cover
Contact Name
Dhimas Wicaksono
Contact Email
p3m@sttkd.ac.id
Phone
+6285729186991
Journal Mail Official
dhimas.wicaksono@sttkd.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.sttkd.ac.id/index.php/ts/Editorial_Team
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine
ISSN : 24601608     EISSN : 26223244     DOI : https://doi.org/10.56521/teknika.v8i1
Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan. Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine pertama kali terbit pada tahun 2014. Jurnal ini sempat vakum pada tahun 2019, kemudian aktif kembali mulai volume 1 tahun 2020 dan akan terbit 2 volume setiap tahunnya yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Articles 190 Documents
PENGUJIAN KARAKTERISTIK UJI IMPACT MATERIAL KOMPOSIT MATRIKS RESIN POLYESTER CAMPUR SERAT PISANG DAN PASIR BESI DENGAN VARIASI BERAT Agrippina Fa'iz; Fery Setiawan; Edi Sofyan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 2 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i2.656

Abstract

The development of composite materials is increasingly rapid to obtain alternative materials that meet the criteria, namely the material is strong, light, cheap and easy to obtain. In this study, banana fiber and iron sand were chosen because of their abundance in Indonesia, so they are easy to obtain. The specimens were made using the hand layup method with woven fiber grooves, polyester resin was used as a specimen matrix, specimen testing used charpy impact testing to determine strength, hardness, and ductility. The purpose of the study was to find out the best composition of the variations of the specimens made. experimental method was used with a ratio of four weight variations (0%, 20%, 30%, 40%). In specimens with a weight fraction of 0% the value of absorption energy (0.961 J/mm2) and impact values ​​(0.0080 J/mm2), the highest value for the 10% weight fraction was sample A (0.0043 J/mm2) and the highest value was in sample A (0.0043 J/mm2). The lowest value was in the B fraction (0.004 J/mm2), the 20% weight fraction specimen, the highest value was in the B sample (0.0033 J/mm2) and the lowest value was in the A and C samples (0.0025 J/mm2), the heavy fraction specimen 30% of the highest value is in sample B (0.0025 J/mm2) and the lowest value is in samples A and C (0.0019 J/mm2), of the four weight variations the highest value of impact testing results is 10% fiber volume with a value of 0 .0043 J/mm2 and the lowest value is 100% fiber volume with a value of 0.0012 J/mm2
PENGUJIAN TARIK KOMPOSIT SPESIMEN CAMPURAN SERAT PISANG ALUR DIAGONAL DAN PASIR BESI DENGAN MATRIK RESIN POLYESTER DENGAN METODE HAND LAY-UP Nicolaus Ardi Kurniawan; Ferry Setiawan; Edi Sofyan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 2 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i2.657

Abstract

Composite is a material formed from a combination of two or more constituent materials through an inhomogeneous mixture, where the mechanical properties of each constituent material are different. Composite materials generally consist of two elements, namely fiber as a filler material and a matrix as a fiber binding material which is formed on a macroscopic scale and physically fused. The word composite is an adjective which means an arrangement or combination. This research was designed with several composite materials using banana midrib fiber reinforcement, iron sand, and polyester resin as the matrix with the hand lay up method. This research can be a reference for the manufacture of structures on the cross section of unmanned aircraft, ships, brake linings. Experimental method is the method used in this study by making a composite from a mixture of banana fiber and iron sand which aims to determine the characteristics of the best specimens from the variety of specimens that have been made. By performing a tensile test on four specimens (empty, low, medium, hight) with four variations of the matrix 100%, 80/10/10, 70/15/15, 60/20/20, the lowest stress value was obtained in the specimen. high (9,905) and the highest in the low specimen (45,267), for the lowest strain value in the low specimen (0,4) and the highest in the empty specimen kosong (2), for the lowest elastic modulus value in the high B specimen (11,005) and the highest in the low specimen. (301,272).
ANALISIS MATERIAL ALUMINIUM ALLOY TERHADAP LAJU KOROSI YANG DI SEBABKAN OLEH UDARA LAUT PADA STRUKTUR LEADING EDGE PESAWAT Muhammad Nur Abid Fakhri Fakhri; Heru Susanto; Muhammad Luqman Bukhori
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 2 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i2.664

Abstract

Corrosion is a property of a material that causes the material to lose its weight and strength where this corrosion property factor can occur because it is caused by environmental conditions that result in the effect of corrosion on the material. In the world of aviation, corrosion is a matter of great concern to aircraft technicians because if you ignore this corrosion, it will greatly disrupt the activities of the aircraft. And on the plane most use aluminum alloy material, especially on the leading edge the material is made of aluminum alloy. To find out the corrosion that occurs on the aircraft, we can do material testing such as micro photo testing and weight loss in order to see how fast the corrosion rate is on the aluminum material. Therefore, in order to slow down the corrosion rate on the aluminum alloy material, a coating using a mixed inhibitor layer, namely potassium chromate and sodium chromate, will be carried out to slow down the corrosion rate that occurs.
PENGARUH SIFAT MEKANIS SERAT PANDAN DAN PELAPISAN CARBON CLOTH PADA KOMPOSIT POLYPROPYLENE Muhamad Kusnanto; Sehono; Ikbal Rizki Putra
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 2 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i2.669

Abstract

Plastik saat ini telah menjadi kebutuhan yang sangat sulit di pisahkan dalam kehidupan sehari-hari manusia, Seiring dengan berjalannya waktu tingkat penggunakan plastik di masyarakat semakin bertambah sehingga limbah plastik yang di hasilkan semakin meningkat. Salah satu teknik daur ulang yang dapat diterapkan dalam meminimalisir tersebarnya sampah polypropylene yaitu dengan membuat komposit. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan komposit dari polypropylene daur ulang, untuk selanjutnya dikombinasikan dengan serat pandan dan pelapisan karbon cloth. Setelah itu dilakukan pengujian tarik untuk mengetahui sifat mekanis dan makro untuk mengetahui struktur dari spesimen. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental, dimana ketika limbah polypropylene sudah dilunakan menggunakan heat gun kemudian menata serat pandan dan carbon cloth, maka dilakukan penekanan menggunakan logam aluminium agar polypropylene dapat padat. Kemudian untuk dimensi dari pembuatannya sesuai ASTM D 638. Dari hasil pengujian tarik untuk ASTM D638, untuk spesimen variasi acak mempunya rata-rata kekuatan Tarik sebesar 10.47 MPa sedangkan spesimen variasi 90° memiliki rata-rata kekuatan Tarik 8.86 MPa dan untuk Pengujian tarik pada spesimen variasi 0° memiliki rata-rata kekuatan Tarik sebesar 14.43 MPa. Dengan demikian komposite polypropylene dengan variasi 0° memiliki kekuatan Tarik tertinggi sedangkan terendah terdapat pada komposite polypropylene dengan variasi 90°.
EKSPERIMEN KEKUATAN MATERIAL KOMPOSIT DENGAN MATRIX POLYPROPYLENE VARIASI SERAT DAUN NANAS Ikhsanul Madani; Dhimas Wicaksono; Sehono
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 2 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i2.672

Abstract

Komposit merupakan campuran dua atau lebih dari bahan yang berbeda menjadi satu. Matriks dan penguat sebagai penyusun dasar pembuatan komposit. Komposit ini memadukan antara polypropylene dengan serat daun nanas, yaitu polypropylene sebagai matriks dan serat daun nanas sebagai penguat. Selanjutnya untuk matriks bisa dibagi menjadi 2 jenis yaitu termoset dan termoplastik. Untuk termoset yaitu jenis matriks yang apabila diberikan perlakuan panas akan mengalami gosong dan tidak meleleh. Sedangkan untuk jenis termoplastik akan meleleh jika diberikan perlakuan panas. Polypropylene sendiri termasuk dalam kategori termoplastik. Saat ini persebaran sampah plastik seperti polypropylene semakin banyak sehingga perlu adanya tindakan agar tidak mencemari lingkungan dengan cara mengubah polypropylene menjadi matriks pada komposit.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik material komposit dari polypropylene dengan serat daun nanas menggunakan uji impak, serta mengetahui struktur dari pada komposit dengan uji makro. Metode yang dilakukan dalam pembuatan komposit ini yaitu eksperimen dimana peneliti membuat komposit dengan memadukan antara polypropylene dan serat daun nanas menjadi komposit. Pembuatan komposit ini menggunakan ukuran ASTM D6110-10 dengan panjang 5.5 cm, lebar 1 cm, tinggi 1 cm. Hasil pengujian terbaik setiap variasi yaitu pertama dari variasi acak terdapat pada spesimen 3 menghasilkan nilai energy sebesar 9.652 J dan harga impak sebesar 0.084 J/mm². Untuk variasi horizontal terpadat pada spesimen 3 dengan nilai energy mencapai 7.5 J dan harga impak sebesar 0.060 J/mm². Selanjutnya variasi vertikal pada spesimen 1 dengan nilai energy mencapai 5.172 J dan harga impak dengan nilai 0.055 J/mm².
KAJIAN EXPERIMEN KEKUATAN IMPACT MATERIAL KOMPOSIT SERAT SABUT KELAPA DAN PASIR BESI DENGAN SUSUNAN SERAT ACAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAND LAY UP UNTUK IMPLEMENTASI PADA KAMPAS REM Adib Abyan; Reo Yudhono; Arfie Armelia Arissonia
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 2 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i2.673

