cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Pembuatan Pakan Berbasis Kulit Buah Kakao Fermentasi untuk Meningkatkan Kualitas Karkas dan Daging Sapi Bali Jantan Bulkaini, Tarmizi, Mastur
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.334 KB)

Abstract

Pemeliharaan ternak sapi di Kota Mataram menghadapi beberapa permasalahan, antara lain: masih bersifat peternakan rakyat, belum berorientasi bisnis, dukungan terhadap penerapan iptek di bidang pakan masih rendah, dan terbatasnya permodalan. Dalam rangka membantu memecahkan berbagai masalah tersebut perlu dilakukan kegiatan “Diseminasi Teknologi Pembuatan Pakan Sapi Bali Berbasis Kulit Buah Kakao (KBK) fermentasi di Kelompok Ternak Sapi “Bahtera Damai” Dusun Sembalun Kelurahan Tanjung Karang Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Tujuan program Diseminasi adalah untuk meningkatkan keterampilan anggota peternak dalam membuat pakan berbasis KBK fermentasi dengan menggunakan inokulum air kelapa (Inokulum non komersial), mengolah limbah kandang dengan metode biokonversi menjadi kompos dan mengoptimalkan pemanfaatan biogas sebagai salah satu sumber energi untuk penerangan serta keperluan memasak. Metode yang diterapkan adalah metode pendekatan PRA (Participatory Research Appraisal), metode action research dan metode demonstrasi/uji coba yang dilaksanakan secara persuasive yaitu melakukan praktik pembuatan pakan sapi Bali berbasis KBK fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkanbahwa Pakan sapi Bali dalam bentuk KBK fermentasi dapat memberikan pertambahan bobot badan harian (PBBH) sebesar 0,568±0,246 kg/ekor/hari lebih tinggi dibandingkan dengan PBBH sapi Bali dengan pakan konvensional sebesar 0,376±0,251 kg/ekor/hari. Pertambahan bobot badan harian yang tinggi akan diikuti dengan bertambahnya bobot potong dan pada akhirnya persentase karkas dan produksi daging akan meningkat.
Pendampingan Pembuatan Silapro (Silase Probiotik) pada Peternak Mule Jati Desa Pengkelak Mas Kecamatan Sakra Barat Mohammad Ashari, Happy Poerwoto, Rina Andriati, Agustien Suhardiani, Muhamad Ali
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.697 KB)

Abstract

Keberadaan hijauan yang sangat terbatas pada musim kemarau menyebabkan turunnya pertumbuhan dan bobot tubuh kambing bahkan tingginya angka kematian anak kambing pada musim tersebut. Untuk mengatasi permasalahan di atas, telah dilakukan pembinaan menyangkut pengolahan pakan guna mewujudkan tersedianya pakan secara berelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut, akan dilakukan pendampingan pembuatan silapro (silase probiotik) dari rumput lokal dan bakteri-bakteri seperti Bacillus amyloliquefaciens, Pediococcus pentosaceus, P. acidolactiti, dan Lactobacillus plantarum. Silase ini kemudian dibuat menjadi ransum komplit, dan diikuti dengan pembuatan suplemen jilat, dan pembuatan milk repleacer. Inovasi yang telah didesiminasikan pada kegiatan ini diantaranya silapro yang dihasilkan memiliki keunikan tidak hanya merupakan bentuk pengawetan hijauan namun sebagai carrier bagi mikroba hidup yang dapat mendegradasi serat hijauan di luar dandalam tubuh ternak. Untuk itu, silapro tidak hanya dapat menjadi teknologi pengawetan pakan yang melimpah pada musim hujan namun juga sekaligus menjadi teknologi peningkatan kualitas pakan berserat serta teknologi penyampaian probiotik ke probioma di saluran pencernaan ternak. Manfaat yang diperoleh oleh ternak tidak hanya memudahkan pencernaan pakan berserat namun juga akan dapat meningkatkan kesehatan ternak melalui reduksi mikroba-mikrobayang tidak bermanfaat di saluran pencernaan.
Pelatihan Media Tanam Teknik Hidroponik Warga RW 09 Kelurahan Kembangan Utara Kecamatan Kembangan Utara Jakarta Barat Yoyoh Hereyah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.738 KB)

Abstract

Teknik penanaman hidroponik merupakan teknik bercocok tanam yang ramah lingkungan. Sayuran yang ditanam dengan hidroponik lebih sehat serta aman dikonsumsi. Sebagian orang mungkin masih sangat asing dengan tanaman hidroponik. Namun sebenarnya sudah banyak orang yang menggunakan metode penanaman tanaman yang satu ini. Teknik menanam hidroponik tidak dapat diterapkan untuk semua jenis tanaman. Hanya beberapa saja yang cocok dan mampu tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan. Teknik menanam hidroponik sendiri sangat cocok diterapkan bagi lahan terbatas, dan tidak membutuhkan lahan berupa tanah luas, gantikan saja dengan teknik menanam hidroponik. Begitu juga untuk bagi yang memiliki lahan kurang subur, penanaman menggunakan teknik hidroponik dapat membantu mendapatkan hasil panen memuaskan, juga dengan menerapkan penanaman dengan teknik hidroponik jika sudah berhasil maka anda dapat menjadikannya sebagai bisnis menguntungkan. Kondisi di atas, sangat cocok sekali untuk diterapkan bagi warga Kelurahan Kembangan Utara, khususnya warga RT 9. Kontur dan kondisi wilayah yang padat penduduk, tidak banyak lahan luas, dan cenderung berhimpitan satu dengan yang lain, kalaupun ada ruang, itu pun terbatas. Pemukiman padat penduduk dan ruang terbatas yang dimiliki, alternatif menggunakan teknik tanam hidroponik, menjadi alternatif pilihan untuk membuat dan menghasilkan tanaman sayur dilahan sempit tersebut.
Parameter Kualitas Air dalam Mendukung Kegiatan Budidaya di Kawasan Teluk Jor, Kabupaten Lombok Timur Dewi Putri Lestari, Nurliah, Ayu Adhita Damayanti, Chandrika Eka Larasati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.882 KB)

Abstract

Teluk Jor terletak di kawasan pesisir pantai selatan Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Merupakan kawasan kegiatan budidaya perikanan dengan salah satu komoditas andalannya adalah Ikan Kerapu, Bawal, serta Lobster Pasir (Panulirus homarus). Kegiatan budidaya dengan memanfaatkan Keramba Jaring Apung (KJA) sebagai wadah untuk budidaya dan memberikan pakan ikan rucah sebagai pakan utama. Pemberian pakan secara tidak terkontrol dapat mempengaruhi kondisi perairan yang bisa merusak kondisi kualitas air dan memberikan dampak langsung terhadap organisme yang dibudidayakan termasuk kerapu, bawal, dan lobster pasir. Oleh karena itu dalam kegiatan pengabdian ini diberikan pengetahuan mengenai kondisi perairan di Kawasan Teluk Jor saat ini dan meningkatkan pengetahuan pembudidaya untuk menjaga kualitas perairan yang ada di sekitarnya. Diharapkan dari kegiatan ini dapat mendukung kegiatan budidaya dan berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan para pembudidaya. Metode yang digunakan antara lain pengambilan data kualitas air di lapangan dan menyampaikan informasi/materi terkait kondisi budidaya perikanan untuk optimalisasi produksi dan efisiensi biaya produksi dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dengan peserta.
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA): Peluang Dan Tantangan Bagi Indonesia Ignatius Ismanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.215 KB)

Abstract

ASEAN (Persekutuan Bangsa Bangsa Asia Tenggara) merupakan bentuk regionalisme di kawasan Asia Tenggara. ASEAN yang dibentuk pada 1967 itu telah berperan penting dalam mewujudkan stabilitas keamanan regional selama ini. Sejak Perang Dingin berakhir, ASEAN telah berperan aktif dalam mendorong integrasi ekonomi di antara anggotanya, yaitu melalui pembentukan RTA (Reginal Trade Agreement). Upaya untuk mendorong integrasi ekonomi kawasan itu ditempuh dengan diperkenalkannya ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada 1992. Proses integrasi ekonomi itu akan semakin diperdalam dengan pembentukan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang mulai dijalankan sejak 2016. Integrasi ekonomi kawasan itu sesungguhnya merupakan upaya kolektif bagi negara-negara ASEAN dalam merespon perubahan ekonomi global. Proses integrasi ekonomi kawasan itu tidak saja mendorong peningkatan arus barang, jasa serta investasi di antara negara-negara ASEAN. Integrasi ekonomi itu juga memicu peningkatkan arus migrasi tenaga kerja di antara mereka. Perubahan ekonomi kawasan itu memberikan peluang dan sekaligus tantangan bagi masyarakat Indonesia. Pengabdian kepada Msyarakat (PkM) ini dimaksudkan untuk mengidentifaksi peluang dan tantangan perubahan ekonomi itu serta mendiskusikan persiapan bagi masyarakat, termasuk generasi muda dalam menghadapi peluang dan tantangan itu.
Peningkatan Kualitas Pewarna Indigo Melalui Inovasi Teknologi Tepat Guna Pada UKM Tom Batik Muzzazinah Muzzazinah; Kristiandi Kristiandi; Nurmiyati Nurmiyati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.092 KB)

Abstract

Tujuan program pengabdian Program Pengembangan Produk Eksport (PPPE) ini adalah memberdayakan usaha kerajinan batik yang menggunakan zat warna alam, khususnya indigo di Kabupaten Kulon Progo Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melalui (1) peningkatan kualitas zat pewarna alam indigo powder, (2) introduksi TTG. Metode yang diterapkan menggunakan metode kaji tindak partsipatif, metode diskusi/ FGD melalui pendekatan kultural dan pengembangan kreativitas karyawan. Kegiatan dimulai dengan pembibitan dan budi daya tanaman Indigofera, pemeliharaan, pemanenan, pembuatan pasta indigo dan pengolahan pasta indigo menjadi indigo powder. Kegiatan yang telah dilakukan meiputi: sosialisasi program kerja, diskusi desain ttg yang akan digunakan, identifikasi biji dan bibit tanaman indigofera sebagai sumber pewarna biru, pelatihan pembuatan pasta, dan aplikasi ttg dalam inovasi pembuatan powder indigo.TTG yang ditetapkan dan digunakan memiliki spec: frame terbuat dari aluminium, dindingaluminium, temperatur terkontrol, pemanas listrik 600 Watt, jumlah rak 4 tingkat, dan ukuran p x l x t=80cm x 70cm x 70cm. Dihasilkan pula prosedur dan komposisi untuk powder indigo.
Penyuluhan Lingkungan Bersih Dengan Pengelolaan Sampah 3R (Reduce, Reuse & Recycle) Di Desa Sisik Kabupaten Lombok Tengah Agustono Setiawan; Lalu Wirahman W.; Akmaluddin Akmaluddin; Mudji Wahyudi; Zaedar Gazalba
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.008 KB)

Abstract

Pembangunan yang cukup pesat di Desa Sisik Kab. Lombok Tengah memberikan berbagai dampak bagi masyarakat, dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak negatif adalah meningkatkan timbulan sampah. Meningkatnya timbulan sampah yang tidak diimbangi dengan pengelolaan sampah yang baik menyebabkan sampah berserakan, sehingga menimbulkan berbagai dampak lingkungan. Sampah tersebut menjadi sumber berbagai penyakit, menyebabkan bau tidak enak, menyebabkan pemandangan kurang bagus, dan menyebabkan banjir. Masyarakat desa saat ini mempunyai kesulitan tempat untuk membuang sampah, oleh karena itu perlu upaya mengurangi jumlah sampah. Program pengelolaan sampah “3R” (reduce-reuse-recycle) merupakan program yang cocok untuk dikembangkan di desa ini. Program mendaur ulang sampah (recycle) menjadi barang yang lebih berguna sangat cocok, apalagi hasil daur ulang sampah bisa di jual dan menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah “3R”, sehingga dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Metode yang dilakukan adalah ceramah/diskusi di lokasi kegiatan dengan alat peraga serta praktek pengelolaan sampah.. Secara umum, kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan harapan, karena didukung oleh beberapa faktor, antara lain: keseriusan aparat desa untuk mendorong warganya mengikuti kegiatan penyuluhan ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya informasi yang diberikan bagi kehidupan mereka, ketertarikan masyarakat tentang kegiatan pengelolaan sampah sangat luar biasa. Dari ceramah dan diskusi serta praktek yang dilakukan selama penyuluhan, ditarik kesimpulan bahwa masyarakat di desa ini belum mengetahui pengertian pengelolaan sampah “3R”, karena belum pernah ada sosialisasi tentang hal tersebut. Oleh karena itu, masyarakat menyambut antusias terhadap materi penyuluhan yang diberikan dan akan berusaha menerapkannya demi kepentingan mereka sendiri.
Peningkatan Kualitas Produk Ekspor Sarung Tenun ATBM Melalui Perbaikan Manajemen Produksi, Inovasi Desain Dan Pengolahan Limbah Di Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik Andi Iswoyo; Trisa Indrawati; Alfi Nugroho
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.369 KB)

Abstract

Tujuan program ini adalah memacu pertumbuhan ekspor produk Sarung Tenun UKM di Kabupaten Gresik yaitu UKM Sumber Rejeki melalui peningkatan kualitas produk dalam rangka menunjang percepatan terwujudnya Kabupaten Gresik sebagai Kawasan Inti Produk Sarung Tenun ATBM. Program ini juga bertujuan mempercepat alih teknologi dan manajemen dari Universitas Wijaya Putra sebagai pelaksana program, kepada UKM mitra sebagai masyarakat industri disamping juga mengembangkan link & match antara Universitas Wijaya Putra, UKM, Pemerintah Kebupaten Gresik dan masyarakat luas. Hasil pelaksanaan di program ini antara lain; 1). Kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag, 2) Penambahan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM); 3) Pembuatan Mesin Ekstraktor Cuci Sarung; 4). Perbaikan Tempat Produksi dan Penataan Lantai Produksi; 5). Perbaikan tempat pencucian, pencelupan dan pembuatan pengolahan limbah 6). Perbaikan Proses Produksi dilakukan pada beberapa langkah produksi; 7). Pendampingan SDM, Pemasaran dan Pengelolaan Keuangan dan 8) Pembuatan standart quality assurance dan Katalog desain produk yang saat ini masih dalam proses penyelesaian. Metode pelaksanaan program ini meliputi: pelatihan dan pendampingan dengan kegiatan antara lain: pembuatan mesin dan alat produksi, pengadaan peralatan, keikutsertaan dalam pameran, pembuatan web, penataan ruang penyimpanan bahan baku, barang dan show room, menjalin kerja sama dengan BPEN serta pemrosesan HAKI.
Kemandirian Benih Padi Unggul Lokal Sebagai Kunci Keberhasilan Membangun Pertanian Organik Supriyadi Supriyadi; Mustofa Mustofa; Purwanto Purwanto; Joko Winarno; Sumani Sumani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.621 KB)

Abstract

Benih adalah kehidupan, siapa menguasai benih dialah yang menguasai kehidupan. Sebuah kalimat yang memiliki makna membangun motifasi petani untuk menjaga kedaulatan atas benih (lokal) yang kita miliki, sehingga tidak lagi ketergantungan, selalu inovatif, kreatif dan selalu menjaga kearifan lokal. Hingga kini permasalahan mendasar petani adalah masalah ketersediaan benih, pupuk, lahan semakin kritis, dan nilai jual produk hasil pertanian masih stagnan tidak sebanding dengan beaya produksinya. Desa Ketapang Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang Jawa Tengah merupakan desa yang masih aktif menjaga kearifan lokal dengan membumikan pertanian organik sejak tahun 1998. Paguyuban Petani Al-Barokah merupakan motor penggerak pertanian organik di Desa Ketapang dan desa-desa sekitarnya. Organisasi tani tersebut memiliki 16 kelompok tani dengan 152,69 ha lahan pertanian padi yang sudah tersertifikasi organik oleh Lembaga Sertifikasi Organik (LSO). Dengan pelatihan-pelatihan dan penerapan teknologi pertanian organik yang dikembangkan cukup dinamis, baik dalam pengadaan benih, pemenuhan pupuk, inspeksi lahan dan pengolahan pasca panen hingga pemasaran produknya. Dengan rutinitas kelompok khusus penangkar benih padi lokal sebagai ungulan produk beras organik Paguyuban Petani Al-Barokah. Tujuan dibentuknya kelompok penangkar benih padi lokal adalah untuk memenuhi kebutuhan internal anggota Paguyuban Petani Al-Barokah, selebihnya dijual kepada petani diluar anggota / kelompok yang membutuhkan/ memulai bertani padi organik. Ketercukupan akan benih padi lokal memberi manfaat kepada 417 petani organik, dari 579 petani anggota, dengan luasan 152,69 yang tersertifikasi organik dari total luasan 297,76 ha lahan milik anggota Al-Barokah. bahkan kelompok penangkar padi lokal mampu menjual kepada petani / kelompok lain diluar Al-Barokah bahkan sampai antar kabupaten dan antar provinsi sehingga dapat menambah pendapatan petani dan organisasinya. Dari luasan lahan organik Al-Barokah rata-rata membutuhkan benih 25-30 kg per ha, sedang kelompok penangkar benih ada tiga kelompok rata-rata 4-5 ha per kelompok, dan mampu menghasilkan benih padi lokal 20-23 ton per panen. Sedangkan kebutuhan benih anggota per musim tanam 14 – 17 ton. System distribusi yang di terapkan di internal Al-Barokah adalah disamping jual beli juga dengan sistem pinjam dibayar pada saat panen (system pinjam yarnen) dengan kesepakatan 1:2. Kelebihan benih per musim tanam sebagai stok musim tanam berikutnya, juga didistribusikan ke beberapa kelompok tani sekitar yang membutuhkan dan berbagai daerah lain seperti ke Provinsi Lampung 1,46 ton Kab. Bloro 0,94 ton, Jepara 0,61 ton, Kab. Kendal 0,73 ton, dan beberapa kecamatan /gapoktan dengan hitungan puluhan kg. Dengan demikian gerakan Al-Barokah dalam membumikan pertanian organik mampu memotifasi petani yang berdaulat akan benih, pupuk, lahan yang sehat dan harga yang layak
Skrining Kanker Serviks Pada Wanita Dengan Faktor Risiko Di Kota Mataram Novrita Padauleng; Fathul Djannah; Lale Maulin Prihatina
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.329 KB)

Abstract

Tingginya insidensi dan mortalitas kanker serviks di Indonesia, termasuk di antaranya provinsi NTB, menunjukkan pentingnya program pencegahan dan kontrol atau pengawasan terhadap kanker serviks. Salah satu program pencegahan dan kontrol kanker serviks yang dapat dilakukan adalah pencegahan sekunder dengan melakukan skrining dan terapi. Skrining ini bertujuan untuk mencari adanya lesi prekanker atau kanker serviks pada wanita berisiko, yang umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Salah satu alternatif metode sederhana yang dapat dilakukan adalah tes sitologi konvensional Pap smear. Tes ini menggunakan instrumen untuk mengambil sampel endoserviks dan ektoserviks dan mendeteksi adanya lesi prekanker dan kanker serviks, sehingga dapat diterapi sedini mungkin. Kegiatan pengabdian ini merupakan wujud implementasi kepedulian dan pelaksanaan atas himbauan Menteri Kesehatan untuk mendukung upaya Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) oleh FK Universitas Mataram dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram, khususnya di wilayah NTB. Skrining kanker serviks dilakukan terhadap 30 partisipan di Kota Mataram. Hasil pemeriksaan papsmear menunjukkan bahwa 1 partisipan (10%) memiliki lesi displasia berat dan disarankan untuk melalukan pemeriksaan lebih lanjut dengan open biopsi, serta 2 partisipan dengan lesi ASCUS dan disarankan untuk pemeriksaan papsmear ulang setelah 3 bulan. Kota Mataram merupakan lokasi pertama yang dipilih pada kegiatan skrining ini, dari serangkaian kegiatan skrining yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan di Provinsi NTB, yang meliputi 10 Kabupaten dan Kota yang terdapat di pulau Lombok dan Sumbawa.

Page 20 of 138 | Total Record : 1378