Articles
1,338 Documents
KREATIVITAS KEGIATAN PEMBELAJARAN DARING UNTUK GENERASI Z DI PERGURUAN TINGGI
Ekawati Marhaenny Dukut
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1050.757 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.35.111
Masa pandemi Covid-19 mengakibatkan pendidik dan yang dididik menjadi kreatif dan inovatif dalam menggunakan fasilitas pembelajaran. Sebelumnya, di Perguruan Tinggi, dosen dan mahasiswa diwajibkan untuk selalu hadir di kelas guna menyampaikan dan menerima perkuliahan. Dosen yang mengajar secara jarak jauh dengan fasilitas media sosialnya dinilai menyalahi aturan pelaksanaan pendidikan. Ironisnya, dampak Covid-19 justru mengharuskan dosen dan mahasiswa melakukan perkuliahan secara daring dari tempat masing-masing. Permasalahannya, dengan tidak bertemu langsung, dosen tidak mengetahui berapa persen dari perkuliahan yang disampaikan dapat dimengerti oleh mahasiswanya. Dosen juga tidak dapat melihat secara langsung apakah mahasiswa melakukan kegiatannya tanpa menyontek temannya. Oleh karena itu, perlu melakukan pengabdian masyarakat yaitu membuat materi di luar jam kerja untuk membuat fasilitas pembelaran daring seperti Moodle yang dapat mengintegrasikan cara pembelajaran melalui kamera, Youtube streaming, Google Meet, dan Zoom untuk mendukung dosen dalam memperlihatkan daya kreativitas yang tinggi. Untuk mengetahui seberapa sukses dosen mengabdikan waktunya dalam pembuatan kegiatan untuk pembelajaran daring itu, sebuah kuesioner melalui Google Form disebarluaskan. Hasil yang menunjukkan bahwa pembelajaran di cyber.unika.ac.id sesuai dengan kebutuhan mahasiswa Generasi Z dan pemberian pertanyaan multiple choice (78,7%) menjadi macam soal yang paling digemari oleh mahasiswa dapat dijadikan masukan bagi lebih suksesnya pembelajaran daring selama pandemi Covid-19.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI PANTI ASUHAN BINASIWI, BANTUL
Idiani Darmawati;
Ratna Indriawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (496.326 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.39.112
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter mandiri anak berkebutuhan khusus. Tujuan Kegiatan ini untuk mengidentifikasi bentuk hambatan dan upaya pendidik/ pengasuh panti dalam meningkatkan kemandirian anak berkebutuhan khusus (ABK). Kegiatan ini dilakukan dengan metode deskriptif yang mengambil lokasi di Panti Asuhan Binasiwi, Bantul, DIY. Informan penelitian berjumlah sepuluh orang yang ditentukan dengan cara purposive sampling. Mereka adalah pengasuh dan ABK tunagrahita. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Keabsahan data ditentukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Data yang diperoleh dianalisis dengan tahap-tahap mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa bentuk kemandirian pada anak seperti kemandirian bina diri, emosi, dan kemandirian sosial ditemukan pada saat proses belajar dan kegiatan di panti. Hambatan yang dialami adalah kesulitan dalam berkomunikasi dengan anak dan pemahaman sikap mandiri pada anak. Usaha untuk mengatasi hambatan tersebut dengan memberi pengertian, kasih saying, dan nasihat yang nantinya akan dipahami oleh anak. Proses ini dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penguatan pendidikan karakter mandiri bagi ABK tunagrahita diperlukan agar anak bisa mengurus diri sendiri tanpa bantuan orang lain.
PENDAMPINGAN SISTEM DAN PANDUAN RAPBS SEKOLAH MUHAMMADIYAH
Arum Indrasari;
Wahyu Manuhara Putra
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (549.361 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.35.113
Mitra Pengabdian Masyarakat pada hibah pengabdian masyarakat ini adalah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta dapat menyusun pedoman dan Sistem Informasi Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) pada Amal Usaha Muhammadiyah SD dan SMP sehingga memenuhi kaidah akuntabilitas dan responsibilitas serta tranparansi. Metode kegiatan ini dilaksanakan dalam tahap: sosialisasi pentingnya mengelola keuangan AUM; pelatihan bagi pengelolaan keuangan; pendampingan penyusunan Sistem Informasi RAPBS; pembuatan manual pengelolaan anggaran serta menyusun sistem informasi RAPBS. Tahap pertama dilaksanakan bagi pengurus LPPK sehingga pemahaman konsep anggaran diseminasi kepada pengelola keuangan sekolah. Pelatihan Sistem Informasi Keuangan RAPBS bekerja sama dengan PDM, LPPK bagi pengelola keuangan sekolah. Tahap berikutnya pendampingan penyusunan Sistem Informasi RAPBS bagi SD SMP Muhammadiyah. Dilanjutkan dengan penyusunan manual SOP pengelolaan anggaran sekolah berdasarkan sistem akuntansi. Terakhir, menyusun sistem informasi yang terintegrasi dan auditable. Sistem informasi RAPBS mengimplementasikan Sistem Informasi RAPBS yang memenuhi prinsip easy to use dan usefulness, sesuai manfaat informasi dan kebutuhan pengelola keuangan. Hasil akhir pengabdian ini berupa peningkatan kualitas sistem informasi RAPBS SD SMP Muhammadiyah Kota Yogyakarta dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan diharapkan sistem real time prosessing bisa dicapai sesuai dengan yang direncanakan.
PERAN DOKTER GIGI KECIL DALAM PENINGKATAN PERILAKU HIDUP SEHAT
Erlina Sih Mahanani;
Likky Tiara Alphianti;
Widyapramana Dwi Atmaja;
Hastoro Pintadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (915.796 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.39.114
Kegiatan promosi dan preventif kesehatan sangat diperlukan untuk mengubah perilaku hidup bersih dan sehat. Upaya memaksimalkan dan memanfatkan peran dokter kecil yang dibentuk di Dusun Pendul sebagai motor penggerak untuk memengaruhi dan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat. Program pengabdian kemitraan masyaraklat dilakukan di Dusun Pendul, Argorejo, Sedayu, Bantul dilakukan dengan memanfaatkan dokter gigi kecil sebagai motor penggerak perilaku hidup bersih dan sehat dengan mengajari teman-temannya dan memengaruhi keluarganya. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan melalui dokter gigi kecil dengan bahasanya sendiri, bimbingan belajar yang disertai membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan, bersih diri, membuang sampah, serta memasang poster-poster promosi kesehatan dan permainan lagu yang bertema kesehatan. Dalam kegiatan ini anak-anak akan didampingi oleh pendamping anak atau orang tua yang sekaligus menjadi sasaran penyuluhan kesehatan gigi serta perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil kegiatan ini ternyata dapat memengaruhi kebiasaan hidup bersih dan sehat pada abak-anak dan pendamping anak-anak.
PENTINGNYA PENGETAHUAN SADARI SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA
Supriyatiningsih Supriyatiningsih;
Nicko Rachmanio;
Muhammad Kurniawan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (687.438 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.39.115
Pengabdian masyarakat yang berjudul “PKM Pengetahuan dan Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara pada Wanita Usia Reproduksi” dilaksanakan pada hari Jumat 28 Agustus, 2020 pada pukul 14:00-15:30. Metode yang digunakan melalui seminar online via Zoom Meeting kepada pegawai dan keluarga pegawai RS Asri Medical Center. Materi yang diberikan berupa materi pengetahuan tentang kesehatan perempuan, kanker payudara, dan penangannannya yang didahului dengan melakukan pretest untuk mengukur pengetahuan responden sebelum diadakan seminar dan posttest di akhir kegiatan setelah mendapatkan perlakuan berupa seminar. Bentuk pretest dan posttest menggunakan kuesioner. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang dengan menggunakan media online. Bentuk kegiatan pengabdian disesuaikan dengan situasi yang ada, di mana tidak memungkinkannya dilakukan kegiatan dengan berkumpul atau berkerumun seperti kegiatan pengabdian masyarakat pada umumnya. Selanjutnya hasil pretest dan posttest dihitung menggunakan metode Wilcoxon Signed Rank. Tes peserta menunjukkan adanya peningkatan, dengan hasil pretest sebagian besar responden mempunyai pengetahuan tentang sadari kanker payudara kategori cukup, yaitu 17 responden (85,0%), dan paling sedikit kategoti kurang, yaitu 2 responden (10,0%). dan posttest seluruh responden responden (100,0%) mempunyai pengetahuan tentang kanker payudara kategori baik. Uji tes didapatkan nilai 0,001 (p < 0,05), sehingga H0 ditolak, sehingga disimpulkan ada perbedaan pengetahuan tentang Sadari kanker payudara sebelum dan sesudah seminar. Selain itu dilakukan konsultasi gratis untuk pegawai RS Asri Medical Center. Target luaran yang diharapkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah Publikasi Artikel dalam Jurnal Nasional ISSN (Submited).
KADER REMAJA SEHAT WASPADA DIABETES MELITUS
Fitria Nurul Hidayah;
Kusbaryanto Kusbaryanto;
Dita Ria Selvyana
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (794.965 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.39.116
Indonesia adalah salah satu negara dengan penderita diabetes terbanyak nomor 4 di dunia dengan jumlah 8,4 juta orang. Diabetes melitus memiliki komplikasi yang dapat menyebabkan kecacatan serta kematian. Penyakit DM (DiabbSetes Melitus) dapat dicegah dengan pola hidup yang sehat. Masyarakat perlu diberikan edukasi untuk memiliki pola hidup yang baik sehingga terhindar dari DM. Pos Binaan Terpadu (Posbindu) sebagai Mitra kegiatan, memiliki potensi untuk aktif melakukan promosi dan prevensi Diabetes melitus di masyarakat. Mengikutsertakan pengurus Posbindu dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah sebuah upaya yang harus dilakukan. Program “Kader Remaja Sehat Waspada Diabetes melitus” bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melakukan promosi pola hidup sehat dan mencegah DM. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan yang terdiri atas ceramah, diskusi dua arah dan bermain peran, dilanjutkan dengan penugasan di lapangan. Peserta adalah 30 pengurus Posbindu wilayah Tamantirto, Kasihan, Bantul sebagai wilayah yang dekat dengan kampus UMY, yang termasuk dalam salah satu wilayah binaan dan tempat pendidikan mahasiswa FKIK UMY. Kegiatan dilaksanakan 1 hari dan melibatkan tim pengabdian sebagai narasumber, serta pengurus Posbindu. Kegiatan ini menggunakan modul yang dibuat tim pengabdian. Luaran program adalah modul, naskah publikasi ilmiah, dan publikasi populer di media massa.
PENINGKATAN KAPASITAS KADER DALAM SCREENING KESEHATAN REMAJA DI PROGRAM PASHMINA
Aswad Ishak;
Sri Sumaryani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (480.925 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.39.117
Masa remaja ditandai dengan perubahan, baik fisik maupun psikis. Remaja aktif melakukan pencarian informasi dari berbagai sumber, media massa maupun online. Teman sebaya sebagai partner dalam berdiskusi tentang kesehatan reproduksi. Meskipun ada rasa ingin tahu yang tinggi dan kemudahan akses informasi melalui teknologi komunikasi, informasi kesehatan reproduksi yang diterima oleh remaja secara bebas tidak semuanya benar. Pada saat remaja bertanya dengan teman sebaya kurang lebih pemahamannya sama, sedangkan remaja sangat membutuhkan informasi yang benar. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan yang tepat oleh lembaga yang memiliki concern sama. Lembaga yang memiliki fokus pada persoalan remaja adalah Nasyiatul Aisyiyah Cabang Bantul dengan program Pashmina (Pelayanan Remaja Sehat Nasyiatul Aisyiyah yang menangani permasalahan kesehatan reproduksi remaja. Program ini melibatkan kader sebagai pendamping remaja yang mengonsultasikan permasalahannya. Para pendamping perlu mendapat bekal pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan penanganan permasalahan yang dihadapi. Program pembekalan dalam rangka peningkatan pengetahuan dan keterampilan para pendamping Pashmina diawali dari penggalian data kepada stakeholder, yaitu kelompok remaja, orang tua, guru, pendamping program untuk memahami kebutuhan yang ada. Program yang dilaksanakan adalah pelatihan komunikasi dalam pendampingan dan pembekalan pengetahuan terkait kesehatan reproduksi yang baik dan benar.
HEALTHY LIFE FOR SMART COMMUNITY: GERAKAN BEBAS KANKER DAN PENYAKIT TIDAK MENULAR
Nur Chayati;
Yuni Astuti;
Nur Azizah Indriastuti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (970.672 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.39.118
Jumlah penduduk wanita di Dukuh Banyusri yang lebih banyak dibanding laki-laki menjadi kewaspadaan dalam bidang kesehatan. Meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi, yaitu kanker payudara dan kanker cerviks pada wanita serta kanker prostat dan scrotum pada laki-laki perlu menjadi perhatian. Tujuan dari abdimas ini, yaitu melakukan screening status kesehatan umum dan pendidikan kesehatan tentang kanker di Dukuh Banyusri, Jatinom, Klaten. Metode kegiatan dimulai dengan pemeriksaan general check up, kemudian pretest, dilanjutkan pemberian pendidikan kesehatan tentang kanker payudara dan prostat, serta memberikan pelatihan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) dan SABURI (pemeriksaan burung sendiri). Kegiatan diakhiri dengan posttest. Hasil kegiatan diperoleh data jumlah warga yang terlibat sejumlah 42 warga (24 perempuan, 18 laki-laki), insiden buta warna sebanyak 43%, tekanan darah sistole tertinggi 248 mmHg, tekanan darah diastole tertinggi 147 mmHg (21 warga berstatus hipertensi dan hipertensi emergensi). Terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 80% tentang kanker pada warga laki-laki dan peningkatan pengetahuan sebanyak 60% pada perempuan sebelum dan setelah pendidikan kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan abdimas mampu meningkatkan pengetahuan warga tentang kanker sekaligus terdeteksi bahwa warga Dukuh Banyusri memiliki pravelensi buta warna yang tinggi, serta berisiko tinggi terhadap penyakit tidak menular yaitu hipertensi. Diperlukan upaya lanjutan untuk meningkatkan status kesehatan warga dan pencegahan terjadinya komplikasi akibat hipertensi.
Permainan Scrabble sebagai Media Pembelajaran Bahasa Arab
Erma Febriani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1163.609 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.35.119
Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Rumah GACA Kraton. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan semangat belajar bahasa Arab pada diri anak-anak RGK dan memberikan berbagai pengalaman dan pencerahan baru yang dapat menjadi motivasi baru dalam proses pembelajaran bahasa Arab bagi Relawan RGK sebagai fasilitator bahasa Arab dengan melalui pelatihan penggunaan media permainan bahasa Arab. Mitra yang menjadi sasaran dalam program pengabdian ini adalah Relawan RGK dan anak-anak RGK. Pengabdian ini menghasilkan bermacam-macam media pembelajaran bahasa Arab konvesional ataupun berbasis teknologi. Media pembelajaran yang dimaksud yaitu berupa media scrabble, monopoli, bingo, kartu bergambar, pohon cita-cita dan media interaktif. Untuk mendukung Gerakan Aisyiah Cinta Anak, Tim PPM-Muhammadiyah juga bekerja sama dengan GACA DIY melaksanakan kegiatan webinar perlindungan anak. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para relawan GACA dalam menghadapi beberapa permasalahan anak di masyarakat.
PEMBERDAYAAN KADER MUDA MUHAMMADIYAH PEDULI PERAWATAN PASIEN DI RUMAH (KAMPER)
Arianti Arianti;
Erna Rochmawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.323 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.39.120
Meningkatnya populasi pasien penyakit tidak menular yang berdampak pada kualitas hidup baik bagi pasien dan keluarga menjadi bidang garap yang belum tersentuh di masyarakat. Yogyakarta merupakan provinsi yang memiliki angka penyakit kronis yang tinggi, seperti kanker, penyakit paru obstruktif kronik, HIV AIDS, diabetes mellitus, dll. Kondisi tersebut memerlukan perawatan paliatif dan perawatan jangka panjang di rumah sakit ataupun di rumah. Perawatan di rumah menjadi tantangan bagi keluarga yang tinggal bersama pasien. Oleh sebab itu, keluarga sebagai pemberi perawatan utama membutuhkan ilmu dan keterampilan perawatan pasien paliatif di rumah. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya kader kesehatan Muhammadiyah Sedayu yang siap menjadi mitra bagi institusi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit kronis dan terminal. Kami mengajak LazisMU Sedayu sebagai mitra dalam pengabdian ini. Metode berupa pelatihan terstruktur sebanyak 3 kali pertemuan selama Februari-Maret 2020,. Hasilnya adalah terdapat 19 calon kader yang terbukti komitmen dalam menyelesaikan pelatihan sampai selesai. Hasil pretest didapatkan 3 (15%) calon kader cukup memahami cara perawatan keluarga yang sakit di rumah, sedangkan 16 (85%) belum memahami cara perawatan keluarga yang sakit di rumah. Hasil post-tes didapatkan 19 (100%) calon kader mampu melakukan redemonstrasi pada keterampilan yang diajarkan. Pengabdian masyarakat KAMPER terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan merawat calon kader masyarakat dalam perawatan kesehatan pada keluarga dengan kebutuhan paliatif di rumah.