Abstract

Natural composite (komposit natural) sangat dikembangkan pada saat ini sebagai bahan material, penggunaan komposit diminati karena biayanya yang relative murah, ramah lingkungan, dan bahannya tersedia dialam,pada penelitian ini serat kelapa digunakan sebagai bahan komposit, pemiihan serat kelapa dalam penelitian ini dikarenakan tanaman kelapa keberadaannya melimpah di Indonesia, dan pemanfaatan serat kelapa masih terbatas, seingga serat kelapa dapat menjadi potensi sebagai bahan komposit. Spesimen komposit dibuat dengan metode hand lay up, pengujian spesimen yang digunakan untuk mengetahui karakteristik material yaitu pengujian impact dan photo micro. Penelitian in dibuat untuk mengetahui karakterisik sifat mekanik material komposit serat kelapa dengan campuran pasir besi dan resin epoxy dan menggunakan variasi berat spesimen sebagai pembandingnya. Metode dalam penelitian ini yaitu eksperimental pembuatan spesimen dengan tiga variasi serat 25%, 35%, dan 45%. Pada spesimen fraksi berat 25% nilai rata rata impact 0,002 (kg/mm2) dan energi serap 0,250 kg/m, spesimen fraksi berat 35% memiliki rata-rata nilai impact 0,006 (kg/mm2) dan energi serap 0,755 kg/m, spesimen fraksi berat 45% rata-rata nilai impact 0,015 (kg/mm2) dan energi serap 1,779 kg/m, dari ketiga variasi pengujian impact yang memiliki nilai terbesar spesimen fraksi berat 45% dengan nilai 0,0148 (k/mm2) dan nilai terendah spesimen fraksi berat 25% dengan nilai 0,001 (kg/mm2).
ANALISIS WINDSHIELD PESAWAT BOEING 737-NG TERHADAP KEGAGALAN DENGAN MENGGUNAKAN FAILURE MODE EFFECT AND ANALYSIS DAN WEIBULL Salsabila Syahla Dwi Setiowulandari; Salnabila Syahla Dwi Setiowulandari; Haris Ardianto; Hery Setiawan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 2 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i2.674

Abstract

Windshields memiliki faktor yang dapat terjadi kerusakan maupun kegagalan yang mengakibatkan heating system failure dan dapat mempengaruhi dalam penglihatan pilot dari kaca depan (windshields) saat mengoperasikan kontrol pesawat di udara dan apabila terjadi kerusakan maka akan mengakibatkan kejadian yang fatal. Sehingga dapat dilakukan untuk mengetahui identifikasi dari terjadinya potensi risiko kegagalan serta dalam keandalan pada windshields. Metode penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif yang menggunakan FMEA yang bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi mode kegagalan pada komponen windshields. dan analisis kuantitatif dilakukan dengan perhitungan reliability mengggunakan distribusi weibull yang bertujuan untuk mengetahui batas lifetime critical pada komponen windshieds pesawat Boeing 737-NG. Hasil peneltian ini menggunakan analisis kualitatif menggunakan FMEA berupa nilai RPN dengan hasil yang dapat mengidentifikasi kegagalan pada windshields sehingga dapat melakukan perawatan pada kegagalan tersebut. Dan hasil dari analisis kuantitatif menggunakan perhitungan reliability dengan distribusi weibull dimana dari nilai batas waktu operasional sehingga komponen mengalami masa kritis sehingga mencapai waktu operasional yaitu 8400 jam dengan hasil nilai reliability 71%, dan pada hasil dari nilai failure rate yaitu 0,000109049 menunjukkan pada kondisi ini yang berada wear-out zone yang mana kegagalan tersebut masih terus menerus meningkat seiring bertambahnya waktu sehinggga pada titik puncak (peak) ini menandakan sebagai batas potensial failure dengan functional failure pada komponen windshield. Setelah mengetahui batas masa kritis pada komponen windshields sehingga dapat melakukan perencanaan preventive maintenance pada komponen windshields sebelum terjadi kegagalan pada windshields.
ANALYSIS OF THE COMPOSITE PROPERTIES OF RAMP/LYCAL FIBER VARIATION OF LAYER 1, 2, AND 3 FIBER ON STRUCTURAL MATERIALS OF LSU AIRCRAFT Wahyuni Fajar Arum; Khairully Nisa Ismulia
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 2 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i2.684

Abstract

Composite material is a combination of two or more materials that produce new properties of the material. This test will be developed for composite reinforcing fibers by using a type of natural fiber that is ramie fiber. This research aims to determine the characteristics of the mechanical properties of the material by density and pressure tests. Density testing aims to determine the value of mass in water, mass in air and density of material. Compressive testing aims to obtain mechanical values, especially the strength and resistance of composite materials to compressive loads. Experiments to be carried out are the manufacture of ramie fiber reinforced composites with 1, 2 and 3 fiber layer variations using the Lycal matrix using the Hand Lay Up method by placing the fiber in a mold and then smearing it with resin. Density testing is performed using a Gravity Meter Balance Densimeter and compressive testing using Universal Testing Mechine (UTM). Based on the results of density testing and compressive testing, ramie fiber composites are lightweight and ductility. In accordance with the nature of the material required on the aircraft that is light and strong, the ramie fiber composite which has lighter properties is a variation of layer 3 fiber with a density value of 0.8504 g/cm3, a composite which has a higher ductility is a variation of layer 2 fiber with strain value 1,849%, and composites which have lower stiffness properties are composites of layer 1 variation with elastic modulus value of 6776.84 MPa. Keywords : Hand Lay Up, Composites, Ramie
PENGARUH FRAKSI SERBUK KAYU JATI TERHADAP KEKUATAN KOMPOSIT PARTIKEL DENGAN PENGUJIAN IMPACT Rahmat Dwi Handoko; Ferry Setiawan; Sehono
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 2 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i2.738

Abstract

Komposit dapat tersusun dari 2 jenis material yang berbeda untuk dijadikan suatu material baru dengan sifat mekanis yang baru. Komposit dapat tersusun dari penguat dan matriks, penguat dapat berbentuk partikel ataupun serat. Penguat memiliki peran penting sebagai penyusun struktur utama dalam spesimen komposit. Pada daerah Sukoharjo, Jawa Tengah terdapat banyak kayu jati yang digunakan untuk pembuatan furniture, dimana akibat dari industri pembuatan furniture tersebut terdapat limbah berupa serbuk kayu jati. Untuk meningkatkan nilai guna dari serbuk kayu jati maka dapat dibuat sebagai penguat dari komposit. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan komposit partikel yang berasal dari limbah serbuk kayu jati. Untuk variasi dilakukan dengan perlakukan heat treatment dan tanpa heat treatment. Selanjutnya melakukan perbedaan fraksi volume untuk dilakukan pengujian impact.Dari hasil pengujian impact dari masing-masing perlakukan memiliki pola yang sama terkait fraksi volume. Pada perlakukan heat treatment dengan fraksi 20:80 memiliki nilai 5.27 J dan harga impact 0.06 J/mm2 sedangkan tanpa perlakukan heat treatment dengan nilai energi yang dapat diserap 4.3 J dan harga impact 0.05 J/mm2. Sehingga dengan melakukan heat treatment pada serbuk kayu jati dapat menaikkan nilai energi yang dapat diserap.
KOMPOSIT SERAT GELAS DENGAN PENAMBAHAN FILLER MGO TERHADAP KETAHANAN BAKAR DAN KEKUATAN BENDING Sahid Bayu Setiajit; Sriyanto; Riza Arif Pratama; Indra Permana; Muhammad Ikhsan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 2 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i2.766

Abstract

Penggunaan material komposit mulai banyak dikembangkan di dunia industri manufaktur. Komposit adalah material yang ringan dan banyak mendapat perhatian para peneliti bidang material. Penggunaan plastik dan komposit pada industri otomotif mengalami peningkatan dari sisi jenis material dan komponen – komponen yang dibuat. Pemilihan material polimer komposit untuk kebutuhan otomotif sangat bervariasi tergantung pada tujuan pemilihan material. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan material. Material polimer yang sering digunakan sebagai bahan baku komponen kendaraan adalah unsaturated polyester (UP). Pengujian yang dilakukan adalah pengujian bakar dan bending. Hasil yang diperoleh dari pengujian bending adalah kandungan MgO 5% yaitu 129,31 Mpa. Pengujian bakar yang diperoleh adalah 15,38 mm/min dengan variasi penambahan filler 25% dari fraksi berat. Pengaruh penambahan filler pada pengujian bakar dan kekuatan bending berpengaruh seiring filler ditambah sebanyak dengan kelipatan 5%.