Articles
118 Documents
PENGARUH TIMBUNAN JALAN REL TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN AKTIVITAS KERETA API
Dewi Handayani; Ubaidillah Ubaidillah; Wafi Fajrul Adzim
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i4.76330
Kebutuhan akan transportasi cepat semakin bertambah berbanding lurus dengan mobilitas yang sangat tinggi. Masyarakat Indonesia memiliki minat yang tinggi pada kereta api sebagai moda transportasi. Kereta api memiliki keunggulan dibandingkan transportasi darat lainnya, yaitu: waktu tempuh yang cepat, fasilitas yang lengkap dan jadwal yang pasti. Namun demikian, kereta api masih memiliki kekurangan yaitu polusi udara atau kebisingan. Kebisingan yang terjadi akibat aktivitas kereta api sebagian besar berasal dari pertemuan antara roda kereta api dan jalan rel. Jalan rel kereta api memiliki timbunan untuk meyesuaikan ketinggian jejak rencana. Menurut Pedoman Konstruksi Bangunan Departemen Pekerjaan Umum Nomor Pd T-16-2005-B tentang Mitigasi Dampak Kebisingan Akibat Lalu Lintas Jalan, Timbunan tanah merupakan salah satu upaya dalam penanganan kebisingan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh timbunan terhadap tingkat kebisingan aktivitas kereta api. Metode penelitian yaitu pengambilan data survei lapangan dan analisis statistik dengan uji T. Hasil analisis hipotesis membuktikan bahwa timbunan pada jalan rel berpengaruh terhadap kebisingan akibat aktivitas kereta api.
Kajian Serapan CO2 dan Karbonasi pada Beton Mutu Tinggi Memadat Mandiri dengan Metakaolin 12,5% dan Variasi Agregat Limbah Pecahan Keramik
Raharjo, Mahendra Paramanandana;
Wibowo, Wibowo;
Safitri, Endah
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i2.64520
Pembangunan infrastrukur yang semakin masif menyebabkan meningkatnya limbah kosntruksi. Hal itu yang akhirnya melahirkan suatu inovasi beton ramah lingkungan, salah satunya adalah inovasi beton berkualitas tinggi memadat mandiri dengan penggunaan metakaolin sebagai subtritusi semen dan agregat limbah pecahan keramik sebagai substitusi agregat kasar tanpa mengurangi kekuatan beton. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan melakukan pengujian secara langsung di laboratorium. Benda uji yang digunakan untuk pengujian serapan CO2 dan karbonasi berupa silinder beton dengan diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Berdasarkan hasil pengujian, penggantian metakaolin 12,5% dari berat semen dan variasi agregat limbah pecahan keramik telah memenuhi parameter beton memadat mandiri seperti yang tercantun dalam EFNARC 2002. Pada pengujian serapan CO2 dan karbonasi didapatkan hasil minimum pada substitusi agregat limbah pecahan keramik kadar 20%. Penambahan limbah pecahan keramik dapat meningkatkan kuat tekan beton, tetapi mengurangi serapan CO2 dan karbonasi pada beton karena agregat limbah pecahan keramik memiliki bentuk bersudut dan tidak seragam yang dapat mengisi beton dengan baik dan menjadikan beton semakin padat. Selain itu agregat limbah pecahan keramik mengandung CSH sehingga menambah kekuatan antar partikel beton.Kata Kunci: agregat limbah pecahan keramik, beton mutu tinggi memadat mandiri, karbonasi, metakaolin, serapan CO2.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK PRODUK KOMERSIAL TERHADAP KADAR DO, BOD, DAN COD PADA AIR LIMBAH TAHU
Karina Izza Az Zahroh;
Budi Utomo;
Koosdaryani Soeryodarundio
Matriks Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v12i1.75172
The existence of quite a lot of tofu industry is actually inseparable from the risk of environmental pollution due to waste being dumped directly into waterways. Tofu wastewater needs to be treated first to meet the set quality standards before being discharged into the environment because it contains organic pollutants that can damage water. In this study, researchers used commercial probiotic products to reduce BOD and COD levels and increase DO levels in tofu wastewater. Data analysis in this study is statistical analysis by observing in the laboratory. The presentation of the data used is statistical data with a graphical method that can show the results of differences in wastewater before and after being given probiotics. The results showed that changes occurred when commercial probiotics were added to tofu wastewater. The results of the DO test showed that the ALT mixed with probiotics increased to 1.03 mg/lt at a ratio of 1:3 in 8 hours. The same results were also obtained from ALT-N which increased by 1.25 mg/lt in a ratio of 1:3 at 8 hours. In the COD and BOD tests, the levels dropped to 83.42 mg/lt and 179.47 mg/lt for ALT-N. The results showed that commercial probiotics added to tofu wastewater were able to reduce BOD and COD levels and increase DO levels.
Variabel Berpengaruh dalam Implementasi Building Information Modeling (BIM) dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk Meminimalisasi Kecelakaan Kerja pada Tahap Perancanaan Proyek Konstruksi
Widi Hartono; Dewi Handayani; Najwa Prasetya
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i3.76638
BPJS Ketenagakerjaan telah mencatat setidaknya 177 ribu kecelakaan kerja pada rentang waktu dari bulan Januari sampai Oktober 2020. Dampaknya dapat merugikan proyek dalam hal biaya, mutu, dan waktu. Terdapat beberapa pendekatan mengenai perencanaan keselamatan konstruksi untuk mengatasi masalah tentang keselamatan kerja. Dewasa ini, teknologi BIM merupakan teknologi paling maju di bidang konstruksi salah satunya terhadap perencanaan keselamatan kerja untuk mengidentifikasi potensi kecelakaan kerja dan pengembangan rencana mitigasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh implementasi BIM dengan K3 untuk meminimalkan kecelakaan kerja pada proyek kontruksi tahap perencanaan. Studi pustaka dilakukan guna mengetahui variabel implementasi BIM dengan K3 untuk meminimalkan kecelakaan kerja di proyek konstruksi tahap perencanaan yang selanjutnya akan dibuatkan kuesioner. Kuesioner tersebut akan disebar kepada 34 responden yang merupakan praktisi BIM dengan metode Delphi. Hasil dengan menggunakan metode Delphi menyatakan bahwa terdapat tujuh dari delapan variabel pendekatan implementasi BIM dengan K3 yang dapat meminimalkan kecelakaan kerja pada proyek konstruksi tahap perencanaan. Tiga variabel pendekatan BIM dengan K3 yang paling berpengaruh dalam meminimalkan kecelakaan kerja pada proyek konstruksi tahap perencanaan adalah (1) Model 4D BIM; (2) Simulasi 4D BIM; dan (3) Design for Safety (DfS).
Analisis Kinerja dan Kualitas Pelayanan Bus Trans Jateng Solo Sragen Menggunakan Metode Importance Performance Analysis (IPA)
Budi Yulianto; Amirotul Musthofiah H.M.; Adinda Ayumas Putri
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i4.75060
Bus Trans Jateng Solo Sragen merupakan salah satu wilayah aglomerasi dari persebaran wilayah Bus Trans Jateng yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat dengan pola beli layanan (buy the service) yang mencakup aspek kenyamanan, keamanan, keselamatan, keterjangkauan, kesetaraan dan keteraturan. Dalam kinerja dan kualitas pelayanan Bus Trans Jateng memerlukan analisis menurut persepsi penumpang agar pemerintah melakukan optimalisasi guna mendapatkan kualitas pelayanan yang terbaik. Kinerja Bus Trans Jateng Solo Sragen dianalisis menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) kemudian atribut-atribut dengan prioritas tinggi yang terletak pada kuadran I dikelompokkan untuk mengetahui macam-macam upaya perbaikan yang harus dilakukan. Berdasarkan hasil analisis, pelayanan Bus Trans Jateng masuk dalam kategori sangat memuaskan dengan tingkat kesesuaian sebesar 91% walaupun masih ada beberapa atribut yang masih membutuhkan perbaikan. Dari 14 atribut dalam kuesioner, 4 atribut berada di kuadran I, 6 atribut berada di kuadran II, 2 atribut berada di kuadran III dan 2 atirbut berada di kuadran IV.
AKURASI METODE RANDOM FOREST PADA PROSES DOWNSCALING DAN KALIBRASI DATA TRMM
Raden Harya Dananjaya; Galuh Chrismaningwang; Fajar Era Prihantoro
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i4.70261
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses downscaling dan kalibrasi dengan metode Random Forest (RF) terhadap peningkatan akurasi data TRMM. Pada penelitian ini dilakukan proses downscaling, kalibrasi, dan validasi data TRMM. Proses downscaling data TRMM dilakukan dengan mencari hubungan antara data NDVI dan TRMM menggunakan metode RF. Dalam regresi ini data NDVI berperan sebagai variabel bebas dan data TRMM sebagai variabel terikat. Proses pembuatan model RF dilakukan dengan bantuan aplikasi Jupiter Notebook. Setelah dilakukan downscaling, data TRMM dikalibrasi menggunakan data hujan dari enam stasiun pengamatan dengan metode Geographical Differential Analysis (GDA). Proses downscaling dan kalibrasi dilakukan dengan bantuan aplikasi GRASS GIS. Kemudian hasil kalibrasi dan downscaling data TRMM harus diuji validitasnya dengan menggunakan data hujan testing dari tiga stasiun pengamatan. Pengujian validitas dilakukan dengan menghitung koefisien determinasi (R2), Bias (B), dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil validasi menunjukkan data TRMM yang ter-downscaling dan terkalibrasi memiliki akurasi yang relatif tinggi dengan nilai R2, Bias, dan RMSE secara berturut-turut 0,9986; 0,0297; dan 276,282. Berdasarkan nilai validasi maka dapat disimpulkan proses downscaling dan kalibrasi dengan metode RF dapat meningkatkan akurasi data TRMM.
ANALISIS BIAYA DAN WAKTU PEMBANGUNAN GEDUNG FPEB UPI MENGGUNAKAN SISTEM MODULAR PADA DINDING
Ary Setyawan;
Friska Herlina Pakpahan;
Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v12i2.77625
The conventional development system which is still commonly used in Indonesia is regarded as being ineffective to apply because it is more expensive. In addition to technology advancements, a development method that employs a modular approach is possible to cut down on project expenses and duration. The building process in a modular system result in industrialization, where the construction materials needed are mass-produced. This study compares the time and costs involved in building conventional and modular walls. The costs and times for traditional and modular wall works are being compared in this study using a comparative descriptive methodology. The data was gathered as part of the FPEB Building project at the Indonesian Education University (UPI), and Microsoft Excel will be used to process it. In this study, the usage of lightweight concrete panels as modular wall materials was analyzed for cost and duration effectiveness to establish the percentage of savings. From the data analysis, it was found that the use of lightweight concrete panels walls experienced a cost inefficiency of 6,4%. When viewed from a time perspective, the use of lightweight concrete panels are 45.45% efficient.
PENGARUH VARIABEL BEBAS DALAM ANALISIS KAPASITAS DUKUNG DAN PENURUNAN FONDASI TIANG MENGGUNAKAN CORRELATION BASED FEATURE SELECTION (CFS)
Raden Harya Dananjaya;
Sutrisno Sutrisno;
Taufiqah Apriliani
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i3.65116
Fondasi berfungsi sebagai penyalur beban konstruksi ke tanah dan menstabilkan struktur pada bangunan. Estimasi kapasitas dukung dan penurunan fondasi menjadi salah satu bagian penting dalam perancangan bangunan. Dikarenakan perilaku tanah yang kompleks, beberapa asumsi digunakan dalam perancangan fondasi. Sistem kecerdasan buatan (AI) sering digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini membahas tingkat signifikasi variabel bebas terhadap hasil prediksi artificial neural network (ANN) dan support vector machine (SVM) menggunakan metode correlation-based feature selection (CFS). Tingkat akurasi diukur menggunakan koefisien determinasi (R2) dan root mean square error (RMSE). Data set yang digunakan berasal dari pengujian cone penetration test (CPT), karakteristik tiang, dan pengujian beban tiang statis. Data kemudian dibagi menjadi data training dan testing. Setelah pembuatan model dengan data training, model divalidasi menggunakan data testing. Tingkat akurasi diukur menggunakan koefisien determinasi (R2) dan root mean square error (RMSE). Hasil CFS menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh pada kapasitas dukung adalah hambatan konus (qc) dengan nilai korelasi (|r|) sebesar 0,7672, sedangkan faktor yang paling berpengaruh terhadap penurunan fondasi tiang adalah diameter fondasi (D) dengan nilai korelasi (|r|) sebesar 0,4287.
KAJIAN KUAT LENTUR PADA BETON MEMADAT MANDIRI MUTU TINGGI DENGAN METAKAOLIN 12,5% DAN VARIASI SILICA FUME
Endah Safitri; Wibowo Wobowo; Agus Fatahillah
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i4.76579
Pada era infrastruktur ini kontruksi sangat mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Bahan utama kontruksi yang mudah didapatkan adalah beton sehingga kebutuhan beton terus meningkat dan dibutuhkan inovasi beton antara lain adalah beton memadat mandiri dan mutu tinggi. Pembuatan beton HSSCC dengan bahan tambah silica fume dan metakaolin dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi metakaolin dan variasi silica fume terhadap parameter beton SCC dan kuat lentur beton dengan metakaolin 12,5% dengan variasi silica fume 0%;9%;11%;13%;15% dari total berat binder, dan digunakan superplasticizer sika viscocrete 1003 sebanyak 1,5% dari total berat binder. Benda uji yang digunakan merupakan balok dengan ukuran 10 x 10 x 40 cm diuji menggunakan mesin uji UTM. Dilakukan pengujian beton segar untuk mengetahui apakah beton segar sudah memenuhi standard SCC yang mengacu pada standar EFNARC 2005 (segregation resistance, passing ability, dan filling ability). Berdasarkan hasil penelitian substitusi metakaolin 12,5% dan variasi silica fume meningkatkan workabilitas pada beton segar memenuhi parameter segregation resistance, passing abilitiy, dan filling ability berdasarkan EFNARC 2005 dan meningkatkan kuat lentur beton pada umur beton 28 hari untuk kadar silica fume 0%;9%;11%;13% dan 15% dengan nilai 5,17 MPa; 5,96 MPa; 6,41 Mpa; 6,27 MPa dan 6,09 MPa.
PENGARUH PASIR, ABU TERBANG, DAN AIR PADA KARAKTERISTIK MEKANIS TANAH LEMPUNG
Soewignjo Agus Nugroho;
Ferry Fatnanta;
Syawal Satibi;
Muhamad Yusa;
Agus Ika Putra;
Gunawan Wibisono
Matriks Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v13i1.101745
The shear strength and bearing capacity of soil are influenced by its type, mineral composition, and particle size. Both cohesion and the friction angle play significant roles in determining soil strength, while density is crucial for supporting forces. This study examines the effects of grain size, soil minerals, and water content on the shear strength and bearing capacity of soil. Various tests such as California Bearing Ratio, Direct Shear, and Unconfined Compression Test are conducted on sand and clay, compacted with different numbers of strikes and water contents. The study also explores the impact of organic soil and fly ash on shear strength. Additionally, immersion tests are performed to assess how water absorption affects the soil’s properties. Results show that compression at the optimum moisture content (OMC) produces the highest strength, while compression at higher moisture levels results in greater strength loss compared to drier conditions. At a constant water content, increased soil density leads to higher bearing capacity. Conversely, excess water content reduces the soil's strength. The presence of clay, fly ash, and organic material increases water absorption capacity. In sandy soils, the distribution of grain size significantly influences shear behavior. The addition of clay enhances both the friction angle and soil cohesion, while higher fly ash content tends to reduce the friction angle and improve soil cohesion. Interestingly, cohesion appears to be unaffected by the sand's gradation. Keywords: bearing capacity, clay, fly ash, shear strength, sand.