cover
Contact Name
Admin Idarah
Contact Email
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7559354
Journal Mail Official
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana UIKA Gedung Pascasarjana K.H. Sholeh Iskandar Lt. 2 Kampus Universitas Ibn Khaldun Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27235386     DOI : https://doi.org/10.32832/itjmie
Core Subject : Education, Social,
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing scientific articles in the study of Islamic Education management from different aspects and perspectives. It distributes its articles twice a year, in January and July.
Articles 265 Documents
Pembentukan jiwa kepemimpinan mahasiswa melalui perkaderan AMY Lembaga Dakwah Kampus Jama’ah Al-Anhar Gilang Marindra; Tumin
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 9 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i9.24407

Abstract

Leadership is one of the important competencies that students must possess as prospective leaders of the nation and the people. However, the development of the times and increasingly complex social challenges require students to have good communication skills, decision-making, and responsibility. In this context, the Campus Da'wah Institute (LDK) has a strategic role as a forum for character development and student leadership through a cadre regeneration program. This study aims to analyze the process of forming the spirit of student leadership through the AMY cadre program at LDK UKI Jama'ah Al-Anhar, University of Muhammadiyah Yogyakarta. This study uses a qualitative method with a descriptive approach through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that activities in the MY program, such as Focus Group Discussion (FGD), presentations, and training, are able to shape the character of student leadership through direct experience in discussing, cooperating, expressing opinions, and solving problems. This program also contributes to improving a sense of responsibility, communication skills, and decision-making. Thus, the AMY cadre program has proven to be effective in shaping the spirit of student leadership in the campus environment. Abstrak Kepemimpinan merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dan umat. Namun, perkembangan zaman serta tantangan sosial yang semakin kompleks menuntut mahasiswa untuk memiliki kemampuan komunikasi, pengambilan keputusan, dan tanggung jawab yang baik. Dalam konteks ini, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan mahasiswa melalui program kaderisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembentukan jiwa kepemimpinan mahasiswa melalui program perkaderan AMY di LDK UKI Jama’ah Al-Anhar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan dalam program AMY, seperti Focus Group Discussion (FGD), presentasi, dan pelatihan, mampu membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa melalui pengalaman langsung dalam berdiskusi, bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan memecahkan masalah. Program ini juga berkontribusi dalam meningkatkan rasa tanggung jawab, kemampuan komunikasi, serta pengambilan keputusan. Dengan demikian, program perkaderan AMY terbukti efektif dalam membentuk jiwa kepemimpinan mahasiswa di lingkungan kampus.
Integrasi kritis penguatan literasi religius berbasis Artificial Intelligence dan otoritas keagamaan digital dalam pembelajaran PAI: Systematic literature review Sopyan Alpaizi Salman; Akif Khilmiyah
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 8 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i8.24534

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) and digital media has changed the way students access religious knowledge, thus presenting both opportunities and challenges for Islamic Religious Education (PAI) learning. This study aims to analyze and synthesize research results regarding the integration of AI, digital religious authority, and religious literacy in PAI learning. The study used the Systematic Literature Review (SLR) method with a thematic synthesis approach. The search process was carried out on Scopus database through the stages of identification, filtering, eligibility assessment, and inclusion, until 20 articles were obtained that met the criteria for analysis. The results of the study show three main findings, namely: (1) digital religion is developing into a new space for the formation of religious authority, identity, and practice; (2) AI and digital media expand access to religious knowledge, but also have the potential to cause information bias, simplification of understanding, and ambiguity of religious authority; and (3) PAI learning needs to develop critical, reflective, and ethical digital religious literacy through the acquisition of the ability to channel sources, understand technological bias, and internalize Islamic values in digital life. This research confirms that the integration of AI in Islamic Religious Education learning needs to be accompanied by strengthening religious digital literacy so that the use of technology remains in line with the principles of Islamic education. Abstrak Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan media digital telah mengubah cara peserta didik mengakses pengetahuan agama, sehingga menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menyintesis hasil-hasil penelitian mengenai integrasi AI, otoritas keagamaan digital, dan literasi religius dalam pembelajaran PAI. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan sintesis tematik. Proses penelusuran dilakukan pada basis data Scopus melalui tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi, hingga diperoleh 20 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama, yaitu: (1) agama digital berkembang menjadi ruang baru pembentukan otoritas, identitas, dan praktik keberagamaan; (2) AI dan media digital memperluas akses terhadap pengetahuan agama, tetapi juga berpotensi menimbulkan bias informasi, penyederhanaan pemahaman, serta ketidakjelasan otoritas keagamaan; dan (3) pembelajaran PAI perlu mengembangkan literasi religius digital yang kritis, reflektif, dan etis melalui penguatan kemampuan mengevaluasi sumber, memahami bias teknologi, serta menginternalisasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan digital. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran PAI perlu disertai penguatan literasi religius digital agar pemanfaatan teknologi tetap selaras dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam.
Studi komparatif penerapan metode Jigsaw dalam pembelajaran kitab kuning dan hadis di pondok pesantren Daarul Muttaqiin Luqman Hakim; Khofifah
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 9 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i9.24550

Abstract

This study highlights the need for innovative teaching methods in traditional Islamic boarding schools, which have historically relied on conventional approaches to teaching classical Islamic texts and Hadith. Its primary objective is to evaluate the comparative effectiveness of the Jigsaw cooperative learning method for teaching classical Islamic texts and Hadith, to enhance students’ active participation, critical thinking skills, and conceptual understanding. Using a qualitative approach with a comparative study design, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. Previous research has discussed the effectiveness of the Jigsaw method in Islamic education, but has focused on only one field of religious study. No study has explicitly compared the effectiveness of the Jigsaw method across two pesantren disciplines that differ epistemologically: classical Islamic texts and Hadith. The findings indicate that although the Jigsaw method was generally well received and effective in both subjects, it demonstrated greater and more consistent effectiveness in Hadith instruction due to its declarative and conceptual nature, compared to Kitab Kuning, which is more linguistically and procedurally complex. This study implies that the Jigsaw method can transform a passive learning environment into an active and conducive one; however, its optimal implementation requires consideration of the epistemological characteristics of the subject matter, as well as adequate teacher training and group composition. Future research should explore context-specific adaptations of the Jigsaw method for various Islamic educational settings. Abstrak Studi ini menyoroti kebutuhan akan metode pembelajaran inovatif di pondok pesantren tradisional yang secara historis mengandalkan pendekatan konvensional dalam pengajaran kitab kuning dan Hadits. Tujuan utamanya untuk mengevaluasi efektivitas komparatif metode pembelajaran kooperatif Jigsaw dalam pengajaran kitab kuning dan Hadits, dengan sasaran meningkatkan partisipasi aktif santri, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman konseptual. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi komparatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian terdahulu membahas tentang efektivitas Jigsaw dalam pendidikan Islam, hanya berfokus pada satu bidang kajian keagamaan. Belum ditemukan penelitian yang secara eksplisit membandingkan efektivitas Jigsaw pada dua disiplin keilmuan pesantren yang secara epistemologis berbeda, yaitu kitab kuning dengan hadits. Temuan menunjukkan bahwa meskipun Jigsaw secara umum diterima dengan baik dan efektif di kedua mata pelajaran, metode ini menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dan konsisten dalam pembelajaran Hadits karena sifatnya yang deklaratif dan konseptual, dibandingkan dengan kitab kuning yang lebih kompleks secara linguistik dan prosedural. Implikasi studi ini adalah bahwa Jigsaw dapat mengubah lingkungan belajar pasif menjadi aktif dan kondusif, namun penerapan optimalnya memerlukan pertimbangan karakteristik epistemologis materi pelajaran serta pelatihan guru dan komposisi kelompok yang memadai. Penelitian selanjutnya perlu mengeksplorasi adaptasi Jigsaw yang spesifik konteks untuk berbagai lingkungan pendidikan Islam.
Qur’anic continuous child education: Rekonstruksi kerangka pendidikan anak dari pra-kelahiran menuju kematangan Akhmad Alim; Abuzar
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24606

Abstract

Parenting crises, widespread exposure to digital devices, and growing concerns over child protection highlight the need for a continuous and developmentally responsive framework for family education. This study aims to reconstruct a Qur’an-based framework of continuous child education through a tafsīr mawḍū‘ī (thematic interpretation) approach, supported by ṣaḥīḥ and ḥasan hadiths and informed by modern perspectives on child development. Employing a library research method, the study analyzes Qur’anic verses related to education, parenting, development, responsibility, and rushd, alongside interpretations from classical and contemporary Qur’anic exegetes. The data are analyzed thematically, comparatively, and conceptually, following Alim’s (2016) thematic interpretation methodology, and subsequently placed in dialogue with the developmental theories of Piaget, Erikson, Vygotsky, and Bronfenbrenner. The findings indicate that child education in the Qur’an and Sunnah can be reconstructed through seven analytical phases: pre-birth, pregnancy, birth and infancy, early childhood, tamyīz, adolescence, and the transition toward maturity. These phases constitute a continuous process of nurturing faith, worship, moral character, self-regulation, responsibility, and independence. This study proposes the Qur’anic Continuous Child Education Framework (QCCEF), which maps developmental phases, educational objectives, core values, family roles, educational strategies, and developmental indicators. The framework conceptualizes child education as a process of capacity transformation from nurturing toward awareness, responsibility, and independent maturity. Abstrak Krisis pengasuhan, paparan gawai yang masif, dan meningkatnya persoalan perlindungan anak menunjukkan perlunya kerangka pendidikan keluarga yang berkelanjutan dan responsif terhadap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi kerangka pendidikan anak berkelanjutan berbasis Al-Qur’an melalui pendekatan tafsīr mawḍū‘ī, hadis ṣaḥīḥ dan ḥasan, serta perspektif perkembangan anak modern. Penelitian menggunakan metode library research dengan menganalisis ayat-ayat pendidikan, pengasuhan, perkembangan, tanggung jawab, dan rushd, disertai penafsiran mufasir klasik dan kontemporer. Data dianalisis secara tematik, komparatif, dan konseptual mengikuti metodologi tafsir tematik Alim (2016), kemudian didialogkan dengan teori perkembangan Piaget, Erikson, Vygotsky, dan Bronfenbrenner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan anak dalam Al-Qur’an dan Sunnah dapat direkonstruksi melalui tujuh fase analitis: pra-kelahiran, kehamilan, kelahiran dan bayi, kanak-kanak awal, tamyīz, remaja, dan menuju kedewasaan. Fase-fase tersebut membentuk kesinambungan pembinaan akidah, ibadah, akhlak, regulasi diri, tanggung jawab, dan kemandirian. Penelitian ini menghasilkan Qur’anic Continuous Child Education Framework (QCCEF) yang memetakan fase perkembangan, tujuan pendidikan, nilai inti, peran keluarga, strategi pembinaan, dan indikator perkembangan. Kerangka ini menegaskan pendidikan anak sebagai proses transformasi kapasitas dari pengasuhan menuju kesadaran, tanggung jawab, dan kemandirian.
Pengembangan e-modul berbasis flipbook untuk meningkatkan pemahaman konseptual peserta didik Machnuna; Muniri; Umy Zahroh
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 6 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i6.25035

Abstract

This research was conducted due to the low conceptual understanding of students on the Straight Line Equation material and the limited use of interactive learning media in the mathematics learning process. The purpose of this research is to develop a Flipbook-based E-Module, test the level of validity, practicality, and effectiveness of the resulting product, and evaluate the improvement in students' conceptual understanding after using the media. The research uses the Research and Development (R&D) method which includes the stages of needs analysis, design, development, validation, revision, trial, and product evaluation. The developed E-Module contains learning materials, illustrations, videos, animations, practice questions, LKPD, and interactive quizzes that can be accessed digitally. The research subjects were grade VIII students of SMPN 1 Ngadiluwih. Research data were obtained through expert validation sheets, educator and student response questionnaires, and pre-test and posttest tests. The results of the study indicate that the Flipbook-based E-Module has a very high level of validity, is practical to use, and effective in learning. The use of this media can significantly improve students' learning outcomes and conceptual understanding, while increasing motivation, active involvement, and learning independence. Therefore, the Flipbook-based E-Module is deemed suitable for use as a mathematics learning medium to support conceptual understanding of Straight Line Equations. Abstrak Penelitian ini dilaksanakan karena masih rendahnya pemahaman konseptual peserta didik pada materi Persamaan Garis Lurus serta terbatasnya pemanfaatan media pembelajaran interaktif dalam proses pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan E-Modul berbasis Flipbook, menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitas produk yang dihasilkan, serta mengevaluasi peningkatan pemahaman konseptual peserta didik setelah penggunaan media tersebut. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, validasi, revisi, uji coba, dan evaluasi produk. E-Modul yang dikembangkan memuat materi pembelajaran, ilustrasi, video, animasi, latihan soal, LKPD, dan kuis interaktif yang dapat diakses secara digital. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII SMPN 1 Ngadiluwih. Data penelitian diperoleh melalui lembar validasi ahli, angket respons pendidik dan peserta didik, serta tes pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Modul berbasis Flipbook memiliki tingkat validitas yang sangat tinggi, praktis digunakan, dan efektif dalam pembelajaran. Penggunaan media ini mampu meningkatkan hasil belajar dan pemahaman konseptual peserta didik secara signifikan, sekaligus meningkatkan motivasi, keterlibatan aktif, dan kemandirian belajar. Oleh karena itu, E-Modul berbasis Flipbook dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika untuk mendukung peningkatan pemahaman konseptual pada materi Persamaan Garis Lurus.