cover
Contact Name
Ethyca Sari
Contact Email
lppmwb@gmail.com
Phone
+6281216086017
Journal Mail Official
lppmwb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cimanuk No 20 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27751945     EISSN : 27470326     DOI : -
This Community Service Journal was created with the aim of being able to help lecturers and students in publishing community service works that can increase the degree of health and health behavior, especially for the community which will certainly create a change that is more positive and able to make the community independent in recognizing their health conditions. For Lecturers, of course, this is one application of the results of research that has been carried out and developed directly to communities in need
Articles 71 Documents
OPTIMALISASI GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT UNTUK PENYAKIT TIDAK MENULAR DAN MANAJEMEN PENGELOLAAN KESEHATAN UNTUK PENYAKIT MENULAR DI MERGANGSAN LOR KELURAHAN WIROGUNAN, YOGYAKARTA Dewi, Marita Kumala; Listyaningsih, Enik; Heri, Dwi Nugroho; Wirata, Resta Betaliani
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v4i1.500

Abstract

Perubahan pola penyakit sangat dipengaruhi antara lain oleh perubahan lingkungan, perilaku masyarakat, transisi demografi, teknologi, ekonomi dan sosial budaya. Peningkatan beban akibat penyakit tidak menular (PTM) sejalan dengan meningkatnya faktor risiko yang meliputi meningkatnya tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh atau obesitas, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fsik, dan merokok serta alcohol. Permasalahan kesehatan jiwa juga sangat besar dan menimbulkan beban kesehatan yang signifikan. Prioritas kesehatan jiwa yaitu mengembangkan upaya kesehatan jiwa yang berbasis masyarakat dan bekerja bersama masyarakat untuk mencegah meningkatnya gangguan jiwa. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidup sehat pada masyarakat melalui pengelolaan penyakit tidak menular dan manajemen pengelolaan kesehatan untuk penyakit menular di Kampung Mergangsan Lor Kelurahan Wirogunan, Yogyakarta. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan cara penyuluhan atau memberikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi remaja, TBC, Diabetes Mellitus, dan kesehatan jiwa. Selain penyuluhan dilakukan juga penguatan kepada kader kesehatan dan skrining serta pemeriksaan kesehatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat meningkat tentang penyakit menular dan penyakit tidak menular. Meski demikian, harus terus meningkatkan kewaspadaan diri dengan melakukan manajemen pengelolaan kesehatan. Kata Kunci: penyakit tidak menular, penyakit menular, pengelolaan kesehatan
PENINGKATAN PERAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN GANGGUAN JIWA MELALUI PENYULUHAN TENTANG DETEKSI DINI GANGGUAN JIWA Halawa, Aristina; Imam, Nurul
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v4i1.501

Abstract

Masalah kesehatan jiwa perlu diketahui oleh masyarakat karena banyak orang yang memiliki masalah kejiwaan dan gangguan jiwa berada di masyarakat. Oleh karena itu masyarakat perlu dibekali pengetahuan tentang deteksi dini gangguan jiwa sehingga masyarakat dapat mengetahui segera bila ada gangguan dan dapat meningkatkan perannya dalam upaya pencegahan gangguan jiwa. Dengan penngetahuan yang memadai juga maka masyarakat dapat mencapai dan mempertahakankan kesehatan jiwa yang optimal. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan keluarga tentang deteksi dini gangguan jiwa sehingga masyarakat dapat berperan dalam mencegah gangguan jiwa. Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat di Gereja Betlehem Surabaya yaitu sebanyak 36 peserta. Tehnik pengambilan data dilakukan dengan melakukan pretest sebelum pemberian pendidkan kesehatan dan postest setelah memberikan pendidikan kesehatan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan perubahan pengetahuan peserta. Sebelum diberikan penyuluhan Kesehatan menunjukkan sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan yang kurang yaitu 20 peserta (55 %) yang memiliki pengetahuan cukup yaitu 10 peserta (28%) dan yang memiliki pengetahuan baik yaitu 6 peserta (17%). Setelah diberikan penyuluhan Kesehatan peserta Sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik yaitu 27 peserta (75%) dan sisanya memiliki pengetahuan cukup yaitu 9 peserta (25%) dan tidak ada peserta yang tingkat pengetahuannya kurang. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat maka masyarakat akan lebih meningkatkan perannya dalam mencegah terjadinya gangguan jiwa.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER TENTANG KELAINAN TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA PADA MASA PANDEMI Sari, Ethyca
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v4i1.502

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader Posyandu tentang tumbuh kembang anak melakukan peningkatan pengetahuan deteksi dini kelainan tumbuh kembang anak pada masa pandemi . Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah ceramah, diskusi melalui zoom . Materi yang disampaikan mencakup deteksi kelainan tumbuh kembangan anak tinjauan psikologis – linguistik ( Psikolinguistik ) dan edukatif, gizi anak dalam masa pertumbuhan, serta pencegahan dan penanggulangan kelainan tumbuh kembang anak pada masa pandemi . Peserta 20 kader kesehatan Posyandu Kelurahan Gundih , Kecamatan Bubutan . Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 20 Juli 2020 . Hasil yang diperoleh adalah seluruh peserta menyatakan penyelenggaaran ini sangat bermanfaat uentuk mengenali secara kelainan tumbuh kembang anak di Posyandu 80% peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini tumbuh kembang 100 % dilihat dari hasil kuisioner post test yang disi melalui google form yang dibandingkan dengan pre testnya
UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA LANSIA MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN, SENAM DAN PEMBERIAN JUS TIMUN DI KELURAHAN BUBUTAN SURABAYA Siagian, Martha Lowrani; Laitama, Nurmawati S.; Widari, Ni Putu; Devika, Kurnia
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v4i1.503

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang dapat menyerang siapa saja, baik muda maupun tua. Urbanisasi yang cepat, gaya hidup, junkfood, dan stress merupakan faktor risiko yang bertanggung jawab untuk terjadinya peningkatan prevalensi hipertensi. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak dijumpai pada lansia dan perlu adanya penanganan yang tepat seperti pelaksanaan latihan fisik pada lansia dan peran keluarga untuk membantu lansia mengatasi masalah tersebut. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah Meningkatkan kesadaran lansia terhadap penyakit hipertensi untuk meningkatkan kualitas hidup pada lansia, dapat mendemonstrasikan senam lansia yang diberikan untuk membantu menurunkan tekanan darah, serta dapat mencegah terjadinya hipertensi dengan mengkonsumsi jus mentimun secara rutin. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan kesehatan, melakukan senam hipertensi dan membagikan minuman jus mentimun. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pencegahan hipertensi melalui penyuluhan kesehatan, senam lansia dan pemberian jus mentimun berlangsung dengan baik dengan hasil terdapat peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membentuk kebiasaan baik dalam upaya pencegahan hipertensi, melalalui pemeliharaan kesehatan dengan rutin berolahraga dan mengkonsumsi jus timun. Kegiatan ini dapat diaplikasikan oleh peserta didalam kehidupan sehari-hari sehingga kejadian hipertensi dapat dicegah.
PEMANFAATAN BUAH PISANG SEBAGAI TERAPI NON FARMAKOLOGIS DAN KEARIFAN LOKAL DALAM UPAYA PENCEGAHAN PREEKLAMSIA KEHAMILAN Tono, Sendy Firza Novilia; Aprilia, Devi
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v4i1.504

Abstract

Kematian ibu di Indonesia masih didominasi oleh tiga penyebab utama yaitu perdarahan, hipertensi dalam kehamilan (HDK), dan infeksi. Preeklampsia dan eklampsia merupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas ibu dan bayi. Insiden preeklampsia adalah 7-10% dari kehamilan dan merupakan penyebab kematian ibu nomor dua di Indonesia. Dalam penatalaksanaan preeklampsia upaya yang dilakukan berupa upaya nonfarmakologis (memodifikasi gaya hidup melalui pendidikan kesehatan) dengan memanfaatkan buah pisang sebagai upaya terapi nonfarmakologis dalam pencegahan preeklamsia. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini berupa penyuluhan dan edukasi cara mengonsumsi dan memadukan dengan gaya hidup berolaraga. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan materi seputar preeklampsia dan bahayanya dan penatalaksanaannya. Penilaian untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu dilakukan pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan pengabdian ini didapatkan bahwa saat pre-test sekitar 75% ibu hamil mengetahui tentang preeklampsia dan bahayanya. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, terjadi peningkatan secara signifikan tingkat pengetahuan Sebagian besar bidan menjadi 100%.
PENINGKATAN KEMAMPUAN LANSIA MENGATASI NYERI SENDI LUTUT DENGAN PEMBERIAN KOMPRES GARAM KROSOK HANGAT DI RW.07 KELURAHAN DARMO SURABAYA Astuti, Eny; Fersiani, Fersiani
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v4i1.505

Abstract

Setiap orang, apalagi lansia (lanjut usia), tentu pernah merasakan nyeri selama perjalanan hidupnya. Perasaan nyeri ini kualitas dan kuantitasnya berbeda dari satu orang ke orang lain, tergantung dari tempat nyeri, waktu, penyebab dan lain-lain. Nyeri adalah sesuatu hal yang bersifat subjektif, tidak ada dua orang sekalipun yang mengalami kesamaan rasa nyeri. Beberapa terapi nonfarmakologi yang dapat diambil guna membantu mengurangi nyeri sendi pada lansia adalah kompres garam krosok hangat. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan kemampuan lansia mengatasi nyeri sendi lutut dengan kompres garam krosok hangat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan Latihan kepada kader dan Lansia di Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya, sehingga masyarakat di Kelurahan Darmo dapat menularkan kepada Lansia lain yang mengalami nyeri sendi lutut sehingga pengabdian masyarakat ini dapat bermanfaat bagi semua lansia yang mengalaminya. Kegiatan ini diikuti oleh 22 Lansia dan 5 kader yang sebelumnya sudah dibimbing. Adapun hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didapatkan bahwa Lansia yang mengalami nyeri sendi dari skala nyeri berat 5 orang, dan nyeri sedang 17 orang, setelah dilakukan kompres garam krosok hangat selama 1 minggu, maka hasilnya menjadi nyeri ringan sebesar 19 orang dan nyeri sedang 3 Orang, sehingga dapat dikatakan bahwa kompres hangat garam krosok dapat meredakan nyeri lutut pada lansia di kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya. Oleh karena itu penggunaan kompres hangat garam krosok dapat dipakai sebagai alternatif penanganan nyeri sendi pada lutut untuk lansia.
PEDULI KESEHATAN IBU HAMIL DI MASYARAKAT MELALUI LATIHAN KOMBO YOGA ROMLA (KOMBINASI YOGA DAN AROMATERAPI LAVENDER) DAN DETEKSI KOMPLIKASI IBU HAMIL Rhomadona, Shinta Wurdiana; Tono, Sendy Firza Novilia; Rahayu, Asti
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v4i2.514

Abstract

Upaya percepatan penurunan AKI telah dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas, namun sayangnya cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil K6 di Jawa Timur masih rendah yaitu 58,7%. Kondisi tersebut mengambarkan masih banyak ibu hamil yang belum mendapatkan pelayanan secara komprehensif. Puskesmas Gunung Anyar adalah salah satu Puskesmas yang dijadikan pilot projek Dinkes Kota Surabaya dalam upaya menurunkan AKI karena masih ditemukannya kematian ibu di sana. Walaupun hanya 1 kematian, namun tidak ada toleransi selama masih ada AKI. Hasil penelusuran ke Posyandu diketahui bahwa belum ada integrasi kegiatan Posyandu dengan pemeriksaan kehamilan, kemudian kesadaran untuk rutin memeriksakan diri dan cek laboratorium juga masih rendah. Selain itu banyak ibu hamil disana yang memiliki gangguan tidur terlihat dari keluhan saat ANC, padahal kurang tidur pada ibu hamil dapat menyebabkan efek samping yang membahayakan ibu dan janin. Upaya-upaya untuk mengatasi kesulitan tidur bisa dilakukan dengan yoga dan aromaterapi bahwa cara tersebut dapat membuat rileks sehingga dapat memperbaiki kualitas tidur ibu hamil tersebut. Berdasarkan masalah tersebut, maka perlu dilakukan beberapa upaya menurunkan AKI melalui PkM dengan mengadakan kegiatan yaitu “Peduli Kesehatan Ibu Hamil di Masyarakat Melalui Latihan “Kombo Yoga Romla” (Kombinasi Yoga dan Aromaterapi Lavender) dan Deteksi Komplikasi Ibu Hamil”. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatan pengetahuan, kualitas tidur, dan kesehatan ibu hamil sebagai deteksi komplikasi kehamilan sehingga diharapkan dapat menekan AKI. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan kualitas tidur ibu hamil dari 26,7% yang memiliki kualitas tidur baik menjadi 86,7% setelah diberikan latihan kombo yoga romla. Terjadi peningkatan pengetahuan rata-rata dari 31,1% berpengetahuan baik menjadi 86,7%.
PELATIHAN PIJAT BAYI SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HITU KABUPATEN MALUKU TENGAH Fauziah, Siska Febrina; Lestaluhu, Viqy; Masi, Siti Jubaeda
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v4i2.518

Abstract

Malnutrisi pada bayi dan balita dampaknya luas, sifatnya permanen dan tidak bisa diperbaiki. Rendahnya pemahaman orang tua terkait dengan pemantauan pertumbuhan anak merupakan salah satu penyebab meningkatnya angka malnutrisi dikarenakan tindakan koreksi yang terlambat atau bahkan terabaikan. Oleh karena itu, tim pengabdi memandang penting pemberian edukasi terkait pertumbuhan dan perkembangan anak serta pelatihan pijat bayi bagi kader dan ibu yang memiliki balita sebagai upaya optimasilasi tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Hitu, Kabupaten Maluku Tengah pada bulan Juni – Agustus 2023. Sasaran kegiatan ini adalah kader dan ibu yang memiliki balita sebanyak 30 orang. Pelatihan pijat bayi diselenggarakan selama dua hari. Pada hari pertama, peserta kegiatan diminta untuk mengisi pre-test sebelum pemberian materi. Adapun materi yang disampaikan antara lain edukasi terkait pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, serta demonstrasi pijat bayi. Peserta kegiatan difasilitasi untuk melakukan diskusi tanya jawab dan praktik pijat bayi pada phantom. Pada hari kedua, peserta kegiatan dibagi menjadi 3 kelompok dan masing-masing kelompok didampingi oleh satu orang tim pengabdi untuk melakukan pijat bayi. Di sesi terakhir, peserta kegiatan diminta untuk mengisi post-test. Kegiatan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pijat bayi dan pemantauan pertumbuhan balita sasaran oleh peserta kegiatan. Target kegiatan ini dapat tercapai sesuai rencana, di mana terdapat peningkatan pemahaman sasaran terkait pertumbuhan dan perkembangan anak, peningkatan keterampilan sasaran dalam melakukan pijat bayi, dan peningkatan berat badan balita sasaran.
PENINGKATAN KESADARAN REMAJA TERKAIT HIV MELALUI PENDIDIKAN SEKSUAL SEJAK DINIeness regarding HIV through Early Sex Education Darmawan, Taufan Citra; Santiasari, Retty Nirmala; Mahayati, Lina
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v4i2.547

Abstract

The HIV problem in Indonesia continues to increase every year. This increase is due to the lack of knowledge about HIV in society, especially in adolescent. Increasing adolescent knowledge is important because adolescents are the age stage most vulnerable to engaging in HIV risk behavior. One of the education that can be provided is sexual education. This education is important to increase understanding about sexuality, sexual diseases and risky sexual behavior for adolescent. After being given education, it is hoped that adolescent will be able to recognize and avoid HIV risk behavior. The aim of this activity is to provide education to adolescent to avoid risky actions and avoid HIV transmission. The implementation method is carried out by providing education to adolescent at secondary school level aged 15-19 years. Education is carried out by providing lectures and video presentations explaining sexual education. This action was carried out in 2 meetings. At each meeting, a pre-post test is given with questions to assess teenagers' understanding. The results of implementing early sexual education for adolescent found that 32 teenagers took part in the activity. After being given the questionnaire, there was an increase in knowledge before the education and after the education. Apart from that, when measuring the experience and satisfaction of teenagers after being educated, it was found that teenagers felt afraid of HIV transmission but were not afraid of HIV sufferers. 100% of teenagers say staying away from their actions is an important key in preventing HIV. 100% of teenagers are satisfied with the education provided. The results of the knowledge evaluation showed that 93.75% of teenagers understood the material provided. There are still teenagers who don't understand because in the middle of the process there are obstacles in absorbing information because these teenagers have to attend other activities.
PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA USIA 16-18 TAHUN TENTANG KESEHATAN PARU Imam, Nurul
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v4i2.550

Abstract

Pendahuluan : Paru-paru organ pada sistem pernafasan yang berhubungan dengan sistem peredaran darah. Paru-paru berfungsi untuk menukar oksigen dari udara dengan karbonmonoksida dari darah. Penyakit paru merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan di dunia. Tujuan: untuk menjelaskan, tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan paru. Metode: Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan paru. Evaluasi pengabdian masyarakat menggunakan metode pre test dan post test serta kuesioner sebagai alat instrumen dan dianalisis dengan Paired T tes. Jumlah peserta 208 orang dengan usia 16-18 Tahun. Analisis data menggunakan apliaksi SPSS 22. Hasil: Pengabdian masyarakat ini menunjukkan pendidikan kesehatan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja usia 16-18 Tahun dengan nilai P value 0,000 < 0,05. Ada perbedaan yang signifikan, sehingga terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap remaja akibat dari pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap remaja. Kesimpulan : Pendidikan kesehatan dapat dijadikan salah satu intervensi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan paru.