cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
KESETARAAN GENDER DALAM KELUARGA UNTUK MENINGKATKAN TARAF HIDUP MASYARAKAT  DUSUN SEMPU, WONOKERTO, KABUPATEN SLEMAN Dian Azmawati; Wahyuni Kartikasari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.474 KB) | DOI: 10.18196/ppm.34.303

Abstract

Dusun Sempu berada di kaki gunung Merapi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai salah satu dari 13 dukuh di Desa wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah istimewa Yogyakart, mayoritas warga dusun bermata pencaharian sebagai petani, khususnya salak. Sempu memiliki 330 kk, dengan jumlah penduduk 1136, terdiri dari laki-laki 574 jiwa dan jumlah perempuan sebanyak 562 jiwa. Dusun ini sudah cukup maju, tampak dari kondisi ekonomi sebagian besar warganya dan fasilitas pendidikan serta kesehatan yang baik. Dalam aspek sosial kemasyarakatan, warga dusun sudah cukup maju dengan aktifnya organisasi, seperti organisasi kepemudaan yaitu Kelompok Karang Taruna dan arisan, serta keagamaan seperti TPA. Kegiatan musyawarah sering dilakukan oleh masyarakat Dukuh Sempu dalam rangka mencari sebuah solusi, dalam pertemuan arisan antar RT, rapat ibu-ibu PKK, Pertemuan bapak-bapak atau pada perkumpulan yang diadakan di Dukuh Sempu. Namun pengambilan keputusan masih sering dilakukan hanya dengan mendengarkan keputusan dari kaum laki-laki, sehingga peran perempuan dalam musyawarah dan pengambilan keputusan masih rendah. Kultur sosial budaya yang ada menempatkan perempuan pada kelas kedua. Hegemoni budaya patriarkhi menempatkan laki-laki sebagai pemimpin dalam keluarga, organisasi, maupun politik, sehingga partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan masih relatif rendah, sehingga perempuan lebih memilih bersikap pasif. Kondisi tersebut mendorong kami untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dalam pemberdayaan masyarakat agar pembangunan dusun Sempu dapat berjalan dengan lebih baik. Melalui kegiatan pengabdian dengan tema “Kesetaraan Gender”, diharapkan dengan keterlibatan perempuan, pembangunan yang berjalan menjadi sensitif terhadap kebutuhan berbagai elemen dalam masyarakat, salah satunya adalah perempuan.
PEMBERDAYAAN ANGGOTA AISYIYAH CABANG KASIHAN BERBASIS OLAHAN BAHAN PANGAN LOKAL Eni Istiyanti; Sarjiyah Sarjiyah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.292 KB) | DOI: 10.18196/ppm.34.304

Abstract

Anggota Aisyiyah Ranting Ngestiharjo dan Tamantirto Utara cabang Kasihan mempunyai usaha produksi snack (jajanan) dengan bahan baku sebagian besar dari tepung terigu. Snack yang diproduksi dengan bahan pangan lokal seperti ubi jalar dan ubi kayu masih sangat terbatas dengan tampilan yang kurang menarik konsumen kekinian. Hal ini disebabkan karena pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah bahan pangan lokal masih terbatas. Tujuan dari kajian ini yaitu 1) meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan membuat jajanan (snack) berbasis bahan pangan lokal, 2) mengembangkan strategi pemasaran yang sesuai agar snack dari bahan pangan lokal dikenal dan diminati banyak konsumen. Guna mengatasi permasalahan tersebut diperlukan pelatihan pembuatan snack dari bahan pangan lokal (ubi jalar dan tepung mocaf) dan fasilitasi peralatan serta penyuluhan dan pendampingan dalam menerapkan strategi pemasaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa adanya pelatihan dan fisilitasi peralatan dapat meningkatkan ketrampilan dalam mengolah bahan pangan lokal dari ubi jalar dan tepung mocaf menjadi berbagai kue dan roti. Penerapan strategi pemasaran yang tepat dapat meningkatkan permintaan konsumen. Konsumen menjadi bertambah karena tampilan snack menarik, rasanya enak dan harganya tidak mahal.
PEMBERDAYAAN KARYAWATI PABRIK AULIA UNTUK PENINGKATAN MUTU TEMPE Agung Astuti; Alni Rahmawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.908 KB) | DOI: 10.18196/ppm.34.305

Abstract

Salah satu permasalahan di pabrik tempe AULIA Sleman adalah kegagalan produk tempe karena pertumubuhan jamur yang tidak penuh pada tempe. Hal tersebut dipengaruhi kualitas bahan baku dan faktor lingkungan selama proses pembuatan tempe. Tujuan pengabdian ini adalah peningkatan pemahaman dan ketrampilan karyawati pabrik tempe AULIA tentang mutu produk tempe melalui lingkungan fermentasi terkendali. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode Penyuluhan tentang Faktor Kualitas Tempe dan Pelatihan serta pendampingan penerapan lingkungan fermentasi terkendali, kemudian dievaluasi menggunakan pretes dan posttes serta standar mutu produk tempe. Dengan penyuluhan menggunakan media power point menunjukkan ada peningkatan pemahanan tentang faktor kualitas tempe sebesar 38%. Setelah diadakan pelatihan penggunaan Alat Pelindung Diri dan Cuci Tangan Metode WHO, maka hasil menunjukkan bahwa ketrampilan karyawan pabrik meningkat 23%. Sedangkan selama pendampingan peningkatan mutu produk dengan fermentasi terkendali, maka tempe AULIA sudah terstandarisasi.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU BALITA KENANGA di BIDANG KESEHATAN GIGI dan MULUT Dian Yosi Arinawati; Nyka Dwi Febria
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.358 KB) | DOI: 10.18196/ppm.34.306

Abstract

Survei Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 menyebutkan sebanyak 57,6% masyarakat mempunyai masalah kesehatan gigi dan hanya 10,2% yang mendapatkan penanganan oleh tenaga medis. Posyandu merupakan program integrasi kegiatan pelayanan sosial dasar keluarga yang dibantu oleh tenaga kesehatan dalam aspek pemantauan tumbuh kembang anak. Pelaksanaan posyandu dilaksanakan secara kordinatif dan integratif disesuaikan dengan kebutuhan lokal atau situasional dengan mempertahankan aspek pemberdayaan masyarakat. Namun program pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang merupakan pondasi kesehatan dasar belum pernah dilaksanakan di posyandu. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut masyarakat melalui pelatihan kader posyandu balita. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Kenanga, berlokasi di dukuh Bandut Lor, desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 9 orang kader. Alur pengabdian dimulai dengan pelaksaan pretest untuk mengetahui tingkat pengetahuan dasar seputar kesehatan gigi dan mulut kader, presentasi materi kesehatan gigi dan mulut oleh tenaga kesehatan, dan diakhiri dengan postest. Hasil pretes/postest menunjukkan adanya kenaikan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut walaupun tidak 100%. Dengan adanya pelatihan kesehatan dan gigi mulut kepada kader posyandu, diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam upaya edukasi kepada masyarakat terkait kesehatan gigi dan mulut, mendeteksi dini adanya penyakit gigi dan mulut anak, serta mampu melakukan rujukan ke puskesmas.
PEMBERDAYAAN WANITA TANI MELALUI PENGEMBANGAN KERIPIK SINGKONG DI SRITEN PILANGREJO, NGLIPAR, GUNUNGKIDUL Indardi Indardi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.18 KB) | DOI: 10.18196/ppm.34.307

Abstract

Dusun Sriten merupakan salah satu dusun terluas yang ada di Desa Pilangrejo, Nglipar, Gunungkidul. Keseluruhan warga masyarakat bekerja di sektor pertanian, yakni usahatani tanaman pangan dan peternakan. Produksi tanaman pangan yang dihasilkan adalah padi, jagung, dan utamanya ubi kayu. Melimpahnya ubi kayu hanya dikeringkan menjadi gaplek, sedangkan harga gaplek sendiri Rp 1.500,-Rp 2.000,-/kg, serta belum terbukanya pikiran masyarakat petani Dusun Sriten untuk meningkatkan nilai tambah produk ubi kayu. Tujuan kegiatan yaitu membantu masyarakat Dusun Sriten untuk meningkatkan kualitas hidup melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan melalui pengolahan hasil pertanian guna untuk meningkatkan ekonomi pendapatan masyarakat. Konsep kegiatan meliputi pengorganisasian kelompok, memberikan penyuluhan dan pelatihan serta pendampingan kegiatan. Hasil kegiatan adalah terbentuknya Kelompok Wanita Tani Pengrajin Kripik Singkong, terlaksananya penyuluhan dan pelatihan pengolahan keripik singkong dan terakhir terbukanya jejaring pemasaran produk (7 outlet/took). Di akhir acara pelatihan pembuatan keripik singkong dilakukan serah terima alat perajang otomatis, spinner, bumbu aneka rasa, toples pencampur bumbu kepada KWT. Kesimpulan kegiatan sosialisasi terkait dengan adanya penyuluhan dan pelatihan disambut baik oleh tokoh masyarakat dan ibu-ibu Dusun Sriten. Kegiatan penyuluhan dengan materi 1) motivasi pentingnya usaha berkelompok, 2) menajemen kelompok, 3) jejaring pemasaran dalam pemberdayaan masyarakat, 4) penyuluhan pembuatan keripik singkong aneka rasa. Penyuluhan berjalan lancar dan efektif terjadi peningkatan pemahaman terhadap materi penyuluhan secara siknifikan. Kegiatan pelatihan pembuatan keripik singkong berjalan dengan lancar dan ada keyakinan pada diri ibu-ibu bisa memproduksi secara mandiri. Dalam kegiatan pembukaan jejaring pemasaran masih relatif terbatas karena terkait kondisi topografi wilayah Dusun Sriten yang terjal dan jauh dari akses jalan raya dan keterbatasan kepemilikan kendaraan bermotor.
PELATIHAN PENYUSUNAN RENSTRA RUMAH SAKIT: TREND WATCHING ANALYSIS Firman Pribadi; Merita Arini
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.021 KB) | DOI: 10.18196/ppm.36.308

Abstract

Rencana strategis (renstra) adalah bagian vital dalam manajemen rumah sakit. Penyusunan renstra saat ini bukanlah hal mudah sehinggs banyak rumah sakit yang menyusunkan renstranya melalui konsultan manajemen dan berbiaya tinggi mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah, tergantung pada tingkat kesulitan dan kedalaman renstra yang dibuat.Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah melatih staf dan pimpinan rumah sakit yang terlibat dalam penyusunan renstra untuk belajar cara mengumpulkan data, mengolah data, dan menyimpulkan data eksternal dan internal guna melakukan trend watching analysis. Metode pelatihan dilaksanakan secara online melalui media zoom, sedangkan metode trend watching analisis dilaksanakan dengan menggunakan metode proses analisis lingkungan, analisis persaingan industri, dan five forces Michael Porter. Hasil pelatihan menunjukan bahwa peserta pelatihan merasa puas karena mendapatkan pencerahan dan pemahaman yang baik dan komprehensif tentang cara mengolah data dan menyimpulkan hasil pengolahan data lingkungan ekternal dan internal dalam trend watching analysis. Implikasi dari pelatihan ini diharapkan rumah sakit dapat menyusun renstra sendiri terutama terkait trend watching analysis. Setelah pelatihan dilakukan, terdapat peningkatan skill peserta dalam melakukan trend watching analysis sehingga penyusunan renstra sesuai yang dengan persyaratan akreditasi rumah sakit dapat dilakukan.
Pencegahan Tindak Kekerasan Terorisme Demi Perdamaian Yang Berkesinambungan (Sebuah Pendekatan Teologi  Damai Islami) Martinus Sardi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.12 KB) | DOI: 10.18196/ppm.36.309

Abstract

Tindak kekerasan terorisme merupakan fakta social yang ada dalam masyarakat kita, dan tiada hentinya menggoyahkan kedamaian masyarakat. Tindak kekerasan itu seharusnya dapat diatasi dengan pendekatan yang islami. Islam sebagai agama yang damai harus menawarkan jalan yang jitu untuk menjawab tantangan jaman itu. Salah satu cara yag dianggap ampuh tidak lain daripada melaksanakan pencegahannya. Dibutuhkan pencegahan tu untuk dilaksanakan terus menerus tiada hentinya miulai dari tingkat yang paling rendah sampai dengan tingkat yang paling tinggi di masyaraat kita, sehingga perdamaian dan suasana damai akan dapat dinikmati dalam hidup di masyarakat.
OPTIMALISASI GERMAS MELALUI KADER ‘AISYIYAH DALAM PROGRAM ELIMINASI TUBERCULOSIS PASCA TERAPI TB Ana Majdawati; Inayati Inayati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.799 KB) | DOI: 10.18196/ppm.36.310

Abstract

Pasca-TB adalah istilah untuk pasien Tuberkulosis (TB) yang pernah mendapat Obat Anti TB (OAT) dan dinyatakan sembuh. Evaluasi dilakukan karena peluang relaps 5-10x, timbulnya TB resisten obat, dan Sindroma Obstruksi Pasca-TB (SOPT) pada pasien pasca-TB. Data menunjukkan 56,41% pasca-TB masih bergejala dan 88,5% temuan lesi radiografi toraks dan terbanyak fibrosis 78,2%. Angka kejadian TB di Kecamatan Mergangsan Yogyakarta cukup tinggi dengan pemukiman padat. Pengabdian masyarakat ini melibatkan kader TB ‘Aisyiyah yang sudah bekerjasama dengan puskesmas terkait TB di masyarakat. Hasil wawancara awal , kendala yang ditemui di lapangan: 1). kader TB ‘Aisyiyah sebatas penemuan kasus TB baru, evaluasi pasien pasca-TB jarang dilakukan; 2) kurangnya pemahaman dan perlunya refreshing TB, pasca-TB dan komplikasinya; 3). Keterbatasan komunikasi. Tujuan pengabdian masyarakat ini mengoptimalkan tugas dan peran kader TB ‘Aisyiyah pada kasus TB yang meliputi evaluasi pasien pasca-TB. Kegiatan yang dilakukan, sosialisasi pengabdian masyarakat berdasarkan Focus Group Discussion (FGD), pelatihan pengisian lembar investigasi pasca-TB. Kegiatan tatap muka masa pandemik Covid 19 dibatasi 11 wakil kader yang selanjutnya dapat meneruskan ilmunya kepada masyarakat. Bukti keberhasilan pengabdian masyarakat adalah hasil pengisian lembar investigasi oleh kader yang lengkap serta pasien pasca-TB yang bersedia melanjutkan pemeriksaan sebanyak 54 orang.
CEGAH RESISTENSI KUMAN DENGAN PENGKADERAN KELOMPOK PEDULI ANTIBIOTIKA RASIONAL Inayati Inayati; Yoni Astuti; Lilis Suryani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1132.083 KB) | DOI: 10.18196/ppm.36.311

Abstract

Infeksi menjadi masalah kesehatan masyarakat penting terutama di negara berkembang dan membutuhkan antibiotika untuk pengobatan. Tahun 2010 kematian penyakit infeksi di Indonesia 31,2%. Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi berakibat resistensi bakteri terhadap antibiotik dan mempengaruhi morbiditas, mortalitas, ekonomi dan sosial. Hasil penelitian Antimicrobial Resistant in Indonesia , 43% Escherichia coli resisten berbagai antibiotik. Edukasi dan informasi penggunaan antibiotika rasional diperlukan masyarakat untuk menghindari pengunaan antibiotika tidak rasional. Pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Ambarketawang, Gamping, Sleman, daerah perkotaan di mana ketersediaan antibiotika cukup mudah diperoleh masyarakat dan kemungkinan ditemukan penggunaaan antibiotik secara tidak rasional dan belum mengetahui akibatnya. Sosialisasi penggunaan antibiotika rasional dan bahaya penggunaan antibiotika tidak rasional diikuti aktif 56 peserta, melakukan focus group discussion menggali persepsi penggunaan antibiotika rasional diikuti 2 kelompok terdiri 16 orang/kelompok dipandu 2 fasilitator dan 2 transkriptor. Pelatihan pemantauan penggunaan antibiotika rasional dilakukan oleh 3 kelompok yang melakukan survei terhadap 5 – 7 Kepala Keluarga di desa Ambarketawang Gamping Sleman. Rencana tindak lanjut adalah penyusunan Panduan Kerja Kelompok Peduli Penggunaan Antibiotika dan luaran berupa Buku Panduan Penggunaan Antibiotika.
PENINGKATAN KUALITAS GENERASI SADAR KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI SMA MUHAMMADIYAH I BANTUL Nur Hayati; Alfaina Wahyuni; Alfun Dhiya An
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.957 KB) | DOI: 10.18196/ppm.36.312

Abstract

Kesehatan reproduksi sangat penting untuk dipahami oleh semua orang, khususnya remaja putri. Banyak remaja mendapatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dari media sosial yang tidak terjamin kebenarannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesadaran remaja mengenai kesehatan reproduksi. Mitra kegiatan ini adalah remaja putri siswi SMA yang rentan terhadap pengaruh negatif dari media sosial maupun lingkungannya. Metode pengabdian masyarakat dengan mengadakan webinar yang diikuti oleh siswa SMA. Pembicara menyampaikan materi mengenai kesehatan reproduksi melalui webinar dan membuat poster-poster untuk dibaca oleh mitra. Sebelum mengikuti webinar siswa diuji pengetahuannya mengenai kesehatan reproduksi dengan pretest. Setelah mendapatkan pemaparan materi, dilakukan postest. Hasil analisis pretest dan postest menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa mengenai kesehatan reproduksi. Pengabdian masyarakat dengan webinar dan pembuatan poster dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan reproduksi.

Page 30 of 134 | Total Record : 1338


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue