Articles
1,338 Documents
PENGEMBANGAN KEGIATAN JAMAAH MASJID MELALUI USAHA LELE DAN SEDEKAH SAMPAH
Fauziyah Fauziyah;
Alien Akmalia;
Lela Hindasah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1115.398 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.36.313
Masa pandemi menjadikan kegiatan jamaah menjadi terbatas. Pandemi juga menjadikan keuangan masjid yang masih mengandalkan pemasukan dari infaq menjadi berkurang karena tidak ada aktivitas pengajian. Berdasarkan hal tersebut dilakukan pengembangan kegiatan masjid Muhajirin, Perengdawe untuk kemandirian ekonomi jamaah melalui budidaya lele dan sayuran. Di samping itu dilakukan sedekah sampah yang bertujuan untuk memberikan pemasukan kas masjid sehingga bisa disalurkan untuk mendukung jamaah yang terdampak pandemi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu: pelatihan, ceramah dan praktik. Kegiatan yang dilakukan berupa: (1) pelatihan tentang budidaya lele, sayuran dan pengelolaan sampah nonorganik (2) Menjalankan budidaya lele dan sayuran, (3) Jamaah melakukan sedekah sampah. (4) Pendampingan budidaya lele, sayuran dan sedekah sampah. Berdasarkan evaluasi kegiatan, pelaksanaan kegiatan budidaya lele dan sayuran banyak peminatnya, diikuti oleh 80% jamaah dan menyatakan bahwa kegiatan tersebut bermanfaat dan menyenangkan pada masa pandemi ini. Sedekah sampah sudah mampu menambah kas masjid dan digunakan untuk mendukung kegiatan jamaah yang memerlukan dana untuk merintis usaha baru dan jamaah yang terdampak covid-19 berupa sembako.
DETEKSI DINI PENYAKIT HIPERTENSI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT STROKE BAGI JAMAAH PRM MUTIHAN KOTAGEDE
Rifki Febriansah;
Aji Winanta;
Andy Eko Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (631.51 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.36.314
Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan prevalensi hipertensi yang tinggi. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi hipertensi nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 11,01%. Tingginya prevalensi hipertensi beserta komplikasi dengan penyakit penyertanya tersebut di Kodya Yogyakarta, memicu Dinkes Kota DIY untuk menginisiasi suatu program pencegahan dan penanggulangan penyakit kardiovaskuler melalui Program Skrining terhadap Faktor Risiko Kardiovaskuler dan penyuluhan tentang pencegahan penyakit Kardiovaskuler. Mengingat perlunya keterlibatan tenaga kefarmasian/apoteker dalam penanganan hipertensi beserta komplikasinya menyangkut penggunaan dan terapi obatnya, maka perlu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh intervensi asuhan kefarmasian dalam keefektifan keberhasilan terapi program penanggulangan hipertensi beserta komplikasinya. Diagnosis dari penyakit hipertensi ini biasanya disebabkan karena berdasarkan data-data anamnesis atau berupa riwayat keluarga, faktor risiko dan juga gejala klinis yang dialami oleh penderita, pemeriksaan jasmani, dan terutama pemeriksaan tekanan darah, serta juga pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang seperti foto dada dan rekam jantung. Gejala penyakit hipertensi darah tinggi untuk menguatkan diagnosis hipertensi salah satunya adalah adanya riwayat penyakit hipertensi pada kedua orang tua, karena hal ini bisa memperbesar dugaan hipertensi primer. Gejala penyakit hipertensi darah tinggi bisa menimbulkan masalah komplikasi dan bisa disertai dengan penyakit yang lainnya. Biasanya penyakit ini muncul dengan bersamaan yang justru bisa memperburuk kerusakan suatu organ. Komplikasi yang terjadi salah satunya adalah penyakit jantung koroner. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan penyuluhan tentang Cara Deteksi dan Pengobatan Hipertensi dan pencegahan stroke dengan Obat Herbal bekerjasama dengan PRM Mutihan Kotagede. Dari hasil pengabdian diketahui bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui terkait tanda dan gejala penyakit stroke dan beberapa warga diketahui mempunyai potensi tinggi mengalami kejadian stroke. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terkait penyakit stroke dan memahami cara pencegahan dari penyakit tersebut.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI KANKER SERVIKS DAN PAYUDARA DI DESA RINGINHARJO
Alfun Dhiya An;
Alfaina Wahyuni;
Nur Hayati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (464.739 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.36.315
Data Kesehatan Provinsi DIY tahun 2016 menunjukkan angka kejadian kanker serviks di Kota Yogyakarta sebanyak 341 kasus, Kabupaten Sleman sebanyak 962 kasus, Kabupaten Gunung Kidul sebanyak 105 kasus, Kabupaten Kulon Progo sebanyak 205 kasus, dan terbanyak di Kabupaten Bantul sebanyak 1.355 kasus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara. Mitra kegiatan ini adalah Ibu-ibu kader di Desa Ringinharjo, Bantul. Dilaksanakan pada hari Minggu, 13 September 2020 yang dibagi menjadi dua sesi yaitu pada jam 08.30-10.30 dan jam 10.30-12.30. Metode yang digunakan adalah ceramah secara langsung kepada total 34 orang ibu-ibu kader dengan materi berupa pengetahuan tentang kanker serviks, kanker payudara, dan tumor organ reproduksi yang didahului dengan pretest dan posttest pada akhir kegiatan dalam bentuk kuesioner. Kegiatan ini dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19. Selanjutnya hasil pretest tentang pengetahuan kanker serviks 71%, dan hasil rerata posttest 80% yang mana dari hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebanyak 9%. Sedangkan rerata pretest tentang pengetahuan kanker payudara 63%, dan hasil rerata posttest 76%. Sehingga dari hasil tersebut adanya peningkatan pengetahuan sebanyak 13%. Kegiatan ini diakhiri dengan pemeriksaan USG gratis untuk ibu-ibu kader yang hadir.
PENANGANAN CEDERA OLAHRAGA DENGAN METODE RICE
Meiky Fredianto;
Hafni Zuchra Noor
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (668.278 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.36.316
Olahraga merupakan suatu gaya yang bekerja pada tubuh atau sebagian dari tubuh yang melampui kemampuan tubuh untuk mengatasinya. Dari kegiatan olahraga tersebut bisa terjadi cedera, baik karena jatuh, benturan ataupun salah gerak. Cedera olahraga (sport injury) adalah segala macam cedera yang timbul, baik pada waktu latihan maupun pada waktu berolahraga (pertandingan) ataupun sesudah pertandingan. Cedera olahraga biasanya terkena pada bagian tulang, otot, tendo serta ligamentum. Metode RICE merupakan suatu metode penanganan cedera, yang bertujuan untuk mencegah cedera lebih lanjut dan mengurangi rasa nyeri. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan bekal keilmuan dalam bidang penanganan cedera olahraga dengan metode RICE pada Rukun Krida Muda (RKM) di Desa Guyangan, secara teoretis dan praktis dalam meningkatkan pengetahuan penanganan cedera olaharaga di lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu 27 September 2020 di desa Guyangan, Nogotirto. Metode yang digunakan dengan sosialisasi dan pelatihan yang disampaikan kepada Rukun Krida Muda (RKM) secara langsung namun tetap menerapkan protokol kesehatan secara tertib. Materi yang disampaikan pada sosialisasi ini adalah tentang penanganan cedera olahraga melalui dengan metode rice dan dilanjutkan pelatihan penanganan, didahului dengan sosialisasi sebelum diadakan pelatihan dan pengisian kuesioner di akhir kegiatan setelah mendapatkan perlakuan berupa sosialisasi. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang. Hasil Kegiatan pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini adalah sebagai berikut: 1) kegiatan sosialisasi penanganan cedera olahrga dengan metode RICE terlaksana dengan baik yang ditunjukan dengan tingkat keaktifan bertanya peserta dan 2) kegiatan pelatihan terlaksana dengan baik, setelah diberikan kuesioner sebanyak 14 responden (70%) menunjukan kenaikan pemahaman penanganan cedera dan sebanyak 6 responden (30%) masih belum menunjukan kenaikan pemahaman yang signifikan. Dapat disimpulkan ada perbedaan pengetahuan tentang penanganaan cedera olahraga dengan metode RICE setelah melakukan pelatihan.
PENINGKATAN KOMPETENSI FASILITATOR DALAM MEWUJUDKAN DESA MUNTUK SEBAGAI DESA WISATA DAN BERBUDAYA
Dewi Nurul Musjtari;
M. Khaeruddin Hamsin;
Nurmawati Nurmawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1316.665 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.36.317
Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kompetensi fasilitator perangkat dusun dalam mewujudkan Desa Muntuk sebagai Desa Sadar Wisata dan Berbudaya. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan pengabdian adalah sosialisasi, penyuluhan hukum dan ekonomi tentang penyelesaian sengketa kemasyarakatan, pelatihan mitigasi bencana, pelatihan bagi fasilitator penyelesaian sengketa keasyarakatan dan lingkungan. Hasil pengabdian pada masyarakat diperoleh peningkatan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dari aparat dusun, ibu-ibu PKK, anggota masyarakat tentang Desa Wisata dan Budaya, Digital Marketing, dan Mitigasi Bencana. Setiap kegiatan diikuti oleh 30 peserta dengan partisipasi aktif dari masyarakat. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai berikut. Kegiatan PPDM yang dilaksanakan di Desa Muntuk memberikan peningkatan kompetensi bagi 30 (tiga puluh) fasilitator terkait Desa Wisata dan Budaya. Permasalahan yang ada di masyarakat mengenai perselisihan ekonomi, budaya dan teknologi teratasi dan munculnya kemauan masyarakat untuk terus belajar dan bekerja sama dalam meningkatkan kompetensi sebagai fasilitator. Harapannya, terwujudnya Desa Muntuk sebagai Desa Wisata dan Budaya dilaksanakan bersama antara Kepala Desa, Kepala Dusun, ibu-ibu PKK dan warga masyarakat.
PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT MELALUI BUDIDAYA SAYURAN DI DUKUH TANGKILAN SLEMAN
Innaka Ageng Rineksane Rineksane;
Indira Prabasari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1006.738 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.36.318
Dasa Wisma Alamanda berada di Dukuh Tangkilan, RT 7 dan RW 23, Desa Sidoarum, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman. Permasalahan yang dihadapi anggota Dasa Wisma Alamanda diantaranya pemahaman dan keterampilan yang kurang untuk budidaya sayuran di lahan sempit. Selain itu kondisi rumah dengan halaman terbatas karena berada di area perumahan juga menjadi masalah dalam budidaya sayuran. Solusi yang ditawarkan adalah penyuluhan serta praktik budidaya sayuran di lahan sempit. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut melalui penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan budidaya sayuran di lahan sempit. Hasil penyuluhan, pelatihan, dan praktik budidaya sayuran di lahan sempit menunjukkan bahwa pemahaman anggota Dasa Wisma Alamanda terhadap pengetahuan dan praktik budidaya sayuran di lahan sempit mencapai 84,4% sebelum dilakukan penyuluhan, pelatihan serta praktik budidaya sayuran. Pemahaman tersebut meningkat menjadi 98,3% setelah mengikuti penyuluhan, pelatihan dan praktik budidaya sayuran di lahan sempit. Seluruh peserta melakukan praktik budidaya sayuran di halaman rumah masing-masing dan menyatakan senang serta terkesan setelah mengikuti pelatihan dan praktik penanaman sayuran tersebut. Sebanyak 30% dari total peserta bahkan telah berkreasi melakukan penanaman sayuran di halaman rumahnya dengan variasi wadah tanam selain yang digunakan pada saat pelatihan melalui pemanfaatan barang bekas. Pengabdian masyarakat telah meningkatkan pemahaman dan praktik budidaya sayuran di lahan sempit bagi anggota Dasa Wisma Alamanda.
PENGUATAN KAPASITAS PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA PEMBANGUNAN DESA
Arifuddin Arifuddin;
La Ode Anto;
Syamsir Nur;
Nitri Mirosea
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1774.732 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.36.319
Pandemi global membawa perubahan tatanan pada sektor perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat. Kecamatan Konda (Sulawesi Tenggara) merupakan sentra UMKM disektor perdagangan hasil tanaman pangan, perkebunan serta industri olahan bahan makanan (BPS Konawe Selatan, 2019). Daerah ini merupakan rantai nilai utama dalam penyediaan bahan pangan, artinya warga desa yang berkarakter semi-urban sangat rawan dalam rantai penyebaran virus. Ruang intervensi pemerintah daerah hingga di level desa dalam pencegahan dan penanganan dampak Covid-19 dilakukan melalui refocusing dan realokasi anggaran termasuk dana desa. Tujuan dan output kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk membantu menyusun rencana pembangunan desa yang mengintegrasikan risiko ekonomi (kelangsungan usaha masyarakat desa) akibat pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action. Hasil analisis situasi sosial melalui metode survei lapangan terdapat keterbatasan kemampuan aparatur desa menyusun rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes) serta anggaran pendapatan desa (APBDes) dalam upaya memitigasi risiko bencana dalam kondisi pandemi Covid-19. Fokus pembangunan desa pada infrastruktur seperti pengerasan jalan dan duiker sedangkan fasilitas kesehatan masih minim. Kegiatan dilakukan melalui knowledge sharing dan pelatihan penyusunan rencana anggaran pembangunan desa yang diikuti oleh aparatur dari 15 desa.
PENGELOLAAN AIR BERSIH DENGAN METODE FISIKA DAN KIMIA PADA SMA LUQMAN AL-HAKIM
Tubagus Noor Rohmannudin;
Lukman Noerochim;
Budi Agung Kurniawan;
Hariyati Purwaningsih;
Zaid Sulaiman;
Sulistijono Sulistijono
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (659.804 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.36.320
Kondisi air yang keruh di kawasan Surabaya utara mengakibatkan masyarakatnya tidak bisa menggunakan air tersebut untuk keperluan sehari-hari. Kondisi ini disebabkan karena Surabaya utara merupakan kawasan dekat pantai, adanya pencemaran dari limbah industri dan limbah rumah tangga. Sehingga diperlukan teknologi pengolahan air bersih untuk mengolah air tanah menjadi air bersih. Metode pelatihan yang digunakan adalah presentasi materi dan demostrasi pengolahan air bersih. Untuk mengetahui kompetensi peserta pelatihan dilakukan ujian pretest dan postest. Hasil pelatihan ini menunjukan adanya peningkatan kompetensi, wawasan dan pemahaman Guru dan Siswa SMA Luqman Al-Hakim mengenai proses pengolahan air bersih, hal ini dibuktikan dengan peningkatan nilai dari ujian Pretest dan Postest.
Peningkatan Fasilitas Musala Al Anwar Untuk Mengadakan Kegiatan Salat Jumat Sesuai Protokol Kesehatan Covid-19
Guntur Nugroho;
Seplika Yadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1037.842 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.36.321
Musala Al Anwar adalah salah satu musala di Dusun Sawahan, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, DIY. Akibat adanya pandemi Covid 19, pelaksanaan kegiatan salat di musala Al Anwar menggunakan jarak saf minimal 1 meter sebagai perotokoler antisipasi penyebaran virus Corona. Hal tersebut menjadikan kapasitas jamaah yang ditampung bangunan musala menjadi berkurang. Sejak berdirinya musala ini, kegiatan salat Jumat belum pernah di selenggarakan karena hanya digunakan untuk mendirikan salat wajib 5 waktu secara berjamaah. Pengurus musala Al Anwar telah berencana mendirikan kegiatan salat Jumat di musala tersebut. Permasalahan yang ada adalah kuranya tempat yang bisa digunakan untuk menampung jamaah. Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan memberika solusi dengan menambah bangunan atap pada halaman musala. Dengan penambahan konstruksi bangunan atap pada halaman musala tersebut dapat meningkatkan kapasitas penampungan jamaah dan juga dapat digunakan untuk menunjang kegiatan lainnya.
PERAN KADER MASYARAKAT DALAM PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH MANDIRI DI DESA KARANGSARI, SAPURAN, WONOSOBO
Aris Slamet Widodo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (742.081 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.36.322
Desa Karangsari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo telah mendeklarasikan diri sebagai desa wisata. Terkait dengan hal tersebut saat ini Desa Karangsari telah membuat program kebersihan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah secara mandiri. Program pengabdian Desa Mitra yang dilaksanakan ini diharapkan mampu membantu masyarakat dalam menghadapi permasalahan sampah, sehingga tujuan pengabdian ini adalah pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah mandiri dengan metode pengaderan di Desa Karangsari, Sapuran, Wonosobo. Proses pemberdayaan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dan solusi yang dilaksanakan adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan sampah (3R), pembentukan kader, dan penguatan kelembagaan, inisiasi rumah pilah sampah percontohan dan kampanye serta gerakan masyarakat. Kegiatan pendampingan dilaksanakan untuk mencapai perubahan perilaku masyarakat. Tahapan pelaksanaan program adalah: need assessment, penguatan dan komitmen, program dan monitoring, terakhir pelaporan. Hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat Desa Karangsari dalam perubahan pengetahuan keterampilan, sikap dan perilaku dengan metode pendekatan kader dan tokoh masyarakat secara umum berhasil, yang dibuktikan dengan tingginya tingkat kehadiran masyarakat dan perangkat desa dalam tahap penyuluhan, sosialisasi, dan ditandatanginya surat komitmen oleh 387 warga dan seluruh dusun melaksanakan gerakan pemilahan sampah secara serentak. Metode penguatan kaderisasi terbukti mampu menggerakan masyarakat pada proses pemberdayaan masyarakat.