cover
Contact Name
Siska Musiam
Contact Email
siska@stikes-isfi.ac.id
Phone
+62511-3301610
Journal Mail Official
jiis@stikes-isfi.ac.id
Editorial Address
Jl. Flamboyan III/7c Kayu Tangi 70123 Banjarmasin Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan
ISSN : 2502647X     EISSN : 25031902     DOI : https://doi.org/10.36387/jiis
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan is a broad-based primary journal covering all branches of pharmacy and its sub-disciplines that contains complete research articles, short communication and review articles. JIIS is a forum for the publication of quality and original works that open discussions in the field of pharmacy and health sciences.
Articles 429 Documents
PENGARUH DAUN PEPAYA (Carica papaya L) TERHADAP AKTIVITAS SPERMATOGENESIS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus L) Kaspul Kaspul
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.814 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i1.86

Abstract

Kontrasepsi yang efektif memerlukan cara  yang  aman, murah, resiko yang ringan dan bersifat reversible dengan memanfaatkan sumber daya alam nabati, seperti daun pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus daun papaya terhadap aktivitas spermatogenesis tikus putih. Dua puluh ekor tikus putih jantan berumur 3 bulan dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, yaitu P1 (tanpa diberi jus daun papaya), P2 (diberi jus daun papaya 5 g per hari), P3 (diberi jus daun papaya 10 g per hari), P4 (diberi jus daun papaya15 g per hari). Semua perlakuan dilakukan selama satu bulan secara oral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jus daun papaya yang diberikan selama satu bulan dapat menurunkan aktivitas spermatogenesis tikus putih.
ANALISIS BIAYA TERAPI STROKE PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL YOGYAKARTA Faridah Baroroh Baroroh; Lailla Affianti Fauzi
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.725 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i1.87

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian paling tinggi di dunia selain kanker, selain itu terapi stroke juga memerlukan biaya yang besar, sehingga pengatasan tepat sangat diperlukan untuk mengatasinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis obat, komponen biaya, dan rata-rata biaya obat terapi stroke perhari rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif dengan data retrospektif Januari-Juni 2015 yang memenuhi kriteria inklusi. Analisa biaya dilakukan melalui payers perspective yang difokuskan pada biaya medik langsung. Hasil penelitian menunjukkan dari 130 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, 10,4% stroke hemorrhage dan 89,6% stroke non hemorrhage. Jenis obat terapi stroke yang banyak digunakan adalah neuroprotektan citicholine dan piracetam. Komponen biaya terbesar adalah biaya obat, stroke stroke hemorrhage 34.6% dan non hemorrhage 34.7%. Rata-rata biaya obat perhari rawat inap stroke hemorrhage Rp.65.323 – Rp.79.979 dan stroke non hemorrhage Rp.115.384 - Rp.119.723. Rata-rata biaya obat stroke per hari rawat inap pasien stroke hemorrhage dan stroke non hemorrhage menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p>0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah jenis obat yang banyak digunakan neuroprotektan citicholine dan piracetam, dengan komponen biaya terbesar adalah biaya obat 34.6% - 34.7% dari biaya total perawatan, serta tidak ada perbedaan yang signifikan (p>0.05) rata-rata biaya obat stroke per hari rawat inap pasien stroke  hemorrhage dan stroke non hemorrhage.
GAMBARAN BIAYA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN TERAPI ANTIDIABETIK ORAL DI RSUD ULIN BANJARMASIN Dedi Hartanto; Tuty Tuty Mulyani
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.568 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i1.88

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang membutuhkan terapi yang lama, bahkan dilakukan sepanjang hidup pasien dan membutuhkan biaya yang cukup besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran biaya pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan terapi antidiabetik oral di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan dengan cara deskriptif pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan terapi antidiabetik oral yang berkunjung ke bagian rawat jalan RSUD Ulin Banjarmasin pada bulan Maret 2016. Sampel dalam penelitian ini adalah 45 pasien. Pengambilan data dilakukan dengan melihat ke bagian instalasi farmasi bagian rekam medik dan kebagian keuangan RSUD Ulin Banjarmasin. Dari 45 pasien yang di analisis, 66,67 %  perempuan dan 33,33%  laki-laki. Pasien dengan rentan umur 55-64 adalah persentase tertinggi 37,78%. Biaya total terapi rata-rata Rp 500,743 per bulan. Biaya tertinggi adalah biaya obat (53,27%), di ikuti biaya untuk laboratorium (36,90%), dan biaya terendah adalah biaya pemeriksaan dokter (9,83%).  
PENURUNAN BILANGAN PEROKSIDA DENGAN KULIT PISANG KEPOK (Musa normalis L) Ade Ferdinan; Hairunisa Hairunisa; Adhisty Kharisma Justicia; Andhika Andhika
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.555 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i1.89

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan dari kulit buah pisang kepok (Musa normalis L.) dalam menurunkan bilangan peroksida. Penentuan bilangan peroksida dilakukan dengan cara iodometri. Hasil didapatkan nilai bilangan peroksida dengan waktu perendaman 1, 2, 3, dan 4 jam berturut-turut adalah 35,16; 30,60; 28,00; 23,11 meq/kg dengan persentase 0,25 % (1 jam), 17,54% (2 jam), 24,54% (3 jam) dan 37,27% (4 jam). kulit buah pisang kepok dapat menurunkan bilangan peroksida.
EVALUASI KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN FARMASI DI APOTEK “X” Ratih Pratiwi Sari
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.728 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i1.90

Abstract

Pelayanan  kefarmasian merupakan pelayanan  kesehatan yang mempunyai peran penting dalam mewujudkan kesehatan bermutu, dimana apoteker sebagai  bagian  dari tenaga  kesehatan  mempunyai  tugas  dan  tanggung jawab  dalam  mewujudkan pelayanan kefarmasian yang berkualitas. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasaan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek “X” Jl.Kuripan berdasarkan 5 dimensi dan untuk mengetahui faktor-faktor yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kepuasan pasien.Penelitian ini bersifat deskriptif dimana penelitian ini akan menggambarkan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek “X” dan faktor-faktor yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kepuasan pasien. Populasi adalah semua pasien yang berkunjung di Apotek “X”. Sampel penelitian ini adalah semua pasien yang membeli obat dengan resep di Apotek “X” yang berjumlah sebanyak 112 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Pengolahan data dilakukan dengan melakukan perhitungan persentase tiap jawaban yang diberikan oleh responden. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, dapat dilihat tingkat kepuasan pasien untuk setiap butir pertanyaan pada masing-masing dimensi.Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek “X” berkualitas cukup memuaskan dan faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien pada dimensi reliability yaitu kepastian jadwal pelayanan, kecepatan dan ketanggapan petugas dalam pelayanan, dimensi responsiveness yaitu kepastian lama pengerjaan resep, respon petugas apotek terhadap keluhan/pertanyaan pasien, dimensi assurance yaitu kualitas dan mutu obat yang diberikan, pemberian informasi obat yang lengkap dan jelas, pengetahuan petugas apotek tentang obat, dimensi emphaty yaitu keramahan dan kesopanan petugas apotek, kesediaan petugas apotek dalam meminta maaf kepada pasien, dan dimensi tangibles yaitu sarana dan prasana apotek, penampilan petugas apotek.
FORMULASI MOUTHWASH MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) dan KAYU MANIS (Cinnamomum zeylanicum) DENGAN MENGGUNAKAN TWEEN 80 SEBAGAI SURFAKTAN Adhisty Kharisma Justicia; Ade Ade Ferdinan; Mariani Maya
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.731 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i1.91

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai “Formulasi Mouthwash Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) Dan Kayu Manis (Cinnamomum zeylanicum) dengan menggunakan Tween 80 sebagai Surfaktan”. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi surfaktan yang baik dalam formulasi mouthwash minyak atsiri daun kemangi dan minyak atsiri kayu manis dan stabil secara fisik. Metode penelitian yang dilakukan meliputi dua tahap yaitu pembuatan sediaan mouthwash dan uji evaluasi sediaan mouthwash. Pada pembuatan mouthwash minyak atsiri daun kemangi (Ocimum sanctum L.) dan kayu manis (Cinnamomum zeylanicum) dengan menggunakan Tween 80 sebagai surfaktan menggunakan variasi konsentrasi Tween 80 yaitu 3,75%, 7,5%, dan 15%. Pada formula mouthwash dilakukan pengujian sebelum dan sesudah kondisi penyimpanan dipercepat. Parameter yang diuji meliputi pengujian organoleptis, penentuan massa jenis, penentuan viskositas dan pengukuran pH. Dari hasil penelitian Formula II menghasilkan formula yang lebih baik dibandingkan dengan formula I dan III.
PENGARUH AIR REBUSAN DAUN SUKUN ((Artocarpus altilis) TERHADAP KADAR GULA DARAH MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI GLUKOSA Fathnur Sani K; Agung Giri Samudra; Widiawati Oktarina
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.188 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i1.92

Abstract

Air rebusan daun sukun (Artocarpus altilis) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk pengobatan diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek hipoglikemik air rebusan daun sukun pada mencit putih jantan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode glucose oral test pada kelompok mencit yang mendapatkan perlakuan air rebusan daun sukun (dosis I 300mg/ Kg BB; dosis II 600 mg / KgBB), kelompok kontrol positif (glibenklamid) dan kontrol negatif. Hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan Anova Satu Arah yang kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa air rebusan daun sukun (Artocarpus altilis) memiliki efek antihiperglikemia (p<0,05) jika di bandingkan dengan kontrol negatif. Adapun dosis 2 (600mg/ Kg BB) merupakan dosis terbaik dengan efek antihiperglikemik secara statistik sama dengan efek antihiperglikemik glibenklamid.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata Nees) TERHADAP BAKTERI Staphylococus aureus Yuska Novi Yanti; Sucia Mitika
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.95 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i1.93

Abstract

Tumbuhan memiliki zat kimia aktif yang memiliki potensi besar salah satunya adalah membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional adalah tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Nees) yang mempunyai berbagai macam manfaat bagi kesehatan manusia,berbagai aktivitas farmakologi dari sambiloto adalah antiinflamasi,antibakteri,antipiretik dan antioksidan.Sampel dalam penelitan ini adalah koloni Staphylococcus aureus dan ekstrak kental tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Nees) . Ekstraksi dengan metode maserasi Salanjutnya di rotary dengan menggunakan Rotary evaporator dan dilakukan uji susut pengeringan. Kemudian ekstrak dibagi menjadi lima perlakuan yaitu 10 µg/ml, 50 µg/ml, 100 µg/ml, 500 µg/ml, 1000 µg/ml dibuat kontrol posistif dan negatif lalu dilakukan pembuatan media NA dan NB. Selanjutnya dibuat peremajaan bakteri dan pembuatan larutan uji lalu dilalukan pengujian daya hambat dengan metode cakram lalu diikubasi dan diukur diameter zona hambat.Dari hasil pengujian menunjukan bahwa semua konsentrasi ekstrak sambiloto memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Daya hambat ekstrak sambiloto ditunjukkan dengan adanya zona bening disekitar cakram. Diketahui bahwa pada dosis 100 µg/mL, 1000 µg/mL memiliki daya hambat lemah dan dilanjutkan dengan analisa SPSS diperoleh hasil yang tidak berbeda secara signifikan.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN GAHARU (Aquilaria microcarpa Baill.) TERHADAP WAKTU PERDARAHAN PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Noor Cahaya; Rakhmat Fauzi; Hidayaturrahmah Hidayaturrahmah
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.022 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i2.96

Abstract

Daun gaharu (Aquilaria microcarpa Baill.) memiliki kandungan senyawa flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian ekstrak etanol daun A. microcarpa terhadap waktu perdarahan tikus putih jantan yang diinduksi heparin. Dua puluh tikus jantan dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I (kontrol negatif), II (kontrol positif), III, IV dan V  (ekstrak etanol daun A. microcarpa dosis 75mg/KgBB, 100mg/KgBB dan 150mg/KgBB). Hewan uji diberi injeksi heparin selama 5 hari, kemudian diberi sediaan selama 6 hari dicatat waktu tiap 2 hari. Hasil penelitian menunjukkan persentase penurunan waktu perdarahan yaitu 41.74%; 74.74%; 52.09%; 95.86%; 24.36. Hasil statistik menunjukkan perbedaan nyata penurunan waktu perdarahan oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun A. microcarpa berpengaruh terhadap waktu perdarahan pada tikus putih jantan yang diinduksi heparin.
AUDIT KLINIK PENGGUNAAN TERAPI ANTI PLATELET DAN LUARAN KLINIK UNTUK STROKE ISKEMIK DI RS BETHESDA YOGYAKARTA Rizaldy Taslim Pinzon; Iroen Mugiono
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.841 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i2.98

Abstract

Kendali akan mutu pelayanan kesehatan telah dikenal sejak lama. Audit klinik merupakan perangkat yang ditetapkan sebagai alat penjamin mutu pelayanan kesehatan. Data tentang audit klinik di Indonesia masih sangat terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melaporkan hasil audit klinik pada pelayanan stroke iskemik di RS Bethesda Yogyakarta.Audit klinik dilakukan oleh tim multidisiplin. Tim melakukan audit klinik berdasar pada data register stroke. Kriteria dan standar ditetapkan berdasar pada panduan praktek klinik yang telah ada. Data diperoleh dari register stroke elektronik RS Bethesda Yogyakarta. Data berasal dari 713 pasien stroke iskemik yang dirawat di periode Januari-Oktober 2016. Angka mortalitas adalah 6,03%. Standar untuk pemberian anti platelet pada semua kasus stroke iskemik tidak tercapai. Justifikasi untuk varian tercapai untuk hampir semua kasus. Pada umumnya riwayat perdarahan dan stroke iskmeik ukuran besar merupakan alasan utama tidak diberikannya anti platelet.  Ada 10 kasus yang tidak ada penjelasan justifikasinya.Studi kasus ini menunjukkan bahwa audit klinik dapat dilaksanakan dalam praktek klinik sehari-hari. Audit klinik adalah sebuah siklus yang harus dilakukan secara berkesinambungan. Penggunaan data register stroke elektronik membantu pelaksanaan audit menjadi mudah.

Page 5 of 43 | Total Record : 429