cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
ANALISIS KINERJA SIMPANG TIGA SRIWEDARI DENGAN FIXED TIME CONTROL DAN DEMAND RESPONSIVE CONTROL PADA SISTEM CONTRA FLOW BUS LANE Loh Man; Budi Yulianto; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36705

Abstract

Simpang Tiga Sriwedari adalah salah satu simpang yang akan dipengaruhi oleh adanya sistem Contra Flow Bus Lane di Jalan Brijgend. Slamet Riyadi Kota Surakarta. Dengan kenyataan tersebut diperlukan penelitian mengenai perencanaan sinyal lampu lalu lintas dengan fasilitas khusus angkutan umum di simpang. Sinyal lampu lalu lintas tersebut lazim disebut bus priority signal control. Sistem sinyal ini merupakan salah satu sinyal lampu lalu lintas yang pengaturan waktu sinyalnya berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan yang selalu berubah-ubah atau biasa disebut Demand Responsive Control. Efektifitas sistem sinyal ini kemudian dibandingkan dengan sistem sinyal Fixed Time Control dalam mengatur pergerakan lalu lintas di Simpang Tiga Sriwedari. Survei volume lalu lintas dilakukan dengan pencacahan lalu lintas di persimpangan untuk mendapatkan data volume, komposisi kendaraan dan distribusi pergerakan membelok kendaraan. Dalam penelitian ini menggunakan alat bantu program simulasi trasportasi yaitu VISSIM untuk memodelkan kondisi lalu lintas sesuai dengan kondisi lapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaaan kinerja simpang Tiga Sriwedari antara kondisi eksisting, kondisi setelah penerapan sistem Contra Flow Bus Lane dengan Fixed Time Control (CFBL FTC) dan Demand Responsive Control (DRC) yaitu, pada kondisi eksisting memeliki nilai rata-rata untuk panjang antrian sebesar 183 meter, tundaan kendaraan sebesar 32 detik, dan waktu tempuh sebesar 125 detik. Kondisi (CFBL FTC) memiliki nilai rata-rata untuk panjang antrian sebesar 415 meter, tundaan kendaraan sebesar 111 detik dan waktu tempuh sebesar 174 detik. Kondisi (DRC) memiliki nilai rata-rata untuk panjang antrian sebesar 386 meter, tundaan kendaraan sebesar 63 detik dan waktu tempuh sebesar 163 detik. (Hasil ini diukur untuk pendekat simpang Barat )
KAJIAN KUAT DESAK DAN MODULUS ELASTISITAS PADA BETON MUTU TINGGI DENGAN BAHAN TAMBAH ABU SEKAM PADI MENGGUNAKAN ANALISIS MIKROSTRUKTUR Wibowo Wibowo; Endah Safitri; Dicky Apriawang
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 3 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v7i3.36496

Abstract

Beton merupakan material bangunan yang paling banyak digunakan. Salah satu inovasinya ialah beton mutu tinggi yang biasa digunakan pada proyek gedung-gedung tinggi. Penelitian ini melakukan inovasi dengan menggunakan abu sekam padi sebagai variasi bahan tambah pengganti sebagian semen. Alasan penggunaan abu sekam padi adalah dikarenakan adanya kandungan SiO2 yang tinggi yang dapat meningkatkan nilai kuat desak serta modulus elastisitas beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kuat desak serta modulus elastisitas beton mutu tinggi dengan bahan tambah abu sekam padi dengan kadar 10% menggunakan analisis mikrostruktur pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini berupa beton silinder dengan diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini meliputi uji material, uji slump, uji kuat desak dan modulus elastisitas menggunakan Universal Testing Machine (UTM), serta uji mikrostruktur menggunakan alat Surface Area Analyser (SAA). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai kuat desak beton dengan bahan tambah abu sekam padi terhadap beton normal pada hari ke- 7, 14, 21, dan 28 hari masing-masing sebesar -8,04%; -5,96%; 0,34%; 8,45%. Sementara itu untuk persentase peningkatan nilai modulus elastisitas pada hari ke- 7 14, 21, dan 28 hari adalah sebesar -3,01%; -2,23%; 0,13%; 3,14%. Penambahan abu sekam padi juga membuat nilai volume pori mengalami peningkatan pada umur sampel  ke- 7, 14, 21, dan 28 hari masing-masing sebesar 6,90%; 3,57%; -12,50%; -27,27%.
ANALISIS STABILITAS LERENG BERTINGKAT DENGAN PERKUATAN GEOTEKSTIL MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Ichsan Prasetyo; Bambang Setiawan; Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36721

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui angka keamanan lereng alami dan dengan perkuatan geotekstil yang terjadi pada lereng bertingkat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode elemen hingga. Permodelan dilakukan dengan beberapa variasi pada panjang geotekstil dan tebal tanah timbunan pengisi. Parameter tanah yang digunakan adalah data sekunder dari Kabupaten Cianjur dan menggunakan pendekatan sudut geser Meyerhof. Analisis stabilitas lereng dengan perkuatan geotekstil menggunakan pendekatan sudut geser Meyerhof dengan menggunakan panjang 2 m memiliki angka keamanan lereng dibawah 1,25 sehingga menurut Bowles kelongsoran pernah terjadi dan angka keamanan menggunakan panjang 4 m, dan 6 m memiliki angka keamanan lereng diatas 1,25 sehingga kelongsoran jarang terjadi.
EVALUASI NILAI KONDISI PERKERASAN JALAN NASIONAL DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) MENGGUNAKAN APLIKASI ROAD EVALUATION AND MONITORING SYSTEM (REMS) (Studi Kasus : Ruas Jalan Prambanan - Pakem). Fakhri Muhammad; Ary Setyawan; Suryoto Suryoto
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v7i1.36522

Abstract

Seiring berkembangnya zaman maka teknologi pun juga semakin maju begitu juga dalam evaluasi kondisi permukaan perkerasan jalan raya. Dalam metode PCI dibutuhkan waktu relatif lama dan ketelitian untuk dilakukan, tergantung pada banyaknya segmen yang diteliti. Pada tahun 2017 developer Infrasoft mengeluarkan perangkat lunak berbasis web untuk monitoring, pelaporan survey dan analisa kerusakan jalan yang dinamakan REMS (Road Evaluation and Monitoring System). Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kondisi permukaan perkerasan jalan pada ruas jalan Prambanan – Pakem dengan metode PCI menggunakan lembaran form survey untuk mendapatkan data kerusakan lalu menghitung nilai PCI nya dan metode PCI menggunakan aplikasi REMS.Penelitian ini dilakukan dengan membagi 30 segmen yaitu mulai dari STA 0+450 sampai STA 15+000. Evaluasi kondisi permukaan perkerasan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI), dengan data yang diperoleh dari lapangan dan menuliskan hasilnya pada form yang tesedia. Sedangkan evaluasi PCI dengan menggunakan REMS hanya perlu menginput data kerusakan dan hasil analisisnya akan langsung tersedia pada website infrasoft.id.Hasil evaluasi kondisi permukaan perkerasan Jalan Prambanan - Pakem STA 0+450 sampai STA 15+000 menggunakan metode PCI Manual menghasilkan nilai sebesar 77.4  dengan kategori “Satisfactory”. Hasil perhitungan metode Pavement Condition Index (PCI) dengan menggunakan aplikasi Road Evaluation and Monitoring System (REMS) pada ruas tersebut didapatkan nilai sebesar 80.3 dengan kategori “Satisfactory”. Analisis perbandingan nilai kondisi PCI manual dan PCI REMS dari total 30 segmen, diperoleh 15 segmen yang mempunyai pesentase simpangan kurang dari atau sama dengan 1%. Hal ini disebabkan karena perbedaan keakuratan dalam pembacaan grafik (DV dan CDV) dan dalam metode PCI untuk pemilihan nilai CDV, dipilih dari nilai paling tinggi tetapi untuk PCI REMS diambil nilai dengan urutan pertama.
PENGARUH CURAH HUJAN HARIAN MAKSIMUM BULANAN TERHADAP STABILITAS LERENG (Studi Kasus : Desa Mangunharjo, Jatipurno, Wonogiri) M Zikry Tawakkal; Niken Silmi Surjandari; Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36997

Abstract

Wonogiri merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang sebagian besar wilayahnya berupa lereng atau perbukitan. Di banyak daerah perbukitan seperti Wonogiri bencana tanah longsor sering terjadi. Salah satu penyebab terjadinya tanah longsor adalah hujan lebat/hujan berkepanjangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hujan dan kemiringan lereng terhadap stabilitas lereng. Penelitian ini menggunakan data hujan selama 10 tahun antara tahun 2004 - 2013 dan data tanah yang diperoleh dari uji sampel tanah yang diambil dilokasi penelitian. Metode Green-Ampt digunakan untuk menghitung besar tanah jenuh yang terjadi akibat adanya infiltrasi air hujan (Hsat). Tebal tanah jenuh ini berperan sebagai beban tambahan pada lereng. Stabilitas lereng dihitung dengan menggunakan metode Lereng Tak Hingga (infinite slope) untuk memperoleh nilai faktor keamanan (SF) lereng. Model lereng menggunakan variasi kemiringan 30o, 42o, 45o, dan 60o. Dari hasil penelitian diketahui bahwa infiltrasi air akibat hujan berpengaruh terhadap stabilitas lereng. Untuk semua model lereng, nilai SF menurun setelah hujan terjadi. Penurunan nilai SF ini disebabkan oleh bertambahnya beban pada lereng karena infiltrasi air hujan ke dalam tanah. Kemiringan lereng juga berpengaruh terhadap stabilitas lereng. Semakin besar kemiringan suatu lereng semakin kecil nilai SF yang diperoleh. Model lereng dengan kemiringan 60o mempunyai nilai SF < 1 yang menunjukkan bahwa lereng tidak stabil.
SIMULASI PERILAKU PONDASI GABUNGAN TELAPAK DAN SUMURAN DENGAN VARIASI DIMENSI TELAPAK DAN DIAMETER SUMURAN PADA TANAH LEMPUNG BERLAPIS DITINJAU DARI NILAI PENURUNAN Habib Abduljabar Waskito; Niken Silmi Surjandari; Yusep Muslih Purwana
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37125

Abstract

Pondasi gabungan telapak dan sumuran merupakan salah satu alternatif modifikasi pondasi untuk bangunan tingkat menengah. Penggunaan gabungan pondasi telapak dan sumuran ini diharapkan dapat mengurangi besar penurunan dibandingkan pondasi telapak atau sumuran saja. Penelitian ini memodelkan pondasi gabungan telapak dan sumuran (Pondasi Telasur) dengan variasi dimensi telapak dan diameter sumuran pada tanah lempung berlapis. Sebagai alat bantu penelitian digunakan bantuan Program Plaxis 3D Foundation untuk membantu analisis Pondasi Telasur ini. Hasil penelitian menunjukkan perilaku grafik penurunan terhadap beban untuk pondasi telapak, pondasi sumuran, serta pondasi gabungan telapak dan sumuran mempunyai perilaku yang sama dengan grafik penurunan terhadap beban pada tanah lempung. Adanya gabungan telapak dan sumuran membuat nilai penurunan pondasi menjadi semakin kecil dibandingkan pondasi telapak atau sumuran saja. Semakin besar dimensi telapak dan diameter sumuran, memberikan nilai penurunan yang semakin kecil. Setiap kenaikan 0,1 m dari dimensi telapak mengurangi nilai penurunan rata-rata sebesar 2,215% sedangkan setiap kenaikan 0,1 m dari diameter sumuran mengurangi nilai penurunan rata-rata sebesar 3,722%.
STRATEGI PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR SUNGAI PEPE Rizky Rosiana; Fajar Sri Handayani; Siti Qomariah
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kualitas air sungai dan juga merumuskan beberapa strategi pengendalian pencemaran yang mampu diterapkan dalam kehidupan masyarakat secara berkelanjutan. Pengujian kualitas air dilakukan oleh Laboratorium Penguji dan Kalibrasi BBTKL PP Yogyakarta dan analisis strategi pengendalian di daerah Boyolali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk menggunakan Matriks SWOT. Kualitas air sungai di daerah hulu dan hilir mengalami peningkatan indeks pencemaran, maka dari itu analisa antara kuantitas dan kualitas air Sungai Pepe pada Bulan Oktober dengan debit yang kecil mengalami peningkatan beban pencemaran terutama di daerah hilir. Dari nilai 4 alternatif Matriks QSPM diperoleh alternatif 1 dan 2 dengan skor tertinggi, sehingga dapat dilakukan kombinasi 2 alternatif diatas yaitu kebijakan pengendalian pencemaran dari penegak hukum disertai pembinaan dan pengawasan serta peran masyarakat mampu mengurangi tingkat pencemaran sungai.
STUDI AKURASI INFORMASI WAKTU PERJALANAN (Studi Kasus : Simpang Sroyo-Simpang Mojosongo, Surakarta) Arief Rahman Hakim; Amirotul M.H Mahmudah; Dewi Handayani
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37029

Abstract

Waktu perjalanan merupakan salah satu informasi penting yang ditampilkan diVariabel Message Sign (VMS). Untuk menyediakan informasi waktu perjalanan tersebut dibutuhkan metode estimasi waktu perjalanan yang mempunyai akurasi tinggi, maka perlu mengamati apakah pengguna jalan menerima akurasi dari estimasi waktu perjalanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pendapat pengguna jalan mengenai akurasi informasi waktu perjalanan terhadap waktu perjalanan sebenarnya dan pemiliahan rute dengan informasi tersebut. Desain kuisioner wawancara terhadap pengguna jalan disusun dengan metode stated preference yaitu menyediakan sembilan skenario yang berbeda. Penelitian ini menggunakan atribut informasi waktu perjalanan yaitu 6 menit,7 menit, dan 8 menit dan waktu perjalanan aktual yang diperoleh dengan menambahkan informasi waktu perjalanan dengan tingkat kesalahan, masing-masing ditambah tingkat kesalahan 5%,10%,dan 15%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perjalanan dengan jarak 5,5 km dan perkirakan waktu perjalanan 6-8 menit, pengguna jalan akan beralih anggapan dari akurat ke tidak akurat, pada probabilitas 50% dengan kesalahan waktu perjalanan antara informasi dengan waktu sebenarnya adalah 138 detik atau 2 menit 18 detik. Analisis juga berdasarkan karakteristik pengguna jalan yaitu karakteristik jenis kendaraan mobil penumpang memiliki toleransi waktu paling besar yaitu 2 menit 51 detik dan karakteristik maksud perjalanan dengan maksud perjalanan sekolah memiliki toleransi waktu paling kecil yaitu 1 menit 45 detik.
STUDI KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE DENGAN ASBUTON EMULSI SEBAGAI BAHAN PENGIKAT Djoko Sarwono; Florentina Pungky Pramesti; Fikri Muhammad Nugroho
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36916

Abstract

Pada era globalisasi ini perkembangan inovasi material perkerasan jalan semakin maju, salah satunya adalah perkembangan Asbuton emulsi. Asbuton emulsi diperoleh dari hasil pencampuran 2 fase yakni fase padat dan fase cair. Dimana fase padat adalah pencampuran antara Asbuton Butir dengan bahan peremaja, sementara fase cair didapat dari pencampuran air, texapon, dan emulgator. Untuk mendapatkan campuran dengan karakteristik (Marshall Test) yang lebih baik diperlukan modifikasi komposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Marshall dari campuran aspal beton menggunakan bahan pengikat Asbuton emulsi Penelitian terdiri atas pengujian aspal dan pengujian terhadap campuran (Marshall Test). Setelah didapatkan kadar dari masing-masing Asbuton emulsi, kemudian Asbuton emulsi dicampur dengan agregat untuk dijadikan campuran hangat Asphalt Concrete Wearing Course. Setelah dilakukan uji volumetrik dari benda uji, dilakukan pengujian Marshall. Hasil dari analisis Marshall didapatkan kadar aspal optimum. Pada proses pencampuran benda uji di lab diketahui bahwa pencampuran awal menggunakan metode campuran dingin. Setelah dilakukan percobaan hasil campuran yang didapatkan memiliki waktu setting yang lama. Oleh karena itu metode pencampuran diubah menjadi metode campuran hangat. Pada metode campuran hangat didapatkan campuran dengan waktu setting lebih singkat. Dari pengujian didapatkan nilai karakteristik Marshall campuran hangat Asphalt Concrete Wearing Course dengan pengikat Asbuton emulsi,berada pada kadar optimum 3,5% dengan nilai yang didapat sebagai berikut: nilai stabilitas campuran sebesar 357,021 kg, nilai kepadatan sebesar 2,39 gram/cc, nilai VIM sebesar 4,716 %, nilai flow sebesar 3,23 mm, dan nilai Marshall Quotient sebesar 110,84 kg/mm.
ANALISIS TARIF PARKIR BERDASARKAN ABILITY TO PAY DAN WILLINGNES TO PAY DI LUWES LOJIWETAN SURAKARTA Sabila Rahmatika; Agus Sumarsono; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44021

Abstract

Luwes Lojiwetan, merupakan salah satu daerah bisnis yang mengundang tarikan pergerakan yang cukup tinggi, sehingga membutuhkan fasilitas parkir yang memadai dengan tarif parkir yang sesuai dengan kemampuan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan persepsi pengguna parkir serta nilai ATP dan WTP pengguna parkir di Luwes Lojiwetan. Penelitian ini dilakukan di basement parkir Luwes Lojiwetan Surakarta dengan waktu penelitian pada satu hari kerja dan satu hari akhir pekan. Dari hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara karakteristik dan persepsi pengguna parkir di Luwes Lojiwetan pada hari kerja maupun akhir pekan. Nilai ATP untuk kendaraan roda dua jam pertama adalah sebesar Rp 5.370 dan untuk jam selanjutnya sebesar Rp 3.321. Nilai ATP kendaraan roda empat untuk jam pertama sebesar Rp 10.090 dan untuk jam berikutnya sebesar Rp 6.771. Sedangkan untuk nilai WTP kendaraan roda dua untuk jam pertama adalah Rp 1.449 dan jam berikutnya adalah Rp 680. Nilai WTP kendaraan roda empat untuk jam pertama adalah Rp 2.838 dan untuk jam berikutnya adalah Rp 1.148. Nilai ATP > WTP sehingga pada kondisi ini pengguna parkir disebut sebagai choice riders, karena kemauan membayar pengguna parkir lebih tinggi dari pada kemampuan membayar pengguna parkir.