cover
Contact Name
Ethyca Sari
Contact Email
lppmwb@gmail.com
Phone
+6281216086017
Journal Mail Official
lppmwb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cimanuk No 20 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27751945     EISSN : 27470326     DOI : -
This Community Service Journal was created with the aim of being able to help lecturers and students in publishing community service works that can increase the degree of health and health behavior, especially for the community which will certainly create a change that is more positive and able to make the community independent in recognizing their health conditions. For Lecturers, of course, this is one application of the results of research that has been carried out and developed directly to communities in need
Articles 76 Documents
EDUKASI SEKS BEBAS PADA REMAJA: STUDI PENYULUHAN DI KELAS XII SMA ADVENT ANJASMORO SURABAYA Santiasari, Retty Nirmala; Mahayaty, Lina; Intiyaswati, Intiyaswati
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v6i1.717

Abstract

Remaja merupakan fase perkembangan yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk mendapatkan informasi yang salah mengenai seksualitas. Kurangnya pemahaman perihal kesehatan reproduksi dapat meningkatkan risiko terjadinya perilaku seks bebas yang berakibat terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan penyakit menular seksual. Pendidikan kesehatan reproduksi diperlukan untuk kalangan remaja di era saat ini. Perkembangan teknologi juga bisa menjadi faktor penyebab dimana remaja dapat melihat atau mendapatkan hal-hal yang kurang baik seperti perilaku seks bebas. Tetapi perkembangan teknologi juga dapat sebagai sumber informasi tentang kesehatan reproduksi. Oleh karenanya, diperlukan pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja supaya remaja mengerti akan dampak dari perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman remaja SMA Advent Anjasmoro mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan menghindari perilaku seks bebas. Kegiatan ini dilakukan melalui memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduktif dan perilaku seks bebas, dilakukan melalui diskusi interaktif, dan memberikan pre tes diawal kegiatan untuk mengetahui pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi, yang nantinya setelah diberikan penyuluhan dilakukan pengukuran pengetahuan remaja melalui post tes. Kegiatan ini melibatkan 35 siswa kelas XII. Hasil kegiatan pengabdian ini didapatkan bahwa nilai pengetahuan pada remaja kategori baik setelah diberikan penyuluhan kesehatan reproduksi dan perilaku seks bebas.
OPTIMALISASI PERAN PENGASUH DALAM MENDUKUNG TUMBUH KEMBANG ANAK MELALUI PROGRAM PELATIHAN TERSTRUKTUR DI YAYASAN PONDOK HAYAT Rhomadona, Shinta Wurdiana; Primihastuti, Dianita
Jurnal Booth Dharma Medika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/wb5nhp88

Abstract

Tumbuh kembang anak merupakan proses multidimensional yang mencakup aspek fisik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional, terutama pada periode emas usia dini. Anak yang tinggal di panti asuhan memiliki risiko lebih tinggi mengalami hambatan perkembangan akibat keterbatasan figur pengasuhan individual dan stimulasi psikososial. Pengasuh memegang peran kunci dalam menciptakan lingkungan asuh yang mendukung tumbuh kembang anak, namun kompetensi pengasuh dalam memberikan stimulasi yang sesuai tahapan perkembangan masih bervariasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran pengasuh dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui program pelatihan terstruktur di Yayasan Pondok Hayat Surabaya. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober–November 2025 dengan melibatkan 15 pengasuh. Metode yang digunakan adalah pelatihan terstruktur dan berbasis praktik, meliputi tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi, serta pendampingan tindak lanjut. Materi pelatihan mencakup konsep tumbuh kembang anak, stimulasi perkembangan sesuai usia, deteksi dini penyimpangan perkembangan, dan penerapan stimulasi dalam pengasuhan sehari-hari. Evaluasi dilakukan melalui pretest–posttest pengetahuan dan observasi keterampilan praktik pengasuh. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan pengasuh dari 55,3 menjadi 80,7. Observasi keterampilan menunjukkan sebagian besar pengasuh mampu melakukan stimulasi motorik, bahasa, dan sosial-emosional dengan kategori baik, meskipun penggunaan lembar pemantauan perkembangan masih berada pada kategori cukup. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan terstruktur efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengasuh, serta berpotensi meningkatkan kualitas pengasuhan dan tumbuh kembang anak di panti asuhan secara berkelanjutan.
OPTIMALISASI MENYUSUI DAN PENCEGAHAN MASTITIS PADA BUMIL BUSUI DI BALAI RW. XIV SIMO GUNUNG KRAMAT BARAT KELURAHAN PUTAT JAYA SURABAYA Siagian, Martha Lowrani; Nancye, Pandeirot M.; Astuti, Eny; Widari, Ni Putu
Jurnal Booth Dharma Medika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/khcj6w82

Abstract

Pendahuluan: Menyusui secara optimal merupakan upaya penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi, namun masih banyak ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui) yang mengalami kendala, salah satunya mastitis. Mastitis sering terjadi akibat teknik menyusui yang tidak tepat, kurangnya pengetahuan tentang perawatan payudara, serta keterlambatan penanganan tanda awal peradangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bumil dan busui dalam optimalisasi menyusui serta pencegahan mastitis di Balai RW XIV Simo Gunung Kramat Barat. Metode kegiatan meliputi edukasi kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi teknik menyusui yang benar, perawatan payudara, serta deteksi dini tanda dan gejala mastitis. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman bumil dan busui mengenai teknik pelekatan yang benar, frekuensi menyusui, serta langkah pencegahan dan penanganan awal mastitis. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung keberhasilan menyusui, menurunkan kejadian mastitis, serta meningkatkan kesehatan ibu dan bayi di wilayah RW XIV Simo Gunung Kramat Barat.
EDUKASI STOP STIGMA HIV/AIDS PADA REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU DISKRIMINASI TERHADAP ODHA Aprilia, Devi; Tono, Sendy Firza Novilia; Intiyaswati
Jurnal Booth Dharma Medika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/n0gwrf23

Abstract

HIV/AIDS merupakan penyakit yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat berkembang menjadi Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Stigma sosial terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menjadi tantangan besar dalam pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS, terutama di kalangan remaja yang memiliki persepsi keliru mengenai cara penularan virus ini. Stigma ini muncul akibat ketakutan, persepsi moral yang keliru, serta kurangnya edukasi di masyarakat. Akibatnya, ODHA sering menghadapi perlakuan diskriminatif yang menghambat akses mereka terhadap perawatan medis dan dukungan sosial. Remaja memiliki peran penting dalam mengurangi stigma ini melalui edukasi, penyebaran informasi yang benar, serta penggunaan media sosial secara positif. Pengabdian masyarakt ini berfokus meningkatkan kesadaran dengan memberikan pemahaman yang benar tentang HIV/AIDS kepada remaja guna menghapus stigma kesalah pahaman yang ada dengan mendorong prilaku hidup sehat,meningkatkan empati serta dukungan sosial dan memberikan informasi terbaru mengenai layanan informasi kesehatan. Melalui metode penyuluhan interakti, efektivitas program kegiatan dievaluasi dengan perbandingan skor pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada pengetahuan penyuluhan mengenai stop stigma HIV pada remaja terhadap tingkat pengetahuan remaja. Kegiatan ini terbukti meningkatkan pemahaman bagi remaja tentang stop stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan penting bagi remaja untuk menumbuhkan sikap empati dan toleransi terhadap ODHA dalam menjalani kehidupan yang sehat dan bermartabat. Upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan individu, sangat diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA TERSEDAK DI WILAYAH PAKIS SURABAYA Imam, Nurul; Artini, Budi; Siagian, Martha Lowrani S; Suseno, Wahyu
Jurnal Booth Dharma Medika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/wyt94452

Abstract

Latar Belakang: Tersedak merupakan kondisi darurat yang dapat mengancam nyawa apabila tidak segera ditangani dengan tepat. Di wilayah Pakis Surabaya, pengetahuan dan keterampilan remaja mengenai pertolongan pertama tersedak masih rendah sehingga berpotensi menghambat upaya penyelamatan dini. Pemberdayaan remaja melalui pelatihan menjadi strategi penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan respons terhadap kondisi darurat tersebut. Metode: Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif dengan melibatkan 60 remaja sebagai peserta. Pelatihan mencakup penyampaian materi, demonstrasi teknik Heimlich, serta praktik langsung menggunakan alat peraga. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan dan keterampilan. Analisis data menggunakan uji statistik komparatif untuk mengetahui signifikansi peningkatan setelah pelatihan. Hasil: Mayoritas peserta berada pada rentang usia 15–16 tahun (46,7%) dan sebagian besar belum pernah mendapatkan pelatihan sebelumnya (83,3%). Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan, dari nilai rata-rata 62,35 menjadi 85,20 setelah pelatihan (p < 0,05). Keterampilan peserta juga meningkat secara bermakna, dari rata-rata 58,10 menjadi 88,65 (p < 0,05). Selain peningkatan skor, proporsi peserta dengan kategori baik meningkat tajam baik pada aspek pengetahuan maupun keterampilan. Kesimpulan: Pelatihan pertolongan pertama tersedak terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja di wilayah Pakis Surabaya. Program ini berpotensi menjadi model pemberdayaan remaja dalam kesiapsiagaan darurat di lingkungan masyarakat. Rekomendasi diberikan untuk melanjutkan kegiatan serupa secara berkala guna memperkuat peran remaja sebagai agen penyelamat di komunitas.
EDUKASI REMAJA: HYGIENE REPRODUKSI PADA REMAJA UNTUK MENCEGAH INFEKSI DI SMA Santiasari, Retty Nirmala; Intiyaswati; Mahayati, Lina
Jurnal Booth Dharma Medika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/x140bq24

Abstract

Pendahuluan: Remaja merupakan fase perkembangan penting dalam kehidupan manusia, yang ditandai dengan adanya perubahan fisik. Kesehatan itu sendiri adalah hal yang utama dalam sebuah kehidupan manusia. Personal hygiene pada organ reproduksi sangat penting dan di perlukan pada remaja untuk mencegah terjadinya infeksi saluran reproduksi. Perilaku kebersihan dan perawatan organ reproduksi meliputi mencuci dengan air mengalir, tidak menggunakan pakaian ketat dan penggunaan sabun bilas. Edukasi Pendidikan kesehatan reproduksi merupakan Upaya yang dapat dilakukan pada remaja dalam pencegahan penyakit infeksi pada organ reproduksi. Tujuan kegiatan pengabdian Masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja pada perawatan kesehatan reproduksi. Metode: pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dengan melibatkan 62 siswa remaja di SMA Kr. Dharma Mulya. Peserta pengabdian sangat antusias saat pelaksanaan kegiatan, yang terlihat saat diskusi, mereka aktif saat sesi tanya jawab. Hasil: terdapat peningkatan pengetahuan remaja SMA sebelum diberikan edukasi dengan setelah diberikan edukasi melalui media penyuluhan dan leaflet. Remaja yang dibagi menjadi dua kelompok laki-laki dan Perempuan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari yang awalnya cukup menjadi baik. Diskusi: kegiatan penyuluhan yang dilakukan memberikan dampak positif pada remaja atau Masyarakat, hal tersebut merupakan metode kegiatan pengabdian Masyarakat yang masih efektif dilakukan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat.