cover
Contact Name
Admin Idarah
Contact Email
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7559354
Journal Mail Official
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana UIKA Gedung Pascasarjana K.H. Sholeh Iskandar Lt. 2 Kampus Universitas Ibn Khaldun Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27235386     DOI : https://doi.org/10.32832/itjmie
Core Subject : Education, Social,
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing scientific articles in the study of Islamic Education management from different aspects and perspectives. It distributes its articles twice a year, in January and July.
Articles 265 Documents
Pengaruh program tahfidz dan motivasi terhadap hasil belajar santri Hanifan Islami; Wedra Aprison
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24138

Abstract

This study aimed to analyze the influence of the Qur'anic tahfidz Program and learning motivation on students' learning outcomes at Pondok Pesantren tahfidzhul Qur'an Muallimin Muhammadiyah Sawah Dangka. The research employed a quantitative approach using an ex post facto design. The population consisted of 123 students, and all members of the population were selected as the sample through a total sampling technique. Data were collected through questionnaires and documentation and were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS software. The results revealed that the Qur'anic tahfidz Program had a positive and significant effect on students' learning outcomes, with a significance value of 0.005. Learning motivation also had a positive and significant effect on learning outcomes, with a significance value of 0.000. Simultaneously, the Qur'anic tahfidz Program and learning motivation significantly influenced students' learning outcomes, as indicated by an F-value of 29.800 and a significance level of 0.000. The coefficient of determination (R²) was 0.332, indicating that both independent variables explained 33.2% of the variance in students' learning outcomes. These findings confirm that successful learning in Islamic boarding schools is influenced not only by academic programs but also by the quality of the tahfidz program and students' learning motivation. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Program tahfidz Al-Qur'an dan motivasi belajar terhadap hasil belajar santri di Pondok Pesantren tahfidzhul Qur'an Muallimin Muhammadiyah Sawah Dangka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi penelitian berjumlah 123 santri dan seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program tahfidz Al-Qur'an berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar santri dengan nilai signifikansi 0,005. Motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar dengan nilai signifikansi 0,000. Secara simultan Program tahfidz Al-Qur'an dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar dengan nilai F sebesar 29,800 dan signifikansi 0,000. Koefisien determinasi sebesar 0,332 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 33,2% variasi hasil belajar santri. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran di pesantren tidak hanya dipengaruhi oleh program akademik, tetapi juga oleh kualitas program tahfidz dan motivasi belajar santri.
Analisis kebutuhan pengembangan modul pendidikan ketahanan keluarga bagi wanita karier Moch Firman Taufik Rachman; Imas Kania Rahman; Wido Supraha; Adi Budiman
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24140

Abstract

Family resilience is an essential factor in maintaining family well-being amid the increasing complexity of career women's roles. However, educational resources specifically addressing family resilience strategies for career women remain limited. This study aimed to analyze the educational needs related to family resilience among career women as a foundation for developing more relevant family education programs. The study employed a descriptive quantitative approach using a needs assessment method. The participants consisted of 22 career women who met the research criteria. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive statistics and thematic interpretation. The findings revealed that 95.5% of respondents had never found a specific guide on family resilience for career women, while 86.4% expressed the need for educational resources that could help them address challenges related to both family and professional responsibilities. The primary needs identified included family resilience literacy, dual-role management, psychological resilience, family communication, and family spirituality. Furthermore, an analysis of existing family resilience modules indicated that available materials remain general in nature and do not specifically address the needs of career women. These findings suggest the necessity of developing Islamic family education programs or module that are more contextual, practical, and responsive to the challenges faced by modern Muslim families. Abstrak Ketahanan keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas kehidupan keluarga di tengah meningkatnya kompleksitas peran wanita karier. Namun, hingga saat ini masih terbatas sumber belajar yang secara khusus membahas strategi menjaga ketahanan keluarga bagi wanita karier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pendidikan ketahanan keluarga pada wanita karier sebagai dasar pengembangan program pendidikan keluarga yang lebih relevan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode analisis kebutuhan (needs assessment). Subjek penelitian terdiri atas 22 wanita karier yang memenuhi kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase serta interpretasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95,5% responden belum memiliki panduan khusus mengenai ketahanan keluarga bagi wanita karier dan 86,4% menyatakan membutuhkan media edukasi yang dapat membantu mereka menghadapi tantangan keluarga dan pekerjaan. Kebutuhan utama yang teridentifikasi meliputi penguatan literasi ketahanan keluarga, manajemen peran ganda, ketahanan psikologis, komunikasi keluarga, dan spiritualitas keluarga. Analisis terhadap modul ketahanan keluarga yang telah ada juga menunjukkan bahwa materi yang tersedia masih bersifat umum dan belum secara spesifik mengakomodasi kebutuhan wanita karier. Temuan ini menunjukkan perlunya pengembangan pendidikan keluarga berbasis nilai Islam yang lebih kontekstual, aplikatif, dan responsif terhadap tantangan kehidupan keluarga modern.
Moral disengagement dalam internalisasi nilai Islam: Tinjauan literatur sistematis Muhammad Rais; Fitriah M Suud
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24185

Abstract

This study analyzes the role of moral disengagement in explaining the gap between the internalization of Islamic Religious Education values and the prosocial behavior of vocational high school students. The study employed a Systematic Literature Review approach following the PRISMA 2020 guidelines. Data were obtained from the Scopus database through identification, screening, eligibility assessment, and inclusion stages, resulting in 20 relevant articles published between 2020 and 2026. The data were analyzed using narrative synthesis to identify patterns of relationship among moral disengagement, empathy, moral identity, social support, school culture, and prosocial behavior. The findings show that moral disengagement weakens the translation of moral and religious understanding into social behavior through mechanisms of moral justification, diffusion of responsibility, and normalization of deviant conduct. Conversely, empathy and moral identity strengthen prosocial behavior and reduce the possibility of moral rationalization. These findings indicate that Islamic Religious Education needs to move beyond cognitive transmission and strengthen reflective learning, moral identity formation, empathy development, and supportive school culture. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis peran moral disengagement dalam menjelaskan kesenjangan antara internalisasi nilai Pendidikan Agama Islam dan perilaku prososial peserta didik SMK. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Data diperoleh dari basis data Scopus melalui tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi sehingga diperoleh 20 artikel relevan yang terbit pada rentang 2020-2026. Data dianalisis dengan teknik sintesis naratif untuk menemukan pola hubungan antara moral disengagement, empati, identitas moral, dukungan sosial, budaya sekolah, dan perilaku prososial. Hasil kajian menunjukkan bahwa moral disengagement melemahkan penerjemahan pemahaman moral dan agama ke dalam perilaku sosial melalui pembenaran moral, pengalihan tanggung jawab, dan normalisasi perilaku menyimpang. Sebaliknya, empati dan identitas moral berperan memperkuat perilaku prososial serta menekan kecenderungan pembenaran tindakan tidak etis. Kajian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran PAI perlu bergerak melampaui transfer pengetahuan dengan memperkuat refleksi etis, identitas moral, empati, dan budaya sekolah yang mendukung praktik nilai Islam secara lebih konsisten dalam kehidupan sekolah.
Peran guru TPA dalam meningkatkan kemampuan tahsin tilawah santri Ahmad Purqon; Anwar Hadi; Jamaludin
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 8 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i8.24198

Abstract

This study aims to analyze the role of Islamic Qur'anic School (TPA) teachers in improving students' tahsin and tilawah skills at TPA Bustanul Athfal, Tanjung Agas Village. Using a qualitative descriptive approach with a case study design, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving two teachers. The findings reveal three main results. First, teachers' efforts include applying gradual teaching methods (talaqqi and Iqra), habituation of regular Qur'anic reading, providing correct reading examples, and conducting direct evaluations of students' recitations. Second, supporting factors include adequate facilities, parental support, and student motivation, while inhibiting factors include limited learning time, varying student abilities, lack of discipline, and insufficient teaching staff. Third, the impact of teachers' roles is evident in improved students' makhraj (pronunciation), tajwid application, reading fluency, self-confidence, and ease in memorizing the Qur'an. This study implies that competent and dedicated TPA teachers significantly contribute to enhancing Qur'anic reading quality among students, and their role should be strengthened through continuous training and parental involvement. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) dalam meningkatkan kemampuan tahsin dan tilawah santri di TPA Bustanul Atfal Desa Tanjung Agas. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap dua orang guru. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan utama. Pertama, upaya guru meliputi penerapan metode pembelajaran bertahap (talaqqi dan Iqra), pembiasaan membaca Al-Qur'an secara rutin, pemberian contoh bacaan yang benar, serta evaluasi langsung terhadap bacaan santri. Kedua, faktor pendukung meliputi sarana prasarana yang memadai, dukungan orang tua, dan motivasi santri, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu belajar, perbedaan kemampuan santri, kurangnya kedisiplinan, dan keterbatasan jumlah guru. Ketiga, dampak peran guru terlihat pada peningkatan makhraj, penerapan tajwid, kelancaran membaca, kepercayaan diri, serta kemudahan menghafal Al-Qur'an santri. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa guru TPA yang kompeten dan dedikatif memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an santri.
Strategi guru PAI memotivasi siswa gemar membaca Al-Qur'an melalui metode iqro' Azizah; Sayid Habiburrahman; Hoirul Amri
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 8 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i8.24199

Abstract

This study aims to analyze the strategies of Islamic Religious Education (PAI) teachers in motivating students to enjoy reading the Qur'an using the Iqro' method at SD Negeri 196 Palembang. The research is motivated by the phenomenon of students' low interest and ability in reading the Qur'an, necessitating effective and sustainable learning strategies from PAI teachers. Using a qualitative descriptive approach with a phenomenological design, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving PAI teachers, principals, students, and parents. The findings reveal three main results. First, six strategies are implemented: habituation of reading Iqro' every morning, providing rewards (praise, stickers, small gifts), peer tutoring, integrating Iqro' with religious activities (tadarus, congregational prayers), using varied learning media (letter cards, audio recordings), and establishing collaboration with parents. Second, supporting factors include teacher competence, a religious school environment, parental involvement, and religious habituation programs. Third, inhibiting factors include limited facilities, limited learning time, students' varying abilities, lack of parental support, and unsupportive social environment. This study implies that a combination of consistent habituation, reward systems, peer tutoring, and parental collaboration is an effective strategy for building students' motivation to read the Qur'an in elementary schools. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memotivasi siswa agar gemar membaca Al-Qur'an melalui metode Iqro' di SD Negeri 196 Palembang. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih rendahnya minat dan kemampuan siswa sekolah dasar dalam membaca Al-Qur'an. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru PAI, kepala sekolah, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan utama. Pertama, terdapat enam strategi yang diterapkan guru PAI: pembiasaan membaca Iqro' setiap pagi, pemberian penghargaan (pujian, stiker, hadiah), tutor sebaya, integrasi dengan kegiatan keagamaan sekolah, penggunaan media pembelajaran variatif, serta kerja sama dengan orang tua. Kedua, faktor pendukung meliputi kompetensi guru, lingkungan sekolah religius, peran orang tua, dan program pembiasaan religius. Ketiga, faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana, waktu terbatas, perbedaan kemampuan siswa, kurangnya dukungan orang tua, dan lingkungan sosial kurang mendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi pembiasaan konsisten, pemberian reward, tutor sebaya, dan kolaborasi orang tua merupakan strategi efektif membangun motivasi membaca Al-Qur'an siswa di sekolah dasar.
Pengaruh pola asuh otoriter terhadap kedisiplinan dan ketaatan beribadah santri di pondok pesantren Rizki Wahyudi; Salmiwati
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24222

Abstract

Parenting style plays a crucial role in shaping students’ character and behavioral development, particularly within Islamic boarding school settings. In pesantren education, an authoritarian parenting style is commonly implemented through strict rule enforcement, close supervision, and the systematic habituation of religious practices to cultivate discipline and religious observance among students. This study investigated the influence of authoritarian parenting style on students’ discipline and religious observance at Darul Makmur Islamic Boarding School, Sungai Cubadak Baso. This research employed a quantitative approach using a correlational survey design. The population comprised 110 resident students, of whom 86 were selected through proportional random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through descriptive statistics and linear regression techniques with IBM SPSS Statistics. The results indicated that authoritarian parenting style significantly predicted students’ discipline (β = 0.584, t = 4.826, p < .05). Similarly, it significantly influenced students’ religious observance (β = 0.537, t = 4.629, p < .05). These findings demonstrate that strict regulations, consistent supervision, and the habituation of religious activities contribute to the development of disciplined behavior and greater commitment to religious practices among students. This study contributes to the literature on Islamic education by providing empirical evidence regarding the role of authoritarian parenting style in fostering student character formation within Islamic boarding schools. The findings suggest that structured supervision and disciplined educational practices remain important components in promoting both behavioral discipline and religious commitment among students in pesantren settings. Abstrak Pola asuh merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan perilaku peserta didik, termasuk di lingkungan pesantren. Dalam praktik pendidikan pesantren, pola asuh otoriter sering diterapkan melalui penegakan aturan, pengawasan yang ketat, dan pembiasaan perilaku religius guna membentuk kedisiplinan dan ketaatan beribadah santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh otoriter terhadap kedisiplinan dan ketaatan beribadah santri di Pondok Pesantren Darul Makmur Sungai Cubadak Baso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Populasi penelitian berjumlah 110 santri, dengan sampel sebanyak 86 santri yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta analisis regresi linear dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoriter berpengaruh positif dan signifikan terhadap kedisiplinan santri dengan koefisien regresi sebesar 0,584, nilai t-hitung sebesar 4,826, dan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Selain itu, pola asuh otoriter juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketaatan beribadah santri dengan koefisien regresi sebesar 0,537, nilai t-hitung sebesar 4,629, dan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa ketegasan aturan, pengawasan yang konsisten, dan pembiasaan perilaku religius berkontribusi terhadap peningkatan kedisiplinan dan ketaatan beribadah santri. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan kajian pendidikan Islam, khususnya terkait efektivitas pola asuh dalam pembentukan karakter santri di lingkungan pesantren.
Development of integrative inclusive Islamic jurisprudence and Islamic cultural history materials: Contextual, historical critical, and social religious relevance approaches Kamila Anjali; Muhammad Bintang Satriawan; Muhammad Fakhrur Rizal; Mita Tamaminni’mah; Mahin Anas Romadona; Muhammad Misbah
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 8 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i8.24239

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) plays a vital role in shaping students’ religious understanding, character, and social attitudes. However, in practice, PAI instruction—particularly in the subjects of Fiqh and Islamic Cultural History (SKI)—is still often presented in a fragmented, text-based manner and lacks relevance to the ever-evolving realities of society. This paper aims to analyze the development of Fiqh and SKI materials based on an integrative-inclusive approach through contextual, historical-critical, and socio-religious relevance perspectives. The method used in this study is a qualitative approach involving a literature review through the analysis of various concepts and research findings related to the development of Islamic Education (PAI) instruction. The study’s findings indicate that the development of integrative and inclusive Fiqh and SKI curriculum materials is a key strategy for creating a more comprehensive, adaptive, and meaningful religious education. Fiqh curriculum materials need to be developed not only to provide a normative understanding of Islamic law but also to address social issues and keep pace with the times. Meanwhile, Islamic Studies instruction should be guided by a historical-critical approach so that students do not merely memorize historical events but are able to understand the values, context, and lessons contained within the development of Islamic civilization. A contextual approach to learning allows students to connect Islamic teachings with real-life experiences, while an inclusive approach instills the values of religious moderation, tolerance, and respect for diversity. Thus, the development of Fiqh and SKI materials based on an integrative-inclusive approach can make Islamic Education (PAI) more humanistic, relevant, and responsive to today’s socio-religious challenges. This learning model is not only oriented toward enhancing cognitive aspects but also contributes to shaping students who possess a broad understanding of religion, a critical mindset, a moderate character, and the ability to apply Islamic values in social life. Abstrak Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman keagamaan, karakter, dan sikap sosial peserta didik. Namun, dalam praktiknya pembelajaran PAI, khususnya materi Fikih dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), masih sering disajikan secara parsial, tekstual, dan kurang memiliki keterkaitan dengan realitas kehidupan masyarakat yang terus berkembang. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan materi Fikih dan SKI berbasis integratif-inklusif melalui pendekatan kontekstual, historis-kritis, dan relevansi sosial keagamaan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui analisis berbagai konsep dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan materi Fikih dan SKI integratif-inklusif menjadi strategi penting dalam menciptakan pembelajaran agama yang lebih komprehensif, adaptif, dan bermakna. Materi Fikih perlu dikembangkan tidak hanya sebagai pemahaman hukum Islam secara normatif, tetapi juga dikaitkan dengan persoalan kehidupan sosial dan perkembangan zaman. Sementara itu, pembelajaran SKI perlu diarahkan melalui pendekatan historis-kritis agar peserta didik tidak hanya menghafal peristiwa sejarah, tetapi mampu memahami nilai, konteks, serta hikmah yang terkandung dalam perkembangan peradaban Islam. Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran memungkinkan peserta didik menghubungkan ajaran Islam dengan pengalaman nyata, sedangkan pendekatan inklusif menanamkan nilai moderasi beragama, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman. Dengan demikian, pengembangan materi Fikih dan SKI berbasis integratif-inklusif mampu menjadikan pembelajaran PAI lebih humanis, relevan, dan responsif terhadap tantangan sosial keagamaan masa kini. Model pembelajaran ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan aspek kognitif, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk peserta didik yang memiliki pemahaman agama yang luas, sikap kritis, karakter moderat, serta kemampuan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Pengaruh manajemen pembinaan literasi keagamaan integratif terhadap perilaku empatik remaja muslim generasi Z Muhammad Dandi Saputro; Moch. Charis Hidayat; Ika Puspitasari
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24242

Abstract

The development of digital technology has significantly transformed the social interaction patterns of Generation Z adolescents and contributed to the decline of empathy in everyday social life. This condition highlights the importance of strengthening character development through approaches that integrate religious values with social behavior. This study aimed to examine the influence of integrative religious literacy development management on the empathic behavior of Generation Z Muslim adolescents. This research employed a quantitative approach using an explanatory survey design. The population consisted of Generation Z Muslim adolescents actively participating in religious activities in Buntok, South Barito Regency, Central Kalimantan Province. A total of 80 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected through a questionnaire employing a five-point Likert scale. The independent variable was integrative religious literacy development management, measured through planning, implementation, and evaluation dimensions, while the dependent variable was empathic behavior, measured through the ability to understand others’ feelings, social concern, and responsiveness to social conditions. Data were analyzed using descriptive statistics and simple linear regression with SPSS. The findings showed that integrative religious literacy development management was categorized as high with a mean score of 4.12 (SD = 0.48), while empathic behavior also fell into the high category with a mean score of 4.05 (SD = 0.51). Regression analysis revealed a significance value of 0.000 (< 0.05), a regression coefficient of 0.687, an R value of 0.721, and a coefficient of determination (R²) of 0.520. These findings indicate that integrative religious literacy development management has a positive and significant effect on the empathic behavior of Generation Z Muslim adolescents and contributes 52% to the variance in empathic behavior. This study confirms that religious literacy development managed in a planned, systematic, and integrative manner can serve as an effective strategy for strengthening adolescents’ social character amid the challenges of digital life. Abstrak Perkembangan teknologi digital telah memengaruhi pola interaksi sosial remaja Generasi Z dan berkontribusi pada menurunnya kualitas empati dalam kehidupan sosial. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan karakter melalui pendekatan yang mampu mengintegrasikan pemahaman nilai keagamaan dengan perilaku sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen pembinaan literasi keagamaan integratif terhadap perilaku empatik remaja Muslim Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model survei eksplanatori. Populasi penelitian adalah remaja Muslim Generasi Z yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan di wilayah Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert lima tingkat. Variabel independen penelitian adalah manajemen pembinaan literasi keagamaan integratif yang meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, sedangkan variabel dependen adalah perilaku empatik yang mencakup kemampuan memahami perasaan orang lain, kepedulian sosial, dan respons terhadap kondisi sosial. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembinaan literasi keagamaan integratif berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,12 (SD = 0,48), sedangkan perilaku empatik memperoleh nilai rata-rata 4,05 (SD = 0,51). Hasil uji regresi menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), koefisien regresi sebesar 0,687, nilai R sebesar 0,721, dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,520. Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen pembinaan literasi keagamaan integratif berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku empatik remaja Muslim Generasi Z serta memberikan kontribusi sebesar 52% terhadap variasi perilaku empatik. Penelitian ini menegaskan bahwa pembinaan literasi keagamaan yang dikelola secara terencana, terstruktur, dan integratif dapat menjadi strategi penguatan karakter sosial remaja di tengah tantangan kehidupan digital.
Model pembelajaran DIGI-COL untuk meningkatkan kolaborasi digital siswa dalam pembelajaran PAI Lailatul Munaweroh; Abdus Syakur
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 8 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i8.24257

Abstract

Islamic Education (PAI) learning at SMPN 4 Pamekasan is still dominated by the one-way lecture method which makes students passive, coupled with the challenge of smartphone misuse during class hours. This study aims to develop a feasible, practical, and effective DIGI-COL (Digital Collaborative Learning) model to improve group activities and students' cognitive learning outcomes. The method used is Research and Development (R&D) by applying the ADDIE development model to a trial subject of 26 eighth-grade students. Data were collected using expert validation sheets, student response questionnaires, activity observation sheets, and learning outcome tests. The results showed that the DIGI-COL model was highly feasible theoretically with a percentage of 91.17% and highly practical to use with a practicality score of 83.82%. This model also proved effective in activating group collaboration by 84.0% and was able to increase the average cognitive score of students from an initial score of 61.20 to 85.60, with an N-Gain index of 0.63 in the medium category. In conclusion, the DIGI-COL model successfully overcomes student passivity and shifts the function of smartphones into a productive collaborative learning tool by integrating Islamic socio-religious values into digital technology platforms. Abstrak Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 4 Pamekasan masih didominasi metode ceramah satu arah yang membuat siswa pasif, ditambah dengan adanya tantangan penyalahgunaan gawai saat jam pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran DIGI-COL (Digital Collaborative Learning) yang layak, praktis, dan efektif guna meningkatkan aktivitas kelompok dan hasil belajar kognitif siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menerapkan model ADDIE pada subjek uji coba sebanyak 26 siswa kelas VIII. Data dikumpulkan menggunakan instrumen lembar validasi ahli, angket respons siswa, lembar observasi aktivitas, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model DIGI-COL sangat layak secara teoretis dengan persentase 91,17% dan sangat praktis digunakan dengan skor kepraktisan mencapai 83,82%. Model ini juga terbukti efektif mengaktifkan kolaborasi kelompok sebesar 84,0% serta mampu menaikkan nilai rata-rata kognitif siswa dari skor awal 61,20 menjadi 85,60, dengan indeks N-Gain sebesar 0,63 dalam kategori sedang. Simpulannya, model DIGI-COL berhasil mengatasi pasivitas siswa dan mengalihkan fungsi gawai menjadi alat belajar kolaboratif yang produktif dengan menyatukan nilai sosioreligius Islam ke dalam platform teknologi digital.
Pengaruh game Online terhadap motivasi belajar murid: Studi kasus pada pengguna Roblox Raudhatul Husna Amelia Zahra; Nur Halimah; Aslihatul Rahmawati
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 8 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i8.24259

Abstract

The high intensity of playing the Online game Roblox among students raises concerns regarding its potential to disrupt focus and decrease learning motivation if not properly managed. This study aims to determine the existence and extent of the influence of the Online game Roblox on the learning motivation of eighth-grade students at SMP Negeri 27 Kota Tangerang. The method employed is an ex post facto quantitative approach, utilizing simple linear regression analysis via SPSS version 27 software. Data were gathered using printed questionnaires and documentation from 123 samples selected through a purposive sampling technique. The regression test results showed a t-value of 1.632 with a significance level of 0.105 (> 0.05), indicating that there is no significant influence between playing Roblox and students' learning motivation. Furthermore, the coefficient of determination (R2) of 0.022 indicates that Roblox only contributes 2.2% to learning motivation, while the remainder is influenced by other factors. This study concludes that the Null Hypothesis (H0) is accepted and the Alternative Hypothesis (Ha) is rejected, with the level of influence falling into the very low category. Abstrak Tingginya intensitas bermain game Online Roblox di kalangan murid dikhawatirkan dapat mengganggu fokus dan menurunkan motivasi belajar jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan besarnya pengaruh game Online Roblox terhadap motivasi belajar murid kelas VIII SMP Negeri 27 Kota Tangerang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif ex post facto dengan analisis regresi linier sederhana melalui perangkat lunak SPSS versi 27. Data dikumpulkan menggunakan angket cetak dan dokumentasi dari 123 sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil uji regresi menunjukkan nilai t sebesar 1,632 dengan signifikansi 0,105 (> 0,05), yang berarti tidak terdapat pengaruh signifikan antara aktivitas bermain Roblox dengan motivasi belajar murid. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,022 mengindikasikan bahwa Roblox hanya berkontribusi sebesar 2,2% terhadap motivasi belajar, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain. Simpulan dari penelitian ini adalah Hipotesis Nol (H0) diterima dan Hipotesis Alternatif (Ha) ditolak, dengan tingkat pengaruh yang berada pada kategori sangat rendah.