cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
PENINGKATAN KAPASITAS KADER MUHAMMADIYAH DALAM PENANGANAN GEJALA PADA LANSIA DENGAN PENYAKIT KRONIK Erna Rochmawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.072 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.202

Abstract

Latar belakang: individu lanjut usia dengan penyakit degeneratif sering kali mengalami gejala fisik, misalnya sesak nafas, nyeri, dan gangguan nutrisi. Penatalaksanaan gejala-gejala tersebut secara sederhana dapat dilakukan di rumah, baik oleh anggota keluarga yang merawat maupun kader kesehatan yang terlatih. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan jenis perawatan yang paling tepat dikembangkan di negara berkembang seperti Indonesia adalah dengan melibatkan masyarakat, baik masyarakat langsung maupun masyarakat dalam bentuk organisasi. Muhammadiyah merupakan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yang memiliki peran penting dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Kerja sama antara amal usaha di bidang pendidikan dan organisasi otonomi Muhammadiyah, misalnya Lazismu, masih sangat terbatas. Lazismu PCM Sedayu yang telah dimulai sejak November 2019 telah memiliki beberapa program, tetapi masih ada keterbatasan, khususnya kemampuan sumber daya manusia, rancangan program untuk masyarakat, dan kolaborasi dengan amal usaha Muhammadiyah terdekat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membekali sumber daya manusia dengan pengetahuan dan kemampuan dalam menangani gejala-gejala utama yang seringkali dialami oleh lansia yang kedepannya akan dapat berperan sebagai kader muda Muhammadiyah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan pelatihan pada lima belas kader yang telah direkrut dari setiap ranting di wilayah PCM Sedayu. Pelatihan dilakukan secara terstruktur, meliputi materi pengetahuan dan demonstrasi penatalaksanaan gejala sesak nafas, nyeri, dan gangguan nutrisi. Pelatihan dilakukan selama 3 x50 menit. Pengukuran dilakukan dengan pre dan post test untuk pengetahuan dan redemonstrasi ketrampilan dilakukan dengan teknik relaksasi nafas dalam. Hasilnya ialah terdapat peningkatan pengetahuan kader untuk penanganan gejala pada lansia, dari 71.53 menjadi 81.66. Semua kader dapat melakukan redemonstrasi dengan baik, yaitu untuk teknik nafas dalam dan pengkajian nyeri dengan baik. Kesimpulannya adalah bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan kemampuan kader. Kegiatan selanjutnya dapat difokuskan untuk mempertahankan kemampuan yang sudah dimiliki dan praktik kader ke lansia.
PENYULUHAN ORANG TUA ANAK TK DAN PAUD Laelia Dwi Anggraini; Tita Ratya Utari; Ani Setyawati; Yusrini Yusrini; Dian Yosi Arinawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.527 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.203

Abstract

Riskesdas menyatakan prevalensi nasional masalah kesehatan gigi dan mulut adalah 23,5%. Prevalensi menggosok gigi tiap hari pada penduduk umur 10 tahun ke atas sebesar 91,1%. Anggraini melaporkan kasus anak dengan free karies di salah satu SD favorit di Yogyakarta sebesar 10%. Pendidikan kesehatan akan meningkatkan pengetahuan, tetapi tidak akan mengakibatkan perubahan perilaku. Perubahan perilaku membutuhkan lingkungan yang mendukung dan keterampilan. Mengingat beberapa hal di atas, perlunya pelaksanaan program penyuluhan orang tua anak TK dan PAUD yang peduli kesehatan gigi. Konsep program ini adalah pemberian materi kesehatan gigi pada orang tua TK dan PAUD serta mengajak mereka peduli akan kesehatan gigi putra-putrinya. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa pengertian kesehatan gigi dan rongga mulut, menurut mereka, adalah hal penting dan merupakan tanggung jawab bersama. Mereka mendapatkan informasi dari berbagai media. Menggosok gigi adalah hal yang penting. Tidak semua orang memahami konsep gosok gigi. Konsep pertolongan pertama saat murid sakit gigi juga belum dipahami oleh semua orang tua. Sasaran program ini adalah orang tua anak TK/PAUD yang diajak berpikir, bersikap, dan bertindak untuk membangun dan mengembangkan diri melalui kepedulian terhadap kesehatan gigi. Institusi secara langsung mengembangkan dan menerapkan teori dan pengetahuan untuk pembangunan kesehatan masyarakat sekolah TK/PAUD. Kesimpulannya adalah pengetahuan tentang kesehatan gigi perlu ditingkatkan pada kalangan orang tua anak TK dan PAUD. Hal ini terbukti belum 100% jawaban benar dari data kuesioner. Kesadaran pentingnya kepedulian sekolah dalam masalah kesehatan gigi dan mulut dibuktikan dengan 97,60% - 100% responden setuju diberikan penambahan pengetahuan tentang kesehatan gigi anak.
KADER AISYIAH SIAGA CEGAH HIPERTENSI Agus Widiyatmoko
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.174 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.204

Abstract

World Health Organization (WHO) memperkirakan jumlah penderita hipertensi, jantung, dan pembuluh darah di dunia akan meningkat hingga tiga kali lipat pada tahun 2025 yang mencapai 9,4 juta orang. Hipertensi memiliki komplikasi yang banyak dan dapat menyebabkan kecacatan serta kematian. Penyakit hipertensi dapat dicegah dengan pola hidup yang sehat. Masyarakat perlu diberikan edukasi terus- menerus untuk memiliki pola hidup yang baik sehingga terhindar dari penyakit hipertensi . Organisasi masyarakat Aisyiah memiliki potensi untuk aktif melakukan promosi dan prevensi hipertensi, jantung, dan pembuluh darah di masyarakat. Program “Kader Aisyiah Siaga Cegah Hipertensi” ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengurus Aisyiah dalam melakukan promosi pola hidup sehat dan mencegah hipertensi. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan yang terdiri dari ceramah, diskusi dua arah, dan dilanjutkan dengan penugasan di lapangan. Peserta adalah empat puluh pengurus Aisyiah di wilayah Tamantirto, Kasihan, Bantul sebagai wilayah yang paling dekat dengan kampus UMY. Kegiatan dilaksanakan secara berkelompok, terdiri atas 2 sesi dan 2 materi. Kegiatan melibatkan tim pengabdian sebagai narasumber, anggota, dan pengurus Aisyiah dengan menggunakan modul yang dibuat oleh tim pengabdian. Mitra kegiatan adalah organisasi masyarakat Aisyiah di Desa Tamantirto, Kasihan, Bantul.
PENGGUNAAN METODE TPR STORYTELLING UNTUK MENGAJARKAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS Indah Puspawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.021 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.205

Abstract

Kegiatan pengabdian kemitraan masyarakat ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah Insan Kreatif Kembaran, Tamantirta, Kasihan, Bantul. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Inggris siswa SD tersebut. Pembelajaran Bahasa Inggris kurang variatif. Kurangnya sumber daya untuk memfasilitasi pengajaran Bahasa Inggris merupakan permasalahan yang dihadapi oleh sekolah mitra tersebut. Program kemitraan ini melaksankan program pembelajaran bahasa Inggris dengan metode Total Physical Response (TPR) storytelling. Pengajaran TPR storytelling ini dilaksanakan oleh dosen dibantu oleh mahasiswa PBI UMY sebagai fasilitator pelaksanaan program. Program pengajaran ini telah dilaksanakan secara tatap muka (luring) sebanyak dua kali. Akan tetapi, karena kondisi pandemi yang mengharuskan siswa belajar dari rumah, program ini diubah menjadi pembuatan video pembelajaran dengan menggunakan TPR story telling. Dari pengajaran secara tatap muka, diperoleh hasil bahwa siswa-siswi juga terlihat antusias mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode tersebut. Hal ini terlihat dari antusiasme mereka memeragakan dan menyebutkan kosakata yang diajarkan dengan menggunakan TPR storytelling. Selain itu, penggunaan TPR storytelling bisa membuat siswa-siswi SD memahami kosakata bahasa Inggris lebih cepat. Hal ini terlihat dari kemampuan siswa untuk menyebutkan kembali kosakata yang diajarkan selama menggunakan TPR storytelling. Melihat hasil positif penggunaan metode tersebut, kami menyarankan penggunaan metode TPR storytelling untuk pengajaran Bahasa Inggris.
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS LOKASI TKA-TPA DIBAWAH NAUNGAN BADKO KABUPATEN BANTUL BERBASIS FOTO GEOTAG Apriliya Kurnianti; Revano Akbar Rizki; Laila Ma’rifatul Azizah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.269 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.206

Abstract

Di Kecamatan Bantul terdapat sekitar 40-an unit Taman Kanak-Kanak Alquran - Taman Pendidikan Alquran (TKA-TPA) yang berada di bawah naungan Badan Koordinasi (Badko). Saat ini, pengelolaan data TKA-TPA oleh Badko masih dilakukan secara konvensional. Badko Bantul mengalami beberapa masalah dalam proses pengambilan data, di antaranya hambatan dalam pengambilan data, yaitu akses informasi mengenai pendataan yang sering terlambat, lamanya proses pendataan dan pengolahan, dan belum adanya sistem informasi terpusat tentang lokasi TKA-TPA yang ada di Kabupaten Bantul. Pembuatan “Sistem Informasi Geografis Lokasi TKA - TPA di Bawah Naungan Badko Kabupaten Bantul Berbasis Foto Geotag” bertujuan untuk menyediakan informasi berupa laporan data unit, laporan data akreditasi unit, laporan data ustaz, laporan data santri, dan laporan data ketersediaan ustaz dalam satu unit TPA. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem adalah model prototyping. Model prototyping merupakan salah satu metode siklus hidup sistem yang didasarkan pada konsep model bekerja (working model) yang pembuatan sistemnya diawali dengan melakukan analisis lingkungan internal, mengidentifikasi kebutuhan sistem informasi, dan memberikan usulan sistem informasi yang akan dibuat berdasarkan hasil analisis. Hasil akhir berupa sistem informasi yang digunakan untuk mengoordiniasi, membina, dan meningkatkan kualitas pengelolaan TKA-TPA di Kabupaten Bantul yang berbasis foto geotag. Kesimpulannya adalah sistem informasi sudah dapat berjalan dan diimplementasikan dengan baik.
PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA ANGGOTA PKK RT. 05 DESA BANYURADEN Restu Faizah; Mandiyo Priyo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1306.292 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.207

Abstract

Sejak bulan Maret 2020, dampak pandemi Covid-19 di Yogyakarta semakin meningkat dan warga yang terinfeksi terus bertambah jumlahnya. Beberapa desa di Yogyakarta dinyatakan sebagai zona merah, termasuk desa Banyuraden yang terletak di Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Untuk mencegah penularan virus tersebut, seluruh warga harus mematuhi protokol kesehatan, yaitu dengan selalu mengenakan masker jika keluar rumah, menjaga jarak, rajin cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, serta menghindari kerumunan. Pada kenyataannya, masih ditemukan warga yang belum mematuhi protokol tersebut meskipun berada di zona merah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga Desa Banyuraden dalam mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Covid-19. Kegiatan berlokasi di Dusun Dukuh, yaitu salah satu dusun di Desa Banyuraden dengan mitra anggota PKK RT. 05. Kegiatan utama dalam pengabdian ini berupa workshop atau pelatihan bagi mitra dengan melibatkan personal Tim Gugus Covid-19 Puskesmas Gamping II sebagai narasumber. Metode yang digunakan adalah berupa paparan materi dari narasumber, dilanjutkan diskusi dan praktik atau latihan penerapan materi workshop. Setelah kegiatan dilaksanakan, peserta mendapatkan pengetahuan tentang program Germas cara menggunakan masker, cuci tangan yang benar, serta etika batuk. Selain itu, peserta juga mendapatkan sarana penunjang penerapan protokol kesehatan berupa masker, hand sanitizer, dan hand wash.
MENINGKATKAN KESEHATAN LANSIA DENGAN TERAPI INFRARED DAN PENGECEKAN TENSI RANTING AISIYAH PRENGGAN Erika Loniza; Meilia Safitri
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.153 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.208

Abstract

Aisyiyah salah satu organisasi otonom di Muhammadiyah. Aisyiyah merupakan gerakan wanita Islam yang mendobrak kebekuan feodalisme dan ketidaksetaraan gender secara hierarki keorganisasian. Ranting Aisyiyah Prenggan beranggotakan dari usia dewasa hingga lanjut usia. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami penurunan fungsi pada berbagai sistem, baik masalah pada sistem muskuloskeletal maupun sistem kardiovaskuler. Permasalahan yang dihadapi mitra dalam hal ini Ranting Aisyiyah PRA Prenggan adalah kurangnya pemahaman kesehatan terkait masalah nyeri atau kekakuan otot dan hipertensi sehingga penulis melakukan pengabdian masyarakat yang meliputi pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan. Tujuan dari pengabdian masyarkat ini adalah meningkatkan penatalaksanaan farmakologi dan nonfarmakologi ibu-ibu Aisyiyah Prenggan. Metode yang dilakukan antara lain penyuluhan tentang pemahaman nyeri, kekakuan otot dan terapi nyeri secara gratis, pelatihan cara mengoperasikan alat terapi infrared, dan penghibahan peralatan kesehatan untuk Kader PRA Prenggan. Program ini meningkatkan pemahaman partisipan tentang nyeri dan terapi nyeri, meningkatkan partisipan dapat mengoperasikan alat terapi infrared, dan meningkatkan kemampuan cek tekanan darah dengan mengunakan tensi digital dan alat terapi infrared.
Program Parenting dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Penurunan Stres Pengasuhan Orang Tua Berbasis Taman Pendidikan Alquran (TPA) Aji Winanta; Muhammad Arif Rizqi; Rifki Febriansah; Annisa Krisridwany
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.36 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.209

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat memengaruhi kehidupan manusia. Pertukaran informasi yang sangat cepat dapat memberikan dampak yang baik dan buruk. Hal ini dapat memengaruhi sikap dan perilaku anak-anak. Adanya dampak tersebut kita dapat antisipasi dengan menerapkan pendidikan moral sejak dini. Selain orang tua, tempat pendidikan juga memegang peranan dalam membentuk karakter anak. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan pengelolaan stres pengasuhan dalam mendidik anak melaui program parenting dan Taman Pendidikan Alquran. Program ini dilakukan di Dusun Polowidi, Trimulyo, Sleman, Yogyakarta. Metode pelaksanaan program didahului observasi, tahap perencanaan program, kemudian kegiatan pelaksanaan program menggunakan metode ceramah/diskusi, dan praktik langsung pelaksanaan kegiatan TPA. Pada akhir program, dilakukan evaluasi. Sasaran untuk kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK dan anak-anak di Dusun Polowidi. Dari hasil evaluasi program parenting, diketahui bahwa terjadi penurunan rata-rata skor tingkat stres dalam mendidik anak, dari 85,06 menjadi 71,03 (berbeda siginifikan). Program parenting ini menunjukkan bahwa peserta parenting dapat menambah pengetahuan dan menurunkan tingkat stres pengasuhan.
PKM ALAT MESIN PENCACAH RUMPUT UNTUK PENGEMBANGATERNAK MASYARAKAT MANDIRI DAN EKONOMIS Muhammad Abdus Shomad; Rinasa Agistiya
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.301 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.210

Abstract

Sasaran program PKM ini adalah kelompok masyarakat usaha ternak yang tergabung dalam Laboratorium Kampung Ternak Jogja (LKTJ) se-Kota Yogyakara. Tujuan program ini adalah untuk mengembangkan ternak masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Mitra usaha dalam program ini adalah kelompok ternak dari gabungan para peternak yang diberi wadah “Kampung Ternak Jogja” yang merupakan inisiasi dari Sarjana Membangun Desa. Sebagai bentuk tanggung jawab agrobisinis, khsususnya kepada para peternak dalam pengembangan usaha budi daya peternakan dan pemertahankan kelompok ternak yang ada di Kota Yogyakarta. Perkembangan jumlah ternak dari tahun 2015 hingga 2019 adalah domba dengan persentasi kenaikan 200% dan sapi 100%. Dengan kenaikan jumlah ternak yang signifikan tersebut diperlukan sebuah alat yang dapat digunakan penyediaan pakan ternak. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah 1) belum tersedianya alat pencacah pakan ternak, 2) peralatan yang digunakan pengadaan pakan masih manual dan terbatas, 3) banyaknya jumlah ternak (kambing, lembu-domba) yang semakin bertambah. Dengan kondisi seperti tersebut di atas, program yang kami usulkan sebagai solusi adalah 1) mengadakan peralatan proses produksi pakan ternak yang lebih memadai, 2) pengemasan stok pakan (packing) yang lebih baik, 3) menambah variasi inovasi produk, 4) memperbaiki proses pola pengolahan pakan ternak, 5) efisinsi waktu tenaga pemberi pakan ternak. Program ini diharapkan mampu memfasilitasi perkembangan usaha mitra untuk kemudian mampu memberikan multiplier effek bagi usaha sejenis dan usaha lain yang terkait (bermitra).
DIGITALISASI BISNIS KELOMPOK UMKM DI DESA PONCOSARI, BANTUL, YOGYAKARTA, INDONESIA Ika Nurul Qamari; Reni Herawati; Sri Handayani; Fajar Junaedi; L. Jatmiko Jati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.818 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.211

Abstract

Desa Poncosari terletak di wilayah Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Poncosari, khususnya Dusun Jragan II, cukup bervariasi jenis usahanya. Ada enam jenis UMKM di Dusun Jragan II, yakni industri makanan ringan (kue adrem, peyek belut dan krupuk bawang), angkringan, mie lethek, dan industri nata de coco. Pengabdian masyarakat ini semula akan membentuk koperasi, tetapi karena pandemic Covid-19, ada perubahan program pengabdian menjadi program peningkatan daya jual UMKM dengan mengadakan pelatihan digitalisasi bisnis yang bertujuan untuk mengenalkan manajemen dan teknik berbisnis di era digital. Ini dilakukan agar UMKM Desa Poncosari bisa berkembang. Metode yang digunakan adalah mengadakan pelatihan yang diikuti oleh seluruh UMKM Pedukuhan Jragan II, Desa Poncosari. Pelatihan digitalisasi bisnis UMKM dilaksanakan di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan narasumber yang ahli dalam strategi digital bisnis. Narasumber memberikan materi pelatihan tentang cara penggiat UMKM agar dapat meningkatkan omset penjualan, jaringan pemasaran dengan memanfaatkan media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter, Youtube, dan WhatsApp. Dalam pelatihan dilakukan pre-test dan post-test yang harus diisi oleh seluruh peserta. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan tentang digitalisasi bisnis sebelum dan setelah mengikuti pelatihan digitalisasi bisnis. Hasil survey yang dilakukan tim pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang bisnis digital dan ada satu peserta belum menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang bisnis digital. Pelaku bisnis di era digital dengan segala perubahan konsumennya harus mampu beradaptasi mengikuti perubahan cara berbisnis yang mengarah ke digitalisasi. Adanya peningkatan pengetahuan tentang manajemen bisnis dan bisnis digital dari peserta Pelatihan Digitalisasi Bisnis menjadi modal dasar bagi pelaku UMKM Dusun Jragan II untuk mengembangkan bisnisnya ke arah bisnis digital.

Page 20 of 134 | Total Record : 1338


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue