cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK MENINGKATKAN JIWA WIRAUSAHA REMAJA MASJID Lela Hindasah; syamsudin
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.125 KB) | DOI: 10.18196/ppm.33.172

Abstract

Kondisi pandemi, membuka peluang bagi remaja untuk berbisnis. Pembelajaran daring membuat remajayang sekolah atau kuliah memiliki waktu luang yang banyak, apalagi remaja sangat dekat dengan gadgetyang merupakan media yang efektif untuk pemasaran pada masa pandemi sekarang ini. Pada kondisiseperti ini diharapkan remaja dapat memanfaatkan waktu dengan positif dan produktif. Kesiapan mentaldan keterampilan perlu disiapkan sebelum seseorang memasuki dunia usaha. Berdasarkan hal tersebut,tujuan pengembangan kewirausahaan untuk remaja masjid Muhajirin Balecatur sebagai berikut: 1)tumbuhnya jiwa kewirausahan, 2) mendorong dalam menggali potensi wirausaha melalui ide-ide kreatif,3) mampu membuat business plan, 4) mampu menjalankan bisnis dengan didukung e-marketing yangkreatif. Metode yang dipergunakan berupa ceramah, penugasan mandiri, presentasi, diskusi dan praktikbisnis. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan kewirausahaan, pelatihan perencanaan bisnis,penggunaan media sosial, presentasi business plan dan praktik bisnis. Setelah kegiatan pengembangankewirausahaan dilaksanakan, dilakukan evaluasi. Hasilnya menunjukkan 100% peserta menyatakanmengalami peningkatan knowledge dan skill setelah mengikuti kegiatan dan 90 % menunjukkanperubahan sikap yaitu menjalankan usaha.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN EKONOMI MELALUI PENGEMBANGAN ”BUEKA” DI MOYUDAN Etik Kresnawati; Evy Rahman Utami; Arum Indrasari; Diyah Ayu Novita Sari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.615 KB) | DOI: 10.18196/ppm.33.173

Abstract

Mitra yang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini adalah kelompok ‘Aisyiyah kecamatanMoyudan. Permasalahan mitra yang diselesaikan melalui pengabdian yaitu peningkatan ketrampilankewirausahaan Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah (BUEKA) dan jejaring pemasaran produkBUEKA. Terkait dengan peningkatan kewirausahaan BUEKA, program pengabdian memberikanpelatihan pengolahan makanan, dan pengemasan. Permasalahan terkait dengan jejaring pemasaran denganmempromosikan produk BUEKA dalam berbagai kegiatan Muhammadiyah dan mendaftarkan sebagaimember pedagang BEDUKMUTU UMY. Metode yang akan dilakukan yaitu sosialisasi, pelatihan, danevaluasi. Pengabdian ini mampu meningkatkan ketrampilan anggota BUEKA dalam pengolahan makanansehingga ada peningkatan pemberdayaan ekonomi perempuan khususnya anggota ‘Aisyiyah Moyudandan mewujudkan kemandirian ekonomi warga Muhammadiyah. Selain itu, BUEKA Moyudan mampumemasarkan produk olahan melalui aplikasi BEDUKMUTU UMY sehingga jangkauan pemasaran lebihluas.
Analisis Spasial Prasarana Pendidikan Dasar di Desa Murtigading Bantul Berbasis GIS Noor Mahmudah; Isramiz Nurtantio; Nursetiawan; Alma Ferty Aziska
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.903 KB) | DOI: 10.18196/ppm.311.174

Abstract

Desa Murtigading yang terletak di Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, memiliki luas wilayah 4,32 km2 dan berpenduduk 7.960 jiwa. Hampir 16% penduduknya berada pada usia sekolah dasar hingga sekolah menengah. Mengingat jumlah sekolah dasar yang paling banyak terdapat di desa ini maka tujuan pengabdian masyarakat adalah memetakan prasarana jalan dan pendidikan dasar serta menganalisis aksesibilitas terhadap pelayanan pendidikan dasar berbasis GIS, yang digunakan dalam penyusunan RPJM Desa oleh Pemerintah Desa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan meliputi inventarisasi data sekunder dan primer, memformat dan membangun data GIS, serta analisis spasial dan aksesibilitas pelayanan pendidikan dasar dengan QGIS 3.10.1. Data yang dikumpulkan dan digunakan untuk analisis berbasis GIS ini terdiri dari data administrasi wilayah, infrastruktur jalan, dan sekolah dasar. Hasil analisis dengan geoprocessing buffer berupa peta spasial sebaran sekolah dasar dan peta aksesibilitas pelayanan pendidikan dasar. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa 6 sekolah dasar berlokasi di pusat desa dengan aksesibilitas yang berbeda-beda jika ditempuh dari 18 dusun yang tersebar di desa Murtigading. Sedangkan berdasarkan Indeks Desa Membangun 2019 didapatkan nilai rata-rata indeks aksesibilitas sebesar 1, yang berarti aksesibilitas semua sekolah dasar sangat baik di Desa Murtigading.
Strategi Wisata Observatorium UAD Saat Pandemi Covid-19 Arfiani Nur Khusna; Yudhiakto Pramudya; Ulinnuha Yudiansa Putra
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.976 KB) | DOI: 10.18196/ppm.311.175

Abstract

Observatorium UAD merupakan salah satu destinasi wisata edukasi yang berlokasi di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan dikelola oleh Pusat Studi Astronomi (Pastron) UAD. Observatorium UAD merupakan tempat untuk melakukan pengamatan dan penelitian tentang tata surya oleh civitas akademika, sesuai dengan perkembangannya kemudian dibuka untuk umum menjadi wisata edukasi. Saat pemerintah menerapkan peraturan pembatasan mobilitas masyarakat sebagai antisipasi penyebaran Covid-19, Observatorium UAD terkena imbasnya dengan penutupan akses layanan kunjungan. Pengelolaan strategi wisata sepatutnya mendapat dukungan dari berbagai pihak karena wisata dapat mempengaruhi perekonomian masyarakat. Permintaan masyarakat yang cukup tinggi agar observatorium UAD tetap dapat hadir memberikan layanan dan wawasan tentang astronomi sehingga dibutuhkan langkah strategis di saat pandemi Covid-19, dengan berbagai kegiatan wisata virtual, yaitu live webinar melalui zoom atau google meet yang terekam di youtube melalui zoom atau google meet yang terekam di youtube dan mengoptimalkan media sosial yaitu instagram dan twitter. Tujuan kegiatan wisata virtual untuk tetap menghadirkan layanan observatorium di kalangan masyarakat dan mampu memberikan pengalaman kepada wisatawan. Peningkatan keikutsertaan masyarakat dalam wisata virtual sangat antusias, dilihat dari daftar peserta mencapai 300 orang dan peningkatan subcribe youtube dari 43 subcriber menjadi 133 subcriber, kepuasan peserta juga terukur dalam kuisioner dengan tingkat kepuasan mengikuti webinar sebesar 90%.
PENINGKATAN LAYANAN ADMINISTRASI PEMERINTAH DESA MELALUI PEMBANGUNAN JARINGAN LOKAL Haris Setyawan; Slamet Riyadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.808 KB) | DOI: 10.18196/ppm.311.176

Abstract

Layanan administrasi pemerintah desa merupakan layanan utama dan berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Layanan administrasi dapat berupa penerbitan surat keterangan, surat pengantar, surat rekomendasi, legalisir dan surat-surat lainnya. Sekarang ini, layanan administrasi di Desa Bendungan, Cawas, Klaten hanya bisa dilayani dengan satu komputer karena data hanya tersimpan pada satu komputer dan printer juga terhubung pada komputer tersebut. Hal ini mengakibatkan pemprosesan dokumen harus mengantri dan lambat. Komputer lain tidak bisa digunakan untuk melayani. Untuk mengatasi permasalahan ini, program ini bertujuan meningkatkan layanan administrasi dengan membangun jaringan komputer lokal. Dengan pembangunan jaringan lokal, semua komputer dan perangkat terhubung dan dapat saling berkomunikasi sehingga bisa digunakan untuk melakukan pelayanan secara bersamaan. Metode pelaksanaan program ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu persiapan kebutuhan rinci jaringan, perencanaan jaringan, pembangunan dan pengujian jaringan, training penggunaan jaringan, dan evaluasi program. Program telah dilaksanakan sehingga jaringan komputer lokal di Balai Desa Bendungan telah dipasang dan digunakan. Pelayanan yang sebelum ini hanya bisa menggunakan satu komputer telah meningkat dengan menggunakan beberapa komputer yang terhubung jaringan. Kesimpulannya, program ini telah berhasil meningkatkan layanan administrasi pemerintahan desa melalui penggunaan jaringan komputer lokal
SEKOLAH TK DAN PAUD PEDULI KESEHATAN GIGI Laelia Dwi Anggraini; Pipiet Okti K; Likky Tiara Alphianti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.479 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.177

Abstract

Menurut WHO, lebih dari 50 juta jam sekolah per tahun hilang sebagai akibat yang ditimbulkan oleh sakit gigi pada anak. Surkesnas melaporkan 62,4% penduduk merasa terganggu pekerjaan/sekolah karena sakit gigi (rata-rata per tahun 3,86%). Anggraini melaporkan anak free karies pada salah satu SD favorit di Yogyakarta adalah 10%. Konsep program ini bertujuan untuk memberi materi kesehatan gigi pada guru TK dan PAUD serta mengajak mereka peduli akan kesehatan gigi murid-muridnya. Metode yang digunakan adalah pemberian materi dengan penyuluhan dan setelahnya mengisi kuesioner. Kuesioner meliputi pengertian kesehatan gigi, asal mereka mendapatkan informasi kesehatan gigi, pengetahuan menggosok gigi, konsep gosok gigi, dan konsep pertolongan pertama saat murid sakit gigi. Implikasi program ini adalah masyarakat sekolah TK/PAUD diajak berpikir, bersikap, dan bertindak untuk membangun dan mengembangkan diri melalui kepedulian terhadap kesehatan gigi Data kuesioner menunjukkan 100% guru TK/PAUD setuju bahwa pengetahuan kesehatan gigi adalah hal penting. Menggosok gigi penting untuk anak TK/PAUD (97,7%). Menggosok gigi sebaiknya dilakukan tiga kali sehari (84,10%). Guru tahu cara menggosok gigi yang baik dan benar (84,10%). Besaran jumlah pasta gigi yang diletakkan pada sikat gigi anak adalah sebesar biji kacang polong (54,50%). Waktu menyikat gigi anak 1-2 menit (65,9%). Sebanyak 50,00% menyatakan anak perlu minum obat jika sakit gigi. Jika anak bengkak giginya, anak segera minum obat, kumur garam, dan periksa ke dokter gigi (68,20%). Kesimpulannya adalah pengetahuan tentang kesehatan gigi perlu ditingkatkan pada kalangan pendidik guru TK dan PAUD (belum 100% jawaban benar dari data kuesioner) dan perlu ada kesadaran pentingnya kepedulian sekolah dalam masalah kesehatan gigi dan mulut (97,60% - 100% responden setuju terkait pelatihan virtual dan penambahan pengetahuan tentang kesehatan gigi anak).
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU LANSIA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Ikhlas Muhammad Jenie; Zulkhah Noor; Maya Um Husna; Muhammad Herjuna; Lutfi Putra Perdana
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.028 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.178

Abstract

Pos pelayanan terpadu (posyandu) mengalami vakum kegiatan semenjak pandemi Corona Virus Disease-2019 (Covid-19). Walikota Yogyakarta menerbitkan surat edaran mengenai operasional Posyandu di masa pandemi Covid-19 dengan protokol kesehatan. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Mergangsan menunjuk Posyandu Keji Beling RW 05 Kampung Pujokusuman sebagai posyandu pertama di lingkungan Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta untuk menyelenggarakan posyandu lanjut usia (lansia) dengan protokol kesehatan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mempersiapkan dan mendampingi kader kesehatan posyandu Keji Beling untuk dapat menyelenggarakan posyandu lansia di masa pandemi Covid-19. Metode pengabdian pada kegiatan pertama adalah dengan ceramah. Kader posyandu diberikan refreshing pengetahuan mengenai landasan hukum penanganan wabah penyakit menular di Indonesia, usaha-usaha untuk meningkatkan imunitas tubuh, panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19 dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, serta pembagian hand sanitizer dan face shield. Metode pengabdian pada kegiatan kedua adalah pendampingan kegiatan lapangan dalam pelaksanaan posyandu lansia di masa pandemi Covid-19. Posyandu Lansia Keji Beling pada masa pandemi Covid-19 dilaksanakan dengan membatasi jumlah peserta (25%) dan kader posyandu (50%). Peserta posyandu lansia yang diundang berjumlah 17 orang, terdiri atas 4 laki-laki (24%) dan 13 perempuan (76%) dengan rentang usia 60-69 tahun 11 orang (65%), 70-79 tahun 5 orang (29%), dan 80-89 tahun 1 orang (6%). Pemeriksaan kesehatan lansia meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu dan kadar kolesterol. Hasilnya adalah prevalensi hiperkolesterolemia 53%, hipertensi 47%, obesitas 12%, dan diabetes 5,9%. Kesimpulannya adalah posyandu lansia dapat terselenggara pada masa pandemi Covid-19 melalui pemberdayaan kader posyandu, pembatasan jumlah peserta, dan penerapan protokol kesehatan.
Edukasi Pencegahan Dan Deteksi Dini Komorbid TB-DM Pada Kader TB-HIV Care 'Aisyiyah Merita Arini; Fitria Nurul Hidayah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.884 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.179

Abstract

Tuberculosis (TB) dan Diabetes Mellitus (DM) merupakan kondisi komorbid kronis yang mengalami lonjakan ko-epidemik. Di sisi lain, keterlibatan komunitas umumnya belum dimulai. Tujuan pengabdian masyarakat kali ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang TB-DM dan meningkatkan kesinambungan program kesehatan dengan melakukan engagement dengan fasilitas kesehatan setempat. Mitra pengabdian masyarakat adalah kader TB-HIV Care Aisyiyah Kota Yogyakarta. Kegiatan dilakukan dengan satu siklus action research, meliputi: 1) diagnosing/ assessment kebutuhan komunitas sasaran, 2) planning/ perencanaan kegiatan, 3) action berupa implementasi sesi edukasi tentang komorbiditas TB-DM serta pelibatan petugas kesehatan setempat sebagai health educator, 4) evaluation/ analisis peningkatan skor pengetahuan kader dan refleksi. Materi edukasi diberikan dalam dua sesi ceramah dan ditambah dengan media edukasi yang telah diujicobakan pada kelompok lainnya. Wilcoxon Sign Rank Test digunakan untuk menganalisis perbedaan skor pre-test dan post-test dalam intervensi/ quasi experiment tanpa kelompok kontrol. Hasilnya didapatkan peningkatan signifikan rata-rata skor total pengetahuan kader tentang komorbiditas TB-DM (p=0.001). Media dan upaya edukasi dinyatakan acceptable dan feasible digunakan pada karakteristik pengguna kader. Kegiatan edukasi bermanfaat meningkatkan pengetahuan kader tentang TB-DM. Kader berpotensi meningkatkan upaya promosi pencegahan dan deteksi dini TB-DM di masyarakat.
PEMBENTUKAN KOMUNITAS PEDULI HIPERTENSI DAN DM BERBASIS IPCP DI SEDAYU BANTUL Wiwik Kusumawati; Salmah Orbayinah; Hari Widada
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.991 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.180

Abstract

Hipertensi adalah kondisi saat tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmhg atau lebih. Diabetes Mellitus adalah peningkatan kadar glukosa darah lebih dari 126 mg/dl dalam kondisi puasa. Praktik kolaborasi memperkuat sistem dan memperbaiki hasil Kesehatan merupakan praktik kolaborasi dikenal dengan Interprofesional Collaboration Practice (IPCP), sedangkan proses pendidikannya disebut Interprofessional Education (IPE). FKIK UMY melaksanakan pembelajaran IPE di kampus dan praktik kolaborasinya di rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan pemahaman tentang hipertensi dan DM serta terbentuknya komunitas peduli hipertensi dan DM sehingga mampu meningkatkan mutu kesehatan dan kualitas hidup penderita hipertensi dan Diabetes Mellitus di Desa Argorejo Sedayu Bantul. Tahapan kegiatan meliputi prapelaksanaan, yaitu sosialisasi program, tahap pelaksanaan meliputi pemeriksaan tensi dan kadar gula darah, pembentukan komunitas peduli hipertensi dan diabetes mellitus, penyuluhan dan pelatihan mengukur tekanan dan kadar gula darah, tahap pascapelaksanaan meliputi evaluasi kegiatan dan keberlanjutan program. Peserta kegiatan berjumlah 48 orang dengan hasil terjadi peningkatan pemahaman, gaya hidup sehat, dan terbentuknya komunitas peduli hipertensi dan DM. Dari 48 peserta, 15 mempunyai tekanan darah tinggi, 1 orang mempunyai kadar gula darah tinggi, dan selebihnya normal. Komunitas peduli hipertensi dan DM yang telah terbentuk bersifat sosial dan mandiri.
PROGRAM PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT(PHBS) DI DUSUN NGENTAK Sutrisno Sutrisno; Siti Dyah Handayani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.246 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.181

Abstract

Dusun Ngentak merupakan salah satu dusun yang terletak di Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Dilihat dari kondisi geografisnya, Dusun Ngentak memiliki perkebunan salak yang sangat luas. Hampir 80% masyarakat Dusun Ngentak merupakan petani salak. Masyarakat di wilayah tersebut masih banyak yang belum menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Program Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup sehat dan bersih. Metode pelaksanaannya adalah dengan penyuluhan, workshop dan praktik. Hasil elaksanaan program ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang PHBS, ada penanggung jawab program PHBS/kader PHBS, pembuatan warung hidup & apotik hidup, serta pemberantasan jentik. Alhamdulillah, di akhir kegiatan ini, masyarakat Dusun Ngentak memiliki perilaku hidup bersih dan sehat sesuai kondisi saat ini dalam menanggulangi Covid-19.

Page 17 of 134 | Total Record : 1338


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue