Articles
1,338 Documents
PENINGKATAN FUNGSI TRANSFORMATIF KHOTBAH JUMAT DI MASJID-MASJID SRIHARDONO PUNDONG BANTUL
Marsudi Marsudi;
Yunahar Ilyas
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1083.496 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.31.151
Khotbah Jumat di masjid-masjid wilayah Pundong Bantul, dilakukan sekedar sebagai ritual rutin penggugur kewajiban. Fungsi yang ditonjolkan adalah fungsi normative ‘ubudiyyah, bukan fungsi transformatifnya. Ditemukan beberapa masalah, yaitu rendahnya kompetensi profesional dan pedagogik para khatib, persebaran khatib yang kurang merata serta bacaan al-Qur`an dan Hadits para khatib dan imam belum fasih dan benar. Persoalan-persoalan tersebut dipecahkan dengan menyelenggarakan pelatihan intensif khatib dan imam salat, studi lapangan di masjid-masjid ideal serta penjadwalan khatib terpadu dengan aplikasi berbasis Microsoft Excel. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi profesional dan pedagogik khatib yang cukup signifikan dari skor rata-rata sebesar 65,9 (Pretest) menjadi 79,3 (Posttest). Para khatib menjadi lebih paham tentang fiqh, adab-adab dan retorika khotbah.Terkait kualitas bacaan al-Quran, pelatihan berhasil menumbuhkan kesadaran para khatib akan kemampuan diri mereka dalam membaca al-Qur`an dan Hadits yang masih di bawah standar. Para khatib menyepakati untuk membuat kegiatan belajar membaca al-Qur`an dan Hadits bersama sebagai tindak lanjut pelatihan. Adapun kegiatan penjadwalan khatib terpadu yang dilakukan oleh Bagian Tabligh dan Kemasjidan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Srihardono Pundong dengan menggunakan aplikasi berbasis Microsoft Excel berhasil mengatasi kurangnya personel khatib di masjid-masjid tertentu.
PENGGUNAAN LITERASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM PADA ASRAMA MAHASISWA PANRANNUANGKU TAKALAR YOGYAKARTA
Firman Mansir firman;
Syakir Jamaluddin syakir;
Athaya Zahra Athaya
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (407.21 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.33.152
Pengabdian ini menjelaskan pentingnya penggunaan literasi digital bagi masyarakat dan mahasiswa yang berada di Asrama Panrannuangku Takalar Yogyakarta dalam pembelajaran agama Islam. Salah satu komponen penting yang diperlukan di dalam proses pembelajaran adalah media dan guru. Terkhusus pada guru Pendidikan Agama Islam, yang memiliki tugas utama dengan melaksanakan pembentukan kepribadian dan akhlak mulia serta mentransformasi ilmu pengetahuan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Literasi juga sangat penting dalam menunjang kelancaran proses pembelajaran. Pada al-Qur’an sendiri, literasi terkandung di dalam surat al-Alaq ayat 1-5. Di dunia pendidikan sendiri sudah dimasuki oleh teknologi dengan contoh yang paling sederhana adalah pengunaan laptop dan handphone. Penggunaan dan penguasaan teknologi ini dikenal dengan istilah literasi digital. Sehubungan dengan era digital saat ini, tentu saja masyarakat dan mahasiswa harus memilih dan juga menguasai tekhnologi yang tepat pada saat pembelajaran agama berlangsung. Literasi digital yang digunakan pada saat pembelajaran Pendidikan Agama Islam tentu saja akan memberikan kesan dan warna baru serta menarik antusiasme para penghuni Asrama Panrannuangku Takalar Yogyakarta. Adapun hasil pengabdian ini adalah ada hubungan yang begitu jelas dan kuat antara literasi digital dan literasi sains dalam pembelajaran Agama Islam. Literasi digital dalam pembelajaran Agama Islam sangat membantu dalam memajukan masyarakat dan mahasiswa di dalam Asrama Panrannuangku Takalar Yogyakarta. Selain itu, hal ini juga memberikan pengalaman baru dan menyenangkan bagi masyarakat dan mahasiswa. Literasi digital dalam pembelajaran agama Islam memberi kemudahan bagi mereka yang berada di asrama dalam memahami materi keagamaan yang ada karena diselingi dengan contoh-contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat menumbuhkan rasa iman yang lebih kuat kepada pencipta-Nya dan lebih mendalami lagi ilmu tentang agamanya.
PEMBERDAYAAN UMKM MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN TEKNOLOGI INFOMASI
Iswanto Iswanto;
Nia Maharani Raharja;
Ipin Prasojo;
Alfian Ma’arif
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (901.54 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.311.153
Rambak bawang dan karak beras “acha” merupakan salah saru home industry yang berlokasi di boyolali, tepatnya di Gumukrejo, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Home Industry ini menjual karak serta rambak tanpa menggunakan bahan berbahaya seperti boraks. Ibu Sunarni, selaku pemilik dari usaha rambak dan karak, menjalankan usahanya dibantu oleh keluarganya. Usaha ini Sudah dijalankan kurang lebih sejak 10 tahun yang lalu, akan tetapi usaha ini belum memiliki izin usaha. NPWP yang dimiliki usaha ini berupa NPWP kelompok di desa. Hasil produksinya tergolong cukup banyak dengan produksi rambak bawang antara 75-100 kg dan karak beras 50 kg. Kondisi pandemi covid-19 berdampak pada usaha yang mengalami penurunan penjualan dikarenakan turunnya daya beli masyarakat yang diakibatkan menurunnya pendapatan. Untuk meningkatkan produksi maka dilakukan perubahan logo kemasan yang lebih menarik mata dan logo yang mudah teringat oleh masyarakat. selain melayani penjualan melalui aplikasi whatsapp, penjualan juga dilakukan melalui aplikasi e-commerce seperti shopee.
PELATIHAN MEMBACA HURUF HIJAIYYAH BERBASIS MULTIMEDIA UNTUK LANSIA
Dian Eka Rahmawati;
Erni Zuhriyati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (623.409 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.311.154
Pendidikan Al-Quran merupakan salah satu dasar penting untuk menginternalisasikan ajaran dan nilai-nilai agama Islam. Berdasarkan analisis situasi di Ranting Aisiyah Segoroyoso sebagai mitra pengabdian, didapati bahwa masih terdapat ibu-ibu lanjut usia (lansia) yang belum bisa membaca Al-Quran. Kesulitan yang dihadapi adalah mencari metode pembelajaran yang mudah dipahami bagi para lansia. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini difokuskan untuk membantu kader dan pengurus Ranting Aisyiyah Segoroyoso membuat metode pembelajaran membaca huruf hijaiyyah tingkat dasar bagi para lansia. Metode yang dilakukan adalah partisipatoris bagi mitra dan tim pengabdi berperan sebagai fasilitator. Beberapa tahap kegiatan dilakukan: 1). Tahap persiapan, meliputi kegiatan observasi di lokasi, wawancara dan FGD dengan mitra, konsultasi media pembelajaran dengan tenaga ahli multimedia; 2). Tahap pelaksanaan, meliputi kegiatan ToT kepada mitra dan pendampingan pelatihan yang dilakukan oleh mitra kepada lansia; 3). Tahap evaluasi, meliputi kegiatan diskusi feedback kegiatan dan pemberian bantuan subsidi alat multimedia. Hasil kegiatan ini sesuai dengan target yang disepakati bersama antara tim pengabdi dan mitra. Penggunaan metode pembelajaran menggunakan video animasi dan perangkat audio visual terbukti memudahkan para lansia untuk belajar, materinya lebih mudah dipahami, dan menyenangkan. Meskipun untuk materinya masih mengambil dari youtube yang kemudian dimodifikasi. Oleh karena itu, rekomendasi untuk kegiatan pengabdian masyarakat tahun berikutnya adalah membantu kader dan pengurus Aisyiyah Ranting Segoroyoso Pleret membuat video pembelajaran secara mandiri.
LANSIA SEHAT, MANDIRI DAN PRODUKTIF DENGAN TOGA JAKULAWAK DI GAMPING SLEMAN
Yoni Astuti;
Gatot Supangkat
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (897.773 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.311.155
Masyarakat lansia dari tahun ke tahu meningkat jumlahnya. Kondisi fungsi dan ukuran organ lansia makin menurun, sehingga rentan terserang penyakit. Asupan suplemen yang baik, murah dan terus menerus harus diupayakan agar kesehatn lansia terjaga. Kegiatan untuk mengisi waktu luang perlu dilakukan untuk meingkatkan kesehatan jasmani dan rohani diataranya bertanam. Bertanam tanaman obat keluarga terutama jahe, kunyit dan temulawak mudah dilakukan dan dapat menggunakan lahan terbatas. Asupan jakulawak setiap hari dapat meningkatkan stamina kesehatan dan kebugaran lansia. Keterampilan untuk menyediakan seduhan atau infusi jakulawak dan pembuatan sediaan instan jakulawak agar praktis dan awet dibutuhkan lansia. Tujuan dari pengabdian ini mengupayakan lansia sehat, mandiri dan berproduktif dengan bertanam tanama TOGA jakulawak yang dibutuhkan untuk kesehtan mereka sendiri. Metode yang dilakukan meliputi ceramah dan demonstrasi. Rangkaian kegiatan yang dilakukan yaitu, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil Analisis hasil kegiatam penyuluhan menunjukkan adaya peningkatanm pengetahuan tentang khasiat jakulawak sebamnyak 89 %. Ketrampilan dalam membuat bubuk instan jakulawak termasuk baik. Kesimpulan Kegiatan ini adalah masyarakat yang memiliki keluarga lansia maupaun lansia itu sendiri mendaptakan tambahan ilmu dan ketrampilan untuk meningkatakn kesehatnnnya dengan meningkatkan kemampuan lansia Patukan ambar keawang Gamping Sleman.
FINANCIAL LITERATION FOR NEW BUSINESSES FOR PROSPECTIVE Internships IN JAPAN
Novfitri Landong Namora Sihombing;
Aji Erlangga;
Amrizal
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (993.487 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.33.156
Financial literacy as one of the basic literacy offers a set of knowledge and skills to manage financial resources effectively for the welfare of life as well as basic needs for everyone to minimize, find solutions, and make the right decisions in financial problems. Financial literacy also provides knowledge about the management and utilization of resources as ammunition for the formation and strengthening of Indonesian human resources who are competent, competitive, and have integrity in facing competition in the era of globalization and free markets and also as citizens and citizens of the world who areresponsible. responsible for the preservation of nature and the environment in meeting the needs of life and welfare.If financial literacy is related to business financial management, it is how to increase the ability of aspiring new entrepreneurs to make financial planning and processing for their new business. In business financial management, it is divided into 3 parts: 1) activities of using funds, 2) activities of obtaining funds, 3) activities of using funds.ITB-AD conducts training programs for prospective interns in Japan by providing knowledge and skills in financial management. This knowledge is given to them before leaving their internship in Japan and after returning from Japan, so that they understand financial and business management in a simple way.
DAGUSIBU DI ERA COVID-19 BAGI KADER KESEHATAN LASIZMU PENGURUS SEDAYU
Sabtanti Harimurti;
Pinasti Utami
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (563.769 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.32.157
DAGUSIBU merupakan program nasiolah dari Ikatan Apoteker Indonesa dalam menggerakkan masyarakat dalam pemakaian obat dengan baik dan benar. Program ini meliputi mengajarkan bagainama mendapatkan obat dengan baik, menggunakan obat dengan baik, menyimpan obat dengan baik dan membuang/memusnahkannya obat dengan baik apabila sudah tidak digunakan atau sudah melebihi masa kadaluwarsanya. Seiring dengan meningkatnya penyakit degeneratif dimasyarakat khususnya darerah Sedayu, yang menyebabkan meningaktnya jumlah pasien yang bisa dirawat dirumah, maka pengetahuan orang yang merawat pasein tentang pemakaian obat perlu diperhatikan. Hal ini ditujukan agar pengobatan untuk pasien yang dirawat dirumah mencapati tujuannya. Untuk itu, pimpinan cabang Muhammadiyah Sedayu unit kegiatan LazizMu membentuk kader kesehatan yang diharapkan bisa membantu para perawat pasien. Karena pentingnya pengetahuan akan obat-obatan, maka para kader dibekali materi tentang DAGUSIBU. Pembekalan dilakukan dengan cara sosialisasi yang kemudian dievaluasi dengan pre-test dan post-test dan pemantauan setelah pelaksanaan sosialisasi. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test,peningkatan pemahaman akan DAGUSIBU meningkat sebesar 9,57% setelah dilakukan sosilaisai. Setelah satu bulan berlalu dan dilakukan pemantauan pemahaman tetang DAGUSIBU, diperoleh keterangan bahwa dari 4 kader yang memberikan jawaban menyatakan bahwa pemahaman DAGUSIBU sangat bemanfaat ketika mengelola obat di masa pandemic COVID 19.
PEMBERDAYAAN AISYIYAH KECAMATAN GAMPING SLEMAN PADA UPAYA PENCEGAHAN KANKER KOLOREKTAL
Yoni Astuti;
Indrayanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1029.344 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.311.158
Kanker kolorektal adalah keganasan yang sering terjadi baik pada pria dan wanita. Faktor genetika dan pola hidup merupakan faktor yang mempengaruhi kemungkinan terjangkit kanker kolorektol. Penyembuhan Kankerkolorektal masih sangat sulit dicapai mengingat fase stadium kanker sangat menentukan keberhasilan penanganan sehingga deteksi dini penting dilakukan. Kesadaran individu untuk melakukan deteksi dini melalui skrining masih sangat langka. Aisyiyah Gamping belum banyak mengetahui bagaimana cara mencegah terpapar kanker kolorektal dan bagaimana risiko kanker kolorektal. Serta belum memahami bagaimana memilih dan menyusun menu untuk pencegahan terpapar penyakit kanker kolorektal.Pengabdian dilakukan untuk meningkatkan pemberdayaan Aisyiyah dalam upaya terlibat pencegahan kejadian kanker kolorektal di wilayah Gamping Sleman.Langkah-langkah kegiatan ini meliputi sosialisasi dan kontrak kesepakatan pelaksanaan kegiatan, pembekalan materi Pengenalan Kanker Kolorektal, pembekalan Materi Gizi untuk Mencegah Serangan Kanker Kolon”, praktek Pengambilan sampel feces dan latihan menghitung kebutuhan kalori, pelatihan menghitung jumlah asupan kalori dan penerimaan sampel feses, analisis Recaal Gizi dan Screening Feses, dan pelatihan menyajikan menu.Pemberdayaan . Kader Aisyiyah sebagai kelompok komunitas untuk melakukan pencegahan kanker kolorektal merupakan langkah promotif kesehatan yang strategis di tengah masyarakat yang masih sangat kurang faham pencegahan kanker kolorektal.
PENINGKATAN KUALITAS DAN KEBERKAHAN HIDUP MELALUI GAYA HIDUP HALAL
Salmah Orbayinah;
Hari Widada;
Indardi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (557.857 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.311.159
Konsep halal dalam Islam merupakan ketentuan syariah yang selayaknya menjadi bagian dari pola hidup. Gaya hidup halal bisa diartikan sebagai usaha secara berkesinambungan untuk menekankan aspek halal dalam kehidupan sehari-hari. Konsep produk halal dan tayib saat ini sudah menjadi bahan kajian pada tingkatan global, karena telah dianggap sebagai acuan alternatif untuk jaminan keamanan, kebersihan dan mutu yang baik. Tujuan dari kegiatan ini adalah: 1) Meningkatkan pemahamam masyarakat tentang gaya hidup halal. 2) Membantu penyiapan label halal bagi pelaku usaha di bidang kuliner. 3) Meningkatkan kesadaran jumlah pelaku kuliner untuk melakukan sertifikasi halal. Metode pelaksanaannya yaitu sosialisasi tentang gaya hidup halal dan UU No. 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal dan ketentuan teknis penerapannya. Program akan diikuti dengan pendampingan untuk melakukan proses sertifikasi halal produk makanan. Pertanyaan seputar gaya hidup halal dan sertifikasi halal diberikan sebelum dan setelah pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman tentang gaya hidup halal sebesar 46% dan pemahaman terhadap UU No. 33 tahun 2014 dan sertifikasi halal sebesar 100%. Terdapat 1 orang peserta yang akan mendaftarkan produk kulinernya untuk mendapatkan sertifikat halal. Kesimpulannya adalah program pengabdian masyarakat ini dapat memberikan solusi terhadap permasalahan mitra terkait gaya hidup halal dan proses sertifikasi halal.
PENTINGNYA BRANDING BAGI TENANT PPK FTI
Farid Ma'ruf;
Jefree Fahana;
Amalya Nurul Khairi;
Syifa Fitriani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (579.141 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.33.160
Branding merupakan hal penting dalam sebuah usaha. Selain itu, branding juga menjadi patokan dalammenentukan keberlanjutan sebuah usaha. Di sisi lain, banyak pengusaha yang salah dalam memahamikonsep branding karena branding hanya dinilai sebatas merk atau logo tetapi pada hakekatnya lebih dariitu. Tahun 2020 ini, tim PPK FTI UAD mendapatkan hibah pengabdian dari ristekbrin berupa ProgramPengembangan Kewirausahaan (PPK). Salah satu pelatihan yang diberikan kepada tenant PPK FTI adalahtentang branding. Pelatihan ini diadakan bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada tenant bahwabranding itu mampu meningkatkan kesadaran dan membangun loyalitas dari para konsumen terhadapproduk kita. Pelatihan ini dilaksanakan secara daring menggunakan platform zoom. Pelatihan ini diikutioleh 20 tenant terpilih yang terdiri dari mahasiswa dan alumni Fakultas Teknologi Industri UniversitasAhmad Dahlan (FTI UAD). Kendala sinyal pada pelatihan secara daring ini tidak dapat dihindarkankarena posisi tenant yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia dengan kondisi yang beraneka ragampula. Kendala yang dihadapi tidak mengurangi semangat tenant untuk mengikuti pelatihan ini hinggaselesai. Ini dibuktikan dengan lebih dari 50% tenant menyatakan memahami tentang materi brandingyang disampaikan dan penting bagi keberlangsungan suatu bisnis.