cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Pengembangan Entrepreneurship Melalui Peningkatan Hasil Perkebunan (Jantung Pisang) Menjadi Olahan Makanan (Abon) Di Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Siti Aisyah Hidayati; Sri Wahyulina; Embun Suryani; Siti Sofiyah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.036 KB)

Abstract

Bonjeruk adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Bonjeruk termasuk daerah yang banyak ditumbuhi pohon pisang. Selama ini yang banyak dimanfaatkan dari pohon pisang adalah buah, batang dan daun pisang. Kegiatan pengabdian ini memanfaatkan bagian lain dari pohon pisang yaitu jantung pisang sebagai bahan makanan dan dapat juga dijual untuk menambah pendapatan masyarakat. . Selama ini pemanfaatan jantung pisang belum pernah dilakukan.. Ada alternatif lain yang dapat meningkatkan nilai pohon pisang, yaitu dengan membuat abon dari jantung pisang yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan dengan makanan olahan dari pisang yang sudah ada.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkann entrepreneurship melalui peningkatan nilai ekonomi hasil perkebunan (jantung pisang) menjadi olahan makanan (abon). Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan tentang kewirausahaan kepada masyarakat sehingga dapat mengembangkan jiwa wirausaha dan praktik pembuatan abon dari jantung pisang sehingga terjadi peningkatan nilai ekonomi jantung pisang dan harga jualnya relatif lebih tinggi. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat mencapai luaran yaitu meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang kewirausahaan dan tersajinya produk abon berbahan jantung pisang.
Pengembangan Agrowisata Kampung Coklat Senara Kabupaten Lombok Utara Pra Dan Pasca Bencana Alam Satrijo Saloko; Bambang Budi Santoso; Agus Purbathin Hadi; Alfian Pujian Hadi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1630.21 KB)

Abstract

Kakao merupakan komoditas unggulan sektor perkebunan Kabupaten Lombok Utara (KLU), dan sudah lama dikembangkan dengan dukungan agroklimat dan lahan untuk budidaya. Namun, komoditas kakao belum ditangani secara optimal terutama penggunaan teknologi produksi dan pascapanen sehingga nilai tambah yang diperoleh petani relatif kecil. Oleh karena itu, pengembangan teknologi tepat guna dalam rangka peningkatan pendapatan petani dan peningkatan produksi kakao secara berkelanjutan harus dilakukan. Salah satu upaya yaitu mengintegrasikan kawasan perkebunan kakao dengan obyek wisata disekitar kebun menjadi sebuah kawasan agrowisata “Kampung Coklat” di Dusun Senara (KCS) Desa Genggelang Kec. Gangga. Pengembangan KCS menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang ke KLU. Guna meningkatkan nilai tambah biji kakao yang hanya dijual dalam bentuk gelondongan atau biji kering maka diperlukan teknologi pengolahan kakao menjadi aneka produk yang dapat dinikmati langsung oleh wisatawan. Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion parapihak yang terlibat, pengumpulan data fisik, pembuatan film dan dokumentasi, pembangunan fasilitas fisik, pendampingan dan pemeran produk serta pengembangan jaringan pemasaran. Adanya kejadian peristiwa bencana alam pada bulan Juli – Agustus 2018 di Pulau Lombok menyebabkan seluruh infrastruktur seperti fasilitas produksi, bangunan outlet, ruang pertemuan dan beberapa fasilitas penunjang terdampak sangat nyata. Sebagai upaya economic recovery pasca bencana alam di kawasan agrowisata KCS telah dilakukan upaya dengan melibatkan berbagai pihak terutama kegiatan trauma healing, pendampingan, pemberian bantuan sarana produksi, dan pameran produk yang semuannya ditujukan untuk membangkitkan semangat untuk berproduksi kembali sehingga pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana alam dapat segera terwujud.
Pengembangan Tanaman Stroberi Dan Pembangunan Kampung Stroberi Untuk Memberdayakan Masyarakat Di Desa Santong Kabupaten Lombok Utara Agus Purbathin Hadi; Muhammad Sarjan; Aluh Nikmatullah; Satrijo Saloko
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.046 KB)

Abstract

Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, memiliki potensi alam yang cocok untuk pengembangan tanaman stroberi, didukung adanya destinasi wisata alam (ekowisata) berupa air terjun. Untuk mendukung pengembangan Desa Santong sebagai desa agrowisata berbasis stroberi, dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk (1) Melakukan pengembangan tanaman stroberi melalui introduksi dan replikasi teknologi produksi dan pembibitan tanaman stroberi dan (2) Melakukan fasilitasi dan pendampingan untuk mewujudkan Desa Santong menjadi Desa Agrowisata Stroberi di Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini metode Participatory Action and Learning System (PALS). Dari kegiatan yang dilaksanakan Tim Pengabdian kepada Masyarakat, dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan tersebut telah dapat tercapai. Tujuan pertama, tercapai dengan adanya pengetahuan dan keterampilan teknologi budidaya dan pembibitan tanaman stroberi di kalangan petani anggota kelompok tani. Tujuan kedua, juga telah tercapai dengan luaran kelompok tani bersama stakeholders lainnya telah merumuskan rencana aksi dan melaksanakan kegiatan bersama untuk mewujudkan pengembangan Desa Santong menjadi Desa Agrowisata Stroberi.
Pelatihan Teknik Demonstration – Performance Dalam Meningkatkan Kemampuan Bermain Drama Bahasa Inggris Pada Mahasiswa Evizariza Evizariza; Essy Syam; Qori Islami Aris
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.899 KB)

Abstract

Drama merupakan salah satu bentuk karya sastra selain puisi dan prosa, namun pengajaran prosa dan puisi cenderung mendapat tempat paling atas daripada pengajaran drama. Pembelajaran sastra, khususnya drama dapat dicapai melalui empat keterampilan berbahasa yang saling berhubungan, yakni a)keterampilan berbicara, b)keterampilan menyimak, c)keterampilan membaca, dan d)keterampilan menulis. Melalui pelatihan ini, mahasiswa dibimbing untuk menguasai keempat keterampilan tersebut dengan menerapkan teknik Demonstration - Performance. Mekanisme pelatihan ini antara lain; dalam kegiatan mendengarkan dialog atau penggalan drama, mahasiswa telah melakukan kegiatan menyimak (listening skill), pada saat mahasiswa memperagakan penggalan drama, mahasiswa telah melakukan kegiatan berbicara (speaking skill), pada saat mahasiswa membacakan penggalan dialog dalam naskah drama, mahasiswa melakukan kegiatan membaca (reading skill), dan pada kegiatan menulis naskah teks drama yang akan dipentaskan, mahasiswa melakukan kegiatan menulis (writing skill). Peserta dalam pelatihan ini adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sastra Inggris, Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam menerapkan teknik Demonstration – Performance adalah describing dan practicing. Hasil dari pelatihan ini memunjukkan adanya peningkatan keterampilan bermain drama setelah teknik Demonstration – Performance ini diterapkan yang awalnya masih rendah.
Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui Pelatihan Akademic Writing Somariah Fitriani; Istaryatiningtias Istaryatiningtias
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.664 KB)

Abstract

Tujuan utama dari pelatihan academic writing ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam ketrampilan menulis, dimana kompetensi profesional merupakan salah satu kompetensi yang wajib dimiliki guru selain kompetensi pedagogik, sosial dan kepribadian. Selain itu, di abad 21 ini guru menjadi bagian dari masyarakat pengetahuan akibat perubahan masyarakat industri. Dengan demikian, mereka juga dituntut menjadi guru professional yang ditantang untuk melakukan akselerasi terhadap perkembangan informasi, teknologi dan komunikasi dan menjadi pembelajar sepanjang karir mereka melalui salah satunya adalah keikutsertaan dalam pelatihan, workshop, seminar maupun konferensi baik yang bertaraf nasional maupun internasional. Pelatihan academic writing ini lebih memfokuskan pada penulisan artikel untuk makalah konferensi, publikasi di jurnal dan di Koran atau media massa. Tiga puluh lima (35) guru dari Madrasah Tsanawiyah (Mts) dan Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Darul Muttaqien yang terletak di Parung Bogor berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pelatihan ini dilaksanakan selama 15 jam yang dibagi menjadi 3 sesi pertemuan. Ada empat (4) metode pelaksanaan yang dilakukan dalam pelatihan ini yaitu metode ceramah, metode brainstorming dan diskusi, metode demonstrasi dan metode pendampingan. Target khusus dalam pelatihan adalah peningkatan jumlah keikutsertaan para guru sebagai pemakalah dalam kegiatan seminar dan konferensi atau publikasi ilmiah baik di Koran, media massa ataupun jurnal. Dari hasil pelatihan diperoleh data bahwa dari 35 peserta, 1 peserta yang makalahnya sudah memenuhi standar penulisan artikel baik dalam Indonesia maupun bahasa Inggris, 5 peserta yang sudah mampu menulis namun masih banyak perbaikan, dan sisanya masih perlu banyak latihan yang intensif. Walaupun hasilnya tidak signifikan, namun antusias peserta dalam mengikuti kegiatan dan bimbingan sangat tinggi dilihat dari hasil evaluasi dengan nilai rata rata 37,68 dari nilai total 40. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan academic writing memberikan manfaat dan menambah kesadaran guru akan perlunya mengasah ketrampilan menulis.
Perencanaan Kawasan Ekowisata Melalui Pelatihan Pemanduan Wisata Dan Pengembangan Media Interpretasi Yustisia Kristiana; Rudy Pramono
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.806 KB)

Abstract

Pariwisata adalah salah satu sektor ekonomi yang potensial di Provinsi Banten. Pariwisata Banten memiliki banyak tempat wisata yang menarik dan berbasis alam. Tangerang Selatan adalah kawasan di Banten yang mengembangkan pariwisata dan salah satu daerahnya adalah Keranggan. Keranggan adalah kelurahan di Kecamatan Setu yang sedang mengembangkan ekowisata. Keranggan dilalui Sungai Cisadane yang akan dikembangkan aktivitas ekowisata. Selain itu di Keranggan terdapat home industry yang memproduksi makanan khas seperti kembang goyang, rengginang, opak singkong, keripik pisang, keripik singkong, dan masih banyak lagi. Mitra dalam kegiatan ini adalah kelompok masyarakat Keranggan di Kecamatan Setu, Tangerang Selatan. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu kurangnya masyarakat yang mampu memandu wisatawan saat berkunjung, jumlahnya baru satu orang. Jumlah ini masih tergolong sangat sedikit untuk melayani wisatawan. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan keterampilan tentang pemanduan wisata. Selain itu objek wisata di Keranggan juga belum dilengkapi dengan informasi sebagai media interpretasi pariwisata. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanduan wisata dan tersedianya media interpretasi di kawasan wisata Keranggan. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan metode ceramah, diskusi, praktik dan kunjungan lapangan. Luaran dari kegiatan ini adalah modul pemanduan wisata dan papan interpretasi. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah peningkatan tentang pengetahuan pemanduan wisata dan tersedianya media interpretasi.
Kecerdasan Emosional Sebagai Komplementer Kecerdasan Intelektual Dalam Menghadapi Era 'Disruptive Innovation' Pradipta Christy Pratiwi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.208 KB)

Abstract

Menghadapi era disruptive innovation, muncul kebutuhan untuk unggul secara global. Seperti disampaikan oleh Menteri Ristekdikti pada tahun 2018, tentang kebutuhan mengembangkan sumber daya manusia yang dapat bertahan di masa depan. Kenyataannya, berbagai masalah sosial masih saja terjadi, sehingga menghambat kesiapan yang diharapkan. Misalnya seperti menyontek, hingga masalah tawuran atau bullying. Uniknya, permasalahan tersebut bukanlah karena ketidakmampuan intelektual namun terkait kecerdasan emosional (emotional inteligence). Menanggapi permasalahan di atas, maka diadakan seminar dan pelatihan bagi sejumlah 128 siswa kelas X di SMA Permai Jakarta. Tujuannya, memberikan informasi dan melatih kecerdasan emosional siswa agar dapat bersosialisasi dan mengikuti kegiatan belajar secara efektif. Kegiatan dibagi dalam dua fase, yaitu fase seminar dan fase pelatihan. Fase seminar, dijelaskan kecerdasan emosional dan peranan komplementer dari kecerdasan intelektual (IQ), beserta aspek penting dari kecerdasan emosional. Fase pelatihan, peserta mempraktikkan keterampilan mengenali emosi, mengelola emosi, memotivasi diri dan membina relasi dengan orang lain. Teknik keterampilan yang dilatih meliputi jurnal harian, berbicara asertif, memberi pujian, temperatur emosi dan mendengar aktif. Metode penulisan yang digunakan yaitu analisis deskriptif terhadap proses berlangsungnya kegiatan dan evaluasi peserta. Hasil evaluasi menunjukkan aspek kecerdasan emosional (EI) yang paling mudah bagi siswa adalah mengenali emosi diri sendiri (31,6%), sedangkan yang paling sulit adalah mengelola emosi (35,8%). Teknik keterampilan yang paling banyak dipilih oleh peserta yaitu 44% temperatur emosi. Simpulannya adalah (1) siswa dapat menyadari aspek EI yang telah berkembang baik sekaligus aspek EI yang masih perlu dikembangkan; dan (2) siswa melatih teknik keterampilan yang telah diajarkan. Sarannya ialah perlunya kegiatan monitoring berkala dan follow-up.
Pelatihan Kewirausahaan Dan Pemasaran Usaha Kecil Menengah Pada Masyarakat Desa Kedung Dalem Selvi Esther Suwu
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.989 KB)

Abstract

Desa Kedung Dalem adalah nama sebuah daerah di kabupaten Tangerang, mata pencarian masyarakatnya adalah petani selain itu juga ada yang menjadi pedagang makanan dan usaha kecil lainnya. Masyarakat Desa Kedung Dalem bukan masyarakat yang makmur secara pendapatan, bahkan bisa dikategorikan sebagai masyarakat miskin. Dengan keadaan seperti inilah Habitat For Humanity bekerja sama dengan UPH (secara khusus FIP-UPH Prodi Pendidikan Ekonomi) mengadakan PKM di Desa Kedung Dalem. Masyarakat belum mengerti tentang arti sebenarnya dari membuat usaha kecil menengah, mereka hanya menitik beratkan usaha pada laba, pengetahuan tentang modal rendah yaitu mereka menganggap uang adalah segalanya yang dapat membuat usaha kecil menengah berhasil. Sebagai dosen FIP-UPH, penulis bertujuan memberikan edukasi pada masyarakat Kedung Dalem terutama yang mempunyai usaha dan tertarik untuk membuka usaha kecil menengah untuk lebih dapat mengembangkan lagi usahanya dan memberikan pelatihan pengetahuan mengenai kewirausahaan juga pemasaran. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbentuk workshop mengenai kewirausahaan dan pemasaran. Setelah mengadakan pelatihan tersebut hasil yang didapat oleh masyarakat Desa Kedung Dalem adalah tambahan ilmu mengenai Kewirausahaan dan pemasaran, menurut peserta pelatihan ini bermanfaat dan direspon secara baik, karena masyarakat Desa Kedung Dalem yang mengikuti pelatihan ini jadi lebih mengerti tentang berwirausaha, strategi modal usaha kecil menengah dan cara memasarkan produk. Secara umum penulis menyimpulkan bahwa masyarakat Desa Kedung Dalem masih perlu tindak lanjut untuk mengaplikasikan pengetahuan mereka walaupun mereka akhirnya mengerti mengenai arti membuka dan mempunyai usaha secara benar.
Pelatihan Dan Penyuluhan Untuk Meningkatkan Kompetensi Sdm Pada Bidang Pengelolaan Manajemen Perkantoran Pada Kantor Wali Nagari Malay V Suku Timur Yusnaena Yusnaena; Dedi Julianto; Syahrul Effendy; Erdasti Husni
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.326 KB)

Abstract

Kompetensi SDM menjadi prasyarat utama untuk meningkatkan kinerja sumber daya manusia yang kompeten sangat diperlukan Namun pada Kantor Walinagari V suku Timur terlihat karyawannya belum lagi memiliki kompetensi dalam (Pengelolaan Manajemen Perkantoran) sebagaimana yang dibutuhkan oleh tuntutan kerjanya sebagai karyawan pada institusi tersebut. Seperti contoh terlihat belum terlatihnya dalam bekerja seperti mengoperasikan komputer, mengarsipkan surat menyurat sebagaimana teori kearsipan yang baku, sehingga tatkala dibutuhkan sulit untuk menemukannya kembali begitu juga dengan proses pembuatan surat menyurat, terlihat karyawannya belum lagi mampu mengoperasikan komputer sehingga menganggu kinerja dengan lambatnya selesai tugas yang diberikan kepada mereka. Dan disamping itu terliht juga masalah pelayanan terhadap masyarakat yang sejogyannya masih menjadi keluhan bagi masyarakat di kenagariana tersebut.Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk menjadikan SDM yang yang dimiliki Kantor Wali nagari Malay V Suku Timur menjadi SDM yang memiliki kompetensi agar mampu bekerja sesuai dengan tuntutan pekerjaannya. Kegiatan ini akan diikuti oleh karyawan kantor wali Nagari V Suku Malay Timur sebanyak lebih kurang 15 orang. Target luaran yang ingin dicapai adalah target wajib berupa publikasi dijurnal Nasional yang ber ISSN,peningkatan kompetensi karyawannya dalam hal pengelolaan manajemen perkamtoran sehingga mampu memperbaiki kualitas karyawan dengan ilmu yang mereka dapatkan ini Metoda yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan pelatihan training dalam bidang manajemen perkantoran dan ilmu dibidang pelayanan.
Penyuluhan Parenting Melalui Program Talk-Show Di Radio Krishervina Rani Lidiawati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.315 KB)

Abstract

Peran orang tua dalam mendidik dan mengasuh bukan sesuatu yang alamiah terjadi begitu saja namun lebih merupakan sebuah proses belajar seumur hidup dan dibutuhkan kesadaran untuk belajar tentang cara mengasuh anak dengan baik. Kebutuhan akan informasi cara penanganan masalah pada anak ini membuat penulis berpikir cara penyebaran informasi ini bisa diterima masyarakat secara luas. Salah satu solusinya adalah melalui siaran radio. Radio merupakan sarana komunikasi untuk berbagi informasi yang bisa dijangkau oleh hampir semua kalangan. Program ini berupa talk-show di radio bertajuk Parenting With Heart (PWH) yang merupakan kerjasama dengan Yayasan Busur Emas (YBE). PWH ini dilakukan setiap hari Sabtu berdurasi satu jam dari pukul 07.00 sd 08.00. Talkshow ini menyajikan tema-tema praktis dalam menangani permasalahan anak sehingga dapat membantu orang tua menemukan informasi-informasi yang dibutuhkan dalam menghadapi permasalahan sehari-hari dalam mengasuh anak. Berikut adalah topik pada Januari hingga Juni 2018: dealing with delay, anakkku jatuh cinta, stop bullying at home, day care vs nanny care, screen time management, book vs gadget. Pada program ini, orangtua dapat berinteraksi baik melalui pesan singkat atau melalui telepon. Program ini merupakan bentuk sumbangsih kepada masyarakat kota dalam menjawab permasalahan anak dan penanganannya secara ilmiah, sehingga orang tua dapat menangani masalah anak bukan berdasarkan mitos yang beredar di masyarakat. Program ini telah berlangsung empat tahun dan mendapat respon yang positif dari orang tua. Pesan singkat dan telepon pada waktu siaran berlangsung berupa pertanyaan dari orang tua seputar permasalahan anak mereka merupakan bentuk antusiasme orangtua terhadap program ini. Antusiasme pendengar juga berupa berupa permintaan pemutaran kembali rekaman siaran berupa audio ataupun berbentuk tulisan sehingga mereka yang tidak sempat mendengar secara langsung dapat tetap mendapatkan informasinya. Dalam menanggapi respon ini YBE telah menyediakan rekaman siaran dan artikel di website YBE.

Page 6 of 138 | Total Record : 1378