Articles
1,338 Documents
LITERASI PERANGKAT DIGITAL UNTUK KOMUNIKASI PASAR PADA USAHA OLAHAN SINGKONG “KAMPOENG TELO”
Hari Susanta Nugraha;
Naili Farida;
Widayanto;
Sari Listiyorini
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (736.187 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.33.192
Penurunan yang signifikan terjadi pada pembelian produk olahan singkong dari “Kampoeng Telo”, akibatadanya pandemi Covid-19. Pada Maret 2020 daya serap produk olahan singkong mulai berkurang sebesar35% dan terus mengalami penurunan sampai dengan pertengahan 2020. Perajin olahan singkong di“Kampoeng Telo” yang mengandalkan area pasar Kota Semarang kesulitan untuk memperluas jangkauanpasar disebabkan oleh pembatasan sosial. Hal tersebut mendorong perajin untuk memperluas jangkauanpasar menggunakan perangkat digital berbasis jaringan internet. Peningkatan kemampuan memperluasjangkauan pasar olahan singkong dilakukan dengan pendampingan implementasi modul literasi digitalberbasis perangkat android kepada 20 pelaku usaha olahan singkong di “Kampoeng Telo”, KelurahanKandri. Terdapat peningkatan kemampuan literasi digital berbasis perangkat android pada pelaku usahaolahan singkong yang diukur dari meningkatkan kuantitas jejaring di akun media sosial yang dimilikiperajin. Daya serap pasar yang berasal dari jejaring baru mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Peningkatan Jenis Layanan, Diversifikasi Produk, dan Peningkatan Manajerial pada “KELOMPOK JAHIT MANDIRI” di Dusun Wanujoyo Lor Srimartani Piyungan Bantul
Sotya Anggoro;
Zuhri Nurisna;
Meilia Safitri
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (953.179 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.33.193
Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Wanujoyo Lor, Srimartani, Piyungan Bantul yangberjarak 22 KM dari kampus UMY, dengan mitra Kelompok Jahit Mandiri. Pengabdian ini merupakantahun kedua dari pengabdian masyarakat yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Permasalahanyang dihadapi saat ini yaitu kelompok jahit mandiri yang anggotanya adalah beberapa ibu-ibu rumahtangga membutuhkan pengembangan usaha untuk meningkatkan penerimaan order dikarenakan padamasa pandemi Covid 19 pesanan produk berupa baju menurun cukup drastis. Sehingga dibutuhkandiversifikasi produk dan juga peningkatan manajerial pengelolaan organisasi. Solusinya pertama adalahpenambahan alat atau mesin jahit dengan skala produksi sehingga bisa digunakan untuk menjahit denganjenis bahan yang lebih beragam. Pengembangan produk baru di tengah masa pandemi covid 19 makasalah satu produk yang dibuat adalah masker kain yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Metode yangdilakukan yaitu pengadaan alat, pelatihan, dan pendampingan. Pelatihan dan pendampinganmenggunakan mesin jahit skala produksi, meningkatkan keterampilan menjahit dan mendesain modelmasker yang nyaman dipakai dan sesuai standar WHO serta pelatihan mengenai pengelolaan UMKM.
E-COMMERCE POTENSI WISATA GUNUNGJAMBU
Nurcholish Arifin Handoyono;
Sigit Purnomo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1037.179 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.33.194
Gunungjambu merupakan salah satu tempat wisata alam yang potensial dengan pemandangannya yangindah. Kelemahan yang dimiliki oleh wisata Gunungjambu adalah kurangnya diminati oleh parawisatawan untuk dikunjungi. Dengan kegiatan abdimas ini bertujuan untuk meningkatkan daya saingpromosi wisata Gunungjambu secara e-commerce. Kegiatan ini dilakukan di Gunungjambu, KelurahanSerut, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta pada tanggal 10, 11, dan 18 Agustus2019 yang diikuti oleh Pokdarwis Gunungjambu sejumlah 12 orang. Kegiatan abdimas ini terdiri tigamacam yaitu: 1) Pelatihan e-commerce; 2) Pendampingan marketisasi online; dan 3) Pelatihan publicspeaking. Metode kegiatan dari abdimas ini menggunakan pelatihan dan pendampingan. Hasil darikegiatan abdimas ini yaitu: 1) Meningkatnya keterampilan pokdarwis Gunungjambu untukmempromosikan wisata daerahnya secara e-commerce dengan menggunakan blog dan instragram; 2)Pokdarwis Gunungjambu mampu mengelola blog yang diisi dengan konten promosi wisatagunungjambu; dan 3) Pokdarwis Gunungjambu mulai berani tampil berbincara di depan banyak oranguntuk mempromosikan wisata Gunungjambu.
PENGEMBANGAN OBJEK WISATA KEDUNG BANTENG DI DESA JATIMULYO KECAMATAN GIRIMULYO KABUPATEN KULON PROGO DIY
Indah Fatmawati;
Murniadi Muchran;
Prahyudi Apriyanto
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (539.306 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.33.195
Desa Wisata Jatimulyo mulai dikembangkan pada Juli 2008. Meskipun arealnya relatif terbatas, namundesa wisata ini cukup digemari oleh wisatawan. Namun, semenjak pandemi, aktivitas Jatimulyo sebagaidesa wisata terhenti. Meskipun dengan dimulainya era new normal pemerintah memungkinkan dibukanyakembai desa wisata ini, namun syarat yang ditetapkan pemerintah cukup ketat sehingga desa wisata inibelum bisa beroperasi kembali. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di salahsatu objek wisata di Desa Jatimulyo yaitu objek wisata Kedung Banteng. Permasalahan utama yangdihadapi mitra adalah belum terpenuhinya sarana protokol kesehatan covid-19, sehingga tempat wisatabelum bisa dibuka. Tujuan pelaksanaan PkM adalah memberikan penyuluhan pemasaran objek wisata danmemberikan dukungan penyiapan sarana pemenuhan protokol kesehatan agar Desa Wisata Kedungbanteng dapat beroperasi kembali. Kegiatan pengabdian dilakukan dalam bentuk pemberian penyuluhanpemasaran desa wisata dan penyediaan sarana protokol kesehatan. Jenis luaran yang akan dihasilkanadalah tersedianya berbagai fasilitas pencegahan covid-19 sebagai bagian dari persyaratan dari DinasPariwisata agar objek wisata Kedung Banteng dapat kembali beroperasi dan pengurus objek wisatamendapat wawasan mengenai manajemen tempat wisata selama pandemi covid-19.
PENINGKATAN SKILL BERWIRAUSAHA MASYARAKAT MELALUI INOVASI PENGOLAHAN SUSU SAPI SIAP JUAL
Sigit Arie Wibowo;
Muhammad Bahrul Ilmi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (704.963 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.33.196
Skill wirausaha sangat dibutuhkan oleh masyarakat di pedesaan, karena mereka memiliki potensi sumber daya alam yang banyak untuk di olah sehingga menjadi pendapatan. Akan tetapi kendala terbesar adalah masyarakat pedesaan belum memiliki pengetahuan tentang skill wirausaha tersebut. Hal ini bisa kita lihat dengan banyaknya masyarakat pedesaan yang pergi ke kota untuk mencari pekerjaan. Padahal mereka bisa menciptakan peluang pekerjaan tersebut dari daerah asal mereka masing-masing, syaratnya adalah memiliki skill wirausaha. Desa Jlarem kaya akan hasil alam dan ternaknya. Mereka diberikan anugerah berupa geografis yang bagus untuk bercocok tanam dan beternak. Desa Jlarem berada di ketinggian kurang lebih 1900 dpl sebelah timur Gunung Merbabu. Mayoritas penduduknya adalah sebagai petani, baik petani sayuran maupun tanaman jagung dan teh. Sebagian juga sebagai peternak sapi perah. Di desa Jlarem, sudah dikenal dengan produk Teh Tiongke dan menjadi produk unggulan khas Boyolali. Tapi karena SDM yang tidak mencukupi dan mumpuni, produk teh ini sampai saat ini masih belum bisa optimal dalam hal pengolahannya. Selain teh ada juga produk susu sapi, selama ini masyarakat di Jlarem hanya menjual susu sapi segar kepada para pengepul yang ada di sana. Adapun cara untuk meningkatan SDM di Desa Jlarem, maka diadakanlah pelatihan inovasi produk. Kegiatan tersebut mengundang pembicara yang memiliki kompetensi untuk memberikan inovasi suatu produk. Hasilnya masyarakat Desa Jlarem memiliki inovasi terhadap produk Teh Tiongke dan susu sapi. Selama ini masyarakat Desa Jlarem hanya menjual susu segarnya kepada pengepul dengan harga Rp 5.000/ liter setelah dilakukan inovasi maka susu sapi segar tersebut bisa dibuat produk turunannya semisal puding susu teh dan kue pie susu teh. Produk turunan tersebut bisa dijual dikisaran harga Rp 5.000-Rp 10.000 per kemasan.
PENINGKATAN MINAT BACA MASYARAKAT DUSUN JETIS
Rita Kusumawati;
Alien Akmalia
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (752.559 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.32.197
Dusun Jetis merupakan salah satu dusun di Desa Trimurti, Srandakan, Bantul. Dusun ini terdiri atas enam rukun tetangga (RT) dengan jumlah keluarga tercatat sebanyak 250 KK. Sebagian besar mata pencaharian penduduk di dusun tersebut adalah petani, peternak, dan beberapa bekerja sebagai PNS/karyawan swasta. Permasalahan yang dihadapi di masyarakat Dusun Jetis ini adalah masih rendahnya minat baca masyarakat dan fasilitas perpustakaan dusun yang masih minim. Permasalahan rendahnya minat baca ini perlu diatasi karena ada beberapa program yang bertujuan agar minat baca masyarakat meningkat. Minat baca yang baik terbukti banyak manfaatnya bagi penambahan wawasan dan kecerdasan masyarakat sehingga bisa mengarah pada terwujudnya kualitas SDM yang baik. Beberapa program yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang ada antara lain (1) menumbuhkan minat baca dengan kegiatan: ceramah akan pentingnya membaca, mendongeng cerita ke anak anak, dan lomba mendongeng dan (2) mengoptimalkan perpustkaan dusun dengan cara memperbaiki dan menata fasilitas perpustakaan serta menambah koleksi buku bacaan dan rak buku serta melatih calon pustakawan dusun. Hasil dari program ini adalah adanya perpustakaan dusun yang nyaman dan bersih dengan buku bacaan yang bertambah serta adanya perubahan perilaku gemar membaca di masyarakat, terutama anak anak
EDUKASI PERAWATAN JENAZAH DAN PERBAIKAN FASILITAS PEMAKAMAN
Edi Hartono;
Burhan Barid;
Willis Diana;
Sumadi Sumadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (976.638 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.32.198
Pengetahuan tentang perawatan jenazah sesuai sunnah masih kurang dipahami oleh sebagian masyarakat. Masyarakat di desa biasanya lebih menggantungkan prosesi perawatan jenazah kepada seorang modin. Kendala sering terjadi bila modin tidak berada ditempat saat ada orang meninggal sehingga perawatan jenazah agak tertunda. Kebiasaan di masyarakat dalam prosesi pemakaman juga masih dipengaruhi oleh adat yang kurang selaras dengan ajaran agama. Bangunan makam di area dengan elevasi yang lebih tinggi biasanya memerlukan bangunan penahan tanah untuk mencegah longsor. Fasilitas pendukung pemakaman, seperti keranda dan tempat memandikan jenazah, terkadang tidak layak. Latar belakang tersebut yang mendasari dilaksanakannya program pengabdian masyarakat di Kampung Kadirojo, Desa Jamus Kauman, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada warga masyarakat tentang perawatan jenazah sesuai sunah, membantu desain keranda jenazah, serta merencanakan & menstimulasi pembangunan dinding penahan tanah area pemakaman. Metode penyampaian dalam edukasi perawatan jenazah dilakukan dengan paparan dan tanya jawab tentang materi cara memandikan, cara mengkafani, dan cara menguburkan jenazah. Perancangan / desain keranda jenazah & dinding penahan tanah dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kegiatan kajian pembimbingan jenazah telah dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2020. Warga sangat antusias dengan kegiatan dan berharap kegiatan pengabdian dapat secara kontinyu dilaksanakan. Hasil desain keranda jenazah telah disampaikan ke ketua rukun kampung. Stimulasi dana dari LP3M UMY berhasil menggugah pendanaan swadaya masyarakat dalam pembangunan dinding penahan tanah. Proses pembangunan tertunda karena pandemi virus Covid-19.
PENGUATAN KADER REHABILITASI BERBASIS MASYARAKAT GUNA MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG INKLUSI
Arni Surwanti;
Warih Andan Puspitosari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1074.77 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.32.199
Partisipasi aktif keluarga dan masyarakat dalam mewujudkan masyarakat yang inklusi sangat diperlukan ketika konsep layanan melalui panti menjadikan penyandang disabilitas harus terpisah dengan keluarga dan lingkungannya. Kelompok Berbasis Masyarakat/RBM yang dimiliki desa masih belum optimal dalam memberikan layanan pada penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas di Desa Panggungharjo masih menghadapi persoalan yang berkenaan dengan kesejahteraan karena kesulitan mendapatkan pekerjaan. Produktivitas tenaga kerja penyandang disabilitas masih rendah karena belum mendapatkan kesempatan pelatihan kerja. Program Kemitraan Masyarakat diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan beberapa hal. Pertama, melakukan peningkatan kualitas kader kelompok rehabilitasi berbasis masyarakat, terutama menekankan cara melakukan pendataan, referral, dan advokasi. Kedua, pendampingan pada Kelompok Rehabilitasi Berbasis Masyarakat serta penyusunan program dan kegiatan kelompok rehabilitasi berbasis masyarakat yang menjamin adanya layanan yang dapat diakses oleh penyandang disabilitas. Ketiga, peningkatan kapasitas penyandang disabilitas melalui pemberian pelatihan motivasi, pelatihan keterampilan shibori, dan manajemen kewirausahaan pada penyandang disabilitas. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kader kelompok rehabilitasi berbasis masyarakat telah mampu melakukan pendataan, referral, advokasi, serta peningkatan ketrampilan penyandang bagi penyandang disabilitas melalui pelatihan sibori. Implikasi dari kegiatan ini adalah bahwa penanganan penyandang disabilitas tidak perlu menekankan pada peran panti, tetapi penanganan di masyarakat dapat menjadi pilihan dalam penanganan penyandang disabilitas.
KONSEP SEDEKAH BERGULIR UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DUAFA
Uki Masduki;
Yayat Sujatna;
Imal Istimal
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (669.066 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.32.200
Tingginya kepedulian sosial masyarakat Indonesia melalui infak atau sedekah ternyata tidak cukup dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan masyarakat, seperti kemiskinan. Sedekah yang diberikan biasanya hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumtif sesaat, bukan untuk kebutuhan produktif yang dapat dirasakan penerima dalam waktu jangka panjang. Sedekah seharusnya mampu memberdayakan penerima sehingga dapat keluar dari permasalahannya dan berubah statusnya menjadi pemberi sedekah. Agar sedekah yang diberikan dapat bermanfaat lebih banyak, perlu pengelolaan yang memiliki orientasi pemberdayaan jangka panjang, di antaranya melalui sedekah bergulir. Tujuan kajian ini adalah mengkaji konsep sedekah bergulir untuk pemberdayaan masyarakat duafa. Metode kajian menggunakan pendekatan kajian lapangan. Pendekatan ini mengacu pada konsep penelitian lapangan, yaitu mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi suatu sosial, individu, kelompok, lembaga, dan masyarakat. Hasil kajian ini menyimpulkan dan merekomendasikan bahwa dalam upaya mengatasi permasalahan ekonomi masyarakat dapat dilakukan melaui sedekah bergulir.
OPTIMALISASI MANAJEMEN MASJID SEBAGAI PUSAT KEGIATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DUSUN DALEMAN
Chusnul Azhar;
Krisdiyanto Krisdiyanto
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (958.161 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.32.201
Masjid adalah bangunan yang sengaja didirikan umat muslim untuk melaksanakan salat berjamaah dan berbagai kegiatan lain yang terkait dengan kemaslahatan umat muslim hingga menjadi simbol kemajuan umat Islam sejak dahulu. Akan tetapi, bila mencermati fungsi masjid saat ini, fungsi yang kedua ini cenderung hilang di banyak masjid lantaran masjid hanya dipahami sebagai tempat shalat lima waktu. Hal itu pun kalau masih berlangsung karena yang terjadi juga banyak masjid yang sepi dalam pelaksanaan salat wajib lima waktu. Keadaan tersebut juga terjadi di beberapa masjid yang berada di wilayah Dusun Daleman. Di sinilah urgensi program pengabdian kepada masyarakat dengan berbagai kegiatan di antaranya adalah sosialisasi dan penyuluhan tentang fungsi masjid, restrukturisasi takmir masjid, pelatihan manajemen pengelolaan kegiatan masjid, dan pengadaan perlengkapan masjid. Rangkaian kegiatan tersebut bertujuan untuk optimalisasi manajemen masjid sebagai pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat. Program ini dapat meningkatkan kesadaran warga muslim Dusun Daleman untuk mengembalikan fungsi masjid di wilayah Dusun Daleman, seperti masjid-masjid lain pada umumnya sebagai pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat di Dusun Daleman, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.