cover
Contact Name
Yulia Febriyati
Contact Email
yuliafebriyati27@gmail.com
Phone
+6285363850807
Journal Mail Official
yuliafebriyati27@gmail.com
Editorial Address
JL. Elak Batugajah Airmolek Kec. Pasirpenyu kab. Indragiri Hulu Riau 29352
Location
Kab. indragiri hulu,
Riau
INDONESIA
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
ISSN : 19078285     EISSN : 26862387     DOI : 10.55558
Core Subject : Education,
Education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 258 Documents
MODEL PEMBELAJARAN FIQIH BERBASIS TEORI BELAJAR MODERN Rika Riauwati; Chanifudin
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.373

Abstract

The development of 21st-century education requires a reorientation of learning models, including in Fiqh instruction within Islamic education. In practice, Fiqh learning is still dominated by traditional approaches that emphasize memorization and lectures, resulting in low student engagement and limited meaningful understanding. This study aims to formulate a Fiqh learning model based on the integration of modern learning theories, namely liberal learning, cognitive constructivism, social constructivism, and contextual learning. Using a qualitative approach with a library research method, this study analyzes and synthesizes relevant literature from books and scholarly journals related to learning theories, Fiqh education, and Islamic pedagogy. The findings indicate that integrating Cooperative Learning, Problem-Based Learning, and Contextual Teaching and Learning within a modern theoretical framework can enhance students’ active participation, critical thinking, social interaction, and contextual understanding of Fiqh concepts. This integrative model contributes theoretically to the development of holistic Fiqh pedagogy and practically offers guidance for educators to design more relevant and meaningful learning experiences in contemporary Islamic education.
PLURALITAS MAKHLUK DAN KEESAAN KHALIK:TELAAH WAHDATUL WUJUD TERHADAP KONSEP KEHIDUPAN BERSESAMA: Asnita; Abdullah; Muh. Natsir Siola
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.376

Abstract

Pluralitas makhluk dan keesaan Khaliq merupakan dua konsep yang sangat penting dalam pemikiran Islam yang kerap dipahami secara dikotomis, padahal keduanya saling terkait secara ontologis dan epistemologis. Meski dalam kenyataan kehidupan sehari-hari menunjukkan pluralitas makhluk yang beraneka ragam. Konsep keberagaman makhluk dan keesaan pencipta merupakan inti dari pemahaman spiritual dan praktik keagamaan. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep pluralitas makhluk dipahami dalam perspektif pemikiran Islam dan Sufi kaitannya dengan prinsip keesaan khalik,esensi telaah terhadap konsepsi wahdatul wujud dalam tradisi tasawuf, khususnya menurut pemikiran Ibn Arabi dan implikasi wahdatul wujud terhadap konsep kehidupan bersesama dalam masyarakat plural. Konsep pluralitas makhluk dan keesaan khalik mengajarkan nilai-nilai persatuan, toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman makhluk di dunia. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis sumber-sumber primer al-Qur’an, hadis,dan artikel terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam Islam normatif, pluralitas makhluk dipahami sebagai manifestasi kehendak dan kekuasaan Allah yang Maha Esa, tanpa mengurangi keesaan-Nya sebagai satu-satunya Khalid dan memahami relasi antara pluralitas makhluk dan keesaan Ilahi, sekaligus relevan bagi penguatan kesadaran spiritual dan etika keberagaman dalam konteks kehidupan kontemporer yang memberikan pemahaman Tuhan itu tetap dalam kesetiaannya sebagai pencipta segala makhluk serta implikasi dari pluralitas makhluk dan keesaan khalik dua hal yang saling terintegrasi yang saling menguatkan, melengkapi untuk kesempurnaan tujuan hidup, sehingga konsepsi wahdatul wujud tidak hanya berdimensi metafisika, tetapi terbukti dalam kehidupan bersesama yang menumbuhkan kesadaran bahwa pluralitas makhluk berakar pada keesaan khalik, sehingga keragaman seharusnya dipandang sebagai sebagai rahmat ilahi dengan mendorong terciptanya etika toleransi, saling menghormati dan dasar bagi dialog antaragama dan antarbudaya.
VALIDASI EMPIRIS MODEL DEEP LEARNING INTEGRATIF TRANSENDEN (MDLIT): REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGI TAUHIDIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Hadiyanto; Irawan; Opik Taupik Kurahman; Erni Haryanti
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.377

Abstract

This study aims to empirically validate the Model of Deep Learning Integrative-Transcendence (MDLIT) as a conceptual innovation within the philosophy of Islamic education grounded in tauhidic epistemology. The model reconstructs the Deep Learning trilogy—Mindful, Meaningful, and Joyful Learning—into three spiritual dimensions: muraqabah (spiritual consciousness), ḥikmah (epistemological wisdom), and saʿādah (true happiness). Employing an exploratory–transcendental mixed-methods approach, the research integrates philosophical–conceptual analysis with empirical validation conducted at SMP Negeri 52 Bandung. Data were collected through document analysis, classroom observations, student perception questionnaires, and teacher interviews, and analyzed using descriptive and philosophical reflection. The findings indicate that Mindful–Meaningful–Joyful Learning principles were partially implemented, with an average perception score of 4.05 (“good”), showing increased student spiritual awareness and learning joy. Theoretical synthesis reveals that MDLIT embodies the integration of three core pillars of Islamic education: Haryanti’s tauhidic epistemology, Kurrahman’s epistemic adab, and Irawan’s learning with conscience. Philosophically, MDLIT demonstrates initial validity as a transcendental learning model that unites ontological (muraqabah), epistemological (ḥikmah), and axiological (saʿādah) dimensions, aiming to form the Insān Kāmil—a human being who thinks with adab, learns with the heart, and rejoices in faith.
ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM PEMBELAJARAN PAI SEKOLAH DASAR Farhah Alyya; Mariani; Rida Raudatul Hasni; Muhammad Nuzli
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.385

Abstract

Perkembangan teknologi pendidikan menuntut integrasi media digital dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi guru Pendidikan Agama Islam terhadap urgensi teknologi pendidikan, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang menghambat implementasinya, serta mendeskripsikan upaya mandiri guru dalam meningkatkan kompetensi teknologi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap penggunaan teknologi pendidikan, namun implementasinya belum optimal akibat keterbatasan kompetensi digital, minimnya fasilitas teknologi, dukungan institusi yang terbatas, serta rendahnya inisiatif pengembangan profesional mandiri. Temuan penelitian menegaskan bahwa peningkatan implementasi teknologi pendidikan memerlukan sinergi antara penguatan kompetensi guru, penyediaan sarana pendukung, dan pengembangan budaya belajar mandiri agar pembelajaran PAI menjadi lebih efektif dan relevan dengan tuntutan pendidikan era digital.
KETERLIBATAN MAHASISWA TADRIS IPS 2 DALAM KEGIATAN MEMPERERAT HUBUNGAN DENGAN MASYARAKAT PADA PENGAJIAN RUTIN DI DESA TIMBANG LAWAN Henni Endayani; Indah Cahyaning Wulandari Prabowo; Ramandha Zidane
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.391

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa Tadris IPS memiliki tanggung jawab moral untuk mengimplementasikan ilmu sosial yang dipelajari melalui keterlibatan langsung di lingkungan masyarakat. Salah satu bentuk nyata keterlibatan tersebut adalah partisipasi dalam kegiatan keagamaan, seperti pengajian rutin yang menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan meningkatkan nilai-nilai kebersamaan. Desa Timbang Lawan sebagai lokasi penelitian memiliki tradisi pengajian rutin yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, sehingga menjadi ruang interaksi yang potensial antara mahasiswa dan warga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlibatan mahasiswa Tadris IPS 2 dalam kegiatan sosial keagamaan sebagai upaya mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya pada pengajian rutin di Desa Timbang Lawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi mahasiswa Tadris IPS 2 serta masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pengajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pengajian rutin memberikan dampak positif terhadap hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat. Mahasiswa berperan aktif dalam berbagai kegiatan, seperti membantu pelaksanaan acara, berpartisipasi dalam diskusi keagamaan, serta menjalin komunikasi yang baik dengan warga. Kehadiran mahasiswa tidak hanya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepercayaan. Kesimpulannya, keterlibatan mahasiswa Tadris IPS 2 dalam pengajian rutin di Desa Timbang Lawan berkontribusi signifikan dalam mempererat hubungan sosial dengan masyarakat serta memberikan pengalaman sosial yang berharga bagi mahasiswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kegiatan serupa di masa mendatang.
INOVASI KURIKULUM BERBASIS FUNGSI MANAJEMEN KURIKULUM DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Amelia putri utami; Tri Agustinawati; Dewi Etika Syari; Mohamad Muspawi
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.395

Abstract

This study aims to examine curriculum innovation and the role of curriculum management in improving the quality of education. The method used is qualitative research with a literature study approach, through data collection from journals, books, and other relevant scientific sources. The results of the study indicate that curriculum innovation is a planned renewal to improve the education system to suit the latest developments and community needs. Effective curriculum management through management functions, namely planning, organizing, implementing, and supervising (POAC), plays a crucial role in improving the quality of learning. In addition, the quality of education is influenced by several key factors such as principal leadership, teacher competence, student engagement, a dynamic curriculum, and collaboration with various parties. Thus, curriculum innovation supported by good management can be the key to improving the quality of education sustainably.
PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF MODERASI BERAGAMA DALAM KONTEKS KONSELING BAGI MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM Aulia Rachma Fajria
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.396

Abstract

Islamic Religious College (PTKI) bears a strategic responsibility in shaping students who are not only academically excellent, but also moderate in character, inclusive, and capable of becoming agents of peace within a pluralistic society. Students of Islamic Guidance and Counseling (BKI) uniquely require the internalization of religious moderation (wasathiyyah) values not only as muslims, but also as prospective counselors who will engage directly with clients from diverse religious and cultural backgrounds. However, no teaching materials have specifically integrated religious moderation values into BKI professional competencies. This study aims to develop an interactive e-module that integrates religious moderation values with counseling competencies for BKI students. Employing the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, the e-module was developed and validated by material and media experts, then trialed with 74 students. Content expert validation yielded a score of 4.08 (feasible), while media expert validation achieved 4.25 (very feasible). Student trials demonstrated strong practicality outcomes, with an overall mean rating of 4.74 (very practical), comprising subscores of 4.67 for design and accessibility, 4.72 for content and instructional methods, and 4.83 for perceived usefulness. These findings confirm that an Islamic values-based religious moderation e-module that bridges wasathiyyah principles with counseling practice is both highly needed and well received by students, and serves as a replicable model for integrating religious moderation values into counselor education within Islamic higher education institutions.    
ANALISIS PENERAPAN MAJA̅Z MURSA̅L PERSPEKTIF TAFSIR̅ AL-MUNI̅R KARYA WAHBAH AL-ZUHAI̅LI̅ DALAM AL-QUR’AN JUZ 30 Muhammad Awaluddin Arifin awal; Andi Miswar; Mohamad Harjum
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.400

Abstract

Bahasa Al-Qur’an sangat kaya akan keindahan uslub bahasa, salah satunya adalah masifnya penggunaan majāz mursāl dalam Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan majāz mursāl dalam Al-Qur’an Juz 30 perspektif tafsir al-Munir karya Wahbah al-Zuhaili. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya terdapat delapan jenis ‘ alāqah majāz mursāl yaitu al-Sababiyyah, al-Musabbabiyyah, al-Juz’iyyah, al-Kulliyyah, I’tibār mā kāna, I’tibār ma yakunu, al-Maḥalliyah, dan al-Ḥāliyyah. Adapun penerapan majāz mursāl dalam Al-Qur’an juz 30 perspektuf tafsir al-Munir karya Wahabh al-Zuhaili terdapat tiga jenis ‘alāqah majāz mursāl yaitu al-Juz’iyyah yang terdapat dalam QS al-Gāsyiyah/88: 2 dan QS al-Lahab/111: 1, kemudian al-Ḥāliyyah yang terdapat dalam QS al-Tin/95: 1 dan al-Maḥalliyah yang terdapat dalam QS al-‘Alaq/96: 17.
PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP KECEMASAN AKADEMIK MAHASISWA Siti Khoirun Nisa; , M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.402

Abstract

ABSTRAK Academic anxiety is a psychological problem frequently experienced by students due to academic demands, such as assignments, exams, competition for achievement, and pressure to complete studies. This condition can impact students' concentration, motivation, academic achievement, and even mental health. One factor believed to be able to help students cope with academic pressure is religiosity. This study aims to analyze the influence of religiosity on students' academic anxiety and examine the role of Islamic counseling in helping overcome academic anxiety. The research method used is library research by reviewing various national journals, books, and scientific articles over the past five years. Data were collected through documentation techniques and analyzed using content analysis methods. The results of the study indicate that religiosity has a negative relationship with academic anxiety, where the higher the level of religiosity of students, the lower their level of academic anxiety. Religious practices such as prayer, dhikr, supplication, reading the Quran, and an attitude of tawakkul (religious surrender) have been shown to provide inner peace, increase self-control, and help students cope with academic pressure more positively. Furthermore, Islamic counseling approaches such as dhikr therapy, devout prayer therapy, and Islamic spiritual strengthening are also effective in helping students reduce academic anxiety. Thus, religiosity and Islamic counseling can be alternative approaches to supporting student mental health in higher education settings.
PEMANFAATAN QUIZIZZ (WAYGROUND) SEBAGAI BAHAN AJAR MODEL INOVASI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI: STUDI LITERATUR Abdul Aziz; Ardita Aulia Fadillah; May Syarah; Ahmad Rafi’i; Nor Laila
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.403

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dalam dunia pendidikan memerlukan adanya inovasi dalam metode pengajaran yang dapat meningkatkan minat serta semangat belajar para siswa, terutama dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satu isu yang kerap muncul adalah metode pembelajaran yang masih tradisional, yang membuatnya kurang menarik bagi para siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan Quizizz dalam bentuk Wayground sebagai materi ajar inovatif yang didasarkan pada teknologi informasi dalam pengajaran PAI, khususnya pada materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research), melalui analisis berbagai jurnal ilmiah, buku, dan dokumen terkait topik penelitian. Temuan dari kajian menunjukkan bahwa Quizizz: Wayground dapat digunakan sebagai materi ajar digital yang mengintegrasikan teks, gambar, dan aktivitas interaktif dalam satu platform, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih terstruktur, menarik, dan fleksibel. Penggunaan Wayground juga berkontribusi terhadap peningkatan motivasi, partisipasi, serta kemandirian siswa dalam belajar, karena materi dapat diakses kapan saja dan disajikan secara visual yang interaktif. Namun, implementasinya masih bergantung pada ketersediaan perangkat digital, kualitas jaringan internet, dan kemampuan literasi digital para pengajar. Dengan demikian, Quizizz: Wayground mempunyai potensi untuk menjadi inovasi bahan ajar yang efektif dalam mendukung pembelajaran PAI berbasis teknologi informasi.