cover
Contact Name
Agustinus Dwi Nugroho
Contact Email
dwinugr1990@gmail.com
Phone
+6285643909853
Journal Mail Official
jurnalsense@isi.ac.id
Editorial Address
Program Studi Film dan Televisi Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jl. Parangtritis No.KM.6, RW.5, Glondong, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sense : Journal of Film and Television Studies
ISSN : 26557916     EISSN : 27152359     DOI : https://doi.org/10.24821/sense
Sense: Journal of Film and Television Studies is published twice a year (Juni and December) issued by the Faculty of Art and Record Media, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Sense provides open access to the public to read abstracts and complete papers. Sense focuses on Television and Film studies. Each edition, Sense receives a manuscript that focuses on the following issues with an interdisciplinary and multidisciplinary approach, which are: 1. Television Studies 2. Film Studies 3. Communication Strategies in the Field of Television and Film 4. Communication Models Used in the Field of Television and Film 5. The Study of Media Texts in Television Program and Film 6. Marketing Studies on Television and Film 7. Management Studies on Television and Film
Articles 104 Documents
Belajar Menerbangkan Drone First Person View (Fpv) dan Pengetahuan Dasar untuk Pilot Remote Pemula Kustanto, Lilik
Sense: Journal of Film and Television Studies Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sense.v8i2.17573

Abstract

ABSTRAKDalam dunia film penggunaan drone menjadi bagian penting  dalam pengambilan gambar yang cukup menarik, dinamis dan estetis. Sejak mulai popularnya drone fpv (first person view) yang diawali dengan drone mainan (hobi-rekreasi) dan mulai berkembang untuk kegiatan profesional, khususnya pada bidang film. Seorang pilot drone FPV yang disebut remote pilot, mulai menempatkan kemampuan profesionalnya dalam menerbangkan drone FPV dan merangkap sebagai operator.Menjadi seorang remote pilot drone FPV memerlukan pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman terbang. Hal ini disebabkan untuk menerbangkan drone FPV relatif sulit dan membutuhkan pengalaman yang cukup. Berbagai metode belajar sebagai pilot remote sudah ada, baik melalui video tutorial (online) maupun simulator (game) namun belum ada buku khusus panduan dasar tentang cara belajar menerbangkan drone FPV. Hal ini menjadi penting dikarenakan pada kelas-kelas sinematografi di kampus perfilman di Indonesia mulai mengenalkan pengambilan gambar dalam film menggunakan drone, khususnya drone FPV. Sehingga menjadi penting pada penelitian ini merancang panduan cara menerbangkan drone FPV dan pengetahuan dasar bagi remote pilot pemula. Panduan ini diharapkan menjadi referensi bacaan yang bisa dimanfaatkan setiap saat dan menjadi acuan pengetahuan dasar tentang drone FPV bagi remote pilotpemula, juga sebagai kameraman drone FPV yang profesional. Kata kunci:  Drone FPV, Drone FPV untuk film, Remote pilot, Menerbangkan drone FPV
Penerapan Zombie Narratives sebagai Kritik Sosial atas Penyalahgunaan Kekuasaan pada Film Seri Zona Merah (2024). Paulus Heru Wibowo Kurniawan
Sense: Journal of Film and Television Studies Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sense.v8i2.17210

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan narasi zombie sebagai media kritik sosial terhadap penyalahgunaan kekuasaan dalam serial horor Indonesia, Zona Merah (2024). Dengan menggunakan metode kualitatif fenomenologis interpretatif, penelitian ini menganalisis delapan episode serial tersebut untuk mengidentifikasi pola narasi zombie yang mencerminkan krisis politik, sosial, dan ekologi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa narasi zombie dalam Zona Merah tidak hanya berfungsi sebagai elemen horor, tetapi juga sebagai alat penceritaan yang mengungkapkan korupsi, manipulasi politik, dan penggunaan strategis dari keadaan pengecualian oleh pihak berwenang untuk mempertahankan kekuasaan. Penelitian ini berkontribusi pada kajian film horor Indonesia dengan menawarkan perspektif baru bahwa narasi zombie dapat diadaptasi ke dalam konteks budaya lokal dan menjadi media untuk merefleksikan isu-isu sosial-politik kontemporer.Kata kunci: narasi zombie, penyalahgunaan kekuasaan, state of exception,
Wayang Kulit On Screen: Negosiasi Artistik dalam Produksi Pertunjukan Live Streaming Wayang Kulit Anglir Kinanthi
Sense: Journal of Film and Television Studies Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sense.v8i2.15770

Abstract

Wayang kulit merupakan salah satu kesenian tradisi di Indonesia yang selama perkembangannya melalui berbagai macam perubahan berupa penambahan inovasi-inovasi yang disesuaikan dengan pengaruh socio-cultural masing-masing era. Tanggapan mengenai perubahan yang terjadi pada seni tradisi wayang kulit juga tidak jarang menuai berbagai pendapat pro dan kontra dari pihak-pihak tertentu. Ki Seno Nugroho, dalam menanggapi lockdown yang diterapkan selama masa pandemic, membuat sebuah inovasi dalam pergelaran wayang kulit yakni memindahkan sepenuhnya pertunjukan wayang kulit yang pada umumnya ditampilkan di atas panggung ke dalam media baru yaitu melalui live streaming pada platform YouTube dengan penyesuaian terhadap teknis-teknis penyajian pertunjukan tersebut. Dengan dibawanya pertunjukan wayang kulit di atas platform melalui media baru, sajian pertunjukan yang ditampilkan juga menjadi berbeda. Artikel ini membahas tentang bagaimana proses dibalik performativitas dari sebuah pergelaran wayang kulit dalam media baru melalui perspektif performance studies yang menyoroti siapa pelaku doing dan showing doing dari sebuah pertunjukan.
Exploring The Message of Environmental Awareness and Collective Action in The Movie Veronika, Imelda; Marta, Rustono Farady; Dong, Liang; Rifandi, Teguh; Yanti, Yanti; Agustina, Anna
Sense: Journal of Film and Television Studies Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sense.v8i2.17197

Abstract

The animated film “Wall-E”, produced by Pixar, is not only for entertainment purposes, but also conveys important messages about environmental issues and the crisis of our planet. The aim of this study is to examine environmental messages in the movie “Wall-E” with the help of Critical Discourse Analysis. The method used is Critical Discourse Analysis, which was developed by Norman Fairclough. The criticism in this film study is intended to describe human behavior that has an impact on the environment. The theory on which this study is based is Robert Cox's Environmental Communication Theory. In this study, the interaction between visual, aural and narrative elements in the film is examined and these elements contribute to the formation of meaning and awareness of the environmental crisis. The results of the analysis show that “Wall-E” effectively conveys themes such as pollution, overconsumption and human indifference to the planet. In addition, the film is also socially critical of modern consumer culture and emphasizes the importance of dialogue and participation in sustainability efforts. It is expected that this study will provide new insights into the role of media in raising environmental awareness and encouraging collective action to overcome the existing crisis. 

Page 11 of 11 | Total Record : 104