cover
Contact Name
Daniel Fajar Panuntun
Contact Email
niel398@gmail.com
Phone
+6285747332374
Journal Mail Official
masokan.iakntoraja@gmail.com
Editorial Address
Jalan Poros Makale - Makassar Km. 11,5, Kelurahan Rante Kalua', Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia (91871).
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Masokan: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
ISSN : 27981932     EISSN : 27982262     DOI : https://doi.org/10.34307/misp.v1i1
Jurnal ini diterbitkan oleh Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja. Masokan dalam Bahasa Toraja artinya anugerah atau kemurahan, dapat juga diartikan sebagai kebaikan. Konsepnya, pengetahuan dimaknai sebagai anugerah atau kemurahan yang diberikan Allah kepada manusia, agar manusia dapat menggunakan pengetahuan untuk melakukan kebaikan kepada seluruh ciptaan Allah. Logo Masokan terdiri 3 bagian yaitu: tangan, buku dan pohon yang berbuah. 1. Tangan sebagai dasar utama, diartikan sebagai karya manusia. Melalui tangan, manusia berkarya, berpengaruh, membuat sesuatu, dan tangan warna biru merupakan kepercayaan dan profesionalisme. Lambang tangan berwana biru kemudian diartikan sebagai karya yang dapat dipercaya dan dibuat secara professional. 2. Buku yang terdiri dari 3 warna, diartikan sebagai buku sebagai sumber informasi, pengetahuan. Warna hijau identik dengan warna alam yang memberikan efek rileks, selain itu warna hijau juga identif dengan kehidupan, harapan, dan harmoni. Warna hijau mewakili ilmu psikologi dan ilmu kesehatan. Warna biru identik sebagai lambang pengetahuan dan kecerdasan. Lambang biru mewakili ilmu pendidikan. Warna kuning sebagai lambang kebijaksanaan, cahaya, keceriaan dan cinta yang mewakili hubungan sosial manusia mewakili ilmu sosial. 3. Lambang Pohon diartikan sebagai keberadaan pohon memberikan manfaat bagi manusia yang menggunakan atau memanfaatkannya. Pohon juga menjadi simbol kehidupan. Pohon dengan bunga pohon warna kuning diartikan sebagai pembawa kabar baik, harapan baik, dan kebahagiaan. Sehingga logo Masokan, diharapkan sebagai hasil karya yang professional, yang berasal dari bidang keilmuan sosial dan ilmu pendidikan yang menghasilkan manfaat, kabar baik, dan kebahagiaan bagi manusia yang membutuhkannya. Pada konteks inilah, jurnal Masokan muncul, memuat artikel dan penelitian pada cendekia (dosen, peneliti, maupun mahasiswa) sehingga karya tulisan dapat menjadi pengetahuan yang dibagikan untuk kebaikan manusia. Focus and Scope: 1. Digital learning in education 2. Education and e-learning invention 3. Psychology and humanities practice 4. Education of languages 5. Child and family health
Articles 50 Documents
PERAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE CHATGPT DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Serdianus Serdianus; Tjendanawangi Saputra
Masokan Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/misp.v3i1.100

Abstract

This study aims to provide an alternative solution to the problems that teachers often experience in preparing lesson plans and assessment instruments. Problems that often arise are learning plans that are not contextualized, only using teaching plans that already exist on the internet, lack of time in preparing assessment instrument. Through a quantitative approach with library research method, the researcher collected data about ChatGPT then analyzed with two prompts. The results showed that ChatGPT can generate teaching plans and assessment instruments in less than 10 minutes. The first prompt only took about 5 minutes, while the second prompt took less than 2 minutes. This shows that the use of ChatGPT is very effective in teaching planning. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan salah satu alternatif solusi terhadap masalah yang sering dihadapi guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran baik berupa RPP maupun instrumen penilaian. Masalah yang sering muncul adalah perencanaan pembelajaran yang tidak kontekstual, hanya menggunakan RPP yang sudah ada di internet, kurangnya waktu dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran. Hal ini dapat diselesaikan dengan menggunakan Artificial Intelligence (AI) ChatGPT. Melalui pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian pustaka, peneliti mengumpulkan data tentang ChatGPT kemudian menganalisis dengan dua prompt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT dapat menghasilkan RPP dan instrumen penilaian kurang dari 10 menit. Prompt pertama hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit, sedangkan prompt kedua kurang dari 2 menit. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT sangat efektif dalam perencanaan pembelajaran.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VII SMP PGRI ULUWAY Arni Palembangan; Algu Sambi Pabangke
Masokan Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/misp.v3i1.61

Abstract

Abstract: In accordance with the problems found in the field regarding students' learning willingness to study Christian Religious Education which is still low, the question being studied is formulated, namely how the effectiveness of the STAD type learning model for increasing student learning willingness with the intention of describing the effectiveness of the STAD type learning model in increasing willingness to learn, espe cially in class VII SMP PGRI Uluway. This research is based on the theory of activity and student interaction in providing encouragement and helping when understanding learning with the aim of getting the best results using the classroom action research method. The results show that in the implementation of two cycles through the STAD type, the interest in learning increases, namely in the first cycle the aspect of student interest in learning is still lacking so that it is continued to the second cycle of research. After conducting research in cycle II by looking at the shortcomings of cycle I, it can be said that learning is successful in accordance with the main target. It illustrates that the STAD type is an effective type in increasing student learning interest. Sesuai dengan masalah yang didapatkan di lapangan mengenai kemauan minat belajar siswa mempelajari Pendidikan Agama Kristen yang masih rendah sehingga dirumuskanlah pertanyaan yang diteliti yaitu bagaimana efektivitas model pembelajaran tipe STAD bagi peningkatan kemauan minat  belajar murid dengan maksud menguraikan keefektifan model pembelajaran tipe STAD dalam peningkatan meningkatkan kemauan minat dalam belajar khususnya di kelas VII SMP PGRI Uluway.  Penelitian ini berdasarkan teori tentang kegiatan dan interaktif murid dalam memberikan dorongan serta menolong ketika memahami pembelajaran dengan tujuan mendapatkan hasil terbaik dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas.  Hasilnya menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan dua siklus melalui tipe STAD maka minat belajar naik yaitu pada siklus I aspek minat belajar siswa masih kurang sehingga dilanjutkan ke penelitian tindakan siklus II.  Setelah melakukan penelitian pada siklus II dengan melihat kekurangan siklus I maka dapat dikatakan bahwa pembelajaran berhasil sesuai dengan target utama.  Itu menggambarkan bahwa tipe STAD merupakan tipe yang efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa.
MAKNA RITUAL DIPOPATTUNU BAI SEBAGAI ISTRUMEN INTEGRASI SOSIAL MASYARAKAT PANA Sumiaty; Jeni Dengen
Masokan Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/misp.v3i1.104

Abstract

Abstract: The Pana area is one of the areas in Mamasa Regency, West Sulawesi Province, where the people still have a very strong culture using their traditional cultural procedures. They inherit the culture by learning various things from the Ancestors and their people. One ritual that is still very strongly inherited is the ritual of dipopattunu bai or people who burn/sacrifice pigs when they make a mistake. This study aims to describe the meaning of the dipopattunu bai ritual as an instrument of social integration for the people of Pana. This research is a qualitative research. The research location is in Pana Village, Mamasa Regency. Sources of data obtained from informants using observation and interview methods. Data collection techniques through literature and field studies. Data analysis techniques namely data reduction, data presentation, data analysis, and drawing conclusions. The results of the study show that the dipopattunu bai ritual is a cultural ritual of the Pana people which has been preserved for generations by the community as a process to restore relations damaged by conflict and resolve cases that occur in society, this ritual is used so that people do not get used to doing things that are bad things in society. Thus, the meanings contained in the dipopattunu bai ritual have a good meaning because it is a process of social integration that can restore and reunite the differences that occur in society caused by conflict. Abstrak: Daerah Pana ialah salah satu daerah yang ada di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, yang masyarakatnya masih mempunyai kebudayaan yang sangat kental menggunakan tata cara adat kebudayaannya. Mereka mewarisi kebudayaan dengan mempelajari berbagai hal dari para Leluhur dan masyarakatnya. Salah satu ritual yang masih sangat kuat diwarisi ialah ritual dipopattunu bai atau orang yang membakar/mengorbankan babi ketika melakukan kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna ritual dipopattunu bai sebagai instrumen integrasi sosial masyarakat Pana.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Kelurahan Pana, Kabupaten Mamasa. Sumber data diperoleh dari informan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan studi lapangan. Teknik analisis data yaitu redukasi data, penyajian data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual dipopattunu bai merupakan ritual budaya masyarakat Pana yang secara turun temurun dilestarikan oleh masyarakat tersebut sebagai proses untuk memulihkan hubungan yang rusak karena konflik dan menyelesaikan kasus-kasus yang terjadi dalam masyarakat, ritual ini digunakan agar masyarakat tidak membiasakan diri melakukan hal-hal yang tidak baik dalam masyarakat. Sehingga, makna-makna yang terkandung dalam ritual dipopattunu bai memiliki makna yang baik karena sebagai proses integrasi sosial yang dapat memulihkan dan menyatukan kembali perbedaan-perbedaan yang terjadi dalam masyarakat yang disebabkan oleh konflik.
REVITALISASI MODERASI BERAGAMA MELALUI PEMANFAATAN LITERASI DIGITAL OLEH GEN-Z Jimmi Pindan Pute; Alferdi; Deflit Dujerslaim Lilo
Masokan Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/misp.v3i1.108

Abstract

Abstract : Religious moderation is the key to building equality, balance and tolerance between religions in Indonesia. Until now, the appreciation of the values of religious moderation has not shown the main purpose of the birth of a religion. This has resulted in the emergence of various conflicts, misunderstandings and disputes between one religious group and another. This situation should be re-evaluated especially with the hope of achieving a better future for Indonesia, especially in order to achieve Golden Indonesia in 2045. The purpose of this writing is to describe and describe the development of digital literacy by generation Z to achieve the revitalization of religious moderation, for the realization of Indonesia. gold in 2045. Digital literacy needs to be developed, because the thing that touches human life the most today is technology. The use of technology is expected to have a positive impact on its users because it is used as a literacy medium. The method used is descriptive qualitative with a literature study approach. The author will utilize sources such as books and journals, which are appropriate to the topics in this article. This research shows that revitalizing religious moderation can be implemented through digital literacy technology, by: forming interfaith network communities, disseminating information and constructive content between religious adherents, opening online discussions about religious tolerance and holding online competitions with the theme of religious moderation. Moderasi beragama adalah kunci membangun kesamarataan, keseimbangan dan toleransi antar agama di Indonesia. Sampai saat ini penghayatan terhadap nilai-nilai moderasi beragama belum menunjukan tujuan utama lahirnya suatu agama. Hal ini yang mengakibatkan munculnya berbagai konflik, kesalahpahaman dan pertikaian antar kelompok agama yang satu dengan agama yang lain. Situasi tersebut mestinya di evaluasi kembali terutama dengan harapan untuk mencapai masa depan Indonesia yang lebih baik, khususnya dalam rangka mencapai Indonesia Emas di tahun 2045. Tujuan penulisan ini adalah menguraikan serta mendeskripsikan pengembangan literasi digital oleh generasi Z untuk mencapai revitalisasi moderasi beragama, demi terwujudnya Indonesia emas tahun 2045. Literasi digital perlu untuk dikembangkan, karena hal yang paling banyak menyentuh kehidupan manusia saat ini adalah teknologi. Penggunaa teknologi diharapkan membawa dampak positif bagi penggunanya karena digunakan sebagai media literasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Penulis akan memanfaatkan sumber-sumber seperti buku maupun jurnal, yang sesuai dengan topik dalam artikel ini. Penelitian ini menujukkan bahwa merevitalisasi moderasi agama dapat diterapkan melalui teknologi literasi digital, dengan cara: membentuk komunitas jaringan antar agama, menyebarkan informasi dan konten-konten yang bersifat membangun antar pemeluk agama, membuka diskusi-diskusi online tentang toleransi beragama dan mengadakan lomba-lomba online dengan tema moderasi beragama.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA DENGAN KONSEP MERDEKA BELAJAR Seprianus Seprianus
Masokan Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/misp.v4i1.115

Abstract

Abstract : This article discusses the implementation of Christian religious education within families through independent learning. Technological advancements have significantly impacted various aspects of life, including education. In this context, parents serve as teachers, educators, and companions, shouldering the responsibilities within the family. This descriptive research employs a qualitative approach, utilizing literature reviews, interviews, observations, and documentation. Findings indicate that the family plays a crucial role in nurturing children's potential, fostering emotional strength, self-control, intelligence, morality, and skills applicable to societal life. Education is paramount in family life, with the family often regarded as the first educational institution, providing continuous education from the womb to adulthood. The family environment significantly influences a child's growth and development. Parents must not only possess knowledge but also exemplify a responsible life, guiding their children towards fulfilling futures. Abstrak: Artikel ini membahas penerapan pendidikan agama Kristen dalam keluarga melalui konsep pembelajaran mandiri. Kemajuan teknologi telah berdampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Dalam konteks ini, orang tua berperan sebagai guru, pendidik, dan pendamping, yang memikul tanggung jawab dalam keluarga. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan tinjauan pustaka, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa keluarga memainkan peran penting dalam mengembangkan potensi anak, membina kekuatan emosional, pengendalian diri, kecerdasan, moralitas, dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Pendidikan sangat penting dalam kehidupan keluarga, dengan keluarga sering dianggap sebagai lembaga pendidikan pertama yang memberikan pendidikan terus menerus dari dalam kandungan hingga dewasa. Lingkungan keluarga sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Orang tua tidak hanya harus memiliki pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan hidup yang bertanggung jawab, membimbing anak-anak mereka menuju masa depan yang penuh makna.
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN BAGI GENERASI Z BERDASARKAN MODEL NINE INSTRUCTIONAL EVENTS ROBERT MILLS GAGNE Krisdayanti Krisdayanti
Masokan Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/misp.v3i1.116

Abstract

Abstract: Learning Christian Religious Education for Generation Z in the school environment requires right methods that address the needs of this generation. Learners who are classified as Generation Z need to get external guidance that can help them in their learning. This research aims to offer an effort to optimize the learning of Christian Religious Education for Gen Z by utilizing the theory of Robert Mills Gagne. The author uses a qualitative approach in this research, while the method used is descriptive analysis. The author describes and analyzes matters related to Generation Z, the learning process of Christian Religious Education, and the Nine Instructional Event theory before finally drawing conclusions. The results of the research show that: Firstly, Generation Z is a generation that is very vulnerable to learning outcomes that are less than optimal and less than maximal due to the characteristics of the generation itself. Secondly, Christian Religious Education teachers have a very important role as an external party to help students in the Gen Z group achieve their abilities. Thirdly, the Nine Instructional Event method can be used, developed, and modified to show the learning process of Christian Religious Education Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen bagi Generasi Z di lingkungan sekolah membutuhkan metode yang tepat dan menjawab kebutuhan generasi tersebut. Peserta Didik yang tergolong usia Generasi Z perlu mendapatkan bimbingan eksternal yang dapat membantunya dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan tawaran tentang upaya mengoptimalisasi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen bagi Gen Z dengan memanfaatkan teori dari Robert Mills Gagne. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini sedangkan metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Penulis mendeskripsikan dan menganalisis hal-hal yang berkaitan dengan Generasi Z, proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, dan teori Nine Instructional Event sebelum akhirnya menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang penulis dapatkan menunjukkan bahwa: Pertama, Generasi Z adalah generasi yang sangat rentan dengan hasil pembelajaran yang kurang optimal dan kurang maksimal karena karakteristik dari generasi itu sendiri. Kedua, guru Pendidikan Agama Kristen memiliki peran yang sangat penting sebagi pihak eksternal untuk membantu peserta didik dalam kelompok Gen Z sehingga dapat meraih kemampuannya. Ketiga, metode Nine Instructional Event dapat digunakan, dikembangkan, dimodifikasi untuk menunjukkan proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.
STUDI KOMPARATIF PENGARUH INFORMASI GAJI DAN ORIENTASI MASA DEPAN TERHADAP KEPUTUSAN KARIER ANTARA SISWA SMK DENGAN SMA DI KECAMATAN RANTEPAO TORAJA UTARA Feriyanto Feriyanto; Ferdi Sapan Alextian
Masokan Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/misp.v3i2.117

Abstract

High school students face a diverse array of career options as they prepare for the world of work. The author aims to compare the career decisions of high school and vocational students in terms of future orientation and salary information, specifically within the Rantepao district, the capital of North Toraja Regency. This research's urgency lies in understanding how external factors like salary information and internal factors such as future orientation influence students' career choices. It seeks to guide 12th-grade students by examining these factors. Using a qualitative approach with a comparative study design, this research involves 10 informants—5 vocational and 5 high school students—selected through non-probability sampling. The findings highlight issues among vocational students who lack a comprehensive understanding of themselves, particularly regarding their interests. This impacts their independence in determining their educational and career paths. Vocational students often overlook their interests and lean heavily on external factors like salary information from seniors, parents, the media, and relatives. In contrast, high school students prioritize their interests when making career decisions, typically basing their choices on their areas of passion. The prospect of a high salary isn't their primary concern, as they have already identified their career prospects. Siswa pada tingkat pendidikan menengah atas dihadapkan dengan periode persiapan dunia kerja, yaitu suatu masa dengan pilihan karier yang bervariasi. Dalam menentukan pilihan karier maka seseorang siswa melakukan keputusan karier. Penulis tertarik melakukan penelitian untuk membandingkan keputusan karier remaja SMA dan SMK ditinjau dari orientasi masa depan juga informasi gaji khususnya siswa-siswi di kecamatan Rantepao sebagai ibu kota kabupaten Toraja Utara. Urgensi dari penelitian ini adalah masalah pilihan keputusan karier antara siswa SMA dengan SMK, bagaimana informasi gaji sebagai faktor eksternal dan orientasi masa depan sebagai faktor internal mempengaruhi pilihan karier siswa. Dari hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan melakukan pembinaan karier bagi siswa kelas XII. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi komparatif. Ada 10 informan yang terdiri dari 5 siswa SMK dan 5 siswa SMA yang dipilih menggunakan teknik non probability sampling. Hasil dari penelitian ini adalah adanya persoalan yang terjadi dari informan siswa SMK yang belum utuh memahami dirinya khususnya minat. Hal ini berpengaruh pada independensi siswa dalam menentukan kelanjutan studi maupun karier. Kecenderungan siswa SMK mengabaikan minat dalam menentukan karier dan lebih dominan dipengaruhi faktor luar seperti informasi gaji dari senior, orang tua, media dan kerabat. Berbeda dengan siswa SMA dalam pengambilan keputusan karier melihat minat sebagai patokan. Umumnya mereka menetapkan pilihan berdasarkan bidang ketertarikan. Adanya gaji yang besar bukan hal utama karena mereka telah mengidentifikasi prospek karier mereka.
ANALISIS IMPLEMENTASI STANDAR PROSES DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI SMP NEGERI 2 MAKALE Yalni Kuni
Masokan Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/misp.v3i2.118

Abstract

The purpose of this study was to analyze the implementation of process standards in PAK learning which includes aspects of lesson planning, the process of implementing learning, and learning assessment. Because by implementing or implementing process standards properly, it is very supportive in improving the quality of learning, especially in the current millennial era. The theory described in the provisional answer is the nature of implementation, the nature of PAK learning, the nature of national standards as an integral part of national education standards, the era of education millennials, and the quality of learning. The type of research used in this research is descriptive with a qualitative approach. This research was conducted at Makale 2 Public Middle School, with data collection techniques using library research, interviews, observation, and documentation studies. Based on the findings and analysis of the results of the research, it shows that in the aspect of preparation or planning of learning devices, it shows that the data is declared complete so this indicates an increase in the quality of learning, but in the implementation of learning PAK teachers carry out a different learning process from what is documented to show that teachers do not have consistency in planning and implementing learning. Then, the implementation of process standards in the assessment aspect at Makale 2 Public Middle School is still at the level of learning outcomes assessment, this means that it is still in the old concept and no longer in the millennial era concept. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang implementasi standar proses dalam pembelajaran PAK yang meliputi aspek perencanaan pembelajaran, proses pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Karena dengan menerapkan atau mengimplementasikan standar proses dengan baik maka sangat menunjang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya di era milenial sekarang ini. Adapun teori yang dijabarkan dalam sebagai jawaban sementara yakni hakikat implementasi, hakikat pembelajaran PAK, hakikat standar nasional sebagai bagian integral dari standar nasional pendidikan, pendidikan era milenial serta mutu pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Makale dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Berdasarkan temuan dan analisis hasil penelitian, menunjukkan bahwa dalam aspek persiapan atau perencanaan perangkat pembelajaran menunjukkan data bahwa dinyatakan lengkap sehingga hal ini mengindikasikan terjadinya peningkatan kualitas pembelajaran, namun dalam pelaksanaan pembelajaran guru PAK melakukan proses pembelajaran berbeda dengan yang terdokumen untuk menunjukkan bahwa guru tidak memiliki kekonsistenan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Yang kemudian, implementasi standar proses pada aspek penilaian di SMP Negeri 2 Makale masih berada pada taraf penilaian hasil belajar, hal ini berarti bahwa masih berada pada konsep lama bukan lagi pada konsep era milenial.
PENGEMBANGAN MEDIA BIMBINGAN BERBASIS WEBSITE UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PASTORAL KONSELING IAKN TORAJA Fernita Sari Gala; Abdullah Sinring; Muhammad Anas
Masokan Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/misp.v3i2.120

Abstract

This study aims to develop a website-based advice medium prototype to educate students, particularly those enrolled in the Pastoral Counseling Study Program at IAKN Toraja, on mental health. To address the research objectives, the researchers employed the Research and Development methodology outlined by Borg and Gall, adapted to suit the specific requirements of the product under development. Researchers initiated the study by commencing a requirement assessment, followed by executing data collecting, formulating an initial product design, validating the design through expert testing, revising the plan based on feedback, running a limited trial, and then revising the product. The website bestieku.org was developed and evaluated by professionals in the field. The assessments received from these experts varied. Specifically, BK experts provided highly positive evaluations, with a percentage of 91.07%. Reviews from media and education experts were generally positive, with a rate of 75%. In the interim, the practical examination administered to counseling practitioners yielded a commendable qualification, attaining a percentage of 79.16%. Based on a small-scale exam conducted on a cohort of 20 students, a notable level of proficiency was achieved, as evidenced by an 85% success rate. Based on the findings, implementing a website-based guidance media prototype holds significant potential in enhancing the mental well-being of students. Tujuan penelitian ini ialah menghasilkan prototipe media bimbingan berbasis website untuk mengedukasi mahasiswa tentang kesehatan mental, khususnya pada mahasiswa Program Studi Pastoral Konseling IAKN Toraja. Untuk menjawab tujuan penelitian, maka peneliti menggunakan metode Research and Development (R & D) dari Borg dan Gall yang telah dimodifikasi sesuai dengan produk yang sedang dikembangkan. Peneliti memulai penelitian dengan melaksanakan need assessment (analisis kebutuhan), selanjutnya melaksanakan pengumpulan data, rancangan produk awal, validasi desain (uji ahli), revisi desain, uji coba terbatas dan revisi produk. Produk yang dihasilkan ialah website bestieku.org dan dari validasi para ahli diperoleh penilaian yang cukup beragam yakni ahli BK memberi kualifikasi sangat baik dengan persentase 91,07%, ahli media dan pendidikan memberi penilaian baik dengan persentase 75%. Sedangkan pada uji praktisan dari praktisi BK diperoleh kualifikasi praktis dengan persentase 79,16%, sedangkan dari 20 orang mahasiswa yang diuji pada kelompok kecil, diperoleh kualifikasi sangat baik dengan persentase 85 %. Jadi dapat disimpulkan prototipe yang dikembangkan berupa media bimbingan berbasis website untuk meningkatkan kesehatan mental pada mahasiswa sangat praktis dan  sangat layak untuk digunakan.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MEMBENTUK INDIVIDU YANG MODERAT DALAM KEBERAGAMAN Deni Yanto Birrang Allo; Mardika Gusmino; Sumiaty Sumiaty
Masokan Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/misp.v3i2.122

Abstract

This article aims to examine religious moderation in Indonesia from the perspective of Christian Religious Education. Indonesia, which is known for its diversity in terms of culture, ethnicity, language, and even religion, is certainly one of the riches that Indonesia itself has. This is what makes Indonesia known for its diversity. Looking at the vastness of Indonesia, of course, brings up the big question: Can diversity in Indonesia work well and not cause chaos? Moreover, from a religious perspective, it is certainly not easy to achieve a society that can respect each other in terms of daily actions and behavior between people of different religions. The type of research used is literature study (library research). The type of research used is qualitative research with a literature study method (library research) regarding Christian Religious Education, which encourages a moderate attitude in dealing with diversity. The literature study method is a series of activities related to collecting library data, reading and taking notes, and managing research materials. Data was obtained by tracing several research results related to moderation in religion based on facts that have occurred in Indonesia and Christian Religious Education. Data was collected and then analyzed using Huberman's theory. The research results show that Christian Religious Education has a very important role in instilling Christian values in every individual by imitating Christ as the main figure in Christianity. By living these Christian values, individuals will be able to apply love to others, respect differences, be able to communicate well, and develop services to the community and other humanitarian actions without looking at differences. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji moderasi beragama di Indonesia dari segi Pendidikan Agama Kristen. Indonesia yang dikenal akan berbagai keberagaman baik dari segi budaya, suku, bahasa, bahkan agama tentunya menjadi salah satu kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia sendiri. Melihat Indonesia yang sangat luas, tentunya membawa pertanyaan besar bahwa: Apakah keberagaman di Indonesia ini bisa berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan kekacauan? apalagi ditinjau dari segi agama tentunya bukan hal yang mudah dalam mencapai masyarakat yang bisa saling menghargai baik dari segi tindakan dan perilakunya sehari-hari antar umat yang beragama.  Jenis penelitian yang digunakan adalah studi literatur (library research).  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi literatur (library research) yakni mengenai Pendidikan Agama Kristen yang mendorong sikap moderat dalam menghadapi keberagaman. Data diperoleh melalui penelusuran beberapa hasil penelitian yang terkait moderasi dalam beragama berdasarkan fakta-fakta yang telah terjadi di Indonesia. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan mengacu pada teori Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kekristenan pada setiap individu dengan meneladani Kristus sebagai tokoh utama dalam kekristenan. Dengan menghidupi nilai-nilai kekristenan tersebut individu akan bisa menerapkan kasih kepada sesama, menghargai perbedaan, mampu berkomunikasi dengan baik, serta mengembangkan pelayanan pada masyarakat dan aksi-aksi kemanusiaan lainnya tanpa melihat perbedaan.