Articles
109 Documents
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kejadian Sibling Rivalry pada Anak Usia 3-6 Tahun: Studi Literatur
Damayanti, Fransiska Erna;
Kusumawati, Diana;
Efendi, Achmad;
Wiryanti, Ni Ketut Ledi
Nursing Information Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/nij.v2i1.220
Pendahuluan: Suatu perasaan cemburu dan kebencian yang biasanya dialami oleh seorang anak terhadap kelahiran atau kehadiran saudara kandungnya, hal ini dapat menyebabkan permasalahan manakala sikap bermusuhan terus berjalan, mendalam dan akan membahayakan anak karena dapat menimbulkan perilaku harga diri rendah. Pemilihan pola asuh yang tepat dan penerimaan terhadap segala kekurangan anak akan berdampak pada pertumbuhan dan berkembang menjadi pribadi yang baik, dan dapat mencegah terjadinya reaksi sibling rivalry pada anak. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui keterkaitan pola asuh orang tua dengan kejadian sibling rivalry pada anak usia 3-6 tahun. Metode: Dalam penelitian ini menggunakan Literature Review atau penelitian kepustakaan, dengan teknik sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Database yang digunakan dalam pembuatan literature review ini adalah Google Scholar, Portal Garuda. Total jurnal yang diperoleh yaitu 5248 artikel berbahasa Indonesia dengan judul sibling rivalry pada anak, kemudian dilakukan penyaringan dengan kriteria inklusi dan eksklusi terkait pola asuh orang tua dan kejadian sibling rivalry pada anak usia 3-6 tahun, artikel yang diidentifikasi dan dipublikasikan dari tahun 2018-2022, dari 24 artikel, terdapat 7 artikel memenuhi syarat review. Hasil: Terdapat 7 artikel yang mengatakan menerapkan pola asuh demokratis, otoriter, dan permisif kemudian terdapat 7 artikel jurnal yang menunjukkan adanya sibling rivalry. Berdasarkan hasil literatur review terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kejadian sibling rivalry pada anak usia 3-6 tahun Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kejadian sibling rivalry pada anak usia 3-6 tahun.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga dengan Motivasi Menjalankan Diet Diabetes Melitus dan Tingkat Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus
Damayanti, Fransiska Erna;
Rahmawan, Fajri Andi;
Yudari, Ni Luh Ayu Laksmi
Nursing Information Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/nij.v2i2.316
Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) adalah salah satu penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan dan memiliki dampak yang serius bagi penderitanya, salah satu upaya yang dapat dilakukan supaya penderita DM tetap dapat hidup dengan sehat adalah melalui diet DM. Dukungan keluarga merupakan satu faktor penting seseorang dengan DM memiliki motivasi yang kuat untuk dapat menjalankan diet DM. tujuan penelitian ini adalah mengetahui dukungan keluarga dengan motivasi menjalankan diet dikaitkan dengan tingkat kadar gula darahnya Metode: penelitian ini merupakan survei analitik melalui pendekatan cross sectional pada 76 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Treatment Self-Regulation Questionnaire (TSRQ) dan Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS). Hasil: Analisa data yang digunakan yaitu uji korelasi rank spearman dengan menggunakan SPSS 25 for windows, diperoleh nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 Dukungan Keluarga dengan Motivasi dengan keeratan korelasi 0,545 dan Dukungan Keluarga dengan Kadar Gula Darah keeratan korelasi 0,332 kuat artinya ada hubungan antara dukungan keluarga dengan motivasi menjalankan diet diabetes melitus dan perubahan kadar gula darah pasien di RSUD Blambangan Banyuwangi tahun 2022. Kesimpulan: Keluarga perlu memberikan dukungan agar motivasi dalam menjalankan diet diabetes mellitus baik dan kadar gula darah penderita berada angka normal.
Hubungan Kualitas Komunikasi Interpersonal Tenaga Kesehatan dengan Kepuasan Pasien
Ryandini, Tiara Putri;
Nurhadi, Mokhamad;
Widyawati, Mei;
Lestari, Putri Ayu
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/nij.v4i2.949
Pendahuluan: Memenuhi kebutuhan pasien, pelayanan yang dilakukan tenaga Kesehatan tidak cukup dengan fasilitas yang diberikan, Namun juga perlunya untuk memahami pasien secara mendalam. Jasa pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas dapat meningkatkan minat pasien untuk melakukan kunjungan ulang karena pengalaman yang didapat sesuai dengan harapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan kualitas komunikasi interpersonal tenaga kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Wire Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi analitik dengan pendekatan waktu Cross-sectional. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, Teknik sampling menggunakan purposive sampling, dan didapatkan 286 responden. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji Gamma dengan Tingkat kemaknaan α =˂0,05. Hasil: Hasil penelitian didapatkan nilai ρ ˂ α = 0,000˂0,05 yang berarti H1 diterima dengan correlation coefficient r = 0,999 yang menunjukkan adanya hubungan sangat kuat antara komunikasi interpersonal dengan kepuasan pasien. Dari uraian diatas dapat disimpulkan jika komunikasi yang diterapkan oleh tenaga kesehatan baik, pasien akan merasa diperhatikan dan merasa nyaman selama proses pengobatan. Kesimpulan: Dari hasil analisis diatas menunjukkan bahwa kualitas komunikasi interpersonal tenaga kesehatan memiliki hubungan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Wire Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.
Reducing Violent Behavior in Schizophrenia Patients using Happy Spiritual Intervention through Rufa Caring System Monitoring
Dwidiyanti, Meidiana;
Wijayanti, Diyan Yuli;
Munif, Badrul;
Kandar, Kandar;
Suerni, Titik
Nursing Information Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/nij.v5i1.972
Competent psychiatric nurses are required to be capable of treating schizophrenia patients so that they can behave adaptively. This study aimed to determine differences in violent behavior among patients with schizophrenia before and after the happy spiritual intervention through the RUFA Caring System. The research employed a pre-experimental study with a pre-post-test without a control group design was conducted among 50 schizophrenia patients in stable wards. The sample in this research is schizophrenia patients who were diagnosed with violent behavior and able to communicate and were purposively recruited. The happy spiritual intervention was given four times for 30 minutes each. Data on violent behavior were collected using the RUFA (General Response of Adaptive Function) scale presented in the RUFA caring system application. The paired t-test was used for data analysis. The mean ± SD of the RUFA caring system score was (29.0±3.4) and (19.3±8.7), before and after the intervention, respectively. The paired t-test analysis found a decreased score of 10.3±5.3 with a p-value of 0.000 (p<0.005) and an effect size of 1.94 (d>0.8). Happy spiritual intervention through the RUFA Caring System is highly effective for mentally disordered patients to control their emotions so that they can reduce violent behavior.
The Effect of Yoga on Estrogen in Women of Fertile Age Experiencing Stress
Raharjo, Rahmawati;
Wahyudi, Gufron
Nursing Information Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/nij.v5i1.978
Women have the right to physical and mental health in order to be able to regulate and maintain fertility levels, and enjoy sexual life responsibly. However, women are very susceptible to stress, both working and non-working women. Where stressful conditions can affect reproductive health related to the hormonal function of the reproductive system. One alternative that can be used to reduce the impact of stress is by doing yoga. Yoga is thought to suppress cortisol secretion, where cortisol can cause estrogen imbalance through the activation mechanism of the HPA (Hypothalamus-Pituitary-Adrenal) axis and the HPO axis (Hypothalamus-Pituitary-Ovary). This study aims to analyze the effect of yoga on the estrogen hormone in women of childbearing age in the context of stress. The research design uses a posttest only control group design. Before the research began, the research team had received a certificate of Ethical Eligibility from the Health Research Ethics Commission of the Indonesian STRADA Institute of Health Sciences. The population in this study were WUS who were indicated to be stressed based on the DASS scale and had a normal menstrual cycle. Sampling uses purposive sampling. The sample in this study was 57 people who met the inclusion and exclusion criteria. The treatment group was given yoga 24 times with a duration of 60 minutes at each yoga session guided by a professional yoga instructor. Meanwhile, the control group did not receive any treatment, but was monitored every week to avoid samples dropping out. Based on the results of the Mann-Whitney test, it shows a p value of 0.000. This shows that there are differences in estrogen levels in the control group and the treatment group. Yoga is considered effective in maintaining estrogen concentrations within normal limits. In this case, especially in women of childbearing age with stressful conditions. Yoga can have a positive impact both mentally and physically and maintain the function of vital organs such as the reproductive organs in women.
Pengaruh Terapi Bermain Puzzle terhadap Lansia dengan Demensia
Damayanti, Fransiska Erna;
Izzah, Ukhtul;
Artini, Ni Putu Diahsuri
Nursing Information Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/nij.v2i2.300
Pendahuluan: Penyakit dimensia sering terjadi pada lansia tepatnya orang di usia 65 tahun ke atas baik pria maupun wanita. Dampak dari demensia yaitu penurunan kognitif, perubahan mood dan tingkah laku. Solusi kejadian demensia tersebut dapat diberikan terapi non farmakologis yaitu terapi bermain puzzle dimana keunggulan terapi puzzle tersebut dapat melatih kordinasi mata dan tangan, melatih nalar dan melatih kesabaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain puzzle terhadap lansia dengan demensia. Metode: Rancangan penelitian ini yaitu pra eksperimental menggunakan desain one grup pre test and post test design. Penelitian ini dilakukan di UPH Graha Resos Banyuwangi tahun 2022. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan tehnik Purposive Sampling yaitu lansia yang mengalami demensia sesuai kriteria inklusi dan ekslusi didapatkan 16 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner MMSE dan SOP bermain Puzzle. Analisa data menggunakan uji T Berpasangan. Hasil: Penelitian ini menemukan hasil pree test responden memiliki kemampuan daya ingat dengan skor rata-rata sebesar 13,17 dan hasil post test didapatkan skor rata-raat sebesar 21,2 sehingga didapatkan selisih atau peningkatan skor rata-rata sebesar 7,5. Setelah dilakukan analisa menggunakan uji statistik T berpasangan didapatkan p-value 0,000 (p-value<0,05) yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan terapi bermain puzzle pada lansia dengan demensia Kesimpulan: Terapi bermain puzzle terbukti efektif untuk meningkatkan daya ingat pada lansia dengan demensia. Sehingga sangat direkomendasikan untuk tenaga Kesehatan dalam meningkatkan daya ingat pada lansia dengan demensia dapat menggunakan terapi bermain puzzle.
Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Dengan Masalah Keperawatan Menyusui Tidak Efektif
Nursing Information Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/nij.v3i2.330
Pendahuluan : Post partum adalah masa sesudah persalinan atau kelahiran bayi, plasenta atau tali pusat sampai minggu ke enam setelah melahirkan. Masalah menyusui tidak efektif merupakan suatu kondisi dimana ibu dan bayi mengalami ketidakpuasan atau kesulitan pada saat menyusui. Tujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada ibu post partum dengan menyusui tidak efektif meliputi pengkajian, diagnose, intervensi, implementasi dan evaluasi. Metode : Penulisan laporan ini menggunakan metode triangulasi sumber karena data yang didapatkan langsung dari pasien ibu post partum dan menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implememntasi dan evaluasi keperawatan dan pendokumentasian. Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 kali kunjungan pada ibu post partum dengan menyusui tidak efektif didapatkan suplai ASI dan hisapan bayi meningkat Kesimpulan : Memberikan asuhan keperawatan pada ibu post partum dengan menyusui tidak efektif diperlukan kerjasama baik dari kesehatan maupun keluarga karena diperlukan untuk keberhasilan asuhan keperawatan. Komunikasi terapeutik dapat mendorong keluarga lebih kooperatif.
Penerapan Puzzle Therapy Pada Asuhan Keperawatan Anak Typhoid dengan Masalah Keperawatan Ansietas
Nursing Information Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/nij.v3i2.522
Pendahuluan: Demam typhoid merupakan salah satu penyakit endemik di Indonesia. Demam typhoid bisa dialami oleh semua jenis kelamin maupun kelompok umur terutama oleh anak-anak maupun remaja. Demam typhoid mengharuskan anak untuk menjalani perawatan di rumah sakit, sehingga anak mengalami hospitalisasi dan terjadi ansietas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan. Prosedur pengumpulan data yaitu dengan menggunakan WOD (Wawancara, Observasi, Dokumentasi). Wawancara terstruktur dengan menggunakan format keperawatan anak, Observasi langsung untuk memantau keadaan klien, dan dokumentasi untuk mencatat data dari orang tua klien maupun klien sendiri. Hasil : Setelah dilakukan penerapan puzzle therapy selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 15 menit, skor ansietas kedua klien mengalami penurunan dari sedang hingga ringan. Rata rata penurunan score ansietas yang diukur dengan PAS (Preschool Anxiety Scale) pada klien 1 adalah 3 score, sedangkan pada klien 2 rata-rata penurunan score ansietas adalah 9 score. Kesimpulan: Terapi bermain puzzle terbukti dapat menurunkan ansietas pada anak dengan demam typhoid.
Study Fenomenologi: Chronic Sorrow pada Individu yang Kehilangan Pasangan Hidup Akibat Covid-19
Nursing Information Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/nij.v3i2.650
Pendahuluan: Perasaan kehilangan dapat mengakibatkan tingginya rasa kedukaan yang dialami masyarakat. Angka kematian yang tinggi menyebabkan individu mengalami rasa kedukaan. Kematian yang disebabkan karena Covid-19 menjadi kematian yang traumatis dan menjadi kehilangan karena kematian yang paling menyakitkan dari semua kematian yang wajar karena sakit pada umumnya. Keadaan emosi yang mungkin timbul pada keluarga yang ditinggalkan adalah perasaan chronic sorrow. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah melihat keadaan chronic sorrow pada pasangan hidup yang telah ditinggal meninggal oleh pasangan hidupnya. Selanjutnya untuk mengetahui pengalaman Chronic Sorrow Pada Individu Yang Ditingal Meninggal Oleh Pasangan Akibat Covid-19 Di Gondosari. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil: Hasil Penelitian Berdasarkan analisis penelitian didapatkan 4 tema utama yaitu : (1) Denial akan ketentuan Tuhan yang tidak adil. (2) Support system menjadi penguat menjalani hidup. (3) Mengkhawatirkan masa depan. (4) Upaya untuk bangkit dari keterpurukan. Kesimpulan: Denial akan ketentuan Tuhan yang tidak adil seperti menyangkal atas meninggalnya pasangan hidup,menyalahkan tuhan atas ketidakadilan yang dirasakan. Support system menjadi penguat menjalani hidup seperti support system utama adalah anak,peran orang tua menjadi alasan kuat di depan anak. Mengkhawatirkan masa depan seperti khawatir di kemudian hari,cemas akan ekonomi. Upaya untuk bangkit dari keterpurukan seperti bekerja dengan keras,dan mengisi waktu luang.
START Triage Sebagai Istrumen Penanganan Korban dalam Setting Bencana
Nursing Information Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/nij.v3i2.689
Unexpected incidents that result in significant loss or destruction are called disasters. In general, this event is closely associated with natural phenomena. Ultimately, though, this is frequently linked to incidents brought about by human intervention that entail drastic lifestyle modifications and significant harm. Since it is vital to allocate comparatively few resources to specific, urgent medical needs, triage is a crucial component of contemporary medical treatment. When a patient's medical demands and the resources that are available are not met in a timely or convenient manner, this task becomes critical. The foundation of Simple Triage and Rapid Treatment (START) is a quick evaluation of mental status, breathing, and perfusion (RPM). This work was written using a literature study methodology. Reference books (textbooks), scientific journals, and other pertinent sources provide the literature that is used. According to calibration and discrimination data, RPM (STARt triage) is a more reliable indicator of the blunt trauma survival rate than the Trauma Severity Score and the Revised Trauma Score. SALT triage is inferior to START (SMART) triage. On the other hand, employing START triage has been shown to increase time efficiency. It has been scientifically demonstrated that using START triage can result in suitable assessments for disaster management. Through the development of the Mass Casualty Triage Pack (SMART Triage Pack), STRAT triage has been used to enhance its efficacy.