Articles
1,338 Documents
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN GIGI DAN MULUT DALAM PROGRAM “SIKAP” DI DUSUN PENDUL
Afina Hasnasari Heningtyas;
Sri Utami;
Novitasari Ratna Astuti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (582.642 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.39.101
Indeks karies DMF-T Provinsi DIY tahun 2013 sebesar 5,9 (kategori tinggi) dengan effective medical demand sebesar 10,3%. Dengan adanya keterbatasan tenaga medis dan fasilitas kesehatan, upaya promotif dan preventif dapat dilakukan dengan cara pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan kader kesehatan. Pemberdayaan masyarakat ini memiliki tujuan pemberdayaan dan penerapan pelatihan indeks DMF-T bagi para kader kesehatan gigi dan mulut Dusun Pendul. Metode yang dilakukan adalah metode experiential learning dengan jenis program logic model yang menjelaskan tahapan dalam mengimplementasikan sebuah program, mulai dari input, output, outcomes, dan goal dari program yang akan dicapai. Para kader yang sudah dilatih sebelumnya melakukan pemeriksaan karies gigi di komunitas, yaitu pada semua anggota keluarga masing-masing kader dengan menggunakan indeks DMF-T. Hasil pengukuran indeks karies DMF-T yang dilakukan oleh para kader di Dusun Pendul diperoleh data bahwa mean DMF-T pada laki-laki lebih tinggi dibandingkan pada wanita, mean DMF-T tertinggi pada umur 41-50 tahun, dan mean DMF-T terendah pada umur 21-30 tahun. Data tersebut menunjukkan bahwa ada faktor risiko tertentu yang menyebabkan tingginya angka indeks DMF-T berdasarkan jenis kelamin dan umur. Kesimpulan dari pemberdayaan ini adalah data hasil pemeriksaan oleh kader kesehatan Dusun Pendul merupakan data yang terukur dan valid. Pelatihan yang diberikan sebelumnya memberikan hasil yang maksimal.
SAMBUT PROGRAM MERDEKA BELAJAR MELALUI PENGUATAN WAWASAN PENCIPTAAN VISUAL
Ady Santoso;
Samodro Samodro;
Yoga Rarasto Putra
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (789.353 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.35.102
Kebijakan program “Merdeka Belajar” yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 11 Desember 2019 adalah upaya untuk menciptakan suatu lingkungan belajar yang bebas untuk berekspresi, bebas dari berbagai hambatan dan tekanan psikologis. Manfaat program tersebut bagi guru ialah dapat membuat guru lebih fokus dan maksimal dalam pembelajaran guna mencapai tujuan (goal oriented), sementara bagi siswa kebijakan ini membuat siswa bisa lebih mandiri, bisa lebih banyak belajar untuk mendapatkan suatu kepandaian, dan hasil dari proses pembelajaran tersebut siswa mendapatkan peningkatan dalam pengetahuan, pemahaman, sikap/karakter, tingkah laku, keterampilan, dan daya reaksi. Kebijakan program “Merdeka Belajar” harus disambut dengan baik, optimis, serta bergotong royong untuk menyukseskan kebijakan tersebut. Berangkat dari hal itulah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Sambut Program Merdeka Belajar melalui Penguatan Wawasan Penciptaan Visual Animasi di SMKN 3 Kota Tangerang Selatan” dilaksanakan. Kegiatan PkM ini diikuti oleh guru serta siswa kompetensi keahlian animasi. Kegiatan ini berupa penyampaian materi dan diskusi terkait penguatan dan peningkatan dari para guru dan siswa dalam hal wawasan penciptaan visual animasi. Hasil dari kegiatan ini berupa pemahaman para peserta PkM tentang wawasan penciptaan visual animasi yang semakin meningkat dalam kegiatan proses penciptaan visual animasi dengan tingkat presentase ratarata semakin meningkat ialah 94%.
PELATIHAN PENGGUNAAN BAHASA INGGRIS DALAM JURNALISTIK DI SMA MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA
Puput Arfiandhani;
Ika Wahyuni Lestari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (671.045 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.35.103
Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis berita dalam bahasa Inggris. Sasaran dari program ini adalah siswa SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta yang mengikuti Muhammadiyah English Club (MEC) yang terdiri dari 28 siswa yang berasal dari kelas X dan XI. Program pengabdian dilaksanakan secara daring dalam 3 pertemuan yang dilaksanakan melalui grup Whatsapp, video YouTube, dan Zoom terkait adanya kebijakan Belajar dari Rumah selama pandemi Covid-19. Program pengabdian meliputi pengenalan jurnalisme, pengenalan feature story, penulisan lead dalam feature story, tata bahasa dan penulisan feature story. Kemampuan tata bahasa dan pemahaman siswa mengenai jurnalisme diukur menggunakan tes yang dikembangkan oleh kedua dosen pengabdi. Hasil dari pengukuran menunjukkan tidak adanya peningkatan kemampuan siswa yang signifikan. Meskipun demikian, hasil kualitatif dari pernyataan siswa menunjukkan bahwa program pengabdian bermanfaat dan penting untuk para siswa. Oleh karena itu, perlu pengkajian lebih mendalam dalam menyusun program pengabdian yang lebih efektif di masa mendatang,
PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA/TOGA MENUJU DESA EDUWISATA
Titiek Hidayati;
Indrayanti Indrayanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (776.362 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.39.104
Desa Bokoharjo merupakan salah satu desa tujuan wisata di DIY karena memiliki 3 situs candi. Selain potensi desa wisata juga memiliki potensi tanaman obat yang melimpah namun keluarga dan masyarakat belum banyak mengetahuinya dan memanfatkannya. Beberapa permasalahan Desa Bokoharjo sebagai desa tujuan wisata yaitu kebiasaan negatif dari pengunjung seperti membuang sampah, merokok, kinerja karang taruna, kader sehat, dan paguyuban pengrajin jamu belum optimal, potensi lahan kosong pekarangan belum mampu dimanfaatkan dengan benar dan disinergikan dengan kebutuhan bahan baku jamu tsb. Serangkaian kegiatan telah dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengrajin jamu dan masyarakat, meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat pada para karang taruna dan PKK, meningkatkan upaya dan tata kelola program promosi kesahatan PHBS dan TOGA. Kelompok sasaran utama adalah kader kesehatan, pengurus karang taruna dan pengurus PKK serta pengurus pengrajin jamu. Kelompok sasaran pendukung adalah warga masyarakat dan pengunjung wahana wisata di Desa Bokoharjo. Abstrak dibuat dalam bahasa Indonesia dan disusun dalam satu paragraf dengan jumlah kata tidak lebih dari 200 kata. Isi mencakup latar belakang, tujuan, metode, hasil, implikasi, dan simpulan.
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN METODE BELAJAR MENINGKATKAN NILAI MATA KULIAH KALKULUS 2
Cici Cahyana Amatullah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (907.918 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.35.105
Pada masa pandemi ini seluruh bangsa dunia dituntut untuk mengambil bagian dalam mengatasi permasalahan hidup, termasuk dalam bidang pendidikan. Salah satu jalan yang ditempuh di bidang pendidikan adalah melakukan kegiatan pembelajaran secara daring. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dan pengaruh penerapan metode pembelajaran daring terhadap nilai mata kuliah kalkulus 2. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode monitoring dan evaluasi. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, angket, tes soal kalkulus 2, lalu dianalisis secara kuantitatif. Hasil menunjukkan 72,7 % nilai mata kuliah kalkulus ditentukan oleh faktor kemampuan berpikir kreatif dan metode pembelajaran daring secara bersama, sedangkan sisanya 27,3% ditentukan faktor-faktor lain. 54,4% variabel nilai mata kuliah kalkulus 2 ditentukan oleh faktor variabel kemampuan berpikir kreatif, sedangkan faktor variabel metode pembelajaran daring berpengaruh 59,5% terhadap nilai mata kuliah kalkulus 2. Pengabdian masyarakat ini hanya mengungkap faktor internal, yaitu kemampuan berpikir kreatif dan metode pembelajaran daring, padahal masih banyak faktor lain yang dapat memengaruhi nilai mata kuliah kalkulus 2. Kelemahan yang ditemukan dari hasil pengabdian masyarakat ini, perlu ditindaklanjuti dengan adanya penelitian yang berkaitan dan relevan dengan permasalahan yang terdapat dalam hasil pengabdian masyarakat ini.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENYALAHGUNAAN NAPZA DI MASA PANDEMI COVID-19
Ika Setyawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (662.51 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.39.106
Kondisi wabah pandemi Coronaviruses Disease 2019 (Covid-19) tak kunjung berakhir. Hal ini memberi dampak buruk terhadap berbagai aspek kehidupan baik kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, psikis, mental, dan lainnya. Salah satu dampak buruk dari aspek sosial, psikis, dan mental adalah adanya kasus penyalahgunaan narkoba yang masih kita jumpai pada masa pandemi ini, bahkan kasusnya mengalami peningkatan. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadap penyalahgunaan NAPZA sehingga bisa dilakukan tindakan pencegahan. Pelaksanaan kegiatan secara virtual melalui aplikasi Google Meet kepada pemuda dusun Brajan, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Sebelas peserta kegiatan mendapatkan pendidikan kesehatan berupa pemaparan materi dan diakhiri dengan sesi tanya jawab. Peningkatan pengetahuan diukur dengan cara membandingkan perbedaan antara nilai pretest dan nilai posttest sehingga diketahui peningkatan nilai posttest dibandingkan nilai pretest. Hasil kegiatan berupa peningkatan pengetahuan penyalahgunaan NAPZA pada seluruh peserta (100%). Kegiatan ini telah memberikan manfaat bagi pemuda dan masyarakat serta peningkatan pengetahuan tentang penyalahgunaan NAPZA.
PENGEMBANGAN MANAJEMEN KURIKULUM PENDIDIKAN KADER DI PONDOK PESANTREN ASY-SYIFA' MUHAMMADIYAH BANTUL
Chusnul Azhar;
Cahyo Budiyantoro
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (927.462 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.35.107
Pondok Pesantren Asy-Syifa’ Muhammadiyah Bantul adalah salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang dikelola oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bantul dengan branding “Pesantren Kader dan Dakwah”. Maka, perkaderan yang dijalankan diorientasikan untuk melahirkan kader persyarikatan Muhammadiyah. Namun, proses perkaderannya masih dikelola dengan manajemen perkaderan seadanya dan secara sistem belum mengacu pada buku panduan yang disusun oleh Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yaitu buku panduan Sistem Perkaderan Muhammadiyah (SPM). Dalam program pengabdian kepada masyarakat ini, dilakukan pengembangan manajemen kurikulum yang diawali dengan sosialisasi program, identifikasi masalah, pembentukan tim perumus kurikulum, penyelenggaraan workshop, dan penyusunan buku pedoman kurikulum Pondok Pesantren Asy-Syifa’ Muhammadiyah Bantul berbasis kader. Dengan adanya buku kurikulum berbasis kader tersebut, dapat dijadikan sebagai pedoman dan landasan resmi bagi seluruh kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan Ponpes Asy-Syifa’ Muhammadiyah Bantul sehingga proses perkaderan dapat berjalan secara efektif dan efisien.
PROMOSI KESEHATAN GIZI ANAK
Ratna Indriawati;
Idiani Darmawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (668.353 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.39.108
Kekurangan gizi dapat menyebabkan penurunan kecerdasan, kegagalan pertumbuhan fisik, dan penurunan produktivitas kerja. Makanan merupakan salah satu kebutuhan yang pokok bagi setiap manusia. Makanan mengandung zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh dan berkembang. Menjaga asupan gizi di awal pertumbuhan anak merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan tambahan pengetahuan tentang gizi anak dan peningkatan pengetahuan gangguan gizi. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi promosi kesehatan gizi anak menggunakan media leaflet. Sasaran program adalah kader kesehatan dan ibu-ibu. Hasil pengabdian adalah promosi kesehatan gizi anak diikuti oleh kader kesehatan dan ibu-ibu dengan antusias dan respons sasaran program sangat baik. Kesimpulan program pengabdian ini adalah promosi kesehatan gizi anak dapat menambah pengetahuan kader kesehatan dan ibu-ibu tentang kesehatan gizi anak.
PELATIHAN READING TOEIC UNTUK SISWA SMK KOPERASI YOGYAKARTA
Andi Wirantaka;
Arifah Mardiningrum
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (694.765 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.35.109
Kemampuan membaca bahasa Inggris merupakan salah satu kemampuan yang penting dimiliki oleh siswa kejuruan sebagai bekal dalam menyongsong dunia kerja di era modern ini. Kemampuan membaca TOEIC sebagai jenis kemampuan membaca secara khusus sangat penting dimiliki siswa kejuruan untuk masuk di dunia kerja. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan membaca TOEIC bagi siswa SMK Koperasi Yogyakarta. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan treatment berupa pelatihan membaca teks TOEIC dengan berbagai strategi membaca yang meliputi delapan kali pertemuan untuk setiap kelas. Dalam pelaksanaannya, kendala pandemi COVID-19 mengharuskan program ini di sesuaikan dengan tetap berfokus kepada pengembangan kemampuan reading TOEIC siswa. Adapun program penyesuaian yang dilakukan adalah dengan pengembangan materi TOEIC yang berupa pengembangan teks membaca sebagai bahan ajar dan buku pengajaran TOEIC. Dalam memperoleh data, metode yang digunakan adalah wawancara. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bahasa Inggris di SMK Koperasi, pelaksanaan PKM ini memberikan banyak manfaat kepada siswa dan guru bahasa Inggris terutama dengan pelatihan reading TOEIC di tiga kelas berbeda dan dengan tersedianya materi ajar berupa teks membaca dan modul pengajaran TOEIC. Dengan demikian, guru bahasa Inggris SMK Koperasi dapat lebih mengintensifkan pengajaran reading TOEIC kepada siswa sebagai bekal keterampilan untuk masuk di dunia kerja.
PENGENALAN METODE PEMBELAJARAN MONTESSORI DI KB TUNAS PERTIWI, SLEMAN YOGYAKARTA
Sri Ani Puji Setiawati;
Yashinta Farahsani;
Margaretha Dharmayanti Harmanto
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (717.104 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.35.110
Mitra PK adalah KB Tunas Pertiwi yang berdiri sejak 2010. Tim PKM memperkenalkan metode pembelajaran Montessori kepada sekolah tersebut sebagai sebuah alternatif yang suatu saat akan bermanfaat untuk perkembangan peserta didik. Tim dan mitra menyepakati tiga masalah prioritas serta pengoptimalannya yakni: Aspek Fasilitas, Aspek Sumber Daya Manusia (SDM), dan Aspek Ekonomi dan Manajemen. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat (participatory rural appraisal). Pendekatan ini menekankan pada alih ipteks dan metode dari pelaksana kepada mitra (KB Tunas Pertiwi) dengan harapan aspek keberlanjutan pasca-kegiatan ini dapat terjamin terus berjalan. Kegiatan dilakukan selama satu tahun. Prosedur kerja kegiatan terdiri dari persiapan, sosialisasi, serta penyelesaian masalah mitra dalam aspek fasilitas, SDM, dan ekonomi manajemen dilanjutkan dengan evaluasi bersama, serta terakhir pelaporan dan publikasi. Luaran dari program ini adalah fasilitas untuk pembelajaran Montessori, metode pembelajaran Montessori, dan media promosi.