COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
The mission of COMSERVA : Indonesian Jurnal of Community Services and Devleopment as the result of community services activities. The activities are including the implementation of science development and applied technology to empower society and realize sustainable development. The journal highlights the existing issues that happened in various fields to empower the community. The issues including, but not limited to, increasing the community capacity, applying appropriate technology, applying research result in the community, improving the people knowledge, and also the innovation in the purpose to empower people.
Articles
2,412 Documents
Mewujudkan Peradilan yang Bersih dan Berkualitas dari Judicial Corruption
Junaidi Junaidi;
Mila Surahmi;
Zaimah Zaimah;
Martindo Merta;
Tri Nugroho Akbar
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2022): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (432.989 KB)
|
DOI: 10.59141/comserva.v1i10.138
Pengadilan merupakan lembaga penegakan hukum yang berfungsi untuk menegakan hukum, keadilan dan memberikan perlindungan jaminan hak asasi manusia, namun kondisinya saat ini mengalami keterpurukan dikarenakan adanya rekayasa, diskriminatif dan ketidakadilan yang disebabkan adanya korupsi pengadilan (judicial corruption) dimasyarakat lebih dikenal dengan istilah mafia hukum. Lemahnya pengawasan yang dilakukan terhadap sistem peradilan di Indonesia, terutama terhadap pengawasan aparat penegak hukum yaitu kepolisian, jaksa, advokat dan hakim. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat mengenai peradilan yang bersih dan berkualitas dari judicial corruption. Penyuluhan dilakukan dengan cara diskusi interaktif diantara pemateri dan peserta sehingga dapat tercipta pemahaman dan pengertian dari peserta. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan Judicial corruption menjadikan kepercayaan masyarakat terhadap dunia peradilan ternodai. Putusan pengadilan sering tidak mendapat penerimaan luas oleh masyarakat karena proses peradilannya tidak steril dari korupsi. Independensi kekuasaan kehakiman hanya dapat tegak apabila terdapat sistem transparansi dan akuntabilitas yang jelas. Kepercayaan masyarakat terhadap peradilan harus segera di tingkatkan, dengan adanya pengawasan dan pemantauan peradilan niscaya peradilan bersih dan berwibawa dapat terwujud.
Perilaku Masyarakat Urban Selama Adaptasi Kebiasaan Baru Dengan Penerapan 3M di Masa Pandemi COVID-19
Febri Rakhmawati A.R.S.J
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2022): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (280.619 KB)
|
DOI: 10.59141/comserva.v1i10.139
Adaptasi kebiasaan baru identik merubah cara berperilaku, bersikap, gaya hidup maupun kebiasaan. Tepatnya Maret 2020 umat manusia di seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia dilanda pandemi besar yakni Virus Corona (Covid-19) yang membuat kehebohan dimana-mana yang akhirnya memperngaruhi perilaku masyarakat urban di dalam kesehariaanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perilaku masyarakat urban di kota Jakarta dan kota Bandung di masa adaptasi kebiasaan baru. Pendekatan kuantitatif serta kualitatif merupakan metode yang digunakan pada penelitian ini. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa perilaku sikap yang ditampilkan oleh masyarakat urban di kota sudah bisa mulai bisa untuk beradapatasi dengan kenyataan covid-19 belum berakhir yang mengakibatkan berubahnya kebiasaan. Masyarakat urban lebih aware dan protektif melalui pola gaya hidup lebih sehat. Tetapi sikap dan gaya hidup masyarakat urban berpengaruh secara negative terhadap keputusan pembelian alat kesehatan seperti masker dan hand sanitizer.
Pelatihan Pembuatan Jahe Bubuk sebagai Peluang Usaha bagi Ibu-Ibu Dasawisma di Desa Situsari Cileungsi di Masa Pandemi COVID-19
Devi Anggraeni;
Irma Citarayani
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2022): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (273.276 KB)
|
DOI: 10.59141/comserva.v1i10.141
Provinsi Jawa Barat khususnya Kabupaten Bogor merupakan salah satu provinsi dengan jumlah kasus positif covid paling banyak di Indonesia. Kondisi ini membuat masyarakat berlomba lomba untuk menciptakan dan menjual minuman herbal yang berkhasiat untuk mencegah penularan virus tersebut, salah satu minuman herbal yang banyak dicari adalah Jahe. Bertambahnya pemakaian jahe di khalayak umum mulai tampak semenjak kasus pertama virus Corona hadir di Indonesia, oleh karena itu pengabdian ini dilakukan guna memberikan pelatihan pembuatan jahe bubuk dengan bahan dasar jahe utuh dan tambahan rempah lainnya, sehingga ibu-ibu kelompok PKK dapat membuatnya sendiri di rumah bahkan dapat ditingkatkan menjadi industri rumahan akibatnya akan menaikkan sosial ekonominya dengan cara menjual produk jahe bubuk tersebut baik secara online maupun offline, mengingat jahe sendiri memiliki berbagai macam khasiat guna mencegah dan menyembuhkan segala macam penyakit seperti mual-mual, rematik, batuk, nyeri lambung, kanker, diabetes, flu, demam dan gangguan pencernaan lainnya.
Analisis Puisi Karya Joko Pinurbo “Tengah Malam” dengan Pendekatan Semiotika
Dita Milenia Sari;
Septi Amalia
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2022): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (386.052 KB)
|
DOI: 10.59141/comserva.v1i10.142
Fiksi dalam karya sastra adalah suatu bentuk prosa yang bisa disuntikkan ke dalam karangan dengan menggunakan bahasa yang memukau dan tidak baku. Puisi merupakan bentuk fiksi yang memiliki maksud tersirat. Puisi bisa menginspirasi pecinta menulis, khususnya pembaca yang tertarik untuk memahami implikasi dari sebuah puisi melalui analisis. Menurut pemaparan sebelumnya, pengarang terdorong guna melaksanakan kajian dengan menggunakan semiotika untuk menganalisis puisi Joko Pinurbo yang berjudul “Tengah Malam”. (3) mendeskripsikan pokok permasalahan dalam pokok bahasan puisi. Metode deskriptif adalah metode yang dipakai pada kajian ini, yaitu mendeskripsikan isi puisi yang diulas. Analisis semiotika dan pembahasan puisi perangko untuk memahami maksud dan maknanya. tanda-tanda kebahasaan, alhasil maksud yang tersirat dalam puisi itu terpapar dengan nyata. Hasilnya memperlihatkan bahwa puisi tersebut memiliki beberapa makna dalam teks.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Siswa Mahir Berbahasa Indonesia Dengan Baik dan Benar
Supriana;
Agil Pangestu;
Irwan Siagian
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2022): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.559 KB)
|
DOI: 10.59141/comserva.v1i10.143
Penelitian ini dimaksudkan untuk menelusuri akibat-akibat apa sajakah variabel-variabel yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam berbahasa Indonesia secara tepat dan efektif. Titik fokus dari ujian ini adalah pelaksanaan pembelajaran dan perolehan hasil belajar. Metodologi ujian ini menggunakan metodologi subjektif, sedangkan objek eksplorasi adalah pembelajaran siswa, materi eksplorasi ini meliputi: 1) latihan pembelajaran, 2) semua siswa dan dewan pengajar. Strategi yang digunakan dalam ujian ini adalah teknik pencerahan. Metode pengumpulan informasi adalah persepsi, pertemuan dan dokumentasi. Penanganan informasi diselesaikan dengan menggunakan pemeriksaan spellbinding subjektif. Hasil penelitian menunjukkan hasil sebagai variabel apa saja yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam berbahasa Indonesia.
Pendidikan Kesehatan: Kenali dan Tangani PostPartum Blues Masa Nifas Pada Kader PKK di Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Utara
Darmayanti
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.437 KB)
|
DOI: 10.59141/comserva.v1i1.144
PostPartum Blues merupakan gangguan psikologis pada masa postpartum yang umumnya datang kira-kira pada hari ke-3 dan ke-5 dimana ibu merasa tertekan, mudah menangis dan kurang istirahat. Pencegahan postpartum blues pada masa nifas penting untuk dilaksanakan, karena biasanya memiliki tingkat prevalensi 13%, yang menyebabkan gejala langsung sehingga berdampak pada risiko lebih besar seperti keinginan untuk bunuh diri, dan risiko jangka panjang yang lebih tinggi dari gejala kejiwaan baik pada ibu maupun keluarga. Prevalensi depresi postpartum pada populasi dunia umumnya 3-8%, dengan 50% kasus terjadi pada usia subur 20-50 tahun, sedangkan di Asia, prevalensi pada wanita postpartum berkisar 26-85%. Indonesia yang merupakan salah satu Negara Asia, menduduki peringkat keempat tertinggi di ASEAN angka kejadian postpartum yaitu sebanyak 31 kelahiran per 1000 populasi. Pencegahan postpartum blues salah satunya dengan melakukan deteksi awal dapat dilaksanakan melalui pelayanan kesehatan ibu nifas yang telah diprogram pemerintah yang wajib diberikan oleh penyedia pelayanan kesehatan Ibu dan Anak di setiap daerah. Cakupan pelayanan nifas/kunjungan nifas (KF3) di Kota Cimahi mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir, namun masih di bawah target. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang akan dilaksanakan adalah memberikan pemahaman kepada Kader Kesehatan tentang pentingnya mengenal postpartum blues sebagai salah satu komplikasi psikologis pada masa nifas. Kegiatan ini ditujukan kepada seluruh kader kesehatan di kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Utara. Dengan Target akhirnya adalah meningkatkan kualitas kesehatan ibu nifas melalui pencegahan gangguan psikologis yang berdampak pada kesehatan ibu dan anak melalui deteksi dini postpartum blues.
