Articles
1,338 Documents
Upaya Tetap Eksis di Masa Krisis Melalui Pelatihan Budikdamber Bagi Mitra BMT-UMY dan Masyarakat Dusun Bakal, Desa Agodadi, Sedayu, Bantul
Lilies Setiartiti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/ppm.54.958
Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Dusun Bakal, Desa Argodadi, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. Lokasi ini terpilih karena mitra BMT-UMY berada di Desa Argodadi, serta warga masyarakat di desa tersebut (remaja masjid) mengajukan permohonan untuk dapat mengikuti kegiatan pelatihan Budikdamber (budidaya ikan dalam ember). Tujuan utama kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu mitra BMT-UMY yang selama pandemi covid-19 mengalami permasalahan finansial, sehingga kemampuan pengembalian dana pembiayaan dari BMT mengalami kendala. Disamping itu, mengingat ada masyarakat yang juga berkeinginan mengikuti kegiatan ini, maka diharapkan dengan bekal pelatihan ‘’Budikdamber’’ akan dapat memberikan alternatif upaya ketahanan pangan, khususnya pemenuhan gizi masyarakat. Budidaya ikan dilakukan dengan menggunakan media ember agar lebih praktis karena bisa dipindah-pindah tempat sesuai dengan keinginan, serta biaya pengadaan yang relatif lebih murah dibandingkan dengan media kolam.Hasil pemberdayaan usaha ekonomi produktif ini juga dapat dipergunakan untuk meningkatkan pendapatan warga. Secara keseluruhan, hasil pengabdian masyarakat ini akan menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi mitra dan masyarakat, serta ketahanan pangan khususnya pemenuhan gizi masyarakat.
Pendampingan Manajemen Keuangan Ozora Buah dengan Memperkenalkan Pemanfaatan Teknologi
Munjiati Munawaroh
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/ppm.54.959
Ozora buah adalah usaha perdagangan yang berkembang pesat, namun selama ini tidak mengelola keuangan dengan baik, sehingga pengusaha tidak mengetahui jumlah penghasilan dan keuntungan dari usaha yang digunakan untuk modal kerja dan prive usaha. Permasalahan yang ditemukan pada UKM Ozora buah adalah dalam hal pengelolaan keuangan yang belum optimal. Program Kemitraan Masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pendampingan manajemen keuangan UKM. Manajemen keuangan dilakukan dengan memperkenalkan penggunakan teknologi, yaitu aplikasi Siapik, aplikasi keuangan untuk UKM dari Bank Indonesia. Kontribusi Program Kemitraan Masyarakat ini adalah dengan mengadakan pendampingan manajemen keuangan sehingga memberikan manfaat langsung terhadap kehidupan pengusaha UKM dan masyarakat pada umumnya terutama di bidang ekonomi agar UKM naik kelas. Hasil dari pendampingan ini adalah berjalannya manajemen keuangan dengan baik dan memperkenalkan penggunaan bantuan teknologi yaitu aplikasi Siapik, aplikasi keuangan untuk UKM dari Bank Indonesia. Kesimpulan dari pendampingan ini adalah pengusaha UKM Ozora buah melakukan pencatatan aliran kas usahanya sebagai awal dari pembuatan laporan keuangan untuk mendukung tercapainya manajemen keuangan yang baik. Pengusaha UKM telah mengenal teknologi pencatatan keuangan menggunakan aplikasi Siapik sebagai pilihan untuk melakukan pencatatan yang secara otomatis akan menghasilkan laporan keuangan usaha
Wegrow : Platform Pendidikan Berbasis Website Dalam Mendukung Penyetaraan Akses Pendidikan Bagi Perempuan
Apriliya Kurnianti;
Reza Giga Isnanda;
Yoga Adhi Prasetya
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/ppm.54.960
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, indeks ketimpangan gender pada tahun 2019 adalah 0,421 persen. Terdapat jutaan artikel dan modul pembelajaran yang dapat di akses melalui internet, namun tidak semua perempuan dapat memilah dan menggunakan kesempatan tersebut dengan baik. Akses pendidikan yang banyak, namun belum tersegmentasi khusus bagi perempuan yang kurang fasih dalam literasi digital, maka hal ini menjadi cukup sulit. Akses pendidikan bagi perempuan masih dianggap biasa. Stigma yang berkembang di masyarakat bahwa perempuan tidak harus memiliki pendidikan tinggi dan proses belajarnya berhenti ketika sudah menikah atau berhenti sekolah. Perempuan merupakan salah satu elemen masyarakat yang memiliki peran dan fungsinya. Perempuan sebagai mitra sejajar laki-laki harus bisa mengoptimalkan peran strategisnya dalam sebuah pembangunan. Namun untuk mencapai itu, perempuan masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang beragam terlebih dalam lingkup gender [1]. Dengan adanya WeGrow, platfrom bidang teknologi dan pendidikan berbasis website diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran bagi perempuan yang bisa disesuaikan dengan filterisasi usia dan status sehingga pengguna nantinya bisa mendapatkan info dan pembelajaran yang sesuai dengan keinginannya. Fungsi utama platform WeGrow adalah sebagai pusat informasi dan ilmu (learn) yang menjadi jembatan antara perempuan dan ahli terkait (bridge). metode yang digunakan dalam pengabdian meliputi : 1). Identifikasi masalah, 2). Tahap pelaksanaan, 3). Evaluasi
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Untuk memanfaatkan Olahan Pisang Menjadi Berbagai Macam Produk Guna Peningkatan Ekonomi
Nur Hudha Wijaya;
Widodo Widodo;
Wisnu Kartika
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/ppm.54.961
Warga dusun Tlogo menghasilkan beragam usaha mulai dari makanan ringan khas Jogja, jamu-jamu tradisional, hingga bibit budidaya lele. Kendala yang dihadapi oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dusun Tlogo yang notabene sebagai mitra pengabdian saat ini adalah melemahnya semangat produksi olahan makanan ringan oleh ibu-ibu KWT, diantaranya pandemi, permodalan untuk bahan dasar makanan ringan serta teknologi yang digunakan dalam memproduksi masih konfensional. Pisang merupakan salah satu jenis buah-buahan yang dapat diolah berbagai macam varian makanan, namun yang beredar di pasaran olahan pisang hanya itu-itu saja. Hal ini menjadi alasan orang-orang cenderung bosan dengan olahan pisang, padahal pisang memiliki banyak sekali manfaat dalam tubuh jika dikonsumsi secara teratur. Namun tidak jarang masyarakat yang tidak menyukai buah pisang, dan bosan dengan olahan pisang. Sedangkan pisang bukan buah yang musiman, sehingga ketika tidak segera dikonsumsi akan membusuk. Dari kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan telah memberikan solusi yaitu menumbuhkan kembali semangat ibu-ibu yang tergabung dalam KWT, untuk berinovasi dalam produk olahan makanan ringan dalam hal ini berbahan dasar pisang dengan teknologi pengolahan dan pemasaran. Target yang dicapai adalah masyarakat menjadi kreatif dan bisa membuat produk aneka olahan berbahan dasar pisang untuk dijadikan salah satu ide untuk dijadikan peluang berwirausaha sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mampu berwirausaha dalam membuat makanan ringan. Untuk itu kegiatan pengabdian memberdayakan kelompok wanita tani untuk mengembangkan produk berbahan baku pisang dengan bantuan teknologi modern diyakini mampu meningkatkan produktivitas olahan. Dengan hal tersebut dapat mengubah wawasan tentang variasi menu pisang yang kaya, akan menarik perhatian dan minat masyarakat untuk mengonsumsi olahan makanan berbahan dasar pisang. Selain itu, dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat kelompok wanita tani di musim krisis ekonomi seperti sekarang ini
Stimulasi Perekonomian Usaha Kecil Menengah Terdampak Pandemi Covid-19 Keripik Pelepah Pisang "Al-Barik"
Dewi Sekar Kencono;
Atik Septi Winarsih;
Harini Sosiati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/ppm.54.962
Pandemi Covid-19 yang berkecamuk di Indonesia sejak Maret 2020 berdampak pada semua sektor. Sektor usaha perdagangan merupakan salah satu penopang perekonomian rakyat yang terkena dampak berat. Sektor perdagangan, dari kecil hingga besar, kelaparan. Pada tahun 2020, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami penurunan pendapatan sebesar 80% akibat Pandemi Covid-19. Saat ini industri rumahan mengalami permasalahan. Mereka yang dapat mengandalkan sirkulasi keuangan dari produksi rumah harus bangkrut atau berinovasi untuk bertahan hidup. Salah satu UMKM yang menjadi sasaran pengabdian masyarakat adalah keripik batang pisang Al Barik yang terletak di Dusun Dawetan, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul. Sebelum pandemi, UMKM ini menjadi tempat belajar dan toko oleh-oleh yang bahan bakunya menggunakan pohon pisang. Penggunaan pohon pisang dari tubulus hingga buah dan kulit. Hasil produksinya juga telah diundang ke pameran internasional seperti Malaysia. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan menggunakan alat pendukung proses produksi yang sudah lama digunakan dan tidak digunakan untuk mencegah terjadinya korosi. Kegiatan ini dapat membantu perekonomian bertahan dari Pandemi Covid-19 dengan mendukung proses produksi
Mekanisasi Proses Packaging Pada Kelompok Usaha Makanan Bahagia di Dusun Wanujoyo Lor
Sotya Anggoro;
Zuhri Nurisna;
Meilia Safitri;
Ririn Sotyarini
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/ppm.54.963
Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Wanujoyo Lor, Srimartani, Piyungan Bantul dengan mitra kelompok Usaha Makanan Bahagia. Permasalahan yang dihadapi kelompok Usaha Makanan Bahagia yang pertama adalah proses pengemasan makanan yang masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan distaples atau dengan menggunakan lilin untuk menutup kemasan plastik, dimana cara ini tidak tahan lama sehingga membuat makanan cepat rusak dan tidak renyah lagi serta tidak ada standar kesamaan dengan kualitas pengemasannya. Selain itu, kelompok usaha makanan bahagia ini tidak mengetahui material peralatan untuk proses pengolahan makanan yang memenuhi standar kesehatan makanan atau yang disebut dengan material food grade. Solusi yang dilakukan adalah mekanisasi pada packaging produk makanan, dengan menggunakan alat packaging yang memenuhi standar maka diharapkan produk makanan seperti peyek, keripik bayam dan lainnya akan lebih awet dan tahan lama serta memiliki standar kulitas pengemasannya lebih seragam. Selanjutnya dengan mengadakan penyuluhan tentan material yang aman untuk pengolahan makanan serta pelatihan mengenai proses pengolahan makanan yang sesuai dengan standar kesehatan. Metode yang dilakukan yaitu pengadaan alat, pelatihan dan pendampingan. Pelatihan dan pendampingan diawali dengan memberikan pelatihan cara pemrosesan packaging yang baik dan higienis serta tentang cara penggunaan alat packaging. Kedua, melakukan penyuluhan mengenai pentingnya menggunakan material yang memenuhi standar kesehatan atau menggunakan material food grade. Kegiatan ini terlaksana dengan baik dan disambut antusias oleh kelompok usaha makanan bahagia
Pembimbingan Pemasaran Online Kelompok Usaha Telur Asin dan Pepes Ikan di Dusun Ngentak Turi
Aji Winanta;
Rifki Febriansah;
Ramdhani Saifulloh;
Aldi Ihza Mahendra
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/ppm.54.964
Teknologi yang semakin berkembang membuat perilaku jual-beli produk di masyarakat juga berubah. Konsumen lebih menyukai membeli produk secara daring atau online melalui media internet. Kelebihan kegiatan jual-beli dengan menggunaan internet yaitu lebih mudah, cepat, serta dapat diakses kapan saja dan dimana saja tanpa terikat ruang dan waktu. Model pemasaran dengan menggunakan internet atau online diprediksi akan menjadi sebuah nilai tambah bagi produk atau jasa di masa mendatang. Tujuan dari program KKN-PPM UMY adalah untuk meningkatkan kemampuan dari khalayak dusun mitra yaitu usaha telur asin dan pepes ikan di dusun Ngentak, Turi, Sleman, Yogyakarta dalam memasarkan secara online. Mitra secara teknis diajarkan bagaimana cara mendaftarkan profil bisnis di mesin pencari Google serta toko-toko online yang ada di Indonesia. Selain itu, mitra juga diajarkan bagaimana cara beriklan secara online. Hal ini diharapkan akan meningkatan pendapatan mitra. Upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut antara lain adalah penyuluhan mengenai pemasaran daring (online marketing), mendaftarkan produk atau jasa yang ditawarkan ke mesin pencari Google dan toko online, serta penyuluhan mengenai model pemasaran secara online. Program hibah kemitraan KKN-PPM oleh LP3M UMY ini pada akhirnya dapat membantu meningkatkan kemampuan mitra dalam bidang pemasaran secara online, dan mengetahui cara melakukan promosi melalui internet atau online, sehingga dapat mengenalkan usaha mereka pada tingkat yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan
Pemberdayaan Kapasitas Bersaing Pengusaha Wanita Iwapi Dpd Bantul Diy melalui Penguasaan Digital Marketing
Indah Fatmawati;
Bakhrul Fahmi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/ppm.54.965
Turbulensi perubahan lingkungan bisnis memaksa pelaku bisnis, tak terkecuali UMKM untuk mampu beradaptasi, kemampuan bersaing ini yang akan menjadi salah satu sumber kekuatan pelaku bisnis untuk terus bertahan menghadapi tekanan persaingan. Permasalahan yang terjadi pada UMKM fashion wilayah Kabupaten Bantul belum semua memahami konsep strategi bersaing dan pemasaran. UMKM tersebut memiliki keterbatasan wawasan dan penerapan dalam strategi bisnis dan strategi pemasaran digital dalam menjalankan bisnisnya. Upaya peningkatan pemahaman pemasaran dan penguasaan digital marketing diharapkan dapat menjembatani permasalahan, sehingga dapat meningkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang strategi bersaing, pemasaran dan pemasaran digital dan menyiapkan mereka untuk bersaing dalam pasar digital dalam melayani pasar sasaran. Tujuan utama pada kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan mengenai digital marketing. Materi yang diberikan oleh pakar pemasaran dan praktisi digital marketing. Metode pelaksanaan dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan workshop. Hasil yang didapat menunjukkan pelaku bisnis UMKM mendapatkan ilmu sekaligus dapat menerapkan mengenai konsep strategi bersaing dan digital marketing. Pada kegiatan ini, diharapkan dapat disimpulkan bahwa pendampingan bisnis digital bagi para pengusaha UMKM sangat diperlukan terutama di tengah meningkatnya meningkatnya arus penggunaan teknologi internet sebagai platform bisnis dan ditengah upaya untuk memupuk kembali semangat para pengusaha yang sempat lesu akibat pandemi
Pengenalan dan Pemanfaatan Media Digital Sebagai Sarana Branding Marketing Produk Inovasi Karangtaruna Kepuh Wetan Wirokerten Banguntapan
Sugeng Riyanto;
Ratih Herningtyas
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/ppm.54.966
Pandemi Covid-19 memberikan dampak buruk terhadap perekonomian masyarakat, terutama sekali ketika diberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat oleh pemerintah. Sentra sentra kegiatan ekonomi masyarakat seperti pasar, mall, restaurant, warung banyak yang harus kehilangan pendapatan akibat dari kebijakan tersebut. Salah satu yang terkena dampaknya adalah masyarakat di Dusun Kepuh Banguntapan Bantul. Potensi pengembangan UMKM di masyarakat ini cukup tinggi mengingat kampung ini mempunyai potensi khususnya pada generasi muda. Disinilah muncul permasalahan tentang bagaimana melakukan kegiatan ekonomi di era pandemi khususnya dalam hal marketing atau pemasaran. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencari variasi baru tentang marketing di era pandemi. Metode yang dilakukan adalah melalukan pengenalan dan pelatihan mengenai potensi marketing melalui media digital. Belajar dari berbagai aplikasi digital marketing seperti Shoppie, Blibli, Gofood, Gosend dan lain lain, generasi muda Kepuh mempunyai peluang yang sama untuk memanfaatkan media digital tersebut. Hasilnya, pengenalan dan pelatihan yang diberikan oleh akademisi dan praktisi mampu menggugah dan melatih minat generasi muda Kepuh untuk mencoba memanfaatkan media digital sebagai media promosi atau media iklan
Digitalisasi Pemasaran UMKM Menghadapi Pandemi Covid 19
Muchamad Zaenuri;
Muchammad Ichsan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/ppm.54.967
Sebagai salah satu UMKM, pembuatan parut kelapa di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya Kabupaten Sleman telah menjadi sebuah industri rumahan yang sangat potensial untuk terus dikembangkan. Hadirnya industri parut ini menambah sentra industri kerajinan sebagai salah satu bentuk usaha ekonomi menengah (UKM) di wilayah pedesaan sehingga dapat menggeliatkan kegiatan ekonomi bagi masyarakat desa. Desa Sendangsari, Kecamatan Minggir, di Kabupaten Sleman merupakan salah satu desa yang menjadi sentra industri parut. Pengukuhan melalui Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 55/Kep.KDH/A/2019 tentang Sentra Industri Kecil di Kabupaten Sleman Tahap V. Namun, terjadinya pandemi telah berdampak terhadap industri parut yang ada di Desa Sendangsari dengan mengalami penurunan omzet penjualan yang berakibat pada berkurangnya jumlah produksi. Permasalahan lainnya yakni sulitnya melakukan pemasaran produk. Masyarakat pedesaan masih kurang responsif terhadap perubahan, hal ini dapat dilihat pemasaran yang kurang ekspansif. Permasalahan terkait manajemen pemasaran dari usaha industri parut kelapa ini dapat diselesaikan melalui program KKN-PPM UMY melalui tindakan antara lain: 1) Pengembangan program pemasaran yang kreatif dan 2) peningkatan inovasi layanan pemasaran berbasis media sosial. Hasil yang dicapai adalah tersusunnya model pemasaran yang kreatif dengan menggunakan variasi konten pada digital marketing. Penggunaan digital marketing memberikan pengaruh pada omzet penjualan dan UMKM parut dapat bangkit kembali di era pandemi