cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 258 Documents
Search results for , issue "Vol 5" : 258 Documents clear
Keterbatasan Coding Unplugged dan Urgensi Interaksi Digital dalam Pembelajaran Computational Thinking Anak: Sebuah Systematic Literature Review Dayurni, Popi; Rahmadani, Kurniati
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2357

Abstract

The growing emphasis on digital literacy in primary education requires computational thinking (CT) instruction that not only introduces conceptual foundations but also provides operational experiences through digital interaction. Although coding unplugged approaches are widely used to introduce CT through concrete, physical activities, recent studies indicate that these approaches do not sufficiently support children’s understanding of how digital systems actually execute instructions. This study aims to identify the limitations of unplugged approaches and explain the urgency of digital interaction in CT learning for children. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted by analyzing 19 primary articles and six supporting sources retrieved from Scopus, Web of Science, ERIC, Google Scholar, and SINTA. Data were examined using extraction matrices and thematic analysis to identify consistent patterns across studies. The findings reveal several key limitations of unplugged activities, including the absence of immediate digital feedback, weak transfer from physical to digital representations, limited support for advanced CT concepts, and dependence on teachers’ interpretations. In contrast, digital interaction is essential for developing accurate mental models, enhancing debugging skills, and facilitating the understanding of complex programming structures. These results highlight a pedagogical gap between physical and digital learning experiences and indicate that integrating both approaches is necessary for effective CT instruction. Practically, this study provides a foundation for designing curricula and learning media that balance physical activities with meaningful digital engagement.ABSTRAKPerkembangan literasi digital dalam pendidikan dasar menuntut pembelajaran computational thinking (CT) yang tidak hanya mengenalkan konsep, tetapi juga memberi pengalaman operasional melalui interaksi digital. Namun, meskipun pendekatan coding unplugged banyak digunakan dalam pendidikan anak, sejumlah studi menunjukkan bahwa pendekatan ini belum mampu memberikan representasi autentik mengenai cara komputer mengeksekusi instruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterbatasan pendekatan unplugged serta menjelaskan urgensi pengalaman interaksi digital dalam pembelajaran CT anak. Studi ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 19 artikel primer dan enam referensi pendukung yang diperoleh dari Scopus, Web of Science, ERIC, Google Scholar, dan SINTA. Proses analisis dilakukan melalui ekstraksi data dan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola temuan yang konsisten. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan unplugged memiliki beberapa keterbatasan utama, termasuk ketiadaan umpan balik digital, lemahnya transfer konsep dari fisik ke digital, keterbatasan representasi konsep CT lanjutan, serta ketergantungan pada interpretasi guru. Sebaliknya, interaksi digital terbukti esensial dalam membangun mental model yang akurat, meningkatkan kemampuan debugging, dan memfasilitasi pemahaman struktur pemrograman kompleks. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan pedagogis antara pengalaman fisik dan digital, serta menunjukkan bahwa integrasi keduanya diperlukan untuk pembelajaran CT yang efektif. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan landasan bagi pengembangan kurikulum dan media pembelajaran yang mengombinasikan aktivitas fisik dan digital secara lebih seimbang.
INTEGRASI RELATIONSHIP MARKETING DAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMPERTAHANKAN PUBLIC TRUST DI PESANTREN Aimmah, Iffatul; Mun’im, Muhtadi Abdul
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2318

Abstract

This study analyzes PP. Al-Amien Prenduan's strategy in maintaining public trust through the integration of relationship marketing and Islamic educational values. The approach used is a qualitative case study through observation, interviews, and documentation with open coding, axial coding, selective coding, and triangulation analysis. The results of the study show that the value of trustworthiness is the basis for managing institutional relationships through transparency in digital-based academic and financial systems, routine information delivery, and explanations of the education system from the time of registration. Educational integrity is evident in curriculum evaluation, teacher training, and learning arrangements. Social contributions are seen in da'wah programs, graduate service, zakat services, and pesantren economic units. Communication patterns run through formal channels such as IKBAL, Hiwari, da'wah safaris, as well as informal communication through visits by santri guardians and alumni networks. Problem solving follows the value of islah with tabayyun, functional cooperation, tiered decision-making, evaluation, and strengthening of social cohesion. The novelty of this research lies in the model of integrating Islamic values and relationship marketing, which produces a pattern of public trust management based on values as the basis for developing educational marketing practices in Islamic boarding schools. ABSTRAKPenelitian ini menganalisis strategi PP. Al-Amien Prenduan dalam menjaga kepercayaan publik melalui integrasi relationship marketing dan nilai pendidikan Islam. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan analisis open coding, axial coding, selective coding, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai amanah menjadi dasar pengelolaan hubungan lembaga melalui transparansi sistem akademik dan keuangan berbasis digital, penyampaian informasi rutin, serta penjelasan sistem pendidikan sejak pendaftaran. Integritas pendidikan tampak dari evaluasi kurikulum, pelatihan guru, dan pengaturan pembelajaran. Kontribusi sosial terlihat dari program dakwah, pengabdian lulusan, layanan zakat, dan unit ekonomi pesantren. Pola komunikasi berjalan melalui saluran formal seperti IKBAL, Hiwari, safari dakwah, serta komunikasi informal melalui kunjungan wali santri dan jaringan alumni. Penyelesaian masalah mengikuti nilai islah dengan tabayyun, kerja sama fungsionaris, keputusan berjenjang, evaluasi, dan penguatan kohesi sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada model integrasi nilai Islam dan relationship marketing yang menghasilkan pola pengelolaan kepercayaan publik berbasis nilai sebagai dasar pengembangan praktik pemasaran pendidikan di pesantren. 
Pengaruh Orang Tua terhadap Pengetahuan Kesehatan Reproduksi di Kalangan Remaja Harahap, Fatma Dewani
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2295

Abstract

Parental involvement plays a central role in shaping adolescents' understanding of reproductive health, as the family is the primary environment where children obtain information and guidance. When parents communicate openly and actively provide guidance, adolescents tend to have more solid knowledge and are less easily influenced by misinformation. Conversely, a weak parental role can contribute to low reproductive literacy among adolescents. In Medan, adolescents' knowledge of this issue remains relatively low, as reflected in PKBI data, which recorded a 20.2% teenage abortion rate. Furthermore, Medan has one of the highest rates of AIDS, and HIV infection ranks third among adolescents by age group. This study aims to identify factors associated with reproductive health knowledge among public high school students in Medan in 2024. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 232 adolescents served as the research sample through systematic random sampling. Data were collected using a questionnaire, while analysis was conducted descriptively, followed by chi-square tests for bivariate analysis and multiple logistic regression for multivariate analysis. The research findings showed that 150 respondents (60.4%) had a low level of understanding regarding reproductive health. The factor that was shown to be significantly related was parental involvement (OR = 1.982; 95% CI: 1.127–3.487). Meanwhile, peer influence, the role of teachers, health workers, and access to mass media did not show a significant relationship. Based on these results, parents are expected to expand their knowledge regarding reproductive issues, build warmer communication with their children, and choose the right time to convey the necessary information, so that adolescents obtain the correct foundation of knowledge from the start before receiving information from other parties.ABSTRAKKeterlibatan orang tua memainkan peran sentral dalam membentuk pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi, sebab keluarga merupakan lingkungan awal tempat anak memperoleh informasi dan arahan. Ketika orang tua mampu berkomunikasi secara terbuka dan aktif memberikan bimbingan, remaja cenderung memiliki pengetahuan yang lebih kokoh dan tidak mudah terpengaruh oleh sumber informasi yang keliru. Sebaliknya, lemahnya peran orang tua dapat berkontribusi terhadap rendahnya literasi reproduksi pada remaja. Di Kota Medan, tingkat pengetahuan remaja tentang isu ini masih tergolong rendah, tercermin dari data PKBI yang mencatat angka aborsi remaja sebesar 20,2%. Selain itu, kasus AIDS di Medan termasuk yang tertinggi, dan infeksi HIV pada kelompok usia remaja menempati posisi ketiga berdasarkan kategori umur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan pengetahuan kesehatan reproduksi pada siswa SMA Negeri di Kota Medan tahun 2024. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 232 remaja menjadi sampel penelitian melalui teknik systematic random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis dilakukan secara deskriptif, dilanjutkan dengan uji chi-square untuk analisis bivariat dan regresi logistik ganda untuk analisis multivariat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 150 responden (60,4%) memiliki tingkat pemahaman yang rendah mengenai kesehatan reproduksi. Faktor yang terbukti berhubungan signifikan adalah keterlibatan orang tua (OR = 1,982; 95% CI: 1,127–3,487). Sementara itu, pengaruh teman sebaya, peran guru, petugas kesehatan, serta akses media massa tidak menunjukkan hubungan bermakna. Berdasarkan hasil tersebut, orang tua diharapkan memperluas pengetahuan terkait isu reproduksi, membangun komunikasi yang lebih hangat dengan anak, serta memilih waktu yang sesuai untuk menyampaikan informasi yang diperlukan, sehingga remaja memperoleh fondasi pengetahuan yang benar sejak awal sebelum mendapatkan informasi dari pihak lain.
Faktor Penyebab Perilaku Membolos dan Peran Layanan Bimbingan dan Konseling Pada Peserta Didik Sanga, Nasarius Ola; Bulor, Rosa Mustika
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2413

Abstract

Truancy remains a common problem in secondary schools, including in class XII B3 of SMA Negeri 3 Kupang City. This behavior not only disrupts the learning process but also impacts discipline, academic achievement, and student-teacher relationships. This study aims to analyze the factors causing truancy and examine the role of Guidance and Counseling (BK) services in addressing this behavior. The study used a descriptive qualitative approach, with five students who had previously skipped school and one BK teacher as subjects. Data collection techniques were conducted through semi-structured interviews and light observations in the school environment. The results showed that truancy was influenced by four main factors: lack of motivation to learn certain subjects, the influence of peer groups, boredom with the busy class schedule, and personal problems within the family environment. BK services have played a role through individual counseling, attendance monitoring, and collaboration with homeroom teachers, but their implementation has not been optimal due to time constraints and the large number of students. This study emphasizes the importance of more intensive, collaborative, and prevention-oriented BK services to minimize truancy in schools.ABSTRAKPerilaku membolos pelajaran masih menjadi permasalahan yang cukup sering terjadi di sekolah menengah, termasuk di kelas XII B3 SMA Negeri 3 Kota Kupang. Perilaku ini tidak hanya mengganggu proses pembelajaran, tetapi juga berdampak pada kedisiplinan, prestasi akademik, serta hubungan peserta didik dengan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab perilaku membolos pelajaran dan mengkaji peran layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menangani perilaku tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek lima peserta didik yang pernah melakukan tindakan membolos dan satu guru BK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi ringan di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku membolos dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu kurangnya motivasi belajar pada mata pelajaran tertentu, pengaruh pergaulan teman sebaya, kejenuhan terhadap jadwal pelajaran yang padat, serta permasalahan pribadi di lingkungan keluarga. Layanan BK telah berperan melalui konseling individual, pemantauan kehadiran, dan kerja sama dengan wali kelas, namun pelaksanaannya belum optimal karena keterbatasan waktu dan jumlah peserta didik yang banyak. Penelitian ini menegaskan pentingnya layanan BK yang lebih intensif, kolaboratif, dan berorientasi pada pencegahan sejak dini untuk meminimalkan perilaku membolos di sekolah.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AKHLAK REMAJA ERA SOCIETY 5.0 Murni, Murni
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2249

Abstract

The concept of Society 5.0 enables humans to utilize technology-based knowledge to provide services for humans. The goal of Society 5.0 is to create a society that enjoys life and feels comfortable. The industrial revolution has brought changes to all areas of life, including education, the economy, the world of work, and human lifestyles, which have certainly had a profound impact on human civilization in this era. The existence of Society 5.0 has both positive and negative impacts on the moral development of Indonesian teenagers in particular. The positive impact of Society 5.0 on teenagers is that it gives them the opportunity to express themselves through the works they create. Many cases of teenagers today have declining moral values, caused by the influence of advanced technology. Among the moral phenomena observed among teenagers in the era of Society 5.0 are neglecting the obligations of prayer and study, a lack of manners, bullying, promiscuity, screen aggression, and sextortion, as discussed in the previous chapter. And this certainly does not happen by itself; there are many factors that cause it, including the low level of family education, particularly in terms of religious knowledge, smartphone addiction, and the misuse of the internet and social media. However, what is important here is the role of parents in educating their children about the use of today's sophisticated technology and instilling good moral values in them to avoid harmful and unproductive behaviors.ABSTRAK Konsep Society 5.0 membuka jalan bagi manusia untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan berbasis teknologi, sekaligus menyuguhkan layanan yang mempermudah kehidupan sehari-hari. Visi dari Society 5.0 adalah menciptakan komunitas yang mampu menikmati hidup secara maksimal dan merasakan kenyamanan yang menyeluruh. Revolusi industri telah memicu transformasi di berbagai aspek kehidupan mulai dari pendidikan, ekonomi, dunia kerja, hingga pola hidup manusia yang berimbas signifikan pada peradaban manusia di era modern ini. Kehadiran Society 5.0 membawa dampak ganda bagi perkembangan moral di kalangan remaja Indonesia. Dampak positifnya terlihat dari kesempatan yang diberikan kepada remaja untuk menyalurkan ekspresi diri melalui karya-karya kreatif mereka secara optimal. Namun, banyak fenomena negatif juga muncul: penurunan akhlak akibat pengaruh teknologi canggih, seperti mengabaikan kewajiban shalat dan belajar, berkurangnya tata krama, perilaku bullying, pergaulan bebas, hingga munculnya agresi digital yang dikenal sebagai screen-aggression. Sextortion (sekstorsi), sebagaimana telah dijelaskan di bab sebelumnya, tidak muncul secara tiba-tiba. Banyak faktor yang melatarbelakangi, antara lain rendahnya tingkat pendidikan keluarga khususnya dalam ilmu agama, ketergantungan pada smartphone, serta penyalahgunaan internet dan media sosial. Yang menjadi poin krusial adalah peran orang tua dalam memberikan pendidikan mengenai pemanfaatan teknologi yang begitu canggih, sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak yang mulia kepada anak, agar mereka terhindar dari perilaku negatif dan dapat meraih manfaat yang baik
Pengaruh Self-Efficacy terhadap Fear of Failure pada Mahasiswa Tahun Pertama Program Sarjana: Studi pada Perguruan Tinggi di DKI Jakarta Martajaya, Philicia Christanti; Kartasasmita, Sandi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2345

Abstract

The early years of college place students in a complex adaptation period, marked by changes in academic demands, social relationships, emotional regulation, and institutional systems that have the potential to trigger psychological stress. The inability to manage these demands can lead to the emergence of fear of failure, namely the tendency of individuals to perceive situations with the possibility of failure as a threat. In this context, self-efficacy plays a role as an important psychological factor that influences how individuals respond to challenges and direct behavior towards achieving success. This study aims to analyze the effect of self-efficacy on fear of failure in first-year undergraduate students through a quantitative approach with simple linear regression analysis. The study participants were 251 students recruited using a purposive sampling technique. Data collection was carried out using the Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI; ? = .938) and the Indonesian version of the General Self-Efficacy Scale (GSES) (? = .829). The results of the analysis showed that self-efficacy had a significant negative effect on fear of failure with a contribution of 31.5% (p .05). The largest impact was found in the Fear of Devaluing One’s Self-Estimate (FDSE; 30.2%, ? = ?.550, p .05) dimension, while the lowest contribution was found in the Fear of Upsetting Important Others (FUIO; 15.5%, ? = ?.393, p .05) dimension. These findings indicate that self-efficacy plays a greater role in the fear of failure aspect related to internal self-evaluation than external social evaluation. Overall, this study enriches the study of educational psychology by providing an empirical understanding of the role of self-efficacy on the fear of failure in first-year students in the context of Indonesian higher education, while also opening up opportunities to explore other psychological factors that contribute to the dynamics of fear of failure.ABSTRAKMasa awal perkuliahan menempatkan mahasiswa pada periode adaptasi yang kompleks, ditandai oleh perubahan tuntutan akademik, relasi sosial, regulasi emosional, dan sistem institusional yang berpotensi memicu tekanan psikologis. Ketidakmampuan mengelola tuntutan tersebut dapat mendorong munculnya fear of failure, yakni kecenderungan individu untuk memersepsikan situasi dengan peluang gagal sebagai ancaman. Dalam konteks ini, self-efficacy berperan sebagai faktor psikologis penting yang memengaruhi cara individu merespons tantangan dan mengarahkan perilaku menuju pencapaian keberhasilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap fear of failure pada mahasiswa tahun pertama program sarjana melalui pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier sederhana. Partisipan penelitian berjumlah 251 mahasiswa yang direkrut menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI; ? = .938) dan General Self-Efficacy Scale (GSES) versi Indonesia (? = .829). Hasil analisis menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap fear of failure dengan kontribusi sebesar 31.5% (p .05). Dampak terbesar ditemukan pada dimensi Fear of Devaluing One’s Self-Estimate (FDSE; 30.2%, ? = ?.550, p .05), sedangkan kontribusi terendah terdapat pada dimensi Fear of Upsetting Important Others (FUIO; 15.5%, ? = ?.393, p .05). Temuan ini mengindikasikan bahwa self-efficacy lebih berperan dalam aspek fear of failure yang berkaitan dengan evaluasi diri internal dibandingkan evaluasi sosial eksternal. Secara keseluruhan, penelitian ini memperkaya kajian psikologi pendidikan dengan memberikan pemahaman empiris mengenai peran self-efficacy terhadap fear of failure pada mahasiswa tahun pertama di konteks pendidikan tinggi Indonesia, sekaligus membuka peluang eksplorasi faktor psikologis lain yang berkontribusi terhadap dinamika ketakutan akan kegagalan.
Paradoks Standardisasi Akademik dalam Pendidikan Vokasi: Analisis Kritis Kebijakan TKA Melalui Studi Dokumen Permendikdasmen No. 9/2025 Hertanto, Yudhi; Prasetyono, Hendro
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2320

Abstract

This article examines the paradox of academic standardization in vocational education through a critical analysis of Permendikdasmen No. 9/2025 on the Academic Ability Test (TKA) for vocational high school (SMK) students. The policy positions cognitive ability as the primary instrument for selection and evaluation, whereas vocational education philosophically emphasizes practical competence, technical skills, and industry-based work experience. This study employs a qualitative approach using document analysis, regulatory review, and comparative literature on vocational education, authentic assessment, and washback effect theory. The findings indicate a misalignment between the characteristics of the TKA and the needs of the SMK ecosystem. Emphasis on cognitive testing may shift learning orientation, marginalize vocational competencies, and generate negative washback on teaching strategies and learning processes. The uniform application of TKA also risks narrowing the goals of vocational education, which should ideally respond to labor market demands. The study concludes that academic standardization must be formulated more contextually by positioning competency-based assessment as the primary instrument and the TKA as a proportional complement. A policy reorientation is required to ensure that vocational education remains relevant, adaptive, and capable of producing graduates who meet industry needs.ABSTRAKArtikel ini mengkaji paradoks standardisasi akademik dalam pendidikan vokasi melalui analisis kritis terhadap Permendikdasmen No. 9/2025 tentang Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa SMK. Kebijakan tersebut menempatkan kemampuan kognitif sebagai instrumen seleksi dan evaluasi utama, sementara pendidikan vokasi secara filosofis menekankan kompetensi praktik, keterampilan teknis, dan pengalaman kerja berbasis industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen, kajian regulasi, dan komparasi literatur terkait pendidikan vokasi, asesmen autentik, dan teori washback effect. Temuan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara karakteristik TKA dan kebutuhan ekosistem SMK, di mana penekanan pada tes kognitif berpotensi menggeser orientasi pembelajaran, meminggirkan kompetensi vokasional, serta memunculkan dampak balik negatif terhadap strategi pengajaran dan proses belajar. Penerapan TKA secara seragam juga menimbulkan risiko penyempitan tujuan pendidikan vokasi yang idealnya responsif terhadap kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa standardisasi akademik harus dirumuskan secara lebih kontekstual, dengan menempatkan asesmen berbasis kompetensi sebagai instrumen utama dan TKA sebagai pelengkap yang proporsional. Reorientasi kebijakan diperlukan agar pendidikan vokasi tetap relevan, adaptif, dan mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan industri. Penelitian ini perspektif baru dalam merumuskan asesmen vokasional berbasis kompetensi.
Kemampuan Dasar Dalam Menulis Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Semester I Program Studi Teknik Elektro Di Universitas Pamulang Puspasari, Fitri; Irwanto, Irwanto; Ramadhan, Fajar; Mirza, Muhamad Rizqi; Maulana, Muhamad Rizqi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2216

Abstract

Writing can be understood as the activity of processing ideas into written text that serves to convey information to others. In the context of communication, writing plays a crucial role because the clarity of message delivery is largely determined by the quality of the writing. However, in lecture practice, writing is often considered one of the most challenging forms of learning for students. This article was written with the aim of describing the level of ability of Electrical Engineering Study Program students in writing papers. The research approach applied is descriptive quantitative, where the data obtained are analyzed and presented systematically. The research subjects included all first-semester students of the Electrical Engineering Study Program, with class 01ELSM001 as the research sample. The measurement results showed that 20 students obtained scores above 90, while 10 others were below that score. Based on these findings, it can be concluded that the ability to write scientific papers of class 01ELSM001 students of the Electrical Engineering Study Program, Pamulang University, has met the classical learning completion standards set by the university, which is a minimum of 75.ABSTRAKMenulis dapat dipahami sebagai kegiatan mengolah gagasan menjadi teks tertulis yang berfungsi menyampaikan informasi kepada pihak lain. Dalam konteks komunikasi, tulisan memegang peranan penting karena kejelasan penyampaian pesan sangat ditentukan oleh kualitas tulisan tersebut. Meskipun demikian, dalam praktik perkuliahan, aktivitas menulis kerap dianggap sebagai salah satu bentuk pembelajaran yang paling menantang bagi mahasiswa. Artikel ini disusun dengan tujuan untuk menggambarkan tingkat kemampuan mahasiswa Program Studi Teknik Elektro dalam menyusun makalah. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kuantitatif, di mana data yang diperoleh dianalisis dan disajikan secara sistematis. Subjek penelitian mencakup seluruh mahasiswa semester pertama Program Studi Teknik Elektro, dengan kelas 01ELSM001 sebagai sampel penelitian. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa 20 mahasiswa memperoleh skor di atas 90, sementara 10 mahasiswa lainnya berada di bawah nilai tersebut. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis karya tulis ilmiah mahasiswa kelas 01ELSM001 Program Studi Teknik Elektro Universitas Pamulang telah memenuhi standar ketuntasan belajar klasikal yang ditetapkan oleh universitas, yakni minimal 75.
Penerapan Model Focus Group Discussion untuk Meningkatkan Kompetensi Keagamaan Siswa SMK Negeri 1 Tarano: Sebuah Studi Kualitatif Soviya, Ovi; Safitri, Lina Eta; Musmulyadin, Musmulyadin
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2311

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Focus Group Discussions (FGDs) in Islamic Religious Education (PAI) learning and its contribution to strengthening the religious competence of students at SMK Negeri 1 Tarano. PAI learning at the vocational high school level still faces the challenge of low student engagement, so more interactive and collaborative strategies are needed. This study used a descriptive qualitative approach involving PAI teachers and 25 grade XI students as participants. Data were collected through observation, interviews, documentation, and competency assessment using cognitive, affective, and psychomotor rubrics. The results showed that the implementation of FGDs significantly increased student engagement, characterized by an active participation rate of 80–88%, the ability to express opinions of 77–83%, and social interaction of 75–81%. Improvements in religious competence were also seen in the cognitive (78–85%), affective (75–82%), and psychomotor (74–80%) aspects. Qualitative findings showed that the small group atmosphere, social closeness, and targeted teacher moderation contributed positively to the smooth discussion, while time constraints were the main obstacles. Overall, the FGDs were effective in deepening understanding, increasing students' confidence in speaking, and encouraging internalization of religious values. This research provides a practical contribution to the development of dialogue- and collaboration-based Islamic Religious Education (PAI) learning models. However, further research is needed with a wider range of schools and duration to strengthen the generalizability of the findings.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Focus Group Discussion (FGD) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta kontribusinya terhadap penguatan kompetensi keagamaan siswa SMK Negeri 1 Tarano. Pembelajaran PAI di tingkat SMK masih menghadapi tantangan rendahnya keterlibatan siswa, sehingga diperlukan strategi yang lebih interaktif dan kolaboratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan guru PAI dan 25 siswa kelas XI sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian kompetensi menggunakan rubrik kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi FGD mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara signifikan, ditandai oleh tingkat partisipasi aktif 80–88%, kemampuan menyampaikan pendapat 77–83%, serta interaksi sosial 75–81%. Peningkatan kompetensi keagamaan juga terlihat pada aspek kognitif (78–85%), afektif (75–82%), dan psikomotorik (74–80%). Temuan kualitatif memperlihatkan bahwa suasana kelompok kecil, kedekatan sosial, dan moderasi guru yang terarah berkontribusi positif terhadap kelancaran diskusi, sementara keterbatasan waktu menjadi hambatan utama. Secara keseluruhan, FGD efektif dalam memperdalam pemahaman, meningkatkan keberanian berbicara, dan mendorong internalisasi nilai-nilai keagamaan siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan model pembelajaran PAI berbasis dialog dan kolaborasi, namun penelitian lebih lanjut diperlukan dengan cakupan sekolah dan durasi yang lebih luas untuk memperkuat generalisasi temuan.
ANALISIS DIGITAL MARKETING DALAM UPAYA MENINGKATKAN BRAND AWARENESS UIN SUNAN AMPEL MELALUI PLATFORM INSTAGRAM Maulida, Alifia Cahya
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2209

Abstract

The development of digital technology has transformed communication patterns in higher education institutions in building their image and competitiveness. The us of the instagram platform has become an important medium of information for institutions. This study aims to analyze the implementation of digital marketing strategies through the instagram platform in a effort to enhace the brand awareness of UIN Sunan Ampel Surabaya. This research use a descriptive qualitative method with a case study approach, focusing on UIN Sunan Ampel Surabaya as the object of study. Data were colleted from two primary sources: first, in-depth interviews with the public relations team managing the university’s instagram platform and active students of UIN Sunan Ampel Surabaya, and second, obsevations of the university’s official instagram account. Data analysis was conducted using triangulation techniques to ensure the validity and reability of the findings. The study reveals that: 1) the RRI (Relate, Receh, Informatif) strategy is effective in supporting the success of UIN Sunan Ampel’s digital marketing efforts; 2) active student involvement in content production enhances massage authenticity and emotional connection with the audience and 3) the increase in engagement and information reach has a tangible impact on the annual growth of student enrollment. This study shows that RRI-based digital marketing strategies and active student involvement in conten production can be used as an active model for universities in increasing brand awareness and institutional competitiveness in the digital era.ABSTRAKPerkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi lembaga pendidikan tinggi dalam membangun citra dan daya saingannya. Pemanfaatan platform instagram menjadi sarana informasi bagi suatu lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi digital marketing melalui platform instagram dalam upaya meningkatkan brand awareness UIN Sunan Ampel Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai obyek penelitian. Data dikumpulkan melalui dua sumber yaitu pertama, wawancara mendalam dengan tim humas yang mengelola platform instagram dan mahasiswa aktif UIN Sunan Ampel Surabaya. Kedua, observasi terhadap platform instagram UIN Sunan Ampel Surabaya. Analisis dilakukan dengan teknik triangulasi untuk memastikan validitas dan reliabilitas data. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa: 1) Strategi RRI (Relate, Receh, Informatif) efektif sebagai penunjang keberhasilan digital marketing tim humas UIN Sunan Ampel Surabaya; 2) keterlibatan aktif mahasiswa dalam produksi konten meningkatkan keautentikan pesan dan kedekatan emosional dengan audiens dan 3) peningkatan engagement serta jangkauan informasi memiliki dampak nyata terhadap kenaikan jumlah pendaftar setiap tahunnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi digital marketing berbasis RRI dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam produksi konten dapat dijadikan model aktif bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan brand awareness dan daya saing kelembagaan di era digital.

Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue