cover
Contact Name
Dhimas Wicaksono
Contact Email
p3m@sttkd.ac.id
Phone
+6285729186991
Journal Mail Official
dhimas.wicaksono@sttkd.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.sttkd.ac.id/index.php/ts/Editorial_Team
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine
ISSN : 24601608     EISSN : 26223244     DOI : https://doi.org/10.56521/teknika.v8i1
Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan. Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine pertama kali terbit pada tahun 2014. Jurnal ini sempat vakum pada tahun 2019, kemudian aktif kembali mulai volume 1 tahun 2020 dan akan terbit 2 volume setiap tahunnya yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Articles 187 Documents
ANALISIS KEKUATAN TARIK DAN BENDING DARI KOMPOSIT SERAT PELEPAH PISANG MENGGUNAKAN METODE HAND LAY UP DENGAN VARIASI PERBANDINGAN BERAT Ivanda Zakaria Reynaldi; Sehono Sehono; Ikbal Rizki Putra
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.572 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.600

Abstract

Komposit adalah penggabungan dari 2 macam material berbeda yaitu matriks dan penguat/serat. Keunggulan komposit salah satunya adalah memiliki sifat tahan terhadap korosi dan biaya pembuatan komposit bisa dikatakan lebih murah dibandingkan dengan pembuatan material lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kekuatan pengujian tarik dan bending dari komposit serat pelepah pisang dengan variasi perbandingan berat serat yaitu 30%, 50%, 70%. Penelitian ini dilakukan menggunakan penguat/serat pelepah pisang dengan arah serat lurus/continuous dan menggunakan 3 lapisan serat, matriks yang digunakan adalah resin polyester. Spesimen komposit yang dibuat mengacu pada ASTM D638-I untuk pengujian tarik dan ASTM D790 untuk pengujian Bending. Pengujian dilakukan sebanyak 3 kali pada setiap variasi penelitian. Hasil penelitian pada pengujian tarik menunjukkan bahwa komposit serat pelepah pisang dengan variasi volume serat 70% memiliki rata – rata nilai kekuatan tarik paling tinggi terhadap variasi volume serat lainnya, yaitu sebesar 25,10 MPa. Terjadi kenaikan kekuatan tarik pada setiap penambahan variasi volume serat, sedangkan untuk hasil pengujian bending menunjukkan bahwa variasi volume serat 30% memiliki nilai kekuatan bending paling tinggi yaitu sebesar 43,75 MPa. Seiring bertambahnya variasi volume serat kekuatan bending juga ikut menurun.
PENGUJIAN TEMPERATUR ESC MENGGUNAKAN PENDINGIN PELTIER TECI-12706 DENGAN METODE EKSPERIMEN Safius Zuhri; Erwan Eko Prasetiyo; Erwin Irmawan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.659 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.615

Abstract

Motor listrik pada era modern seperti ini sudah banyak dikembangkan untuk berbagai macam kendaraan, baik kendaraan untuk di darat, laut, maupun udara. Hal ini juga dilakukan sebagai upaya untuk penghematan energi agar lebih efektif dan ramah lingkungan. Dengan teknologi seperti ini transportasi yang berkembang dapat menjangkau tempat ataupun wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Contohnya seperti UAV, dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan pesawat komersial, UAV dapat lebih mudah menjangkau daerah terpencil. Saat ini UAV juga sudah mulai di kembangkan dari yang menggunakan sistem propulsi tidak elektrik menjadi elektrik. Untuk sistem propulsi elektrik ini membutuhkan sebuah ESC (Electronic Speed Controller), ESC berperan penting dalam mengatur putaran pada BLDC (Brushless DC) motor. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan pengujian temperatur pada ESC dan kemudian ditambahkan pendingin peltier untuk melihat perubahan pada RPM, temperatur dan gaya dorong yang dihasilkan. Metode yang digunakan pada pengujian ini adalah metode eksperimen. Pengujian ini menggunakan ESC 300A, kemudian menggunakan termometer untuk pembacaan suhunya. Pada pengujian ini data yang diambil yaitu RPM, thrust, dan temperatur. Data tersebut kemudian dioleh menggunakan excel kemudian dianalisis. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa pada tegangan 25V pada ESC yang belum ditambahkan pendingin menghasilkan temperatur 38,2°C pada RPM maksimal yaitu 3.200 dan gaya angkat yang di hasilkan sebesar 10,8kgf. Kemudian pada tegangan yang sama ESC ditambah pendingin menghasilkan data temperatur 33,1°C. Pada ESC berpendingin ini, RPM maksimal yang dihasilkan lebih tinggi yaitu sebesar 3.300 RPM dibandingkan dengan ESC yang tidak menggunakan pendingin. Kenaikan RPM ini juga dapat menghasilkan gaya angkat yang lebih besar yaitu sebesar 11kgf.
EKSPERIMEN HEAT TRANSFER PADA MINICHANNEL MENGGUNAKAN VORTEX GENERATOR PADA BATERAI PESAWAT LISTRIK Gaguk Marausna; Farid Jayadi; E L Sitepu
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.122 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.616

