cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
PENDIDIKAN KARAKTER KEBANGSAAN BAGI MURID INDONESIA DI TAWAU MELALUI MEDIA WAYANG Sugeng Riyanto; Sugito Sugito
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.827 KB) | DOI: 10.18196/ppm.35.91

Abstract

Diaspora Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia setelah Cina dan India. Salah satu destinasi diaspora bangsa Indonesia adalah Malaysia, di mana terdapat lebih dari 3 juta warga negara Indonesia, termasuk mereka bekerja di perkebunan kelapa sawit di Tawau, Sabah. Mereka sudah tinggal di perkebunan tersebut puluhan tahun lamanya, sehingga sudah beranak pinak di sana. Masalah yang kemudian muncul adalah, ketika anak-anak itu lahir dan tumbuh di sana, bagaimana menanamkan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia dan bagaimana membangun karakter kebangsaan. Pengabdian ini bertujuan untuk berkontribusi dalam membagun karakter kebangsaan anak Indonesia yang lahir dan hidup di rantau. Pengabdian ini dilakukan di CLC Tunas Perwira, dengan cara mengenalkan dan mensosialisasikan budaya asli Indonesia yang mampu memperkuat karakter kebangsaan. Media yang digunakan adalah wayang, di mana tokoh tokoh yang dimunculkan mewakili berbagai karakter manusia. Sosialisasi ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari Guru dan siswa CLC Tunas Perwira.
PENINGKATAN DAYA SAING TK ABA KENTUNGAN MELALUI KEGIATAN EKSKUL YANG MENGEMBANGKAN KREATIVITAS DAN MENYENANGKAN Dian Azmawati; Meika Kurnia Puji Rahayu
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.363 KB) | DOI: 10.18196/ppm.35.92

Abstract

Dunia pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari persaingan. Muhammadiyah dengan idealisme dan nilai-nilai luhur yang ingin terus dihidupkan dan berkembang dalam perannya membangun masyarakat madani, mendirikan pula institusi pendidikan mulai dari PAUD hingga Universitas. Untuk dapat bertahan atau bahkan memenangkan persaingan dalam dunia pendidikan, sekolah dituntut untuk mampu mengembangkan dan menyediakan program, sarana, dan anggaran. Sekolah, khususnya PAUD, juga dituntut mampu mendesain dan mengimplementasikan berbagai kegiatan yang menarik dan mampu membentuk karakter positif pada anak didik. Sebagaimana yang kita pahami bersama, usia PAUD adalah usia emas dalam pembentukan karakter anak. Untuk bisa menjalankan kegiatan yang positif dan menarik bagi anak didik, diperlukan fasilitas yang tidak sedikit. Tim pengusul Program Kemitraan Masyarakat yang kebetulan adalah pengurus PRA Condongcatur Barat dan turut membina TK ABA Kentungan, menemukan adanya kebutuhan mendesak oleh sekolah dalam usaha mengembangkan kegiatan positif dan menyenangkan bagi anak didik di PAUD tersebut, agar sekolah menjadi tempat yang menyenangkan dan TK ABA mampu terus bersaing dalam tugasnya sebagai institusi pendidikan usia dini. Solusi yang ditawarkan adalah pendampingan mendesain kegiatan ekskul yang menarik melaui kegiatan penyuluhan dan mendukung sarana-prasarana bagi kegiatan anak didik.
REVITALISASI TPA BAITUL MAGHDIS MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN MEDIA MUSIK Ratih Herningtyas; Mutia Hariati Hussin
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.596 KB) | DOI: 10.18196/ppm.35.93

Abstract

Perkembangan globalisasi menjadi tantangan bagi generasi muda Indonesia untuk bersaing dan menjaga karakter bangsa yang luhur, religius, dan berbudaya. Dengan mayoritas penduduk beragama Islam, pendidikan keagamaan dan akhlak berkontribusi bagi pengembangan karakter masyarakat Indonesia dan perlu diberikan sejak dini. Pengurus PKK RT 03 Karang Tengah sejak 2019 menginisiasi TPA Baitul Maghdis sebagai wadah untuk mempersiapkan generasi muda dengan bekal agama dan akhlak yang baik bagi anak. Namun, dalam perkembangannya, tingkat kehadiran dan konsentrasi pada pembelajaran TPA para santri berkurang. Hal ini diduga karena keterbatasan jumlah guru, kegiatan yang belum terencana sistematis karena belum ada kurikulum, dan kegiatan yang kurang variasi. Penyelesaian permasalahan tersebut dilakukan 3 (tiga) hal, yaitu Trining for Trainer (TOT) bagi pengurus RT untuk menyediakan alternatif pengajar, Forum Group Discussion (FGD) untuk penyusunan kurikulum TPA , dan menyediakan variasi media musik untuk variasi kegiatan pembelajaran dan sarana menarik perhatian peserta untuk datang TPA. Luaran dari kegiatan ini adalah tersedianya kurikulum TPA, peningkatan jumlah dan kapasitas pengurus dan pengajar, dan tersedianya alat musik rebana dan keterampilan penggunaannya. Meskipun terkendala akibat Covid -19, hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah pengajar dan kehadiran santri.
Upaya Meningkatkan Literasi Anak Melalui Grup Membaca Dongeng Anak Jepang di PAUD Srikandi (Pengabdian di Dusun Sinogo Kelurahan Pagerharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulonprogo) Rosi Rosiah; Arsyl Elensyah Rhema Machawan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.25 KB) | DOI: 10.18196/ppm.35.94

Abstract

Tingkat Gemar Membaca (TGM) Kabupaten Kulonprogo, menurut rri.co.id TGM masyarakat Kabupaten Kulon Progo dinilai masih baik, bahkan menjadi yang tertinggi di DIY. Namun, secara nasional, TGM Kabupaten Kulon Progo masih rendah dan penyebarannya belum terlalu merata, salah satunya di Dusun Sinogo yang terletak di perbatasan. Gerakan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua pemangku kepentingan termasuk dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi sosial, pegiat literasi, orang tua, dan masyarakat. Oleh karena itu, pelibatan publik dalam setiap kegiatan literasi menjadi sangat penting untuk memastikan dampak positif dari gerakan peningkatan daya saing bangsa. Dalam rangka mendukung Gerakan Literasi Nasional melalui program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) ini mencoba untuk meningkatkan budaya literasi pada anak- anak dengan grup membaca dongeng anak dari Jepang. Anak-anak yang dituju adalah siswa PAUD di Dusun Sinogo Kelurahan Pagerharjo Kecamatan Simagaluh Kabupaten Kulonprogo yang dilaksanakan empat kali selama satu bulan dengan metode penyuluhan dan pelatihan. Grup membaca dimulai dengan melaksanakan pemeriksaan gizi, sosilisasi pentingnya membaca, mengajarkan teknik mendongeng, dan praktik mendongeng dongeng Jepang berjudul “Momotarou”. Masyarakat merasa grup membaca sangat penting dan masyarakat akan terus melaksanakan program ini.
PENGABDIAN MASYARAKAT : INTERNALISASI KURIKULUM KEWIRAUSAHAAN SD MUHAMMADIYAH 2 PURWODININGRATAN Iskandar Bukhori; Rita Kusumawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.154 KB) | DOI: 10.18196/ppm.35.95

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mendorong terinternalisasinya muatan kewirausahaan dalam kurikulum sekolah dasar. Mitra kegiatan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah SD Muhammadiyah 2 Purwodiningratan . Sekolah dasar ini punya visi “Unggul dalam prestasi, berakhlakul karimah, mencintai lingkungan, dan berwawasan teknologi”, dengan salah satu indikator unggul nya adalah unggul di bidang kewirausahaan. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah (1) masih terbatasnya pemahaman guru akan muatan kewirausahaan sehingga menyulitkan integrasi muatan kewirausahaan dalam mata pelajaran; (2) minimnya kegiatan kewirausahaan di luar mata pelajaran, sehingga mengakibatkan (3) rendahnya pemahaman siswa akan profesi wirausaha. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan mitra melalui workshop, pendampingan, dan bantuan pendanaan. Hasil dari program ini adalah (1) terselenggaranya FGD dan workshop kurikulum, (2) perbaikan dan penambahan sarana kantin sekolah, dan (3) pembuatan poster kewirausahaan.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Suryanto Suryanto
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.243 KB) | DOI: 10.18196/ppm.35.96

Abstract

Perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 begitu cepat. Teknologi Artificial Intelligence (AI) telah banyak memengaruhi proses pembelajaran bahasa. Banyak guru yang sadar akan pentingnya teknologi artificial intelligence, tetapi kebanyakan mereka kurang memiliki pengetahuan tentang teknologi artificial intelligence, kurang mampu memilih teknologi yang sesuai, dan kurang cakap dalam mengimplementasikannya dalam bentuk model pembelajaran untuk mengajarkan bahasa Inggris. Pengabdian ini dirancang untuk memecahkan masalah tersebut sehingga guru bahasa Inggris di MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Inggris MAN (Madrasah Aliyah Negeri) di Yogyakarta akan memiliki pengetahuan yang cukup tentang artificial intelligence, mampu memilih artifisial yang sesuai untuk pembelajaran, dan mampu mengimplementasikannya dalam praktik pembelajaran di kelas. Agar pengabdian berjalan lancar, pengabdi membuat metode pelaksanaan diawali dengan persiapan dan pembekalan, dilanjutkan dengan pelaksanaan yang mencakup beberapa langkah yaitu identifikasi masalah, sosialisasi dan pelatihan, pendampingan, serta praktik mengajar. Setelah praktik mengajar, pengabdi melakukan evaluasi dan monitoring yang akan digunakan untuk membuat aksi tindak lanjut.
EDUKASI COVID-19 MELALUI MEDIA BUKU PINTAR BAGI GURU DAN ORANG TUA TK ABA PONGGALAN, GIWANGAN Nurul Maziyyah; Bangunawati Rahajeng
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.954 KB) | DOI: 10.18196/ppm.35.97

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 saat ini diarahkan kepada pembelajaran jarak jauh guna mendukung upaya memutus rantai penularan virus COVID-19. TK ABA Ponggalan, Giwangan, Yogyakarta sebagai salah satu tempat pendidikan taman kanak-kanak juga melakukan modifikasi dalam sistem pembelajaran yang diterapkan. Keterbatasan dalam penerapan pembelajaran jarak jauh secara penuh mengharuskan adanya interaksi terbatas yang masih dilakukan oleh pihak guru dengan orang tua sehingga protokol kesehatan tetap perlu dipahami dan dilaksanakan. Kondisi pandemi dengan jumlah kasus yang masih tinggi di Indonesia menunjukkan bahwa belum semua pihak memahami mengenai protokol kesehatan yang benar. Program pengabdian ditujukan untuk mengetahui gambaran pemahaman para guru dan orang tua terhadap COVID-19 dan melakukan edukasi terkait COVID -19 melalui media buku. Hasil kuesioner kepada 4 guru dan 38 orang tua murid menunjukkan bahwa sebagian besar responden (67,67%) memiliki pengetahuan yang cukup mengenai COVID-19, 16,67% memiliki pengetahuan yang baik, sedangkan 16,67% responden memiliki pengetahuan yang kurang. Aspek yang masih belum banyak dipahami adalah terkait gejala penyakit serta persyaratan handsanitizer. Buku pintar disusun sesuai dengan hasil analisis pengetahuan tentang COVID-19. Buku ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman para guru dan orang tua murid dalam rangka meningkatkan kewaspadaan para pihak selama berinteraksi di sekolah maupun di lingkungan rumah masing-masing.
AKSI-INDEPENDENSI PHBS VS COVID-19 DI KRB GUNUNG MERAPI Diah Setyawati Dewanti; Romi Bhakti Hartarto; Nabila Nur Fitria; Riyanti Nur Istiqomah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.983 KB) | DOI: 10.18196/ppm.39.98

Abstract

Tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk melihat aksi-independensi di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Merapi dalam pengurangan kasus terkonfirmasi Covid-19. Desa Dongkelsari dengan beberapa hunian tetap yang ada disana menjadi area pengabdian ini merupakan area rawan bencana gunung berapi yaitu Gunung Merapi. Pengabdian ini tidak hanya memberikan bantuan untuk dapat mengurangi konfirmasi kasus Covid 19, tapi juga melihat besarnya perubahan perilaku dari warga di sekitar daerah hunian tetap. Tim pelaksana pengabdian telah memberikan bantuan berupa masker kain, sabun cuci tangan, dan handsanitizer pada awal bulan Maret, saat pandemi Covid 19 mulai merebak di Kabupaten Sleman. Setelah beberapa bulan, tim pelaksana melakukan wawancara terstruktur kepada warga secara acak sederhana. Sebanyak 151 keluarga diwawancara untuk melihat perubahan gaya hidup dan juga aksi-independensi warga di Desa Dongkelsari. Pelaksanaan wawancara dilaksanakan pada bulan September 2020 dengan menggunakan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Adanya persepsi dan gaya hidup sehat pada lokasi ini semenjak diberikan bantuan tersebut menjadi penilaian akhir dari program pengabdian ini. Salah satu tolok ukurnya adalah kesadaran dan pengadaan beberapa fasilitas dalam pengurangan kasus Covid 19. Jumlah frekuensi mencuci tangan (94.1%), menggunakan hand-sanitizer (48.7%), memakai masker setiap bepergian (81.6%) dan memberikan jarak dengan orang lain (40.8%) sering dilakukan selama pandemi Covid-19.
Wonderhome Library: Membangun Masyarakat Literer di Era Disrupsi (Mejing Wetan, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta) Mohammad Syifa Amin Widigdo; Sulthon Abdul Aziz
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.693 KB) | DOI: 10.18196/ppm.35.99

Abstract

Wonderhome Library merupakan sebuah perpustakaan berbasis masyarakat yang didirikan guna membangun budaya literasi di era disrupsi melalui lima program utama, Literasi Pustaka dan Budaya, Literasi Keluarga, Literasi Lingkungan, Literasi Digital, dan Literasi Kewirausahaan. Kelimanya menjadi program andalan perpustakaan yang berlokasi di Perumahan Darussalam, Ambarketawang, Gamping, Sleman, D.I. Yogyakarta ini. Misi perpustakaan ini bukanlah sekadar menyediakan fasilitas membaca dan meminjam buku, melainkan menjadi pusat segala aktivitas literasi. Sebagai hasil dari pelaksanaan program, Wonderhome Library membuat kegiatan, baik yang berbasis kegiatan virtual maupun non-virtual yang mengacu pada lima program prioritasnya. Kegiatan virtual terdiri dari podcast yang menghadirkan berbagai narasumber dengan ragam tema. Video tersebut diunggah di kanal YouTube yang dikelola oleh volunteer Wonderhome Library, yakni Wonderhome Channel. Adapun kegiatan non-virtual di antaranya adalah workshop, permainan anak, kursus bahasa, bimbingan belajar, hingga pengadaan laboratorium usaha dalam bentuk Wonder Café. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut, Wonderhome Library mempunyai mimpi dan aspirasi untuk membangun masyarakat literer di tingkat lokal hingga global.
PELATIHAN PENYUSUNAN MODUL PEMBELAJARAN PADA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK TELEKOMUNIKASI TUNAS HARAPAN KABUPATEN SEMARANG Wahyudi Wahyudi; Rizqi Fitri; Andri Setiyawan; Sarwi Asri
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.476 KB) | DOI: 10.18196/ppm.35.100

Abstract

Guru di SMK Telekomunikasi Tunas Harapan Kabupaten Semarang telah mendapat pelatihan pembelajaran daring menggunakan Google Classroom meskipun pada praktiknya lebih banyak menggunakan WhatsApp karena keterbatasan kuota internet di kalangan siswa. Kesiapan modul pembelajaran untuk pembelajaran offline belum tersedia. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan kepada guru pada Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Telekomunikasi Tunas Harapan untuk menyusun modul pembelajaran yang dapat melengkapi media pembelajaran berbasis telekomunikasi dan informasi. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah metode pelatihan oleh instruktur yang akan memberikan materi dan pendampingan penyusunan modul. Teknik yang digunakan adalah demonstrasi dan diskusi. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya kemampuan guru SMK Telekomunikasi Tunas Harapan dalam menyusun modul pembelajaran.

Page 9 of 134 | Total Record : 1338


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue