cover
Contact Name
Hendra Saputra
Contact Email
hendra.saputra@uin-suska.ac.id
Phone
+6282287229041
Journal Mail Official
jughrafia@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Jalan H. R. Soebrantas KM. 15.5, Simpangbaru, Tampan Pekanbaru - 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
El-Jughrafiyah : Jurnal Geografi dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 28082389     DOI : http://dx.doi.org/10.24014/jej.v1i1.14016
El-Jughrafiyah: Jurnal Geografi dan Terapannya, welcomes authoritative, original, ably illustrated, and well-written manuscripts on any topic of geographical importance related to Indonesian cases as well as others areas in the planet, these includes: 1. Geographical Education and Development; 2. Geomorphology; 3. Climatology; 4. Biogeography; 5. Soils Geography; 6. Human and Population Geography; 7. Behavioral Geography and Ecology; 8. Economic Geography; 9. Political Geography; 10. Historical Geography; 11. Geographic Information Systems; 12. Cartography; 13. Quantification Methods in Geography; and 14. Remote Sensing.
Articles 103 Documents
Aplikasi Teknologi Geospasial Berbasis Web Map Untuk Monitoring Bencana Epidemi Wabah Penyakit Covid-19 di Provinsi Riau Giant Amor; Natasya Febriani; Arie Yulfa; Triyatno Triyatno
EL-JUGHRAFIYAH Vol 1, No 1 (2021): El-Jugrafiyah : August, 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.586 KB) | DOI: 10.24014/jej.v1i1.14041

Abstract

Dimulai revolusi industri 4.0 terjadinya perkembangan teknologi yang sangat pesat salah satunya dibidang informasi geospasial. Pemanfaatan teknologi sistem informasi geografis (SIG) sudah merambah pada berbagai aspek kehidupan. SIG juga sangat berkontribusi dalam perkembangan peradapan di kota-kota besar yang telah bertransformasi menjadi smart city. Keterbukaan informasi merupakan bahagian utama yang menjadi sasaran perkembangan smart city. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengengaplikasikan dan mengembangkan teknologi SIG berbasis Web Map dalam memetakan perseberan pasien covid 19 di Provinsi Riau. Melakukan uji kecepatan browser untuk mengakses web map informasi Covid 19. Dalam penelitian ini dilakukan inventaris data berbasis cloud data spasial, perangkat  yang digunakan berupa ArcSIGPro untuk membangun webmap. Hasil dari penelitian ini ditemukan perkembangan jumlah pasien Covid-19 yang terus berkembang setiap waktu, yang direpresentasikan dalam informasi lokasi. Tampilan akir web map ini dapat di akses melalui link https://bit.ly/31EKXSW.  Penggunaan  WebSIG  ini  mampu memamaparankan informasi covid dengan sistem webmap lebih efisien untuk mengetahui spot –spot yang memiliki jumlah korban yang relative tinggi, secara umum untuk kesemua jenis kasus Covid-19 tersebar banyak kasus pada wilayah administrasi Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.   Sedangkan untuk kasus positive covid-19 terbesar tersebar di wilayah Kota Pekanbaru dengan jumlah 40 orang.
Penggunaan Lahan dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat dengan Beradaptasi pada Lingkungan Hermi Zaswita; Ismail Ismail; Amalia Novarita; Syamsul Fajarudin
EL-JUGHRAFIYAH Vol 2, No 1 (2022): El-Jughrafiyah : February, 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.039 KB) | DOI: 10.24014/jej.v2i1.16342

Abstract

Morfologi Kota Sungai Penuh memiliki relief yang kasar oleh karena itu perlunya analisis karakteristik penggunaan lahan objek wisata Bukit Khayangan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penggunaan lahan objek wisata Bukit Khayangan, analisis dari lokasi, morfologi dan aksesibilitas objek wisata Bukit Khayangan kemudian hasil dari analisis menjadi rumusan alternatif-alternatif dan menyusun arah kebijakan pengembangan objek wisata Bukit Khayangan. Jenis penelitian ini adalah Mixed Methods dan penentuan informan dilakukan secara Purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan analisis GIS untuk menganalisa lokasi, morfologi, dan aksesibilitas. Untuk merumuskan prioritas arahan kebijakan menggunakan analisis AHP. Hasil temuan penelitian berdasarkan lokasi, morfologi, dan aksesibilitas maka dibuat arahan kebijakan pengembangan yang harus dilakukan pemerintah dengan prioritas atau urutan kebijakan pengembangan yakni: (1) meningkatkan penguatan stabilitas lereng (0,844); (2) melakukan promosi melalui paket wisata (0,785); (3) melengkapi dan memperbaiki sarana dan prasana (0,739); (4) meningkatkan pemeliharaan dan pelestarian lingkungan (0,737); (5) Menerapkan dan meningkatkan koordinasi dengan Stakeholder (0,732). Kesimpulan dari penelitian adalah objek wisata Bukit Khayangan memiliki lokasi yang strategis terletak pada posisi sentral namun berada pada daerah kemiringa lereng 15-25% (Agak Curam) dan jenis tanah Padsolik yang peka erosi maka penggunaan lahan oleh masyarakat dan pemerintah dengan menfaatkan kendahan alam tanpa merusak struktur tanah. Kata Kunci: Pariwisata, Lokasi, Morfologi, Aksesibilitas, Kebijakan 
Pemanfaatan Citra Landsat 8 untuk Mendeteksi Tingkat Kesehatan Tanaman Kelapa Sawit Menggunakan Metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) di Kabupaten Bengkalis Kecamatan Mandau Dwi Arini; Silvina Mayang Sari; Dwi Marsiska Driptufany
EL-JUGHRAFIYAH Vol 2, No 2 (2022): El-Jughrafiyah : August, 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v2i2.18744

Abstract

Tanaman Kelapa sawit yang identik dengan tanaman perkebunan memiliki peranan penting bagi masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Kebutuhan akan tanaman kelapa sawit meningkatkan permintaan terhadap produksi minyak yang dihasilkan oleh tanaman tersebut sehingga kebutuhan akan lahan pertanian kelapa sawit juga meningkat layaknya lahan yang dimiliki oleh masyakarat di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Tingkat perekonomian masyarakat sekitar daerah tersebut rata-rata tergantung pada lahan kelapa sawit, sehingga diperlukan monitoring tingkat kesehatan tanaman kelapa sawit yang menjadi tujuan dari penelitian ini dengan menggunakan metode Normalized Difference Vegetaion Index (NDVI). Data citra landsat 8 OLI di kecamatan Mandau digunakan sebagai data dasar dengan menganalisa objek pengamatan yang terdiri dari beberapa wilayah objek pengamatan satu hingga delapan belas (OP1 – OP18). Hasil menunjukan peta tingkat kesehatan kelapa sawit dengan klasifikasi tingkat kesehatan terbagi menjadi tiga (3) kelas, yaitu Kesehatan baik, normal, dan buruk. Nilai rentang NDVI 0,421 - 0,72 dengan luas 31.387,29 Ha dengan kesehatan baik, rentang NDVI 0,221 – 0,42 pada kesehatan normal dengan luas 7.192,35 Ha, dan kelas kesehatan buruk dengan luas 253,62 Ha pada rentang NDVI 0,1 – 0,22
Pemetaan Sebaran Lahan Terbangun di Kawasan Sempadan Pantai Kota Padang Menggunakan Citra Resolusi Tinggi Dwi Marsiska Driptufany; Fajrin _; Ari Kusuma; Quinoza Guvil
EL-JUGHRAFIYAH Vol 2, No 2 (2022): El-Jughrafiyah : August, 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v2i2.18738

