cover
Contact Name
Dwi Fitriani
Contact Email
dwifitriani@umb.ac.id
Phone
+6285357113151
Journal Mail Official
agriculture@umb.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian dan Peternakan Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu Jl Bali Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Agriculture
Core Subject : Agriculture,
Menghasil karya ilmiah hasil penelitian baik peneliti, mahasiwa maupun praktisi dibidang Budidaya Pertanian dan Perkebunan
Articles 96 Documents
PENGARUH PEMBERIAN POC KULIT PISANG KEPOK DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata sturt) Megi Andesta; Suryadi; Neti Kesumawati; Eva Oktavidiati; Yukiman Armadi
Agriculture Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v17i2.4571

Abstract

ABSTRAK MEGI ANDESTA. Pengaruh Pemberian POC Kulit Pisang Kepok Dan NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Manis (Zea mays saccharata sturt) dibimbing oleh Bapak SURYADI dan Ibu NETI KESUMAWATI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pemberian POC kulit pisang kepok dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays Saccharata sturt). Mengetahui pengaruh pemberian POC kulit pisang kapok terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays saccharata sturt). Mengetahui pengaruh NPK terhadap pertumbuan dan hasil jagung manis (Zea mays saccharata sturt). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bentiring Permai, Kecamatan Bangkahulu, Kota Bengkulu Pada Bulan April 2022- Juli 2022. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku catatan, cangkul, parang, alat tulis, gembor, handspray, timbangan digital, meteran, mistar, tali raffia, kamera, waring (pagar) dan jangka sorong. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih jagung manis Varietas Paragon, Air, gula , kulit pisang kepok untuk bahan POC cair, NPK, pestisida, Furadan 3G. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) disusun secara faktorial. Terdiri dari 2 Faktor yaitu: Faktor pertama adalah konsentrasi POC: P0= Kontrol, P1= 5 % ( 50 ml/l), P2= 10 % (100 ml/l)P3= 15 % (150 ml/l). Faktor kedua adalah dosis NPK : N1 = 550 kg/ha. N2 = 600 kg/ha. N3 = 650 kg/ha. Terdapat 12 kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga terdapat 36 unit petak percobaan, dalam satu unit petak percoban ada 6 tanaman, dengan jumlah keseluruhan 216 tanaman, 4 tanaman sampel. Berdasarkan hasil analisis ragam interaksi antara perrlakuan POC dan NPK berpengaruh tidak nyata pada semua parameter perlakuan POC kulit pisang berpengaruh sangat nyata pada parameter pada umur diameter batang 42 HST. Berpengaruh nyata pada tinggi tanaman pada umur 42 HST. Berpengaruh tidak nyata pada parameter yang lainnya. Pada perlakuan NPK berpengaruh nyata pada parameter diameter batang 56 HST. Berpengaruh tidak nyata terhadap paramameter tinggi tanaman umur 28, 42 dan 56, jumlah daun pada umur 28. 42 dan 56 HST, diameter batang umur 28 dan 56 HST, panjang tongkol kelebot, diameter tongkol kelobot dan berat tongkol kelobot. Kata Kunci : Jagung, POC kulit pisang kapok, NPK
PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) DENGAN PERLAKUAN MEDIA TUMBUH PELEPAH SAWIT DAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Farida Aryani; Nurseha; Nurlianti Pratiwi; Anggi Ningrum Komala Devi; Neti Kesumawati
Agriculture Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i1.5025

Abstract

Jamur tiram putih merupakan jenis jamur kayu yang termasuk dalam jenis tanaman pangan yang banyak digunakan oleh masyarakat, karena memiliki gizi yang tinggi dan tidak mengandung racun, serta bermanfaat untuk kesehatan antara lain dapat menurunkan kolesterol dan memperlancar pencernaan, sehingga jamur tiram putih sangat baik untuk dikembangkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tumbuh Pelepah Sawit (PS) dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih, dan untuk mengetahui komposisi terbaik media tumbuh Pelepah Sawit (PS) dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) bagi pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 (enam) taraf perlakuan, dan 4 (empat) ulangan, setiap unit perlakuan terdiri dari 4 (empat) baglog, 6 (enam) taraf perlakuan tersebut adalah : B0 : Serbuk gergaji kayu 80% + B 15% + TJ 3% + K 2% (kontrol), B1 : PS 80% + TKKS 0% + B 15% + TJ 3% + K 2%, B2 : PS 70% + TKKS 10% + B 15% + TJ 3% + K 2%, B3 : PS 60% + TKKS 20% + B 15% + TJ 3% + K 2%, B4 : PS 50% + TKKS 30% + B 15% + TJ 3% + K 2%, B5 : PS 40% + TKKS 40% + B 15% + TJ 3% + K 2%. (PS : Pelepah Sawit, TKKS : Tandan Kosong Kelapa Sawit, B : Bekatul, TJ : Tepung Jagung, K : Kapur). Berdasarkan uji lanjut BNT 5%, menunjukkan pertumbuhan miselium perlakuan BO berbeda, tidak nyata dengan perlakuan B2 dan B3 pada umur 39 HIS, 44 HIS, 49 HIS, 50 HIS, tetapi berbeda sangat nyata dengan perlakuan B1, B4 dan B5. Sedangkan pada diameter tudung buah panen kedua perlakuan B0 berbeda tidak nyata denan perlakuan B2, tetapi pada panen ketiga perlakuan B0 berbeda sangat nyata dengan perlakuan B2, tetapi pada panen ketiga perlakuan B0 berbeda sangat nyata dengan perlakuan B1, B2, B3, B4 dan B5, namun perlakuan dengan perlakuan pelepah sawit (PS) + Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang terbaik adalah perlakuan B2 (5,39). Demikian perlakuan PS + TKKS pada panjang tangkai yang terbaik adalah perlakuan B2 (12,31) yang berbeda sangat nyata dengan perlakuan B0 (12, 53), B1 (11,63), B3 (11,13), B4 (11,40), B5 (10,73). Sedangkan pada jumlah tudung buah perlakuan B0 berbeda tidak nyata dengan perlakuan B2 baik pada panen kedua maupun pada panen ketiga. Pada bobot segar jamur tiram putih pada panen pertama, kedua dan ketiga perlakuan B0 berbeda sangat nyata dengan perlakuan B1, B2, B3, B4, B5, tetapi perlakuan B2 memberikan hasil terbaik untuk perlakuan PS + TKKS (100, 07, 77, 72, 69, 31). Berarti disini perlakuan B2 : PS 70% + TKKS 10% + B15% + TJ 3% + K 2% dapat mensubstitusi perlakuan B0 untuk pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Kata kunci : jamur tiram putih, media tumbuh, serbuk gergaji, pelepah sawit, tandan kosong kelapa sawit.
Pengaruh Pemberian Pupuk Daun gandasil D Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Hijau Keriting (Lactuca sativa L.) Saiful Arifin; M. Abror; Rafika Wahyu Nita; Faris Irfan Hanafi; Sebastianus Juna
Agriculture Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i1.5410

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui pengaruh pemberian pupuk daun Gandasil D terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada krtiting hijau. Penelitian ini dilakukan di Lahan Desa Modong, Kecamatan Tulangan Sidoarjo yang dimulai pada bulan Oktober-Desember 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok pola non factorial dengan 7 perlakuan yang diulang 3 kali. Perlakuan tersebut diantaranya adalah Pupuk gandasil D G1 : 0,5 gr/l air, G2: 1 gr/l air, G3: 1,5 gr/l air, G4: 2 gr/l air, G5: 2,5 gr/l air, G6: 3 gr/l air, G7: 3,5 gr/l air. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat basah dan berat kering. Data yang telah didapat kemudian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (annova) kemudian jika terdapat pengaruh yang nyata dan sangat nyata maka dilakukan uji Beda Nyata Jujur taraf 5% dan 1%. Hasil penelitian membuktikan bahwa pemberian pupuk daun Gandasil D memberikan pengaruh sangat nyata terhadap Tinggi tanaman dan Berat Kering, memberikan pengaruh nyata terhadap berat basah sedangkan pada variabel jumlah daun dan panjang akar pemberian perlakuan tidak bepengaruh nyata namun dikasilkan jumlah daun paling banyak pada perlakuan G7 dengan jumlah 15,33 serta panjang akar terpanjang pada G7 yaitu 16,00 helai. Kata Kunci : Selada, Pupuk Daun, Gandasil D.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA (Lactuca sativa L.) PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK KALIUM (The Respons Growth and Yield Of Selada (Lactuca stiva L.) On Dosage Kalium ) Sri Mulatsih; Asfaruddin; Sudaryanti
Agriculture Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i1.5411

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada dan untuk mendapatkan dosis yang dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil selada. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2016 di kebun percobaan BPP Pagar Jati , Kabupaten Bengkulu Tengah. . Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan (K0 : tanpa kalium. K1 : 25 kg/ha. K2 : 50 kg/ha. K3 : 75 kg/ha dan K4 : 100 kg/ha) dengan 4 ulangan sehingga terdapat 20 (dua puluh) satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kalim memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil selada. Perlakuan K4 ( 100 kg/ha KCl = 75 g/polibag)) memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik. Kata kunci : Lactuca sativa., Dosis KCl,
KOMBINASI AB MIX DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) SECARA HIDROPONIK SISTEM WICK BOTOL BEKAS Peter Forensyah; Fiana Pondesta; Yukiman Armadi; Rita Hayati; Dwi Fitriani
Agriculture Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i1.5413

Abstract

PETER FORENSYAH. Kombinasi Ab Mix Dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.) Secara Hidroponik Sistem Wick Botol Bekas. Dibimbing oleh YUKIMAN ARMADI dan RITA HAYATI. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi dan pengaruh dosis petrognaik dan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanain dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu Jl. Bali Kota Bengkulu pada bulan Agustus-Oktober 2021. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) perlakuan 1 macam nutrisi (N) yaitu Kontrol (N0), 600 ppm+0,5 gram Petrogenik/L air (N1), 600 ppm+1 gram Petrogenik/L air (N2), 600 ppm+1,5 gram Petrogenik/L air (N3). Perlakuan ke-2 yaitu Rockwool (M1) dan Sekam Padi (M2). Terdapat 8 kombinasi diulang sebanyak 4X sehingga diperoleh 32 percobaan, setiap percobaan 4 tanaman sehingga diperoleh 128 tanaman. Hasil data di analisis secara statistik menggunakan analisis sidik ragam, selanjutnya apabila berpengaruh nyata dan sangat nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multipe Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Pemberian dosis petrogenik 1 g/ L air dapat meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman pokcoy (Brassica rapa L.) secara hidroponik sistem wick botol bekas. Media tanam rockwool dan sekam padi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun. Tidak ada interaksi antara perlakuan dosis petrogenik dan media tanam terhadap tanaman pokcoy (Brassica rapa L.) secara hidroponik sistem wick botol bekas. Kata Kunci : Pakcoy, AB mix, Media Tanam
PEMANFAATAN FLY ASH-BOTTOM ASH (FABA) SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL DAN KUALITAS TOMAT Anita Azima Putri; Jon Yawahar
Agriculture Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i1.5419

Abstract

Fly ash and bottom ash are the remains of coal combustion whose production is abundant, but its processing is not maximum. Therefore, FABA should be optimally utilized as a mixture of vegetable growing media. The study aims to test the use of FABA as a mixture of plant media against vegetable growth, yield, and nitrate content. The research was conducted at …. The research were arrennged in RCBD with two factors, the first factor is the composition of the planting media consisting of 4 levels, i.e. (K0) = 0 kg FABA + land 16,0 kg, (K1) = Fly ash 0,4 kg + bottom ash 0,1 kg + land 15,50 kg; (K2) = Fly Ash 0,8 kg + lower ash 0,2 kg + ground 15,0 kg (K3) = Fly ash 1,2 kg + bottom ash 0,3 kg + tanah 14,50 kg. The results showed The composition of the planting medium 0.8 kg FA + 0.2 kg BA + 16 kg soil gave the best response to the variable number of fruit, fruit weight per plant, fruit diameter and fruit hardness. The highest nitrate content was obtained from the composition of the planting medium 0 kg FABA + 16 kg soil, while the lowest nitrate content was 1.2 kg FA + 0.3 BA + 14.5 kg soil. Vegetable products are safe for consumption in terms of nitrate levels consumed based on the provisions of the Accetable Daily Intake (ADI) and Estimated Daily Intake (EDI) Keywords : fly ash, bottom ash, nitrate, vegetable, acceptable daily intake
Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil dengan perlakuan Air Cucian Beras pada Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena L.) M. Abror; Nabila Nurma Riski; Arina Alfatus Sholihah; Aditya Hadi
Agriculture Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i1.5420

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh air cucian beras terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman terong ungu dan dosis air cucian beras yang tepat untuk menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu tertinggi. Penelitian dilaksanakan di Lahan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang berada di Perumahan Graha Pesona Modong, Tulangan, Sidoarjo. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas satu faktor percobaan dan terdiri dari tujuh taraf perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Taraf perlakuan terdiri dari 100 ml/liter air, 150 ml/liter air, 200 ml/liter air, 250 ml/liter air, 300 ml/liter air, 350 ml/liter air, 400 ml/liter air. Parameter pengamatan berupa tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, panjang akar, dan berat buah tanaman. Semua data kuantitatif dari hasil pengamatan diolah menggunakan analisis ragam (ANOVA) jika terdapat perbedaan yang nyata atau sangat nyata dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian pupuk organik cair air cucian beras tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah buah, tetapi berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, berat buah, dan panjang akar. Dosis poc air cucian beras yang menghasilkan berat buah tertinggi adalah 300 ml. Dosis poc air cucian beras yang menghasilkan panjang akar tertinggi adalah 200ml. Kata kunci : air cucian beras, terong ungu.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK SP36 DAN MACAM ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumus Sativus L) Alam Kurniawan; Jafrizal Jafrizal; Fiana Pondesta; Dwi Fitriani; Suryadi Suryadi
Agriculture Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i1.5449

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pupuk SP36 dan zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis Saivus L).Penelitian ini di laksanakan di kebun kelompok tani Milenial. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor 3 ukangan. Faktor pertama pemberian pupuk SP36 (P): P0 (kontrol), P1 (1,6 gr/tanamaan), P2 (2,4 gr/tanaman), P3 (3,2 gr/tanaman), Sedangkan faktor kedua pemberian zat pengatur tumbuh alami (Z): Z0 (kontrol), Z1 (ektrak bawang merah), Z2 (air kelapa), Z3 (ektrak toge). Berdasarkan taraf yang dicobakan dari kedua faktor pemberian tersebut, maka di peroleh 16 kombinasi perlakuan. Masing masing kombinasi perlakuan di ulang 3 kali dan di peroleh 48 satuan percobaan dan di setiap satuan percobaan terdapat 4 tanaman sehingga terdapat 192 tanaman yang akan diamati pada penelitian ini. Hasil penelitan menunjukan bahwa perlakuan pupuk SP36 berpegaruh sangat nyata terhadap umur mulai berbunga, berat buah pertanaman, panjang buah, jumlah buah, berat basah, berat kering. Sedangkan pada perlakuan zat pengatur tumbuh alami berpengaruh sangat nyata terhadap umur mulai berbunga, jumlah buah pertanaman, berat basah, berat kering dan berpengaruh nyata terhadap berat buah pertanaman. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan pupuk SP36 dan macam zat pengatur tumbuh alami. Kata kunci: Macam zat pengatur tumbuh alami, Mentimun (Cucumis Sativus L), Pupuk SP36
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa var. Crispa) TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI MACAM DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR Zerin Miftahurahma; Usman Usman; Yukiman Armadi; Eva Oktavidiati; Jafrizal Jafrizal
Agriculture Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i1.5586

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya interaksi macam POC dan kosentrasi terhadap tanaman selada merah (Lactuca Satva var. crsipa). Penelitian ini telah dilaksanakan di Jalan Danau Raya, Masjid Jamik Al-Huda, Kelurahan Panorama, Kecamatan Singgaran Pati, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama macam Pupuk Organik Cair (POC) terdiri dari P0 (nasa), P1(daun kelor), P2(daun lamtoro), P3(jakaba). Faktor kedua adalah tingkatan kosentrasi yatu K1(5%), K2(10%) dan K3(15%). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali, setiap kombinasi terdiri dari 5 tanaman, sehingga terdiri dari 180 unit perlakuan percobaan. Hasil penelitian ini menunjukan perlakuan macam POC dan kosentrasi berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 7 hst dan 28 hst, sedangkan pada parameter jumlah daun berpengaruh nyata umur 21 hst hingga 28 hst dan terdapat interaksi pada parameter jumlah daun umur 28 hst. Pada parameter tinggi tanaman umur 7 hst macam POC kelor (P1) berpengaruh nyata dengan POC nasa (P0) akan tetapi berpengaruh tidak nyata dengan semua perlakuan lainya. Macam POC kelor (P1) memberikan hasil yang terbaik dari perlakuan lainya. Berdasarkan perlakuan kosentrasi didapatkan kosentrasi 15% (K3) berpengaruh nyata dengan kosentrasi 5% (K1). Kosentrasi 15% (K3) memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman umur 28 hst. Pada parameter jumlah daun umur 21 hst macam POC kelor (P1) berpengaruh nyata terhadap POC nassa (P0) dan POC lamtoro (P2). Macam POC kelor (P1) memberikan hasil terbaik dari perlakuan lainya. Pada parameter jumlah daun umur 28 hst terjadi interaksi jumlah daun tertinggi 8,89 (P1K3) hingga 10,33 (P3K3). Ketiga POC dapat digunakan dengan kosentrasi terbaik 10% (P2) dan 15 % (P3). Perlakuan macam POC kelor (P1) memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun, sedangkan kosentrasi 15% (K3) memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Kata Kunci : POC, Konsentrasi dan Selada Merah (Lactucasativa var. crispa).
The THE EFFECT OF OIL PALM EMPTY FRUIT BUNCH BIOCHAR AND CHICKEN MANURE BIOCHAR ON NUTRIENT UPTAKE OF N, P, K AND YIELD OF SWEET CORN ON ALLUVIAL LAND Merliana Idiawati; Dwi Fitriani; Fiana Podesta; Suryadi; Ririn Harini
Agriculture Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i1.5681

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan Pengaruh Media Tanam FABA Dan Kotoran Sapi Yang Diperkaya Darah Dan Bioaktivator Rumen Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L). Penelitian ini dilaksanakan pada 11 Oktober sampai 24 Desember 2023 di lahan percobaan penelitian yang terletak di Jl. Raya Darma Wanita RT.18 RW.05 Sidodadi, Kel.Bentiring Permai, Kec. Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu.   Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama FABA (F) F0 (Kontrol), F1 (20%) F2 (30%) F3 (40%) F4 (50%) sedangkan faktor kedua dosis pupuk kandang sapi (S) S0 (Kontrol) S1 (25 gr) S2 (50 gr) S3 (75 gr) penelitian ini memeiliki 20 kombinasi perlakuan masing masing perlakuan di ulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 60 kombinasi ulangan perlakuan setiap unit terdapat 3 tanaman sehingga terdapat 180 tanaman untuk diamati. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Analisis Ragam dan apabila berpengaruh nyata dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media tanam FABA berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) pada umur 2 dan 4 MST, jumlah daun pada umur 6 dan 8 MST, Berat Basah Umbi pada umur 8 MST, Berat Basah Tanaman pada umur 8 MST, Berat kering tanaman 8 MST, Berat Basah Umbi 8 MST, Berat Kering Umbi 8 MST, dan berpengaruh Nyata Pada Parameter Pengamatan Jumlah Daun 2 dan 4 MST, Jumlah anakan 8 MST, komposisi media tanamn FABA yang baik untuk pertumbuhan tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) yaitu dibawah 20 %, dan Perlakuan Bioaktivator Rumen sapi Berpengaruh sangat Nyata pada parameter jumlah daun 8 MST dan berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman 4 MST. Kata Kunci : Bawang Merah, Bioaktivator, FABA, Pukan Sapi

Page 6 of 10 | Total Record : 96