cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Alat Penimbang Hewan Ternak Elektronis bagi Komunitas Ternak di Kecamatan Ampenan Giri W. Wiriasto, Misbahuddin, M.Syamsu Iqbal, A.Sjamsjiar Rachman, L.Syamsul Irfan A., Djulfikri Bu
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1193.558 KB)

Abstract

Penting bagi peternak khususnya kambing dan domba untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan berat badan hewan ternaknya, terlebih bagi peternak yang juga fokus pada penggemukan dan budidaya, terlebih saat ini wilayah di pulau Lombok sedang ditimpa bencana gempa bumi. Jenis pakan dan teknik pemberian pakan menjadi hal utama terkait dengan percepatan perkembangan hewan ternak tersebut. Pemberian pakan ternak yang melibatkan pihak lain secara kerjasama membutuhkan ukuran nominal yang disepakati, misalnya setiap peningkatan bobot kambing bernilai sekian rupiah atau ditulis Rp/Kg (Rupiah per kilogram). Dari ide tersebut kami tim pengabdian mengusulkan perlunya suatu teknologi terapan dan tepat guna berupa alat penimbang yang bekerja secara mudah. Untuk memudahkan peternak dan steakholder dalam melakukan monitoring dan kalkulasi pertumbuhan usahanya. Secara konstruksinya, alat penimbang ini terdiri dari beberapa bagian seperti lantai atau alas sebagai dasar tempat hewan ternak berpijak dan bagian lainnya berupa kombinasi perangkat mekanis-elektronis. Alat timbangan digital ini dirancangan dan disesuaikan dengan ukuran dimensi postur ternak kambing dan domba jenis kambing peranakan etawa (PE), kambing kacang local dan domba. Ukuran lantai alat timbangan yang kami rancang disesuaikan seperti layaknya ukuran kandang kambing per-ekor tanpa menggunakan penutup atas. Komponen Elektronis menggunakan sensor berat (load cell weight sensors) yang dirangkai denganmodul piranti kontroller dan ditampilkan ke layar LCD. Konstruksi Alat timbangan ini secara umum menggunakan besi galvanis yang dikonstruksi secara permanen. Tahap pengerjaan telah mencapai 100%, dengan tingkat akurasi perhitungan bobot kambing sekitar 89-91%. Alat penimbang telah kami serahkan pada komunitas peternak kambing di Kecamatan Ampenan untuk dimanfaatkan.
De Dolet dan Gula Semut dari Gula Batok sebagai Alternatif Potensial Pemberdayaan Masyarakat Pengolah Nira Baiq Rien Handayani, Wiharyani Werdiningsih, Mulyawan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.376 KB)

Abstract

Produsen gula aren umumnya menghadapi permasalahan, antara lain produk gula yang gagal mengeras yang dikenal dengan nama de dolet dan proses pengolahan gula semut yang belum mampu mengejar kebutuhan kapasitas produksi yang tinggi. Selain itu, produsen lokal tetap mempertahankan pola lama menghasilkan gula batok yang lebih mudah dijual di pasar-pasar tradisional. Dengan proses pengolahan yang baik dan terkontrol, gula aren cair dapat dihasilkan dengan mutu lebih baik dan daya simpan lama. Produsen gula semut dapat memperoleh keuntungan dari peningkatan kapasitas produksi dan penurunan waktu proses dengan menghasilkan gula semut dari gula aren padat, sehingga tidak perlu melalui proses pemasakan yang lama. Hal ini tidak saja menguntungkan produsen gula semut tetapi menguntungkan bagi produsen gula batok yang tidak ingin mengubah produknya.
Peningkatan Produktivitas Lahan Kering melalui Teknik Budidaya Tumpang Sari Kacang Tanah di Desa Gumantar Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara Hanafi Abdurrachman, Astam Wiresyamsi, I Ketut Ngawit, Ahmad Zubaidi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.103 KB)

Abstract

Pengusahaan kacang tanah di Kec. Kayangan KLU dilakukan pada lahan sawah tadah hujan dan tegalan dengan kondisi air yang sangat terbatas (lahan kering) dengan modal pengetahuan dan keterampilan yang rendah, sehingga produksi yang diperoleh rata-rata 0,75 ton/ha polong basah. Upaya peningkatkan produktivitas lahan kering di perlukan adopsi teknologi oleh masyarakat.. Teknologi yang ditawarkan pada kegiatan ini adalah menerapkan teknik budidaya tumpang sari. Budidaya tumpang sari dilakukan untuk mengefisienkan penggunaan lahan dan air tanah, serta menghindari gagal panen. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan transfer teknologi budidaya tumpang sari kacang tanah di lahan kering melalui demplot dan penyuluhan langsung ke petani, dengan harapan agar: (1).Pendapatan petani bertambah; (2). Pengetahuan dan keterampilan petani meningkat dalam penguasaan teknologi produksi usaha tani kacang tanah; (3). Petani akan termotivasi dalam berusaha tani kacang tanah. Untuk mencapai tujuan tersebut, telah di lakukan kegiatan yang meliputi: (1). Desiminasi teknologi budidaya tumpang sari kacang tanah di lahan kering dengan metode ceramah dan diskusi antara tim penyuluh dengan kelompok tani; (2). Demplot dengan melibatkan petani mulai dari perencanaan, penanaman, pemeliharaan, panenan, membandingkan, dan memutuskan apakah program yang dilaksanakan menguntungkan atau tidak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta penyuluhan sangat respons terhadap paket teknologi tumpang sari kacang tanah dengan beberapa jenis tanaman palawija lainnya yang disuluhkan,karena petani belum banyak mengetahui manfaatnya, terutama untuk mengefisiesikan penggunaan lahan dan air tanah serta menghindari gagal panen, mengurangi transpirasi berlebihan pada tanaman kacang tanah. Antusiasme masyarakat mengikuti penyuluhan ini, juga didorong oleh rasa keingintauhan yang tinggi terhadap paket teknologi budidaya tumpang sari sebagai alternatif mengatasi masalah lahan kering. Hal lain yang menyebabkan peserta bersemangat dalam berdiskusi dengan tim penyuluh adalah selain materinya yang menarik dan sesuai dengan masalah yang mereka hadapi dalam berusaha tani, mereka juga merasa puas terhadap jawaban dan solusi yang ditawarkan oleh tim penyuluh bahkan peserta masih berharap pada Fakultas Pertanian Universitas Mataram untuk memberikan pelatihan dan bimbingan lebih lanjutan terkai masalah lahan kering. Hasil demontrasi paket teknologi budidaya tumpang sari kacang tanah dengan tanaman jagung, masyarakat merasa puas melihat pertumbuhan dan perkembangan tanaman,walaupun pada akhir pertumbuhan dan perkembangannya mengalami gangguan akibat bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Lombok Utara dan Daerah-daerah lain di NTB., bencana ini menyebabkan masyarakat harus mengungsi dan meninggalkan kegiatan usaha taninya dalam waktu yang cukup lama, ditambah lagi dengan rusak fasilitas sarana dan prasara irigasi di lokasi demplot, menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi tidak optimal terutama saat-saat pengisian polong kacang tanah dan biji jagung, sehingga hasil panenan menjadi berkurang atau tidak sesuai dari yang diharapkan, sebagai penopang kehidupan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pelatihan Penanganan Streptococcosis pada Ikan Nila Menggunakan Bahan Alami Fariq Azhar, Muhammad Junaidi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.341 KB)

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu jenis ikan konsumsi yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Permintaan ikan nila banyak dalam bentuk ikan segar maupun dalam bentuk fillet. Salah satu penyakit bakterial yang akhir-akhir ini banyak menyerang ikan nila adalah streptococcosis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus agalactiae. Penanggulangan penyakit bakterial pada ikan kerap kali dilakukan dengan pemberian antibiotik. Akan tetapi, penggunaan antibiotik secara terus menerus dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik tersebut. Penggunaan bahan alami berupa bawang putih (Allium sativum) mampu mengendalikan serangan pathogen pada ikan nila. Penggunaan bahan alami lebih ramah lingkungan, murah, tidak menimbulkan residu jika dikonsumsi oleh ikan dan bersifat herbal. Tujuan kegiatan penyuluhan ini antara lain adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai cara penanggulangan ikan nila yang terserang penyakit. Manfaat penyuluhan ini diharapkan akan mampu mendorong masyarakat untuk dapat menangani dan mencegah penyebaran penyakit pada ikan nila. Agar para pembudidaya ikan mampu mencegah serta mengatasi serangan penyakit dan gangguan hama yang terjadi pada ikan, maka mereka perlu dibekali pengetahuan mengenai sumber penyakit, penyebab, dan jenisnya serta teknik-teknik penanggulangannya.
Aplikasi Sensor Infrared dan Arduino Uno untuk Alat Peraga Sederhana Gerak Jatuh Bebas Nurul Qomariyah, Rahadi Wirawan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.761 KB)

Abstract

Fisika sebagai ilmu pengetahuan alam membutuhkan eksperimen-eksperimen dan pengamatan-pengamatan dalam penggalian dan penanaman konsep fisika secara utuh. Salah satu upaya penanaman konsep tersebut dapat dibantu dengan adanya multimedia interaktif seperti alatperaga saat pembelajaran. Sehingga tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini untuk mengembangkan alat peraga sederhana Fisika pada materi gerak jatuh bebas berbasis Mikrokontroler Arduino Uno dan sensor Infrared. Alat Peraga ini menentukan waktu tempuh dari benda jatuh bebas pada jarak yang telah ditentukan sehingga dapat dihitung nilai kecepatan gerak benda untuk mengetahui percepatan gravitasinya. Rangkaian alat peraga terdiri dari Mikrokontroler Arduino Uno sebagai pengendali yang diintegrasikan dengan tiga buah sensor infrared yang dipasang secara vertikal, sensor infrared digunakan sebagai switch sekaligus mengaktifkan perhitungan waktu (timer) saat dilewati benda sehingga didapatkan selisih untuk melewati posisi pada sensor. Saat pengambilan data, sensor telah terintegrasi dengan pemrograman pada Arduino Uno untuk mengatur fungsi utama dari alat peraga yaitu sebagai penghitung waktu. Dari tiga kali pengambilan data pengujian untukpenentuan nilai percepatan gravitasi dilakukan pada jarak antara sensor IR pertama (S1) dan sensor IR ketiga (S3) berturut-turut 10 cm, 30 cm dan 40 cm, sementara untuk sensor IR pertama (S1) dengan sensor IR kedua (S2) berjarak 10 cm. Nilai percepatan gravitasi rata-rata berturut-turut adalah 9, 75 m/s2, 9,8 m/s2 dan 9,76 m/s2. Nilai dari hasil perhitungan ini mendekati nilai percepatan gravitasi secara teoritis. Dengan demikian alat peraga ini mampu memberikan visualisasi fenomena benda jatuh bebas serta menjadi pembanding antara hasil teori yang berlaku.
Aplikasi Teknologi Bioflok pada Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) Sadikin Amir, Bagus D.H. Setyono, Sahrul Alim, Muhamad Amin
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.162 KB)

Abstract

Limbah budidaya merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi pada budidaya udang sistem intensif. Teknologi yang dapat menjawab permasalahan tersebut adalah dengan aplikasi teknologi bioflok. Disamping dikenal sangat ramah lingkungan karena membutuhkan air yang relatif sedikit, teknologi ini juga mampu meningkatkan efisiensi pakan dengan mengkonversi limbah budidaya berupa sisa pakan, kotoran dan urin menjadi sumber pakan tambahan. Oleh karenanya, teknologi ini sangat perlu untuk disebarluaskan kemasyarakat khusunya masyarakat pembudidaya udang. Kegiatan diseminasi teknologi bioflok ini dilakukan di Desa Pijot Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur selama 3 bulan dengan mitra kelompok pembudidaya Muara Selayar. Kegiatan dimulai dari persiapan wadah (perakitan kerangka, pemasangan kolam terpal), penambahan starter bioflok, penebaran benur, proses pemeliharaan hingga pemanenan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa, aplikasi teknologi bioflok dapat menurunkan jumlah penggunaan air, dan mencegah buangan limbah budidaya ke lingkungan sekitar.
Pengenalan Teknologi Produksi Biomassa Intensif Tanam Kelor (Moringa Oleifera Lam.) sebagai Sumber Pangan-Herbal Sehat di Kawasan Amor-Amor, Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara I Gusti Made Arya Parwata, I Nyoman Soemeinaboedhy
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.586 KB)

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan masyarakat tentang manfaat tanaman kelor sebagai sumber pangan-herbal sehat dan sekaligus sumber alternatif bahan bakar minyak, meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat pada pentingnya mempersiapkan tanaman kelor sebagai salah satu tanaman yang dibudidayakan secara intensif, dan juga meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat dan kegunaan lainnya tanaman kelor. Obyek sasaran kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa penyuluhan atau sosialisasidan demontrasi plot Pengenalan Teknologi Produksi Biomassa Intensif Tanam Kelor (Moringa oleifera Lam.) sebagai Sumber Pangan-Herbal Sehat di Kawasan Amor-Amor, Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara adalah masyarakat yang ada di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan anggota masyarakat tani dikawasan Amor-Amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan Lombok Utara terhadap manfaat tanaman kelor sebagai sumber pangan-herbal sehat dan tanaman yang serba guna, serta dapat sebagai sumber alternatif bahan bakar minyak. Dalam memproduksi biomassa daun tanaman kelor, penyiapan bibit yang baik merupakan keharusan, yang dilanjutkan dengan penanaman menggunakan jarak tanam yang rapat sangat dibutuhkan dengan frekuensi pemanenan yang lebih sering.
Percepatan Pembuatan Kompos dengan Masukan Bio-Aktivator di Desa Ombe Baru, Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat I Putu Silawibawa, R. Sutriono, Ni Wayan Dwiani Dulur
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.623 KB)

Abstract

Kesadaran masyarakat/petani untuk menggunakan pupuk organik dalam mengelola usaha taninya perlu mendapat dukungan dari semua puhak. Namun kebutuhan petani terhadap pupuk organik dalam bentuk kompos mendapat kendala karena harga yang relative tinggi dan dibutuhkan dalam jumlah banyak. Bahan baku untuk pembuatan kompos sangat banyak tersedia di desa, akan tetapi karena pengetahuan dan keterampilan petani yang masih kurang menjadi hambatan utama dalam pembuatan kompos. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang berjudul Percepatan Pembuatan Kompos dengan Masukan Bio-aktivator di Desa Ombe Baru Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam pengolahan bahan organik menjadi kompos dengan masukan bio-aktivator. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2018 yang bertempat di salah satu rumah petani di desa Ombe Baru Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok barat yang dihadiri oleh 28 peserta. Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, maka dapat disimpulkan bahwa, kegiatan penyuluhan percepatan pembuatan kompos dengan masukan Bio-aktivator di Desa Ombe Baru Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, dinilai berhasil. Hal ini dapat dilihat dari responpetani dalam mengikuti kegiatan pengabdian pada masyarakat, baik dalam diskusi maupun dalam memperhatikan kegiatan demonstrasi pembuatan kompos.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Melalui Homestay Dalam Meningkatkan Ekonomi Pedesaan Di Tanjung Lesung-Jawa Barat Nila Krisnawati; Dian Krisanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.457 KB)

Abstract

Peningkatan kesejahteraan adalah menjadi tujuan utama dari program pemberdayaan masyarakat di pedesaan. Oleh karena itu peran dan keberadaannya sangat penting dalam turut menciptakan kemandirian serta peningkatan ekonomi pedesaan. Tanjung lesung sebagai salah satu dari sepuluh destinasi unggulan pariwisata di Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis, khususnya dalam pengembangan desa witasa. Akan tetapi ditemukan fakta bahwa persepsi masyarakat desa terhadap pengembangan dan perencanaan desa wisata belum berjalan optimal. Masih rendahnya angka partisipasi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas desa wisata maupun homestay di wilayah tersebut menjadi salah satu indikator terhadap masih diperlukannya dukungan pihak eksternal terkait dengan pemberdayaan masyarakat. Fakultas Bisnis dan Komunikasi Universitas Swiss German, memiliki kepedulian dan komitmen untuk mendukung pemerintah dalam pengembangan program pariwisata khususnya di desa Tanjung Jaya, Tanjung Lesung. Metode kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisai sapta pesona ini menggunakan metode ceramah serta tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk menyampaikan pengetahuan secara umum tentang pentingnya sapta pesona untuk meningkatkan kesadaran dan persepsi positif masyarakat tentang pariwisata. Sedangkan, metode tanya jawab digunakan untuk melengkapi hal-hal yang belum terakomodasi oleh metode ceramah. Sosialisasi ini melibatkan dosen dan mahasiswa Jurusan Manajemen yang bekerja sama dengan kepala desa Tanjung Jaya, sebagai subyek sasaran. Tahap awal program ini dapat dikategorikan berhasil dengan mempertimbangkan aspek kehadiran dan partisipasi masyarakat desa serta antusiasme selama program berlangsung. Program ini dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, agar mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan ekonomi di wilayah tersebut.
Pemanfaatan Limbah Penetasan Telur Pt. Charoen Pokphand Desa Surabaya sebagai Bahan Pakan Muhamad Yasin, Maya Nachida, Pardi, Muhamad Prasetyo Nugroho
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.291 KB)

Abstract

Perusahaan hatchery PT. Charoen Pokphand di Desa Surabaya Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur menghasilkan limbah penetasan telur yang sangat melimpah. Saat ini, limbah penetasan telur tersebut belum dimanfaatkan untuk tujuan yang bernilai ekonomi. Padahal, limbah tersebut masih mengandung protein yang sangat tinggi. Melalui kegiatan ini telah dilakukan pemanfaatan limbah penetasan telur tersebut sebagai bahan pakan ikan. Adapun tahapan kegiatannya adalah: koleksi limbah (cangkang telur, embrio mati, anak ayam yang terlambat menetas, anak ayam mati, dan telur infertil) yang diikuti dengan langkah prosesing terhadap masing-masing limbah tersebut. Untuk cangkang telur, prosesing yang diberikan hanya pengeringan di bawah sinar matahari yang dilanjutkan dengan penggilingan untuk menghasilkan tepung. Untuk embrio mati, anak ayam yang terlambat menetas, maupun anak ayam mati direbus, dikeringkan, dan dijemur dengan sinar matahari. Sedangkan telur infertil dipecah untuk kemudian dicampur dengan dedak padi, dilanjutkan dengan perebusan dan pengeringan. Semua limbah penetasan telur ini kemudian siap digunakan untuk pembuatan pakan ikan. Hasil pengabdian ini diharapkan bermanfaat sebagai bahan pakan ikan guna mereduksi tingginya harga pakan saat ini.

Page 19 of 138 | Total Record : 1378