cover
Contact Name
Admin Idarah
Contact Email
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7559354
Journal Mail Official
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana UIKA Gedung Pascasarjana K.H. Sholeh Iskandar Lt. 2 Kampus Universitas Ibn Khaldun Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27235386     DOI : https://doi.org/10.32832/itjmie
Core Subject : Education, Social,
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing scientific articles in the study of Islamic Education management from different aspects and perspectives. It distributes its articles twice a year, in January and July.
Articles 265 Documents
Model CIPP pada evidence-based curriculum di SMA Al-Muslim Jawa Timur Nurul Muayyadah; Diana Safira; Febriana Kurnia Dewi; Nuril Huda; Arif Mansyuri
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24035

Abstract

The curriculum is a learning framework that must continuously adapt to educational needs, technological developments, and information advancements. Curriculum evaluation is essential to ensure its effectiveness and relevance in supporting student learning. This study aims to analyze the implementation of the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model in an evidence-based curriculum at Al-Muslim Senior High School, Sidoarjo, East Java. The study employed a qualitative evaluative approach using the CIPP model. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving five informants: the principal, vice principal for curriculum affairs, and students from grades X, XI, and XII. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data collection, condensation, display, and conclusion drawing. The findings indicate that the school utilizes the My Al-Muslim application as a database system to support evidence-based curriculum evaluation. In the context aspect, curriculum planning involves school leaders, teachers, and stakeholders. In the input aspect, curriculum information is managed and distributed through the application. In the process aspect, teachers regularly update learning implementation data. In the product aspect, learning records and academic information serve as evidence for decision-making in future supervision and evaluation activities. Abstrak Kurikulum merupakan kerangka pembelajaran yang harus terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pendidikan, perkembangan teknologi, dan kemajuan informasi. Evaluasi kurikulum diperlukan untuk memastikan efektivitas dan relevansinya dalam mendukung proses pembelajaran siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) pada evidence-based curriculum di SMA Al-Muslim Sidoarjo, Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis evaluatif menggunakan model CIPP. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan, yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta siswa kelas X, XI, dan XII. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah memanfaatkan aplikasi My Al-Muslim sebagai sistem basis data dalam mendukung evaluasi kurikulum berbasis bukti. Pada aspek context, perencanaan kurikulum melibatkan pimpinan sekolah, guru, dan pemangku kepentingan. Pada aspek input, informasi kurikulum dikelola dan didistribusikan melalui aplikasi. Pada aspek process, guru secara rutin memperbarui data pelaksanaan pembelajaran. Pada aspek product, data akademik dan rekam jejak pembelajaran menjadi bukti yang digunakan dalam pengambilan keputusan untuk kegiatan supervisi dan evaluasi berikutnya.
Integrasi kecerdasan artifisial dan data raya dalam pendidikan agama Islam: Tinjauan pustaka sistematis dan rekonstruksi kerangka konseptual Saleh; Hadi Machmud; Nurdin; Imelda Wahyuni
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 8 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i8.24062

Abstract

The acceleration of digital ecosystems forces a radical deconstruction of conventional Islamic Education (PAI) models. However, contemporary literature remains trapped in instrumentalist-technical approaches, failing to address students' affective-spiritual dimensions. This study aims to formulate a holistic-humanistic reconstruction model for PAI learning through the convergence of Artificial Intelligence (AI) and Big Data analytics. Employing a qualitative approach with a philosophical-critical study, this research dissects Islamic epistemology in the cyber era. The findings reveal that integrating these technologies offers strategic opportunities for personalized character (akhlaq) curricula based on students' digital footprints. Nevertheless, implementation faces serious challenges, particularly the crisis of educators' spiritual authority and algorithmic bias risks. The pedagogical implications demand a radical reorientation of PAI teachers' roles, shifting from knowledge communicators to ethical curators and spiritual mentors. This research contributes a scientific blueprint for future prophetic Islamic pedagogy that pairs predictive intelligence with the ethics of ta’dib without diminishing the sacredness of religious values. Abstrak Akselerasi ekosistem digital memaksa rekonstruksi radikal terhadap model Pendidikan Agama Islam (PAI) konvensional. Namun, literatur kontemporer masih terjebak dalam pendekatan teknis-instrumentalis, sehingga gagal menyentuh dimensi afektif-spiritual siswa. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model rekonstruksi pembelajaran PAI yang holistik-humanis melalui konvergensi Artificial Intelligence (AI) dan analisis Big Data. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi filosofis-kritis, penelitian ini membedah epistemologi Islam di era siber. Temuan menunjukkan bahwa integrasi teknologi ini menawarkan peluang strategis untuk personalisasi kurikulum karakter (akhlak) berdasarkan jejak perilaku digital siswa. Meskipun demikian, implementasinya menghadapi tantangan serius, terutama krisis otoritas spiritual pendidik dan risiko bias algoritma. Implikasi pedagogisnya menuntut reorientasi radikal peran guru PAI, yang harus beralih dari sekadar komunikator pengetahuan menjadi kurator etis dan mentor spiritual. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan cetak biru ilmiah bagi pedagogi Islam profetik masa depan yang memadukan kecerdasan prediktif dengan etika ta’dib tanpa mengurangi kesakralan nilai-nilai agama.
Model sharing tenaga pendidik dalam peningkatan mutu santri Raodotul Jannah; Endin Mujahidin; Gunawan Ikhtiono
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24085

Abstract

Collaboration among Islamic boarding schools is one of the strategies that can be implemented to improve the quality of Islamic education, but studies on the permanent sharing of teaching staff along with their families remain relatively limited. This study aims to analyze the implementation of the Teaching Staff Sharing Model between the Daarul Mustaqiem in Pamijahan, Bogor, and Al-Fatah Islamic Boarding School in Temboro, Magetan within the Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC) framework, as well as to examine its contribution to improving the quality of students. The study employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis from 15 informants selected through purposive sampling. The results indicate that the program began with an educational field trip that led to an agreement to station one pair of educators along with their families for a period of three years. The program resulted in improved quality of of the Qur’an, discipline in worship, the development of students’ character, as well as an increase in the competence of local educators through the process of knowledge transfer, habituation, and modeling. Although the formal program has ended, its impact continues through the training of student leaders and the formation of an academic network among boarding schools. This study produced the Family-Based Educator Sharing Model comprising the stages of needs identification, partnership formation, and the placement of educators Abstrak Kerja sama antar-pesantren merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam, namun kajian mengenai sharing tenaga pendidik secara menetap beserta keluarga masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Model Sharing Tenaga Pendidik antara Pondok Pesantren Daarul Mustaqiem Pamijahan Bogor dan Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan dalam kerangka Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC), serta mengkaji kontribusinya terhadap peningkatan mutu santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap 15 informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kegiatan rihlah ilmiah menjadi tahap awal pelaksanaan program, yang selanjutnya menghasilkan kesepakatan mengenai penugasan sepasang tenaga pendidik beserta keluarganya selama kurun waktu tiga tahun. Program tersebut berdampak pada peningkatan kualitas hafalan Al-Qur’an, kedisiplinan ibadah, pembentukan akhlak santri, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik lokal melalui proses transfer pengetahuan, pembiasaan, dan keteladanan. Meskipun program formal berakhir, dampaknya tetap berlanjut melalui kaderisasi santri dan terbentuknya jaringan keilmuan antar-pesantren. Penelitian ini menghasilkan model sharing tenaga pendidik berbasis keluarga yang terdiri atas tahapan identifikasi kebutuhan, pembentukan kerja sama, penempatan tenaga pendidik beserta keluarga, transfer pengetahuan dan keteladanan, peningkatan mutu santri, serta kaderisasi berkelanjutan. Model ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu santri tidak hanya ditentukan oleh pembelajaran formal, tetapi juga oleh interaksi sosial, budaya pendidikan, dan keteladanan yang berlangsung dalam kehidupan pesantren sehari-hari.
Implementasi ekstrakurikuler Baca Tulis Qur’an (BTQ) dalam pembentukan karakter religius siswa Salsabilla Putri; Parji; Liya Atika Anggrasari
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24094

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) extracurricular program in fostering the religious character of fifth-grade students at SDN 04 Klegen, Madiun City. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the BTQ coordinator and instructor. Data validity was ensured through source and technique triangulation, while data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings show that the implementation of the BTQ extracurricular program consists of three stages: planning, implementation, and evaluation. In the planning stage, learning materials are adjusted to students’ abilities and integrated with religious habituation activities. The implementation stage focuses on Qur’an reading and writing practices accompanied by the cultivation of religious values. In the evaluation stage, assessment is conducted through students’ learning outcomes and behavioral observations. The study concludes that the BTQ extracurricular program contributes to strengthening students’ religious character, particularly in discipline, responsibility, obedience to school rules, and respect for teachers and peers. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan ekstrakurikuler Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dalam pembentukan karakter religius siswa kelas V di SDN 04 Klegen Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan koordinator dan pembina BTQ. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kegiatan ekstrakurikuler BTQ dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, materi pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan siswa serta diintegrasikan dengan kegiatan pembiasaan religius. Tahap pelaksanaan berfokus pada kegiatan membaca dan menulis Al-Qur’an yang disertai dengan penanaman nilai-nilai religius. Pada tahap evaluasi, penilaian dilakukan melalui hasil belajar siswa serta observasi perilaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler BTQ berkontribusi dalam memperkuat karakter religius siswa, yang ditunjukkan melalui sikap disiplin, tanggung jawab, kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta sikap hormat kepada guru dan teman sebaya.
Analisis hubungan pemanfaatan Artificial Intelligence dan literasi digital terhadap hasil belajar mahasiswa Anton Rohmat Basuki; Supratman Dzakir
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24098

Abstract

The advancement of digital technology in the era of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 has brought significant changes to the educational sector, including Islamic higher education. The utilization of Artificial Intelligence (AI) and digital literacy has emerged as two important factors influencing the effectiveness of the learning process. This study aims to examine the relationship between AI utilization, digital literacy, and the learning outcomes of Master's students in Islamic Education (PAI) enrolled in the Classical and Modern History of Islamic Education course. This research employed a quantitative correlational design with a population consisting of all 58 Master's students in the Islamic Education Program (PAI) from the 2024/2025 academic cohort. A total sampling technique was applied. The research instruments included questionnaires to measure AI utilization (15 items) and digital literacy (20 items), while students’ final course grades were used to assess learning outcomes. Data were analyzed using prerequisite tests (normality and linearity), Pearson Product-Moment correlation analysis, and multiple linear regression with the assistance of SPSS version 26. The findings revealed that: (1) there was no significant relationship between AI utilization and learning outcomes (r = 0.198; p = 0.137 > 0.05); (2) there was a positive and significant relationship between digital literacy and learning outcomes (r = 0.368; p = 0.004 < 0.05); and (3) AI utilization and digital literacy simultaneously demonstrated a significant relationship with learning outcomes (F = 5.069; p = 0.010 < 0.05; R² = 0.156). The combined contribution of the two independent variables to learning outcomes was 15.6%. The study concludes that digital literacy plays a more dominant role than AI utilization in influencing students’ learning outcomes. Abstrak Perkembangan teknologi digital pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pendidikan tinggi Islam. Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan literasi digital menjadi dua faktor penting yang memengaruhi efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan AI dan literasi digital dengan hasil belajar mahasiswa S2 PAI pada mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam Klasik dan Modern. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan populasi seluruh mahasiswa S2 PAI angkatan 2024/2025 yang berjumlah 58 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket untuk mengukur variabel pemanfaatan AI (15 butir) dan literasi digital (20 butir), serta dokumentasi nilai akhir untuk mengukur hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat (normalitas dan linieritas), uji korelasi Pearson Product Moment, dan uji regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan AI dengan hasil belajar (r=0,198; sig=0,137>0,05); (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara literasi digital dengan hasil belajar (r=0,368; sig=0,004<0,05); (3) terdapat hubungan yang signifikan secara simultan antara pemanfaatan AI dan literasi digital dengan hasil belajar (F=5,069; sig=0,010<0,05; R²=0,156). Kontribusi kedua variabel bebas secara bersama-sama terhadap hasil belajar adalah sebesar 15,6%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi digital memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan pemanfaatan AI dalam mempengaruhi hasil belajar mahasiswa.
Integrasi evaluasi formatif dan sumatif berbasis learning analytics pada pembelajaran PAI di sekolah menengah Lailatul Munaweroh; Laili Azkiya Putri; Kamilatus Sholihah; Abd. Mukhid
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24108

Abstract

The utilization of Learning Management Systems (LMS) in secondary schools is generally limited to content distribution and has not been optimized as a digital data-based evaluation tool. This study aims to analyze the implementation of integrated formative and summative evaluation based on learning analytics in Islamic Religious Education (PAI) and map the contribution of cyber activity data to student learning outcomes. Employing a qualitative approach with a descriptive case study design, data were gathered through in-depth interviews, cyber classroom observations, and digital documentation via LMS log activity extraction from 6 key informants selected through purposive sampling. The results indicate that the extraction of mechanical LMS data successfully profiles three dimensions of student engagement: behavioral, cognitive, and social engagement. The consistency of log data across these three dimensions is proven to be directly proportional to the student's formative quiz passing rates and final summative scores. For teachers, the analytics dashboard visualization functions as an early warning system to detect declining learning motivation in real-time. The conclusion of this research confirms that fusing cyber process data shifts the conventional evaluation paradigm into an objective, transparent, data-driven assessment model while maintaining the essence of humanistic affective character assessment.  Abstrak Pemanfaatan Learning Management System (LMS) di lingkungan sekolah menengah umumnya masih terbatas sebagai media distribusi materi dan belum dioptimalkan sebagai instrumen evaluasi berbasis data digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi integrasi evaluasi formatif dan sumatif berbasis learning analytics dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta memetakan kontribusi data aktivitas siber terhadap capaian belajar peserta didik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus deskriptif, data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi kelas siber, dan dokumentasi berupa ekstraksi log aktivitas digital dari 6 informan kunci yang dipilih via purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi data mekanis LMS berhasil memprofilkan tiga dimensi keterlibatan siswa secara akurat, yaitu perilaku (behavioral), kognitif (cognitive), dan sosial (social engagement). Konsistensi log data pada ketiga dimensi tersebut terbukti berbanding lurus dengan tingkat kelulusan kuis formatif dan nilai sumatif akhir siswa. Sementara bagi guru, visualisasi dashboard analitik berfungsi sebagai early warning system untuk mendeteksi penurunan motivasi belajar secara real-time. Kesimpulan riset ini menegaskan bahwa peleburan data proses siber mampu menggeser paradigma evaluasi konvensional menjadi model penilaian berbasis bukti (data-driven) yang objektif, transparan, sekaligus tetap menjaga esensi penilaian karakter afektif yang humanis. 
Pengaruh brand image, brand awareness, dan mutu lembaga terhadap minat mahasiswa memilih pascasarjana UIN Malang Ifrila Hidayatus Soffah; Munirul Abidin
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24112

Abstract

This study aims to determine and examine in depth the influence of brand image, brand awareness, and institutional quality on student interest in choosing higher education at the Postgraduate School of Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. This research is a field-based quantitative study employing a correlational method. The total population in this study was 1,589 postgraduate students at UIN Malang. The research sample was selected using a simple random sampling technique, yielding a total sample of 94 students. Data were collected by distributing questionnaires via Google Form and analyzed using linear regression analysis, t-test, F-test, and the coefficient of determination. The results indicated that there is a significant partial and simultaneous influence of brand image, brand awareness, and institutional quality on student interest in choosing higher education at the Postgraduate School of UIN Malang. The better the brand image, brand awareness, and institutional quality possessed by the Postgraduate School of UIN Malang, the higher the interest of prospective students, as there is a strong correlation between these variables. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji secara mendalam pengaruh antara brand image, brand awareness, dan mutu lembaga terhadap minat mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi di Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berbasis lapangan (field research) dengan metode korelasional. Jumlah populasi dalam penelitian ini 1.589 mahasiswa Pascasarjana UIN Malang. Sampel penelitian diambil dengan teknik simple random sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 94 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan penyebaran angket melalui Google Form dan dianalisis dengan uji analisis regresi linear, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara brand image, brand awareness, dan mutu lembaga terhadap minat mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi di Pascasarjana UIN Malang, baik secara parsial maupun simultan. Semakin baik brand image, brand awareness, dan mutu lembaga yang dimiliki oleh Pascasarjana UIN Malang, maka minat calon mahasiswa akan meninggi pula karena di antara keduanya memiliki korelasi yang kuat.
Aktualisasi konsep muhasabah melalui jurnal spiritual: Analisis mixed-methods terhadap peningkatan sikap religius siswa Restu Rizki Amanda; Jenuri; Dina Mayadiana Suwarma; Aulia Tegar Wicaksono; Helmy Abdullah Helmy
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24113

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) frequently encounters a pedagogical gap between students' cognitive mastery and their lack of inner self-awareness in daily religious behaviors. This study aims to implement and analyze the effectiveness of a self-reflection strategy through the development of an analytical "spiritual journal" integrated directly into the Teaching Module to enhance the religious attitudes of secondary school students. This research employed a Classroom Action Research (CAR) design based on the Kemmis and McTaggart model, utilizing an embedded mixed-methods approach. It was conducted in two cycles involving 26 tenth-grade students (Class X-1) at SMA YWKA Bandung. Data collection combined qualitative methods—comprising observations, interviews, and spiritual journals—with quantitative methods using a religious attitude questionnaire adapted from Glock and Stark’s five dimensions of religiosity. Qualitative findings revealed a behavioral transformation; students progressed from a mechanistic and administrative approach to journal completion toward a profound moral evaluation (muhasabah) process, achieving a 100% success rate for classroom observation indicators by the end of Cycle II. Quantitative analysis corroborated these findings, demonstrating an increase in the mean religious attitude score from 129.35 (high category) in the pretest to 137.73 (very high category) in the posttest. A Paired Sample t-test indicated a statistically significant difference (Sig. 0.001 < 0.05), with a Cohen's d effect size of 0.74, classified as a moderate-to-large effect. It is concluded that the actualization of the muhasabah concept through the spiritual journal instrument effectively bridges the cognitive and affective dimensions, successfully fostering autonomous religious behavior among students. Abstrak Pendidikan Agama Islam (PAI) sering dihadapkan pada kesenjangan pedagogis antara penguasaan kognitif siswa dan minimnya kesadaran batin (self-awareness) dalam perilaku religius sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan menganalisis efektivitas strategi refleksi diri melalui pengembangan "jurnal spiritual" analitik yang terintegrasi langsung dalam Modul Ajar guna meningkatkan sikap religius siswa tingkat menengah. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart dengan pendekatan embedded mixed methods, yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 26 siswa kelas X-1 di SMA YWKA Bandung. Proses pengumpulan data mengombinasikan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan jurnal spiritual, serta kuantitatif melalui angket sikap religius yang diadaptasi dari lima dimensi religiusitas Glock dan Stark. Hasil kualitatif memperlihatkan adanya transformasi perilaku; siswa beranjak dari pengisian jurnal yang mekanistik administratif menjadi proses evaluasi moral (muhasabah) mendalam, dengan persentase ketercapaian indikator observasi kelas mencapai 100% di akhir Siklus II. Analisis kuantitatif memperkuat temuan tersebut melalui peningkatan skor rata-rata sikap religius dari 129,35 (kategori tinggi) saat pretest menjadi 137,73 (kategori sangat tinggi) pada tahap posttest. Uji Paired Sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik (Sig. 0,001 < 0,05) dengan perolehan effect size Cohen's d sebesar 0,74 yang tergolong dalam kategori sedang menuju besar. Disimpulkan bahwa aktualisasi konsep muhasabah melalui instrumen jurnal spiritual berpotensi menjembatani dimensi kognitif dan afektif, serta mampu menumbuhkan kemandirian perilaku religius yang otonom pada peserta didik.
Distraksi media sosial dan disengagement belajar dalam pembelajaran pendidikan agama Islam Dzihan Farkhiyah; Septi Gumiandari
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24120

Abstract

The advancement of digital technology poses serious challenges in education, particularly in the form of distractions that affect student learning engagement. This study examines the phenomenon of digital distraction and learning disengagement in Islamic Religious Education (PAI) at SMPN 4 Temanggung. Employing a qualitative approach with a case study design, data were collected through passive participant observation, semi-structured in-depth interviews with 12 informants (students, PAI teachers, the vice principal for student affairs, and the counseling coordinator), and documentation. Data analysis followed the interactive model with source and method triangulation. The findings reveal four key conclusions: (1) digital distraction occurs primarily as cognitive residual distraction with a clear gender-based pattern; (2) the root cause lies in the absence of parental mediation at home, not in weak school policy; (3) PAI learning disengagement occurs through four mechanisms: sleep deficit, motivational reorientation, cognitive residue, and inhibition of psychological conditions required for spiritual appreciation; (4) the most effective teacher strategies combine digitally relevant pedagogical innovation with authentic relationship-building. This study contributes to the development of digital pedagogy in Islamic education and underscores the urgency of structured parental mediation programs. Abstrak Perkembangan teknologi digital menimbulkan tantangan serius dalam pembelajaran, khususnya berupa distraksi yang berdampak pada keterlibatan belajar siswa. Penelitian ini mengkaji fenomena distraksi digital dan disengagement belajar dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 4 Temanggung. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam semi-terstruktur dengan 12 informan (siswa, guru PAI, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dan koordinator BK), serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: (1) distraksi digital terutama berwujud sebagai distraksi kognitif residual dengan pola berbasis gender; (2) akar permasalahan adalah absennya parental mediation di rumah, bukan lemahnya kebijakan sekolah; (3) disengagement belajar PAI terjadi melalui empat mekanisme: defisit tidur, reorientasi motivasi, cognitive residue, dan penghambatan kondisi psikologis spiritual; (4) strategi guru paling efektif menggabungkan inovasi pedagogis digital dengan pembangunan relasi autentik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pedagogi digital PAI dan menekankan urgensi program parental mediation yang terstruktur.
Pengembangan bahan ajar multimedia pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Atas Meli Sartika; Supriadi
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24125

Abstract

This study was motivated by the persistent challenges in the implementation of Islamic Religious Education (IRE) at the senior high school level, including the predominance of teacher-centered instructional approaches, the limited use of innovative learning media, and the insufficient accommodation of students' diverse learning styles. These conditions have contributed to low levels of student engagement and independent learning. Therefore, this study aimed to develop multimedia-based instructional materials for Islamic Religious Education that meet the criteria of validity, practicality, and effectiveness.This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE instructional design model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through expert validation, practicality questionnaires, learning achievement tests (pretest and posttest), classroom observations, and documentation.The findings revealed that the developed multimedia instructional materials demonstrated a very high level of validity, with Aiken's V values of 11.75 for the content and construct aspects and 9.00 for the language aspect. In terms of practicality, the instructional materials were considered practical for use by tenth-grade students, achieving a Fleiss' Kappa coefficient of 0.73. Furthermore, the multimedia instructional materials were found to be effective in improving students' learning outcomes, as indicated by an increase in the average score from 72 to 84 and an N-gain value of 0.75. Therefore, the developed multimedia instructional materials are suitable for use as an innovative learning resource in Islamic Religious Education and can effectively support students' independent learning. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya berbagai permasalahan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat Sekolah Menengah Atas, antara lain dominannya pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru, keterbatasan penggunaan media yang inovatif, serta belum optimalnya pengakomodasian perbedaan gaya belajar peserta didik. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya keterlibatan aktif dan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar multimedia pada mata pelajaran PAI yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengadopsi model ADDIE, meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik validasi ahli, angket praktikalitas, tes hasil belajar (pretest dan posttest), observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar multimedia yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi, dengan nilai Aikens’ V sebesar 11,75 (aspek konten dan konstruk) serta 9 (aspek bahasa). Dari aspek kepraktisan, bahan ajar dinyatakan praktis digunakan oleh siswa kelas X dengan nilai Fleiss Kappa sebesar 0,73. Selain itu, bahan ajar multimedia terbukti efektif meningkatkan hasil belajar, ditunjukkan oleh rata-rata nilai dari 72 menjadi 84 dan N-gain sebesar 0,75. Dengan demikian, bahan ajar multimedia layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran PAI dan mendukung kemandirian belajar peserta didik.