cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 118 Documents
Pengaruh Diameter Tulangan Terhadap Kuat Lekat Pada High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) Dengan Tulangan Tersambung Basuki, Achmad; Auliarahman, Muhammad Daffa; Saifullah, Halwan Alfisa
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i4.64800

Abstract

Semen merupakan produk yang paling banyak digunakan kedua setelah air di dunia. Meningkatnya infrastruktur membuat kebutuhan semen semakin meningkat. Meningkatnya permintaan akan semen, maka diperlukan inovasi beton yang dapat mengurangi kebutuhan semen agar mengurangi pencemaran lingkungan. Salah satu inovasi yang dikembangkan saat ini adalah beton High Volume Fly Ash (HVFA) dan beton Self Compacting Concrete (SCC). Beton High Volume Fly Ash (HVFA) adalah beton yang mengandung fly ash sebagai substituent semen dengan minimal kadar yang tergantikan adalah 50% dari berat total binder. Metode penelitianyang digunakan adalah metode eksperimental dengan tempat pengujian di Laboratorium Bahan Konstruksi dan Struktur program studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Sampel benda uji yang digunakan berupa balok beton bertulang dengan dimensi sebesar 15 cm x 25 cm x 200 cm. Beton yang digunakan memiliki kuat tekan f’c sebesar 30 MPa dan sepsifikasi tulangan ulir dengan kuat leleh fy 405 MPa dengan panjang lewatan sepanjang 300 mm.
KAJIAN PENERAPAN PERSAMAAN FUNGSI LOGARITMIS UNTUK MEMPREDIKSI KUAT TEKAN BETON DI BAWAH UMUR 28 HARI Wibowo Wibowo; Endah Safitri; Teuku Rafi Baihaqi
Matriks Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v12i2.77202

Abstract

The use of the maturity method to predict the actual compressive strength of concrete in construction projects is limited to same concrete mix designs that have undergone laboratory calibration tests. In the application of this method logarithmic equations are commonly used as model predictions because of their ease of use. Several studies has been done to compare logarithmic equation with other prediction model on concrete with binder subtitute. This experimental study aims to determine the suitability of using logarithmic equations in describing the compressive strength-maturity relationship in conventional concrete design mixes with different water-cement ratio (0.4; 0.45; 0.5; 0.55; 0.6) and with use of admixture in the form of 10% fly ash. The test object used is a concrete cylinder with a height of 30 cm and a diameter of 15 cm. Temperature measurements and concrete compressive strength tests were carried out at the ages of 1, 3, 7, 14, 21, and 28 days. The test data is depicted in the logarithmic equation curve and compared with the hyperbolic equation. The results showed that the logarithmic equation resulted in a higher coefficient of determination or lower error in 5 of the 6 mix designs used. Thus, the logarithmic equation has a good suitability for data testing and can be used to predict the compressive strength of concrete for the mix design used in this study.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN STANDAR AS/NZS 4360:2004 PADA PROYEK KONSTRUKSI JEMBATAN BETON Widi Hartono; Dewi Handayani; Balqis Aqila Ahya
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i4.76561

Abstract

Permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) memiliki peluang untuk terjadi karena masalah tersebut salah satu risiko dalam pekerjaan konstruksi. Pekerjaan yang mengandung risiko dominan adalah pekerjaan konstruksi pembangunan jembatan. Penelitian dilaksanakan pada proyek konstruksi jembatan beton yang berada di Indonesia. Pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan kuisioner dan wawancara. Metode yang menggunakan Standart Australia/New Zealand (AS/NZ) 4360:2004. Penentuan potensi risiko dominan menggunakan prinsip pareto. Variabel potensi risiko yang digunakan dalam penelitian sejumlah 31 variabel risiko. Untuk mengetahui respon risiko meliputi cara pencegahan dan penanganan diperoleh dari wawancara dengan pakar. Risiko dominan yang diperoleh adalah risiko pekerja tertimpa barang/material atau peralatan dari ketinggian, risiko pekerja terjatuh dari ketinggian, risiko girder terjatuh saat erection, risiko peralatan terjatuh dari ketinggian, risiko tiang pancang terguling, risiko pekerja terpotong alat saat sedang memotong besi dan risiko dinding tanah runtuh. Respon risiko dominan sesuai dengan rekomendasi dari pakar maupun aturan atau SOP (Standar Operasional Prosedur) yang sudah ada. Tindakan pencegahan risiko dominan yaitu dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) dilanjutkan dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku di setiap pekerjaan. Cara penanganan risiko dominan yaitu dengan pengobatan dan pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan kerja yang selanjutnya terdapat SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku di setiap pekerjaan.
ANALISIS PERKUATAN STRUKTUR BETON MENGGUNAKAN METODE CONCREATE JACKETING DAN FIBER REINFORCED POLYMER (FRP) Sarah Azzima Suherman; Budi Kudwadi; Ben Novarro Batubara
Matriks Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v13i1.101373

Abstract

Structural damage is usually found in buildings that have changed function and are old. Damage can affect the feasibility of the building. Repair and strengthening of building structures need to be done so that the development goals can be achieved again. The purpose of this study was to determine the structural strength of the existing Rusunawa Cingised building in Bandung City and its reinforcement using the concrete jacketing method and the FRP method. The research method uses comparative research to explore the differences between two or more situations, events, activities, or plans. The data collection technique uses purposive sampling. The analysis method is carried out using SAP2000 software by entering dead loads, live loads, wind loads according to SNI, and earthquake response spectrum loads. Columns that do not meet capacity are further analyzed and their reinforcement is planned using two methods, namely concrete jacketing and FRP. From the analysis results, the existing columns from the ground floor to the 4th floor columns with the same dimensions of 350x350 mm, there are 17 columns that do not meet the structural capacity. Reinforcement was carried out using the concrete jacketing method, the number of columns reinforced with jacketing became dimensions of 550x550 mm as many as 23 pieces spread across the ground floor, 1st floor, and 2nd floor. Meanwhile, in FRP reinforcement, it requires 5 layers of 1.2 thick carbon fiber, installed on the columns from the ground floor to the 1st floor.Keywords: building; concrete jacketing; existing building; Fiber Reinforced Polymer (FRP); reinforcement; SAP2000
ANALISIS VALUE ENGINEERING (VE) PADA STRUKTUR BETON (STUDI KASUS : GEDUNG PLANETARIUM PROYEK REVITALISASI PKJ TIM TAHAP II) Handayani, Fajar Sri; Setiawan, Ary; Sunarni, Retno
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.61571

Abstract

Pekerjaan renovasi/upgrading Gedung Planetarium Proyek Revitalisasi Pusat Kesenian Jakarta (PKJ TIM) Tahap II tidak terlepas dari adanya pengadaan biaya yang ada. Pada studi kasus ini berdasarkan Cost Breakdown Model dan Hukum Distribusi Pareto, pekerjaan struktur atas memakan biaya tertinggi sebesar 22,80% dari keseluruhan biaya proyek. Penelitian ini difokuskan pada pekerjaan struktur dua tipe balok saja yaitu balok B49C dan B412B I. Total biaya pekerjaan balok tipe B49C dan B412B I pada kondisi existing adalah Rp 1.409.025.485,45. Di sisi lain, desain struktur balok gedung dinilai memiliki dimensi yang besar sehingga dapat dilakukan pengefisienan. Selain itu, penggunaan semen sebagai penyusun material beton saat ini mulai dilakukan penggantian dengan mengaplikasikan bahan aditif yang memiliki perbedaan biaya jika dibandingkan dengan murni penggunaan semen itu sendiri. Salah satu cara untuk melakukan pengoptimalisasian biaya atas dasar pertimbangan tersebut adalah dengan menggunakan metode Value Engineering (VE). Bahan aditif semen pada kondisi existing yaitu fly ash (10%) dengan f’c 30 MPa. Sedangkan alternatif bahan aditif semen pada penelitian ini ada 3 jenis yaitu zeolit (10%) dengan f’c 34 MPa, silica fume (10%) dengan f’c 41,4 MPa, dan metakaolin (27,5%) dengan f’c 45 MPa. Berdasarkan hasil analisis Value Engineering (VE) disimpulkan bahwa alternatif penggunaan bahan aditif metakaolin (f’c 45 MPa) dengan reduksi dimensi menjadi alternatif terbaik dengan penghematan biaya paling tinggi sebesar Rp 260.274.995,83 atau sekitar 18,47% dari biaya balok existing.
STUDI KOMPARASI HASIL DOWNSCALING DATA HUJAN TRMM PADA BERBAGAI RESOLUSI Dananjaya, Raden Harya; Fitri, Siti Nurtita; Cahyaningsih, Yunita
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i2.65087

Abstract

Data curah hujan adalah salah satu data krusial yang diperlukan untuk mitigasi bencana. Daerah Karanganyar Jawa Tengah yang berada di dataran tinggi merupakan daerah rawan bencana longsor. Namun, data hujan yang tersedia tidak memadai. Perkembangan teknologi pengindraan jarak jauh dapat dijadikan alternatif untuk melengkapi data curah hujan, misalnya data Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM). Dikarenakan resolusi spasial dari data TRMM terlalu kasar, maka perlu dilakukan downscaling atau peningkatan resolusi pada data TRMM sebelum digunakan. Selain itu, kalibrasi data TRMM hasil downscaling perlu dilakukan untuk meningkatkan akurasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai keakuratan dari data curah hujan TRMM hasil downscaling dan kalibrasi dengan resolusi spasial 1 km, 500 m, dan 250 m terhadap data hujan stasiun. Proses downscaling dilakukan menggunakan metode regresi linier dengan bantuan aplikasi GRASS GIS dan dilakukan untuk memperoleh resolusi dengan ukuran cell 1 km, 500 m, dan 250 m. Variabel bebas yang digunakan dalam proses tersebut adalah data NDVI. Setelah proses downscaling selesai, dilakukan proses kalibrasi dan validasi menggunakan data curah hujan stasiun. Proses validasi dilakukan dengan menghitung koefisien determinasi (R2), Bias (B), dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil validasi menunjukkan bahwa data TRMM yang telah ter-downscaling dan terkalibrasi memiliki akurasi yang relatif tinggi dengan nilai R2, Bias, dan RMSE secara berturut-turut berkisar antara 0,90-0,92; 0,05-0,06; dan 256,67-266,63. Dari ketiga nilai validasi yang dihitung, nilai R2 dan RMSE untuk resolusi 500 m memiliki akurasi paling baik.
PENGGUNAAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK UNTUK MEMPREDIKSI LOAD-SETTLEMENT CURVE PADA FONDASI TIANG Dananjaya, Raden Harya; Sutrisno, Sutrisno; Brahman, Damian Paska Santyo
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i2.66780

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir Artificial Neural Network telah diterapkan pada banyak masalah geoteknik. Berhubungan dengan desain fondasi tiang, prediksi penurunan tiang yang akurat diperlukan untuk memastikan kinerja struktural yang sesuai. Pada penelitian ini bertujuan untuk membangun model ANN untuk memprediksi penurunan tiang berdasarkan data uji CPT. Data yang diperoleh dari literatur, digunakan untuk mengembangkan model. Selain itu dalam penelitian ini membahas parameter terbaik untuk mendapatkan model yang optimal. Akhirnya pada penelitian ini membandingkan prediksi yang diperoleh ANN dengan static load test di lapangan dengan metode validasi menggunakan k-fold cross validation. Setelah melakukan training dan testing didapatkan hasil uji koefisien determinasi sebesar 0,77 dan RMSE 174 kN. Hasil cross validation koefisien determinasi adalah 0,68.
ANALISIS DEBIT REMBESAN PADA SUMUR RESAPAN DENGAN VARIASI DIAMETER MENGGUNAKAN SOFTWARE GEOSTUDIO SEEP/W Bambang Setiawan; Galuh Chrismaningwang; Fauzan Rifa'i
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i4.68830

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat dan pembangunan infrastruktur  yang cepat mengakibatkan perubahan tata guna lahan seperti lahan terbuka yang beralih fungsi menjadi menjadi daerah pemukiman dan daerah industri. Dampak dari perubahan tata guna lahan adalah menurunnya air yang meresap kedalam tanah dan meningkatkan aliran permukaan. Upaya untuk mengatasi kekurangan lahan resapan yaitu dengan pembuatan sumur resapan. Penelitian ini menganalisis debit rembesan menggunakan aplikasi GeoStudio model SEEP/W. Hasil yang didapat akan dibandingkan dengan perhitungan konvensional menggunakan teori Darcy. Pemodelan sumur resapan dilakukan pada tanah pasir berlanau dengan 7 variasi diameter. Interpretasi hasil analisis disajikan kedalam grafik hubungan antara diameter (m) dan debit rembesan (m3/s). Perbandingan nilai debit rembesan pada analisis perhitungan konvensional memiliki selisih yang sedikit dengan analisis software GeoStudio. Nilai debit rembesan dengan perhitungan konvensional dan analisis software Geostudio pada tanah pasir berlanau memiliki selisih sebesar  0,0034 % pada setiap variasi. Hal ini menunjukan hasil analisis software Geostudio memiliki nilai yang hampir sama dengan hasil analisis perhitungan konvensional teori darcy.
ANALISA VARIASI SUHU DAN WAKTU PERAWATAN TERHADAP KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER Shanti Wahyuni Megasari; Fitridawati Soehardi
Matriks Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v13i2.101885

Abstract

The increase in cement production has a negative impact on the environment, so innovation in the use of concrete adhesives is needed, one of which is by utilizing fly ash waste. In order to react to form polymer bonds, fly ash requires the addition of an activator solution in the form of Sodium Hydroxide (NaOH) and Sodium Silicate (Na2SiO3). At cold temperatures, the hydration process and initial strength of geopolymer concrete will have difficulty being achieved optimally. So additional heat with high temperatures is needed during curing to increase the compressive strength of geopolymer concrete. This study aims to analyze the temperature and curing time on the compressive strength of geopolymer concrete. The research method is an experimental study in the Laboratory with a ratio of aggregate: binder of 65%: 35%, coarse aggregate: fine aggregate of 60%: 40%, alkali: fly ash of 38%: 62%, NaOH: Na2SiO3 of 1: 2, superplasticizer 2%, and activator molarity 12 M. The variations in temperature and curing time used were at temperatures of 60 ℃ and 90 ℃ for 6 hours, 12 jams and 24 hours. Test objects in the form of cylinders measuring 200×100 mm as many as 18 samples. The test objects will be tested for compressive strength after 28 days. The results of the study obtained the highest compressive strength value at a variation of 90℃ for 24 hours of 17.92 MPa and the lowest compressive strength value at a variation of 60℃ for 6 hours of 10.19 MPa. Based on the results of the study, it was concluded that the higher the curing temperature and the longer the curing time can increase the compressive strength of geopolymer concrete. For further research, it is recommended to vary the curing temperature above 90℃, the curing time above 24 hours and reduce the amount of air in the concrete mixture. Keywords: compressive strength; curing time; fly ash; geopolymer concrete; temperature time
EVALUASI NILAI KONDISI PERKERASAN JALAN NASIONAL DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) (Studi Kasus : Ruas Jalan Lingkar Demak, Jalan Losari (Batas Prov. Jawa Barat)-Pejagan, dan Jalan Batas Kota Rembang-Bulu (batas Prov. Jawa Timur)) Setyawan, Ary; Febriayani, Ory; Handayani, Fajar Sri
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.64685

Abstract

Kondisi jalan nasional menurut Kementerian PUPR Tahun 2019 di Indonesia dengan kondisi tidak mantap sebesar 8,10%. Penelitian dilakukan pada ruas Jalan Lingkar Demak (Sta. 0+000 s.d. Sta. 6+910), Jalan Losari-Pejagan (Sta. 0+000 s.d. Sta. 9+370), dan Jalan Batas Kota Rembang-Bulu (Sta. 0+000 s.d. Sta. 46+370) bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fungsional dengan metode Pavement Condition Index (PCI) menggunakan kendaraan Hawkeye 2000 pada ketiga ruasxjalan tersebut. Hasil nilai PCI pada ruas Jalan Lingkar Demak yaitu 55,98 (fair), Jalan Losari-Pejagan yaitu 28,03 (very poor), dan Jalan Batas Kota Rembang-Bulu yaitu 35,06 (very poor).

Page 5 of 12 | Total Record : 118