cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
BIOPORI: ALTERNATIF PENCEGAHAN BANJIR MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PONDOK PESANTREN Wiwik Kusumawati; Fitri Arofiati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.317 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.222

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang tergolong rawan terhadap kejadian bencana alam. Salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia adalah banjir. Curah hujan yang tinggi pada bulan-bulan tertentu menyebabkan banjir. Banjir menjadi salah satu bencana alam yang harus diwaspadai di beberapa wilayah di Indonesia. Daerah Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta yang dikenal sebagai desa santri merupakan salah satu wilayah di Yogyakarta yang mengalami banjir hampir setiap tahunnya. Kondisi alam yang sudah rusak dan kehilangan lahan serapan membuat bencana banjir menjadi semakin mengancam, terutama pada wilayah dengan dataran yang lebih rendah. Untuk mengantisipasi bencana banjir, perlu adanya upaya untuk menyelesaikan permasalahan yang menyebabkan munculnya banjir pada musim-musim tertentu. Salah satunya dengan cara meyediakan lubang serapan (biopori) agar air tidak mengenang dan meluap di wilayah pemukiman saat cuaca ekstrem dengan melibatkan masyarakat, terutama remaja sebagai agen perubahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan pemberdayaan masyarakat pondok pesantern di wilayah Wonokromo, Pleret, Bantul dalam pencegahan bencana banjir melalui sosialisasi penanggulangan banjir terkait modifikasi lingkungan dengan metode biopori. Warga pesantren akan dibekali informasi yang secara umum terkait biopori dan cara pembuatan biopori secara mandiri. Warga pesantren juga didampingi dalam penerapan pembuatan biopori di lingkungan pemukiman dan pemasangannya. Kegiatan dilakukan pada tanggal 16 Februari 2020 dengan melibatkan 50 orang warga porndok pesantren (5 pondok pesantren). Hasil pengabdian masyarakat adalah terpasangnya 70 biopori yang dibagi dalam 5 zona berdasarkan wilayah pondok pesantren. Masyarakat menyampaikan rasa aman dalam menghadapi musim penghujan. Masyarakat membuat biopori sejumlah lima belas dengan pendampingan. Biopori menjadi salah satu alternatif pencegahan banjir yang mampu memberdayakan masyarakat dan meningkatkan rasa aman.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DUSUN YANG INKLUSIF Arni Surwanti; Edi Supriyono
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.868 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.223

Abstract

Dusun Polosiyo berada di Desa Poncosari, terletak di Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembangunan di Dusun Polosiyo diharapkan mengacu pada konsep Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s), yakni pembangunan dilaksanakan secara inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas. Permasalahan sosial ekonomi yang dihadapi dusun ini adalah belum ada profil dusun, usaha mikro warga Dusun Polosiyo yang memproduksi berbagai jenis keripik kualitas belum baik, belum memiliki kemasan yang baik. belum bisa dipasarkan dengan baik, masyarakat juga belum mampu untuk memanfaatkan berbagai jaringan yang ada di desa untuk memasarkan produknya. Taman Pendidikan Alquran di Dusun Polosiyo juga belum berjalan baik karena tidak adanya warga yang menjadi penggerak kegiatan ini. Program KKN-PPM memberikan model untuk mengatasi berbagai permasalahan dengan melakukan penyusunan profil dusun dan kegiatan penyadaran (awairness raising) untuk meningkatkan perhatian pada penyandang disabilitas. Pemberdayaan ekonomi masyarakat Dusun Polosiyosecara inklusif dilakukan dengan meningkatkan pelatihan, peningkatan kualitas produk, dan pengemasan; meningkatkan jaringan pemasaran produk melalui BUMDesa Mukti Lestari Desa Poncosari; melaksanakan program bantu dengan mempersiapkan kader untuk pengelolaan Taman Pendidikan Alquran. Program KKN PPM ini menumbuhkan kesadaran masyarakat dan pemerintah dusun untuk memerhatikan penyandang disabilitas dan wirausaha mikro yang berpotensi untuk dikembangkan.
EKONOMI KREATIF: PEMANFAATAN LIMBAH JELANTAH UNTUK PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI Dyah Titis Kusuma Wardani; Endah Saptutyningsih; Suci Alpika Fitri
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.649 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.224

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di Dusun Sorowajan, Pedukuhan Glugo, Desa Pangungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul adalah adanya potensi limbah rumah tangga desa yang belum dimanfaatkan dengan baik. Hal ini disebabkan kurangnya keterampilan dalam mengelola potensi bahan alami dan limbah rumah tangga desa. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi dengan memanfaatkan potensi bahan alami yaitu sereh, daun jeruk nipis, dan limbah rumah tangga yang dimiliki desa yaitu minyak jelantah sisa penggorengan. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan kemampuan warga dalam menciptakan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan potensi alam di desanya. Kegiatan pengabdian yang dilakukan tim PKM UMY di Dusun Sorowojan menggunakan beberapa pendekatan, yaitu: (1) berbasis kelompok, (2) bersifat komprehensif, dan (3) berbasis pemanfaatan potensi alam lokal. Kegiatan ini menggunakan tiga metode, yaitu (1) metode partisipasi, yaitu tim pengabdian melakukan partisipasi aktif serta melakukan pemberdayaan masyarakat dalam pelatihan pembuatan lilin aromaterapi; (2) metode survei, yaitu menyebarkan kuesioner kepada peserta pelatihan sebelum pelaksanaan dan sesudah pelaksanaan, serta survei kepuasan mitra pengabdian dan (3) metode audio-visual, yaitu memanfaatkan video sebagai sarana pelatihan dan sosialisasi kegiatan. Program Kemitraan Masyarakat ini diawali dengan mengadakan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dengan memanfaatkan minyak jelantah yang ada di lingkungan Dusun Sorowajan. Kegiatan ini memberikan manfaat langsung terhadap kehidupan masyarakat di bidang sosial dan ekonomi melalui ekonomi kreatif. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat melalui pemberdayaan ibu-ibu kelompok Dasawisma Lili di Dusun Sorowajan, Desa Panggungharjo. Pelatihan ini membuahkan hasil, yakni mampu meningkatkan keterampilan ibu-ibu di Kelompok Dasawisma Lili Dusun Sorowajan dalam membuat produk lilin aromaterapi. Video tutorial teknik pembuatan lilin aromaterapi yang telah dibuat bisa dinikmati masyarakat umum. Pelatihan ini juga telah meningkatkan keterampilan kelompok Dasawisma tersebut dalam memasarkan produk lilin aromaterapi secara online. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini telah disosialisasikan di media massa dan akan dipublikasikan di jurnal nasional. Dengan demikian kegiatan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi kelompok masyarakat lain untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi desa yang ada dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif.
KELEMBAGAAN KELOMPOK WANITA TANI DI DUSUN KEDUNGPOH KIDUL DESA KEDUNGPOH, NGLIPAR Sriyadi Sriyadi; Jazaul Ikhsan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.75 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.225

Abstract

Dusun Kedungpoh Kidul terletak di Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dusun Kedungpoh Kidul terdiri atas 4 Rukun Tetangga,1 Rukun Warga, dan 101 Kepala Keluarga. Dusun Kedungpoh Kidul dipimpin oleh seorang kepala dukuh yang dalam membangun pedukuhannya didukung Kelompok Kegiatan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (POKGIAT LPMD), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Tingkat Pedukuhan (PKK Dusun), Karang Taruna, Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, Posyandu Anak, Posyandu Lansia, dan Takmir Masjid. Mata pencaharian penduduk Dusun Kedungpoh Kidul sebagian besar merupakan petani, buruh, pedagang, pengrajin, dan beberapa menjadi Pegawai Negeri Sipil. Berdasarkan pemetaan secara partisipatif dengan masyarakat, permasalahan yang dihadapi masyarakat di Dusun Kedungpoh Kidul adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Lantip Makarti belum berfungsi secara maksimal. Solusi yang ditawarkan (1) penyuluhan pengembangan organisasi, (2) penyuluhan pembuatan pupuk kompos, (3) penyuluhan budi daya Aloe Vera, (4) penyuluhan pengolahan Aloe Vera, serta (5) penyuluhan dan pembagian bibit tanaman. Hasil pengabdian menunjukkan penyuluhan pengembangan organisasi, penyuluhan pembuatan pupuk kompos, penyuluhan budi daya Aloe Vera, penyuluhan pengolahan Aloe Vera, dan penyuluhan dan pembagian bibit tanaman terlaksana dengan baik dan diikuti dengan antusias oleh masyarakat. Perlu pendampingan oleh pemerintah dan perguruan tinggi secara berkesinambungan demi berhasilnya program Kelompok Wanita Tani (KWT) Lantip Makarti.
PENGEMBANGAN KAMBING ETAWA DALAM RANGKA SUKSES PROGRAM DESA WISATA Mohamad Muhajir; Zaini Muchlis
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.146 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.226