Pemberdayaan Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat dalam Mencegah Konflik Antar Agama di Kabupaten Aceh Tenggara
Zulfan;
Muhammad Hatta
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 11 (2022): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (518.884 KB)
|
DOI: 10.59141/comserva.v1i11.146
The 1945 Constitution guarantees and protects religious freedom in Indonesia. There are several laws and regulations as implementing regulations in realizing the ideals of the constitution, such as Law no. 39 of 1999 concerning Human Rights, Law no. 1/PNPS/1965 concerning Prevention of Religious Abuse and/or Blasphemy, and Aceh Qanun No. 4 of 2016 concerning Guidelines for the Maintenance of Religious Harmony and the Establishment of Places of Worship. However, inter-religious conflicts still occur, especially in areas where there are multi-ethnic and religious groups such as Southeast Aceh Regency. Usually, the problem is triggered by a non-tolerant attitude in carrying out social life and carrying out religious rituals and beliefs between religious adherents. In Southeast Aceh district, there are four problems that often trigger disputes or conflicts between religious adherents, namely livestock farming and the sale of pigs in the community, turning on music when the call to prayer is heard, illegal construction of houses of worship, sales of liquor such as "tuak" and construction of houses. gambling freely in the community. This community service program will empower traditional leaders and community leaders through counseling on the importance of preventing conflicts between religious adherents. Traditional leaders and community leaders were chosen because they are closer to all levels of society from various religious backgrounds in Southeast Aceh Regency. The education provided in this activity can be information and increase knowledge for traditional leaders and community leaders in preventing inter-religious conflicts in Kutacane, Southeast Aceh.
Pengaruh Motivasi Kerja dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Petani Sleman Yogyakarta
Khoirul Hikmah;
Arief Subyantoro;
Rifqi Syarif Nasrulloh
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 11 (2022): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (490.628 KB)
|
DOI: 10.59141/comserva.v1i11.147
This study aims to re-confirm the effect of work motivation and the use of information technology on individual performance based on previous research with different research objects. The population in this study are all farmers who are registered as members of farmer groups in each region. The sampling technique was accidental sampling method and obtained 102 farmer respondents who filled out the questionnaire. The results indicate that this study supports previous findings which state that 1) work motivation has a positive impact on farmer performance, 2) the use of information technology has a positive impact on farmer performance. By building self-motivation through rewards that are expected to be adjusted to personal goals so that individual performance will increase because of the motivation for personal goals that they already want to get. Meanwhile, the use of technology develops individual performance by looking at the frequency of use of information technology which is more dominant than other indicators of the use of technology.
Peningkatan Psikoedukasi Baby Blues dan Kepedulian Sosial pada Bidan dalam Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin
Mutia Mawardah;
Mazidawati Mazidawati
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 11 (2022): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (355.913 KB)
|
DOI: 10.59141/comserva.v1i11.155
Baby Blues Syndrome is a mild mood disorder syndrome that is often ignored by postpartum mothers, their families or health workers which in the end Baby Blues Syndrome can develop into depression and even psychosis which has a bad impact. The complexity of health problems, both physical and psychological during the reproductive period, especially in postpartum mothers, of course requires comprehensive and integrated treatment and involves all elements from across programs and related sectors. Midwives as the forefront in health services have important roles, functions and competencies in providing midwifery care to women during the pre-pregnancy, pregnancy, delivery and postpartum period. However, for health service efforts and care for the psychological health of postpartum mothers, especially health services related to psychological adaptation and psychological disorders experienced by mothers during the postpartum period are still not optimal. Therefore, it is necessary to empower and develop midwives as a potential group that plays an important role in providing care or health services for the health of mothers and their babies, both physically and psychologically. In this Independent Real Work Lecture (KKN-M) the author held an activity to Increase Baby Blues Psychoeducation and Social Awareness for Midwives in the Work Area of ??the Musi Banyuasin District Health Office as an effort to increase the role and social care of midwives as an effort to prevent baby blues. syndrome in postpartum mothers in Musi Banyuasin Regency.
Building Religious Moderation Amid the Buzzer Raid
Ummy Chairiyah;
Fikry Zahria Emeraldien
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 11 (2022): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (513.578 KB)
|
DOI: 10.59141/comserva.v1i11.166
In this digital era, cases of SARA (ethnic, race, and religions) are increasing, this is one of the negative impacts of digital disruption. Specifically, the presence of the internet caused SARA become easier to find, social media platforms and online news portals have become tools for the spread of hoax and hate speech, behind it all there are people who are referred as buzzers. This study aims to show how the role of the buzzer in disseminating information and inhibiting the spread of religious moderation among the Islamic community. This study uses a descriptive qualitative approach. The research data was collected purposively and preferably sourced from literature studies and documents that examine the buzzer phenomenon in Indonesia. The results of the research show that in this digital era, buzzers are troubling and threatening the nation. Buzzers have a strong position because of the influence and large following they have. Public awareness is important because from there we can unite to fight buzzer attacks. But the buzzer is not completely negative, the buzzer can also be used to spread positive da'wah messages.