Articles
1,338 Documents
PELATIHAN PENULISAN CERITA PENDEK BER-BAHASA INGGRIS DI SMP MUHAMMADIYAH 8 YOGYAKARTA
Arifah Mardiningrum
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (204.808 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.42.742
Keterampilan menulis adalah salah satu keterampilan memakai satu bahasa yang sangat dibutuhkan dalam dunia akademis. Namun, dikarenakan bagi banyak orang, keterampilan ini cukup menantang, maka, dalam masa pembelajaran di awal, memilih media menulis yang tidak terlalu mengintimidasi sangatlah penting. Di jenjang sekolah menengah pertama, Bahasa Inggris baru secara resmi diberikan. Sehingga banyak siswa yang masih belum menguasai bahasa ini. Memilih media tulis yang nyaman dan tidak terlalu formal, seperti cerita pendek bisa menjadi alternatif peningkatan keterampilan menulis siswa. Program pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan menulis cerita pendek (short story) ber-Bahasa Inggris di SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta. Pelatihan dilaksanakan dengan mengedepankan metode pendekatan personal dengan memberikan bimbingan personal siswa yang akan dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Pelatihan telah dilaksanakan secara daring maupun luring. Pertemuan luring hanya dilaksanakan dua kali mengingat kondisi pandemic. Sedang secara online, yang telah dilakukan adalah pembimbingan personal oleh mahasiswa fasilitator melalui media WhatsApp dan dosen pengabdi sebagai pemberi umpan balik draft tulisan yang dihasilkan. Terdapat tujuh cerita pendek berBahasa Inggris yang dihasilkan murid peserta pelatihan.
PENDAMPINGAN PRAKTIK BAHASA INGGRIS BAGI SANTRI MADRASAH MUALLIMAT MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Yordan Gunawan;
Muhamat Ridho Yuliyanto;
Naufal Bagus Pratama
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.286 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.42.743
Belajar bersama penutur asli (native speaker) merupakan salah satu metode pembelajaran bahasa Inggris terbaik. Kegiatan peningkatan kualitas Bahasa Inggris ini dilakukan bersama antara Tim Pengabdi, Kantor Urusan Internasional Lembaga Kerja Sama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dimana santri Muallimat sebagai objek. Masalah pokok yang dihadapi santri secara umum adalah sulitnya mendapat kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan penutur Bahasa asing di luar lingkungan Madrasah Muallimat, terutama penutur asli, terutama di masa pandemi seperti saat ini. Keberadaan mahasiswa asing di lingkungan UMY yang menetap di Indonesia serta semakin gencarnya penggunaan online platform untuk berkomunikasi membuat aktifitas ini menjadi lebih mudah direalisasikan. Program pengabdian ini berupa sharing session antar santri Muallimat difasilitasi oleh tim Pengabdi UMY, lalu dilanjutkan dengan sesi bersama beberapa mahasiswa asing UMY dan UKM yang dari beragam asal negara yang merupakan penutur asli Bahasa Inggris, dalam periode waktu yang berbeda. Metode pendekatan yang dilakukan terhadap santri Muallimat adalah pendekatan berbasis partisipasi aktif dan interaktif, dalam room besar dan break out room. Adapun luaran dari pengabdian ini berupa adanya peningkatan kepercayaan diri santri dalam berbicara menggunakan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari, serta mendapatkan kosa kata dan pengucapan yang tidak bisa ditemui di kamus ataupun buku pelajaran bahasa Inggris.
RADIO EDUKASI PENDIDIKAN UMY: SOLUSI PASTI KETERBATASAN SINYAL INTERNET
Fitri Arofiati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (490.235 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.42.744
Pandemik COVID-19 yang diprediksi akan memanjang, memberikan peluang bagi tenaga pendidikan disemua tingkatan untuk dapat melakukan inovasi pembelajaran sebagai upaya untuk mempertahankan capaian kompetensi. Pembelajaran jarak jauh dimasa pandemi seperti saat ini relatif masih bisa diikuti oleh siswa yang memiliki kemudahan akses internet. Namun tidak demikian bagi siswa yang tinggal di daerah dengan akses sinyal internet sangat minim seperti di wilayah Kecamatan Selo Kabupaten Kulonprogo. Daerah yang secara geografis tidak terlalu jauh dari ibukota kabupaten, namun terletak di antara perbukitan sehingga mengakibatkan jaringan internet tidak begitu kuat menjangkau wilayah tersebut. Keterbatasan biaya untuk memiliki handphone (gawai) serta kemampuan untuk membeli paket data juga menjadi persoalan serius dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Hal ini dialami oleh guru dan siswa di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MI Muhammadiyah) Selo yang sering harus melakukan aktivitas dari rumah untuk mendapatkan jaringan yang lebih baik. UMY membuat program kemitraan dengan sekolah Muhammadiyah di wilayah Kulonprogo terdampak pandemi COVID-19 terkonsentrasi masalah sinyal melalui program KKN Radio Edukasi khsususnya pada tahun akademin 2020/ 2021. UMY menilai bahwa di daerah dengan jaringan internet lemah atau tidak ada jaringan (blank spot), materi pembelajaran bisa diajarkan kepada siswa dengan memanfaatkan teknologi radio yang akan menghemat penggunaan paket data internet. Tujuan dari kegiatan KKN ini untuk membantu dan memfasilitasi guru dalam mengembangkan media dan metode pembelajaran melalui program siaran radio. Kelompok KKN Radio Edukasi yang diterjunkan di MI Muhammadiyah Selo adalah kelompok 3, dengan jumlah mahasiswa 8 orang yang berasal dari beberapa Program Studi sehingga diharapkan mampu membantu program yang telah ditetapkan. Kegiatan yang dilakukan selama proses kegiatan KKN ini adalah melakukan modifikasi ruang untuk pembuatan studio mini sebagai sarana pembelajaran siswa serta melatih guru dalam pembuatan bahan dan media ajar. Ruangan dimodifikasi agar dapat digunakan untuk membuat media pembelajaran dan siaran radio yang saat ini pemancarnya terpusat di dusun Penggung sekitar 4,6 km dari MI Muhammadiyah Selo. Mahasiswa KKN juga membantu pembuatan materi pembelajaran berbasis radio yang mampu digunakan dan diakses oleh siswa melalui frekuensi tertentu. Keterbatasan jaringan internet maupun ketersediaan perangkat akan dapat teratasi dalam jangka panjang.
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA EDUKATIF UNTUK PEMBANGUNAN KARAKTER ANAK USIA DINI
Andi Wirantaka
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (163.022 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.42.745
Alat peraga edukatif (APE) adalah alat yang digunakan untuk guru untuk mengajarkan anak usia dini. Selain untuk pengajaran ilmu pengetahuan, APE juga bermanfaat untuk pengajaran karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan APE yang digunakan untuk pengembangan karakter anak usia dini. Penelitian ini adalah penelitian Reseach and Development (RnD). Tahapan dalam penelitian ini adalah
PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU MELALUI BERBAGI PRAKTEK BAIK PEMBELAJARAN DARING DI SDN TERSAN GEDE 1
Andi Wirantaka
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.922 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.42.746
Pembelajaran daring yang dipicu dengan adanya pandemi Covid 19 mengubah cara pelaksanaan pendidikan di tingkat dasar. Hal ini berdampak kepada cara pelaksanaan pendidikan yang menuntut guru untuk bisa menyesuaikan cara pengajaran yang sesuai dengan tuntutan zaman. Kompetensi guru yang rendah terhadap penyelenggaraan pembelajaran daring merupakan fenomena yang terjadi di SDN Tersan Gede 1. LAngkah yang kemudian diambil adalah dengan melakukan berbagi preaktek baik pelaksanaan pembelajaran daring oleh para guru SDN Tersan Gede 1. Penelitian ini adalah bentuk penelitian kualitatif dengan desain penelitian descriptive qualitative. PArtisipan dalam penelitian ini adalah 15 guru SD Tersan Gede 1. Metode pengambilan data adalah dengan wawancara. Hasil data yang diperoleh menunjukkan bahwa berbagi praktek baik mampu meningkatkan kompetensi guru dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa berbagi praktik baik mampu menjadi solusi untuk meningkatkan kompetensi guru sehingga hal ini perlu untuk dibiasakan sebagai bagian dari learning community di sekolah.
PENGUATAN KELEMBAGAAN SOSIAL MASYARAKAT DI ERA PANDEMI
Sriyadi Sriyadi;
Jazaul Ikhsan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.617 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.44.747
Desa Pendowoharjo merupakan bagian integral dari wilayah Kabupaten Bantul yang terdiri dari 75 (tujuh puluh lima) desa. Desa Pendowoharjo memiliki luas wilayah 6.980,170 Ha yang secara administratif Pemerintahan terbagi dalam 16 (enam belas ) Pedukuhan dan 94 RT. Di Desa Pendowoharjo banyak masyarakat atau warganya yang usaha di bidang kuliner. Salah satunya usaha kecil bidang kuliner dengan nama “Bertambul”. Permasalahan yang dihadapi oleh usaha kecil “Bertambul” adalah masih kurang menyediakan protokol kesehatan Covid 19. Tujuan dari pengabdian ini diantaranya (1). Penyuluhan dan diskusi pentingnya protokol kesehatan Covid 19, (2). Memfasilitasi pengadaan tempat cuci tangan (wastafel), dan (3). Memfasilitasi banner. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini (1). diskusi, kegiatan ini dilakukan dengan diskusi tentang pentingnya banner penunjuk usaha dan wastafel protokol kesehatan Covid 19, dan (2). demonstrasi dan praktek. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa fasilitasi pentingnya protokol kesehatan Covid 19 bagi usaha mikro kecil dan menengah “Bertambul”, fasilitasi pengadaan tempat cuci tangan (wastafel), dan fasilitasi mendesain dan memasang banner diikuti dengan antusias oleh pengrajin. Kepada pengrajin diserahkan bantuan berupa tempat cuci tangan (wastafel) 2 unit dan banner 2 unit. Perlu pendampingan perguruan tinggi yang berkesinambungan demi keberhasilan dan berkembangnya UMKM Bertambul.
OPTIMALISASI MARKETING TERHADAP UMKM APRI’S SILVER PADA MASA PANDEMI
Sriyadi Sriyadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (334.899 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.44.748
Kelurahan Purbayan terdiri dari 14 Rukun Warga (RW) dan 58 Rukun Tetangga (RT) dengan jumlah Kepala Keluarga 3302 KK dan jumlah penduduk 10.176 jiwa. Salah kampung yang berpotensi di Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta adalah Kampung Basen. Kampung Basen sendiri telah diresmikan sebagai kampung wisata berbasis potensi UMKM. Kampung Basen ini termasuk desa yang memiliki sumber daya manusia yang baik dibuktikan dengan banyaknya pengrajin salah satunya pengrajin perak Apri”s Silver. Pengrajin perak ini membuat beraneka ragam kerajinan yang dapat dikembangkan. Permasalahan yang dihadapi pengrajin salah satunya adalah kurangnya pemasaran yang dilakukan untuk menarik minat pembeli apalagi saat pandemi, termasuk belum mempunyai kemasan atau packaging yang menarik. Tujuan dari pengabdian ini (1). mengetahui kemasan (packaging) kerajinan perak yang menarik, dan (2). memfasilitasi pembuatan kemasan (packaging) kerajinan perak. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian (1). penyuluhan dan diskusi, kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan, ceramah dan diskusi tentang kemasan (Packaging) produk kerajinan, dan (2). demonstrasi dan praktek. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa fasilitasi pembuatan kemasan yang menarik diikuti dengan antusias oleh pengrajin. Kepada para pengrajin diserahkan bantuan berupa 12 set kemasan yang menarik dengan 3 ukuran. Perlu pendampingan perguruan tinggi yang berkesinambungan demi keberhasilan pemasaran kerajinan perak Apri’s Silver.
PENDAMPINGAN PKM INDUSTRI ROTI DALAM PENINGKATAN PRODUKSI
Sriyadi Sriyadi;
Jazaul Ikhsan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.956 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.44.749
Dusun Karangrejek, Desa Karangtengah, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari 7 Rukun Tetangga (7 RT), 360 Kepala Keluarga. Total penduduk yang tinggal di Dusun Karangrejek sebanyak 542 jiwa laki-laki dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 516 jiwa. Salah satu potensi yang dimiliki Dusun Karangrejek adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di Dusun Karangrejek adalah usaha “Roti Mbak Supri”. Industri rumah tangga “Roti Mbak Supri” dalam memproduksi masih menggunakan alat-alat yang sangat sederhana termasuk dalam memasak, dengan cara digoreng. Sehingga dalam memproduksi atau memasak roti cukup banyak menggunakan minyak goreng, yang mengakibatkan banyak biaya untuk membeli minyak goreng. Permasalahan yang dihadapi Industri rumah tangga “Roti Mbak Supri” adalah selama ini dalam memproduksi atau memasak roti masih menggunakan alat yang sangat sederhana, sehingga mengurangi kualitas roti dan juga membutuhkan biaya cukup banyak untuk membeli minyak goreng. Tujuan dari pengabdian (1). penyuluhan memproduksi roti dengan berbagai varian, dan (2). memfasilitasi penggunaan mesin open roti. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini (1). penyuluhan dan diskusi, kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan, ceramah dan diskusi tentang produksi roti, dan (2). demonstrasi dan praktek. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penyuluhan memproduksi roti dengan berbagai varian dan fasilitasi penggunaan mesin open roti diikuti dengan antusias oleh pengrajin. Kepada para pengrajin diserahkan bantuan berupa mesin open roti. Perlu pendampingan oleh pemerintah dan perguruan tinggi yang berkesinambungan demi berhasilnya berkembangnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Roti Mbak Supri
OPTIMALISASI TEKNOLOGI DAN PEMBEKALAN ASPEK HUKUM HKI PADA UMKM DI MASA PANDEMI
Yordan Gunawan;
Mohammad Bima Aoron Hafiz
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (477.32 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.44.750
Fokus utama pengabdian ini adalah mengubah pola pikir masyarakat yang berprofesi seniman dan pengusaha UMKM untuk dapat memahami dan memanfaatkan digital marketing serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Mitra juga dapat melakukan komersialisasi dengan menjalankan prosedur pendaftaran HKI yang benar dan efisien, sehingga aktifitas bisnis yang dilakukan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus melindungi hak-hak ciptanya. Di dusun Krebet, Pajangan dan Dusun Piring II, Murtigading di desa ini terdapat beberapa sanggar yang mengelola kerajinan seni yang bahan utamanya adalah kayu, dan hasil yang dibuat berupa hiasan rumah, merchandise, serta karya seni lainnya. Masyarakat desa ini juga merupakan pembuat Kue Adrem, makanan ringan traditional khas Bantul. Namun, potensi tersebut belum masyarakat dimanfaatkan secara maksimal. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat setempat akan potensi yang bernilai ekonomi dan pemasaran yang masih bersifat tradisional. Permasalahan lainnya adalah masyarakat belum mengerti tentang Perlindungan HKI. Metode pendekatan berbasis partisipasi aktif dan interaktif dengan memberikan penyuluhan, pelatihan dan program keberlanjutan. Pola ini lebih menempatkan mitra sebagai partisipan aktif, dalam suasana kegiatan yang non formal/atraktif sehingga mampu menghasilkan serapan pengetahuan yang memberikan inovasi baru bagi masyarakat, dan juga meningkatkan produktivitas di masa pandemi dan memberikan pembekalan kepada mitra tentang aspek hukum HKI di Indonesia. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan perekonomian mitra dan mitra dapat memahami proteksi HKI sebagai bagian dari sistem dan strategi bisnis dan mitra dapat melakukan proteksi sekaligus komersialisasi dengan menjalankan prosedur pendaftaran HKI yang benar dan efisien. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya ekonomi masyarakat dan masyakarat lebih memahami tentang aspek hukum HKI di Indonesia dan bagaimana cara mendaftarkan kekayaan intelektual mereka.
UPAYA PENINGKATAN PEMASARAN PRODUK DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA SARANA TEKNOLOGI DAN INFORMASI
Arif Humaini
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (658.315 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.44.751
Salah satu produksi kerajinan tangan yang selama ini telah dikembangkan di masyarakat dusun Jipangan adalah berupa souvenir atau cinderamata yang berupa kipas dan tas. Para pelaku usaha di Dusun ini adalah pada umumnya sudah berusia 40 tahun ke atas, dan usaha yang mereka bangun merupakan pekerjaan utama. Sehingga permasalahan utama yang dihadapi adalah pengetahuan mereka terhadap sarana media teknologi yang pada saat ini mau tidak mau harus digunakan bagi masyarakat pelaku usaha, sarana bidang teknologi yang dipergunakan sebagai pendukung untuk pemasaran produk hingga promosi. Kebutuhan terhadap penggunaan sarana teknologi ini sangat diperlukan di masa pandemi seperti ini yang serba online. Oleh karena itulah, kami menggunakan metode pelatihan dan penyuluhan kepada masyarakat serta pendampingan sehingga program pemberdayaan kepada masyarakat ini bisa langsung dipraktekkan dan memberikan manfaat secara langsung. Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat dan pastinya bisa memberikan implikasi peningkatan promosi untuk mendongkrak daya jual dari produk hasil kerajinan yang dikembangkan oleh masyarakat.