cover
Contact Name
Ethyca Sari
Contact Email
lppmwb@gmail.com
Phone
+6281216086017
Journal Mail Official
lppmwb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cimanuk No 20 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27751945     EISSN : 27470326     DOI : -
This Community Service Journal was created with the aim of being able to help lecturers and students in publishing community service works that can increase the degree of health and health behavior, especially for the community which will certainly create a change that is more positive and able to make the community independent in recognizing their health conditions. For Lecturers, of course, this is one application of the results of research that has been carried out and developed directly to communities in need
Articles 71 Documents
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA SISWA MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN DAN PENATALAKSANAAN CACAR AIR PADA ANAK TAMAN KANAK KANAK Marcelina Rasemi Widayanti; Irine Yunila Prastyawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.088 KB) | DOI: 10.47560/pengabmas.v2i2.306

Abstract

Orang tua yang memiliki anak usia Taman Kanak-kanak penting memahami/ mengetahui mengenai penyakit Cacar air yg merupakan infeksi oleh virus Varicella zoster. Virus ini ditularkan melalui udara (lewat percikan ludah pada saat penderita batuk/bersin) dan melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhan/ ruam. Penyakit ini sering menyerang anak-anak. Gejala utamanya adalah ruam/kemerahan di kulit yang menyerupai jerawat atau sengatan serangga dan terasa sangat gatal. Ruam ini akan berubah menjadi lepuhan berisi cairan yang kemudian akan pecah dan akhirnya membentuk keropeng setelah sembuh. Ruam biasanya pertama kali muncul di wajah, dada, perut dan punggung lalu menyebar ke seluruh tubuh. Gejala lainnya berupa demam, nyeri kepala, rasa lelah dan napsu makan menurun. Cacar air pada anak biasanya berlangsung selama 5-10 hari. Terapi yang diberikan meliputi: untuk mengatasi gatal, diberi lotion calamine pada kulit & anthistamin, sedangkan untuk penurun panas misalnya: paracetamol, asupan cairan ditingkatkan untuk mencegah dehidrasi dengan meningkatkan minum air, susu atau makanan cair. Hindari menggaruk ruam yang gatal karena garukan bisa menimbulkan luka yang dapat memicu terjadinya infeksi atau bekas luka yang menetap, sebaiknya potong kuku anak. Memberi pakaian yang nyaman untuk mencegah iritasi pada kulit. Cacar air pada anak sangat mudah menular untuk mencegah penularan terhadap teman-teman disekolah sebaiknya tinggal di rumah dan beristirahat sampai seluruh keropengnya mengering dan akan lepas sendiri keropeng yg sudah mengering. Penyakit cacar air dapat dicegah dengan pemberian vaksin cacar air / varisela. Pendidikan Kesehatan pada orang tua murid di TK Bunga Pertiwi dengan topik penyakit cacar air belum pernah diberikan, dari hasil wawancara beberapa ibu mengatakan kurang memahami mengenai pencegahan & perawatannya, sehingga pemberian edukasi/ Pendidikan kesehatan perlu diberikan. Tujuan dari Pendidikan Kesehatan/ edukasi ini untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pencegahan penyakit cacar air pada pada siswa TK Bunga Pertiwi, sehingga orang tua dapat melakukan pencegahan dan jika anak mengalami cacar air orang segera mencari pengobatan ke puskesmas/ dokter keluarga serta mampu merawat anak dengan baik dan benar, meminimalkan terjadinya penularan terhadap orang-orang dilingkungannya dan mencegah terjadinya komplikasi pada anak yg menderita cacar air.
Pemberdayaan Kader melalui Edukasi dan Pelatihan Terapi Komplementer Bagi Lanjut usia dengan Artritis Gout Ninda Ayu Prabasari; Linda Juwita; Made Indra Ayu Astarini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i1.313

Abstract

Jumlah orang yang terkena arthritis gout semakin meningkat seiring bertambahnya usia dan hal ini sering dialami oleh lanjut usia. Arthritis Gout akut akan menjadi kronik, salah satu penyebab yaitu rendahnya pengetahuan. Kader sebagai pemberi informasi yang terdekat dengan lansia, mengungkapkan belum pernah dilakukan edukasi penatalaksanaan pengobatan dan pelatihan terapi komplementer untuk menurunkan kadar asam urat dan mengurangi rasa nyeri akibat asam urat. Kegiatan ini dilakukan melalui pemberian pendidikan kesehatan dan pelatihan pembuatan terapi komplementer serta evaluasi kegiatan pelatihan. Metode kegiatan dilakukan 2 kali pertemuan melalui Google Meet dihadiri oleh 66 kader. Evaluasi hasil kuesioner pengetahuan terdapat peningkatan lebih dari 30% kategori baik dari hasil 48,48% (pretest) menjadi 86.36% (posttest), evaluasi kegiatan kader dalam melakukan redemontrasi pembuatan terapi komplementer didapatkan hasil sebanyak 100%. Pengetahuan dan pelatihan yang diberikan dapat meningkatkan kualitas kader dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada lansia.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG SADARI PADA REMAJA Marcellina Rasemi Widayanti; Irine Yunila Prastyawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i1.317

Abstract

Reproductive health in adolescent girls needs special attention, especially regarding breast self-examination/BSE as an early detection of breast cancer. The problem is the lack of knowledge of BSE in young women in the Palem Nirwana Sidoarjo Youth Association, the data is based on the results of interviews with 8 young women. The result: 5 people do not know BSE, 3 people have heard of it on TV but don't do it because they don't know how, someone tells that her friend had a lump on her breast and left it alone because there were no complaints, so she didn't check her breasts for lumps. Adolescents in the Palem Nirwana Sidoarjo Youth Association have never received health education about breast self-examination. apply to himself and can share this knowledge with his friends who do not know. After the Health education was carried out, the results of the evaluation of the majority of participants increased their knowledge. Furthermore, assistance is provided for the implementation of BSE. In conclusion, young women in the Paguyuban Palem Nirwana Sidoarjo are able to apply BSE without experiencing difficulties.
PELATIHAN SENAM MAUMERE PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KELURAHAN TAMBAK WEDI SURABAYA Caturia Sasti Sulistyana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i1.344

Abstract

Kelurahan Tambak Wedi merupakan kelurahan yang terletak di pesisir Timur Kota Surabaya, tepatnya berada di Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. Kelurahan ini berdekatan dengan Pulau Madura sehingga penduduknya mayoritas berasal dari suku Madura. Masalah kesehatan yang sering terjadi pada kelompok usia dewasa dan lansia di wilayah ini adalah hipertensi. Wilayah ini memiliki fasilitas kesehatan yaitu Puskesmas Tambak Wedi, serta memiliki beberapa kader kesehatan, diantaranya kader balita dan lansia. Posyandu lansia di wilayah ini rutin dilaksanakan tiap 1 minggu sekali dengan kegiatan berupa pemeriksaan kesehatan, pengobatan, pemberian edukasi kesehatan, serta senam lansia. Meskipun begitu, masyarakat yang hadir pada kegiatan Posyandu tersebut masih jarang, dengan alasan sibuk rutinitas di rumah dan masih ada yang bekerja. Masyarakat setempat cenderung mengabaikan kesehatannya. Bila ada keluhan, mereka membeli obat sendiri secara bebas di warung, apotik atau berobat ke fasilitas kesehatan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengubah pola hidup sehat penderita hipertensi dengan memberikan edukasi terkait hipertensi dan mengajarkan aktivitas baru yang menyenangkan bagi penderita hipertensi, yaitu Senam Maumere. Manfaat kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat yang memiliki riwayat hipertensi agar dapat melakukan pola hidup sehat dengan rutin beraktifitas, seperti mau melakukan Senam Maumere. Metode yang digunakan adalah pengukuran tekanan darah, pemberian edukasi terkait Hipertensi dan senam, mengajarkan Senam Maumere. Hasil dari kegiatan ini adalah tingkat pe masyarakat tentang hipertensi meningkat serta dapat mengaplikasikan Senam Maumere sesuai yang diajarkan untuk menurunkan tekanan darah. Hal ini sangat bermanfaat sebagai upaya promotive dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya yang memiliki riwayat hiperensi.
PENINGKATAN PENGETAHUAN LANSIA TENTANG ASAM URAT DI POSYANDU LANSIA RT 17 RW 06 TAMBAK ASRI SURABAYA Eny Astuti; Ni Putu Widari; Erika Untari Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i1.345

Abstract

Pengetahuan adalah hasil dari pengindraan manusia atau hasil tahu seseorang terhadap objek dari indera yang dimilikinya. Kurangnya pengetahuan pada lansia tentang asam urat dan berbagai hal yang terkait dengan asam urat akan memberikan dampak negatif kepada kesehatan lansia. Upaya yang dapat dilakukan tenaga kesehatan adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada lansia. Posyandu lansia di RT 17 RW 06 Tambak Asri telah melakukan kegiatan posyandu lansia sesuai program dari Puskesmas, namun pada kenyataannya sebagian besar lansia belum mengetahui tentang penyakit asam urat. Target dan luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan lansia tentang penyakit asam urat, pengertian, penyebab, tanda dan gejala asam urat, perawatan asam urat, pemilihan makanan yang boleh dan yang tidak dianjurkan untuk asam urat serta terapi komplementer untuk asam urat yaitu pemberian Jus Sirsat. Metode yang digunakan adalah survey, observasi, wawancara, diskusi, tanya jawab, demonstrasi melalui pendidikan kesehatan dan pemeriksaan asam urat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini, diikuti oleh 36 orang lansia yang hadir. Hasil dari kegiatan ini berupa pemeriksaan kadar asam urat ada 41,66 % lansia menderita asam urat dengan kadar lebih dari normal, sebagian besar lansia memiliki pengetahui tentang asam urat, seluruh lansia mengikuti pendidikan kesehatan dari awal sampai akhir dan sebagian besar berpartisipasi aktif selama kegiatan. Oleh karena itu sebaiknya kegiatan posyandu lansia agar sering diisi dengan memberikan pendidikan kesehatan dengan materi yang berhubungan dengan Kesehatan Lansia serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
PENINGKATAN PERAN KELUARGA DALAM KEPATUHAN MINUM OBAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA Aristina Halawa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i1.346

Abstract

Kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia sangat penting untuk mencegah terjadinya kekambuhan. Peran keluarga dalam kepatuhan minum obat ini untuk mencegah terjadinya kekambuhan sangat penting karena keluarga adalah orang terdekat dari pasien. Pengetahuan yang baik akan menjadikan keluarga memiliki peran yang baik sebaliknya bila pengetahuannya kurang maka mereka akan berperan kurang sehingga kekambuhan pasien akans erring terjadi dan hal ini akan merugikan baik pasien itu sendiri, kleuarga maupun masyarakat. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga pasien skizofrenia dalam kepatuhan minum obat pasien sehingga hal ini akan mencegah terjadinya kekambuhan pada pasien. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan informasi dalam bentuk penyuluhan kesehatan pada 14 keluarga pasien skizofrenia. Tehnik pengambilan data dilakukan dengan melkaukan pretest dan postest setelah memberikan penyuluhan kesehatan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan perubahan pengetahuan peserta setelah mendapatkan penyuluhan kesehatan dimana jumlah peserta yang memiliki pengetahuan baik dari 2 peserta (14%) menjadi 9 Peserta (64%) dan peserta yang pengetahuannya kurang dari 8 (58%) menjadi 0 atau tidak ada. Dengan pengetahuan yang baik ini maka keluarga akan mampu meningkatkan perannya dalam membantu anggota keluarganya yang menderita skizofrenia dalam kepatuhan minum obat sehingga kekambuhan akan dapat dicegah.Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah peran keluarga sangat penting dalam kepatuhan minum obat pasien skizofrenia sehingga dapat mencegah terjadinya kekambuhan.
PELATIHAN KADER TENTANG DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK DI POSYANDU KELURAHAN DARMO SURABAYA Ethyca Sari; Herisa Dinarsi; Intiyaswati -
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i1.347

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader Posyandu tentang tumbuh kembang anak melakukan pelatihan deteksi dini kelainan tumbuh kembang anak. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah ceramah, diskusi, lomba dalam mengerjakan protes dan post-tes, serta praktek deteksi dini kelainan tumbuh kembang anak di Posyandu. Materi pelatihan mencakup deteksi kelainan tumbuh kembangan anak tinjauan psikologis – linguistik ( Psikolinguistik ) dan edukatif, gizi anak dalam masa pertumbuhan, serta pencegahan dan penanggulangan kelainan tumbuh kembang pada anak. Peserta 20 kader kesehatan Posyandu Kelurahan Darmo , Kecamatan Wonokromo . Kegiatan ini berlangsung pada bulan November 2019 . Hasil yang diperoleh adalah seluruh peserta menyatakan pelatihan ini sangat bermanfaat uentuk mengenali secara kelainan tumbuh kembang anak di Posyandu Model lomba sangat memacu rasa ingin tahu dan antusias peserta.80 % peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini tumbuh kembang 100 % peserta bisa melakukan deteksi dini kelainan tumbuh kembang anak di Posyandu.
GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) GEMAR MAKAN BUAH DAN SAYUR PADA ANAK SEKOLAH MINGGU (BALITA, PRATAMA,MADYA DAN REMAJA) DI GEREJA KRISTEN JAWI WETAN JEMAAT JAMBANGAN Erika Untari Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i1.348

Abstract

Pilar pertama program Indonesia Sehat adalah upaya mengubah pola pikir masyarakat agar memiliki paradigm sehat. Penerapan paradigma sehat dilaksanakan melalui dua upaya, yakni melalui Pendekatan Keluarga dan karena sektor kesehatan tidak mampu bekerja sendiri, maka dilaksanakan pula upaya lintas sektor melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Tahun ini, GERMAS berfokus pada tiga aktifitas utama, yaitu: memeriksa kesehatan secara rutin, melakukan aktivitas fisik, dan mengkonsumsi sayur dan buah. Media yang digunakan juga membuat anak-anak tertarik yaitu dengan Leaflet dan Vidio yang menceritakan tentang pentingnya makan sayur dan buah setiap hari. Pembicara sengaja menyampaikan materi dengan vidio animasi karena sasarannya adalah anak-anak, dimulai dari Balita, Sekolah dasar,Sekolah menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas sehingga anak-anak lebih mudah untuk menangkap materi yang disampaikan. Pada saat Evaluasi setelah penyampaian materi anak-anak bisa menjawab kembali tentang pentingnya makan sayur dan buah setiap hari dan berjanji untuk makan sayur dan buah setiap hari. Acara ini bisa terselenggara dengan baik karena keterlibatan beberapa pihak yang mendukung
PENDAMPINGAN DAN EDUKASI MANFAAT PEMBERIAN SEDUHAN AIR BUNGA ROSELLA PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Rina Budi Kristiani; Sosilo Yobel
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i1.349

Abstract

Lansia sering mengalami hipertensi karena beberapa faktor antara lain pola makan dan sistem pembuluh darah dan jantung yang mengalami proses penuaan. Pemberian seduhan rosella terbukti secara klinis mengurangi jumlah plak yang menempel pada pembuluh darah dan berpotensi menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bunga rosella dan menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode yang digunakan service learning dengan cara pendampingan dan pemberian edukasi kesehatan secara berkelompok dengan tetap menjaga protokol kesehatan karena edukasi dilakukan di masa pandemi. Materi edukasi tentang penanaman dan pengolahan bunga rosella menjadi seduhan air minum untuk menurunkan tekanan darah kepada warga jalan Pacar Keling di wilayah RW 10 Kelurahan Pacar Keling Kecamatan Tambak Sari Surabaya. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman warga, pre-tes hampir seluruhnya kurang memahami sebanyak 6 orang (54,5%) dan post-tes keseluruhan warga pemahaman baik (100%). Hasil pengukuran tekanan darah pada lansia dengan hipertensi, pre-tes menunjukkan sebagian besar hipertensi derajat 2 sebanyak 7 orang (63,6%) dan post-tes sebagian besar hipertensi derajat 1 sebanyak 8 orang (72,7%) dan tidak ada yang mengalami hipertensi derajat 3. Pendampingan dan pemberian edukasi sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman warga tentang penanaman dan pengolahan bunga rosella menjadi air seduh minuman lansia dengan hipertensi sehingga dapat menurunkan tingkat tekanan darah lansia secara non farmakologis.
IMPLEMENTASI DETEKSI KADAR KOLESTEROL PADA WARGA KEDUNG ANYAR II RT 3 RW 12 SURABAYA Marcellina Rasemi Widayanti; Irine Yunila Prastyawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i2.372

Abstract

The importance of awareness to detect cholesterol levels in the blood is a way to recognize the condition of cholesterol levels in the body, with this action, cholesterol levels will be monitored so that prevention can be done before an increase in cholesterol occurs or actions to overcome if cholesterol levels are more than normal, so as not to cause complications. disease caused by hypercholesterolemia. The purpose of this community service activity is to detect cholesterol levels of residents of Kedung Anyar II RT 3 RW 12 Surabaya. The results of the above examination showed that 65.90% (29 respondents) were included in the category of hypercholesterolemia with cholesterol levels > 200 mg/dl and the remaining 34.10% (15 respondents) had normal cholesterol levels. The conclusion of this activity is that this activity is going well, community service activities can be continued in a sustainable manner by routinely observing cholesterol levels in patients. The hope is that with observation, increasing adequate knowledge, prevention and treatment of hypercholesterolemia can be carried out so that complications do not occur.