cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
Optimalisasi Pengelolaan Bumdes melalui Pembukuan Keuangan di Desa Karangsari Zaini Muchlis; Romi Bhakti Hartarto
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.982

Abstract

BUMDes selaku lembaga keuangan desa memiliki tuntutan dalam memenuhi kebutuhan usaha skala mikro yang dijalankan oleh para pelaku usaha ekonomi desa. Dalam hal ini ia wajib membuat sebuah laporan keuangan seluruh unit usaha desa secara transparan dan penuh kejujuran setiap bulannya. Secara umum pembukuan keuangan BUMDes tidak berbeda dengan lembaga lainnya, dimana pengurus harus melakukan pencatatan secara sistematis dari seluruh aktifitas transaksi yang dilakukan setiap hari. BUMDes Karangsari yang terletak di Kecamatan Pejawaran menjadi salah satu lembaga desa yang harus melakukan laporan tersebut. Pengurus baru dalam menjalankan tugasnya masih banyak kekurangan, baik pengetahuan tentang pembukuan yang kurang dikuasai, ataupun belum memahami jobdesk yang diembannya. Hal ini menyebabkan pelayanan kepada masyarakat terhadap transparansi keuangan di desa tersebut tidak optimal dan berdampak negatif pada para pengelolanya serta menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap BUMDes dan perangkat desa. Oleh karena itu perlu adanya pelatihan dan juga pendampingan dalam menjalankan proses pembukuan keuangan di instansi tersebut. Melalui pengabdian masyarakat ini kami memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut dengan memberikan pelatihan dan pendampingan terhadap proses pembukuan keuangan yang mudah dan transparan kepada para pengelola BUMDes Karangsari. Metode pelaksanaan pengabdian ini melalui kerjasama bersama BUMDes dan beberapa perangkat desa melalui tahap sosialisasi, kemudian memberikan pelatihan terkait tata cara pembukuan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan (SAK). Tahap selanjutnya yaitu evaluasi yang akan dilaksanakan oleh tim pengabdian terhadap masyarakat akan berjalannya program ini. Adapun hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan pembukuan yaitu pencatatan dan pelaporan keuangan Unit Usaha BUMDes bagi pengelola/pelaksana operasional BUMDes Karangsari
Penentuan Value Proposition Bisnis Tenant agar Sesuai Kebutuhan Konsumen Farid Ma’ruf; Syifa Fitriani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.983

Abstract

Tahun 2021 lalu, tim Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Teknik Industri mengadakan kembali seleksi bagi mahasiswa Teknik Industri yang akan dan atau telah memiliki bisnis. Ada dua metode yang digunakan dalam penyeleksian tenant ini, yakni administratif dan presentasi. Dari proses seleksi yang dilakukan, maka terpilih dua tim yang layak mendapatkan pendanaan dan pendampingan dari tim PPK ini. Kedua tim tersebut adalah Ashiappp Art yang bergerak di bidang jasa dan Jam Tangan Batik Nirmolo yang bergerak dalam bidang manufaktur. Salah satu tema pendampingan tenant ini adalah segmentasi pasar. Hal ini sering terlupakan di kalangan pebisnis pemula bahwa dalam berbisnis itu untuk memenuhi kebutuhan penjual atau kebutuhan konsumen. Selain itu, harapan yang diinginkan dalam berbisnis terkadang tidak disesuaikan dengan kondisi yang ada. Pada pendampingan ini, kedua tenant diminta untuk menggambarkan ulang segmentasi pasar dari produk mereka sehingga sesuai antara produk yang ditawarkan dengan kebutuhan konsumen menggunakan metode Value Proposition Canvas. Metode tersebut menjelaskan keterhubungan antara pelanggan dan nilai yang ditawarkan. Hasil dari pendampingan menggunakan metode Value Proposition Canvas adalah para tenant memahami dan mengetahui apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen, mulai dari video profil, paket harga, hingga kualitas produk yang ditawarkan. Catatan lain dari pendampingan kedua tenant Teknik Industri ini adalah perlu ditegaskan lagi segmen pasar yang akan dibidik sehingga lebih terarah dan tepat sasaran. Spesifiknya adalah bagi Ashiappp Art dan Jam Tangan Batik Nirmolo dapat menambahkan pada salah satu item dari profil pelanggan, yakni segmen berdasarkan umur, jenis kelamin, atau pekerjaan sehingga lebih detail dan spesifik, serta tidak terkesan umum sekali
Perbaikan Sistem Informasi Penerimaan Pegawai Muhammadiyah PDM Sleman Asroni Asroni; Suwadi Suwadi; Slamet Riyadi; Cahya Damarjati; Abyiyansyah Meidy Laksono; Nasrul Saefullah; Abdul Eriawan Nahar; Fadhan Anwarodin
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.984

Abstract

Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat berbasis Persyarikatan Muhammadiyah (PPM Muh) UMY memiliki tujuan: 1). Mengembangkan PCM/ PRM/ PRA menjadi mandiri secara ekonomi dan sosial; 2). Membantu menciptakan ketentraman, dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat; serta 3). Meningkatkan keterampilan berpikir, membaca, dan menulis atau keterampilan lain yang dibutuhkan (softskill dan hardskill) bagi anggota PCM/PRM/PRA. Pada pelaksanaan pengabdian ini berawal dari permasalahan PDM Sleman di dalam membantu pelaksanaan penerimaan pegawai guru dan karyawan Muhammadiyah pada tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari cara yang masih konvensional yang masih banyak membutuhkan proses manual dan ditambah adanya wabah Covid-19. Dari permasalahan tersebut, mulai dilakukan inisialisasi proses secara online dengan menggunakan website. Pelaksanaan pengabdian saat ini diusulkan untuk melakukan perbaikan konten dan alur proses untuk aplikasi yang lebih baik terutama untuk manajemen dari sisi pengguna admin yang pada aplikasi sebelumnya masih banyak sekali harus digunakan perubahan langsung ke sumber kode program diperbaiki dengan model pembuatan antarmuka (interface) untuk fitur admin. Pelaksanaan penerimaan pegawai di PDM Sleman ini membantu PCM/PRM/PRA terutama dari segi rekruitmen Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan keterampilan baik softskill dan hardskill. Dengan baiknya SDM, maka akan berkontribusi kelancaran pelaksanaan rekruitmen guru dan karyawan secara efisien dan cepat
Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi PMA PAMDES Tirtosari Sendangsari Minggir Sleman Asroni Asroni; Asep Setiawan; Marsa Sefta Lesmana
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.985

Abstract

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) adalah wujud dari pada usaha nyata pihak universitas dan masyarakat yang bersinergi untuk memajukan kehidupan yang lebih baik dan bermartabat. Tujuan KKN PPM adalah mempertahankan mata kuliah KKN menjadi mata kuliah wajib pada Perguruan Tinggi di Indonesia; mengubah pelaksanaan program KKN-PPM dari paradigma pembangunan menjadi paradigma pemberdayaan; dan mengembangkan tema-tema KKN- PPM dengan konsep co-creation, co-financing, dan co-benefit. Hilirisasi hasil-hasil riset dosen yang dapat diterapkan kepada masyarakat melalui program KKN-PPM serta mengembangkan tema-tema KKN-PPM yang bermitra dengan pemerintah dan dunia usaha. Pelaksanaa KKN PPM ini mencermati berbagai masalah yang ada di mitra, yaitu softskill serta BUMDes Sari mumpuni dalam menjalankan usahanya untuk mecukupi kebutuhan warga dalam masalah air bersih di PMA PAMDES Tirtosari. Permasalahan mitra terkait monitoring pelanggan air besih di BUMDes Sari Mumpuni yang belum ter-update secara online. Pengabdian ini akan fokus pada pembuatan sistem informasi yang bisa diakses secara online oleh semua pengguna terkait aktifitas BUMDes. Dengan proses online, diharapakan ada bentuk manajemen yang baik dan transparansi pengelolaan untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam menentukan kebijakan untuk memajukan secara terukur dan baik
Efforts to Increase Sales of Packaged Coffee Products Through Social Media and Marketplace Winny Setyonugroho; Hesti Rahayu
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.986

Abstract

Desa Sarwodadi memiliki kualitas kopi yang bagus, yang dibuktikan dengan keikutsertaan UMKM kopi dalam ‘Festival Kopi Jawa Tengah’ dengan gelar juara II pada tahun 2019. Teknik penjualan UMKM dilakukan masih dalam lingkungan saudara dan pertemanan. Data lapangan membuktikan bahwa pelaku UMKM kurang percaya diri untuk bersaing secara online. Mereka merasa tidak memiliki modal yang cukup untuk meningkatkan kualitas logo kemasan. Oleh karenanya, dirasa penting untuk menyelenggarakan pelatihan digital marketing bagi UMKM demi menunjang kemajuan UMKM. Metode yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan studi literatur yang berkaitan dengan teknologi informasi, marketplaces, dan isu UMKM yang menggunakan media sosial sebagai pemasaran. Selain itu penulis menggunakan teknik pengumpulan data seperti pengamatan melalui data empiris, wawancara, dan dokumentasi. Metode di atas diperlukan untuk mengetahui apa saja yang diperlukan untuk meningkatkan pemasaran produk UMKM. Setelah dilakukan wawancara ditemukan bahwa pelaku UMKM membutuhkan SOP agar proses pembuatan kopi berjalan dengan efektif, sehingga rasa dan keunikan kopi tetap terjaga. Selain itu, upaya meningkatkan penjualan produk UMKM kopi melalui marketplaces dan media sosial dilakukan dengan cara mengadakan pelatihan. Peningkatan penjualan komoditas kopi kemasan melalui pelatihan sangat diapresiasi oleh pelaku UMKM. Tanggapan dari pelaku UMKM secara umum cukup puas atas kegiatan pengabdian masyarakat dan berharap dapat dilakukan secara berkelanjutan
Acces To Justice Bantuan Hukum Gratis Bagi Masyarakat Miskin di Desa Panggungharjo Bantul King Faisal Sulaiman; Nasrullah Nasrullah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.51.988

Abstract

Kegiatan ini bermitra dengan pemerintah Desa Panggungharjo, khususnya dengan kelompok sasaran berupa perwakilan petani; buruh tani; buruh bangunan atau pekerja serabutan. Mereka terkategori warga kurang mampu secara ekonomi dan melek kesadaran hukum untuk mengakses bantuan hukum secara cuma-suma dalam menyelesaikan setiap sengketa hukum yang mereka hadapi. Ada dua permasalahan pokok yakni : pertama, minimnya kapasitas dan pengetahuan hak-hak konstitusional terkait akses bantuan hukum secara cuma-cuma yang disediakan pemerintah terhadap masyarakat tidak mampu sesuai UU No. 16 Tahun 2011. Kedua, minimnya kesadaran hukum dan masih tingginya sikap apatis dan pasif masyarakat tidak mampu dalam menyelesaikan perkara hukum lewat jalur non litigatif maupun pengadilan akibat ketidaktahuan akses bantuan hukum secara gratis yang difasilitasi pemerintah. Metode pelaksanaan mencakup: (a) tahap awal persiapan dan identifikasi masalah; (b) identifikasi partisipan dan studi dokumen hukum; (c) diskusi kampung interaktif terkait strategi peningkatan kapasitas diri dan pengetahuan akses bantuan hukum gratis bagi masyarakat tidak mampu; dan (d) penyuluhan hukum terkait strategi peningkatan kesadaran ukum warga dan pentingnnya memperolah akses bantuan hukum gratis bagi masyarkat tidak mampu. Dengan target capaian pemahaman maksimal 85%, diharapkan program ini memberikan kontribusi signifikan bagi kelompok sasaran bagi peningkatan kesadaran hukum, pengetahuan, dan kapasitas diri dalam akses bantuan hukum secara cuma-cuma (gratis) yang difasilitasi dan disediakan gratis oleh pemerintah bagi masyarakat tidak mampu atau terkategori jauh dari akses keadilan bantuan hukum. Luaran wajib berupa publikasi di Jurnal/ forum ilmiah nasional; Publikasi di media masa; Video kegiatan; dan tambahan sebagai peserta di forum ilmiah.
Sengketa Non Litigasi Bagi Masyarakat Tidak Mampu di Desa Bangunjiwo Bantul King Faisal Sulaiman; Nasrullah Nasrullah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.51.989

Abstract

Peningkatan kesadaran hukum sangat diperlukan bagi masyarakat tidak mampu dalam menyelesaikan sengketa hukum diluar pengadilan (non litigasi). Mereka yang hidupnya pasa-pasan karena faktor ekonomi dan menempuh pendidikan formal yang terbatas, umumnya memiliki kesadaran hukum terbatas. Ketika terlibat dengan sengketa hukum, mereka kurang paham apa saja hak-hak mereka yang dilindungi UU dan konstitusi; apakah semua masalah hukum harus dibawa ke pengadilan; atau cukup di luar pengadilan saja; apa yang dimaksud dengan instrumen non litigasi; defenisi mediasi; konsiliasi; negosiasi; arbitrasi; apa dan bagaimana kekuatan hukum mengikat; serta bagaimana sifat eksekutorial dari putusan perkara non litigasi. Belum lagi siapa saja yang dapat jadi mediator; lingkup peran mediator; defenisi dan lingkup perkara perdata; pidana; atau sengketa administrasi Desa atau tata usaha negara; apakah setiap tindak pidana bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Kesemuan indikator tersebut, secara normatif sebenarnya sudah diatur, difasilitasi negara dan tersebar diberbagai UU sektoral semisal KUHP;KUHAP; Perma 1/2016 dan UU 30/1999 mengenai Arbitrasi dan Penyelesaian Sengketa. Apalagi UU 16/20011 terkait bantuan hukum mewajibkan negara (pemerintah) untuk memfasilitasi, menggratiskan biaya perkara dan memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada masyarakat tidak mampu. Kegiatan ini bermitra dengan pemerintah Desa Bangunjiwo. Berdasarkan hasil survei awal, masih ada sebagian warga Desa yang terkategori kurang mampu secara ekonomi masih melek kesadaran hukum untuk menyelesaikan setiap sengketa secara non litigasi. Terbatasnya pengetahuan atau kapasitas hukum turut andil mengapa fenomena sikap apriori atau acuh tak acuh masih melingkupi warga untuk pro-aktif menyelesaikan setiap perkara hukum lewat jalur diluar pengadilan.
Livelihoods Assets Measurement as the Development of Tourism Village with Participatory Rural Appraisal (PRA) Diah Setyawati Dewanti; Willis Diana
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.51.990

Abstract

Pengembangan desa wisata menjadi salah satu potensi peningkatan pendapatan desa dan juga masyarakat. Akan tetapi, kesiapan penilaian perlu dilakukan dalam pengembangan potensi yang dimiliki. Studi ini memiliki tujuan untuk mengukur beberapa aset livelihoods pada pengembangan desa wisata di Desa Kalisemo. Metode yang digunakan adalah participatory rural appraisal (PRA) di mana pendekatan ini dilakukan dengan partisipasi dari masyarakat dalam mengukur dan mengembangkan desa wisata. Penelitian ini adalah inisiasi pengembangan desa wisata. PRA dilakukan dengan pendekatan observasi, partisipasi kegiatan pengembangan desa wisata, dan wawancara. Observasi dilakukan selama dua bulan dan di dalam observasi, peneliti mengembangkan acara inisiasi bersama untuk memperkenalkan desa wisata kepada masyarakat umum di sekitar wilayah Purworejo, Jawa Tengah. Wawancara dilakukan kepada masyarakat luar Desa Kalisemo dalam pelaksanaan kegiatan yang dinamakan Gowes Tebing Kalisemo dengan memperkenalkan potensi desa wisata Desa Kalisemo yang dilakukan ke-13 responden yang berasal dari Banyuasin, Karangrejo, dan Beru Tengah. Partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Desa Wisata Kalisemo menjadi potensi pengembangan cukup tinggi. Akan tetapi, ketidaksiapan infrastruktur dan atraksi wisata dinilai kurang. Aset alam menjadi dominasi atraksi yang diberikan oleh Desa Kalisemo. Pengembangan atraksi wisata yaitu flying fox menjadi rencana bagi pimpinan Desa Kalisemo
Household Waste Management in Parakan Kulon and Wetan, Sendangsari Minggir Sleman Siti Muslikhati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.51.991

Abstract

Sampah merupakan permasalahan yang membahayakan dunia, selain masalah Covid 19. Berdasarkan sumbernya, prosentase sampah Rumah Tangga menempati urutan tertinggi. Untuk meminimalisir permasalahan sampah, maka harus ada pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Pengabdian Masyarakat ini berusaha untuk melakukan pemberdayaan bagi PKK dan Karang Taruna Dusun Parakan Kulon dan Parakan Wetan dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Tujuan dari Pengelolaan sampah tersebut adalah untuk mengubah sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga menjadi barang yang tidak membahayakan lingkungan dan barang yang bernilai ekonomi, sehingga selain bisa menjaga kelestarian lingkungan, juga bisa menjadi sumber pendapatan bagi Karang Taruna dan PKK. Metode pelaksanaan kegiatan ini bersifat pemberdayaan partisipatif, yang dimulai dari tahapan observasi dan diskusi untuk menggali masalah, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pelatihan yang diikuti dengan proses pendampingan dan monitoring, serta diakhiri dengan evaluasi program
Penguatan Satgas PPA dalam Menyelesaikan Kasus Tindak Kekerasan Terhadap Anak Mujiyana Mujiyana; Nanik Prasetyoningsih; R. Yulianus Gatot
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.51.992

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat tentang Penguatan Satgas PPA dalam Menyelesaikan Kasus Tindak Kekerasan Terhadap Anak di RW 18 Leles Condongcatur adalah program yang diajukan untuk memenuhi kinerja dosen di UMY. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menciptakan kehidupan yang harmonis dalam keluarga dan masyarakat serta menghindari terjadinya konflik dalam keluarga dan dalam kehidupan bermasyarakat. Tema pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada antisipasi terhadap tindak kekerasan terhadap anak. Sebagaimana yang sering diberitakan di berbagai media massa bahwa tindak kekerasan terhadap anak dapat terjadi di berbagai daerah, baik yang dilakukan orang tua terhadap anaknya sendiri maupun terhadap anak orang lain. Melalui metode yang bervariasi di antaranya observasi, sosialisasi, FGD, maupun pendampingan, diharapkan hasil dari pengabdian masyarakat ini dapat mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap anak. Penguatan kelembagaan masyarakat melalui Satuan Tugas PPA dilaksanakan melalui simulasi dengan narasumber yang kompeten, pendampingan, dan juga dibekali dengan berbagai peraturan perundang-undangan. Hal ini dilakukan untuk menjamin adanya dukungan penuh dari berbagai pihak, yaitu dari keluarga, masyarakat dan dari pemerintah. Sudah terdapat proteksi hukum yang memperkuat posisi Satgas PPA RW 18 Kampung Leles, Condongcatur melalui Peraturan Daerah Kabupaten Ramah Anak di Kabupaten Sleman

Page 95 of 134 | Total Record : 1338


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue