cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
Evaluasi Potensi Gas Rumah Kaca Berdasarkan Sektor Ketenagalistrikan dan Infrastrukur Penyediaan Air Minum di Kota Batam Yosef Adicita; Nurul Ulfah; Sri Dewi Handayani; I Wayan Koko Suryawan
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1321.065 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v9i1.51089

Abstract

Batam City is one of the biggest city in Indonesia. The economic development in Batam City is increasing, which is followed by the needs of the city. Electricity and water supply requirements are one of the essential aspects of the management of a city and sustainable development. Electricity consumption and water supply can contain carbon dioxide (CO2) emissions. The purpose of this study is to estimated CO2 emissions in Batam City from electricity activity and water consumption.Calculation of carbon dioxide emissions from electricity consumption in Batam uses an emission factor of 0.975 tons CO2/MWh, while for water supply consumption uses an emission factor of 0.51 kgCO2/m3. Projections are carried out until 2030 in accordance with sustainable development goals. Based on electricity consumption, the highest contributor to emissions in 2014-2017 is the business sector with the highest value of 679,658 tons of CO2. Emissions from electricity consumption from the industrial sector fell from 567,904 tons of CO2 in 2014 to 510,630 tons of CO2 in 2017. The projected emissions that will emit emissions from the industrial sector will increase each year. Water consumption showed the highest emissions in the household sector at 28.461 tons of CO2 in 2017. Compared with the projected results on water supply, only 2.21% compared to total electricity consumption emissions.
PENGARUH GRADASI TERHADAP POROSITAS DAN KUAT TEKAN BETON BERPORI Pratomo, Eko Putro; Setyawan, Ary; Djumari, Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.984 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37077

Abstract

Pembangunan jalan secara umum menggunakan perkerasan lentur dan perkerasan kaku yang kedap air, sehingga pada musim hujan akan terdapat genangan air di permukaan jalan. Genangan air di atas lapisan perkerasan yang terjadi setelah hujan akan mengganggu kelancaran lalu lintas dan dapat menimbulkan terjadinya kerusakan pada perkerasan jalan. Penggunaan beton berpori diharapkan dapat mengurangi kerusakan pada jalan dengan meresapkan air limpasan dari badan jalan ke dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya workabilitas, porositas, permeabilitas, dan kuat tekan beton berpori, serta untuk mengetahui pengaruh gradasi agregat 1-2 dan 2-3 terhadap kuat tekan, porositas dan permeabilitas dari beton berpori. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimen, yaitu dengan menggunakan agregat dengan gradasi seragam. Agregat yang digunakan adalah batu dengan gradasi seragam 1-2 cm dan 2-3 cm. Agregat halus yang digunakan sebesar 30% dari proporsi agregat halus beton normal. Faktor air semen (FAS) yang dipakai pada mix design sebesar 0,45. Pengujian workabilitas dilakukan setelah beton segar selesai dicampur dengan komposisi sesuai mix design. Pengujian kuat tekan, porositas, dan permeabilitas dengan metode falling head water permeability test dilakukan pada umur beton 28 hari. Dari hasil analisis dengan metode kualitatif, beton berpori dengan batu pecah gradasi 1-2 dan 2-3 dengan FAS 0,45, didapat nilai kuat tekan tertinggi pada campuran agregat 1-2 sebesar 10,584 MPa. Porositas tertinggi terjadi pada campuran agregat 1-2 sebesar 21,758 % (Metode VIM). Permeeabilitas horisontal tertinggi terjadi pada campuran agregat 1-2 sebesar 1,711 cm/dt. Permeabilitas secara vertikal tertinggi terjadi pada campuran 1-2 dengan nilai 0,448 cm/dt. Jadi dari hasil analisis beton berpori yang kuat dan terjaga nilai porositasnya adalah beton berpori dengan campuran agregat 1-2.
Kajian Uji Geser Murni Beton HVFA Memadat Sendiri teradap Beton Normal Pambudi, Cahyo Dwi; Budi, Agus Setiya; Kristiawan, Stefanus Adi
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.415 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38488

Abstract

Fly ash merupakan limbah pembakaran batu bara yang memiliki kandungan kimia berupa silika dan alumina mencapai 80%. Senyawa tersebut bereaksi dengan Ca(OH)2 hasil proses hidrasi semen dan membentuk C3S2H3 atau tubermorite yang dapat menambah kekuatan beton. Fly ash sebagai subtituen semen sering digunakan dalam jumlah besar (>50%). Untuk mengatasi permasalahan terbentuknya rongga pada beton bertulang, konsep HVFAC dipadukan dengan Self Compacting Concrete (SCC). Penggunaan fly ash sebagai pengganti sebagian semen dalam campuran Self Compacting Concrete dengan kadar lebih dari 50% disebut High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA SCC). Penelitian ini mengkaji pengaruh persentase fly ash terhadap kuat geser pada beton HVFA-SCC. Pada penelitian ini menggunakan 2 variasi kadar fly ash pada beton HVFA-SCC yaitu 50% dan 60% serta beton normal sebagai pembanding. Benda uji kuat geser beton berbentuk balok dobel L (200mm x 100mm x 360mm). Sampel tersebut diseragamkan berdasarkan mutu yaitu 30 Mpa. Kemudian dilakukan pengujian menggunakan Universal Testing Machine dan LVDT untuk mengetahui lendutan arah vertikal yang dialami oleh benda uji. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pada balok dobel L HVFA-SCC memiliki kuat geser yang lebih besar dari pada beton normal.
ANALISIS KESEIMBANGAN AIR PADA BENDUNG BRANGKAL GUNA MEMENUHI KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI SIWALUH KABUPATEN KARANGANYAR Gary Widayanto Sadono; Suyanto Suyanto; Adi Yusuf Muttaqien
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.051 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37319

Abstract

Keseimbangan Air atau Neraca air (water balance) merupakan neraca masukan dan keluaran air disuatu tempat pada periode tertentu. Penelitian ini menggunakan cara deskriptif kuantitatif dengan mengaplikasikan metode Penmann dan metode Mock. Hasil penelitian menggunakan metode penman diperoleh nilai Eto pada bulan Januari = 3,527 mm/hari, Pebruari = 4,016 mm/hari, Maret 3,782 mm/hari, April = 3,475 mm/hari, Mei = 3,405 mm/hari, Juni = 3,115 mm/hari, Juli = 3,566 mm/hari, Agustus = 3,541 mm/hari, September = 3,926 mm/har, Oktober = 3,863 mm/hari, Nopember = 3,874 mm/hari, Desember = 3,875 mm/hari. Ketersediaan dan kebutuhan air di daerah Irigasi Siwaluh dengan metode Mock pada tahun 2003-2012, diperoleh nilai rata - rata ketersediaan air pada bendung brangkal sebesar 0,29 m3/detik. Nilai maksimum dari kebutuhan air pada daerah irigasi siwaluh yang diperoleh dari perhitungan pola tanam yang dimulai pada bulan November dengan jenis pola tanam berupa padi - padi - jagung adalah sebesar 0,77 m3/detik. Dari hasil yang diperoleh atas ketersediaan dan kebutuhan air dapat di simpulkan selisih ketersediaan air dan kebutuhan air tiap musim tanam pada lokasi pengamatan diperoleh -0,21 m3/detik pada musim tanam ke I, -0,24 m3/detik pada musim tanam ke II, dan -0,23 m3/detik pada musim tanam ke III.
PRIORITAS PENANGANAN JALAN LUAR KOTA KABUPATEN PACITAN Handayani, Dewi; Hartono, Widi; Firdausy, Sabila
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.68 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36964

Abstract

Kondisi ruas-ruas jalan luar kota di Kabupaten Pacitan yang mengalami kerusakan menjadi persoalan yang harus diselesaikan dengan cepat. Namun perbaikan pada ruas jalan yang rusak hanya sebagian kecil yang direalisasikan dalam APBD karena terbatasnya anggaran APBD dan penentuan skala prioritas yang telah dilakukan selama ini masih didominasi kebijaksanaan pengambil keputusan dalam menetapkan kebijakan. Oleh karena itu perlu adanya metode penentuan prioritas penanganan jalan sesuai kebutuhan masyarakat agar dapat digunakan untuk menentukan penanganan jalan di Kabupaten Pacitan berdasarkan metede hierarki yang diperoleh sehingga dapat mengetahui penilaian prioritas penanganan jalan luar kota Kabupaten Pacitan berdasarkan model hierarki yang diperoleh. Penelitian ini dianalisa menggunakan metode AHP yang mendasari pada 4 kriteria terpilih yaitu kondisi jalan, volumelalu lintas, biaya, dan waktu. Data primer diperoleh dari kuesioner yang dibagikan kepada 9 responden yang berasal dari pihak berwenang Kabupaten Pacitan. Data sekunder diperoleh dari kondisi ruas jalan dan data-data teknis yang diperoleh dari Bina Marga kabupaten Pacitan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria kondisi jalan memperoleh bobot tertinggi yaitu sebesar 0,5621, volume lalu lintas (0,2347) , biaya (0,1241). waktu (0,0708). Proritas penanganan jalan berdasarkan model hierarki yang diperoleh diurutkan dengan urutan Gemahajo-Watupatok, Ngadirejan-Tamanasri, dan terakhir Donorojo-Batas Jawa Tengah.
ANALISIS KONDISI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK KONSTRUKSI MENUJU PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 50 TAHUN 2012 (Studi Kasus : Proyek Alila Suite SCBD oleh PT. Hutama Karya (Persero)) Suryosagoro, Sabuaji Brastowo; Laksito, Budi; Sugiyarto, Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.311 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37506

Abstract

Dunia konstruksi erat dengan pekerjaan yang melibatkan banyak pekerja dengan pekerjaan beresiko tinggi. Sesuai dengan PP Nomor 50 Tahun 2012 perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 100 orang dan mengandung potensi bahaya wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Studi kasus pada salah satu proyek PT. Hutama Karya adalah sebagai sampel dimana perusahaan konstruksi menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), namun berdasarkan PERMENAKER 05/MEN/1996 yang merupakan peraturan lama dari PP Nomor 50 Tahun 2012. Mengingat sudah usainya masa transisi dari peraturan lama menuju peraturan baru.Selain itu, pembaruan sertifikasi internasional juga mengharuskan perusahaan menerapkan peraturan baru, sehingga perlu diketahui penerapan dari PP Nomor 50 tahun 2012 ini. Penelitian ini menggunakan metode evaluative komparatif dimana hasil nilai dari pengumpulan dan analisis data akan dibandingkan dengan evaluasi sebelumnya. Analisis menggunakan Checklist, dimana pengisiannya terlebih dahulu dilakukan observasi di lapangan dan wawancara dengan berbagai pihak yang terlibat.Hasil analisis dan pembahasan diperoleh bahwa nilai tingkat penerapan dari PP Nomor 50 Tahun 2012 sebesar 96,39% dan digolongkan tingkat penerapan yang Memuaskan. Terdapat 160 kriteria yang sesuai dari total 166 kriteria yang dievaluasi. Dengan demikian, lokasi dinyatakan siap untuk menerapkan PP Nomor 50 Tahun 2012 karena telah melebihi batas pencapaian Memuaskan yaitu 85%.
Analisis Kinerja Bus Trans Jogja (Studi Kasus Rute 4A dan 4B) Agung Bayu Pratomo; Agus Sumarsono; Budi Yulianto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.206 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37206

Abstract

Trans Jogja yang dalam perkembangannya merupakan wujud dari suatu sistem transportasi berupaya untuk menjadi simpul interaksi antar wilayah. Hal ini tercermin pada fasilitas transportasinya, sehingga harus ada langkah-langkah strategis dalam rangka pengembangan sistem transportasi khususnya Trans Jogja. Untuk dapat meningkatkan kinerja, Trans Jogja meluncurkan trayek baru yaitu rute 4A dan 4B. Dalam perkembangannya mulai ada keluhan dari pengguna Trans Jogja mengenai waktu kedatangan bus dan waktu tunggu yang relatif cukup lama. Sehingga mengakibatkan turunnya jumlah penumpang untuk menggunakan Bus Trans Jogja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kinerja angkutan Bus Trans Jogja terutama pada rute 4A dan 4B dengan standar Departemen Perhubungan Darat dan standar World Bank. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pengumpulan data primer (headway, jumlah penumpang, load factor, waktu tempuh dan waktu tunggu penumpang) dan data sekunder (data perusahaan dan data jalur trayek Trans Jogja) yang berhubungan dengan kinerja Bus Trans Jogja pada rute 4A dan 4B. Data dianalisis dengan program Microsoft Excel dan SPSS, untuk kemudian hasilnya dibandingkan dengan indikator yang didasarkan pada standar World Bank dan standar Departemen Perhubungan Darat. Hasil penelitian rute 4A telah memenuhi standar utilisasi kendaraan, kecepatan, umur kendaraan, konsumsi bahan bakar, kebutuhan suku cadang, operating ratio, jarak jalan kaki ke shelter dan pergantian moda. Tetapi rute 4A masih belum memenuhi standar waktu tunggu penumpang, waktu tempuh, jumlah penumpang, headway, tingkat ketersediaan, produktivitas dan load factor. Rute 4B telah memenuhi standar waktu tunggu penumpang, waktu tempuh, utilisasi kendaraan, headway, umur kendaraan, konsumsi bahan bakar, kebutuhan suku cadang, operating ratio, jarak jalan kaki ke shelter dan pergantian moda. Rute 4B masih belum memenuhi standar jumlah penumpang, kecepatan kendaraan, tingkat ketersediaan, produktivitas dan load factor.
STUDI KARAKTERISTIK DASPAL MODIFIKASI DENGAN BAHAN GETAH DAMAR, FLY ASH, MINYAK GORENG DAN LATEKS DIBANDINGKAN DENGAN ASPAL PENETRASI Soniel Zai, Aroman Karsensyah; Djumari, Djumari; Setyawan, Ary
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.9 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36722

Abstract

Daspal ialah salah satu alternatif bioaspal, terbuat dari bahan-bahan yang dapat diperbaharui sebagai pengganti aspal konvensional. Daspal terinspirasi dari jabung yang terbuat dari getah damar, serbuk batu bata dan minyak goreng. Jabung memiliki kesamaan karakter dengan aspal konvensional. Penelitian karakteristik jabung telah dilakukan oleh Muchammad Fachri Nasution namun masih terdapat kekurangan yaitu nilai titik lembek dan daktilitas yang tidak memenuhi syarat. Pada penelitian ini serbuk batu bata akan digantikan fly ash karena fly ash memiliki butiran lebih halus sehingga dapat menjadi absorben yang lebih baik atau pengikatan pada kotoran yang leih baik. Getah damar akan berperan sebagai resin alami daspal, minyak goreng akan menjadi pelarut campuran. Penggunan polimer tambahan juga dilakukan yaitu dengan penembahan lateks, diharapakan dapat memperbaiki keelastisan daspal dalam uji daktilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat properties daspal modifikasi sesuai dengan spesifikasi pengujian aspal penetrasi dan mencari komposisi optimal daspal. Metode penelitian ini dilakukan dengan pengujian di laboratorium. Pada penelitian kali ini yang menjadi komposisi dasar dari damar yaitu damar (100gr damar murni atau bongkahan + 350gr damar kemasan atau bubuk), serbuk fly ash (150gr) dan minyak goreng (205gr) dan lateks yang dicampurkan dengan cara dimasak pada suhu dibawah 150oC. Sedangkan variasi lateks dimulai dari 0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10%. Pengujian yang dilakukan ialah uji penetrasi, uji titik lembek, uji daktilitas, uji titik nyala, uji berat jenis, uji kelekatan dan uji kelarutan. Daspal modifikasi optimum pada campuran daspal damar (100gr damar murni atau bongkahan + 350gr damar kemasan), serbuk Fly Ash (150gr) ,minyak goreng (205gr), dan lateks 4% , nilai daktilitas 119,5 cm, nilai titik nyala 260 oC, penetrasi daspal 43 dmm, dan nilai berat jenis 0,97 gr/cm3. Daspal modifikasi ini tidak memenuhi spesifikasi dalam hal kelarutan daspal dalam larutan trichlore ethylene yaitu sebesar 95% tetapi memenuhi nilai kelekatan daspal pada batuan sebesar 99%. Dengan nilai optimum tersebut, daspal bisa dikategorikan seperti aspal pen 40.
STUDI KARAKTERISTIK FASILITAS PARKIR DI KANTOR BALAIKOTA SURAKARTA Handayani, Dewi; Mahmudah, Amirotul M.H; Pramudya, Hananta Aji
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.186 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i1.36523

Abstract

Luas lahan parkir yang tidak sebanding dengan jumlah volume kendaraan yang ada di dalam kawasan kantor Balaikota Surakarta akan mengganggu ketertiban dan kenyamanan para pengguna parkir yang berada di Kantor Balaikota Surakarta. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data jumlah ruang parkir, medapatkan karakteristik penggunaan parkir dan merekomendasikan manajemen pengaturan ruang parkir di Balaikota Surakarta.Adanya evaluasi ini diharapkan memberikan suatu alternative pemecahan masalah terhadap permasalahan parkir di wilayah Kantor Balaikota Surakarta.Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap.Penelitian tahap pertama pada Hari Selasaberupa pengukuran lahan parkir (inventarisasi ruang parkir) yang terdapat di wilayah Kantor Balaikota Surakarta. Metode survai dilakukan dengan metode inventarisasi ruang parkir dan kebutuhan ruang parkir, survai kebutuhan ruang parkir dilakukan dengan dua cara yaitu survai patrol dan kordon. Penelitian tahap ke dua berupa menghitung kebutuhan ruang parkir untuk memperoleh karakteristik kendaraan yang memasuki area parkiran.Penelitian ini dilakukan pada Hari Rabu dan Kamis. Selanjutnya, data hasil inventarisasi ruang parkir dan data hasil karakteristik parkir di evaluasi untuk mengetahui kebutuhan  luas lahan parkir dan jumlah kendaraan yang menggunakan lahan parkir Kantor Balaikota Surakarta.Hasil penelitian menunjukan bahwa, hasil pelaksanaan survei inventarisasi didapatkan 755 SRP sepeda motor dan 190 SRP mobil, akumulasi parkir maksimal untuk sepeda motor 798 kendaraan, sedangkan mobil 289 kendaraan, volume parkir sepeda motor 2550 kendaraan/hari dan 644 mobil kendaraan/hari, durasi parkir sepeda motor rata-rata 1,56 jam sedangkan mobil 2,57 jam, tingkat pergantian parkir untuk sepeda motor 3,38 kend./Petak  sedangkan mobil 3,38 kend./Petak, Indeks parkir maksimal untuk sepeda motor 105,70%, terjadi pada jam 10.30 - 10.45 WIB dan mobil sebesar 152.11% terjadi pada jam 15.45 - 16.00 WIB. Pengendara  yang menggunakan lahan parkir kurang dari 5 menit atau untuk mengantar sebanyak 260 kendaraan. Untuk itu ruang parkir Kantor Balaikota Surakarta walaupun jumlah SRP yang tersedia lebih besar akumulasi parkirnya, Realita di lapangan ruang parkir relatif cukup, karena masih banyak kendaraan yang masuk untuk mengantar (tidak melakukan parkir). Sehingga di rekomendasikan pengaturan parkirnya dengan penambahan petugas yang mengawasi parkiran sehingga parkiran tertata dengan rapi tanpa adanya kendaraan parkir sembarangan yang dapat menghambat sirkulasi kendaraan lain, terutama pada parkir sepeda motor.
KAJIAN KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN MODULUS ELASTISITAS PADA HVFA-SCC DENGAN KADAR FLY ASH 50%, 60%, DAN 70% TERHADAP BETON NORMAL Agus Setiya Budi; Bambang Santosa; Diah Menik Larasati
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.403 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v9i3.54426

Abstract

Penggunaan beton normal memerlukan banyak waktu dan tenaga. Maka dari itu dibuat alternatif pengganti beton normal yaitu beton Self Compacting Concrete (SCC), namun penggunaan beton SCC meningkatkan penggunaan semen yang akan melepaskan CO2 ke udara sehingga dibutuhkan senyawa tambahan untuk mengurangi kadar semen. Berdasarkan hal tersebut digunakanlah fly ash sebagai bahan tambah. Ukuran fly ash sangat kecil sehingga mampu mengurangi ruang antar agregat dan mampu meningkatkan nilai kuat tekan. Beton High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) memiliki kadar fly ash lebih dari 50%. Penelitian ini akan menganalisis nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas akibat penambahan kadar fly ash sebesar 50%, 60%, dan 70% pada beton SCC terhadap beton normal. Hasil pengujian yang didapatkan, yaitu nilai kuat tekan beton normal dan beton dengan kadar fly ash 50%, 60%, dan 70% adalah 30,09 MPa, 29,80 MPa, 26,97 MPa, dan 21,69 MPa. Nilai modulus elastisitas yang didapatkan adalah 25100,38 MPa, 25023,94 MPa, 24139,28 MPa, dan 22354,94 MPa, dan Nilai kuat tarik belah yang didapatkan adalah 3,04 Mpa, 2,24 MPa, 1,79 MPa, dan 1,38 MPa.