Abstract

Kota Padang memiliki destinasi wisata pantai yang potensial. Hal ini berdampak pada banyaknya aktivitas pembangunan permukiman di kawasan pesisir terutama di kawasan sempadan pantai. Setiap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang mempunyai sempadan pantai wajib untuk menetapkan batas wilayah sempadan pantainya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran lahan terbangun di kawasan sempadan pantai Kota Padang menggunakan citra resolusi tinggi dan foto udara. Penelitian ini menggunakan analisis spasial dengan pemanfaatan data penginderaan jauh dan foto udara. Metode analisis yang digunakan yaitu buffer dan overlay. Hasil penelitian menunjukkna bahwa lahan terbangun yang berada di dalam kawasan sempadan pantai di Kota Padang seluas 423.493,8656 m² atau 42,35 ha. Lahan terbangun yang tersebar di kawasan sempadan pantai Kota Padang didominasi oleh permukiman penduduk, selain itu berupa bangunan fasilitas pariwisata, fasilitas umum dan bangunan ruko. Meskipun persentase luasan lahan terbangun di kawasan sempadan pantai di Kota Padang hanya mencapai 5,8 persen, namun hal ini juga rentan terhadap kerusakan lingkungan dan mengurangi fungsi konservasi dari sempadan pantai
Hubungan Adiwiyata dengan Sikap Peduli Lingkungan Siswa pada Materi Pengelolaan Sumber Daya Alam di Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang Alfiah Alfiah; Nuranggraini Syafitri; roswati roswati; Muslim Muslim; Akmal Akmal
EL-JUGHRAFIYAH Vol 2, No 2 (2022): El-Jughrafiyah : August, 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v2i2.18729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan adiwiyata dengan sikap peduli lingkungan siswa pada materi pengelolaan sumber daya alam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sikap peduli lingkungan siswa seperti siswa tidak memisahkan sampah organik dan anorganik, tidak menjaga kebersihan kelas, membuang dan membiarkan sampah di dalam kelas, serta kurangnya tanaman obat sebagai apotik hidup padahal sebelumnya sudah adanya penerapan adiwiyata di lingkungan pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII IIS. Sedangkan objek dari penelitian ini adalah hubungan adiwiyata dan sikap peduli lingkungan siswa, dengan populasi penelitian berjumlah 60 siswa sedangkan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling seluruh kelas XI yaitu 60 siswa. Teknik pengumpulan data berupa observasi, angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif menggunakan rumus korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sigifikan antara adiwiyata dengan sikap peduli lingkungan siswa, hal ini ditunjukkan dari uji hipotesis yaitu nilai rhitung lebih besar dibandingkan dengan rtabel pada taraf signifikan 1% (0,734>0,330) maupun taraf signifikan 5% (0,734>0,254). Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa besarnya kontribusi antara adiwiyata dan sikap peduli lingkungan siswa mencapai 53,8% sedangkan 46,2% dapat dipengaruhi variabel lain seperti faktor internal ataupun faktor eksternal
Penerapan Metode Least Square untuk Analisis Harmonik Pasang Surut Air Laut di Kabupaten Tuban, Jawa Timur Laili Ainur Rosida; Moh. Syaeful Anwar; Oktria Muhammad Sholeh; A. Syahrul Mushofa; Luhur Moekti Prayogo
EL-JUGHRAFIYAH Vol 2, No 2 (2022): El-Jughrafiyah : August, 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v2i2.17160

Abstract

Pasang surut merupakan fenomena naik turunnya muka air laut secara periodik akibat gaya tarik antar benda langit yaitu bumi, bulan dan matahari. Pengetahuan mengenai pasang surut penting dilakukan karena setiap wilayah memiliki karakteristik masing-masing dan berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat wilayah pesisir seperti pelayaran, tambak garam dan penangkapan ikan. Kabupaten Tuban merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur dimana lima wilayahnya yang berbatasan langsung dengan laut Jawa, yaitu kecamatan Bancar, Tambakboyo, Jenu, Tuban dan Palang. Kelima kecamatan tersebut merupakan tepat aktivitas yang berkaitan dengan pelayaran dan navigasi serta pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasang surut air laut di perairan Tuban, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Least Square atau Kuadrat Terkecil. Data pasang surut yang digunakan yaitu data pada bulan Januari 2021 yang mewakili data musim penghujan (angin muson barat) dan data bulan Agustus 2021 yang mewakili data musim kemarau (angin muson timur) yang bersumber dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dengan interval satu jam. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tipe pasang surut wilayah perairan Tuban yaitu Diurnal atau Harian Tunggal dengan bilangan Formzahl sebesar 5.65 dan 10.25. Pada musim barat, pasang tertinggi terjadi pada awal dan pertengahan bulan. Sedangkan surut terendah terjadi di sekitar tanggal 7-9 dan 21-25 Januari 2021. Sedangkan pada musim timur, pasang tertinggi terjadi pada 7-13 dan 19-25 Agustus 2021 dan surut terendah terjadi pada 15-17 Agustus 2021.  Komponen harmonik cenderung lebih besar pada komponen pembentuk pasang surut Diurnal yaitu K1, O1, dan P1.
Klasifikasi Citra Satelit dengan Metode Random Forest Untuk Observasi Dinamika Landskap Ekosistem Kabupaten Sijunjung Natasyah Febriani; Silvia Yunidar; Rizki Atthoriq Hidayat; Giant Amor; Popy Indrayani
EL-JUGHRAFIYAH Vol 2, No 2 (2022): El-Jughrafiyah : August, 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v2i2.18730

Abstract

Lanskap adalah sebuah area heterogen yang terbentuk dari berbagai tipe ekosistem yang saling berinteraksi. Aktifitas antropogenik akan berdampak langsung ataupun tidak langsung terhadap perubahan struktur landskap ini didorong dari perubahan penutup lahan. Adapaun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi perubahan struktur landskap pada Kabupaten Sijunjung. Metode penelitian ini dilakukan dengan analisis data sekunder yaitu citra satelit Landsat melalui Google Earth Engine, dengan menerapkan algoritma klasifikasi random forest. Hasil penelitian ini ditemukan ditemukan kecenderungan perubahan pemanfaatan lahan pada Kabupaten Sinjunjung terjadi pada spot spot kawasan permukiman, dan perubahan ini berdampak langsung kepada perubahan struktur landskap diantaranya pergeseran pada kawasan transisi atau edge hutan, dan penyusutan luasan lanskap alami. Pertama kita mulai dengan perubahan luasan hutan, pada tahun 2013 pada angka 85.9% ,85.8% di 2017, dan 84.4% pada tahun 2021. Kemudian pertanian sawah 3.9 % di 2013, 3.8% di 2017, 3.9% pada tahun 2021. Perkebunan campuran 2.3% ada 2013 dan 2017 dan meningkat menjadi 2.6% di 2021, sedangkan perkebunan stabil pada angka 6.5% pada tahun 2013, 2017 dan 2021 meningkat pada angka 2.6%. Perubahan ini menyebabkan terjadinya perubahan pada struktur lanskap terutama pada edge hutan yang semakin berkurang akibat perubahan luasan dari hutan tersebut.
Analisis Spasial Kerusakan Lahan dan Air di Batang Palangki Kabupaten Sijunjung Wirna Halimi Putri; Dasrizal Dasrizal; Arie Zella Putra Ulni
EL-JUGHRAFIYAH Vol 2, No 2 (2022): El-Jughrafiyah : August, 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v2i2.18774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data,mengolah,menganalisis, dan membahas Analisis Spasial Kerusakan Lahan dan Air Batang Palangki Kabupaten Sijunjung dilihat dari : 1) Kerusakan lahan Batang Palangki Kabupaten Sijunjung 2) Kerusakan Air Batang Palangki Kabupaten Sijunjung dan 3) Analisis Spasial Kerusakan Lahan dan Air Btang Palangki Kabupaten Sijunjung.Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini Daerah Aliran Sungai Batang Palangki yang mengalami kerusakan lahan dan kerusakan air akibat tambang emas. Sampel penelitian ini adalah Batang Palangki bagian hilir karena daerah ini yang masih mengalami kerusakan lahan dan kerusakan air akibat tambang emas.Hasil akhir penelitian ini yang ditemukan bahwa : 1) Kerusakan lahan yang terjadi di daerah aliran sungai Batang Palangki disebabkan oleh penambangan emas oleh rakyat, dalam penelitian ini terdapat 5 (lima) titik kerusakan lahan yang dapat dilihat sesuai dengan indikator kerusakan lahan yaitu erosi,tutupan vegetasi,dan pembukaan lahan. 2) Kerusakan air yang terjadi didaerah aliran sungai Batang palangki yang disebabkan oleh penambang emas. Dalam penelitian ini dilakukan uji labolatorium fisika dan kimia. Fisika yaitu suhu 27,0°C aliran lurus dan 27,1°C aliran berbelok dengan baku mutu deviasi 3 dan kekeruhan 0,06 aliran lurus dan 0,03 aliran berbelok. Sedangkan kimia yaitu BOD 2,20 Mg/L aliran lurus dan 2,88 Mg/L aliran berbelok dengan baku mutu 3 dan COD <9,91 Mg/L aliran lurus dan berbelok dengan baku mutu 25 terdapat pada kelas 2 (dua). 3) Analisis spasial kerusakan lahan dan air batang palangki kabupaten sijunjung yaitu peta kerusaka lahan dan peta kerusakan air.
Pengembangan Media Pembelajaran Visual Berbasis Aplikasi Canva untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Geografi Dea irwanita Dea; Nefilinda Nefilinda; Rozana Eka Putri
EL-JUGHRAFIYAH Vol 3, No 1 (2023): El-Jughrafiyah : February, 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v3i1.19331

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui dan menganalisis tentang pengembangan, kelayakan serta praktikalitas media pembelajaran berbasis canva pada mata pembelajaran geografi di kelas X IPS SMAN 2 Dayun, Kabupaten Siak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan 4D (Four-D Models) meliputi 4 tahap yaitu : Define (pendefinisian), Design (perancangan), Development (penyebaran). Hasil penelitian ini adalah : (1) Pengembangan media pembelajaran berbasis canva dilakukan pengujian media oleh para ahli yaitu terdiri dari para ahli pendidikan, ahli media, ahli bahasa, ahli IT, kemudian dilakukan penyebaran angket ke para ahli maka dilakukan mengolah data menggunakan aplikasi SPSS untuk mendapatkan Interaclass Coefitien Corelation (ICC). Dari pengolahan data maka dapat hasil ICC lebih dari 0,50 maka dapat di simpulkan tingkat validasi adalah memadai; (2) Pengembangan media pembelajaran berbasis canva dapat dinyatakan sangat layak setelah melakukan pengolahan data, kelayakan dapat diukur menggunakan angket, angket diperoleh dari angket respon guru dengan responden 2 orang guru geografi dapat diperoleh hasil total skor 357 dengan mean 4,58 dan tingkat persentase 92% dengan predikat “sangat baik”; (3) Pengembangan media pembelajaran berbasis canva dapat dinyatakan sangat praktis setelah melakukan pengolahan data dari hasil penelitian diperoleh data menggunakan angket respon siswa diolah data menggunakan Microsoft Exel sehingga dari pengolahan data diperoleh sebesar  2829 dan didapat mean sebesar 4,57 dan persentase sebesar 91% dengan kategori “sangat praktis”.
Analisis Spasial Kekeringan di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau May Tiza Mar Atus Sholikha; Elvi Zuriyani; Arie Zella Putra Ulni; Hendra Saputra
EL-JUGHRAFIYAH Vol 3, No 1 (2023): El-Jughrafiyah : February, 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v3i1.19350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis :1) Persebaran wilayah kekeringan di Kabupaten Pelalawan dan 2) Menganalisis faktor yang mempengaruhi kekeringan. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif, Populasi mencakup semua Wilayah di Kabupten Pelalawan. Sampel penelitian mencakup semua kecamatan yang ada di Kabupaten Pelalawan yang ditentukan dengan teknik total sampling.. Hasil penelitian : 1) Persebaran wilayah kekeringan di Kabupten Pelalawan luas lahan keseluruhan nya 1.300.473 Ha, Tingkat kerawanan kekeringan di Kategorikan “Tinggi” luas wilayah yang dicakupi 667.779 Ha dan kategori “Rendah” Seluas 316.976 Ha. Jadi dapat di simpulkan persebaran wilayah kekeringan termasuk Tinggi dengan wilayah kecamatan yang memliki rawan kekeringan paling tinggi yaitu Kecamatan Teluk meranti 265.739 Ha, Pangkalan kuras  116.116 Ha, Langgam 62.488 Ha dan Kerumutan 47.015 Ha, dan wilayah kekeringan yang sedikit di Kecamatan  Kuala Kampar 3.195 Ha dan Bandar Petalangan 7.037 Ha. 2) Faktor geografis dominan yang mempengaruhi kekeringan adalah Jenis tanah dengan wilayah tertinggi berada di jenis tanah Padsolik sebesar 250.784 Ha, wilayah  Kemiringan Lereng 25-45% seluas 229.862 Ha dan tutupan lahan seperti perkebunan 205,826 Ha, Hutan rawa sekunder 168.189 Ha dan Hutan Tanaman seluas 126.021 Ha.

Page 2 of 11 | Total Record : 103