cover
Contact Name
Adhar Arifuddin
Contact Email
healthytadulako@gmail.com
Phone
+6285242303103
Journal Mail Official
healthytadulako@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta KM.9, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako , Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, 94148
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako)
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 24078441     EISSN : 25020749     DOI : https://doi.org/10.22487
Core Subject : Health,
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) merupakan media komunikasi dan publikasi ilmiah di bidang ilmu kesehatan yang diterbitkan oleh Unit Penjaminan Mutu Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako yang. Jurnal ini terbit secara berkala 4 kali dalam setahun (Januari, April, Juli dan Oktober). Jurnal Tadulako Sehat diterbitkan pertama kali pada tahun 2015. Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) menerima dan menerbitkan artikel penelitian, tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kedokteran dan kesehatan.
Articles 393 Documents
PENGARUH PERILAKU PENGENDALIAN DIABETES MELITUS TERHADAP KADAR GULA DARAH PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM ANUTAPURA KOTA PALU Rezky Hardayanti, Kiki; Jusman Rau, Muh.; Arifuddin, Adhar
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 4 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.374 KB) | DOI: 10.22487/htj.v4i3.76

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK CYCLOFEM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA Rahman, Abd.; Rahman, Nurdin; Zulaikha, Nurratri
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 4 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.042 KB) | DOI: 10.22487/htj.v4i3.77

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas penduduk dalam mengatasi pertumbuhan penduduk dengan tujuan mencegah kehamilan. Salah satu masalah kesehatan masyarakat tersebut juga terjadi di negara berkembang seperti di Indonesia. Penggunaan kontrasepsi suntik Cyclofem di Puskesmas Sangurara yang paling banyak yang menggunakan kontrasepsi suntik Cyclofem dibandingkan kontrasepsi lainnya. Data Dinkes Kota Palu Tahun 2017, penggunaan metode kontrasepsi suntik Cyclofem di wilayah kerja Puskesmas Sangurara yang tertinggi yaitu 45,2%. Tingginya penggunaan kontrasepsi suntik Cyclofem dipengaruhi beberapa faktor seperti paritas, pengetahuan serta dukungan pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi suntik Cyclofem di wilayah kerja Puskesmas Sangurara. Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah PUS yang menggunakan KB aktif. Sampel sebanyak 107 responden, Pengambilan sampel dilakukan secara Proportionate Stratified Random Sampling. Hasil uji chi-square menunjukkan pengetahuan (p = 0,002), paritas (p = 0,026), dukungan pasangan (p = 0,013). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan paritas, pengetahuan dan dukungan pasangan dalam penggunaan kontrasepsi suntik Cyclofem di wilayah kerja Puskesmas Sangurara. Diharapkan tindakan dan keterampilan profesional petugas kesehatan wilayah kerja Puskesmas Sangurara yang lebih kompleks agar memberikan penyuluhan dan promosi kepada masyarakat terutama pasangan usia subur (PUS) tentang alat kontrasepsi suntik.
ASMA DAN SINDROM METABOLIK Rasjid HS, Mariani
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 4 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.456 KB) | DOI: 10.22487/htj.v4i3.78

Abstract

Kejadian Asma pada orang tua semakin meningkat, tetapi etiologi asma pada usia tua tidak dipahami dengan jelas. Studi terbaru telah melaporkan hubungan epidemiologi antara sindrom metabolik (MetS) dan asma. Metabolic syndrome (MetS) adalah sindrom yang melibatkan setidaknya tiga gangguan dislipidemia, resistensi insulin, obesitas dan / atau hipertensi. MetS telah dikaitkan dengan beberapa penyakit kronis di usia dewasa. Telah diusulkan bahwa pasien dengan MetS dan gangguan endokrinologis harus dianggap sebagai entitas yang berbeda di mana perawatan farmakologis harus disesuaikan dengan individu. Studi terbaru telah membahas isu-isu baru tentang bagaimana pengendalian endokrin harus dikelola bersama dengan terapi asma.
PENGARUH KOMPRES HANGAT AIR REBUSAN JAHE MERAH TERHADAP KELUHAN PENYAKIT SENDI MELALUI PEMBERDAYAAN KELUARGA Saifah, Andi
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 4 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v4i3.79

Abstract

PENGARUH EFEK PSIKOLOGIS TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI Arifuddin, Adhar; Fahira Nur, A.
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 4 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.156 KB) | DOI: 10.22487/htj.v4i3.81

Abstract

PERILAKU IBU HAMIL YANG MENGALAMI ABORTUS DI WILAYAH PUSKESMAS BULILI KOTA PALU Ibrahim, Ramadhan; Kurniawan, Herman; Nurul, Rasyika
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 4 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.821 KB) | DOI: 10.22487/htj.v4i3.82

Abstract

Abortus adalah penghentian kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar Rahim yaitu usia kurang dari 20 minggu usia kehamilan dengan berat janin kurang dari 500 gram. Di Indonesia tingkat abortus masih cukup tinggi dibanding dengan negara-negara maju di dunia yaitu 2,3 juta abortus per tahun. Puskesmas Bulili merupakan Puskesmas yang memiliki kasus kejadian abortus yang tertinggi dibandingkan dengan 12 Puskesmas lainnya di kota Palu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu, fasilitas pelayanan ibu hamil, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan, terhadap ibu yang mengalami kejadian abortus di Puskesmas Bulili. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data indepth interview. Informan penelitian sebanyak 8 informan yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil menunjukan bahwa pengetahuan ibu sudah cukup baik namun masih belum terwujud dalam bentuk tindakan karena tingkat pengetahuan ibu masih pada tingkatan mengetahui dan memahami. Sikap ibu terkait kejadian abortus menunjukan sikap yang negatif. Fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Bulili sudah tergolong baik. Begitu pula dengan dukungan keluarga yang masih belum maksimal menyebabkan ibu mengalami kejadian abortus. Saran untuk Puskesmas Bulili diharapkan adanya sosialisasi kepada suami ibu hamil sebagai pemberi informasi dalam pencegahan abortus.
RISIKO PAPARAN ASAP ROKOK, KETUBAN PECAH DINI DAN PLASENTA RINGAN TERHADAP BBLR DI RSU ANUTAPURA PALU Fahira Nur, A.
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 4 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.453 KB) | DOI: 10.22487/htj.v4i3.83

Abstract

Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang dilahirkan dengan berat badan kurang dari 2500gr. Sejak tahun 2013 jumlah kasus BBLR di Sulawesi Tengah masih diatas rata-rata Nasional yaitu 10,6%. BBLR di RSU Anutapura Palu dari tahun 2015-2017 mengalami fluktuasi tiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui Risiko Paparan Asap Rokok, Ketuban Pecah Dini dan Berat Plasenta terhadap BBLR di RSU Anutapura Palu. Jenis penelitian adalah observasional dengan metode case control. Subjek kasus adalah semua ibu bersalin yang melahirkan dengan BBLR dan kontrol yang melahirkan normal. Sampel kasus dan kontrol sebanyak 63 dengan matching umur. Sampel menggunakan teknik accidental sampling yaitu dilakukan dengan mengambil kasus atau responden yang berada ditempat penelitian. Analisis penelitian menggunakan uji odd ratio. Hasil penelitian bahwa paparan asap rokok (OR=2,219 dan Cl=1,075-4,582), ketuban pecah dini (OR= 2,547 dan Cl=1,227-5,290), plasenta ringan (OR=3,444 dan Cl=1,622-7,314) yang artinya ketiganya berisiko terhadap BBLR. Dalam menanggulangi risiko kejadian BBLR sebaiknya dengan mempertimbangkan usia pada saat ingin merencanakan kehamilan yaitu pada usia reproduktif (21-35 tahun), rutin melakukan kunjungan ANC minimal 4 kali selama hamil, anggota keluarga di rumah sebaiknya tidak merokok didalam rumah maupun disamping ibu, dan sebaiknya ibu tidak terlalu sering untuk melakukan kegiatan yang mudah membuat ibu lelah.
ANALISIS FAKTOR RESIKO ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI RUMAH SAKIT DAERAH TERPENCIL Putu Fery Immanuel White, I; Ardi Munir, Muh; Sumarni, Sumarni; Mutiarasari, Diah; Umar, Miranti; Kevin Poluan, Yosia
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.12 KB) | DOI: 10.22487/htj.v6i2.85

Abstract

Anemia dalam kehamilan diketahui berhubungan erat dengan timbulnya perdarahan dalam kehamilan dan persalinan. Perdarahan merupakan penyebab utama kematian ibu di Indonesia. Maka mengatasi anemia dalam kehamilan merupakan hal yang penting dalam usaha menurunkan angka kematian Ibu. RSUD Tora Belo di Kabupaten Sigi yang merupakan daerah terpencil di Provinsi Sulawesi Tengah, aktif dalam penanganan anemia dalam kehamilan, guna menurunkan angka kematian ibu. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi faktor resiko dan analisisnya terhadap kejadian anemia dalam kehamilan di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi tahun 2018. Penelitian ini merupakan studi deskriptif - analitik retrospektif, data dikumpulkan dari berkas rekam medik di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi tahun 2018. Pada studi ini, kami temukan 446 pasien dengan anemia dalam kehamilan, 211 (47,3%) anemia ringan (Hb 10-10,9), 220 (49,3%) anemia sedang (Hb 7 – 10), dan 15 (3,4%) anemia berat. Faktor resiko yang di identifikasi: usia<20thn 83 (18,6%), 20-35 thn 283 (63,5%), >35thn 80 (17,9%), analisis p=0,038; Primigravida 142 (31,8%), Multigravida 282 (63,2%), dan Grande multigravida 22 (4,9%), analisis p=0,171; Trimester I 32 (7,2%), Trimester II 53 (11,9%), Trimester III 361 (80,9%); SD-SMA 394 (88,3%), dan Pendidikan Tinggi (11,6%), analisis p=0,589; Pengguna JKN-KIS 440 (98,6%), tanpa jaminan kesehatan 6 (0,013% ), analisis p=0,315. Faktor resiko yang dapat di identifikasi dan di analisis, ditemukan bahwa usia ibu yang digolongkan sebagai kehamilan remaja merupakan faktor yang paling berperan dalam timbulnya anemia pada kehamilan di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi.
HUBUNGAN STATUS NUTRISI DENGAN KEJADIAN DIARE DI PUSKESMAS KAWATUNA PALU PADA TAHUN 2019 Riswandha, Riswandha; Puspasari Kiay Demak, Indah; Setyawati, Tri
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.771 KB) | DOI: 10.22487/htj.v6i2.86

Abstract

Diare adalah defekasi encer lebih dari tiga kali sehari, dengan atau tanpa darah dan/atau berlendir dalam feses. Selain faktor infeksi, diare juga dapat disebabkan oleh malabsorbsi (gangguan penyerapan zat gizi), makanan dan faktor psikologis. Infeksi mempengaruhi status gizi melalui penurunan asupan makanan, penurunan absorpsi makanan di usus, meningkatkan katabolisme, dan mengambil nutrisi yang diperlukan tubuh untuk sintesis jaringan dan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara status gizi dengan kejadian diare di puskesmas kawatuna tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain Cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling. Jumlah sampel 50 orang yang didiagnosis diare dan bukan diare yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian menggunakan Timbangan dan Rekam Medik. hubungan antara status gizi dengan kejadian diare di puskesmas kawatuna dianalisis dengan menggunakan uji Koefisiensi Kontingensi. Hasilnya diperoleh mayoritas responden memiliki Status gizi Normal 31 orang (62%).kejadian diare dan bukan diare didapatkan masing-masing sebanyak 25 orang. Pada uji koefisiensi kontingensi nilai p = 0,258 (>0,05) artinya tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian diare.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN POSISI SEMI FOWLER PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU DENGAN GANGGUAN KEBUTUHAN OKSIGENASI Samsir, Samsir; Alamsyah, Alamsyah; Hasbullah, Hasbullah
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.045 KB) | DOI: 10.22487/htj.v6i2.87

Abstract

Posisi semi fowler merupakan posisi setengah duduk dengan membentuk sudut 15-45°. Penerapan posisi semi fowler pada pasien Tuberculosis Paru mampu mengatasi masalah kesulitan pernapasan dan membuat pasien merasa nyaman.Tujuan penelitian dari studi kasus penerapan posisi semi fowler adalah meningkatkan kemampuan bernafas 2 pasien agar mampu meningkatkan kemandirian posisi semi fowler secara mandiri. Metode penelitian ini studi kasus deskriptif yang menggambarkan penerapan posisi semi fowler pada 2 responden dengan gangguan kebutuhan dasar oksigenasi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Hasil studi kasus penelitian yang di dapatkan adalah telah di lakukan penerapan posisi semi fowler pada pasien Tn. D dan Tn. A dan di dapatkan kedua masalah pasien teratasi. Kesimpulan dari penilitian ini adalah posisi semi fowler sangat efektif untuk di lakukan karena dapat mengurangi sesak napas yang di alami oleh klien dan dapat membuat klien merasa nyaman. Kesimpulan terjadi penurunan tanda dan gejala Tuberculosis Paru pada kedua responden dan meningkatkan kemampuan dalam menerapkan posisi semi fowler secara mandiri.

Page 8 of 40 | Total Record : 393