Abstract

Salah satu industri yang menjadi sorotan adalah industri penerbangan karena dampak bencana pada lingkungan dan kesehatan manusia dengan penggunaan bahan bakar fosil, dan emisi. Pertumbuhan industri penerbangan, baik dalam hal transportasi penumpang dan kargo di industri, telah memperdalam kekhawatiran ini karena pertumbuhan permintaan ini menyiratkan lebih banyak konsumsi bahan bakar. Kunci utama untuk nilai baterai pesawat adalah untuk memberikan daya yang reliabilitasnya bagus dan aman secara sertifikasi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental. Sedangkan jenis penelitian ini menggunakan protoype baterai pesawat listrik dengan fluida kerja Air dan Etilen Glikol 50%, dialirkan oleh pompa dari tank 1 ke arah minichannel temperaturnya 20-25 °C, baterai temperaturnya 70-80 °C, fluida kerja dari minichannel akan dialirkan ke tank 2 debit 0,006-0,007 m3/s. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah penggunaan fluida kerja Etilen Glikol 50% lebih baik daripada Air dari segi pressure drop dikarenakan faktor densitas. Sedangkan untuk, Reynolds Number, Nusselt Number, Heat Transfer Convection yang didapatkan fluida kerja Air lebih baik dibandingkan dengan Etilen Glikol 50% dikarenakan faktor specific heat capacity dan kecepatan aliran fluida kerja.
ANALISIS KEKUATAN TARIK DAN BENDING KOMPOSIT SERAT PELEPAH PISANG Gaguk Eko Gati Warsono; Sehono Sehono; Ikbal Rizki Putra
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.046 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.617

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, khususnya serat alam. Pisang merupakan pohon yang memiliki jenis terna atau pohon batang yang lunak dan tidak berkayu, seiring berjalannya waktu banyak sekali inovasi yang dilakukan dalam bidang material serat alam yang dijadikan sebagai bahan penguat komposit, serat pelepah pisang merupakan salah satu bahan alternatif yang dapat digunakan sebagai penguat pada pembuatan komposit, tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi fraksi volume serat pelepah pisang terhadap kuat tarik dan bending dengan resin epoxy sebagai matrik. Komposit ini dibuat dengan perendaman NaOH sebesar 5% pada serat selama 24 jam, menggunakan teknik hand lay up dengan variasi fraksi volume serat pelepah pisang 30%, 50%, dan 70%, sedangkan resin epoxynya 70%, 50%, dan 30% dengan orientasi arah serat 0°dan 90°sebanyak 2 layer/lapisan, specimen komposit dipotong sesuai dengan standar Astm D638-1 untuk uji Tarik dan Astm D790 untuk uji bending. Hasil penelitian uji tarik didapatkan bahwa nilai rata -rata tertinggi yield strength 8,62 Mpa dengan fraksi volume serat 30% dan nilai rata- rata tensile strength tertinggi 23,86 Mpa dengan fraksi volume serat 50% dan hasil penelitian untuk uji bending didapatkan bahwa nilai rata- rata tegangan bending tertinggi 64,32 Mpa dengan fraksi volume serat 70%.
THE EFFECT OF PRESS MEDIA FROM CERAMIC AND METAL MATERIALS ON THE TENSILE STRENGTH OF RECYCLED POLYPROPYLENE FOR THE DEVELOPMENT OF COMPOSITE MATRIX MATERIALS Haris Ardianto; Hery Setiawan; Sehono Sehono; Maruli Tua Pranata
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.508 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.619

Abstract

Composites generally consist of fiber (filler) and resin (matrix). Resin from recycled polypropylene (plastic) polymer was chosen because it has superior properties compared to other types. The manufacturing process with a hot air melting temperature (heat gun) of 300oC was chosen with two variations of press media, namely metal and ceramic, to compare the mechanical properties of tensile strength. Specimens were shaped according to the ASTM D638 standard. The results showed that the recycled polypropylene with ceramic press media had an average tensile stress of 15.05 MPa, which was higher than that of compressed metal media of 13.06 MPa.
ANALISIS WAKTU PELAPISAN NIKEL PADA ALUMINIUM ALLOY 2024 TERHADAP UJI KEKERASAN VICKERS DENGAN MENGGUNAKAN PROSES ELEKTROPLATING Reza Setiawan; Sehono Sehono; Ferry Setiawan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.983 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.620

Abstract

Elektroplating adalah metode finisihing yang digunakan untuk menaikkan sifat dan tampilan dari logam, hal ini dikarenakan logam utama akan dilapisi oleh ion-ion logam jenis lain. Dengan adanya proses elektroplating dapat memberikan sebuah metode yang relatif mudah dan murah untuk menaikkan sifat dan tampilan dari logam. Prinsip dasar dari elektroplating adalah logam yang ada dibagian katoda akan melepaskan ion-ion untuk selanjutnya menempel pada logam yang dihubungkan dengan anoda. Proses ini akan berjalan secara terus menerus sampai dengan arus listrik yang dialirkan dimatikan. Pada penelitian ini dilakukan proses elektroplating dengan menggunakan aluminium 2024 sebagai logam utama dan nikel seabagai logam pelapis. Variasi dari waktu yang digunakan pada proses elektroplating adalah 20 menit, 30 menit, dan 40 menit. Setelah dilakukan proses elektroplating maka selanjutnya aluminium dilakukan uji kekerasan untuk mengetahui dampak dari variasi waktu proses elektroplating. Dari hasil pengujian kekerasan menggunakan metode Hardness Vickers maka spesimen dengan nilai tertinggi terdapat pada variasi waktu 20 menit dengan nilai 328,11 kgf/mm, sedangkan yang paling rendah terdapat pada variasi 40 menit dengan nilai 140.445 kgf/mm. Dari hasil foto mikro juga menunjukkan bekas indentor pada variasi 40 menit memiliki lubang terbesar sedangkan pada waktu 20 menit yang paling kecil. Sehingga semakin lama dari proses elektroplating akan menurunkan nilai kekerasan dari aluminium alloy 2024 yang dilapisi dengan nikel.
DAC MIKROKONTROLER ARDUINO MENGGUNAKAN RANGKAIAN EMITTER FOLLOWER (EF) TRANSISTOR PNP Agus Nurcahyo; Heru Susanto
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.638

Abstract

Sinyal analog berupa tegangan antara 0 – 5V tidak dapat dihasilkan oleh mikrokontroler arduino, sehingga diperlukan rangkaian eksternal untuk menghasilkan sinyal tersebut. Rangkaian eksternal Emitter Follower (EF) mengunakan transistor PNP dapat digunakan untuk mengubah sinyal PWM dengan lebar pulsa tertentu ke dalam sinyal tegangan listrik, sehingga konversi digital ke analog (DAC) di mikrokontroler arduino memungkinkan dilakukan.Penelitian menggunakan metode eksperimen. Pin out 6 mikrokontroler arduino nano di fungsikan sebagai Pulse Wide Modulation (PWM) dengan frekuensi 1000 Hz dan terhubung ke rangkaian EF. Perintah numerik lebar pulsa (duty cycle) tertentu dari sinyal PWM di mikrokontroler arduino akan dilakukan konversi dirangkaian EF untuk menghasilkan keluaran (output) sinyal analog berupa tegangan listrik. Hasil dari penelitian ini, dengan mengubah lebar pulsa PWM dari 0 - 100% di pin out 6 mikrokontroler arduino dapat mengubah tegangan output rangkaian EF dari 0,68 - 5V. output dari rangkaian tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sinyal tegangan referensi.
PENGARUH SUHU TERHADAP LAJU KOROSI KOMPONEN LOGAM PADA BAGIAN FUSELAGE PESAWAT MD-80 Noviana Utami; Rochmadi Rochmadi
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.646

Abstract

Pesawat merupakan moda transportasi efektif dan efisien bagi Indonesia sebagai Negara Kepulauan. Keselamatan penerbangan berupa kelayakan pesawat menjadi salah satu faktor utama. Komponen logam pada bagian fuselage menjadi perhatian utama karena berhubungan langsung dengan lingkungan. Faktor lingkungan, seperti suhu dapat mempengaruhi laju korosi komponen logam yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kelayakan pesawat. Variasi suhu terbagi menjadi 4, yaitu , , , dan dengan kondisi lingkungan pH tetap, yaitu 3,4 dalam rentang waktu 12 jam. Kehilangan berat komponen logam terhadap suhu lingkungan menjadi perhatian. Laju korosi komponen logam pada bagian fuselage pesawat MD-80 terhadap variasi suhu dalam rentang waktu 12 jam menunjukkan nilai laju korosi yang tidak signifikan. Hal ini mungkin disebabkan karena dalam rentang waktu tersebut proses korosi masih berjalan, namun namun tidak menutup kemungkinan sudah terjadi korosi.
ANALISIS PENGARUH WAKTU PELAPISAN NIKEL PADA MATERIAL ALUMINIUM SERI 2024 TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN DENGAN METODE ELEKTROPLATING Galang Anugrah Pratama Galang; Sehono; Ferry Setiawan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 2 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i2.606

Abstract

At this time the use of aluminum is already applied in the fields of industry, otomototif, and health. The use of aluminum cannot be separated from the good corrosion-resistant properties and has relatively good mechanical strength. In addition, aluminum is also easy to carry out the fabrication process. Such properties of aluminum can be applied to the manufacture of parts on aircraft. One type of aluminum that is widely used in aircraft is aluminum alloy 2024. To make the aluminum material better, one of the methods that can be used to make the aluminum material better is electroplating. The electroplating process is the transfer of the coating metal ions to the metal to be coated. The working principle of electroplating is that the anode will conduct ions to the cathode. In this study, an electroplating process was carried out by coating aluminum 2024 using nickel. The variations used in this study are the electroplating process time on the material, while the variations used are 20 minutes, 30 minutes, and 40 minutes. After the electroplating process is carried out, it then performs tensile and hardness testing on the material. From the results of tensile testing, for variations of aluminum without an electroplating process, it is the highest, as for the tensile strength value, which is 482.65 MPa. While in materials with the longest electroplating process (40 minutes) the tensile strength is 410,408 MPa. The hardness test also shows that the longer the electroplating process will reduce the hardness value
EKSPERIMEN UJI TARIK KOMPOSIT SERAT JERAMI PADI DAN ECENG GONDOK DENGAN FRAKSI VOLUME BERAT DAN ARAH SERAT ACAK Rizky Dwi Nugroho; Muhammad Fa’iz Alfatih; Sabri Alimi
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 2 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i2.607

Abstract

Jerami padi adalah sisa hasil tanaman padi yang sudah selesai di panen. Eceng gondok adalah tanaman air yang memiliki pertumbuhan sangat cepat sehingga memiliki dampak negative bagi lingkungan. Komposit adalah material yang dibentuk dari perpaduan antara 2 bahan atau lebih untuk menghasilkan suatu material baru. penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fraksi volume berat 10%, 15%, 20% dan arah serat acak terhadap uji tarik material komposit serat jerami padi dan serat eceng gondok. Metode yang digunakan adalah metode hand lay-up dengan fraksi volume berat dan arah serat acak. Pengujian tarik dilakukan menggunakan ASTM D638 menggunakan resin polyester. Hasil yang di peroleh dari penelitian ini sebagai berikut tegangan tarik yang paling tinggi adalah pada volume serat 20% yaitu 5,762 MPa, untuk regangan yang paling tinggi adalah pada volume 10% yaitu 0,07936, dan modulus elastisitas paling tinggi adalah pada volume 20% yaitu 1403,7 MPa.

Page 11 of 19 | Total Record : 187