cover
Contact Name
Gary Raya Prima
Contact Email
garyrayaprima@unsil.ac.id
Phone
+6281383733569
Journal Mail Official
akselerasi@unsil.ac.id
Editorial Address
Jl. Siliwangi no. 24, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Akselerasi Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 27157296     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Ilmu teknik sipil yang meliputi: bidang ilmu struktur, manajemen transportasi (pelabuhan, jalan, dan jembatan), pengembangan sumber daya air (PSDA), geoteknik, dan manajemen konstruksi/manajemen proyek.
Articles 113 Documents
EVALUASI KONDISI DAN PERHITUNGAN UMUR SISA JEMBATAN TELUK DALAM KEPULAUAN RIAU BERDASARKAN METODE BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM 1992 M. Fahri Fatharani; Sumargo Sumargo
Akselerasi Vol 2, No 1 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i1.2047

Abstract

Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu provinsi di Pulau Sumatera yang berada di bawah kewenangan Balai Pelaksana Jalan Nasional IV Jambi. Jumlah jembatan pada ruas jalan nasional yang dimilik oleh Provinsi Kepulauan Riau adalah sebanyak 53 unit dengan total panjang jembatan 4.008,1 meter. Kondisi jembatan di Provinsi Kepulauan Riau pada data Buku Informasi Statistik Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2015 mengalami banyak kerusakan ringan dengan persentase total sebanyak 37,74%. Sangat penting untuk menjaga jembatan dengan tepat. Dengan demikian Bridge Management System. Penelitian ini dilakukan pada jembatan Teluk Dalam di Pulau Bintan pada ruas jalan Kangka- Sialang. Evaluasi dilakukan berdasarkan BMS 1992 untuk mengetahui nilai kondisi dan umur sisa jembatan. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan terhadap Jembatan Teluk Dalam didapatkan Nilai Kondisi (NK) sebesar 3 yang berarti rusak. Umur sisa yang dimiliki jembatan ini adalah 8,722 tahun. Kata Kunci: Bridge Management System, umur sisa, teluk dalam.
Pengaruh Penambahan Pyrophyllite Terhadap Kuat Tekan Beton Asep Kurnia Hidayat; Indra Mahdi; Apriani Fuji Rahayu
Akselerasi Vol 1, No 2 (2020): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v1i2.1500

Abstract

AbstrakBeton merupakan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Bangunan di dirikan dengan menggunakan beton sebagai bahan konstruksi utama, baik bangunan gedung, bangunan air, bangunan sarana transportasi dan bangunan-bangunan yang lainnya. Dalam beberapa kasus, campuran beton memerlukan bahan tambah untuk menunjang kinerjanya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk melakukan pengujian kuat tekan beton untuk penambahan 0%, 7%, 12%, 17%, dan 25% pyrophyllite,mengamati beton pada umur 7,14 dan 28 hari serta menganalisa perbandingan nilai ekonomis pada beton normal dengan bahan tambah pyrophyllite.Pengujian yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan cara studi pustaka dan eksperimental. Eksperimental ini dilakukan dengan cara pengamatan terhadap hasil pengujian sejauh mana mutu beton dengan meggunakan tambahan pyrophyllite sebagai campuran beton. Dari hasil penelitian terlihat bahwa penambahan variasi penambahan pyrophyllite 7% kuat tekan yang didapat adalah 27,78 MPa, sedangkan penambahan pyrophyllite 12% mengalami kenaikan yang cukup tinggi dari beton normal yaitu 31,67 MPa. Untuk penambahan pyrophyllite 17% kuat tekan yang didapat adalah 28,33 Mpa serta penambahan pyrophyllite 25% mengalami penurunan dari beton normal yaitu 23,89 Mpa. Dari hasil pengujuan kuat tekan beton umur 28 hari dapat disimpulkan bahwa penambahan pyrophyllite 12% mengalami kenaikan sebesar ± 26,67% dari beton normal.  Kata Kunci : Beton, kuat tekan, pyrophyllite
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI PADA TROTOAR JALAN AHMAD YANI KOTA BEKASI Janti Putri Yani; Rika Sylviana Sylviana
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v3i2.4583

Abstract

Kota Bekasi dimana terdapat banyak tempat pembelanjaan salah satunya yaitu Mall Giant Mega Bekasi di Jalan Ahmad Yani yang terletak di pusat kota. Banyaknya aktifitas yang dilakukan di Jalan Ahmad Yani pada trotoar yang merupakan diperuntukkan bagi pejalan kaki. Trotoar juga seringkali digunakan untuk kegiatan perdagangan, yang membuat ketidaknyamanan bagi pejalan kaki yang melewatinya dan membawa pengaruh terhadap kelancaran lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pelayanan ruang pejalan kaki pada Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi. Pengambilan data dilakukan dengan cara survei pejalan kaki. Metode analisis yang digunakan adalah metode greenshield. Didapat model greenshield didapat hubungan karakteristik pejalan kaki pada hari Jum’at waktu pagi (kepadatan, kecepatan dan arus) sebagai berikut Vs = 86,566 - 276,547 D, Q = 86,566 D - 276,547 D² dan Q = 0,313 Vs – 0,003 Vs². Sedangkan Jum’at waktu sore didapat persamaan Vs = 90,727-115,964, Q = 90,727 D - 115,964 D² dan Q = 0,782 Vs – 0,0086 Vs². Untukhari Sabtu waktu pagi didapat persamaan Vs = 72,5829 – 242,162 D, Q = 72,5829 D - 242,162 D² dan Q = 0,299 Vs – 0,0041 Vs², sedangkan untuk waktu sore diperoleh persamaan Vs = 97,967 – 232,985, Q = 97,967 D - 232,985 D² dan Q = 0,420 Vs – 0,0043 Vs². Tingkat pelayanan ruang pejalan kaki dengan nilai LOS B yang artinya bahwa Jalan Ahmad Yani masih dapat menampung pejalan kaki yang melewati trotoar. Kata Kunci: trotoar, pejalan kaki, tingkat pelayanan pejalan kaki
Bandingan Abu Sekam Padi Dan Abu Kapur Pada Campuran Lataston Perkerasan Jalan Rizal Maulana; Asep Kurnia Hidayat; Empung Empung
Akselerasi Vol 1, No 1 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v1i1.830

Abstract

Indonesia sebagai negara berkembang memiliki laju pertumbuhan yang cukup pesat, seiring laju pertumbuhan tersebut, maka peran transportasi sangatlah penting. Sarana dan prasarana yang memadai sangat diperlukan agar transportasi berjalan lancer. Oleh karena itu, peranan suatu jalan termasuk penting untuk menunjang aktivitas sosial dan perekonomian suatu daerah. Jalan yang aman, nyaman, kuat dan ekonomis akan mempermudah manusia dalam pergerakannya.Dalam penelitian ini, abu sekam padi dan abu kapur digunakan sebagai pengganti sebagian bahan pengisi pada agregat, sedangkan aspal yang digunakan aspal AC ESSO Pen 60/70. Karakteristik dari aspal dan agregat diketahui melalui pengujian-pengujian standar campuran beraspal panas di Indonesia, sedangkan kinerja campuran diperoleh dari pengujian Marshall. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil pengujian Marshall antara 2% abu sekam padi dan 2% abu kapur dengan variasi campuran kadar aspal antara 6,5% - 8,5%.Penelitian yang telah dilakukan menghasilkan kadar aspal optimum adalah 6,75% untuk 2% abu sekam padi dan kadar aspal optimum 6,8% untuk 2% abu kapur. Sedangkan hasil perbandingan penambahan sebagian filler dengan 2% abu kapur lebih baik daripada penamabahan dengan 2% abu sekam padi. Kata Kunci : Abu Sekam Padi ,  Abu Kapur, AC ESSO Pen 60/70, Bahan Pengisi, Lataston, Uji Marshall 
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN PARKIR UNIVERSITAS ISLAM "45" BEKASI Lusiana Wardani
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v3i1.3557

Abstract

AbstrakUniversitas Islam 45 Bekasi merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Bekasi dengan jumlah mahasiswa dan kepemilikan akan kendaraan bermotor bertambahnya dari tahun ke tahun. Sehingga berdampak pada perubahan parkiran saat ini yang menggunakan sistem dua pintu (pintu masuk dan pintu keluar berbeda) dan luas lahan yang bertambah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan model kebutuhan ruang parkir sepeda motor dan mobil pada Universitas Islam “45” Bekasi. Metode pengolahan data atau analisis yang digunakan adalah kuantitatif. Untuk mengetahui karakteristik parkir didapat dari metode survei kendaraan dengan cara cordon count. Kebutuhan parkir diperoleh dari analisis regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS. Model yang didapat dari analisis regresi linear berganda adalah parkir motor I didapat Y1 = - 93,247 + 0,418 X1 + 0,260 X2 dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,734 dan parkir motor II didapat Y2 = 127,328 + 0,479 X1 - 0,247 X2 dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,671. Sedangkan untuk parkir mobil didapat Y3 = 2,755 + 0,047 X1 + 0,082 X2 dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,574. Dari persamaan tersebut diperoleh kebutuhan parkir motor sebesar 458 petak/ruang parkir dan 612 petak/ruang parkir sedangkan parkir mobil sebesar 79 petak/ruang parkir. Kebutuhan parkir untuk 5 tahun yang akan datang atau pada tahun 2023 untuk motor I sebesar 566 petak/ruang parkir dan motor II sebesar 756 petak/ruang parkir sedangkan untuk parkir mobil sebesar 98 petak/ruang parkir. Kata Kunci: Analisis regresi, karakteristik parkir, parkir,
ANALISA TEBAL PERKERASAN JALAN DI TANJAKAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993 Vella Anggreana
Akselerasi Vol 2, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i2.2756

Abstract

Perkerasan pada umumnya menggunakan bahan campuran dari aspal dan juga memiliki sifat elastis jika menerima beban di atasnya. Sampai saat ini belum ada rumus khusus yang dibuat untuk merencanakan tebal perkerasan di tanjakan, padahal perkerasan jalan ditanjakan akan berbeda kondisinya dibandingkan dengan perkerasan dijalan datar sehingga kebutuhan tebal perkerasannya pun tidak sama. Untuk itu akan dihitung berapa ketebalan perkerasan jalan tersebut baik itu di jalan datar maupun ditanjakan menggunakan rumus AASHTO 1993. Dari hasil analisa nilai Modulus Resilien (MR) berdasarkan nilaiCBR, didapat nilai MR pada jalan datar sebesar 6447,34 psi, sedangkan nilai MR pada jalan tanjakan sebesar 4144,27 psi.Hasil yang didapat dari perhitungan pada kedua kondisi tersebut memberikan nilai ketebalan lapisan yang berbeda. Untuk perkerasan di jalan datar didapat tebal ATB = 11 cm, Base A = 14 cm, dan Base B = 40 cm, sedangkan untuk perkerasan ditanjakan didapat tebal ATB = 12 cm, Base A = 13 cm, Base B = 60 cm. Selain itu dihitung juga nilai Modulus Elastis (E) tanah dasar dari kedua kondisi jalan, yaitu jalan datar didapat nilai E = 68,711 psi dan nilai E di jalan tanjakan E = 62,586 psi. Dari hasil analisa tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan Metode AASHTO’ 1993 ketebalan perkerasan pada jalan datar dan jalan tanjakan menghasilkan perbedaan nilai ketebalan perkerasan yang signifikan. Oleh karena itu, diharapkan agar perencana lebih teliti lagi apabila merencanakan suatu perencanaan jalan sehingga perkerasan tersebut tidak cepat rusak. disamping itu juga disarankan agar Bina Marga mempunyai metode khusus untuk merencanakan tebal perkerasan jalan di tanjakan.Kata kunci: Metode AASHTO 1993, perkerasan jalan di tanjakan.
ANALISIS DAN PEMETAAN ISOHYET CURAH HUJAN BERBAGAI PERIODE ULANG TAHUN (PUH) DAS CITANDUY HULU Pengki Irawan; Hendra Hendra; Jazaul Ikhsan; Sri Atmaja; Novia Komala Sari
Akselerasi Vol 2, No 1 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i1.2043

Abstract

DAS Citanduy merupakan salah satu daerah aliran sungai di Jawa Barat yang kondisinya kritis. DAS Citanduy mempunyai luasan 352,080 ha dan terdiri lima (5) sub DAS yaitu Citaduy Hulu (74,800 ha), Cimuntur (60,500 ha), Cijolang (48,030 ha), Ciseel (96,500 ha) dan Cikawung (72,250 ha). Dilihat dari administrasi wilayah DAS Citanduy berada di 6 kabupaten yaitu Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Majalengka, Kuningan, Garut dan Cilacap. DAS Citanduy Hulu terletak pada hulu DAS Citanduy yang secara geografi terletak pada 7○ 7' – 7○ 17' LS dan 108○ 4' - 108○ 24' BT. LuasDAS Citanduy Hulu sekitar 72.409,5 ha. Panjang rata-rata sungai utama sekitar 7,4 km dengan gradien 1,02 % (agak rendah). Penelitian ini bertujuan menganalisis hidrologi curah hujan dari berbagai Pos penakar hujan di DAS Citanduy Hulu, membuat peta isohyet curah hujan berbagai periode ulang tahun di DAS Citanduy Hulu. Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah dapat dipetakan secara digital curah hujan yang ada di DAS Citanduy Hulu baik periode 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, 100 tahun, 200 tahun dan 1000 tahun. Dengan adanya peta tsb akan memudahkan penelitian dan kajian hydrologi di DAS Citanduy Hulu. Metode yang digunakan adalah dimulai dari uji kepanggahan data, analisis frekuensi hujan, perencanaan intensitas hujan rancangan hingga pemetaan menggunakan software ArcGIS 10.5. hasil analisis berupa peta ishyet hujan rencana di DAS Citanduy periode ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, 100 tahun, 200 tahun dan 1000 tahun. Hasil ini sangat penting untuk perencanaan bangunan air, kemanan terhadap banjir hingga potensi bencana hidrologi.Kata Kunci : analisis frekuensi, DAS Citanduy Hulu, hidrologi, isohyet.
PRODUKTIVITAS ALAT BERAT PADA PEKERJAAN PROYEK JALAN TOL (Studi Kasus: Ruas Jalan Tol Pematang Panggang – Kayu Agung Seksi 2, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan) Gary Raya Prima; Edwar Hafudiansyah
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v3i2.4595

Abstract

Perkembangan jalan tol saat ini sudah semakin berkembang pesat dan mempunyai peranan penting dalam jaringan transportasi, terutama untuk menghubungkan suatu wilayah yang satu dengan lainnya. Dalam proses pembangunan jalan tol banyak peralatan yang terlibat di dalamnya, termasuk penggunaan alat berat. Alat berat digunakan agar proses pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai target yang telah ditentukan. Oleh karena itu, alat berat harus digunakan secara efisien, cermat dan tepat waktu. Alat berat yang digunakan dalam pembangunan jalan tol diantaranya Excavator, Dump Truck, Vibro Roller, dan Dozer. Alat berat tersebut harus mempunyai kualitas dan produktivitas yang bagus agar pekerjaan bisa dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung produktivitas alat berat yang digunakan pada proyek pembangunan jalan tol ruas Pematang Panggang – Kayu Agung Seksi 2. Dari hasil perhitungan yang dilakukan dengan asumsi lama kerja 8 jam/hari, dapat diketahui produktivitas excavator sebesar 60 m3/jam atau setara dengan 480 m3/hari, produktivitas dump truck sebesar 9,4 m3/jam atau setara dengan 76 m3/hari, produktivitas bulldozer sebesar 49,638 m3/jam atau setara dengan 397,107 m3/hari, dan produktivitas vibro roller sebesar 89,86  m3/jam atau setara dengan 718,9 m3/hari. Kata Kunci: Alat berat, Jalan Tol, Produktivitas
PRODUKTIVITAS ALAT BERAT PADA PEKERJAAN PROYEK JALAN TOL (Studi Kasus: Ruas Jalan Tol Pematang Panggang – Kayu Agung Seksi 2, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan) Gary Raya Prima; Edwar Hafudiansyah
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v3i2.4590

Abstract

Perkembangan jalan tol saat ini sudah semakin berkembang pesat dan mempunyai peranan penting dalam jaringan transportasi, terutama untuk menghubungkan suatu wilayah yang satu dengan lainnya. Dalam proses pembangunan jalan tol banyak peralatan yang terlibat di dalamnya, termasuk penggunaan alat berat. Alat berat digunakan agar proses pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai target yang telah ditentukan. Oleh karena itu, alat berat harus digunakan secara efisien, cermat dan tepat waktu. Alat berat yang digunakan dalam pembangunan jalan tol diantaranya Excavator, Dump Truck, Vibro Roller, dan Dozer. Alat berat tersebut harus mempunyai kualitas dan produktivitas yang bagus agar pekerjaan bisa dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung produktivitas alat berat yang digunakan pada proyek pembangunan jalan tol ruas Pematang Panggang – Kayu Agung Seksi 2. Dari hasil perhitungan yang dilakukan dengan asumsi lama kerja 8 jam/hari, dapat diketahui produktivitas excavator sebesar 60 m3/jam atau setara dengan 480 m3/hari, produktivitas dump truck sebesar 9,4 m3/jam atau setara dengan 76 m3/hari, produktivitas bulldozer sebesar 49,638 m3/jam atau setara dengan 397,107 m3/hari, dan produktivitas vibro roller sebesar 89,86  m3/jam atau setara dengan 718,9 m3/hari. Kata Kunci: Alat berat, Jalan Tol, Produktivitas
PENGARUH PRD DAN KARAKTERISTIK MARSHALL PADA SERBUK KARET BAN TERHADAP CAMPURAN HRS - WC Moh Zulfi Ramadhan; Tommy Iduwin
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v4i1.5454

Abstract

Sarana transportasi darat memiliki peranan penting dalam perkembangan suatu wilayah terutama dari sektor ekonomi sehingga berdampak pada permintaan pembangunan infrastruktur jalan raya. Konstruksi jalan di Indonesia umumnya menggunakan jenis beton aspal campuran panas,salah satunya adalah Hot Rolled Sheet – Wearing Course (HRS – WC). Dengan upaya pemanfaatan serbuk karet ban yang berlimpah dengan maksud untuk mengetahui kinerja HRS – WC dengan penambahan serbuk karet ban, bahan tersebut diperoleh dari CV. Indo Sakura Ban. Pengujian ini dilakukan dengan pengujian PRD dan pengujian Marshall Immersion,dengan variasi penambahan serbuk karet ban 0%, 1%, 3%, 5%, dan 7%. Didapatkan kadar aspal optimum sebesar 7.2%. Dari hasil pengujian PRD didapatkan hasil Density,VIM,VMA, dan VFA semuanya memenuhi spesifikasi kecuali nilai VFA pada kadar 3% - 7% tidak memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018. Pada pengujian Marshall Immersion nilai stabilitas optimum pada kadar 3% dengan waktu perendaman 30 menit sebesar 1682.07 kg. Nilai durabilitas Marshall pada kadar serbuk ban mengalami penurunan dengan nilai 97.63%, 95.71%, 94.70%, 93.60%, 85.40%.Kata Kunci : HRS – WC, Serbuk Karet Ban,Marshall Immersion, PRD

Page 5 of 12 | Total Record : 113