cover
Contact Name
Wilmar Maarisit
Contact Email
wmaarisit@yahoo.com
Phone
+6285242613749
Journal Mail Official
ukitwenasfmipa@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Kristen Indonesia Tomohon Jln. Manado-Tomohon Kelurahan Talete II (Kuranga). Kec. Tomohon Tengah, Kota Tomohon. Sulawesi Utara Indonesia
Location
Kota tomohon,
Sulawesi utara
INDONESIA
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical)
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) is an Nasional journal presenting original research in Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Care, Pharmaceutical Technology. We receives manuscripts in Bahasa Indonesia and English Language. Publishing frequency 2 issues per year, on April and October.
Articles 177 Documents
Evaluasi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Antibiotik di Desa Kukumutuk Kecamatan Kao Kabupaten Halmahera Utara Jessica I Mampouw; Christel Sambou; Jeane Mongi; Silvana Tumbel
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.333

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di negara-negara berkembang salah satunya yaitu Indonesia. Pemberian antibiotik merupakan pengobatan utama dalam penatalaksanaan penyakit infeksi. Saat ini kejadian yang sering di jumpai dimasyarakat yaitu tentang penggunaan antibiotik yang sudah tidak asing lagi, dimana masyarakat menggunakan antibiotik layaknya menggunakan obat bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik di Desa Kukumutuk Kecamatan Kao Kabupaten Halmahera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian non eksperimental yaitu penelitian kualitatif deskripsi dengan rancangan penelitian yaitu metode survey analitik menggunakan kuesioner yang didasarkan pada kriteria inklusi yaitu : Masyarakat Desa Kukumutuk yang pernah atau sedang menggunakan antibiotik, berusia 17-60 tahun, mampu berkomunikasi dengan baik dan bersedia menjadi responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Antibiotik di Desa Kukumutuk Kecamatan Kao Kabupaten Halmahera Utara, tergolong tingkat pengetahuan kategori cukup dengan persentase yaitu sebesar 63,65 %. Ini menunjukan bahwa, masyarakat cukup mengetahui cara penggunaan antibiotik yang baik dan benar.
Uji Ekstrak Etanol Daun Benalu Kersen (Dendropthoe Pentrandra L.) Terhadap Tikus Putih (Ratus Norvegicus) Sebagai Anti Inflamasi Ana Neman; Wilmar Maarisit; Ferdy Karauwan
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.369

Abstract

Benalu Kersen (Dendrophthoe pentandra) merupakan tumbuhan parasit pada pohon kersen dengan mengambil makanan dari tubuh inangnya, sehingga kandungan senyawa aktif yang dimiliki benalu kersen sama dengan tumbuhan inangnya. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui aktivitas daun benalu kersen (Dendrophthoe pentandra) sebagai anti inflamasi pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL).Hasil penelitian ini menunjukkan Ekstrak etanol etanol daun benalu tanaman kersen memiliki aktivitas antiinflamasi pada telapak kaki tikus putih yang diinduksi formalin 1%. Kemampuan antiinflamasi akan lebih signifikan dengan dosis ekstrak etanol yang lebih tinggi lagi, hal ini dibuktikan dengan kelompok perlakuan ekstrak etanol dosis 300 mg/kgBB menunjukkan penghambatan paling baik dibandingkan dengan kelompok perlakuan dosis 75 mg/kgBB dan 150 mg/kgBB
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Charles Mengga; Meytij Rampe; Frangky Sangande
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.370

Abstract

Tanaman binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) banyak digunakan oleh masyarakat sebagai obat infeksi. Metabolit sekunder yang terkandung dalam tanaman binahong khususnya daun adalah alkaloida, polifenol, triterpen, saponin dan flavonoid yang memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perbedaan efektivitas antibakteri dari konsentrasi ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan desain penelitian rancangan acak lengkap, empat perlakuan tiga kali ulangan. Ekstrak didapatkan dengan cara maserasi daun binahong menggunakan etanol 96% selama empat hari. Pengambilan data menggunakan parameter angka lempeng total dan data yang diperoleh dianalisis ragam, dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil pada taraf signifikan 0,05 menggunakan perangkat lunak SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun binahong efektif terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 5, 10 dan 15%.
Uji Aktivitas Analgesik Ekstrak Etanol Daun Songgolangit (Tridax procumbens L.) Terhadap Tikus Putih (Rattus norvegicus) Sepina Debeturu; Selvana Tulandi; Vlagia Paat; Gideon Tiwow
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.371

Abstract

Songgolangit adalah tanaman tumbuhan kecil/pendek, yang digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Salah satu kegunaan tanaman ini adalah sebagai analgesik, karena mengandung zat kimia seperti : flavonoid dan alkaloid. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun songgolangit (Tridax procumbens L.) sebagai analgesik. Penelitian dilakukan di Laboratorium FMIPA UKI Tomohon pada bulan Juli – Agustus 2015 yaitu daun Tridax procumbens L. dosis 250mg, 500mg, 750mg dan kontrol positif asam mefenamat. Analisis dilakukan dengan analisis varians satu arah (One Way Anova) dilanjutkan dengan Post Hoc Test pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun songgolangit (Tridax procumbens L.) memiliki aktivitas persen analgesik 65,67%, 68,66%, 67,27%. Hal ini menunjukkan bahwa dosis ekstrak 500mg memiliki aktivitas analgesik yang baik.
Skrining Fitokimia Fraksi Methanol, Etil Asetat, N-Heksan Ekstrak Kulit Buah Sirsak Annona Muricata L. Christian Kaidun; Joke Tombuku; Fransisco Sumalong; Frangky Sangande
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.372

Abstract

Pemanfaatan obat yang berpotensi besar dalam bidang kefarmasian saat ini adalah pemanfaatan obat tradisional khususnya pada kulit buah sirsak. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui kandungan kimia yang terdapat dalam ekstrak kulit buah sirsak (Annona muricata L.) fraksi methanol, etil asetat, n-heksan dan untuk mengetahui profil KLT ekstrak kulit buah sirsak (Annona muricata L.) fraksi methanol, etil asetat, n-heksan. Hasil kromatografi dengan eluen kloroform : methanol dengan perbandingan 28 : 1 memberikan profil kromatogram yang baik, yaitu dengan diperoleh 22 spot yang diduga didalamnya terdapat senyawa alkaloid, terpenoid/steroid dan flavonoid. Hasil penyinaran menggunakan sinar UV dengan Gelombang 366 didapat 4 spot yang diduga masuk dalam kategori metabolit sekunder, antara lain; pada Rf 0,33 dengan spot yang berwarna biru hijau, Rf 0,43 dengan spot yang berwarna kuning, Rf 0,52 dan Rf 0,56 dengan spot yang berwarna ungu-merah. Dalam hal ini adalah mengumpulkan informasi data senyawa matabolit sekunder yang terkandung dalam ektrak kulit buah sirsak. Hasil analisis menunjukan bahwa dalam ekstrak kulit buah sirsak terkandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, saponin, terpenoid dan flavonoid dengan nilai Rf nya berada pada 0,33 - 0,56. Hal Ini berarti bahwa ekstrak kulit buah sirsak memiliki senyawa metabolit sekunder yang dapat diolah menjadi bahan alam berkhasiat obat.
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Benalu Pada Kersen Dendrophtoe pentandra (L.) Dengan Metode 2,2- diphenyl -1- Picrylhydrazyl (DPPH) Monica Sarra Tamunu; Douglas N Pareta; Hariyadi Hariyadi; Ferdy A Karauwan
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.378

Abstract

Antioksidan adalah suatu senyawa yang menghambat/menunda oksidasi suatu molekul dengan cara mengakhiri reaksi berantai inisiasi dan propagasi. Benalu merupakan tumbuhan parasit yang memiliki banyak aktivitas biologis seperti antioksidan, antikanker, antidiabetes dan hipertensi. Daun benalu kersen merupakan jenis benalu bersifat parasit yang menyerang berbagai jenis tumbuhan inang, semak, maupun pohon. Prosedur pegujian dilakukan dengan dibuat beberapa larutan sampel dengan konsentrasi 20,40, 60, 80, dan 100 ppm. Sampel dipipet dan ditambahkan larutan DPPH (200 ppm) dengan perbandingan 1:4 ke dalam 96 –well clear polystyrene microplate lalu dihomogenkan. Campuran diinkubasi selama 30 menit pada suhu 37 C, kemudian serapan diukur dengan microplate reader pada panjang gelombang 520 nm. Hasil uji aktivitas antioksidan dilakukan untuk mengetahui nilai IC50 dari sampel benalu kersen. Berdasarkan hasil penelitian antioksidan benalu kersen dengan menggunakan metode DPPH menunjukkan esktrak benalu kersen mempunyai nilai IC50 sebesar 21,70 µg/ml. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak tersebut mempunyai aktivitas antioksidan yang kuat karena mempunyai nilai IC50 kurang dari 200 µg/ml.
Identifikasi Hidrokuinon Pada Krim Pemutih Wajah Yang Beredar Di Pasar Central Tompasobaru Jeivia Matialo; Wilmar Maarisit; Christel Sambou; Silvana Tumbel
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.379

Abstract

The board of trustees of medicine and food throughout Indonesia was keeping a routine check on cosmetics that ran from October 2014 to September 2015, there are 30 types of cosmetics that contain the dangerous materials of 13 types of cosmetic product and 17 types of domestic production. The harmful substances identified in such cosmetics as K3 and K10 red dye (Rhodamin B), retinoic acid, mercury and hydroquinine. Hydroquinone is a supposition or a device that ACTS to treat hyperpigmentation in the outer part of the body as skin. Hyperpigmentation is the process by which skin is exposed to such areas as pimples, scars, or brown spots from frequent exposure to sunlight. Excessive use of hydroquinone can cause ookronosis, namely the skin has nodules like sand and bluish-brown in color, people with ookronosis will feel the skin like burning and itching. This type of research is descriptive, which aims to describe and describe the presence or absence of hydroquinone in facial whitening creams. The method used for laboratory testing is qualitatively using the thin layer chromatography method. Sampling using purposive sampling method, namely sampling where the sample taken is a cream that does not have a permit from the Food and Drug Supervisory Agency. From the results of research that has been carried out on three face whitening creams circulating in the Central Tompasobaru market and do not have a permit from the Food and Drug Supervisory Agency, one of which was declared positive for containing Hydroquinone, it is shown from the results of a qualitative test using the thin layer chromatography method which has the same value. with a standard solution of hydroquinone, which is Rf = 0.84 and under UV light 254 has a blackish fluorescence.
Pola Peresepan Antidepresi Pada Pasien Rawat Jalan Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Manado Giseli Margareth Tampa; Jabes Kanter; Jeane Mongie; Vlagia I. Paat
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v5i2.198

Abstract

Depresi merupakan gangguan mental yang banyak terjadi di masyarakat, depresi dapat diobati dengan terapi farmakologi. Terapi farmakologi dapat berupa pemberian obat antidepresan dan juga obat lainnya. Penelitian ini untuk melihat gambaran dari resep yang diberikan kepada pasien. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode desktriptif dan mengambil data seacara retrospektif. Data yang akan diteliti berjumalah 100 sampel, dengan hasil menunjukkan pada pasien dengan jeni kelamin perempuan memiliki presentasi yang lebih besar yaitu berjumlah 51 pasien dan kelompok umur 20 – 60 tahun dengan jumlah 60 pasien. Terapi yang paling sering diberikan adalah terapi kombinasi 98% dengan obat yang banyak diberikan ada fluoxetine dan diazepam sebanyak 13%.
Pola Peresepan Penggunaan Obat Antihipertensi Di Puskesmas Wolaang Langowan Sesilia Agata Soriton; Christel Sambou; Yessie Lengkey; Sonny Untu
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbt.v5i2.204

Abstract

Puskesmas Wolaang adalah salah satu puskesmas yang ada di Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Dari wawancara singkat yang di lakukan pada bulan April 2019 diketahui bahwa penyakit hipertensi adalah penyakit nomor dua setelah ISPA dari sepuluh besar penyakit terbesar di Puskesmas Wolaang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif pada pasien Hipertensi di Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa periode bulan Januari – Juni 2019. Hasil penelitian mengenai Pola Peresepan Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Wolaang Langowan periode bulan Januari – juni berdasarkan jenis kelamin pasien perempuan lebih banyak menderita penyakit hipertensi dibandingkan pasien laki-laki, dengan jumlah perbandingan perempuan (64,3 %) sedangkan laki-laki hanya (35,7 %) dengan jenjang usia 40-50 tahun (59,3 %) dan 51-60 tahun (40,7 %) dapat disimpulkan bahwa umur diatas 50 tahun semakin rentan terkena penyakit hipertensi. obat antihipertensi yang paling banyak di resepkan di Puskesmas Wolaang Langowan pada periode Januari-Juni 2019 adalah obat Amlodipin dengan 203 resep (94 %). Pasien hipertensi yang memiliki komplikasi dengan penyakit Dispepsia adalah yang terbanyak di Puskesmas Wolaang Langowan Periode Bulan Januari-Juni 2019 dengan presentase 41,0 % (23 orang).
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Akar Manukan (Rhinacanthus nasutus (L) Kurz) Indriani Maitulung; Wilmar Maarisit; Douglas N. Pareta; Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbt.v5i2.383

Abstract

Antioksidan merupakan zat yang menghambat atau mencegah kerusakan sel akibat oksidasi dari radikal bebas. Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai alternatif pengobatan tradisional dan berpotensi sebagai antioksidan adalah tanaman R. nasutus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah akar R. nasutus memiliki aktivitas antioksidan menggunakan KLT Bioautografi dan Spektrofotometer UV-Vis. Metode penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental di Laboratorium dengan menggunakan akar R. nasutus dan diekstraksi dengan etanol 95% dengan metode maserasi kemudian dilakukan fraksinasi menggunakan kromatografi kolom dengan fase diam ODS. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan secara kualitatif dengan KLT Bioautografi dan secara kuantitatif dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm dengan perbandingan vitamin C. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kasar etanol dan ekstrak yang dihasilkan dari fraksinasi kolom kromatografi dengan metanol 80% menunjukkan adanya aktivitas antioksidan secara kualitatif dan kuantitatif. Fraksi metanol 80% dan ekstrak kasar etanol akar R. nasutus memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 masing-masing 8.32ppm dan 36.77ppm.