cover
Contact Name
Yulia Febriyati
Contact Email
yuliafebriyati27@gmail.com
Phone
+6285363850807
Journal Mail Official
yuliafebriyati27@gmail.com
Editorial Address
JL. Elak Batugajah Airmolek Kec. Pasirpenyu kab. Indragiri Hulu Riau 29352
Location
Kab. indragiri hulu,
Riau
INDONESIA
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
ISSN : 19078285     EISSN : 26862387     DOI : 10.55558
Core Subject : Education,
Education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 258 Documents
PELAKSANAAN GERAKAN MAGRIB MENGAJI BAGI ANAK-ANAK DI DUSUN III DESA LUBUK ROTAN KECAMATAN PERBAUNGAN Asnaida; Ainun Azzahra; Khoirunnisa; Mhd Helmi Lubis
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 20 No. 2 (2025): Oktober: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v20i2.327

Abstract

This study examines the implementation of the Maghrib Mengaji Movement in Hamlet III of Lubuk Rotan Village, Perbaungan District, Serdang Bedagai Regency. This program is carried out routinely every day after the Maghrib prayer with the aim of increasing children's faith and ability to read the Quran through learning methods such as iqra' and questions and answers at the mosque and the Quran teacher's house. The results of the study indicate that this activity received support from the community and local religious leaders, despite facing obstacles such as inadequate facilities, less than optimal parental motivation, and children's interest that needs to be improved. In general, this program has a positive impact by increasing children's interest in learning the Quran and fostering their religious enthusiasm. It is recommended that parents be more active in providing supervision and motivation in a friendly and consistent manner, so that children can enjoy the learning process and develop a strong Islamic character. The implementation of this program is expected to be able to shape a generation with noble morals and a strong Islamic personality, as well as provide long-term benefits in children's religious education. Kata Kunci: Pelaksana,Gerakan,Magrib Mengaji, Anak-Anak.
KONSEP KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF MUHAMMAD ABDUH Salsabila Yufi Arida; Riza Rosiana; Moh. Faizin, M.Pd.I
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.332

Abstract

This article discusses the concept of the Islamic education curriculum from the perspective of Muhammad Abduh, a prominent modern Islamic reformer from Egypt. The main focus is to analyze how Abduh’s ideas on education and curriculum reform can inspire the development of contemporary Islamic education systems. Using a descriptive qualitative approach, the study reveals that Abduh emphasized rationality, freedom of thought, and the integration of religious and secular sciences within the Islamic education curriculum. His concept remains relevant in addressing globalization challenges and the intellectual stagnation of the Muslim community.
DETERMINASI PEMBAGIAN WARIS SECARA MUSYAWARAH: STUDI MASHLAHAH MURSALAH DI DESA KEMPLONG Fadlil Abdil Aziz; Siti Zumrotun
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.333

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penentu (determinasi) yang memengaruhi praktik pembagian waris secara musyawarah di Desa Kemplong dalam perspektif mashlahah mursalah. Meskipun Hukum Waris Islam menjadi pedoman normatif bagi umat Islam, kenyataannya praktik pembagian warisan di Indonesia sering kali tidak sepenuhnya mengikuti ketentuan faraidh. Sebaliknya, sebagian masyarakat memilih menggunakan pola hukum waris adat melalui mekanisme musyawarah keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif untuk mengkaji kesesuaian antara praktik masyarakat dan prinsip kemaslahatan dalam hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Kemplong Kecamatan Wiradesa cenderung menerapkan pembagian waris secara musyawarah berdasarkan adat lokal. Terdapat beberapa faktor yang menentukan praktik tersebut, yaitu: (1) keberadaan anak angkat dalam keluarga pewaris, (2) pertimbangan kebutuhan ekonomi ahli waris yang berbeda, dan (3) kekhawatiran terjadinya konflik atau ketidakharmonisan dalam keluarga. Dari perspektif mashlahah mursalah, praktik musyawarah ini dapat dipahami sebagai upaya menjaga kemaslahatan dan keharmonisan keluarga dalam konteks sosial masyarakat setempat.
TINJAUAN PEMIKIRAN FIQH TARBAWI DAN EKOLOGI BRONFENBRENNER TERHADAP PENGASUHAN ISLAMI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SANTRI PESANTREN AL-IRSYAD TENGARAN Ahmad Hilabi; Lilik Sriyanti
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.349

Abstract

Pengasuhan islami di lingkungan pesantren memiliki peranan strategis dalam membentuk karakter santri secara komprehensif, baik dari aspek spiritual, moral, sosial, maupun intelektual. Artikel ini bertujuan mengkaji model pengasuhan islami di Pesantren Al-Irsyad Tengaran melalui tinjauan pemikiran Fiqh Tarbawi dan perspektif ekologi Bronfenbrenner. Pendekatan kualitatif-deskriptif digunakan dengan menelaah sumber kepustakaan, observasi lapangan, serta wawancara terbatas dengan pengasuh dan santri. Analisis Fiqh Tarbawi menunjukkan bahwa konsep pengasuhan islami menekankan nilai keteladanan (uswah hasanah), penanaman akhlak, disiplin ibadah, serta internalisasi nilai tauhid dalam seluruh aspek kehidupan santri. Sementara itu, teori ekologi Bronfenbrenner menguraikan bahwa pembentukan karakter santri dipengaruhi oleh interaksi sistem berlapis, mulai dari hubungan langsung antara santri–pengasuh (mikrosistem), budaya dan regulasi pesantren (mesosistem), hingga lingkungan sosial masyarakat luas (eksosistem dan makrosistem). Sintesis kedua perspektif menunjukkan bahwa keberhasilan pengasuhan islami di pesantren tidak hanya bergantung pada metode pembelajaran dan kedisiplinan, tetapi juga pada dukungan ekosistem sosial dan budaya yang terintegrasi. Hasil kajian menegaskan bahwa Pesantren Al-Irsyad Tengaran berhasil membentuk karakter santri melalui pola pengasuhan yang kolaboratif, berlandaskan nilai syariah dan diperkuat oleh lingkungan pendidikan yang kondusif. Artikel ini merekomendasikan optimalisasi sinergi antara keluarga, pesantren, dan masyarakat sebagai elemen ekologi pendidikan untuk memperkuat pembentukan karakter santri pada era modern.
PENGERTIAN TASAWUF ASAL KATA TASAWUF DASAR QUR’AN DAN HADIS TUJUAN DAN ASAL USUL TASAWUF Siti Patmah; Nur Hidayah; Amelia Hafizah; Ajahari
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.354

Abstract

Penelitian ini membahas pengertian tasawuf, asal kata tasawuf, dasar tasawuf dalam Al-Qur’an dan hadis, tujuan tasawuf, serta asal-usul perkembangannya. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan, penelitian ini menemukan bahwa tasawuf merupakan ajaran spiritual Islam yang berfokus pada penyucian jiwa, kedekatan kepada Allah, dan pembinaan akhlak. Tasawuf memiliki dasar kuat dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis tentang ihsan dan tazkiyatun nafs, serta berkembang melalui berbagai tokoh dan tradisi sufi. Hasil kajian menunjukkan bahwa tasawuf berperan penting dalam pembentukan karakter dan spiritualitas umat Islam.
KEDUDUKAN DAN HAK ANAK HASIL ZINA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Gusdira Yoga Sabrani; Nadhirotul Triana; Desmi Satriana
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.356

Abstract

This article discusses the legal and moral status of children born out of wedlock from the perspective of Islamic law. The focus includes the definition of children born from zina, their legal standing in Islamic jurisprudence, and the rights guaranteed to them despite the circumstances of their birth. This study uses a conceptual approach based on classical and contemporary Islamic literature. The findings show that Islamic teachings do not place the burden of sin on the child, and their fundamental rights must be protected. The study highlights the need for social awareness to avoid discrimination against children born from non-marital relations.
TASAWUF AKHLAKI, AMALI, DAN FALSAFI: ANALISIS KONSEPTUAL DAN RELEVANSI DALAM KEHIDUPAN MODERN Fadel Muhamad Alfayed; Geo Andina; Sarmila Yanti
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.361

Abstract

Kajian mengenai tasawuf akhlaki, amali, dan falsafi menjadi penting karena ketiganya menawarkan pendekatan spiritual yang berbeda dalam merespons persoalan moral dan krisis batin masyarakat modern. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui telaah mendalam terhadap literatur klasik dan kontemporer terkait tasawuf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tasawuf akhlaki menekankan pembentukan moral melalui penyucian jiwa, tasawuf amali berfokus pada praktik ibadah dan riyadhah yang terstruktur, sedangkan tasawuf falsafi mengembangkan refleksi metafisik mengenai hakikat wujud dan relasi manusia dengan Tuhan. Ketiga tipologi tersebut memiliki relevansi signifikan dalam menghadirkan solusi spiritual terhadap degradasi moral, tekanan psikologis, dan disorientasi nilai di era modern. Dengan demikian, tasawuf dapat berfungsi sebagai pendekatan komprehensif untuk membangun karakter, memperkuat kecerdasan spiritual, dan memberikan makna hidup bagi manusia kontemporer.
KONTROL DIRI SPIRITUAL SEBAGAI PREDIKTOR KEPUASAN HIDUP REMAJA: ANALISIS EFEK MEDIASI PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SMPN 52 BANDUNG RIPAN MAULANA; GHIFAR RAMADHAN; GANGAN SAYID MIKDAD; HADIYANTO; TARSONO
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.365

Abstract

Academic Procrastination is a critical self-regulation issue eroding the psychological well-being of adolescents. This study aims to examine the mediating role of Academic Procrastination (M) in the relationship between Spiritual Self-Control (X) and Life Satisfaction (Y) among students at SMPN 52 Bandung. Employing a quantitative approach with a correlational mediation model design, the sample consisted of 185 eighth and ninth-grade students. Data were collected using adaptations of the Spiritual Self-Control scale, the Academic Procrastination Scale, and the Satisfaction with Life Scale (SWLS), and analyzed using the PROCESS Macro (Hayes, 2018) with the Bootstrap method (5,000 samples) to test the indirect effect. The results indicate that Spiritual Self-Control positively and significantly affects Life Satisfaction (β = 0.210, p < 0.01) and negatively predicts Academic Procrastination (β = -0.380, p < 0.001). The Bootstrap test confirmed that Academic Procrastination significantly mediates the relationship (Indirect Effect = 0.173, 95% CI [0.101, 0.250]), supporting a Partial Mediation model. This finding affirms that spiritual discipline reinforced by Tarbiyah Al-Qalb (Irfani et al., 2024) and muhasabah mechanisms (Al-Ghazali, n.d.) is an effective mechanism for enhancing adolescent Life Satisfaction through the suppression of procrastination behavior. The study's implications suggest strengthening Spiritual Self-Control as a primary strategy for Guidance and Counseling services. Keywords: spiritual self-control; academic procrastination; life satisfaction; mediation analysis; junior high school.
INTEGRASI KEILMUAN BARAT DAN ISLAM SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEIMBANG DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI): SEBUAH PENDEKATAN EPISTEMOLOGIS DAN PRAKTIS Siti Nuraeni; Irawan
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.371

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi keilmuan Barat dan Islam sebagai sumber belajar seimbang dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pendekatan epistemologis dan praktis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan memadukan data primer berupa observasi dan wawancara di SMP Al Fajar Ciparay serta data sekunder dari studi pustaka. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menggali konsep integrasi secara mendalam sekaligus melihat bagaimana implementasinya diterapkan dalam pembelajaran PAI pada lima elemen Capaian Pembelajaran (CP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara epistemologis, integrasi keilmuan Barat dan Islam mampu menyelaraskan nilai spiritual Islam dengan kemampuan berpikir rasional, kritis, dan analitis. Sementara secara praktis, integrasi tersebut tercermin dalam penerapan strategi pembelajaran aktif seperti diskusi tematik, studi kasus, proyek sosial, dan analisis kontekstual ayat maupun hadis. Penerapan integrasi di SMP Al Fajar Ciparay berdampak positif, ditunjukkan melalui peningkatan keaktifan siswa, kemampuan memahami ajaran Islam secara kontekstual, penguatan nalar moral rasional, serta perkembangan sikap kolaboratif dan akhlak. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi keilmuan Barat–Islam tidak hanya memperkaya kerangka teoretis PAI, tetapi juga efektif secara praktis dalam menciptakan pembelajaran yang relevan, holistik, dan bermakna bagi peserta didik.
MENERAPKAN INTERAKSI AKTIF DAN EMPATIK DALAM PEMBELAJARAN AKHLAK TERPUJI YANG BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK (Penelitian di SD Tunas Harapan Ar-Raudhah Kota Bandung) Huriyatul kamilah; Irawan
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan interaksi aktif dan empatik dalam pembelajaran akhlak terpuji yang berpusat pada peserta didik (Student Centered Learning) di SD Tunas Harapan Ar-Raudhah Kota Bandung. Latar belakang penelitian ini berpijak pada pentingnya pembelajaran akhlak sebagai inti pendidikan Islam, yang tidak hanya menekankan pada transfer pengetahuan moral, tetapi juga internalisasi nilai melalui pengalaman belajar yang bermakna. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu menstimulasi keterlibatan peserta didik secara kognitif, afektif, dan sosial, serta menciptakan suasana belajar yang humanis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan implementasi serta dampak strategi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi aktif terwujud melalui diskusi terbimbing, simulasi atau role play, tanya jawab interaktif, dan mini project. Strategi ini berhasil meningkatkan partisipasi peserta didik hingga lebih dari 80%. Sementara itu, interaksi empatik tercermin dalam komunikasi hangat guru, penggunaan penguatan positif, pendekatan diferensiasi, serta kemampuan guru memahami kondisi emosional peserta didik. Kedua bentuk interaksi ini menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan karakter. Dampaknya terlihat pada peningkatan perilaku peserta didik dalam aspek kepedulian, kedisiplinan, kerja sama, sopan santun, serta kemampuan mengelola emosi. Dengan demikian, penerapan interaksi aktif dan empatik terbukti efektif dalam mengoptimalkan pembelajaran akhlak terpuji dan mewujudkan pengalaman belajar yang lebih bermakna serta kontekstual pada peserta didik sekolah dasar.