cover
Contact Name
Furaida Khasanah
Contact Email
jurnalgigijogja@gmail.com
Phone
+628989916124
Journal Mail Official
jurnalgigijogja@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tatabumi No.3, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Oral Health Care
ISSN : -     EISSN : 26230526     DOI : https://doi.org/10.29238/ohc
Core Subject : Health, Education,
Journal of Oral Health Care (before Jurnal Gigi dan Mulut) (p-issn 2338-963X and e-issn 2623-0526), is an online and print, open access, peer-reviewed, bi-annual journal Publisher. We believe in publication ethics and request all the authors for the same. This journal managed by the Department of Dental Health, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Indonesia. focus and scope journal of oral health care is about promotive, curative, and preventive in dental care, oral health care and dental therapis.
Articles 132 Documents
Hubungan Pengetahuan Tentang Kebersihan Gigi dan Mulut dengan Perilaku Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut pada Ibu-Ibu PKK Fatmawati, Silvia Dwi
Journal of Oral Health Care Vol. 10 No. 1 (2022): 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v10i1.1637

Abstract

Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang dapat membentuk perilaku seseorang, kurangnya pengetahuan akan membentuk perilaku yang keliru terhadap menjaga kebersihan gigi dan mulut. Berdasarkan studi pendahuluan terdapat 55,5% ibu-ibu yang memiliki perilaku sedang dikarenakan kurangnya pengetahuan dan perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut dalam menerapkan dikehidupan sehari-hari Diketahuinya hubungan pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut dengan perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut pada ibu-ibu PKK. Jenis penelitian menggunakan penelitian survey analitik, dengan rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Variabel independent pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut dan variabel dependent perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut. Populasi seluruh ibu PKK Dusun Jomboran, Desa Sidoarum, Kec. Godean, Kab. Sleman Yogyakarta sebanyak 33 responden. Teknik pengambilan sampel total atau sampling jenuh. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku. Analisis data uji Kendall Tau. Pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut ibu-ibu sebagian besar termasuk dalam kategori cukup  sebanyak (48,5%). Sedangkan perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut ibu-ibu sebagian besar kategori sedang sebanyak (69,7%). Hasil uji Kendall Tau didapatkan hasil adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut dengan perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut pada ibu-ibu, dinyatakan dengan nilai p = 0,005 atau p < 0,05 sedangkan besarnya hubungan dinyatakan dengan nilai korelasi Kendall Tau = 0,469  yang berarti arah hubungan positif dengan kekuatan hubungan yang cukup kuat. Pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut berpengaruh terhadap perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut pada ibu-ibu PKK.
An Analysis of Predisposition Factors of Coated Tongue in Diponegoro National Hospital Rachmawati, Dini
Journal of Oral Health Care Vol. 10 No. 1 (2022): 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v10i1.1638

Abstract

Background: Several results of the study in Indonesia show that the age group of >45 years old has complaints of the coated tongue as the lesion with the highest percentage in the oral cavity. This occurs because the change of condition is influenced by the change of foods consumed, a decrease of saliva flow rate, and can be occurred due to the side effect of consuming antihypertensive drugs, smoking habits, and tongue brushing behavior. Objective: This study aims to find out the relationship between predisposition factors and coated tongue and find out the most contributing factors to coated tongue in the age group of >45 years old in Diponegoro National Hospital (RSND). Methods: This study used a cross-sectional design with 84 respondents of >45 years old in internal medicine polyclinic. This study was conducted by interviews of predisposition factors and TCI Shimizu for the assessment of coated tongue. The statistical test used the chi-square test and logistic regression test. Results: Respondents with a TCI value of >50% were 97.6%, and a TCI value of ?50% were 2.4%. Chi-square test showed that there is a relationship between coated tongue and xerostomia (P=0.034), brushing the tongue (P=0.001). However, there is no relationship between coated tongue and smoking (P=1.000), consuming antihypertensive drugs (P=1.000), consuming soft food (P=0.495). The results of the logistic regression test showed that xerostomia and brushing the tongue do not affect the coated tongue partially (P=0.997). Conclusion: There is a relationship between xerostomia and brushing the tongue with coated tongue. There is no partial effect between xerostomia and brushing the tongue with coated tongue.
Efektivitas Metode Ceramah dan Metode Bermain Ludo Terhadap Tingkat Pengetahuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Khoirun Ni'mah, SIlfia; Astuti , Kusuma; Isnanto, Isnanto
Journal of Oral Health Care Vol. 10 No. 1 (2022): 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v10i1.1639

Abstract

Salah satu penyebab timbulnya masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak adalah kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Rata-rata pengetahuan siswa kelas VI di SD Negeri 3 Pandanpancur Lamongan mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dalam kategori kurang. Untuk meningkatkan pengetahuan perlu diberikan suatu pendidikan, salah satunya dengan penyuluhan. Salah satu faktor keberhasilan suatu penyuluhan adalah pemilihan metode penyampaian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode ceramah dan metode bermain Ludo terhadap tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut siswa kelas VI di SD Negeri 3 Pandanpancur. Jenis penelitian ini adalah experiment menggunakan rancangan penelitian pretest and posttest group design pada siswa kelas VI SD Negeri 3 Pandanpancur Lamongan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Adapun teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-whitney. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode bermain ludo lebih efektif daripada metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.
Hubungan Gigi Berjejal dengan Hygiene Index Sulastri Mayang Sari
Journal of Oral Health Care Vol. 10 No. 2 (2022): 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v10i2.1487

Abstract

Gigi berjejal adalah ketidak normalan susunan gigi. Kondisi gigi berjejal terkadang menjadi masalah bagi penderitanya. Susunan gigi berjejal jarang terjadi pada gigi geligi susu. Susunan gigi berjejal sering terlihat pada gigi geligi tetap. Gigi berjejal sangat sulit dibersihkan dengan menyikat gigi, kondisi tersebut dapat menyebabkan penumpukan plak yang juga merupakan salah satu faktor resiko terjadinya gingivitis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Gigi Berjejal dengan Hygiene Indeks. Metode : Observasional Analitik dengan desain Cross Sectional. Sampel penelitian  berjumlah 43 murid, dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Subjek penelitian murid kelas 7 SMP Plus Pesantren Amanah Muhammadiyah Kota Tasikmalaya. Hasil : Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan presentase hasil pemeriksaan hygiene index murid kelas 7 SMP Plus Pesantren Amanah Muhammadiyah Kota Tasikmalaya yang memiliki gigi berjejal berdasarkan pemeriksaan hygiene index dengan kriteria baik berjumlah 10 murid (43,5%), dengan kriteria buruk berjumlah 13 murid (56,6%), sedangkan untuk murid yang tidak memiliki gigi berjejal menunjukkan hasil pemeriksaan Hygiene Index dengan kriteria baik berjumlah 15 murid (75,0%), dengan kriteria buruk berjumlah 5 murid (25,0%). Kesimpulan : Ada hubungan gigi berjejal dengan Hygiene Index, karena nilai (? value) = 0,037 (< ? : 0,05).
Pengaruh Intervensi Penyuluhan dengan Menggunakan Media Flipchart terhadap Tingkat Kecemasan Orang Tua pada Pasien Operasi Labioplasty di YPPCBL Bandung Sodja Laela, Dewi; Rachmadiani Rasyid, Rania; Heriyanto, Yonan; Ningrum, Nining
Journal of Oral Health Care Vol. 10 No. 2 (2022): 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v10i2.1560

Abstract

Pendahuluan: Tindakan operasi pada anak dapat mengakibatkan timbulnya kecemasan pada orang tua. Kecemasan orang tua terjadi karena kurangnya pengetahuan. Tingkat Kecemasan dapat diatasi dengan cara diberikan edukasi.  Penyuluhan dengan alat bantu media berupa media flip chart merupakan salah satu bentuj edukasi. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh intervensi penyuluhan dengan menggunakan media flip chart terhadap tingkat kecemasan orang tua pada pasien operasi labioplasty di YPPCBL. Metode : Jenis penelitian analitik menggunakan metode quasi experiment. Populasi penelitian orang tua pasien penderita celah bibir di YPPCBL. Sample diambil secara accidental sebanyak 20 sampel orang tua pasien operasi labioplasty di YPPCBL. Uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Tingkat kecemasan orang tua pasien yang akan dilakukan operasi labioplasty sebelum dilakukan intervensi 95 % masuk kedalam kategori kecemasan ringan. Setelah dilakukan intervensi penyuluhan seluruh orang tua (100%) tidak mengalami kecemasan. Analisis Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan ada perbedaan signifikan antara tingkat kecemasan orang tua pasien operasi labioplasty sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dengan menggunakan media flip chart (Sig = 0,000 < 0,05). Kesimpulan : Intervensi penyuluhan dengan media flip chart dapat menurunkan tingkat kecemasan orang tua pasien operasi labioplasty
Booklet Maloklusi Sebagai Media Dalam Meningkatkan Minat Perawatan Gigi Berjejal Anterior (Orthodontie) Suyatmi, Dwi; Taadi, Taadi; Heriyanto, Yonan
Journal of Oral Health Care Vol. 10 No. 2 (2022): 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v10i2.1625

Abstract

Latar Belakang:. Maloklusi memiliki dampak terhadap pengunyahan, estetik wajah, dan status psikososial seseorang. Psikososial merupakan keterkaitan antara 2 aspek yaitu aspek psikologis dan sosial. Masa remaja adalah masa penuh dinamika, terutama pada fase remaja awal pada rentang usia 12-15 tahun. Fase remaja awal berlangsung bersamaan dengan masa pubertas atau masa perubahan fisik dari masa anak-anak menuju dewasa. Gigi anterior yang tidak rapi seperti gigi berjejal, gigi bercelah, dan gigi protrusi. Tujuan: Tujuan Penelitian ini diketahuinya Pengaruh Penggunaan Booklet Maloklusi Gigi Terhadap Minat Perawatan Gigi Berjejal Anterior (Orthodontie). Manfaat hasil penelitian sebagai masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat dalam membuktikan tentang Penggunaan Booklet Maloklusi Gigi Terhadap Minat Perawatan Gigi Berjejal Anterior (Orthodontie). Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan rancangan Pre- test-Post-test Design. Sampel adalah siswa Sekolah Menengah Pertama, di wilayah kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta sejumlah 100 siswa. Variabel pengaruh penggunaan booklet maloklusi gigi dan Variabel terpengaruh Minat perawatan gigi. Hasil: Hasil pengukuran pengetahuan awal pada kelompok eksperimen responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 29 orang (58%) sedangkan pada kelompok kontrol memiliki pengetahuan baik dan cukup 50 orang (50%). Pada hasil pengukuran pengetahuan akhir pada kelompok eksperimen responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 34 orang (68%) sedangkan pada kelompok kontrol responden memiliki pengetahuan baik 45 orang (75%). Hasil pengukuran tingkat minat awal pada kelompok eksperimen memiliki minat sedang 49 orang (98%), sedangkan pada kelompok kontrol memiliki minat sedang 49 orang (98%). Hasil pengukuran minat akhir pada kelompok eksperimen responden memiliki minat tinggi sebanyak 45 orang (90%) sedangkan pada kelompok kontrol minat tinggi dan sedang sebanyak 34 orang (68%). Kesimpulan: Booklet maloklusi gigi berpengaruh dalam meningkatkan minat perawatan gigi berjejal anterior (orthodontie). Penggunaan booklet maloklusi gigi lebih berpengaruh dalam meningkatkan minat perawatan gigi berjejal anterior (orthodontie) dari pada dengan media power point.
Pengaruh Stres Terhadap Kejadian Stomatitis Aftosa Rekuren pada Mahasiswa Profesi Dokter Gigi IIK Bhakta Endah, Endah Kusumastuti; Dwi Indah Pertami, Sawitri; Nikmatus.Saadah; Ricky Ramadhan
Journal of Oral Health Care Vol. 10 No. 2 (2022): 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v10i2.1745

Abstract

Latar Belakang: Salah satu kelainan rongga mulut yang sering terjadi adalah Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR). SAR adalah kelainan yang ditandai dengan ulser berulang pada mukosa rongga mulut tanpa tanda-tanda penyakit lain. Gambaran klinis dari SAR yaitu bulat atau oval berbatas jelas kemerahan dengan dasar berwarna kekuningan sampai abu-abu.  Etilogi SAR adalah multifaktorial dikaitkan dengan trauma, stres, ketidakseimbangan hormon, genetik, kelainan imun, beberapa penyakit sistemik serta defisiensi mineral, namun etiologi sebenarnya masih belum pasti. Stres adalah respon terhadap stimulus dan stressor. Dental education dapat menyebabkan stres yang cukup besar pada mahasiswa kedokteran gigi. Tingginya tingkat stres yang dirasakan mahasiswa profesi dokter gigi sering dikaitkan dengan kelelahan emosi dan tekanan psikologis sehingga dapat menyebabkan SAR. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres terhadap kejadian stomatitis aftosa rekuren pada mahasiswa profesi dokter gigi IIK Bhakta. Metode: Analitik observasional  dengan pendekatan cross sectional, untuk menguji hipotesis dilakukan uji chi square. Hasil: Berdasarkan uji chi square didapatkan nilai p=0,000 nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 maka hal tersebut menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Stres berpengaruh terhadap kejadian stomatitis aftosa rekuren pada mahasiswa profesi dokter gigi IIK Bhakta.
Perbedaan Postural Stress Antara Mahasiswa Profesi yang Melakukan Tindakan Penumpatan Gigi Pada Pasien dan pada Phantom Di Rsgm IIK Bhakti Wiyata Kediri Dioptis Putriwijaya, Fiory; Siahaan, Sahat Manampin; Puspitasari, Widya
Journal of Oral Health Care Vol. 10 No. 2 (2022): 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v10i2.1746

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa profesi kedokteran gigi merupakan salah satu calon tenaga kesehatan. Salah satu tindakan yang sering dilakukan oleh mahasiswa profesi adalah penumpatan gigi. Posisi kerja yang tidak ergonomi dapat berpotensi menyebabkan kelelahan, nyeri otot, dan mempengaruhi efektifitas dalam bekerja. Postural stress adalah suatu beban pada tubuh yang disebabkan oleh mempertahankan posisi kerja yang tidak ergonomi yang memiliki kecenderungan gerakan yang berulang dan posisi kerja yang statis berlangsung dalam waktu lama sehingga memiliki potensi yang dapat mengakibatkan stress pada bagian tubuh tertentu. Posisi kerja mahasiswa profesi ketika melakukan tindakan perawatan gigi baik pada pasien maupun phantom selama pendidikan profesi dapat menjadi kebiasaan hingga menjadi dokter gigi. Tujuan: Mengetahui perbedaan postural stress antara mahasiswa profesi yang melakukan tindakan penumpatan gigi pada pasien dan pada phantom di RSGM IIK Bhakti Wiyata Kediri. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan rancangan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian dilakukan dengan cara mengamati dan mendokumentasikan posisi kerja responden kemudian melakukan penilaian postural stress menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Hasil: Analisis data menggunakan uji mann whitney memiliki nilai signifikan 0,000. Berdasarkan data tersebut maka terdapat perbedaan yang signifikan angka postural stress antara mahasiswa profesi yang melakukan tindakan penumpatan gigi pada pasien dan pada phantom di RSGM IIK Bhakti Wiyata Kediri. Kesimpulan: Postural stress mahasiswa profesi yang melakukan tindakan penumpatan gigi pada pasien lebih tinggi daripada mahasiswa profesi yang melakukan tindakan penumpatan gigi pada phantom di RSGM IIK Bhakti Wiyata Kediri.
Penggunaan Sikat Gigi Khusus Orthodonti dan Sikat Gigi Konvesional dengan Teknik Kombinasi terhadap Indeks Plak Suharyono, Suharyono; Saputri, Restin Ananda; Almujadi, Almujadi
Journal of Oral Health Care Vol. 10 No. 2 (2022): 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v10i2.1757

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan survey awal yang telah dilakukan secara acak pada pasien pengguna orthodonti cekat terdapat 35 % yang menggunakan sikat gigi khusus orthodonti dan 65 % masih menggunakan sikat gigi konvesional. Tujuan Penelitian: Mengetahui efektivitas menyikat gigi menggunakan sikat gigi khusus orthodonti dan sikat gigi konvesional dengan teknik kombinasi terhadap indeks plak. Metode Penelitian: Metode penelitian Quasi Eksperiment dengan rancangan Control Group Design. Populasi siswa SMAN yang menggunakan orthodonti cekat. Sampel berjumlah 40 responden. Tenik pengambilan sampel total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji wilcoxon dan uji independent T-test Hasil Penelitian: Analisis data penelitian pada tabel analis kolerasi mengenai efektivitas penggunaan sikat gigi khusus orthodonti dan sikat gigi konvensional terhadap skor plak pasien pengguna orthodonti cekat dapat di uji menggunakan uji statistik Mann Whitney diperoleh nilai signifikan 0,02 < 0,05, Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan    skor plak penggunaan sikat gigi khusus orthodonti dan sikat gigi biasa pada pengguna orthodonti cekat. Kesimpulan: menyikat gigi menggunakan sikat gigi khusus orthodonti dan sikat gigi konvesional dengan teknik kombinasi terhadap indeks plak termasuk efektif.
Menyikat Gigi Menggunakan Pasta Gigi dan Tanpa Pasta Gigi Terhadap Ph Saliva Pada Siswa Sekolah Dasar almujadi, almujadi; sutrisno, sutrisno; Wibowo, Hari
Journal of Oral Health Care Vol. 10 No. 2 (2022): 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v10i2.1758

Abstract

Latar Belakang: Plak merupakan salah satu penyebab terjadinya karies gigi. Umumnya plak terdapat di permukaan gigi yang sulit dibersihkan. Menyikat gigi merupakan kegiatan membersihkan seluruh permukaan gigi dari sisa-sisa makanan dengan menggunakan bantuan sikat gigi dan pasta gigi.   Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh menyikat gigi menggunakan pasta gigi dan tanpa menggunakan pasta gigi terhadap pH saliva pada siswa Sekolah Dasar. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan desain pretest - posttest yaitu rancangan penelitian dengan melakukan pengukuran sebelum dan sesudah perlakuan. Populasi  sekaligus subjek pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I sampai kelas V SD Negeri Gendengan sejumlah 136 siswa. Seluruh subjek penelitian pada hari pertama diberikan perlakuan menyikat gigi dengan menggunakan pasta dan pada hari kedua diberikan perlakuan menyikat gigi tanpa menggunakan pasta gigi. Data pH saliva diambil dengan menggunakan stik pH dengan indikator 2,0 sampai dengan 9,0. Analisis data digunakan Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak terdistribusi normal. Hasil Penelitian: Penelitian ini menghasilkan adanya perbedaan yang signifikan pH saliva setelah dengan sebelum menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi pada siswa kelas I sampai dengan kelas V SDN Gendengan, dengan ditunjukkan dengan Zhitung=-6,862 dengan p=0,00 ini menunjukkan p<0,05 yang berarti adad perbedaan yang signifikan. Kesimpulan: (1) Ada perbedaan signifikan (p<0,05) pH saliva setelah dengan sebelum menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi pada siswa kelas I sampai dengan kelas V SD N Gendengan; (2) Tidak ada perbedaan yang signifikan (p>0,05) pH saliva setelah dengan sebelum menyikat gigi tanpa menggunakan pasta gigi pada siswa kelas I sampai dengan kelas V SD N Gendengan, dan (3) Ada perbedaan yang signifikan (p<0,05) peningkatan pH saliva antara menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi dan tanpa menggunakan pasta gigi pada siswa kelas I sampai dengan kelas V SD N Gendengan

Page 11 of 14 | Total Record : 132