cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2015): September 2015" : 36 Documents clear
NILAI KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN KUAT LENTUR PADA BETON BERAGREGAT KASAR PET DENGAN PENAMBAHAN SILICA FUME DAN SERAT BAJA SEBAGAI BAHAN PANEL DINDING Kartika Kushendrahayu; Achmad Basuki; Edy Purwanto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.121 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37267

Abstract

Polyethylene Terephthalate (PET) merupakan salah satu bahan polimer (plastik) yang banyak digunakan oleh masyarakat sebagai kemasan produk minuman. Tetapi, seiring perkembangan jumlah penduduk mengakibatkan semakin banyak pula limbah plastik yang dihasilkan. Pemanfaatan PET lainnya yaitu sebagai bahan tambah atau bahan pengganti dalam beton karena mempunyai berat yang ringan dan tidak mudah berubah bentuk, sehingga cocok diterapkan pada bangunan di Indonesia yang sering terjadi gempa. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan pemanfaatan PET sebagai agregat kasar dengan penambahan silica fume dan serat baja yang bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur beton menggunakan agregat kasar dari plastik PET dengan penambahan silica fume dan serat baja. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan metode rancang beton menggunakan metode Dreux-Corrise karena penggunaan agregat ringan dari agregat buatan PET. Persentase silica fume yang digunakan sebesar 10% dari berat semen dan serat baja yang digunakan adalah serat dramix 3D tipe end hooked, aspek rasio (l/d) yaitu 65 sebesar 10 kg/m3 sesuai dengan spesifikasi pabrik dalam aturan pemakaian serat yang tertera pada kemasan dramix. Benda uji terdiri dari 2 bentuk dengan ukuran yang berbeda, yaitu silinder berukuran diameter 7,5 cm tinggi 15 cm sebanyak 6 buah yaitu 3 buah untuk uji kuat tekan dan 3 buah untuk uji kuat tarik belah. Sedangkan untuk uji kuat lentur menggunakan benda uji panel berukuran 50x30x3 cm sebanyak 3 buah. Pengujian dilaksanakan pada saat beton berumur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa beton menggunakan agregat kasar dari plastik PET dengan penambahan silica fume dan serat baja masih tergolong beton ringan menurut SKSNI 03-2847-2002 yaitu kurang dari 1900 kg/m3 dengan berat jenis rata-rata untuk benda uji kuat tekan sebesar 1834,568 kg/m3 dan benda uji kuat tarik belah sebesar 1830,384 kg/m3. Nilai rata-rata kuat tekan sebesar 13,394 MPa. Sedangkan nilai rata-rata kuat tarik belah yang dihasilkan adalah 1,457 MPa. Nilai rata-rata kuat lentur yang dihasilkan sebesar 2,370 MPa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penambahan silica fume dan serat dramix dapat meningkatkan kekuatan beton serta menambah ikatan antara pasta semen dengan agregat.
INDEKS KEKERINGAN HIDROLOGI DI DAS KEDUANG BERDASARKAN METODE FLOW DURATION CURVE (FDC) Andi Khalifa Avicenna; Rintis Hadiani; Solichin Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.942 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37283

Abstract

Pada dasarnya jumlah air yang berputar di bumi relative tetap karena adanya siklus hidrologi. Namun dengan semakin berubahnya kondisi iklim dunia memberikan dampak yang cukup besar terhadap terjadinya kekeringan di beberapa daerah. Salah satu yang menjadi tinjauan adalah di Daerah Aliran Sungau Keduang yang berada di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan mengetehui nilai Indeks Kekeringan Hidrologi (IKH) dan mengetahui kriteria kekeringan berdasarkan durasi dan defisit yang terjadi menggunakan analogi Kriteria dari Oldeman. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode ini berupa pengumpulan data, analisis data, dan interpretasi hasil analisis untuk mendapatkan informasi guna pengambilan keputusan dan kesimpulan. Menggunakan analisis kekeringan dengan metode flow duration curve (FDC) di DAS Keduang.Yang kemudian kriteria kekeringan berdasarkan pada kriteria bulan kering dari Hadiani,R., tahun 2009. Yang merupakan anologi dari kriteria bulan basah dari Odeman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai durasi dan defisit serta indeks kekeringan hidrologi di DAS Keduang. Hasil analisis menunjukan bahwa pada tahun 2006 nilai IKH terendah mencapai -0.0019 dengan durasi 7 bulan. Pada tahun 2008 nilai IKH terendah mencapai -0,0019 dengan durasi kekeringan mencapai 6 bulan dan pada tahun 2012 nilai IKH terendah mencapai -0,0019 dengan durasi kekeringan mencapai 6 bulan. Sedangkan Indeks Kekeringan Hidrologi (IKH) di DAS Keduang memiliki besaran sebagai berikut kriteria Kering (K) antara : 0,000 < IKH < 0,0155 Kriteria Sangat Kering (SK) antara : - 0,0006 < IKH < 0,0000 Kriteria Amat Sangat Kering (ASK) antara : IKH < -0,0006 Kata Kunci : DAS Keduang, Kekeringan, Indeks Kekeringan Hidrologi, Kriteria Kering
STUDI GELOMBANG KEJUT PADA SIMPANG BERSINYAL DENGAN MENGGUNAKAN EMP ATAS DASAR ANALISA HEADWAY Retno Dwi Nurjanah; Agus Sumarsono; Amirotul M H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.517 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37299

Abstract

Simpang bersinyal di Jl. Urip Sumoharjo - Jl. Sutan Syahrir - Jl. Ir. H. Juanda adalah salah satu simpang yang memiliki durasi nyala lampu merah yang besar dan nyala hijaunya kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai EMP menggunakan analisa headway dan menghitung nilai gelombang kejut yang terjadi di simpang bersinyal Jl Urip Sumoharjo - Jl. Sutan Syahrir - Jl. Ir. H. Juanda. Penelitian ini dilakukan hari Kamis, 20 November 2014, pagi jam 06.00-08.00 WIB, siang jam 12.00-14.00 WIB, dan sore jam 16.00-18.00 WIB. Setelah dianalisis didapat nilai EMP MC = 0,48 dan HV = 1,45. Kemudian nilai emp hasil analisa headway tersebut digunakan untuk mengkonversi jumlah kendaraan menjadi satuan mobil penumpang (smp). Hasil perhitungan gelombang kejut diperoleh ?ab = -0,660 km/jam, ?cb = -3,356 km/jam, ?ac = 2,694 km/jam untuk Jl. Urip Sumoharjo Utara, ?ab = -0,664 km/jam, ?cb = -3,442 km/jam, ?ac = 2,776 km/jam untuk Jl. Urip Sumoharjo Selatan, ?ab = -0,571 km/jam, ?cb = -3,078 km/jam, ?ac = 2,429 km/jam ntuk Jl. Sutan Syahrir, ?ab = -0,465 km/jam, ?cb = -2,98 km/jam, ?ac = 2,459 km/jam untuk Jl. Ir. H. Djuanda. Sedangkan untuk waktu penormalan tertinggi pada Jl. Urip Sumoharjo Utara sebesar 197 detik, Jl. Urip Sumoharjo Selatan 157 detik, Jl. Sutan Syahrir 127 detik, Jl. Ir. H. Djuanda 140 detik. Dengan demikianakan menyebabkan antrian yang panjang serta ada beberapa kendaraan yang akan mengalami fase nyala lampu merah hingga dua kali.
PERBANDINGAN ESTIMASI WAKTU PERJALANAN DARI INSTANTANEOUS MODEL DAN TIME SLICE MODEL DENGAN WAKTU PERJALANAN DARI METODE KENDARAAN BERGERAK Indra Chrisdianto; Amirotul M.H. Mahmudah; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.966 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37262

Abstract

Kesalahanpenentuan rute perjalanan akan berakibat terjebak kemacetan dan keterlambatan tiba di tempat tujuan. Informasi waktu perjalanan merupakan salah satu acuan dalam merencanakan suatu perjalanan.Maka diperlukan suatu metode estimasi waktu perjalanan yang dapat diandalkan.Model estimasi waktu perjalanan yang digunakan adalah instantaneous model dan time slice model menggunakan 2 variabel kecepatan yaitu kecepatan rata-rata waktu (TMS) dan kecepatan rata-rata ruang (SMS) berdasarkan data kecepatan sesaat yang kemudian divalidasikan terhadap waktu perjalanan aktual menggunakan metode kendaraan bergerak serta menggunakan 3 indikator uji keandalan yaitu Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), dan Mean Absolute Relative Error (MARE).Hasil uji keandalan untukinstantaneous modelberdasarkanTMSdidapatkan nilai RMSE = 0,856 menit; MAE = 0,785 menit;MARE = 10,8 %;dan berdasarkanSMSdidapatkan nilai RMSE = 0,546 menit; MAE = 0,401 menit; MARE = 5,5 %. Sedangkan hasil uji keandalan untuk time slice model berdasarkan TMS didapatkan nilai RMSE = 0,867 menit; MAE = 0,784 menit; MARE = 10,8 %; dan berdasarkan SMS didapatkan nilai RMSE = 0,562 menit; MAE = 0,414 menit; MARE = 5,6 %. Kesimpulannya bahwa instantaneous modelberdasarkan SMS menunjukkan tingkat keakuratan yang lebih baik pada karakteristik lalu lintas campuran di jam puncak.
Korelasi Daya Dukung Pondasi Tiang Bor dengan Metode Reese and O'neill terhadap Metode Terzaghi and Peck Berdasarkan Hasil Uji SPT Noegroho Djarwanti; R.Harya Dananjaya H.I.; Okky Fransila Arganata
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37278

Abstract

Tingginya jumlah penduduk diberbagai kota besar seperti Kota Malang dan ditambah dengan kunjungan wisatawan dan perkembangan pendidikan di Kota Malang, membuat berkembangnya bisnis perhotelan dan gedung perkuliahan di kota ini semakin pesat. Hal ini mempengaruhi kebutuhan pile pada suatu pondasi yang bangunan karena perkembangan bangunan yang memiliki konsep vertikal maka diperlukan pondasi yang kuat untuk menerima beban dari struktur atas (upper structure). Pondasi yang digunakan di Kota Malang rata-rata menggunakan pondasi bore pile, karena pondasi yang tergolong pondasi dalam ini memiliki dampak getaran yang kecil dalam pengerjaannya dan cocok digunakan di area padat penduduk. Hal ini sangatlah menentukan desain pondasi bore pile yang sesuai dengan kebutuhan proyek. Strategi penelitian yang digunakan untuk menjawab perumusan masalah penelitian ini adalah mengumpulkan data dari lapangan (proyek) yang berupa data sekunder (data tanah). Kemudian dianalaisis dengan metode Reese and O'neill yang digunakan untuk mendapatkan nilai daya dukung dari hasil uji SPT. Tujuannya untuk mengetahui nilai daya dukung metode dari Reese and O'neill yang dikomparasi dengan metode dari Terzaghi and Peck. Hasil dari pengumpulan data yang dianalisis dengan Metode Reese and O'neill dari hasil uji SPT, menghasilkan grafik yang berhimpit sebaran daya dukung di Kota Malang. Hasil grafik perbandingan pertama dikomporasi dengan Metode Terzaghi and Peck didapatkan hasil grafik akhir yang terdiri dari daya dukung hasil uji SPT dan daya dukung hasil Terzaghi and Peck. Grafik akhir dapat menjadi acuan dalam menentukan dimensi pondasi di Kota Malang
KUAT LEKAT TULANGAN POLOS BAMBU (ORI, PETUNG, WULUNG) Arizka Fadhil Oktavianto; Agus Setiya Budi; Slamet Prayitno
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37282

Abstract

Dalam dunia konstruksi bangunan, beton bertulang baja merupakan komponen yang sering digunakan pada struktur bangunan dimana beton memiliki kuat tekan yang tinggi dan baja memiliki kuat tarik yang tinggi, keduanya merupakan kombinasi yang saling melengkapi untuk konstruksi struktur bangunan. Semakin banyaknya peningkatan kebutuhan tulangan baja dalam setiap pembangunan akan menimbulkan kendala yaitu harga yang semakin tinggi dan merupakan produk hasil tambang yang tidak dapat diperbaharui dan suatu saat akan habis. Dipakailah bambu sebagai alternatif pengganti baja karena harganya yang murah dan merupakan sumber daya yang dapat diperbaharui. Salah satu persyaratan beton bertulang adalah adanya lekatan antara tulangan dengan beton sehingga apabila pada struktur beton tersebut diberikan beban tidak akan terjadi selip antara tulangan dan beton sehingga perlu ditinjau nilai kuat lekat tulangan bambu pada beton normal. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Benda uji berupa silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Di bagian tengah benda uji ditanam tulangan dengan panjang penanaman 25 cm. Tulangan berupa baja ø 8 mm dan bambu Ori, bambu Petung, bambu Wulung dimensi 10 x 5,2 mm. Pengujian dilakukan di Laboratorium Mesin, FT UNS, pada umur beton 28 hari menggunakan alat Universal Testing Machine ( UTM ). Berdasarkan analisis dan hasil pengujian diperoleh nilai kuat lekat rata-rata tulangan bambu ori polos, bambu petung polos dan bambu wulung polos terturut-turut adalah 0,117 MPa ; 0,162 MPa ; 0,144 MPa. Sedangkan nilai kuat lekat rata-rata tulangan baja polos ø 8 mm adalah 0,548 MPa.
ANALISIS PENINGKATAN LAYANAN PDAM TIRTO NEGORO UNIT SAMBUNGMACAN DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KECAMATAN SAMBUNGMACAN KABUPATEN SRAGEN Fredi Irawan; Sobriyah Sobriyah; Agus Hari Wahyudi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37298

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah, kebutuhan air bersih baik diperkotaan maupun dipedesaan semakin meningkat. PDAM Tirto Negoro Unit Sambungmacan yang bertugas dan bertanggung jawab atas penyediaan air bersih di Kecamatan Sambungmacan. Perlu dilakukan analisis untuk mengetahui peningkatan layanan PDAM Tirto Negoro Unit Sambungmacan dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah Kecamatan Sambungmacan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yaitu pengumpulan data yang kemudian dianalisis datanya untuk diambil kesimpulan, dengan melakukan analisis pola distribusi tekanan meter air, pertambahan pelanggan sampai tahun 2025, kapasitas produksi pada tahun 2025. Berdasarkan diadakannya program audit NRW (Non Revenue Water) dan pembentukan DMA (Distrik Meter Area) oleh PDAM Tirto Negero Unit Sambungmacan, diperoleh data sekunder hasil pengukuran debit dan tekanan meter air selama 1x24 jam dengan interval pencatatan 15 menit yang membentuk pola siklikal untuk debit dan tekanan meter sedangkan untuk distribusi air bersih membentuk pola cabang (Branch pattern). Berdasarkan analisis menggunakan rumus proyeksi jumlah pelanggan dan MDG (Millennium Development Goals), jumlah pelanggan mengalami peningkatan yaitu dari 2195 SR ditahun 2015 menjadi 4785 SR ditahun 2025 mengakibatkan bertambahnya kebutuhan air bersih. Dari analisis terhadap pertambahan pelanggan tersebut dapat diketahui bahwa kebutuhan air bersih dari tahun 2015 untuk domestik 12,339 lt/dt, non domestic 0,215 lt/dt,sosial 0,382 lt/dt dan total kebutuhan air bersih 16,245 lt/dt meningkat menjadi domestik 27,126 lt/dt, non domestic 0,4022 lt/dt,sosial 0,712 lt/dt dan total kebutuhan air bersih 35,5 lt/dt pada tahun 2025. Berdasarkan analisis mengunakan rumus regresi linier untuk kapasitas produksi air bersih mengalami penurunan dari 22,5 lt/dt tahun 2015 menjadi 16,5 lt/dt tahun 2025, berbanding terbalik dengan debit yang dibutuhkan dari 24,4 lt/dt tahun 2015 menjadi 53 lt/dt tahun 2025. Diperlukan pertambahan 1 sumur produksi kapaitas 20 lt/dt kurun waktu 2014 - 2020 dan 2 sumur produksi kapasitas masing-masing 20 lt/dt kurun waktu 2020 - 2025 untuk menunjang kinerja pendistribusian air bersih oleh PDAM Tirto Negoro Unit Sambungmacan lancar.
Pengaruh Penambahan Serat Polyethylene Pada Beton Ringan Dengan Teknologi Gas Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, dan Modulus Elastisitas Gunawan, Purnawan; Prayitno, Slamet; Warsino, Warsino
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37266

Abstract

Beton ringan dengan teknologi gas diperoleh dengan cara mencampurkan mortar beton dengan aluminium pasta. Solusi untuk meningkatan kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitas dan sifat getas yang di miliki beton ringan yaitu dengan menambahkan serat polyethylene. Presentase serat yang di lakukan adalah 0%; 0,25%; 0,50%; 0,75%, dan 1%. Data yang digunakan yaitu analisis statistic dengan regresi pada batas elastic menggunakan program Microsoft Excel dan analisis dengan konsep material gabungan yang mengacu pada simple mixture rule. Berat jenis rata-rata beton ringan gas berserat adalah 1854 kg/m³. Kuat tekan maksimum dengan presentase 0,5% serat polyethylene sebesar 10,478 MPa meningkat sebesar 25,573 % di banding dengan 0% serat polyethylene. Kuat tarik belah maksimum dengan presentase 0,5% serat polyethylene sebesar 2,566MPa, meningkat sebesar 24,346 % di banding dengan 0% serat polyethylene. Modulus elastisitas maksimum dengan presentase 0,5% serat polyethylene sebesar 6083MPa.
KOMPONEN BIAYA YANG MEMPENGARUHI ESTIMASI BIAYA PENINGKATAN JALAN PROVINSI Handayani, Fajar Sri; Sugiyarto, Sugiyarto; Panuwun, Rizky Tulus
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37293

Abstract

Jalan provinsi merupakan infrastruktur yang sangat vital yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten atau antar ibukota kabupaten/kota. Pembangunan jalan provinsi dibutuhkan estimasi biaya konstruksi sebelum pelaksanaan fisik dilakukan dan memerlukan analisis detail dan kompilasi dokumen perkiraan harga pekerjaan maupun dokumen penawaran. Model biaya konstruksi jalan dibutuhkan agar kegiatan estimasi dapat terlaksana dengan baik supaya dapat memberikan estimasi secara cepat dan akurat. Penelitian menggunakan metode Cost Significant Model (CSM) dengan persamaan regresi linier berganda yang dikembangkan oleh Poh dan Horner dalam mengestimasi biaya konstruksi jalan provinsi. Identifikasi kegiatan-kegiatan konstruksi jalan provinsi yang ada di Jawa Tengah dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai biaya konstruksi jalan provinsi dalam 3 tahun terakhir (2012 - 2014) untuk menghasilkan suatu model biaya konstruksi. Hasil analisa didapatkan komponen biaya yang paling signifikan berupa komponen biaya lapis pondasi dan biaya perkerasan.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TEMBAGA DENGAN FLY ASH PADA BETON MUTU TINGGI METODE DREUX TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS ELASTISITAS Rachmawati, Nurinda Qhiqy; Prayitno, Slamet; Rismunarsi, Endang
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37272

Abstract

Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini, dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, jembatan dengan bentang panjang, tower dan sebagainya. Struktur demikian membutuhkan beton dengan mutu tinggi dengan kuat tekan lebih besar dari 6000 Psi atau 41,4 MPa (SNI T-15-1990-03) yang digunakan untuk menopang semua beban dengan dimensi komponen struktur yang cukup ramping. Maka para ahli konstruksi perlu meningkatkan sistem perencanaan, meningkatkan mutu dan kualitas materialnya agar dalam perencanaan beton mutu tinggi ini dapat memadai untuk struktur bangunan sipil. Beton mutu tinggi metode Dreux adalah suatu perancangan campuran beton yang telah dikembangkan oleh Prof. George Dreux sehingga akan didapatkan kekuatan tekan > 41,4 Mpa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat tembaga terhadap sifat-sifat mekanik beton berupa kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas. Metode yang digunakan adalah pengamatan secara eksperimental dan kemudian dilakukan analisis secara teoritis untuk mendukung kesimpulan akhirnya. Benda uji berupa silinder 15cm x 30cm untuk pengujian kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas. Alat yang digunakan untuk pengujian adalah CTM (Compression Testing Machine). Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas beton mutu tinggi setelah ditambah serat tembaga pada kadar 1% dari berat volume. Pada penambahan kadar serat optimum menghasilkan peningkatan kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas berturut-turut sebesar 7,89%; 31,67%; dan 87,42% dibandingkan dengan beton mutu tinggi tanpa serat.

Page 3 of 4 | Total Record : 36