Articles
1,338 Documents
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN SAMPAH MANDIRI DI PADUKUHAN KALAK IJO, GUWOSARI, PANJATAN, BANTUL
Adhianty Nurjanah;
Aris Slamet Widodo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (957.741 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.31.141
Lingkungan yang sehat adalah cermin dari lingkungan yang asri dan bersih. Beberapa wilayah Indonesia khsusnya di Yogyakarta tentu memiliki potensi untuk menjadi Desa Wisata dan memiliki ragam konsep wisata. Desa Wisata Kalakijo merupakan bagian dari objek desa wisata, oleh karenanya Padukuhan Kalak Ijo harus memperhatikan kebersihan dan keindahan lingkungan. Namun, belum semua masyarakat memahami arti penting pengelolaan sampah bagi keberlangsungan objek wisata dan kesehatan lingkungan. Tujuan pengabdian di Padukuhan Kalak Ijo, Desa Guwosari, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Bantul adalah melakukan pemberdayaan masyarakat agar terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Solusi yang ditawarkan adalah FGD dan penyuluhan untuk meningkatkan komitmen dan perubahan sikap terhadap pengelolaan sampah, pelatihan berbagai pengelolaan sampah organik rumah tangga dan teknik pemilahan sampah (3R), serta pendampingan inisiasi pembentukan lembaga Pengelolaan Sampah. Metode yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan PRA (participatory rural appraisal) dengan tools peta desa dan diagram venn. Hasil dari pengabdian di Padukuhan Kalak Ijo yakni berhasil melakukan sosialisasi pengelolaan sampah, pelatihan workshop, pembentukan lembaga serta pendampingan administrasi, dan penyerahan hibah operasional kelembagaan Pilah Sampah untuk berkomitmen menjalankan kelembagaan pengelolaan sampah. Sesuai dengan target, kegiatan ini dapat meningkatnya kesadaran warga terkait pentingnya kesehatan lingkungan yang dibersamai dengan perubahan perilaku melakukan pengelolaan sampah.
Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Anggota Muhammadiyah di PCM Kasihan
Edi Supriyono;
Wihandaru Sotya Pamungkas
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (626.949 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.31.142
Mitra dalam program ini adalah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kasihan. Beberapa persoalan yang dihadapi PCM Kasihan yang dihadapi para anggotanya, yaitu: masih rendahnya semangat kewirausahaan, sulitnya untuk menemukan peluang usaha, tiadanya keterampilan yang memadai dalam membuat produk yang bernilai jual, serta belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang bagaimana cara memasarkan produk. Program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat berwirausaha, menemukan peluang usaha, meningkatkan keterampilan membuat produk, dan memasarkan produk bagi para anggota Muhammadiyah. Berdasar pada masalah yang sudah disampaikan, maka untuk aspek umum, metode pemecahan masalah yang dipakai adalah penyuluhan tentang semangat berwirausaha dan menangkap peluang usaha. Sedang untuk aspek produksi, metode pemecahan masalah yang dipakai adalah pelatihan pembuatan produk yang bernilai jual. Sedang untuk aspek pemasaran, metode pemecahan masalah yang dipakai adalah penyuluhan tentang cara pemasaran produk. Hasil pengabdian masyarakat adalah :1) peserta penyuluhan sangat termotivasi untuk mendirikan usaha, serta dapat menentukan cara menangkap peluang usaha, 2) peserta dapat membuat produk olahan berbasis ikan tuna, dan 3) peserta dapat memahami dan menerapkapkan strategi pemasaran. Implikasi dari pengabdian ini adalah bahwa hasil pengabdian ini dapat dijadikan sebagai dasar pembuatan program kerja bagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah dimasa yang akan datang dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi anggota-anggotanya. Simpulan yang bisa ditarik adalah bahwa para anggota Muhammadiyah sudah memiliki kemauan yang kuat untuk berwirausaha.
PENDAMPINGAN PENGABDIAN MASYARAKAT UKM TEMPE DAN MAKANAN KECIL DI AISYIYAH CABANG GODEAN
Tri Maryati;
Hasnah Rimiyati;
Nila Fadilatul Jannah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1299.935 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.31.143
UKM yang didampingi adalah produksi tempe dan makanan kecil. Permasalahan yang dihadapi oleh UKM tempe adalah proses pengelupasan kulit kedelai yang masih menggunakan cara tradisional, kemasan yang masih sederhana dan belum mempunyai pembukuan keuangan. Permasalahan yang dihadapi oleh usaha makanan kecil adalah kemasan produk yang belum menarik, masih rendahnya omzet penjualan dan belum punya pembukuan keuangan. Tujuan pendampingan membantu : (1) UKM tempe untuk alih teknologi dari cara tradisioanal dengan cara yang lebih modern, (2) UKM makanan kecil untuk memperoleh PIRT, (3) UKM tempe dan makanan kecil cara melakukan pengemasan produk yang menarik, (4) UKM makanan kecil memiliki media promosi online, (5) UKM tempe dan makanan kecil memiliki administras keuangan. Metode yang akan digunakan adalah dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan tentang desain kemasan, promosi produk, dan administrasi keuangan. Implikasi dari pendampingan adalah UKM tempe dan makanan kecil omzetnya meningkat. Hasil pendampingan :(1) UKM tempe sudah beralih teknologi menggunakan mesin, (2) UKM makanan kecil sudah memiliki PIRT, (3) UKM tempe dan makanan kecil sudah memiliki kemasan yang menarik dilengkapi dengan merek dengan nama “BAROKAH” dan logo bertuliskan MEK Aisyiyah Cabang Godean, (4) UKM makanan kecil sudah memiliki media promosi secara online yaitu melalui wa bisnis dengan nama B. Minah Snak dan Instagram dengan nama Sarminah48, dan (5) Baik UKM tempe maupun makanan kecil sudah memiliki buku administrasi keuangan.
MEWUJUDKAN DESA SELOHARJO SEBAGAI DESA SADAR KELUARGA BERENCANA
Muhammad Haris Aulawi;
Bagus Sarnawa;
Reni Anggriani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2557.547 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.31.144
Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap rendahnya keikutsertaan Keluarga Berencana atau angka partisipasi aktif Keluarga Berencana di Desa Seloharjo. Adapun angka partispasi masih dibawah rata-rata. Tingkat kelahiran bayi mencapai 14 anak perbulan, sedangkan tingkat kematian bayi mencapai 0. Sehingga pertambahan penduduk sangat signifikan. Tujuan program ini adalah menjadikan mitra sebagai Desa Sadar Keluarga Berencana sehingga kualitas penduduk akan semakin meningkat baik dari aspek kesejahteraan, kehidupan sosial, ekonomi maupun pendidikan. pemberdayaan masyarakat (partisipasi aktif) sebagai inti gerakan Desa Seloharjo sebagai Desa Sadar Keluarga Berencana, Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap rendahnya keikutsertaan Keluarga Berencana atau angka partisipasi aktif Keluarga Berencana di Desa Seloharjo. Adapun angka partispasi masih dibawah rata-rata. Tingkat kelahiran bayi mencapai 14 anak perbulan, sedangkan tingkat kematian bayi mencapai 0. Sehingga pertambahan penduduk sangat signifikan. Tujuan program ini adalah menjadikan mitra sebagai Desa Sadar Keluarga Berencana sehingga kualitas penduduk akan semakin meningkat baik dari aspek kehidupan sosial, ekonomi maupun pendidikan. pemberdayaan masyarakat (partisipasi aktif) sebagai inti gerakan Desa Seloharjo sebagai Desa Sadar Keluarga Berencana maka pendekatan yang dilakukan dengan menempatkan mitra sebagai pelaku utama pada setiap tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program.
PENINGKATAN KUALITAS PAKAN FERMENTASI TERNAK SAPI DENGAN TEKNOLOGI MESIN PENCACAH RUMPUT
Rinasa Agistya Anugrah;
Putri Rachmawati;
Barbara Gunawan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1176.268 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.31.145
Dusun Karangwuni memiliki kelompok ternak bernama Tunas Maju yang mempunyai lebih dari 20 ekor sapi di kandang terpusat. Para anggota masih menggunakan cara konvensional dalam pemberian pakan pada ternak sapi. Mereka merasa mudah mendapatkan rumput untuk pakan ternak karena terdapat banyak rumput yang hidup di sekitar kandang. Padahal sangat penting jika teknik fermentasi rumput pakan ternak ini dilakukan. Ternak sapi membutuhkan nutrisi yang lebih banyak dan baik dari pakan fermentasi agar lebih cepat pertumbuhannya. Selain itu pakan fermentasi ini juga akan lebih tahan lama dalam penyimpanan. Proses pembuatan pakan fermentasi lebih efisien dengan potongan atau serpihan kecil rumput yang telah dicacah. Penggunaan sabit manual membutuhkan waktu pencacahan yang lebih lama dan tenaga kerja yang lebih banyak, sedangkan penggunaan dengan mesin pencacah dapat mempersingkat proses pencacahan. Oleh karena itu dalam program pengabdian masyarakat skema KKN-PPM tahun 2020 ini dihibahkan alat teknologi tepat guna berupa mesin pencacah multifungsi kepada kelompok ternak. Metode dalam pembuatan pakan fermentasi ini disampaikan kepada anggota ternak melalui penyuluhan baik secara teori dan praktik agar lebih cepat dalam memahami materi yang disampaikan serta dapat segera mempraktikan langsung proses pembuatannya. Hasil dari program ini, para anggota ternak dapat melakukan pembuatan pakan fermentasi secara mandiri dengan lebih mudah dan efisien.
PENDAMPINGAN PRODUKSI FILM SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN KESENIAN TRADISI DI DESA SUMBER MUNTILAN
Budi Dwi Arifianto;
Citra Dewi Utami;
Zein Muffarih Muktaf
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (466.139 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.31.146
Seni tradisional adalah bagian dari kekayaan bangsa Indonesia yang wajib untuk dilestarikan. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya berfungsi mendinamisasi masyarakat daerahnya. Generasi muda adalah pewaris yang diharapkan memahami dan berperan aktif menjaganya. Teknologi pembuatan film yang berkembang secara masif menggerakkan semangat anak muda membuat film, bukan hanya sebagai penonton. Pengalihwahanaan seni tradisional menjadi bentuk film merupakan strategi untuk mendekatkan dan menumbuhkan kecintaan anak muda terhadap seni tradisi. Mitra PPM ini adalah Komunitas Film Desa Ant Black dan Sanggar Ketoprak Santhi Aji yang berada di Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Program ini merupakan keberlanjutan dari program pelatihan pengelolaan Ndeso Film Festival (NFF) 2019 yang mampu memantik semangat produksi film para pemudanya. Proses produksi yang kurang terencana mengakibatkan kelelahan kru dan pemainnya, sehingga waktu produksi menjadi molor dan belum dihasilkannya karya film dengan baik. Oleh sebab itulah program pendampingan ini dibutuhkan oleh masyarakat. Metode yang dipilih dalam program PPM ini adalah 1) Dengar pendapat dan diskusi; 2) Pelatihan dan workshop produksi; 3) Pendampingan proses pascaproduksi; dan 4) Pemberian hibah peralatan penyuntingan digital. Hasil yang dicapai dari program ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memproduksi film serta penambahan jumlah karya yang dihasilkan berupa film pendek berjudul Ledhek Bariyem.
IMPLEMENTASI SOFTWARE APLIKASI SIADIKDASMEN PADA SMA MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA
Ahim Abdurahim;
Sigit Arie Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.582 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.31.147
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertujuan membantu SMA Muhammadiyah 3 Kota Yogyakarta, menyusun laporan keuangan yang andal, realtime dan diakses darimanapun menggunakan software aplikasi Siadikdasmen. Kegiatan ini sangat penting mengingat Peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 2018 mengharuskan sekolah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Untuk memperoleh NIB sekolah harus memiliki NPWP. Konsekuensi memiliki NPWP adalah menyampaikan laporan keuangan. Pelaksanaan PkM dilakukan 8 tahap. Hasil kegiatan adalah software untuk mengolah data keuangan dengan mudah dan informasi keuangan realtime. Simpulannya software sangat membantu manajemen sekolah dalam menyusun dan menyajikan informasi keuangan bagi manajemen dan bagi orangtua wali siswa.
OPTIMALISASI PENGELOLAAN ADMINISTRASI DAN SISTEM INFORMASI DESA PONCOSARI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT
Sugito Sugito;
Muhammad Zahrul Anam
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1227.297 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.31.148
Pengelolaan administrasi kependudukan dan Sistem Informasi Desa (SID) Poncosari belum dilakukan secara optimal. Hal ini dikarenakan kurangnya petugas website, minimnya keterampilan jurnalisme dan fotografi, serta kurangnya pengetahuan teknis dari aparat dusun dalam tertib adminitrasi. Pengabdian dilakukan dengan menggunakan metode penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan yang melibatkan masyarakat secara aktif dan bekerja sama dengan KKN Mahasiswa UMY 74 dan 88 di Desa Poncosari. Kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan dan pelatihan administrasi kependudukan, pelatihan adminitrasi, dan penyusunan proposal kegiatan bagi karang taruna, serta pelatihan pendampingan jurnalistik warga dan fotografi. Pengabdian ini telah meningkatkan kemampuan jurnalistik, fotografi, dan tata kelola administrasi sehingga dapat mengotimalkan pengelolaan web desa dan SID Poncosari. Tindak lanjut dari pengabdian ini adalah pendampingan pengelolaan website desa dan pengembangan literasi media serta peningkatan pengelolaan potensi wisata di Desa Poncosari.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KESADARAN HUKUM FUNGSI ADMINISTRASI, FUNGSI PENATAGUNAAN TANAH DI DUSUN BALONG DAN DUSUN PETUNG DESA WATES, KECAMATAN DUKUN, KABUPATEN MAGELANG, JAWA TENGAH
Sunarno Sunarno;
Putri Anggia;
Nanda Nanda
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1138.428 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.31.149
Kesadaran hukum masyarakat akan penggunaan tanah untuk berbagai sektor secara benar akan memengaruhi capaian kesejahteraan ekonomi disamping mendapatkan tertib administrasi. Namun kenyataannya tingkat kesadaran hukum masyarakat masih di bawah rata rata dan belum tertib sehingga antara satu kelompok kepentingan dengan kelompok lain tidak berjalan secara harmonis. Contoh nyata adalah penggunaan tanah untuk perikanan satu sisi dan di sisi lain kelompok tertentu masih bertahan untuk kepentingan pertanian dan perkebunan sehingga timbul disharmoni mengenai penggunaan air. Oleh karena itu pengabdian KKNPPM ini bermitra dengan Kelompok kelompok Masyarakat Dusun Petung Desa Wates untuk menjawab permasalahan berupa tuntutan peningkatan kesadaran hukum tentang penggunaan tanah yang baik dan haromnis berupa: 1. memperkuat pemahaman artinya pentingnya penggunaan tanah yang baik menurut peraturan perundang-undangan agraria; 2. Memberikan kesepahaman antar kelompok masyarakat dalam penggunaan tanah dalam sektor yang berbeda dengan menuangkan kesepahaman dalam peraturan dusun yang memuat ketentuan ketentuan harmonisasi berbagai kelompok masyarakat dalam penggunaan tanah, hasil akhir dari pengabdian ini adalah diterapkan iptek di dusun mitra oleh kelompok perikanan, petani padi, petani salak di Dusun Petung. Target luaran dari program ini adalah publikasi dijurnal akreditasi dan mencetak buku saku penyelesaian sengketa Pemberdayaan masyarakat, Kesadaran hukum, fungsi Administrasi, fungsi penatagunaan tanah Win win solution.
PENINGKATAN TATA KELOLA PERPUSTAKAAN SEKOLAH/MADRASAH MUHAMMADIYAH BERSTANDAR NASIONAL
Gatot Supangkat Samidjo;
Lasa Hs;
Arda Putri Winata;
Adhianty Nurjanah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (874.923 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.31.150
Perpustakaan merupakan prasarana pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat sentral peranannya. Sebagian besar pepustakaan sekolah/madrasah Muhammadiyah belum terakreditasi oleh Perpustakaan Nasional RI sehingga layanan yang diberikan juga belum memenuhi standar nasional. Permasalahan yang menjadikan sebagian besar sekolah/madrasah Muhammadiyah belum terakreditasi, yakni pada umumnya tata kelola standar perpustakaan yang belum dipahami. Tata kelola dalam penilaian akreditasi menjadi poin penting dan memiliki proporsi paling tinggi. Metode pelaksanaan dilakukan dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan. Hasil yang dicapai yakni mitra sepakat dengan program pelatihan dan pendampingan yang ditawarkan. Bimbingan Teknis Akreditasi Perpustakaan Sekolah/Madrasah diikuti oleh Pengelola Perpustakaan Sekolah/Madrasah Muhammadiyah seluruh Indonesia dengan hasil sangat antusias dan memuaskan yang ditunjukkan dengan 74% peserta aktif berdiskusi. Antusiasme peserta juga ditunjukkan oleh hasil evaluasi pelatihan Tata Kelola Perpustakaan Sekolah/Madrasah, yaitu 94,1% materi sesuai/sangat sesuai, 100% sesuai tujuan yang diharapkan, 88,2% dapat diterapkan dalam pekerjaan, dan di atas 85% pengelolaan pelatihan dikatakan baik dan sangat memuaskan. Komunikasi yang berlanjut paska program seputar tata kelola perpustakaan menjadi bukti program pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan sangat bermanfaat dalam pengembangan perpustakaan sekolah/madrasah Muhammadiyah.