irigasi diperoleh nilai faktor k. Dari nilai tersebut diperoleh jadwal optimum pada bulan Okt-2 dengan pola tanam padi-padi-palawija dan Mei-2 dengan pola tanam padi-padi-padi-padi. Regulasi pintu air pada bulan Oktober-2  dengan tinggi pintu air maksimum adalah 1,28 m serta debit 4,02 m3/det  dan pada bulan Mei-2 tinggi pintu air maksimum adalah 1,28 m dengan debit 4,02 m3/det. Kata Kunci : Jadwal Tanam,Pintu Air, Regulasi.
ANALISIS KINERJA BIAYA DAN WAKTU MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE DAN EARNED SCHEDULE PADA PROYEK PEMBANGUNAN VILLA PASIR ANGIN PUNCAK-BOGOR. Karimah Nur Sakinah
Akselerasi Vol 3, No 1 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v3i1.3559

Abstract

AbstrakDalam pelaksanaan suatu proyek sangat jarang ditemui suatu proyek yang berjalan tepat sesuai dengan yang direncanakan. Keberhasilan didalam manajemen proyek adalah pengendalian proyek dalam hal kinerja, kemajuan (progress), dan biaya. Salah satu metode yang mengintegrasikan biaya, waktu, dan kinerja adalah Earned Value (EV). Sebuah kemajuan dalam metode manajemen sehingga muncul pengembangan baru dari Earned Value (EV) yaitu Earned Schedule (ES)  Umumnya mengalami keterlambatan yang direncanakan, baik waktu maupun kemajuan pekerjaan,  Tujuan dari Analisa kinerja dengan menggunakan dua metode adalah untuk mengetahu hasil prestasi kinerja pada pelaksanaan proyek pembangunan Villa dan seberapa besar atau kecil penyimpangan yang terjadi di pekerjaan pembangunan Villa Pasir Angin di Bogor.  Dalam penyelesaiiannya dapat menggunakan Analisa dimulai dengan mendapatkan nilai dari berbagai indikator yang dibutuhkan disetiap peninjauan, dari hasil analisis dimiggu ke 13 hasil BCWS = Rp. 1.108.129.005; BCWP = Rp  1.002.241.315; ACWP =  Rp 955.926.447, dan didpatkan nilai CV = Rp. 46.314.868; SV = - Rp. 105.887.689; CPI = 1,05; SPI = 0,90; etc =  Rp. 992.399.101; EAC = Rp. 1.948.325.548,36; ETS = 139,312 Hari; EAS = 231 Hari. Dan hasil dari indicator Earned Schedule (ES) di minggu ke 13 = 12,145 Minggu; SV(t) = -0,855 Minggu ; SPI(t) = 0,93. Proyek yang diteliti menggunakan metode EV (Earned Value) memilki status terlambat dengan durasi rencana awal 217 hari dan durasi akhir pekerjaan menjadi 236 hari . dari hasil analisa tersebut maka waktu penyelesaian yang direncanakan lebih lambat dan Biaya lebih kecil dari nilai kontrak dan perhitungan dari EV (Earned Schedule ) adalah proyek berjalan lebih buruk dari yang direncanakan diawal. Hasil nilai Indeks performa 1 maka proyek perlu melakukan perbaikan performa. Kata Kunci : Prediksi Penyelesaian Proyek, Earned Value Management, Earned Schedule
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL DENGAN BUNDARAN (STUDI KASUS: BUNDARAN CIBIRU BANDUNG) Muhammad Rois Anshorulloh; Nina Herlina; Gary Raya Prima
Akselerasi Vol 2, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i2.2761

Abstract

Bundaran Cibiru merupakan pertemuan antara Jalan Cibiru, Jalan Cipadung, dan Jalan Soekarno Hatta. Aktivitas dari hambatan samping yang sangat tinggi pada bundaran cibiru mempengaruhi kinerja pada ruas jalan tesebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di bundaran cibiru salah satunya yaitu kemacetan. Pengamatan langsung di lokasi penelitian dilakukan selama 1 minggu. Pengamatan dilakukan pada jam puncak arus lalu lintas yang diasumsikan periode waktu pagi pukul 06:00 - 08:00 WIB, siang pukul 11:00 - 13:00 WIB, sore pukul 16:00 - 18:00 WIB. Penggunaan drone sebagai alat bantu perekaman data volume lalu lintas. Data lebar jalan didapatkan di lapangan dengan mengukur langsung dengan menggunakan meteran pada setiap pendekat. Ketika semua data primer dan sekunder telah didapatkan maka akan dianalisis dengan berpedoman pada MKJI 1997. Dari hasil penelitian diperoleh volume terbanyak sebanyak 9402 kendaraan pada hari Senin 02 Desember 2019 pukul 06.00-08.00 WIB. Dengan derajat kejenuhan tertinggi mencapai 1,6. Berdasarkan hasil analisis kinerja bagian jalinan bundaran berpedoman MKJI 1997, maka terdapat beberapa solusi untuk mengatasi permasalahan yang terdapat pada bundaran cibiru salah satunya yaitu pembukaan akses pintu tol Gedebage untuk umum. Kata Kunci : Bundaran, Kemacetan, Transportasi.
ANALISIS NUMERIK SAMBUNGAN LAS STRUKTUR BAJA DENGAN MENERAPKAN VARIASI LAYOUT LAS Rosi Nursani; Mohammad Syarif Al Huseiny
Akselerasi Vol 2, No 1 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i1.2045

Abstract

Material baja memiliki kuat tarik yang tinggi dan memiliki kelebihan dalam waktu pelaksanaan karena merupakan produk fabrikasi. Kekuatan struktur baja sangat ditentukan oleh kekuatan sambungan. Selain sambungan baut, sambungan las juga merupakan salah satu jenis sambungan baja yang sering digunakan. Sambungan las memiliki kelebihan diantaranya waktu pengerjaan konstruksi yang lebih cepat, memiliki berat yang lebih ringan dari pada sambungan baut dan memiliki luas penampang baja yang utuh karena tidak perlu dilubangi. Kekuatan sambungan las pada struktur baja ditentukan oleh kekuatan base metal yang disambung dan kekuatan las sehingga kegagalan dapat terjadi diantara keduanya. Kekuatan las ditentukan oleh panjang las dan kekuatan elektrode las itu sendiri. Akan tetapi selain hal tersebut, pemilihan layout las juga mempengaruhi stabilitas sambungan. Layout  las harus memperhatikan pembebanan dan bentuk profil baja yang digunakan karena dapat menyebabkan terjadinya eksentrisitas pembebanan pada bentuk profil yang asimetris. Analisis numerik dalam kondisi linear dilakukan terhadap sambungan las baja dengan berbagai variasi layout sambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layout las pada sambungan struktur baja yang memiliki stabilitas yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layout sambungan las tipe 2 dan tipe 3 merupakan layout sambungan yang memiliki stabilitas lebih baik dari pada layout las tipe 1. Kata Kunci : struktur baja, sambungan las, layout las, tegangan, deformasi.

Page 2 of 10 | Total Record : 98