cover
Contact Name
Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar No. K-2/22, Pos: 20222, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
INVENTION: Journal Research and Education Studies
ISSN : -     EISSN : 27742660     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal Invention invites lecturers, scholars, researchers, and students to contribute the results of their studies and research in fields related to Education, which include textual and field studies with various perspectives, Educational Management, Educational Policy, Educational Technology, Educational Psychology, Curriculum Development and Learning strategies and contemporary research results in the field of education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 393 Documents
Dinamika Tajdid dan Ijtihad dalam Transformasi Pemikiran Hukum Islam Kontemporer Abidin, Zainal; Sari, Febi Ayunda; Sitorus, Ilham Fadhillah; Sitorus, Ahmad Nasir; Rahmadani, Aziz
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3180

Abstract

Perkembangan zaman dengan kemajuan teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial-ekonomi telah membawa dampak signifikan terhadap dinamika hukum Islam. Kondisi ini menuntut adanya pembaruan (tajdid) dan penggalian hukum (ijtihad) agar fiqh tetap relevan dalam menghadapi problematika modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tajdid dan ijtihad dalam membentuk transformasi pemikiran hukum Islam kontemporer dengan meninjau perspektif ulama klasik dan modern seperti Yusuf al-Qaradawi, Wahbah al-Zuhayli, Jasser Auda, dan Abdullah bin Bayyah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) terhadap sumber primer dan sekunder, baik buku maupun jurnal ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa tajdid berfungsi sebagai upaya revitalisasi prinsip-prinsip dasar syariat agar tetap aplikatif di era modern tanpa mengubah substansi hukum Islam, sedangkan ijtihad merupakan instrumen metodologis untuk menggali hukum baru melalui pendekatan maqasid al-syariah dan ijtihad kolektif. Integrasi keduanya menghasilkan fiqh yang adaptif, solutif, dan kontekstual terhadap isu-isu kontemporer seperti transaksi digital, bioetika, dan pluralisme hukum. Kesimpulannya, tajdid dan ijtihad merupakan dua pilar utama yang memastikan keberlanjutan dan relevansi hukum Islam dalam menghadapi tantangan zaman modern secara ilmiah dan berkeadaban.
Menata Pendidikan Islam di Era Digital: Perspektif Fiqih Pendidikan dan Maqasid al-Syari‘ah Abidin, Zainal; Zulkarnain, Iskandar; Sitorus, Ilham Fadhillah; Nurainun, Nurainun; Rodiah, Rodiah
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3181

Abstract

q
Prospek dan Tantangan Fikih Kontemporer di Dunia Global Abidin, Zainal; Simanjuntak, Salman; Bahrul, Bahrul; Raudah, Raudah
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3188

Abstract

Fikih kontemporer merupakan manifestasi dinamis hukum Islam dalam merespons perubahan sosial yang dipengaruhi oleh globalisasi, pluralisme agama, dan tuntutan moderasi beragama. Perkembangan teknologi, ekonomi global, serta interaksi lintas budaya melahirkan persoalan hukum baru yang menuntut pembaruan ijtihad agar tetap relevan dengan konteks zaman. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis prospek dan tantangan fikih kontemporer dalam menghadapi realitas dunia global, khususnya dalam aspek globalisasi, pluralisme agama, dan moderasi Islam (wasathiyah). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), dengan teknik analisis deskriptif-analitis dan tematik terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi membuka peluang pengembangan fikih melalui ijtihad kolektif dan pendekatan interdisipliner, namun juga menghadirkan kompleksitas persoalan hukum baru. Dalam konteks pluralisme agama, fikih kontemporer berperan dalam merumuskan etika sosial yang menjamin kehidupan harmonis antarumat beragama tanpa mengorbankan prinsip akidah. Sementara itu, moderasi Islam menjadi kerangka metodologis penting untuk menjaga keseimbangan fikih agar terhindar dari sikap ekstrem dan liberal. Dengan demikian, penguatan maqasid al-syari’ah dan prinsip wasathiyah menjadi kunci pengembangan fikih kontemporer yang kontekstual dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Fiqh Sosial dan Gender dalam Kajian Fiqh Kontemporer Abidin, Zainal; Suhendro, Adi; Fahmi, Zul; Nurintan, Nurintan
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3189

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kajian fiqh selama ini sering dipersepsikan bersifat normatif dan kurang responsif terhadap dinamika sosial, termasuk persoalan gender. Padahal, fiqh sebagai produk ijtihad ulama sejatinya memiliki karakter kontekstual yang memungkinkan reinterpretasi sesuai dengan perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep fiqh sosial dalam perspektif kesetaraan gender, hak perempuan, fiqh keluarga, dan fiqh al-aqalliyat sesuai dengan kaidah-kaidah fiqh kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui analisis terhadap sumber-sumber fiqh klasik dan kontemporer, serta literatur tentang gender dan keadilan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa fiqh sosial menempatkan kemaslahatan (maslahah) dan keadilan (al-‘adl) sebagai prinsip utama dalam penetapan hukum, sehingga membuka ruang bagi penafsiran fiqh yang lebih inklusif dan berkeadilan gender. Pendekatan ini menegaskan bahwa perbedaan gender dalam Islam tidak dimaksudkan untuk melahirkan diskriminasi terhadap siapapun, melainkan untuk menjamin keseimbangan peran dan tanggung jawab sosial masing-masing. Dengan demikian, fiqh sosial berperspektif gender dapat menjadi paradigma alternatif dalam pengembangan hukum Islam yang humanis, adaptif, dan relevan dengan konteks masyarakat modern sekarang ini.
Fiqih Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum Islam dalam Kajian Fikih Kontemporer Abidin, Zainal; Rizki, Marisa; Pernanda, Type Sukma; Ramadony, Akmar; Damanik, Dahlima
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3190

Abstract

Pendidikan Islam memiliki posisi strategis dalam membentuk kepribadian manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum Islam harus berlandaskan fiqih pendidikan agar tetap berada dalam koridor syariat serta mampu menjawab tantangan zaman. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengkaji konsep fiqih pendidikan, landasan epistemologisnya, integrasi nilai maqasid al-syari‘ah dalam pendidikan, etika akademik Islam, pembelajaran adaptif, serta relevansinya dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) yang bertumpu pada telaah literatur terkait, termasuk buku, artikel ilmiah, dan publikasi akademik yang relevan. Data dikumpulkan melalui inventarisasi literatur dan identifikasi konten yang berkaitan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis, historis, dan komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa fiqih pendidikan merupakan cabang ilmu fiqih yang mengkaji secara sistematis prinsip-prinsip hukum Islam dalam praktik pendidikan, berfungsi sebagai kerangka hukum yang mengarahkan tujuan, metode, materi, dan evaluasi pendidikan Islam. Pengembangan kurikulum Islam harus didasarkan pada Al-Qur'an, Hadis, ijtihad, dan maqasid al-syari‘ah untuk membentuk insan yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Maqasid al-syari‘ah berfungsi sebagai landasan nilai strategis dalam membangun sistem pendidikan Islam yang relevan dan setia pada prinsip-prinsip ajaran Islam. Etika akademik Islam menjadi fondasi penting untuk budaya akademik yang jujur dan bermartabat, sementara pembelajaran adaptif merupakan strategi yang selaras dengan prinsip keadilan, humanisme, dan kemaslahatan dalam pendidikan. Secara keseluruhan, fiqih pendidikan adalah landasan normatif yang sangat penting dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang komprehensif, responsif, adaptif, dan berorientasi pada kemaslahatan peserta didik dan masyarakat di tengah tantangan globalisasi dan teknologi digital.
Fatwa dan Otoritas Keagamaan di Era Modern: Analisis Lembaga Fatwa dan Metodologi Istinbat dalam Perspektif Fikih Kontemporer Abidin, Zainal; Samosir, Siti Aisyah; Samosir, Isnaini; Manurung, Aprilia Annisa
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3191

Abstract

Fatwa merupakan instrumen penting dalam tradisi hukum Islam yang berfungsi untuk memberikan jawaban atas persoalan keagamaan umat di tengah dinamika sosial, ekonomi, politik, dan teknologi yang terus berkembang. Dalam konteks masyarakat modern, ditandai oleh globalisasi, digitalisasi, dan kompleksitas masalah kontemporer, fatwa tidak lagi sekadar produk pemikiran individual, melainkan menuntut penguatan kelembagaan untuk menjamin konsistensi, legitimasi, dan akuntabilitas hukum Islam. Jurnal ini bertujuan untuk menganalisis konsep fatwa dalam perspektif fikih kontemporer, mengeksplorasi peran lembaga fatwa modern seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dar al-Ifta’ al-Misriyyah (Al-Azhar), Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI), serta Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI), dan mengkaji mekanisme serta metodologi istinbat hukum Islam yang digunakan dalam penetapan fatwa di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) terhadap literatur fikih klasik, fatwa kontemporer, serta publikasi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa fatwa kontemporer bersifat dinamis, kontekstual, adaptif terhadap perubahan sosial dan teknologi, serta berorientasi pada maqasid al-shari‘ah untuk memastikan keseimbangan antara kepatuhan syariah dan kebutuhan praktis umat. Lebih lanjut, penetapan fatwa di era modern membutuhkan pendekatan ijtihad kolektif, multidisipliner, serta keterlibatan berbagai pakar dari bidang hukum, ekonomi, teknologi, dan etika agar fatwa tetap relevan, kredibel, dan mampu memberikan solusi atas permasalahan kompleks yang muncul akibat globalisasi dan digitalisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya harmonisasi antara tradisi hukum Islam klasik dan tuntutan modernitas dalam membentuk fatwa yang sahih, aplikatif, dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang berkeadilan dan beretika.
Analisis Kemampuan Dosen Rumpun Pendidikan Agama Islam Dalam Menyusun Rencana Pembelajaran Semester Berbasis Outcome Based Education Siagian, Hairun Nisa; R, Abd. Latif.; Halimah, Siti
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3192

Abstract

Penerapan Outcome-Based Education (OBE) di perguruan tinggi menempatkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) sebagai instrumen penting dalam menjamin ketercapaian capaian pembelajaran lulusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan dosen rumpun Pendidikan Agama Islam dalam menyusun RPS berbasis OBE, dengan ruang lingkup kajian pada perumusan capaian pembelajaran, keselarasan antar komponen pembelajaran, desain pembelajaran, sistem penilaian, serta kesesuaiannya dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui analisis dokumen terhadap RPS mata kuliah Ilmu Tauhid/Teologi Islam dan Hadis. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa secara umum dosen telah menunjukkan kemampuan yang relatif memadai dalam merancang RPS berbasis Outcome-Based Education (OBE), meskipun kualitas penyusunannya masih berada pada taraf cukup dan belum sepenuhnya optimal. Secara umum, struktur RPS telah memenuhi prinsip OBE, namun masih ditemukan kelemahan pada aspek keterukuran capaian pembelajaran dan konsistensi constructive alignment antara capaian, metode pembelajaran, dan sistem penilaian. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi OBE dalam perencanaan pembelajaran rumpun Pendidikan Agama Islam masih bersifat parsial dan memerlukan penguatan kompetensi pedagogis dosen agar RPS berbasis OBE dapat diimplementasikan secara lebih optimal.
Analisis Kemampuan Dosen Sejarah Peradaban Islam dalam Menyusun Rencana Pembelajaran Semester Berbasis Outcome-Based Education Hasibuan, Fahmi Nurjannah; Tarmizi, Ahmad; Halimah, Siti
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dosen mata kuliah Sejarah Peradaban Islam dalam menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE), khususnya pada aspek perumusan capaian pembelajaran, keselarasan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), dan Sub-CPMK, serta keterkaitannya dengan materi, metode, dan penilaian pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis dokumen, yaitu menganalisis dua dokumen RPS mata kuliah Sejarah Peradaban Islam yang disusun oleh dosen berbeda berdasarkan prinsip dan indikator OBE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen pada umumnya telah memiliki kemampuan yang baik dalam menyusun struktur RPS berbasis OBE, yang tercermin dari kesesuaian CPMK dengan CPL serta kelengkapan komponen perencanaan pembelajaran. Namun demikian, masih ditemukan keterbatasan pada aspek keterpaduan antar komponen, terutama dalam pemetaan yang jelas dan eksplisit antara CPMK, Sub-CPMK, aktivitas pembelajaran, dan asesmen, sehingga orientasi pembelajaran berbasis capaian hasil belajar belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan dosen dalam menyusun RPS berbasis Outcome-Based Education, khususnya pada mata kuliah Sejarah Peradaban Islam, sehingga kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di perguruan tinggi dapat terus ditingkatkan.
Exploring Students' Obstacle in English Speaking (Research Conducted at English Language Educational Study Programme) Mokodompit, Fadlan; Talib, Rasuna Rasid; Danial, Haris
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3194

Abstract

This research aims to identify and describe the specific obstacles encountered by English Language Education students at Gorontalo State University (UNG) in developing their speaking proficiency. The study employed a qualitative approach, utilizing questionnaires (Likert scale) and semi-structured interviews with 4th-semester students. The findings revealed that students face multi-faceted challenges categorized into Linguistic, Personal, Environmental, and Social problems. The dominant obstacles were Linguistic Problems (81% agreement), driven primarily by Mother Tongue Interference and difficulties in choosing appropriate words and maintaining fluency. Personal Problems (70.4%), particularly anxiety and hesitation, were also highly significant, hindering active participation due to the fear of negative evaluation. Environmental Problems (77.4%) highlighted issues with the Teaching Method and limited opportunities for spontaneous speaking practice. Social Problems (67.9%) centered on the fear of committing mistakes and criticism from peers. The research concludes that speaking challenges in this context stem from a strong interplay between linguistic deficits and affective factors. Therefore, effective intervention must address both vocabulary/grammar mastery and psychological support by creating a highly communicative and anxiety-reducing learning environment.
Peran Teknologi Digital dalam Pembelajaran Bahasa Arab Akmir, Akmir; Fauziah, Fauziah; Sahib, Muh. Quraisy; Ayulista, Ayulista; Agustian, Agustian; Angraeny, Fiona
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3195

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam dua puluh tahun terakhir telah memberikan pengaruh besar terhadap pembelajaran bahasa Arab, baik dari segi metode, media, maupun capaian belajar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tren terbaru penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran bahasa Arab melalui tinjauan literatur sistematis (SLR) terhadap publikasi ilmiah periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital seperti aplikasi ponsel, video interaktif, platform pembelajaran daring, dan media sosial berkontribusi meningkatkan motivasi, minat, serta efisiensi belajar dengan menghadirkan materi yang lebih variatif, kontekstual, dan mudah disesuaikan. Selain itu, teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI)termasuk chatbot, pengenalan ucapan, pemeriksa tata bahasa, dan model bahasa seperti ChatGPT—terbukti mendukung penguasaan keterampilan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis melalui pembelajaran yang dipersonalisasi dan umpan balik otomatis. Namun, kajian juga menemukan tantangan seperti ketidakmerataan infrastruktur digital, rendahnya literasi digital di kalangan pengajar, serta kompleksitas bahasa Arab yang masih menjadi hambatan bagi banyak pelajar. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa teknologi digital memiliki potensi besar sebagai pendorong perubahan pedagogis menuju pembelajaran bahasa Arab yang lebih responsif, inklusif, dan berbasis data, sekaligus menekankan perlunya peningkatan kompetensi digital guru agar integrasi teknologi dapat diterapkan secara optimal.