Abstract

Magelang memiliki alam luas yang subur dengan tumbuh-tumbuhan dan tanaman-tanaman pertanian yang membentang serta menyimpan pesona kekayaan alam yang indah. Hal ini berpotensi melahirkan nilai ekonomi yang tinggai bagi masyarakat sekitar. Dusun Rejosari yang berada di Desa Mrangen menampilkan pesona alam yang menawan yang sekaligus menjadi daya dongkrak tumbuhnya perekonomian masyarakat sekitar. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pemahaman kepada masyarakat terkait pengembangan peternakan kambing etawa mengingat begitu besarnya potensi alam yang mendukung. Kehadiran gagasan dan pikiran besar dari desa untuk menjadikan Mrangen sebagai desa wisata sudah dikerjasamakan dengan kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan kontrak lima tahun. Kondisi ini menuntut warga menggali potensi-potensi yang bisa diberdayakan sehingga menjadi komoditi yang layak dan patut diberikan perhatian. selanjutnya hal tersebut bisa bdikembangkan dan akan menjadi daya tarik tersendiri untuk diintegrasikan dengan potensi-potensi yang ada di Desa Mrangen umumnya dan Dusun Rejosari khususnya.
PROGRAM PEMBERDAYAAN IBU RT USAHA MANDIRI DALAM BIDANG PEMBUATAN KUE KERING DAN BASAH KELOMPOK IBU KASIHAN SEJAHTERA Nano Prawoto; Agus Tri Basuki
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.165 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.227

Abstract

Program ini didasarkan pada fakta empiris bahwa kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kasihan RT02, Tamantirto, Kasihan, Bantul rendah. Persoalannya adalah masih rendahnya kemampuan masyarakat dalam meningkatkan penghasilan keluarga, padahal lokasi tempat tinggal sangat strategis. Program ini bertujuan untuk meningkat pengetahuan masyarakat Kasihan RT02 Tamantirto Kasihan Bantul agar memiliki kemandirian dan kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Program ini menggunakan metode pelatihan, yaitu pembuatan Kue basah dan kue kering baik teori dan praktik, penyajian serta manajemen usaha. Pelatihan ini diikuti oleh 11 ibu rumah tangga baik yang belum punya usaha maupun yang sudah berusaha. Target dari program pelatihan ini adalah meningkatkan kapasitas SDM dalam kemampuan produksi kue untuk menciptakan usaha baru dan juga diversifikasi produk bagi yang telah melakukan usaha. Kemudian outcome yang diharapkan dalam pelatihan ini adalah meningkatnya penghasilan keluarga dari usaha peserta Kelompok Ibu Kasihan Sejahtera. Melalui peningkatan penghasilan dari berjualan kue tradisional tersebut mereka akan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, termasuk mampu menyekolahkan anak-anaknya bahkan hingga ke perguruan tinggi, serta memiliki tabungan di Bank untuk masa depannya.
PEMBERDAYAAN LANSIA DI BIDANG EKONOMI (DUSUN JONGGRANGAN) Danang Wahyu Muhammad
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.404 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.228

Abstract

Dengan meningkatnya Usia Harapan Hidup Warga Dunia termasuk Indonesia, khususnya yogyakarta menjadi urutan pertama usia harapan hidup menurut BPS Indonesia 2018 jumlah lansia yang masih produktif terus bertambah, diperlukan upaya yang serius agar warga lansia bisa berdaya. Pemberdayaan masyarakat lansia bertujuan agar terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam pengembangan ekonomi masyarakat melaui potensi yang dimiliki, Untuk mendorong perekonomian warga Dusun Joggrangan terutama warga senior (lansia) diperlukan adanya terobosan pemberdayaan dibidang ekonomi lansia produktif, melalui peningkatan kualitas produk olahan daun pegagang yang menjadi potensi komoditas potensial daerah dusun jonggrangan. Di Dusun Joggrangan kelompok lansia telah memproduksi Keripik Pegagang sebagai produk olahan, Produk inilah yang kedepannya akan dijadikan produk unggulan Dusun Jonggrangan, harapan besar kedepannya Keripik pegagang menadi produk khas dan unggulan di Jonggrangan banyak macam tetapi memiliki kuliatas unggul yang merata.Pendamping yang diberikan berupa pelatihan pembutan produk yang inovatif dan sesuai standar mutu BPOM , berupa packaging yang lebih menarik, Inovasi produk , pelatihan pemasaran dan survey diperlukan untuk menetukan pangsa pasar produk, dan membuat kelompok lansia di Dusun Jonggrangan. Dengan pendampingan dan penguatan ekonomi lansia dapat menumbuhkan kualitas ekonomi lansia produktif di Dusun Jonggrangan yang sekaligus bisa menjadi contoh lansia produktif untuk daerah lain.
PERBAIKAN PROSES PRODUKSI UKM TUSUK SATE SANANKERTO DENGAN PENDEKATAN LEAN Nani Kurniati; Dewanti Anggrahini; Rindi Kusumawardani; Yudha Prasetyawan; Putu Dana Karningsih; Udisubakti Ciptomulyono; Maria Anityasari; Novi Dwijayanti; Hari Supriyanto; Valiana Gamma Krestanti; Fauzillah Indriani; Inggrit Febriani Sulistiono Putri; Dewinta Cahya Mardiatilla
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.332 KB) | DOI: 10.18196/ppm.33.230

Abstract

Desa Sanankerto di Malang memiliki hutan bambu yang luas. Potensi alam ini dipergunakan olehmasyarakat sekitar untuk memproduksi produk berbahan dasar bambu, salah satunya adalah produk tersebutadalah tusuk sate. Salah satu usaha kecil yang menghasilkan tusuk sate telah beroperasi selama kurang lebih7 tahun, namun selama ini mengalami kesulitan untuk memenuhi pesanan dari pelanggan. Hal inidisebabkan karena terdapat aktivitas-aktivitas yang tidak efisien sehingga menimbulkan pemborosan waktu.Untuk itu, dipergunakan pendekatan Lean untuk dapat mengindentifikasi aktivitas yang tidak bernilaitambah, mencari sumber penyebab dan kemudian merumuskan rekomendasi untuk dapat mengurangi ataumenghilangkannya. Berdasarkan hasil mapping proses dengan cara observasi, pembuatan Flow ProcessChart dan Value Stream Mapping diketahui masalah yang utama adalah proses pengeringan merupakanwaktu proses yang terpanjang sehingga berpotensi sebagai bottleneck. Selain itu, terdapat masalah seringnyaterjadi kecelakaan kerja dan keseluruhan proses yang dilakukan secara manual. Hasil dari studi inimerekomendasikan agar UKM melakukan perubahan layout, mengembangkan alat bantu untuk proseshandling bahan baku dan meningkatkan keamanan dalam melakukan proses produksi. Pengaplikasian
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS UMKM DENGAN PENDEKATAN MANAJEMEN MANUFAKTUR BERKELANJUTAN Dewanti Anggrahini; Rindi Kusumawardani; Yudha Prasetyawan; Putu Dana Karningsih; Moses Laksono Singgih; Hari Supriyanto; Nani Kurniati; Inggrita Putri Kusuma Wardani; Amelia Santoso; Muhammad Ryan Nur Haq; Sofyan Atsauri; Adji Sepvian Fadillah Budiono
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.16 KB) | DOI: 10.18196/ppm.33.231

Abstract

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan sektor strategis yang memberikankontribusi sangat besar pada pendapatan negara. Dua daerah yang memiliki potensi besar dalampengembangan UMKM di Jawa Timur adalah Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri, yang memilikihampir 500.000 UMKM. Kualitas merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan olehUMKM. Secara umum, UMKM memahami bahwa kualitas perlu untuk dijaga dan ditingkatkan, namunsebagian besar UMKM belum memahami bagaimana cara untuk dapat mengimplementasikan pada sistemyang telah berjalan. Berdasarkan analisa kondisi eksisting tersebut, kegiatan pengabdian kepadamasyarakat ini didesain untuk membantu meningkatkan pengetahuan UMKM di Desa Sanankerto,Kabupaten Malang dan Desa Papar Kabupaten Kediri terkait dengan bagaimana meningkatkanproduktivitas dengan pendekatan manajemen berkelanjutan. Berdasarkan data yang terkumpul baik melaluipengamatan di lapangan dan FGD dengan beberapa UMKM, dihasilkan empat jenis modul pelatihan yangterdiri dari Modul 1 Pengembangan Produk dan Voice of Customer, Modul 2 Layout Produksi danPersediaan, Modul 3 Waktu Produksi dan Availabilitas, dan Modul 4 Pemasaran dan Produktivitas. Darihasil pelatihan modul 2 didapatkan rata-rata waktu skenario 2 lebih cepat yaitu 51,76 detik dibandingkanskenario 1 yaitu 138.89 detik. Untuk modul 3 didapatkan hasil skenario 2 lebih cepat yaitu 90,40 detikdibandingkan dengan skenario 1 yaitu 194,88 detik. Dalam jangka panjang, diharapkan terciptapengembangan UMKM secara mandiri.
PENINGKATAN DAYA SAING USAHA KECIL TEMPE KEDIRI DENGAN KAIZEN Putu Dana Karningsih; Mokh Suef; Rindi Kusumawardani; Dewanti Anggrahini; Yudha Prasetyawan; Novi Dwi Jayanti; Hari Supriyanto; Benhard Panangian; Rizaldy Rizki Pratama; Atmam Abdha Arianandha; Fauziyah Fatma Ningrum; Yusita Mega Kuncoro; Sherina Amalia Permatasari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.377 KB) | DOI: 10.18196/ppm.33.232

Abstract

Tempe merupakan makanan tradisional masyarakat Indonesia yang sarat protein, vitamin dan jugamineral. Masyarakat Jawa Timur merupakan konsumen tempe terbesar di Indonesia. Dengan potensipasar yang sedemikian besar, maka Usaha Kecil Tempe di Jawa Timur harus dapat memperbaiki prosesterus menerus agar dapat memenuhi kebutuhan pasar baik secara kuantitas maupun kualitas. Studi inibertujuan untuk memberikan rekomendasi kepada sebuah Usaha Kecil Tempe di Kediri untuk dapatmeningkatkan kuantitas produksi dengan cara menghilangkan atau mereduksi kegiatan yang tidak bernilaitambah. Saat ini, proses produksi tempe masih dilakukan secara manual tanpa memperhatikan aliranproses. Untuk itu, diusulkan perbaikan dengan menggunakan prinsip Kaizen yang bertujuan untukmelakukan perbaikan secara bertahap dan berkelanjutan. Usulan perbaikan adalah berupa perubahan tataletak proses produksi dan aplikasi prinsip karakuri pada proses produksinya. Dengan implementasirekomendasi maka diprediksi dapat meningkatkan kapasitas produksi tempe, dimana waktu produksimenjadi lebih singkat kurang lebih 20%.

Page 22 of 134 | Total Record : 1338


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue