Jurnal Pengabdian Masyarakat
This Community Service Journal was created with the aim of being able to help lecturers and students in publishing community service works that can increase the degree of health and health behavior, especially for the community which will certainly create a change that is more positive and able to make the community independent in recognizing their health conditions. For Lecturers, of course, this is one application of the results of research that has been carried out and developed directly to communities in need
Articles
71 Documents
PENERAPAN 3M PADA ANAK DI MASA PANDEMI COVID-19
Lina Mahayati;
Retty Nirmalasari santiasari;
Budi Artini;
Veronica Laura Yosky T.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.753 KB)
|
DOI: 10.47560/pengabmas.v2i1.280
Covid-19 merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang menyerang seluruh lapisan masyarakat termasuk anak-anak. Upaya pengendalian pandemi COVID-19 yang dapat dilakukan adalah 3M (Mencuci tangan, Memakai, melepas, dan membuang masker, dan Menjaga jarak). Anak-anak usia dini baik pra sekolah maupun usia sekolah dasar merupakan sasaran utama yang mendapat perhatikan khusus dalam penerapan hidup sehat. Hal ini dikarenakan anak-anak sangat aktif beraktifitas bersama teman-teman dan sering mengabaikan kebersihan tangan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak usia 6 -10 tahun tentang 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak), yang dapat mengurangi kejadian infeksi virus Covid-19 pada anak-anak. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan kesehatan melalui webinar tentang pelaksanaan 3M. Sebanyak 20 anak usia 6 – 10 tahun terlibat dalam kegiatan ini. Hasil kegiatan pengabdian ini didapatkan bahwa pengetahuan anak-anak usia 6 – 10 tahun meningkat yaitu : (1) pengetahuan tentang mencuci tangan dari 12 responden kategori baik menjadi sangat baik yaitu 15 responden, (2) pengetahuan cara memakai, melepas dan membuang masker sebagian besar katogeri kurang yaitu 13 responden menjadi sangat baik yaitu 17 responden, (3) pengetahuan menjaga jarak kategori kurang dan baik masing masing 10 responden menjadi sangat baik yaitu 20 responden. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah perlu dilakukan penyuluhan kesehatan secara berkala sehingga penyebaran virus Covid-19 pada anak-anak dapat berkurang.
PENDIDIKAN KESEHATAN PENTINGNYA POSYANDU LANSIA
Erika Untari Dewi;
Ni Putu Widari;
Aristina Halawa;
Tikky Dea Amalia;
Hastotanoyo ,;
Dimas Widjanarko
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.335 KB)
|
DOI: 10.47560/pengabmas.v2i1.281
Meningkatnya jumlah lansia sebenarnya adalah indikator yang menunjukkan semakin sehatnya penduduk Indonesia karena usia harapan hidupnya meningkat, meskipun disisi lain produktivitas mereka menurun. Program pengembangan kesehatan lansia tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dan partisipasi yang baik dari lansia itu sendiri. Hasil kegiatan yang didapatkan dari kegiatan program “Penyuluhan tentang Pentingnya Posyandu Lansia” yaitu kegiatan yang dilakukan antra lain seperti pemberian penyuluhan kesehatan tentang Posyandu Lansia di wilayah masyrakat binaan ners 2020. Hasil yang didapat yaitu diantaranya : Setelah diberikan penyuluhan kesehatan di masyarakat binaan ners 2020 terjadi peningkatan pengetahuan pada lansia tentang posyandu lansia, terbukti dari pada kegiatan penyuluhan posyandu lansia di masyarakat binaan ners 2020 didapatkan pengetahuan baik setelah penyuluhan 71% dari 15 orang yang datang. Selama kegiatan yang ada keikutsertaan lansia dalam kegiatan mengalami peningkatan dibuktikan dari kegiatan yang pertama di masyarakat binaan ners 2020 dari jumlah total lansia sebanyak 21 orang yang hadir saat itu sebanyak 21 (100%) orang. Manfaat yang didapat dari kegiatan tersebut diatas bagi masyarakat yaitu diantaranya sebagai berikut: Lansia dapat meningkatkan derajat kesehatannya dan produktivitas agar tidak memperparah kondisi. Lansia dapat mempererat hubungan tali silaturahmi dari kegiatan yang dijalankan pada program, selain itu dengan adanya kegiatan ini lansia dapat bertukar pikiran antara satu dengan yang lain dan petugas kesehatan yang ada. Meningkatkan kesadaran lansia untuk selalu menjaga kesehatannya dengan kontrol rutin baik di puskesmas maupun posyandu.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM TINDAKAN PREVENTIF DAN PERTOLONGAN AWAL KASUS STROKE DI DESA KARANG ANYAR
Nailiy Huzaimah;
Dian Ika Puspitasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (114.569 KB)
|
DOI: 10.47560/pengabmas.v2i2.284
Desa Karang Anyar Barat merupakan salah satu desa di Kecamatan Kalianget yang merupakan daerah pesisir. Salah satu permasalahan kesehatan di desa ini adalah tingginya angka kejadian hipertensi. Petugas dan kader kesehatan masih sangat minimal, termasuk fasilitas Posyandu lansia yang memiliki fungsi tidak spesifik mengatasi permasalahan kesehatan lansia, akan tetapi juga permasalahan kesehatan masyarakat umum. Kegiatan di Posyandu Lansia juga masih sebatas pemeriksaan kesehatan dan pemberian terapi farmakologi bagi pasien yang mempunyai keluhan kesehatan. Belum pernah ada kegiatan penyuluhan, pelatihan atau pendampingan dalam penanganan masalah hipertensi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan pada kader dalam mendeteksi dini gejala stroke dan penanganan pra rumah sakit kasus stroke sekaligus edukasi stroke kepada penderita hipertensi dan keluarganya. Manfaat kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader juga masyarakat dalam tindakan preventif dan pertolongan awal kasus stroke sebelum dibawa ke rumah sakit. Metode yang digunakan adalah pemberian pelatihan yang meliputi materi stroke dan demonstrasi deteksi dini kejadian stroke dan penanganan awal sebelum dibawa ke rumah sakit, pendampingan kader dalam mengelola group media sosial dan memberikan informasi dan layanan kesehatan khusus hipertensi melalui media sosial. Kegiatan pengabdian ini telah memberikan luaran berupa peningkatan pemahaman masyarakat terutama penderita hipertensi, keluarga, dan kader Posyandu tentang penyakit stroke, tanda gejala, prognosis, tindakan awal pertolongan pada stroke sebelum ke rumah sakit, serta meningkatkan keterampilan kader Posyandu dalam melakukan pemeriksaan tekanan darah, mendeteksi gejala stroke, dan berperan serta dalam melakukan upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
Penerapan Metode SEM (STRUCTURAL EQUATION MODEL) Dalam Aplikasi Bidang Pendidikan, Sosial, dan Kesehatan
Eko Mulyadi;
Aryo Wibisono;
Mohammad Herli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (167.342 KB)
Teknologi informasi dalam mendukung kegiatan sehari-hari semakin terasa manfaatnya, dalam dunia pendidikan pada saat ini tak lepas dari teknologi informasi guna menyampaikan pesan dan ilmu kepada semua orang. Structural Equation Modeling adalah suatu teknik modeling statistik yang bersifat sangat cross-sectional, linear dan umum. Structural Equation Modeling (SEM) merupakan teknik analisis multivariat yang umum dan sangat bermanfaat, meliputi versi-versi khusus dalam jumlah metode analisis lainnya sebagai kasus-kasus khusus. Kebutuhan dosen akan SEM cukup tinggi, terutama pada saat menganalisis data penelitian. Sementara itu, teknik analisis statistik yang sering digunakan oleh dosen Universitas Wiraraja Sumenep adalah tanpa memahami persyaratan penggunaan metode statistik tertentu atau tanpa memahami asumsi yang harus dipenuhi pada saat menggunakan uji tersebut. Hal ini tampak dari hasil wawancara dengan beberapa dosen yang menyebutkan bahwa belum paham tentang penggunaan SEM
UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN KARANG TARUNA DAN OMK MELALUI PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PERAWATAN ISOLASI MANDIRI SAAT TERKONFIRMASI COVID 19 DI RW XIII RT 5 KEBRAON INDAH PERMAI KELURAHAN KEBRAON KECAMATAN KARANGPILANG SURABAYA
Cicilia Wahyu Djajanti;
Angela Rosa Dwi Safina;
Arnoldus Septianus Adityan Pale
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (102.358 KB)
|
DOI: 10.47560/pengabmas.v2i2.299
Masa Remaja adalah masa dimana perkembangan fisik, psikologis dan mental berkembang dengan pesat masa dimana seseorang menjalani tugas perkembangan yang semakin matang menunuju kearah dewasa dan bertanggungjawab terhadap segala sesuatu dalam hidupnya salah satu nya ada menjaga kesehatan diri dan keluarga nya dan kebiasaan hidup sehat menjadi sebuah kebutuhan mutlak yang harus dimiliki oleh setiap orang apalagi dimasa Pandemi ini dimana resiko penularan dan terpapar covid pada generasi muda sangat tinggi karena itu penerapan protokol kesehatan sangat mutlak menjadi milik semua orang yang meliputi cuci tangan sesering mungkin, jaga jarak ( Physical Distancing ) ,gunakan masker hindari kerumunan . Pendampingan dan pemberian edukasi pada orang muda sangatlah bermakna apalagi di RT 5 RW 13 Kebraon ini dari 35 keluarga yang ada sejumlah 5 keluaraga terpapar covid dan sebagian keluarga ,memiliki remaja yang aktif dalam kegiatan diluar ndan salah satu anggota keluarga ada yang meninggal dunia karena covid . Hal ini merupakan peringatan yang sangat penting dan perhatian yang segera harus diberikan terutama pada generasi muda yang mobilitasnya tinggi sehingga mudah menularkan covid bila mereka tidak menjaga betul aktivitas dan prokes saat berkumpul dengan teman teman karang Taruna begitupun dengan teman teman OMK saat mengadakan kegiatan .Pendampingan dan edukasi ini berkaitan pencegahan dan saat terkonfirmasi covid apa saja yang harus dilakukan sehingga menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga . Metode yang yang digunakan pemberian edukasi via zoom dan tatap muka person dengan pemberian contoh nyata cara mendeteksi bila ada keluhan , cara mengukur suhu dirumah dan mengukur saturasi oksigen ,penyampaian nutrisi yang adekuat dan cara minum obat yang benar ..Evaluasi proses sangat baik dan mereka puas karena menambah informasi untuk mendeteksi hal hal yang harus diperhatikan saat yang bersangkutan dan salah satu keluarga sakit. Evaluasi dengan bertanya langsung dan saat mereka melakukan menunjukkan langsung tehniknya dan menyampaikan hasil sehingga bila keluarga melaporkan kondisi pasien pada pihak puskesmas atau telemedicine setidaknya ada sumber data yang dilaporkan sehingga dengan adanya kegiatan PKM ini meningkatkan pengetahuan karang Taruna dan OMK dalam pencegahan dan perawatan isolasi mandiri saat terkonfirmasi covid 19 dan memudahkan membantu keluarga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN SANITASI KELUARGA DALAM PENCENGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI TENTANG CARA PENYIMPANAN DAN PENGOLAHAN SAYURAN YANG BENAR
Shinta Wurdiana Rhomadona;
Martha Lowrani Siagian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (117.494 KB)
|
DOI: 10.47560/pengabmas.v2i2.301
Saat ini salah satu fokus pemerintah dalam sektor kesehatan anak adalah melakukan mengatasi stunting. Hal yang perlu di perhatikan untuk mengatasi stunting adalah dengan memperbaiki pola makan , pola asuh dan memperbaiki sanitasi. Jika pola PHBS sudah terbentuk didalam kekuarga dapat menurunkan AKI dan AKB serta perubahan perilaku kesehatan. Berdasarkan hasil Survei Mawas Diri yang dilakukan ditemukan sebagian besar masyarakat saat mengelola sayuran, 59% masih melakukan cara yang kurang tepat padahal hal ini dapat berdampak kurang baik pada kesehatan anak dan dapat berakibat pada kejadian stunting. Teknik atau solusi cara mencuci dan mengolah sayuran merupakan hal terpenting sebelum sayuran diolah dan disajikan. Acara ini diikuti 23 keluarga. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah keluarga dapat mengetahui dan memahami tentang stunting dan pencegahanya serta cara meningkatkan sanitasi keluarga melalui cara penyimpanan dan pengolahan sayuran yang tepat. Metode yang digunakan dalam bentuk penyuluhan secara daring yang dilakukan via Zoom Meeting dikarenakan kondisi pandemi dengan tema yaitu “Cegah Stunting dengan Peningkatan Sanitasi Keluarga Melalui Edukasi Cara Penyimpanan Dan Pengolahan Sayuran Yang Baik Dan Benar”. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam upaya peningkatan kesehatan sanitasi keluarga dalam pencengahan stunting melalui edukasi tentang cara penyimpanan dan pengolahan sayuran yang benar berlangsung dengan baik dengan hasil terdapat peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membentuk budaya hidup bersih serta selalu menjaga sanitasi dalam rumah dengan baik terutama mengelola bahan makanan dengan baik dan benar. Kegiatan ini dapat diaplikasikan oleh peserta didalam kehidupan sehari-hari. sehingga kejadian stunting dapat dicegah.
STIMULASI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK USIA PRA SEKOLAH
Pandeirot Nancye
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (114.207 KB)
|
DOI: 10.47560/pengabmas.v2i2.302
Perkembangan psikososial anak prasekolah adalah proses perkembangan kemampuan anak dalam berinisiatif menyelesaikan masalahnya sendiri sesuai dengan pengetahuannya. Kemampuan ini dapat dicapai dengan maksimal bila didukung dengan peran orang tua dalam menstimulasi perkembangan psikososial anak, tetapi kenyataannya banyak orang tua yang tidak tahu bahwa, salah satu peran orang tua adalah menstimulasi perkembangan psikososial pada anak. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan stimulasi perkembangan psikososial anak pada usia prasekolah di Aspol Bangkingan RW 05 Surabaya. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan kesehatan melalui dan pembinaan tentang cara menstimulasi perkembangan psikososial anak. Sasaran pengabdian ini adalah orang tua yang memiliki anak pada usia prasekolah sebanyak 22 orang, dengan Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan kuesioner mengenai peran orang tua terhadap stimulasi perkembangan psikososial anaknya. Hasil dari pada evaluasi setelah dilakukan pembinaan didapatkan orang tua yang berperan baik sejumlah 16 (73%), berperan cukup sejumlah 6 (23%) dan tidak ada yang kurang. Hal ini dapat menggambarkan pentingnya memberikan pemahaman dan pendampingan bagaimana cara stimulasi perkembangan psikososial anak pada usia prasekolah terutama pada orang tua yang bekerja.
PSIKOEDUKASI KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN DENGAN MASALAH HALUSINASI DI PUSKESMAS KEDUNGDORO DAN PUSKESMAS ASEMROWO SURABAYA
Pandeirot Nancye
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (119.527 KB)
|
DOI: 10.47560/pengabmas.v2i2.303
Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa dimana pasien mengalami perubahan sensori persepsi, merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan atau penghiduan. Pasien dengan kondisi halusinasi memerlukan perawatan dan dukungan dari keluarganya karena keluarga merupakan tempat individu pertama memulai hubungan interpersonal dengan lingkungan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kekambuhan terjadi ketika pasien dikembalikan pada keluarga. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mengajarkan kepada keluarga bagaimana cara merawat pasien dengan halusinasi agar dapat mengurangi angka kekambuhan pasien. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan kesehatan melalui dan pembinaan dan pendampingan pada keluarga melalui psikoedukasi keluarga. Sasaran pengabdian ini adalah seluruh keluarga pasien skizofrenia yang mengalami halusinasi di puskesmas Kedungdoro dan puskesmas Asemrowo Surabaya berjumlah 7 keluarga. Hasil dari psikoedukasi keluarga ini menunjukkan bahwa semua keluarga tidak memiliki kemampuan merawat sebelum dilakukan psikoedukasi keluarga sebanyak 7 orang (100%) sedangkan setelah dilakukan psikoedukasi keluarga keluarga yang mampu merawat pasien sebanyak 7 orang (100%). Dengan psikoedukasi keluarga yang sudah diajarkan diharapkan keluarga dapat memiliki kemampuan dan dapat merawat pasien secara berkelanjutan.
PELATIHAN GURU PAUD TENTANG STIMULASI DETEKSI DAN INTEVENSI DINI TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) PADA ANAK
Lina Mahayati;
Budi Artini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (103.003 KB)
|
DOI: 10.47560/pengabmas.v2i2.304
Lima tahun pertama kehidupan merupakan masa yang sangat penting bagi anak. Pada usia ini anak dapat bertumbuh dan berkembang sesuai usia jika mendapatkan stimulasi yang optimal. Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada anak yaitu suatu kegiatan untuk merangsang kemampuan dasar anak usia 0 – 6 tahun agar bertumbuh dan berkembang secara optimal. Guru Paud adalah salah satu profesi yang memiliki peran penting dalam mendeteksi pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Melalui kegiatan pelatihan tentang SDIDTK penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan anak Paud dapat dideteksi sejak dini. Sasaran dari pelatihan ini adalah Guru Paud di PAUD di desa Wonokoyo Menganti Gresik yang berjumlah 26 orang. Kegiatan ini dilakukan dengan dengan metode ceramah menggunakan media power point dan leaflet dan Pratik langsung dengan menilai pertumbuhan dan perkembangan pada anak PAUD. Kegiatan ini berjalan dengan optimal ditandainya peningkatan pemahaman Guru Paud. Berdasarkan hasil diketahui sebagian besar pengetahuan Guru Paud tentang Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang kurang sebanyak 13 orang (50 %) sedangkan setelah edukasi sebagian besar pengetahuan menjadi sangat baik sebanyak 21 orang (80 %) dan baik sebanyak 6 orang (21%). Kegiatan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang dapat terus dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan pada telah sesuai dengan umur dengan umur anak.
PENINGKATAN PERAN ORANG TUA DALAM PEMENUHAN GIZI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA
Ni Putu Widari;
Erika Untari Dewi;
Eny Astuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (91.741 KB)
|
DOI: 10.47560/pengabmas.v2i2.305
Pemberian nutrisi balita yang kurang atau buruk di seribu hari pertama kehidupannya dapat berdampak pada konsekuensi yang irreversibel, yaitu kondisi dimana ia mengalami pertumbuhan terhambat atau stunting. Orang tua khususnya ibu memiliki peran penting dalam meberikan pengasuhan terutama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi yang seimbang bagi balita. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan kesehatan ini adalah untuk memberikan informasi kepada orang tua khususnya ibu tentang peran orang tua dalam pemeberian nuitrisi yang seimbang untuk mencegah kejadian stunting pada balita. Metode yang digunakan adalah dengan memberiak informasi dalam bentuk penyuluhan kesehatan melalui aplikasi zoom pada 21 ibu yang memiliki balita. Tehnik pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dalam bentuk googleform yang diisi oleh para audien.Hasil yang didapatkan adalah 98% orang yang memiliki pengetahuan baik tentang konsep stunting, sebanyak 85% orang yang memiliki pengetahuan baik tentang konsep nutrisi, sebanyak 97 % orang yang memiliki pengetahuan baik tentang konsep dukungan keluarga. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah peran keluarga khususnya ibu sangat mempengaruhi pemenuhan keseimbangan gizi bagi balitanya. Dengan kecukupan gizi yang seimbang diaharapkan akan mencegah terjadinya stunting pada balita.