cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
Mengembangkan Pemasaran UMKM Berbasis Digital Muchamad Zaenuri; Muchammad Ichsan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.968

Abstract

Kerajinan mendong di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya Kabupaten Sleman telah menjadi sebuah produk seni dan hasta karya yang sangat diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain itu, industri kerajinan mendong ada yang diproduksi oleh usaha kecil menengah (UKM) di berbagai desa dan menjadi sumber tambahan penghasilan bagi ekonomi rumah tangga masyarakat di pedesaan. Terjadinya pandemi sekarang ini pada kerajinan mendong di Desa Sendangsari juga terdampak dengan mengalami penurunan omzet penjualan yang berakibat pada berkurangnya produksi. Pandemi telah menjadikan berkurangnya kunjungan wisatawan ke Desa Sendangsari karena diberlakukannya kebijakan pemerintah yang membatasi mobilitas masyarakat seperti PPKM. Permasalahan lainnya masih kurang responsif pelaku UMKM terhadap perubahan. Hal ini dapat dilihat dari tata kelola perusahaan yang kurang fleksibel dan pemasaran yang kurang ekspansif. Permasalahan terkait tata kelola dan pemasaran dari usaha kerajinan mendong ini akan diselesaikan melalui program KKN-PPM UMY dengan melalui tindakan antara lain: 1) Pengembangan program pemasaran yang komprehensif dan 2) inovasi pemasaran berbasis media online. Hasil yang dicapai adalah tersusunnya model pemasaran yang komprehensif dengan menggunakan berbagai model pemasaran yang dapat menjangkau segmen masyarakat yang diinginkan. Penggunaan model pemasaran ini dapat meningkatkan dan menggairahkan kembali UMKM untuk bangkit menggunakan model pemasaran yang terbarukan
Penerapan Alat Penyangga Elektrik sebagai Alat Bantu Perbaikan dan Pengelasan Pada Sepeda Motor Sotya Anggoro; Zuhri Nurisna; Meilia Safitri
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.973

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Palur Wetan yang terletak di Kelurahan Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Mitra dari program pengabdian ini adalah kelompok usaha beberapa bengkal las dengan nama Anugerah Las. Permasalahan yang dialami Kelompok usaha Anugerah Las ini apabila ada pelanggan yang melakukan perbaikan sepeda motor dengan jenis Motor Sport / Motor Gede (Moge) sangat kesulitan untuk melakukan perbaikan karena motor tidak dapat dikondisikan pada posisi tegak, sehingga digunakan alat bantu berupa papan kayu, besi balok dan terkadang disenderkan pada tembok, tentu saja hal ini memerlukan waktu persiapan yang cukup lama sehingga membuat waktu perbaikan juga semakin lama dan juga kurang safety atau keselamatan kerjanya rendah karena kemungkinan sepeda motor roboh sangat besar. Solusi yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan mitra tersebut dibuat sebuah alat penyangga sepeda motor sehingga sepeda motor sport/Moge dapat berdiri tegak dengan stabil. Alat penyangga yang ditawarkan merupakan sebuah alat penyangga sepeda motor yang dapat dioperasikan secara elektrik menggunakan motor listrik (dinamo). Dimana alat ini sangat mudah dioperasikan oleh satu orang tanpa membahayakan orang lain dan Sepeda Motor pada saat proses pemasangannya. Metode yang dilakukan yaitu pengadaan alat, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil dilaksanakan dengan sukses. Mitra program pengabdian sangat terbantu dengan adanya alat penyangga elektrik yang telah dibuat
Pendampingan Manajemen Pelayanan dan Promosi Usaha Kerajinan Gerabah Kasongan Melalui Media Sosial Atik Septi Winarsih; Dewi Sekar Kencono; Firly Annisa
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.974

Abstract

Asosiasi Kerajinan Tembikar Kasongan didirikan pada tahun 1984 sebagai Koperasi Setia Bawana, yang berarti pengrajin setia tanah. Koperasi ini berkembang pesat setelah gempa Yogyakarta 2006. Desa Wisata Kasongan berada di Kajen, Bangunjiwo, Kabupaten Bantul. Kasongan adalah pusat gerabah Yogyakarta. Banyak warga yang membuat piring, kuali, kendi, toples, pot berbingkai, mainan anak, dan patung. Kasongan, desa wisata yang berjarak 7 km dari pusat Kota Jogja, menawarkan kursus kerajinan tangan dan pembuatan gerabah. Sejak Perang Diponegoro, Kasongan telah membuat gerabah, menurut Isi.ac.id (1825-1830). Mereka membuat kuali, pengaron, anglo kecil, anak perempuan, dan tembikar lainnya untuk keperluan sehari-hari. Terakhir, gerabah diolah menjadi oleh-oleh wisata. Desain sederhana tembikar Kasongan menjadi ikon lokal. Desa menghasilkan gerabah berkualitas ekspor untuk maju. Sudah mencapai pasar Eropa dan Amerika. Pada tahun 2006, terdapat 584 pengrajin. Namun saat ini, anggota koperasi berjumlah 200 orang dan yang aktif hanya 30 orang. Di masa pandemi ini, hanya sedikit yang aktif karena gerabah Kasongan diekspor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat antara lain mempromosikan gerabah Kasongan melalui media sosial karena di masa pandemi Covid-19 sebaiknya menjual produk secara online atau melalui media sosial. Media sosial memungkinkan orang untuk membeli tembikar tanpa meninggalkan rumah. Orang perlu memeriksa status WhatsApp dan Instagram. Toko online semakin banyak di toko offline (toko online). Dengan bantuan ini, diharapkan semakin banyak pengrajin yang menjual dagangannya secara online. Konsumen senang karena tidak kehilangan uang transport dan barang sampai dengan selamat
Penerapan Teknologi Tepat Guna Mesin Resistance Seam Welding pada Workshop Bengkel Las Zuhri Nurisna; Sotya Anggoro
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.975

Abstract

Pengabdian masyarakat ini merupakan program penerapan teknologi tepat guna pada mitra pengabdian CV Putra Fajar yang bertujuan untuk pengembangan unit usaha bengkel las dan workshop engineering yang bergerak di bidang pembuatan peralatan rumah sakit, terletak di Desa Donuhudan, Boyolali. Permasalahan yang dihadapi saat ini oleh mitra pengabdian yang bergerak pada bidang jasa pembuatan alat-alat rumah sakit, dimana proses pengelasannya masih menggunakan las SMAW dan las GTAW, sehingga hasil dari pengelasan produk jasa masih terdapat banyak cacat lasan yang dihasilkan dan proses produksinya kurang efisien. Cacat pengelasan ini sering muncul pada pengelasan pada plat yang tipis, terlebih lagi pengelasan dilakukan secara penuh atau kontinu. Solusi yang telah diberikan yaitu melakukan pembuatan dan pemberian hibah mesin Seam Welding dengan spesikasi input energi yang kecil sehingga dapat digunakan oleh Industri Kecil Menengah. Aplikasi Seam Welding masih sangatlah minim, hanya sebatas skala industri besar saja. Metode yang dilakukan yaitu menggunakan trafo las dengan input listrik 1 phase dan output 5 kVA, sehingga dapat digunakan pada Industri Kecil Menengah yang sebagian besar menggunakan listrik 1 phase. Mesin Seam Welding ini dirancang untuk dapat diatur output voltase dan ampere sesuai dengan kebutuhan. Putaran roda elektroda digerakkan menggunakan motor penggerak dengan pengaturan rpm putaran
Pengembangan Keterampilan Las GMAW Pada Usaha Bengkel Las Zuhri Nurisna; Sotya Anggoro; Moch Chamim
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.976

Abstract

Pengabdian masyarakat ini merupakan program pengembangan keterampilan pada kelompok usaha Hammad Jaya Steel yang bertujuan untuk pengembangan unit usaha bengkel las yang terletak di Desa Randusari, Mojolaban, Sukoharjo. Permasalahan yang dihadapi saat ini oleh kelompok usaha bengkel las yang bergerak pada jasa pembuatan produk kanopi, pagar maupun pintu yang terbuat dari baja maupun stainless yaitu pada pengelasan material baja berbahan tipis sering terjadi cacat pengelasan. Cacat pengelasan yang sering terjadi yaitu material sering berlubang karena inputan panas las yang terlalu tinggi. Salah satu penyebab cacat las ini yaitu penggunaan mesin las yang kurang tepat. Saat ini bengkel las mitra pengabdian melakukan pengelasan dengan munggunakan las listrik SMAW. Solusinya yaitu pelatihan teknik pengelasan plat baja tipis yang baik dan benar perlu diberikan kepada kelompok usaha bengkel las tersebut. Penambahan mesin las dengan metode Gas Metal Arc Welding (GMAW) juga diberikan kepada kelompok usaha ini untuk pengembangan keterampilan dalam pengelasan matrial baja khususnya plat baja tipis. Dengan bertambahnya keterampilan dalam penggunaan berbagai mesin las ini maka semua jenis pekerjaan pengelasan material baik baja maupun stainless dapat dikerjakan sehingga meningkatkan pendapatan. Pelatihan dan pendampingan untuk mengelola organisasi kelompok usaha bengkel las tersebut juga telah dapat mengembangkan bisnis usaha dan meningkatkan daya saing
Pengembangan Produk Donat Lela Hindasah; Fauziah Meyla Idhvelani Arda
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.977

Abstract

Kompetisi bisnis semakin ketat, memerlukan terobosan untuk tetap bertahan. Demikian juga usaha donat yang masih belum lama berjalan. Kompetitor usaha donat yang semakin banyak menuntut usaha donat semakin kreatif disesuaikan dengan segmen pasar yang dituju. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan manajemen produksi Donat Haerabagi Balecatur Gamping terutama dalam pengembangan produk yang lebih menarik dan sesuai dengan keinginan konsumen.Metode yang dilakukan dengan uji produk dan uji pasar. Uji produk dilakukan untuk pengembangan varian baru produk yang sesuai dengan target pasar yaitu anak muda, sedangkan uji pasar dilakukan untuk memastikan bahwa produk tersebut sesuai dengan keinginan konsumen. Hasil akhir pengembangan produk donat menghasilkan 5 varian baru yaitu M-Series Oreo Special, M-Series Regular Pack, Cute Regular Pack, Original Pack Full Toping dan Cute Series Bluebarry Special. Berdasarkan uji pasar semua varian disukai oleh calon konsumen, terutama untuk varian cute series regular pack. Sementara untuk saran dari konsumen, diantaranya untuk rasa, tektur, kemasan dan varian. Implikasi kegiatan ini, pengembangan produk donat bisa dikembangkan dengan memperhatikan saran dari konsumen
Pengembangan Potensi Wisata Air Terjun Segerenjeng, Desa Semangkung, Banjarnegara Tri Wahyono; M. Budi Nur Rahman; M. Iqbal Ageng Tedjakusuma
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.978

Abstract

Desa Semangkung merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara yang memiliki potensi wisata alam curug atau air terjun Segerenjeng. Kondisi objek wisata Air Terjun Segerenjeng yang tidak terawat dan akses menuju lokasi yang sangat sulit sehingga kurang diminati oleh wisatawan atau pengunjung. Akses jalan menuju Desa Semangkung juga kurang memadai karena sering terjadi longsor sehingga dapat menutup jalan. Pada program pengabdian ini, kegiatan yang dilakukan yaitu pengembangan akses jalan menuju objek wisata Curug Segerenjeng dan pengembangan profil serta pemasaran objek wisata secara online, melalui Youtube, Facebook, dan Instagram. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan program pengabdian, yaitu observasi, forum group discussion, wawancara bersama warga, dan diskusi dengan warga sekitar secara langsung untuk mengetahui potensi dan pengembangan objek wisata Curug Segerenjeng. Melalui program pengabdian tersebut, diharapkan potensi objek wisata alam yang ada di Desa Semangkung tersebut dapat dikenal sebagai salah satau alternatif tujuan wisata sehingga berpotensi dapat meningkatkan pendapatan desa. Pengembangan potensi objek wisata Curug Segerenjeng juga diharapkan dapat meningkatkan kegiatan perekonomian desa sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat
Pengembangan Akses Potensi Wisata dan Pertanian Desa Beji, Banjarnegara Tri Wahyono; M. Budi Nur Rahman; Krisdiyanto Krisdiyanto; Jasuma Nur Ilyas
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.979

Abstract

Desa Beji merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pajawaran, Banjarnegara yang terletak di sekitar destinasi wisata nasional Dieng Plateau. Desa Beji juga memiliki potensi lain yang juga dapat dioptimalkan yaitu Rawa Pusung. Sebelum masa pandemi Covid-19, lokasi tersebut biasa digunakan sebagai pusat kegiatan budaya tradisi secara rutin untuk budaya potong gimbal yang banyak dikenal sebagai tradisi di sekitar wilayah Dieng sehingga sering dikunjungi. Pada saat ini, kondisi Rawa Pusung kurang terawat, begitu juga akses jalan menuju lokasi wisata kurang memadai. Tim pengabdi berencana memberikan kontribusi dalam proses pembangunan Rawa Pusung dengan mendampingi warga desa dalam pembuatan akses jalan menuju lokasi tersebut. Pengembangan objek wisata embung sangat didukung oleh mitra pemerintah Desa Beji. Dukungan yang diberikan berupa implementasi pengembangan secara fisik berupa akses jalan menuju lokasi wisata. Melalui kegiatan tersebut, kegiatan ekonomi masyarakat sekitar akan bergerak sehingga kesejahteraan masyarakat juga semakin meningkat. Masyarakat juga akan mendapatkan keuntungan dari penggunaan akses jalan, lahan parkir, dan potensi wisata kuliner. Tahapan pelaksanaan pengembangan wisata embung Rawa Pusung dalam bentuk akses jalan dan pengembangan profil yaitu, observasi, perancagan, focus group discussion, pengembangan objek wisata rawa pusung, implementasi pengabdian, dan evaluasi serta quality control sehingga potensi wisata di lokasi embung dapat dioptimalkan. Melalui program pengabdian skema KKN-PPM proses pengembangan akses menuju lokasi dan pertanian dapat dilakukan pada tahap permulaan, selanjutnya akan dianggarkan pada rencana pembangunan desa menggunakan anggaran dana desa
Manajemen Keuangan Dan Produksi Pada Unit Usaha Angkatan Muda Muhammadiyah Bangunjiwo "Arena Juice" Puspita Dewi Wulaningrum; Andreani Hanjani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.980

Abstract

Unit Usaha Angkatan Muda Muhammadiyah “Arena Juice” telah berdiri hampir 2 tahun namun pelaksanaannya masih belum efektif. Pencatatan keuangan yang belum diatur dengan baik serta proses produksi yang terhambat karena keterbatasan alat menjadi penyebab utama usaha tersebut belum berjalan secara efektif. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memperbaiki manajemen usaha dari sisi produksi dan keuangan sehingga usaha dapat berjalan efektif. Tahapan metode yang dilakukan yaitu observasi, penggalian masalah aspek manajemen usaha dan produksi. penyusunan program, pelaksanaan program, evaluasi, tindak lanjut. Hasil pengabdian yang dilakukan untuk permasalahan tata kelola keuangan mulai dari pencatatan transaksi jual beli hingga laporan keuangan diatur dengan penggunaan alat mesin kasir disertai aplikasi keuangan serta pelatihan pencatatan hingga pelaporan transaksi. Sedangkan untuk permasalahan produksi diatasi dengan memutakhirkan alat produksi
PENERAPAN PENDAMPINGAN DAN MOTIVASI MASYARAKAT DESA SINGOPADU, KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN WONOSOBO DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI MELANJUTKAN PENDIDIKAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN SEMANGAT BERWIRAUSAHA MELALUI OPAK KOIN KHAS WONOSOBO Imam Suprabowo; Wulan Noviani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.981

Abstract

Desa Glagah terdiri dari tiga pedukuhan, yaitu Dukuh Mangunsari, Dukuh Sicantik, dan Dukuh Singopadu. Berdasarkan observasi diketahui terdapat tiga masalah utama masyarakat, yaitu motivasi bagi anak dan remaja dalam melanjutkan pendidikan, pengelolaan sampah, dan permasalahan kewirausahaan. Selain itu, keterbatasan lahan serta tidak adanya lahan persawahan menjadi permasalahan bagi masyarakat dalam mengenal model pertanian. Tiga program yang kami rancang untuk menjawab solusi dari tiga permasalahan tersebut adalah perancangan sosialisasi gerakan bank sampah, gerakan semangat berwirausaha, dan gerakan melanjutkan pendidikan bagi anak-anak dan remaja. Terkait bank sampah, sudah beberapa kali kepala dusun membuat sosialisasi mengenai edukasi bank sampah. Namun, terkendala sejak tahun 2019 Kepala Dusun telah mengusulkan kepada Kepala Desa untuk pembuatan pembuangan tempat akhir sampah atau biasa kita kenal TPA agar masyarakat tidak membuang sampah pada sungai yang seharusnya bersih, tetapi justru dipenuhi dengan sampah. Akan tetapi, sampai hari ini untuk mendapatkan dana dalam pembuatan bank sampah masih belum dikonfirmasi dari atasan. Guna mencapai target dalam tiga tahapan, yaitu tahap membangun motivasi bersekolah ke jenjang yang lebih baik, sadar pentingnya pengelolaan sampah dan berwirausaha, mempraktikkan cara berwirausaha dengan melibatkan masyarakat mitra dan melatih promosi serta mempromosikan hasil usaha masyarakat. Dari hasil ini diharapkan dapat direkomendasikan untuk dibuatkan Kelompok Usaha Bersama (KUB) atau koperasi desa agar masyarakat lebih mandiri dalam mengelola keuangan desa.

Page 94 of 134 | Total Record : 1338


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue