cover
Contact Name
Ethyca Sari
Contact Email
lppmwb@gmail.com
Phone
+6281216086017
Journal Mail Official
lppmwb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cimanuk No 20 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27751945     EISSN : 27470326     DOI : -
This Community Service Journal was created with the aim of being able to help lecturers and students in publishing community service works that can increase the degree of health and health behavior, especially for the community which will certainly create a change that is more positive and able to make the community independent in recognizing their health conditions. For Lecturers, of course, this is one application of the results of research that has been carried out and developed directly to communities in need
Articles 71 Documents
Pemberdayaan Kader Lansia Melalui Pelatihan Kesehatan Dan Pelatihan Hidroponik Taufan Citra Darmawan; Saut Horas Hamonangan Nahampun; Dianita Primihastuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i2.379

Abstract

Special challenges for the elderly in the health sector such as the emergence of degenerative problems, non-communicable diseases, and mental health problems as well as economic problems in the form of reduced work productivity, limited employment opportunities, and poverty are the biggest threats to the welfare of the elderly. Most of the elderly in the Mojotengah, Menganti, Gresik areas only do their daily activities at home. Many elderly people experience health problems but do not seek treatment due to distance and financial constraints. Therefore it can be said that the area has the potential to develop the potential of the elderly. The purpose of this activity is to form elderly cadres and conduct training on health checks and pioneering a hydroponic business as a means to improve the standard of living of the elderly The implementation method is carried out by forming elderly cadres aged over 55 years. 30 residents were selected to become elderly cadres who then carried out 2 trainings consisting of training on inspection and use of medical devices as well as hydroponic training. Activities are carried out once a month. The results of the implementation of the empowerment of the elderly in the Mojotengah area replace Gresik, namely that cadres have been formed. Cadres are not only at the RW level but also representatives of each RT. After training on the use of medical devices in collaboration with the puskesmas, the elderly cadres who had been trained were able to apply these activities. Besides that, after the hydroponic training, most of the plants managed to grow quite well, the plants produced can be consumed, only the quality of the plants produced is still not optimal due to differences in temperature and air quality, so that in the future it is hoped that further programs can be carried out related to the problem of hydroponic planting and marketing.
Pentingnya Pencegahan Dini Kanker Payudara Melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Surabaya Retty Nirmala Santiasari; Taufan Citra Darmawan; Lina Mahayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i2.381

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara adalah kanker yang menyebabkan angka mortalitas tertinggi pada wanita diantara kanker lainnya. Penyakit kanker payudara yang setiap tahunnya semakin tinggi ini mendapatkan urutan kedua kanker yang paling banyak pada perempuan. Terlambatnya dalam mengetahui terjadinya penyakit kanker payudara ini menjadi ancaman bagi penderita, oleh karena itu pentingnya dilakukan deteksi dini pada kanker payudara melalui pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sebagai upaya preventif yang dapat dilakukan secara mandiri oleh perempuan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK tentang deteksi dini kanker payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Surabaya. Metode: Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dengan menggunakan powerpoint dan leaflet. Hasil: Kegiatan penyuluhan pendidikan kesehatan berjalan dengan baik dan optimal. Hal ini tergambar dari hasil yang didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahan responden yang sebelum diberikan penyuluhan pengetahuan kurang sebanayak 16 responden (76,92%) dan setelah diberikan penyuluhan menjadi cukup sebanyak 13 Responden (50 %) dan baik sebanyak 1 responden (3,85%). Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan pencegahan dini kanker payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri dapat memberikan peningkatan pengetahuan ibu-ibu PKK di Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Surabaya.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG DETEKSI DINI GANGGUAN JIWA Aristina Halawa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i2.395

Abstract

Deteksi gejala dini dalam gangguan jiwa perlu disosialisasikan kepada masyarakat luas agar tidak terjadi keterlambatan penanganan pada fase awal yang dapat disembuhkan. Masyarakat yang telah memahami tentang tanda dan gejala gangguan jiwa maka mereka akan dapat mengambil keputusan dengan mudah ketika mereka menemukan tanda dan gejala itu untuk dibawa ke pelayanan kesehatan sehingga proses pengobatannya akan alebih mudah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masayrakat ini adalah meningkatkan pengetahuan keluarga tentang deteksi dini gangguan jiwa. Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan kesehatan kepada keluarga yang yang sedang berkunjung ke Poliklinik Rumah sakit Jiwa sebanyak 15 keluarga penderita skizofrenia. Tehnik pengambilan data dilakukan dengan melkaukan pretest dan postest setelah memberikan penyuluhan kesehatan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan perubahan pengetahuan peserta setelah mendapatkan penyuluhan kesehatan dimana jumlah peserta yang memiliki pengetahuan baik dari 4 peserta (27%) menjadi 11 Peserta (73%) dan peserta yang pengetahuannya kurang dari 7 (46%) menjadi 0 atau tidak ada. Dengan meningkatnya pengetahuan ini maka keluarga akan mampu meningkatkan perannya dalam melakukan deteksi dini adanya gangguan jiwa pada anggota keluarganya dan dapat melakukan upaya pencegaha sehingga lebih mudah diatasi atau tidak berlanjut pada keadaan yang lebih parah.
PENINGKATAN PERAN KELUARGA DALAM MENDUKUNG KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RS.WILLIAM BOOTH SURABAYA Eny Astuti; Peni Yulianingsih; Erika Untari Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i2.396

Abstract

Dukungan keluarga adalah bantuan yang dapat diberikan kepada anggota keluarga lain berupa barang, jasa, informasi dan nasihat yang mampu membuat penerima dukungan akan merasa disayang, dihargai, dan tenteram. Dukungan ini merupakan sikap, tindakan dan penerimaan keluarga terhadap penderita yang sakit. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan kepada keluarga pasien dalam menjaga klien yang sakit agar patuh dalam mengkonsumsi cairan yang sangat dibatasi pada pasien hemodialisis di Ruang Hemodialisa RS. William Booth Surabaya. Target dan luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan Pengetahuan keluarga dalam mendukung kepatuhan pasien Gagal Ginjal dalam menjalani kehidupannya yang senantiasa ketergantungan pada Terapi cuci darah. Metode yang digunakan adalah Penyuluhan, diskusi, tanya jawab, observasi, wawancara, demonstrasi melalui pendidikan kesehatan dan pengawasan dalam hal konsumsi cairan yang harus diawasi setiap harinya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini, diikuti oleh 50 keluarga yang mengantar keluarganya untuk Cuci Darah. Dari hasil kuesioner yang diisi keluarga pasien hemodialisis di Ruang Hemodialisa RS.William Booth Surabaya berdasarkan Jenis kelamin pasien Laki-laki 28 orang dan Perempuan 23 orang. Lama menjalani HD kurang dari 1 tahun ada 12 orang dan lebih dari 1 tahun 38 orang, Dukungan keluarga Baik = 34 orang dan dukungan cukup 16 orang dan Kepatuhannya kurang patuh ada 25 orang dan patuh ada 25 orang. Berdasarkan hasil pengkajian dari kepatuhan pembatasan cairan pada pasien hemodialisis dapat dilihat bahwa dukungan keluarga sangat menunjang kepatuhan pasien dalam membatasi asupan cairan. Untuk itu pasien harus mematuhi pembatasan cairan yang dijalani agar tidak terjadi komplikasi seperti edema, sesak nafas dan peningkatan tekanan darah.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG TUMBUHAN OBAT DI WILAYAH SURABAYA Ethyca Sari; Sofyan Hassanudin Nur; Intiyaswati Intiyaswati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i2.397

Abstract

Tumbuhan obat merupakan salah satu alternatif pengobatan yang bisa dimanfaatkan oleh masyakat selain pengobatan Farmakologi, di Indonesia berbagai tanaman alam mengandung zat zat yang mampu untuk menetralisir segala infeksi atau penurunan imun didalan tubuh seseorang dengan memanfaatkan Tumbuhan Obat yang bisa dilakukan oleh masayarakat sendiri secara mandiri di lahan sekitar rumah, namun belum di manfaatkan dengan maksimal. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat terkait mengenal Tumbuhan Obat dan manfaatnya serta teknik pengolahan dan cara mengkonsumsi secara baik dan benar. Manfaat Tumbuhan Obat ini antara lain untuk pengobatan uretritis, penyembuhan luka, revitalisasi saraf dan sel-sel otak, bisul, kusta, penyakit kulit, asma, sakit tubuh, bronkitis, kaki gajah, eksim, gelisah, katarak, masalah mata serta diare pada anak-anak. Oleh karena itu melakukan kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait Tumbuhan Obat. Kegiatan pengabmas ini menggunakan metode penyuluhan. Mitra kegiatan terdiri dari mitra utama dan mitra pendukung, mitra utama kader posyandu dan ibu PKK sedangkan mitra pendukung kepala kelurahan, Rukun Warga, Rukun Tetangga dan tokoh masyarakat sebanyak 100 orang. Evaluasi awal menggunakan kuesioner, sedangkan evaluasi akhir dilakukan dengan observasi dan tanya jawab secara langsung dengan mitra. Hasilnya 68% pengetahuan masyarakat baik, telah mengenal Tumbuhan Obat dan khasiat serta cara pengolahannya.
UPAYA MENINGKATKAN KEBIASAAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN UNTUK MENCEGAH STUNTING PADA SISWA PAUD RT 4, KELURAHAN PUTAT JAYA, SURABAYA Shinta Wurdiana Rhomadona; Meika Ayu Cahyaningrum; Belva Windry; Fransiska Martha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i2.398

Abstract

Permasalahan stunting tidak hanya dipicu oleh kurangnya asupan nutrisi tetapi juga sangat dipengaruhi oleh masalah kebersihan diri dan lingkungan. Kurangnya kepedulian masyarakat untuk mencuci tangan dengan benar akan berpengaruh pada kesehatan Ibu hamil dan tumbuh kembang anak sehingga mengakibatkan mereka rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit.Selain itu, fakta di masyarakat menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum melakukan cuci tangan pakai sabuun (CTPS) dengan benar.Kebiasaan cuci tangan pakai sabun ini sejalan dengan transformasi kesehatan fokus pada pilar pertama yakni transformasi layanan kesehatan primer. Layanan kesehatan primer ini lebih mengutamakan promotif preventif. Kegiatan ini dinilai lebih efektif dalam mencegah penularan infeksi masuk ke dalam mulut melalui tangan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah anak-anak dapat mengetahui dan memahami tentang stunting dan pencegahanya melalui CTPS yang tepat. Metode yang digunakan dalam bentuk penyuluhan dan demonstasi. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam upaya peningkatan kesehatan sanitasi keluarga dalam pencengahan stunting melalui edukasi tentang cara CTPS yang baik dan benar berlangsung dengan baik dengan hasil terdapat peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membentuk budaya hidup bersih dengan baik terutama kebiasaan cuti tangan pakaki sabun, sehingga dapat mengurangi penyebaran penyakit yang dapat ditularkan melalui tangan dengan mencuci bersih tangan serta dapat mengatasi masalah Kekurangan Gizi seperti kurus, stunting, dan anemia pada anak di wilayah RT 4, kelurahan Putat Jaya, Surabaya.
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA LANSIA Sendy Firza Novilia Tono; Herisa Dinarsi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i2.399

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan edukasi tentang Teknik melakukan relaksasi otot progesif dalam masalah kesehatan yang dialami lansia. Sasaran dari kegiatan ini adalah bapak/ibu lanjut usia (LANSIA). Target peserta dari kegiatan ini sejumlah 15 orang lansia dengan masalah kesehatan. Metode kegiatannya adalah ceramah, diskusi dan Praktik melalui video edukasi. Langkah- langkah kegiatan yang dilakukan meliputi persiapan, dan pelaksanaan. Indikator keberhasilan ini ada dua yaitu lebih dari 75 % peserta memahami dan dapat melakukan secara mandiri relaksasi otot progresif. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pendidikan kesehatan yang berupa ceramah, diskusi diikuti oleh 15 peserta sesuai dengan target awal. Sedangkan hasil pre test dan post test tentang pemahaman menunjukkan adanya peningkatan. Ini berarti kriteria yang ditetapkan tercapai, karena persentase penguasaan materi lebih dari 75%. Dan dari hasil pendidikan kesehatan peserta telah mampu menyampaikan tentang pengertian, penyebab, pencegahan hingga mempraktikkan. Berdasarkan hal tersebut maka kegiatan penerapan teknik relaksasi otot progresif ini telah berhasil mencapai tujuan yaitu terpenuhinya dua indikator keberhasilan di atas. Secara khusus kegiatan ini mampu mendorong para lansia untuk menyampaikan pengetahuan yang telah mereka dapat kepada masyarakat lain yang belum bisa hadir dalam acara tersebut di sekitar rumah mereka. Adanya empati yang tinggi dari peserta dan timbul kepedulian dari pemerintah desa terhadap kegiatan ini.
SOSIALISASI SADARI SEBAGAI LANGKAH AWAL PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA DI WILAYAH KEDINDING TENGAH SEKOLAHAN, SURABAYA Dianita Primihastuti; Intiyaswati Intiyaswati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i2.403

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan keganasan pada jaringan payudara yang dapat berasal dari epitel duktus maupun lobulusnya. Berdasarkan Pathological Based Registration di Indonesia, KPD menempati urutan pertama dengan frekuensi relatif sebesar 18,6%. Di Indonesia, lebih dari 80% kasus ditemukan berada pada stadium yang lanjut, dimana upaya pengobatan sulit dilakukan. Periksa payudara sendiri atau SADARI hingga saat ini merupakan cara deteksi dini kanker payudara yang cukup efektif. SADARI mudah dilakukan dan bisa diterapkan kepada semua usia, baik remaja dan wanita dewasa. Tujuan : melakukan sosialisasi pendidikan kesehatan melalui SADARI pada warga di wilayah Kedinding Tengah Sekolahan sebagai upaya deteksi dini kanker payudara Metode: Penyuluhan berupa ceramah dan simulasi dengan menggunakan powerpoint dan leaflet. Hasil : Kegiatan berjalan dengan baik dan optimal. Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman responden yang sebelum diberikan penyuluhan pengetahuan kurang sebanyak 20 responden (66,60 %) dan setelah diberikan penyuluhan menjadi cukup sebanyak 23 Responden (77 %) dan baik sebanyak 2 responden (6,66%). Kesimpulan: Pengetahuan ibu usia subur semakin bertambah dalam melakukan SADARI.
PENGGUNAAN MEDIA POSTER TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG HIV DAN AIDS DI DESA CANGKIR, GRESIK Santiasari, Retty Nirmala; Mahayati, Lina; Darmawan, Taufan Citra
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v4i1.498

Abstract

HIV merupakan sejenis virus yang menyerang sel darah putih dan dapat menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia yang kemudian dapat menjadi AIDS. Sedangkan AIDS sendiri adalah sekumpulan penyakit yang timbul karena adanya penurunan kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV. Masih banyaknya masyarakat yang kurang mengerti dan paham tentang penyakit HIV/AIDS termasuk proses penularannya, yang berdampak masih adanya pengucilan warga yang terkena di wilayahnya. Ibu-ibu PKK merupakan pintu yang dapat diberikan Pendidikan tentang HIV/AIDS untuk mengajarkan pada remaja dan lingkungan. Media poster merupakan salah satu media yang dapat digunakan karena mudah dimengerti dan dipahami. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada Ibu-Ibu setempat tentang HIV/AIDS termasuk sebagai upaya pencegahan dari tingkat dasar masyarakat. Kegiatan ini dilakukan bersamaan antara ibu-ibu PKK wilayah desa Cangkir Gresik dengan fasilitator dari STIKes William Booth Bersama dengan mahasiswa sebagai pendamping kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan yang dilakukan dengan metode pemberian edukasi melalui media poster ini menunjukan hasil yang baik. Hasil kegiatan ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan ibu dari sebelum diberikan edukasi dan setelah diberikan edukasi tentang HIV/AIDS. Hasil tersebut dapat digunakan sebagai indikator keberhasilan warga dalam menyebarluaskan informasi Kesehatan kepada masyarakat secara menyeluruh. Kegiatan ini sebagai upaya mendukung program pemerintah di bidang promosi Kesehatan.
PELATIHAN KEMANDIRIAN IBU DALAM PENANGANAN KONDISI KEGAWATDARURATAN PADA ANAK DI PERUMAHAN GODEAN JOGJA HILLS SLEMAN YOGYAKARTA Pujiastuti, Diah; Sari, Ignatia Yunita; Prawesti, Indah; Indrawati, Nining
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v4i1.499

Abstract

Gawat merupakan kondisi yang mengancam nyawa sedangkan darurat berarti kondisi yang perlu penanganan segera untuk menghilangkan ancaman nyawa korban. Kondisi gawat darurat tidak hanya terjadi di tempat-tempat yang ramai tetapi juga dalam lingkungan pemukiman warga atau perumahan warga. Urgensi dari permasalahan kegawatdaruratan pada anak dapat menyebabkan kematian, sangat perlu untuk dilakukan edukasi terkait penanganan kegawatdaruratan pada anak. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya penanganan dan mengurangi mortalitas kasus kegawatdadruratan pada anak yang meliputi kasus tersedak, kasus luka bakar, dan demam harus diperhatikan dari berbagai aspek karena pada proses perawatannya membutuhkan biaya pengobatan yang sangat banyak, perawatan yang lama, hingga operasi berulang kali. Sekalipun dapat pulih, bisa saja menimbulkan kecacatan yang menetap seumur hidup bahkan kematian. Kegiatan pelatihan dilakukan melaui tahapan pre-test, pelatihan, dan post-test serta evaluasi. Pre-test dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada ibu-ibu. Pelatihan dibagi menjadi 2 tahap yaitu tahap 1 penyampaian materi tentang penanganan kegawatdaruratan anak menggunakan media power point, dan tahap ke-2 demonstrasi menggunakan alat peraga (pantom bayi, handuk, thermometer). Post-test dilakukan dengan membagikan kuesioner yang sama dengan pre-test kepada ibu-ibu. Tahap evaluasi dilakukan selama 2x evaluasi, bekerjasama dengan kader dan grup pelatihan untuk melakukan observasi secara berkala dalam kemampuan memahami dan mengingatkan prosedur penanganan kegawatdaruratan tersebut. Kegiatan pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu sebesar 3,5 dari skor rerata sebelum pelatihan 4,25 menjadi 7,75 setelah pelatihan. Kegiatan ini juga meningkatkan kemampuan ibu dalam mengatasi serta lebih dapat mandiri dalam melakukan penanganan kegawatdaruratan dirumah, khususnya kegawatdaruratan pada anak.