cover
Contact Name
Bahrul Ulum
Contact Email
iqtisaduna@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iqtisaduna@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Faculty of Islamic Economics and Business Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Iqtisaduna
Core Subject : Religion, Economy,
This study aims to determine the efforts of Islamic Financial Institutions in empowering SMEs, strategies and important roles carried out by LKS in order to empower SMEs through the provision of capital to be managed in business. The method used in this research is descriptive analysis method, a method that only describes various forms of paradigms about empowerment strategies for SMEs, the most important data sources in this study are related to the search for library data, relevant books, and scientific papers. others relevant to the object of study. The results of this study indicate that there has been much power and effort carried out by the Islamic Finance Agency in order to empower SMEs, this can be proven by the existence of several programs, products, and financing aimed directly at SMEs. The strategy used is; provide complete information as well as promotion to SMEs, provide financing for their business development, provide financing in accordance with the type of business that SMEs are involved in with the concept of sharia principles. The implication of this research is to continue to provide services professionally and provide the best so that they are truly able to provide community welfare, more selective in providing financing so as to minimize the losses that will occur, increase technological resources so that SMEs can easily access information.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2020)" : 11 Documents clear
Analisis Perilaku Pedagang Kaki Lima Menurut Tinjauan Etika Bisnis Islam Khairil Umuri; Azharsyah Ibrahim
Jurnal Iqtisaduna Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtisaduna.v6i2.17511

Abstract

Pedagang kaki lima merupakan sekelompok orang (komunitas) yang menekuni perdagangan dalam sektor informal yang berbasis kerakyatan. Dalam prakteknya, sering ditemui perilaku pedagang kaki lima yang menyimpang dalam transaksi jual beli, seperti menjual produk yang berbahaya atau menyembunyikan kecatatan barang dagangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perilaku pedagang makanan jajanan di Kota Banda Aceh ditinjau menurut etika bisnis Islam. Penelitian ini juga menggunakan metode deskriptif analisis, melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pedagang makanan jajanan di Kota Banda Aceh telah sesuai dengan etika bisnis Islam, seperti perilaku religius (tawḥid), keseimbangan (‘adl), kehendak bebas (ikhtiyār), tanggung jawab (farḍ), dan kebajikan (iḥsān). 
Perlakuan Denda Pembiayaan Berbasis Konsep Al-Adl Dalam Menjaga Eksistensi Bisnis Bank Syariah Muchlish Khomayny; Muhammad Wahyuddin Abdullah
Jurnal Iqtisaduna Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtisaduna.v6i2.18117

Abstract

Salah satu faktor penyebab rendahnya market share perbankan syariah adalah dari segi Non Performing Financing (Rasio Kredit Bermasalah/NPF) yang tinggi. Upaya untuk menekan NPF antara lain dengan diberlakukannya denda pada akad jual beli (murabahah) berdasarkan FATWA DSN MUI No.17/DSN MUI/IX/2000. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perlakuan denda berdasarkan konsep Al-Adl dan kesesuaiannya dengan prinsip syariah, serta efektifitasnya terhadap eksistensi bisnis bank syariah. Penelitian ini adalah riset kepustakaan (library research) dengan analisis kualitatif. Hasil artikel ini menunjukkan bahwa Bank syariah boleh menarik denda keterlambatan dari nasabah pembiayaan murabahah dengan berdasarkan konsep Al-Adl, dimana syarat nasabah yang memperoleh denda adalah nasabah yang mampu tetapi menunda pembayaran. Dalam penyalurannya, denda tersebut harus diperuntukkan sebagai dana sosial dan bukan dijadikan sebagai pendapatan atau memberikan keuntungan pada bank syariah. Pengenaan sanksi denda bukanlah dalam rangka mencari keuntungan melainkan bertujuan agar nasabah/konsumen lebih disiplin dalam melaksanakan kewajibannya. Dengan demikian terwujud keadilan sebagai salah satu asas pelaksanaan bank syariah antara  pemberi modal dan pemakai modal yang ditandai dengan makin membaiknya nilai NPF bank syariah dan secara langsung berpengaruh positif terhadap eksistensi bisnis bank syariah.
Kritik dan Syarah Hadis Multi Akad Serta Relevansinya Terhadap Pengembangan Produk Lembaga Keuangan Syariah Dalam Fatwa DSN-MUI Panji Adam; Redi Hadiyanto; Alma Hanifa Candra Yulia
Jurnal Iqtisaduna Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtisaduna.v6i2.18288

Abstract

Kombinasi akad di zaman sekarang adalah sebuah keniscayaan. Namun persoalan yang dihadapi adalah, literatur ekonomi syariah yang ada di Indonesia, khususnya, sudah lama mengembangkan teori bahwa syariah tidak membolehkan dua akad dalam satu transaksi akad (two in one). Padahal, larangan two in one hanya mengenai tiga kasus saja yang disebutkan dalam hadis yang berkaitan dengan larangan penggunaan hybrid contract atau multi akad. Akan tetapi, dalam tataran implementasinya, produk-produk baik produk berupa penghimpunan dana, penyaluran dana ataupun jasa (service) lembaga keuangan syariah di Indonesia berbasis kepada konsep multi akad berdasarkan fatwa yang telah dikeluarkan oleh Dewan Syariah Naisonal-Majelis Ulama Indonesia. Oleh karena itu perlu dilakukan mengenai keabsahan status hadis mengenai larangan multi akad. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dengan cara kritik dan syarah terhadap hadis multi akad dan juga analisis implikasinya terhadap pengembangan fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, kedudukan hadis-hadis tentang larangan multi akad adalah hadis yang shahih serta penafsiran paling rajih (unggul) menurut Ibn Qayyim adalah larangan transkasi hilah (rekayasa) ribawi seperti bai’ al-inah; kedua, terdapat relevansi antara pemahaman serta interpretasi hadis dengan pengembangan serta inovasi produk di Lembaga Keuangan Syariah dalam Fatwa DSN-MUI.
Analisis Manajemen Risiko Pembiayaan Mikro 25 iB di Bank BRI Syariah KCP Setiabudi Bandung Nanik Eprianti; Gina Nugrahawati; Popon Sri Susilawati; Muhammad Andri Ibarahim; Yayat Rahmat Hidayat
Jurnal Iqtisaduna Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtisaduna.v6i2.18302

Abstract

Dalam dunia perbankan risiko konflik antara pihak manajemen bank dan nasabah sangat sering terjadi. Pada pembiayaan mikro 25 iB dikarenakan tidak adanya agunan yang diberikan calon nasabah kepada pihak bank, nasabah pembiayaan mikro 25 iB ini sering mengalami kemacetan dalam melakukan pengembalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen risiko bank syariah, untuk mengetahui manajemen risiko pembiayaan mikro 25 Ib di Bank BRI Syariah KCP Setiabudi Bandung, dan untuk mengetahui penerapan manajemen risiko pada pembiayaan mikro 25 ib di Bank BRI Syariah KCP Setiabudi Bandung. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yakni penulis melalukan observasi, dan wawancara langsung sesuai dengan permasalahan yang diteliti.        Hasil penelitian menunjukan bahwa dari sepuluh manajemen risiko secara umum di Bank Syariah, risiko pembiayaan yang dihadapi oleh bank syariah berkaitan dengan risiko-risiko yang lain, yaitu risiko pasar, risiko likuiditas, dan risiko oprasional. Manajemen risiko yang dilakukan pada pembiayaan mikro 25iB Bank BRI Syariah KCP Setiabudi Bandung dengan melakukan identifikasi risiko, pengukuran risiko, pemantauan risiko, dan pengendalian risiko. Penerapan manajemen risiko pembiayaan mikro 25 Ib di Bank BRI Syariah KCP Setiabudi Bandung tahapannya masih belum efektif, hal ini dilihat dari lemahnya monitoring terhadap identifikasi risiko yaitu pada analisis 5C (character, capital, capacity, collateral, dan condition of economic).
Taksonomi Penelitian Akuntansi Syariah: Pencapaian dan Arah Pengembangan Syarifuddin Syarifuddin; Muhammad Wahyuddin Abdullah
Jurnal Iqtisaduna Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtisaduna.v6i2.18489

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memberi gambaran tentang perkembangan akuntansi syariah. Gambaran tersebut sekaligus akan memberikan pemahaman area dan arah penelitian akuntansi selama satu dekade terakhir. Penelitian ini diilhami oleh beberapa peneliti yang menyusun taksonomi penelitian dibidang Akuntansi. Sayangnya hal ini belum diikuti dalam akuntansi syariah. Padahal banyak membantu para peneliti dan sekaligus memunculkan potensi pengembangan penelitian selanjutnya. Penelitian ini menggunakan penedekatan kualitatif dengan metode analisis etnograpi. Ada 10 kategori utama yang berkembang pada penelitian dibidang syariah pada periode tahun 2009 - 2018. Kategori tersebut meliputi; bidang institusi syariah, auditing, sistem informasi akuntansi syariah, pemrosesan informasi akuntansi, Standard setting, sosiologi organisasional, etika Islam dan akuntansi, Sejarah dan perkembangan akuntansi syariah, konsep akuntansi syariah. Hasil observasi juga menemukan adanya dua mainstream utama dalam penelitian akuntansi yaitu; akuntansi syariah berbasis etika Islam dan akuntansi syariah berbasis konsep atau ideology syariah yaitu nash Al Qur’an dan hadist.
Altruisme dalam Sistem Ekonomi Islam: Memaksimalkan Nilai Spiritual dan Ketahanan Sosial dalam Pandemi Covid-19 Nasrullah bin Sapa; Muslimin Kara; Syaharuddin Syaharuddin
Jurnal Iqtisaduna Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtisaduna.v6i2.18980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep altruisme dalam Islam dan fungsinya untuk mencapai kepuasan spiritual dan ketahanan masyarakat dengan menggunakan metode literature review. Altruisme dalam Islam adalah sikap seseorang yang mendahulukan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan pribadinya. Pada tingkat konsumsi Islam terdapat dua nilai yang tidak dapat dipisahkan dalam konsumsi barang / jasa, yaitu nilai guna yang akan dipengaruhi secara fisik dan nilai religiusitas yang akan dipengaruhi dalam bentuk kepuasan spiritual. Oleh karena itu, ajaran altruisme dalam Islam bertujuan untuk mengamankan lingkaran terdalam yaitu pribadi dan lingkaran luar dalam kehidupan masyarakat secara bersamaan.
Kerugian Ekonomi Akibat Kemacetan Lalu Lintas Terhadap Masyarakat Muslim Yang Bermukim Di Kota Makassar Asrahmaulyana Asrahmaulyana; Qarina Qarina; Lindry Ervina Edison
Jurnal Iqtisaduna Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtisaduna.v6i2.19016

Abstract

Jumlah kendaraan di Kota Makassar setiap tahunnya mengalami peningkatan, akan tetapi tidak diimbangi dengan infrastruktur lalu lintasnya, yang akhirnya menyebabkan kemacetan. Kemacetan mengakibatkan pengguna jalan merasakan stres, waktu terbuang, mengurangi jam kerja atau belajar, pemborosan bensin dan hilangnya pendapatan. Maka perlu dikaji besar kerugian dari dampak kemacetan pengguna jalan yang dapat dilihat dari perubahan pengeluaran untuk BBM saat lalu lintas normal dibandingkan dengan saat terjebak kemacetan, hilangnya pendapatan dan kerugian ekonomi lainya akibat kemacetan. Untuk menganalisis persepsi pengguna jalan terhadap dampak kemacetan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif sementara untuk menganalisis besarnya nilai kerugian akibat kemacetan menggunakan rumus menghitung nilai rata-rata. Adapun besar kerugian akibat kemacetan yaitu pengeluaran untuk pembelian BBM dalam kondisi  normal untuk pengguna mobil sebesar Rp 19.285,38 sedangkan motor sebesar Rp 7.217,86. Namun apabila mereka terjebak kemacetan maka biaya tersebut meningkat menjadi sebesar Rp 29.428,46 per mobil dan Rp 13.175,71 per motor. Kerugian yang ditanggung adalah sebesar Rp 10.143,08 per mobil dan Rp 5.957,85 per motor. Potensi ekonomi BBM yang hilang akibat kemacetan yang di tanggung setiap tahunnya untuk pemborosan BBM sebesar Rp. 5.742.896.274,00 per tahunnya di Kota Makassar. Dan untuk pendapatan sopir angkut yang hilang akibat kemacetan yaitu sebesar Rp. 6.654.319.372,8 per tahunnya.
Dampak Covid 19 Terhadap Perbandingan Harga Saham dan Volume transaksi Penjualan Saham Perusahaan Telekomunikasi yang Terdaftar di BEI Fauziah Bakhtiar; Miftah Farild; Wahyudi Wahyudi
Jurnal Iqtisaduna Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtisaduna.v6i2.19033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan dari harga saham dan volume transaksi penjualan saham pada perusahaan telekomunikasi di BEI. Data yang digunakan dalam penelitian adalah harga saham penutupan, data mulai dari 1 februari- 1 Maret 2020 untuk data sebelum. Dan data sesudah melai dari tanggal 2 Maret-1 April 2020. Data yang diolah dengan paire sample t-tes. Hasil pengolahan data, menunjukkan terjadinya perbedaan signifikan pada harga saham dan volume transaksi penjualan saham perusahaan telekomunikasi sebelum dan sesudah pengumuman  kasus covid 19 di Indonesia. Dimana harga saham dan volume transaksi penjualan saham mengalami peningkatan, selama masa pandemi ini.
Infak/Sedekah di Masa Pandemi Covid-19 Dalam Kajian Akuntansi Syariah Della Fadhilatunisa; M Miftach Fakhri; Suhartono Suhartono; Namla Elfa Syariati; Roby Aditya
Jurnal Iqtisaduna Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtisaduna.v6i2.19034

Abstract

COVID-19 membawa dampak yang cukup besar bagi sektor keuangan seluruh elemen masyarakat, khususnya pada pengemudi transportasi online. Dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19, kontribusi dari seluruh elemen masyarakat baik lembaga maupun personal sangat diperlukan. Kontribusi tersebut dapat berupa infak/sedekah sesuai dengan kemampuan dan kondisi masyarakat itu sendiri. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 109 tentang Akuntansi Zakat dan Infak/Sedekah menyebutkan bahwa infak/sedekah adalah donasi sukarela, baik ditentukan maupun tidak ditentukan peruntukannya oleh pemberi infak/sedekah. Fleksibilitas dari Infak/sedekah menjadikan siapapun yang terkena dampak wabah COVID-19 dapat menerimanya. Selain itu, infaq atau sedekah sendiri tidak hanya bermanfaat bagi pribadi sebagai proses kehalalan harta seseorang, namun sebagai wujud kepedulian sesama dan tabungan akhirat bagi yang melakukannya. Tujuan penelitian adalah untuk menggali konsep kajian akuntansi syariah pada infak/sedekah dan mengetahui manfaat infaq dan sedekah bagi para pengemudi online (Gojek atau Grab). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pemikiran burhani sebagai metode. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara tidak terstruktur dan angket dengan instrumennya yaitu lembar angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infak/sedekah dalam akuntansi syariah dimaknai sebagai pendapatan bagi para penerima infak/sedekah sehingga dapat mengurangi kesulitan COVID-19 dan respon pengemudi dari ketiga aspek yaitu fleksibilitas, kapabilitas dan profesionalisme berada pada kategori baik sehingga dapat disimpulkan bahwa pengemudi memiliki respon baik atau positif terhadap bantuan sosial atau infaq dan sedekah dalam wujud uang maupun bahan pokok.
Equity Crowdfunding for SMEs: Sharia Compliance Challenge amid the Covid-19 Pandemic Nur Rahma Sari; Lince Bulutoding; Roby Aditya; Raodahtul Jannah
Jurnal Iqtisaduna Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtisaduna.v6i2.19037

Abstract

Equity Crowdfunding (ECF) diyakini sebagai salah satu alternatif akses yang terjangkau dan mudah bagi UKM untuk mendapatkan bantuan finansial terutama di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perusahaan ECF di Indonesia, yaitu: Santara, Bizhare, dan CrowdDana membantu UKM selama pandemi Covid-19, dan menilai kepatuhan syariah perusahaan tersebut. Analisis tersebut diperlukan untuk mendukung rencana pemerintah dalam mendorong lahirnya ECF Syariah di Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Metode eksplorasi kualitatif dipilih untuk digunakan dalam penelitian ini. Data terdiri dari data primer yang dikumpulkan dengan melihat situs resmi dan media sosial masing-masing perusahaan, dan data sekunder dari regulasi, artikel, berita, video, dan preseden terkait ECF. Studi tersebut menemukan bahwa selain CrowdDana yang fokus pada investasi properti, baik Santara dan Bizhare terus berupaya membantu UKM mendapatkan bantuan finansial melalui pandemi Covid-19 dengan program mereka sendiri. Kepatuhan syariah yang dinilai harus bebas dari maysir, riba, gharar, tadlis, dan dharar serta memenuhi aspek kehalalan dari 'aqd, proyek, dana investor, bagi hasil, dan platform. Implikasi dari penelitian ini adalah mendorong pedoman dan regulasi yang layak dari otoritas (OJK dan MUI) untuk melengkapi kepatuhan syariah yang hampir dipenuhi oleh perusahaan ECF yang dianalisis dalam studi ini.

Page 1 of 2 | Total Record : 11